Pemekaran Gambut Raya Masih Terkendala Administrasi

BANJAR – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, Abdul Razak, menyebut, syarat pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Gambut Raya masih terkendala administrasi. Terlebih, pihaknya hingga kini belum menerima kelengkapan berkas dukungan 2/3 desa di wilayah pemekaran tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Kab Banjar, Abdul Razak, saat dikonfirmasi soal hasil RDP dengan Pemkab Banjar

“Soal dokumen, kami bukan mengada-ada, tetapi sesuai dengan peraturan tentang kelengkapan administrasi. Dokumennya belum kami terima, kalau ada tentu isinya ada berita acara yang menjelaskan hasil permusyawaratan desa,” tegasnya kepada awak media, di ruang Komisi I DPRD Kabupaten Banjar usai menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama eksekutif soal wacana pemekaran Gambut Raya, Jumat (7/10).

Kendati merupakan aspirasi dari warga, ia menegaskan, agar pihak panitia penuntut pemekaran Gambut Raya dapat menindaklajuti dan melengkapi berkas administrasi.

“Kelengkapan administrasi yang belum kami terima dan tidak ketahui, yakni tentang dokumen hasil permusyawaratan yang harus dilampirkan. Kalau merujuk ke Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan PP Nomor 78 Tahun 2007, maka minimal dua per tiga desa dari wilayah yang dimekarkan menyetujuinya,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Sebelumnya, dikatakan Razak, Sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku, maka ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi oleh tim penuntut untuk mengajukan pemekaran suatu daerah.

“Hal ini berlaku bagi setiap daerah yang mengajukan untuk pemekaran daerah atau untuk membentuk daerah otonom baru (DOB),” jelasnya.

Ditempat yang sama, Sekdakab Banjar Mokhamad Hilman, menuturkan, regulasi dasar hukum yang disepakati, yakni aturan pemerintah Nomor 78 Tahun 2008 tentang tata cara pembentukan, penghapusan, dan penggabungan daerah.

“Nah kita sepakat, karena waktu kita yang terbatas, dan mulainya itu jelas di UU No 23 Tahun 2014 Pasal 32 dan 33 yang menjelaskan bahwa tahapannya harus berurutan,” paparnya.

Selain itu, menurut dia, untuk administratif pemekaran wilayah otonom baru harus bertahap atau berurutan.

“Artinya urutan persyaratan administratif yang paling utama ada di pasal 37 dan itu menjadi dasar, tidak boleh meloncat ke tahapan berikutnya,” pungkas Hilman. (RHS/RDM/RH)

Disperin Kalsel Sediakan 138 Trofi Pemenang Lomba Event MTQN XXIX

BANJARBARU – Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan selatan (Kalsel), menyediakan sebanyak 138 Trofi/piala yang akan dibagikan kepada para pemenang rangkaian perlombaan-perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX tahun 2022, yang diselenggarakan di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar provinsi Kalsel, mulai tanggal 10 – 19 Oktober 2022 nanti.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel Mahyuni, kepada Abdi Persada FM baru-baru tadi. Mahyuni menyampaikan, pada event MTQ Nasional XXIX 2022 nanti, akan diadakan sebanyak 46 acara perlombaan event MTQ berlangsung, sehingga pihaknya yang juga membidangi persiapan penyediaan Trofi/piala, telah menyiapkan sebanyak 138 Trofi/piala yang nantinya akan diserahkan kepada para pemenang juara 1, 2, dan 3 perlombaan nantinya.

“MTQ Nasional nantinya akan mengadakan 46 perlombaan, 1 perlombaan ada 3 pemenang, jadi 46 dikali 3 sama dengan 138 Trofi/piala yang akan dibagikan,” ungkap Mahyuni.

Mahyuni melanjutkan, trofi yang pihaknya siapkan terbuat dari bahan alumunium yang di finishing dengan bahan nikel, dikarenakan pihaknya menginginkan Trofi yang dibagikan nantinya, sama persis seperti Trofi MTQ pada tahun 1970-an dengan bahan utama logam.

“Trofi kami melakukan pemesanan dari luar Daerah, ” Lanjut Mahyuni.

Diungkapkan Mahyuni, alasan pihaknya memesan Trofi dari luar Daerah, dan bukan memesan dari pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) banua Kalsel, dikarenakan alasan terbatasnya waktu pengolahan, sehingga para pelaku IKM pengrajin logam belum dapat memenuhi pesanan yang pihaknya inginkan.

“Trofi ini sangat banyak dan waktu pengerjaannya relatif sebentar, sehingga pengrajin di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai tengah (HST) masih belum bisa memenuhi pesanan,” tutup Mahyuni.

Untuk diketahui, pada event MTQ Nasional XXIX, akan terdapat berbagai macam perlombaan yang akan diadakan nantinya, salah satunya yakni tilawatil al-Qur’an, Hifzil al-Qur’an, fahmil Qur’an, syahril Qur’an, karya tulis ilmiah al-Qur’an, serta tafsir al-Qur’an. (MRF/RDM/RH)

Dinas TPH Kalsel Akan Gelar Pasar Murah Pada Event MTQN XXIX 2022

BANJARBARU – Untuk memeriahkan MTQ Nasional yang dikemas dalam pameran Kalsel Expo 2022 bertempat di Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura Kabupaten Banjar, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalsel akan menggelar kegiatan pasar murah. Pasar murah tersebut akan menjual berbagai kebutuhan pangan para masyarakat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, gula pasir, tepung terigu, dan minyak goreng dengan harga yang terjangkau dibandingkan harga yang dijual di pasaran.

Hal ini disampaikan, kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalsel Syamsir Rahman, Baru-baru tadi. Syamsir Rahman menyampaikan, pada ajang Kalsel Expo 2022 untuk memeriahkan event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX 2022, pihaknya akan menggelar kegiatan pasar murah untuk memudahkan masyarakat yang datang ke Pameran MTQ mendapatkan bahan-bahan pokok dengan harga murah.

“Nantinya kami akan menjual produk milik para petani Kalsel seperti telur, beras, buah dan sayur mayur,” ucap Syamsir Rahman.

Syamsir Rahman melanjutkan, produk yang pihaknya jual kepada masyarakat nantinya, merupakan murni produk pangan dari para petani di banua Kalsel, sehingga selain memudahkan masyarakat mendapatkan bahan-bahan pokok dengan harga murah, pasar murah juga membantu para petani banua memasarkan produk mereka.

“kegiatan pasar murah ini diharapkan dapat membantu para petani dalam meringankan beban masyarakat,” lanjut Syamsir.

Syamsir melanjutkan, kegiatan pasar murah ini merupakan salah satu strategi pemasaran pihaknya, untuk memperkenalkan produk pertanian Kalsel kepada para khafilah MTQ Nasional dan wisatawan dari seluruh Indonesia.

“MTQ merupakan event nasional, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin, Ini menjadi strategi kami untuk mengenalkan produk pertanian Kalsel ke seluruh Indonesia dengan memanfaatkan momen MTQ Nasional XXIX ini, ” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Perumda Pasar Akan Beri Sanksi Bagi Tukang Parkir Yang Nakal

BANJAR – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Bauntung Batuah (PBB) Martapura akan mengenakan sanksi apabila tarif parkir yang dikenakan lebih dari Rp2.000 – Rp3.000. Apalagi sengaja memanfaatkan perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke 29 di kawasan Pasar Batuah dan Cahaya Bumi Selamat (CBS), Kabupaten Banjar.

Direktur Perumda Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah, melalui Kepala Bagian Humas, Gusti Andriansyah, mengungkapkan, sebagai tindaklanjut agar tidak terjadi demikian pihaknya telah memasang himbauan dititik strategis lokasi pasar atau pun di sejumlah tempat penyelenggaran.

Kabag Humas Perumda PBB Martapura, Gusti Andriansyah saat menjelaskan pengelolaan parkir di CBS dan Pasar Batuah

“Seluruh kawasan sudah kami pasangi spanduk himbauan termasuk di Cahaya Bumi Selamat sampai Alun-Alun Martapura,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (7/10) siang.

Agar mudah dipahami dan ditaati, ia menegaskan, penetapan tarif retribusi jasa layanan parkir ini juga telah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 44 Tahun 2014.

“Ini juga atas perubahan Perbup kedua Nomor 61 Tahun 2019 tentang tarif jasa pelayanan fasilitas pasar,” papar Andri.

Apalagi, dirincikannya, zona CBS dan kawasan pasar merupakan kewenangan Perumda Pasar Bauntung Batuah dalam pengelolaan parkir.

“Idealnya untuk tarif sesuai Perbup khusus roda dua hanya dikenakan Rp2.000. Sedangkan, roda empat seperti mobil Rp3.000,” bebernya.

Apabila masih saja tak menghiraukan atau pun tetap berlaku curang hingga mengenakan tarif sebesar Rp5.000, kata dia, siap-siap menerima sanksi dan dapat melaporkan ini kepada Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) selaku pengelola parkir resmi pada perhelatan acara MTQ Nasional yang digelar di Kabupaten Banjar.

“Kalau di wilayah pasar bisa langsung lapor ke Perumda PBB. Namun, selama MTQ berlangsung kami akan memploting setiap titik dengan menyediakan pusat informasi baik di depan kantor atau pun di CBS Martapura,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Persiapan Sudah 80 Persen, Pembukaan MTQ Nasional XXIX Usung Konsep Digital Pertama di Indonesia

BANJAR – Kesiapan venue utama penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX di Astaka Utama Kiram Park, Kabupaten Banjar sudah mencapai 80 persen. Ditargetkan venue utama ini dapat selesai paling lambat pada 9 Oktober 2022 atau H-3 sebelum acara pembukaan.

Venue utama pelaksanaan MTQ Nasional XXIX, di Astaka Utama Kiram Park, Kabupaten Banjar

Hal ini terungkap saat peninjauan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Sekda Kalsel), Roy Rizali Anwar, bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Muhammad Muslim, serta Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, dan para pengurus PWI Kalsel lainnya, ke venue utama penyelenggaraan event keagamaan Islam terbesar di Indonesia ini, Jumat (7/10).

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar (topi tengah), saat meninjau venue utama MTQ Nasional XXIX

Dilengkapi layar digital LED dengan panjang 38m dan lebar 10 m di panggung utama, pembukaan MTQ Nasional XXIX di Kalsel akan mengusung konsep digital. Yang mana Roy mengaku, pembukaan MTQ dengan konsep digital ini merupakan pertama kalinya di Indonesia.

“Jadi semua materi-materi (MTQ) ditayangkan secara digital, kemudian temanya pun akan ditampilkan sesuai dengan tema acara, (contohnya) pada saat pembacaan ayat suci Al’Quran nanti akan berbeda, pada saat sambutan Presiden juga berbeda, jadi semua ditampilkan secara multimedia,” ungkap Roy.

Secara keseluruhan lanjut Roy, persiapan pelaksanaan MTQ di bumi lambung mangkurat ini sudah 80 persen sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, baik pada venue utama maupun venue lomba.

Di Kiram Park sendiri diakui Roy, selain tedapat venue utama yang dijadikan sebagai panggung pembukaan dan penutupan, juga akan ada venue untuk cabang Tilawah Dewasa.

“Kita juga lengkapi dengan fasilitas kurang lebih 40 UMKM Kalsel yang nanti akan menjual souvenir, makanan minuman, pakaian, kerajinan dan sebagainya,” beber Roy. (SYA/RDM/RH)

Jelang MTQ Nasional ke 29, Pemprov Kalsel Minta UMKM Manfaatkan Peluang Pasar Produk

BANJARMASIN – Menjelang Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) ke 29 tahun 2022 yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, meminta seluruh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah, akan memanfaatkan peluang pasar setiap produknya.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, kepada Abdi Persada FM pada Jumat (7/10), momen ini, harus dimanfaatkan sepenuhnya bagi para pelaku (UMKM) untuk mempromosikan dan menjual produknya, karena banyak tamu dari berbagai daerah yang sudah mulai berdatangan, yaitu sudah penuhnya semua hotel dan penginapan yang dibooking oleh tamu se Indonesia.

“Ramainya tamu ke Kalsel, menjadi peluang pasar bagi pelaku UMKM, agar mereka berbelanja baik untuk keperluan selama di Kalsel, bahkan produknya menjadi buah tangan saat kembali ke provinsi masing-masing,” pintanya

Birhasani yang juga sebagai Ketua Koordinator Bidang Pameran MTQ dan Kalsel Expo Nasional menyampaikan, ada beberapa titik tempat digelarnya lomba dan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran, pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah memfasilitasi Stand Festival Halal Food, yang berlokasi di Ruang Terbuka Hijau Ratu Zaleha Kota Martapura, Kabupaten Banjar, yakni secara gratis bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki produk dan sudah bersertifikat halal berupa makanan, dan minuman baik siap saji serta kemasan, maupun produk herbal.

“Produk makanan minuman yang teruji kualitas ini, memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen untuk menikmati, selain itu juga akan ada layanan konsultasi untuk mendapatkan sertifikat halal dan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha
(NIB) bagi UMKM,” jelasnya panjang lebar.

Birhasani menambahkan, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah, harus proaktif dan kreatif memanfaatkan peluang pasar ini, dengan cara tetap memperhatikan kualitas produk standar produksi yang baik serta menghindari pemakaian bahan berbahaya, dan yang lebih penting lagi adalah menjual dengan harga yang wajar, agar tidak mengecewakan pembeli.

“Semua jajaran Pemprov Kalsel lebih khusus lagi, pak Gubernur mewajibkan untuk mengikutkan UMKM binaannya di setiap stand SKPD tersebut,” tutup Birhasani. (NHF/RDM/RH)

FKTI Kalsel Juara Umum Piala Kemenpora 2022

BANJARMASIN – Prestasi atlet Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Provinsi Kalimantan Selatan, membanggakan berhasil menjadi juara umum pada Kejuaraan Piala Kementerian Olahraga (KEMENPORA) ke IX Tahun 2022.

Walikota Banjarmasin sekaligus Ketua FKTI Kalimantan Selatan Ibnu Sina, pada saat melakukan Silaturahmi bersama karateka FKTI, sekaligus Penyerahan Piala Juara Umum Menpora, disalah satu restoran di Kota Banjarmasin, Kamis Sore (6/10) mengucapkan, selamat atas prestasi yang telah diraih oleh atlet Federasi Karate Tradisional Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Sebagai Ketua Umum FKTI Kalimantan Selatan tentu, kami bangga terhadap prestasi yang telah diraih tersebut, mampu meraih juara umum,” ungkapnya.

Ibnu mengatakan, atlet karate FKTI Kalimantan Selatan mampu memperoleh 99 medali emas dengan total perolehan medali 182 pada kejuaraan Piala Kemenpora tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin ini juga mengajak, generasi muda di Kota Banjarmasin untuk mengikuti olahraga beladiri, agar terhindar dari pengaruh buruk narkoba.

“Kepada pemuda atau generasi muda di Kota Banjarmasin, dapat mengikuti olahraga beladiri, karena olahraga merupakan salah satu kegiatan, untuk menghindari generasi muda dari pengaruh buruk narkoba,” tuturnya.

Dengan aktif berlatih olahraga beladiri, generasi muda dapat meraih prestasi, yang membanggakan untuk Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami berharap olahraga karate FKTI kedepan terus memberikan prestasi terbaik, untuk Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Jelang MTQN XXIX, Setwan Kalsel Siap Koordinir Kafilah Asal Bali

BANJARMASIN – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat tugas melayani kafilah asal Bali dalam gelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke XXIX.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini mengatakan ada sebanyak 40 orang dari kafilah asal Bali yang akan mengikuti sembilan cabang lomba yang tersebar di seluruh venue, baik itu di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru maupun Kota Banjarmasin.

“Kami sudah menyiapkan armada transportasi untuk mengantar jemput kafilah menuju venue acara,” jelasnya kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jum’at (7/10).

Lebih lanjut, kata Jaini, rombongan kafilah asal Bali itu akan dijadwalkan tiba di Banua pada Senin (10/10) dan diinapkan di salah satu hotel di Banjarbaru.

“Pada saat penjemputan nanti, di sana ada tari penyambutan,” tambahnya.

Selain itu, Setwan Kalsel sendiri sudah menyiagakan petugas untuk melayani kafilah di penginapan hingga pendampingan, baik menuju maupun setibanya di venue acara.

“Termasuk nanti saat kepulangan kafilah pada 19 Oktober mendatang,” terangnya.

Tak hanya Setwan Kalsel, menurut Jaini, sesuai arahan Gubernur Sahbirin Noor, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Kalsel juga mendapatkan tugas untuk melayani kafilah yang datang dari seluruh provinsi di Indonesia. (NRH/RDM/RH)

Bank Kalsel Lakukan Penandatanganan Bilateral, Bentuk Komitmen Dukung Pembangunan Ekonomi Daerah

BANJARMASIN – Sebagai bentuk komitmen, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel bersama Bank BCA Kantor Cabang Utama Banjarmasin, melakukan penandatanganan Pinjaman Bilateral / Bank Loan guna menambah pendanaan dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Penandatanganan dilakukan di ruang rapat Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya dan Kepala KCU BCA Banjarmasin, Cecep Sopwan Hadi, pada Kamis (6/10). Turut berhadir Kepala Pengembangan Bisnis BCA Cabang Banjarmasin serta Jajaran Bank Kalsel dari Divisi Treasury, Divisi Konsumer, Divisi Kredit UMK, Divisi Dana & Digital Banking. Kegiatan ini juga disaksikan Jajaran Pejabat BCA Kantor Pusat melalui Virtual Zoom.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang dilakukan antara Bank Kalsel dengan Bank BCA.

“Masuknya bank-bank daerah melalui kerjasama seperti ini merupakan salah satu yang diharapkan bagi Treasury nya masing-masing BPD, tak terkecuali di Bank Kalsel. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan saat ini bisa memberikan benefit yang positif bagi Bank BCA dan Bank Kalsel di masa akan datang”, ungkap Hanawijaya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala KCU BCA Banjarmasin, Cecep Sopwan Hadi mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk bisa menyalurkan alternative financing solutions kepada Bank Kalsel sebagai dukungan terhadap pengembangan ekonomi wilayah Kalimantan Selatan.

“Sebagai komitmen dalam mendorong pertumbuhan perbankan, Bank BCA senantiasa hadir untuk memberikan dukungan terutama kepada Bank Kalsel untuk membangun perekonomian di Kalimatan Selatan, hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan sinergi yang sangat kuat antara Bank Kalsel dan Bank BCA,” tutup Cecep. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version