Harga Ikan di Pelabuhan Batulicin Tembus 60 Ribu Sekilo

TANAH BUMBU – Harga ikan yang dijual di Pelabuhan Perikanan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, mengalami kenaikan. Kesulitan mendapatkan bahan bakar solar menjadi dasar utama atas mahalnya komoditi ini.

Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani, mengatakan, rata-rata harga ikan seperti tenggiri yang biasanya dijual di Pelabuhan Perikanan Batulicin sekitar Rp50 ribu, kali ini mampu menyentuh seharga Rp55 ribu – Rp60 ribu untuk pembelian satu kilogramnya.

Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani saat menjelaskam atas kenaikan harga ikan

“Dampak ini juga dipengaruhi atas kelangkaan solar sehingga berimbas pada ketersediaan stok ikan di pelabuhan Batulicin. Terlebih Tongkol Sisik yang hanya dijual seharga Rp30 ribu saat ini naik menjadi Rp33 ribu per kilo,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (6/10) siang.

Seiring dicabutnya harga subsidi solar juga menjadi alasan atas imbas kenaikan ikan di Pelabuhan oleh nelayan Tanah Bumbu. Bahkan, nelayan terpaksa berlabuh ke Banjarmasin dan Samarinda Kaltim untuk mendapatkan bahan bakar ini.

“Sebelumnya mereka (nelayan) harus keluar daerah untuk mendapatkan solar,” ungkapnya.

Atas dampak ini, kata dia, pemenuhan ikan di Pelabuhan Perikanan Batulicin juga mengalami penurunan yang cukup drastis.

“Yang biasanya dapat memenuhi stok hingga 18 ton per hari kini menyusut jadi 10 ton,” tuturnya.

Namun, ia membeberkan, khusus ikan bawal, lajang dan selar diakui harganya masih relatif stabil.

“Ketersediaannya pun dipastikan masih mencukupi,” beber Syarwani.

Kendati begitu, ia menjamin, pada Oktober ini bersama Pertamina pemenuhan kouta Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bagi nelayan dipastikan tersedia.

“Untuk sementara di alihkan dari SPBN PPI Batulicin ke SPBU Pjalau Tanbu dengan total 10 ribu liter atau sekitar sepuluh tangki,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Aksi Nyata Gerakan Indonesia Tertib, Paman Birin Lepas Konvoi Ratusan Motor di Banjarmasin

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan kembali dipilih Kemenkopolhukam sebagai lokasi peluncuran salah satu program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Tahun 2019 lalu, Kalsel menjadi lokasi peluncuran program Pekan Kerja Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental, dan tahun ini tepatnya pada Kamis (6/10), peluncuran program Aksi Nyata Gerakan Indonesia Tertib. Lokasi kegiatan dipusatkan di halaman gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, dengan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Gubernur Kalsel saat melepas konvoi tertib berkendara

“Gerakan Nasional Revolusi Mental ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pemerintah dan masyarakat Kalimantan Selatan, untuk menerapkan nilai-nilai revolusi mental, dalam berbagai aspek kehidupan. Diantaranya, tertib berlalu lintas dan tertib administrasi kependudukan”, ujar Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel) dalam sambutannya.

Gubernur menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Indonesia tertib, yang merupakan bagian dari 5 Aksi Nyata Gerakan Revolusi Mental. Yaitu indonesia melayani, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, Indonesia bersih, dan Indonesia bersatu.

“Semoga dapat menjadi contoh, menjadi teladan, serta menjadi pioneer, sebagai masyarakat yang tertib berlalu lintas, seperti memakai perlengkapan zssszkeamanan berkendara, adanya kelengkapan surat menyurat, serta berlaku tertib di jalan raya, dan memahami rambu-rambu lalu lintas,” tutupnya.

Kegiatan Aksi Nyata Gerakan Indonesia Tertib di Banjarmasin ini, ditutup dengan konvoi ratusan kendaraan roda dua, yang dikuti klub sepeda motor, pelajar dan masyarakat umum, dengan pengawalan aparat kepolisian. Konvoi yang dilepas langsung Gubernur Kalsel ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengendara lainnya, bagaimana tertib berlalu lintas. Mengingat para peserta konvoi, memakai helm standar SNI, hanya membawa satu penumpang, berkendara dengan kecepatan sesuai standar lalu lintas, dan juga dipastikan seluruhnya memiliki dokumen kelengkapan berkendara. Seperti SIM dan STNK. (RIW/RDM/RH)

Jelang MTQ Nasional ke 29 Tambud Kalsel Siapkan Berbagai Pergelaran

BANJARMASIN – Menjelang event Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional ke 29 tahun 2022, Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, mempersiapkan berbagai pergelaran seni.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, di ruang kerjanya, kepada wartawan pada Kamis (6/10), dalam rangka memeriahkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional, ada tiga komunitas seni yang akan tampil di Kiram Park pada Rabu (12/10) yaitu Tari Tarhib Al Banjary, tarian ini mengangkat tradisi melayu banjar untuk menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke bumi Serambi Mekah, kemudian Zikir Nasyid yang ditampilkan selama 15 menit dihadapan Presiden RI Joko Widodo, dan untuk penutupan penampilan group Nasyid Burdah.

“Kita di Taman Budaya Kalsel diberikan amanah sebagai Koordinator Bidang Pembukaan Atraksi Seni Budaya,” ucapnya

Suharyanti menyampaikan, untuk kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Kalimantan Selatan ini, akan disambut dengan tarian Sinoman Hadrah, begitupun bagi para kafilah Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional yang mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan, sejak Kamis (6/10) dari berbagai Provinsi, di Bandara Internasional Syamsudin Noor, serta pengkalungan syal dari Nanang Galuh yang terpilih di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tahap persiapan sudah 90 persen, karena latihan sejak dua bulan lalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, jumlah personel Zikir Nasyid ini sebanyak 200 orang, Sinoman Hadrah 100 orang dan Tari Tarhib Al Banjary ada 50 orang, rencananya Senin dan Selasa pada tanggal 10 – 11 Oktober 2022, akan digelar gladi di Kiram Park Kabupaten Banjar.

“Semoga pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional ini, dapat berjalan lancar dan sukses di Kalsel,” tutup Yanti (sapaan akrabnya). (NHF/RDM/RH)

Ilham Normadina Resmi Jabat Direktur Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin

BANJARMASIN – Dokter Gigi Ilham Normadina saat ini resmi menjabat, sebagai Direktur Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin.

Penandatanganan Serah terima jabatan Direktur RS Sari Mulia Banjarmasin

Resminya Dokter gigi Ilham Normadina menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin, dalam acara serah terima jabatan, di Aula Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin lantai 4, Kamis (6/10).

Dalam sambutannya Dokter Gigi Ilham menyampaikan, ucapan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, sebagai Direktur Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin.

“Kami siap memajukan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin, untuk warga,” ungkapnya.

Ilham mengatakan, pihaknya juga meminta dukungan kepada pihak lainnya, agar dapat bersama sama meningkatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Banjarmasin mengharapkan, Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin dapat membantu peningkatan derajat kesehatan warga Kota Banjarmasin.

Seperti yang disampaikan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin kami mengucapan selamat kepada Direktur RS Sari Mulia Banjarmasin Ilham Normadina, atas jabatan baru tersebut,” ungkapnya.

Ibnu mengatakan, rumah sakit Sari Mulia Banjarmasin merupakan salah satu rumah sakit yang cukup besar agar tetap eksis memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, di tengah persaingan rumah sakit yang terus tumbuh di Kota Banjarmasin.

“Layanan kesehatan di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin, semakin meningkatkan derajat kesehatan bagi warga kota ini,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

DPRD Kalsel Rekomendasikan Pembentukan Tim Penanganan Jalan Longsor

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merekomendasikan pembentukan tim penanganan jalan longsor di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Hal itu disampaikan, Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Syaripuddin kepada wartawan, usai mendampingi Komisi III DPRD Kalsel melakukan rapat bersama instansi terkait, Rabu (5/10).

Menurut Wakil Rakyat yang akrab disapa Bang Dhin ini, pembentukan tim penanganan jalan longsor tersebut bertujuan agar memudahkan koordinasi untuk menangani jalan tersebut sehingga jalan tersebut bisa digunakan dalam jangka pendek.

“Karena kan tidak hanya satu stakeholder saja, tapi banyak yang terlibat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah selaku pimpinan rapat mengatakan pihaknya berencana untuk mempertajam persoalan ini dengan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk perusahaan tambang di kawasan itu.

“Mereka harus berkontribusi untuk membantu pemerintah provinsi dan kabupaten dalam membangun kembali jalan tersebut,” katanya.

Karena seperti yang disampaikan BPJN, lanjut Abidinsyah, bahwa persoalan ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, mengingat terjadinya longsor pada badan jalan dinilai bukan termasuk bencana alam, tetapi karena adanya aktivitas pertambangan.

“Karena bukan bencana alam sehingga pemerintah pusat tidak bisa menggelontorkan dana untuk memperbaiki jalan tersebut,” tambahnya.

Sedangkan, Kepala BPJN Kalsel Syauqi Kamal menjelaskan pihaknya sudah melakukan perbaikan di jalan longsor tersebut tetapi sifatnya masih sederhana. Seiring dengan hal itu, BPJN juga melakukan kajian untuk menentukan desain jalan yang akan dibuat nantinya.

Suasana rapat Komisi III DPRD Kalsel dengan Instansi Terkait

“Disana memang ada kontraktor yang beraktivitas, tapi diluar longsoran itu. Mereka sudah dapat izin dari Pemkab Tanah Bumbu untuk melakukan perbaikan lereng dari longsoran. Setidaknya ini akan membuat badan jalan diatasnya bisa lebih aman supaya nanti bisa dibuat permanen di lintasan awal,” terangnya.

Syauqi menambahkan, sementara ini jalan yang mengalami longsor tersebut masih bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Namun untuk kendaraan roda enam atau lebih, sesuai kesepakatan dengan Pemkab Tanbu, mereka diminta melewati jalan alternatif yaitu jalan tambang. (NRH/RDM/RH)

Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Diharapkan Bersinergi Terkait Persoalan Jalan Longsor di Tanbu

BANJARMASIN – Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) diharapkan bersinergi dalam mencarikan solusi terkait persoalan jalan longsor di Kabupaten Tanah Bumbu.

Hal itu disampaikan, Anggota DPRD Kalsel Dapil VI meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, Muhammad Yani Helmi kepada wartawan, usai menemui pengunjuk rasa di depan kantor DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat, Rabu (5/10).

Suasana Aksi Unjuk Rasa di DPRD Kalsel

Wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini menilai suatu kewajaran jika masyarakat menuntut agar jalan longsor itu segera diperbaiki. Mengingat, jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat di Banua.

“Jalan tersebut merupakan urat nadi kami menuju kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru. Selain itu, jalan longsor tersebut juga merupakan jalan nasional untuk menuju ibukota negara Kalimantan Timur,” jelasnya.

Paman Yani memberikan apresiasi kepada Komisi III DPRD Kalsel yang menggelar pertemuan dengan instansi terkait mengenai permasalahan jalan longsor ini.

“Saya harap perusahaan tambang di kawasan tersebut juga dipanggil sebagai bukti tanggung jawab. Apa yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki jalan longsor tersebut,” harapnya.

Untuk diketahui, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalsel melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Kalsel, Rabu (5/10). Mereka menuntut agar persoalan jalan longsor di Tanbu diusut tuntas karena dinilai merugikan negara dan masyarakat Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Matangkan Persiapan, Pemprov Kalsel Optimis MTQ Nasional ke 29 Berjalan Lancar

BANJARBARU – Kurang dari sepekan pelaksaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 29, Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) kembali memantapkan persiapan melalui rapat koordinasi daerah (rakorda) dengan seluruh pihak yang terlibat dalam gelaran MTQ.

Berpusat di hotel berbintang kota Banjarbaru, Rabu (5/10), rakorda dipimpin oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang diwakili Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar

Dalam hasil rakorda tersebut persiapan seluruh venue terutama venue utama di Kiram Park, Kabupaten Banjar, ditargetkan dapat selesai pada 8-9 Oktober atau H-3 menjelang pelaksanaan MTQ.

“Kalau di venue utama nanti kita akan adakan gladi kotor pada 10 Oktober, dan untuk venue lainnya itu sebenarnya di target pada H-2, dan diprediksi Insyaallah sebelum H-2 juga sudah selesai,” ucap Roy.

Untuk hadiah, souvenir, dan trofi, disebutkan Roy, saat ini sudah 100 persen selesai. Namun dalam pengamanan dan rekayasa lalu lintas, ia masih meminta koordinasi lebih lanjut dari pihak terkait agar tidak terjadi penumpukan massa.

“Kalau untuk fasilitas jalan, PJU, dan energi sudah siap semua. Tadi PLN mengaku sudah menambahkan trafo di beberapa titik, dan untuk jalan saya lihat hampir semua sudah selesai dikerjakan tinggal menambahkan marka dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dengan seluruh kesiapan tersebut diakui Roy, saat ini pihaknya tinggal mematangkan koordinasi serta memastikan tahapan, kesiapan, peralatan dan sarana prasana lainnya termasuk petugas yang akan disiapkan di seluruh venue.

“Ini masih ada waktu, kita akan terus melakukan rapat dan meminta laporan kepada teman-teman koordinator, dan harapan kita penyelenggaraan MTQ Nasional ke 29 di Kalsel berjalan lancar,” katanya.

Pada rakorda tersebut Roy juga meluncurkan website resmi MTQ Nasional ke 29 dengan alamat http://mtq29.kalselprov.go.id.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, website tersebut beguna sebagai pusat informasi atau panduan bagi seluruh kafilah serta seluruh masyarakat di Indonesia terhadap pelaksanaan event keagamaan Islam terbesar ini.

“Melalui website itu kita bisa mengakses informasi terkait update saat MTQ berlangsung, begitu juga informasi mengenai venue-venue lomba, semua bisa kita lihat langsung lewat website itu,” ungkapnya.

Selain itu, Muslim mengaku pihaknya juga akan menyiapkan Media Center dengan melibatkan pejabat maupun panitia yang berwenang untuk memudahkan awak media dalam mencari informasi terkini terkait MTQ Nasional ke 29.

“Rencananya kita juga menyiapkan streaming untuk setiap lomba yang berlangsung,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Disperin Kalsel Siapkan 4000 Produk IKM Khas Banua Untuk Peserta MTQN ke-29

BANJARBARU – Provinsi Kalsel akan segera menggelar salah satu event besar yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional tahun 2022, yang akan diselenggarakan di 3 Kabupaten-Kota di Kalsel sejak 12 – 18 Oktober 2022. Event lomba MTQ juga akan dihiasi berbagai kegiatan pameran MTQ yang dikemas dalam Kalsel EXPO 2022 di Alun-alun Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar.

Pada Event skala nasional ini, Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel mendapatkan tugas pada bidang 15, yakni penyiapan trofi, hadiah, cinderamata dan souvenir. Adapun cinderamata yang akan diberikan kepada tamu undangan MTQ yakni Kitab Sabilal Muhtadin, Al-Qur’an dengan terjemahan bahasa Banjar, Kitab Saiful Mukmin, serta kitab perukunan jamaluddin, yang akan disusun sebaik mungkin dan dibuat kedalam tas anyaman dari bamban. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni, kepada Abdi Persada FM, Rabu (5/10) sore tadi.

Disampaikannya, untuk cinderamata yang akan dibagikan kepada para tamu undangan, pihaknya akan menyiapkan sebanyak 500 paket cinderamata untuk dibagikan, dan 4000 souvenir yang juga akan dibagikan kepada para tamu undangan dan peserta MTQ nantinya.

“Untuk souvenir ada 12 item yang akan diberikan kepada para khafilah, yakni sasirangan dengan desain premium, tasbih fuqaha, abon ikan haruan, amplang, syrup limau kuit, sari buah kasturi, wadai talipuk, kopi pasak bumi, bumbu masakan Banjar siap pakai, dan kacang jaruk khas Barabai,” ungkap Mahyuni.

Dilanjutkan Mahyuni, souvenir yang akan dibagikan kepada para peserta MTQ merupakan item-item khas dari berbagai daerah di Banua, sehingga peserta MTQ yang berasal dari Daerah lain dapat mengenal makanan khas Banua ini.

“Dengan adanya Ajang MTQ Nasional 2022 ini, harapannya makanan-makanan Khas Kalsel dapat lebih dikenal masyarakat daerah lain,” tutup Mahyuni. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version