Pemprov Kalsel Dorong Kabupaten Kotabaru Menuju Kota Layak Anak

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel mendorong agar terwujudnya Kabupaten/kota Layak Anak (KLA). Namun, saat ini masih terdapat satu wilayah yang belum menerima predikat tersebut yakni Kabupaten Kotabaru.

Saat berlangsungnya Rakoor RDA KLA ditingkat Provinsi yang diikuti sejumlah instansi dari berbagai bidang

Asisten bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumi, mengatakan, melalui rapat koordinasi (rakoor) yang digelar bersama dengan berbagai unsur ditingkat provinsi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi agar Kabupaten Kotabaru bisa mendapat predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA).

“Mudah-mudahan dengan adanya rakoor ini bisa mendorong agar setidaknya Kotabaru bisa menyendang predikat KLA,” ujarnya usai membuka secara resmi Rakoor Rencana Aksi Daerah (RAD) Satuan Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) ditingkat provinsi tahun 2022 yang digelar di aula H Maksid Setdaprov Kalsel, Selasa (13/9).

Selain menyamaratakan persepsi, ia berkeinginan, agar instansi pengampu yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalsel dapat merumuskan serta dapat memecahkan bersama apa masalah yang terjadi sehingga wilayah ini tidak bisa menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA).

“Semoga setelah adanya ini Kotabaru bisa mendapat predikat KLA,” harapnya.

Sementara itu, Kepala DPPPA Provinsi Kalsel melalui Kabid Pemenuhan Hak Anak, Andrian Anwary, memaparkan, saat ini pihaknya terus mendorong agar setiap wilayah mampu mempertahankan predikatnya.

“Secara tekhnis dan kedinasan kita sudah melakukan mengintervensi kabupaten/kota tak hanya Kotabaru. Tetapi, dalam berjalan ini mungkin ada beberapa kendala atau indikator-indikator yang belum terpenuhi,” ungkapnya.

Soal Kabupaten Kotabaru belum menyandang Kota Layak Anak, hal ini akan dirumuskan pihaknya bersama unsur penting agar daerah tersebut mampu serata dengan wilayah lain.

“Dengan keberadaan ini, membantu kita untuk mengukur dan memetakan sebagai Provinsi Layak Anak agar nantinya dapat disusul oleh kabupaten/kota dan mudah-mudahan Kotabaru bisa mendapat predikat KLA,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Ini Pesan Paman Birin, Saat Pengenalan Mahasiswa Baru Uniska

BANJARMASIN – Para mahasiswa yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), tetapi jadilah mahasiswa yang aktif berorganisasi, rajin membaca buku, dan membiasakan diri untuk selalu berdiskusi.

Gubernur Kalsel saat menghadiri pengenalan mahasiswa baru Uniska

Pesan itulah yang disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, pada Pekan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Univesitas Islam Kalimantan (PKK-MB Uniska) Tahun 2022 di Gedung Sultan Suriansyah, pada Selasa (13/9) pagi.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, mahasiswa yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya seluruh mahasiswa Uniska, untuk terus menjadi insan yang berilmu, memiliki akhlak yang mulia, dan terus menjadi roda penggerak perubahan di Banua ke arah yang lebih baik kedepannya.

“Begitulah gambaran mahasiswa yang sebenarnya yakni mahasiswa yang sukses dalam akademik, dan sukses berorganisasi,” kata Paman Birin yang semasa kuliah aktif sebagai anggota Resimen Mahasiswa Uniska.

Paman Birin menuturkan, salah satu tujuan merajut pendidikan di universitas adalah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), karena peningkatan kualitas SDM adalah salah satu syarat mutlak dalam pembangunan bangsa.

“Untuk itu, mahasiswa patut berbangga dan bersyukur karena Uniska adalah kampus swasta terbesar di Kalsel yang merupakan kebanggaan rakyat Banua,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin juga menyampaikan masa-masa dirinya berkuliah di Uniska di tahun 90-an dimana kampus Uniska masih berlokasi di belakang RS Islam.

“Alhamdulillah, sekarang banyak perubahan dan kampus kita tercinta ini sudah memiliki gedung sendiri,” katanya

Paman Birin berharap, para mahasiswa dapat bersungguh-sungguh menuntut ilmu dan selalu patuh kepada orang tua.

“Karena dua hal itu adalah kunci kesuksesan generasi yang diharapkan akan menjadi generasi berkualitas dan berdaya saing dan saat lulus dapat menjadi generasi yang tangguh serta terampil yang siap beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ucap Paman Birin.

Sementara itu, Rektor Uniska, Prof Abdul Malik dalam sambutannya mengungkapkan,  tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa.

“Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan penanaman wawasan kebangsaan, cinta tanah air, bela negara dan mempelajari hal yang dapat menjadi bekal untuk mendukung keberhasilan mereka nanti,” katanya.

Pada tahun ajaran 2022/2023 ini, ada ribuan mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PKK-Maba yang dilaksanakan secara langsung setelah 2 tahun masa pandemi.

“Alhamdulillah tahun ini bisa menggelar secara langsung dan Insya Allah akan berlangsung selama 4 hari dari 13 hingga 16 September 2022,” pungkasnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Pengurus Baru PWI Kalsel Persiapkan Berbagai Program Kerja

BANJARMASIN – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan, bersama Pengurus Harian, dan Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat serta Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia Kalsel, periode tahun 2022 – 2027 resmi dilantik, di Gedung Mahligai Pancasila, Selasa (13/9).

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, melantik secara langsung Ketua PWI Kalsel bersama Pengurus Harian, Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat PWI Kalsel

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, mengatakan, Ketua dan Pengurus harian PWI Kalsel, setelah di lantik harus segera bekerja, mengingat ada banyak agenda yang menunggu untuk dilaksanakan.

“Saat ini mulai dilakukan persiapan MTQ tingkat Nasional dan Porwanas,” ucapnya

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, menjelaskan, dengan sudah dilantiknya Ketua PWI dan Pengurus di Kalsel, tentu dapat semakin memajukan wartawan, karena peran pers sebagai pilar demokrasi, dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif, yaitu harus memberikan informasi yang benar.

“Canggihnya teknologi masih ada saja info hoax, pers sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi ke semua lapisan masyarakat,” jelasnya

Menanggapi hal itu, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie menyampaikan, setelah dilantik ini, pihaknya telah mempersiapkan berbagai program, diantaranya seleksi atlet wartawan se Kalsel, dan di bulan Oktober akan dijadwalkan uji kompetensi wartawan.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie

“UKW akan digelar ke Kabupaten Balangan, dan kegiatan pelatihan lain untuk para wartawan, dalam meningkatkan SDM di Kalsel,” ungkapnya

Untuk diketahui, pelantikan ini, disaksikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kalsel Nurul Fajar Desira, dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kalsel, Muhamad Muslim, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin, Sekretaris Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kalsel Sapta Rianta Hutasoit, dan beberapa SKPD dilingkup Pemprov Kalsel dan Kabupaten Kota, Pimpinan media cetak, elektronik dan online, serta unsur Forkopimda Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Siapkan Legislator Muda, Rachmah Gelar Soswasbang Diselingi Seminar Nasional Legislatif

BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias menggelar sosialisasi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di hadapan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di ruang Lecture Theater FISIP ULM, Senin (12/9).

Kegiatan tersebut juga diselingi dengan Seminar Nasional Legislatif yang mengangkat tema “Revitalisasi Peran Mahasiswa Sebagai Penggerak Perubahan Bangsa dalam Upaya Mempersiapkan Legislator Muda yang Berkapabilitas” yang mana Ketua Komisi I DPRD Kalsel itu menjadi salah satu narasumbernya.

Dalam kegiatan itu, Rachmah berbicara tentang “Kaderisasi Partai Politik” yang dinilainya sangat penting untuk diketahui para mahasiswa. Pasalnya, menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa sehingga diharapkan mereka bisa tampil sebagai legislator di masa mendatang.

“Mahasiswa merupakan penggerak dan penerus bangsa. Mudah-mudahan mereka yang mewakili generasi milenial ini nanti bisa tampil di DPR,” harapnya.

Sementara, Dekan FISIP ULM, Prof. Budi Suryadi menyambut baik kegiatan soswasbang yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel. Ia menilai kegiatan ini menjadi sangat penting mengingat para mahasiswa yang disiapkan menjadi legislator muda ini harus memahami empat pilar kebangsaan sehingga mereka dapat menjadi penjaga Pancasila di masa mendatang.

“Seminar Nasional Legislatif bertujuan untuk mempersiapkan peran mahasiswa sebagai legislator muda dalam menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045. Sementara itu, soswasbang menjadi penting karena legislator muda juga harus memahami bahwa Pancasila merupakan Command Good (Kebaikan Bersama) yang harus diusung dan diregenerasikan secara terus menerus sehingga nantinya legislator muda ini dapat menjadi penjaga Pancasila di masa mendatang,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)

Dispora Kalsel Gelar Festival Olahraga Tradisional Balogo

BANJARMASIN – Untuk memasyarakatkan olahraga tradisional Balogo dikalangan ASN dan Pegawai Kontrak dilingkup SKPD yang ada di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, maka Dispora Kalsel menggelar Festival Balogo, di Kantor Gubernur Lama, di Banjarmasin, Selasa (13/9).

Festival Balogo dibuka oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, pelaksanaan kegiatan festival Balogo ini, dalam rangka melestarikan olahraga tradisional Banua ini.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini terus mengangkat olahraga tradisional seperti Balogo ditengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Paman Birin, olahraga tradisional ini tidak Hanya menyehatkan tetapi juga bisa membuat pemainnya bergembira.

“Bermain olahraga tradisional membuat kita bergembira,” ucap Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Kegiatan ini dilaksanakan, dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 39 Tahun 2022.

Kadispora Kalsel Hermansyah

Peserta yang mengikuti lomba baloga sebanyak 30 tim masing masing tim terdiri ada tiga orang perwakilan dari 22 SKPD yang ada dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Peserta Festival Balogo

“Pada peringatan Haornas ini, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan memasyarakatkan olahraga tradisional di tengah masyarakat di Banua ini,” ucap Hermansyah. (SRI/RDM/RH)

BPKP: Kepala Daerah Harus Lebih Gigih Kendalikan Inflasi di Kalsel

BANJARBARU – Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Selatan Rudy M. Harahap mengingatkan para kepala daerah, lebih gigih mengembangkan strategi/program pengendalian inflasi dan dampak sosial pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM), dengan anggaran yang tersedia sekitar Rp272 miliar.

Dana Rp272 miliar itu telah teridentifikasi Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan, sudah tersedia dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp134 miliar dan Dana Transfer Umum (DTU) Rp138 miliar yang tersebar pada seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Selatan.

Strategi dan program pengendalian mendesak diwujudkan karena satu kabupaten di Kalimantan Selatan masuk sebagai 10 besar dengan inflasi tertinggi secara nasional, yaitu Kotabaru.

Dana tersebut, kata Rudy, harus digunakan Pemerintah Daerah untuk perlindungan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak akibat kenaikan harga BBM. Seperti nelayan, tukang ojek, hingga para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UKM), serta menjaga ketahanan pangan di daerah.

“Pemerintah daerah juga dapat memanfaatkan anggaran BTT untuk memberikan subsidi terhadap biaya transportasi angkutan barang,” imbuh Rudy.

Anggaran tersebut, menurut Rudy, harus dialokasikan untuk mengembangkan program pengendalian inflasi dan dampak sosial pengalihan BBM yang dipimpin langsung oleh Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Daerah.

Berdasarkan data yang diungkapkan Presiden pada Senin (12/9), Kabupaten Kotabaru masuk dalam 10 Besar Kabupaten/Kota dengan inflasi tertinggi, yaitu 7,5 persen. Angka ini meroket dengan cepat dari bulan sebelumnya yang masih sekitar 6 persen.

Rudy menegaskan, Gubernur Kalimantan Selatan selaku Wakil Pemerintah di Daerah harus benar-benar serius dan memimpin gerakan pengendalian inflasi serta dampak sosial pengalihan subsidi BBM di Kalimantan Selatan.

“Kondisi ini harus dicermati secara serius oleh Gubernur, sinergi dan kolaborasi harus diterapkan dalam menghadapi kenaikan inflasi yang semakin tajam di Kalimantan Selatan,” imbuh Rudy.

Pekan kemarin, Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan telah melakukan pendampingan secara langsung dengan mengarahkan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa di Kalimantan Selatan dalam menyusun program dan anggaran pengendalian inflasi serta penanganan dampak sosial dan ekonomi akibat pengalihan subsidi BBM.

Bentuk nyatanya, Rudy terlibat langsung dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kabupaten Kotabaru (7/9) dan Kabupaten Tabalong (9/9). Ia juga memberikan arahan taktis dalam pengalokasian anggaran pengendalian inflasi.

Di samping itu, Rudy juga menekankan, Gubernur harus segera melakukan intervensi dengan melihat kondisi langsung di lapangan. Hal ini perlu dilakukan untuk menekan angka kemiskinan dan gejolak sosial di Kalimantan Selatan yang akan berefek ke tingkat nasional.

“Saya mengharapkan, seluruh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa di Kalimantan Selatan saling menopang program. Jangan sampai terjadi duplikasi atau tumpang tindih anggaran untuk program atau kegiatan yang sama, yang berujung pada tindak pidana korupsi,” tekan Rudy.

Pada arahannya Senin (12/9), Presiden Joko Widodo juga menyatakan telah meminta Kejaksaan, Kepolisian, dan BPKP untuk mengawal pengendalian inflasi dan penanganan dampak sosial dan ekonomi akibat kenaikan harga BBM seperti ketika penanganan COVID-19. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Lepas Peserta Atmatsay The Legeng Of Brother Adventure V dan Borneo Hard Enduro Series 1 2022

BANJARMASIN – Untuk mendukung kegiatan olahraga otomotif di Provinsi Kalimantan Selatan, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap kegiatan Atmatsay The Legend Of Brother Adventure V dan Borneo Hard Enduro Series 1 Tahun 2022, di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Selasa (13/9).

Pelepasan peserta oleh Gubernur Sahbirin Noor

Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor didampingi Ketua IMI Kalsel, Edy Sudarmadi dan pejabat lainnya, mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut positif event adventure trail sebagai sarana olahraga dan menjalin silaturahmi.

“Kami bersyukur dengan adanya event otomotif berskala nasional dan bahkan inernasional, yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut, maka ini menunjukan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan layak dikenal dunia, serta dapat menjadi destinasi favorit bagi para rider.

Dalan waktu dekat ini, lanjutnya, sekitar bulan November mendatang, Kalsel akan menggelar otomotif berskala internasional.

“Para riders top dunia telah mengkonfirmasi akan kembali turut serta dalam event bertajuk Uncle Hard Enduro 2022,” ungkap Paman Birin.

Sehingga, lanjutnya, melalui even internasional ini dapat membangkitkan semangat pengembangan olahraga otomotif di banua dan tanah air.

“Para rider di Provinsi Kalimantan timur diharapkan mampu meningkatkan prestasi untuk nama harum Banua ini,” ucap Paman Birin.

Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalsel Edy Sudarmadi menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian Gubernur Kalsel kepada riders dan olahraga trail pada umumnya.

“Terimakasih Gunernur Kalsel atas perhatian selama ini. Terimakasih telah hadir dan perhatIan kepada kami para riders dan pecinta olahraga trail,” ungkap Edy. (SRI/RDM/RH)

Sinergi Bank Indonesia dan TPID Provinsi Kalimantan Selatan, KendalikanInflasi Pangan

TABALONG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan kegiatan Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kalimantan Selatan, akhir pekan lalu di Tanjung, Tabalong.

GNPIP merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Nasional 2022, untuk memperkuat sinergi, untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi pangan dari sisi suplai.

Dalam jangka pendek, implementasi GNPIP akan difokuskan pada kegiatan pasar murah yang didukung ketersediaan dana dari APBD untuk menjaga daya beli masyarakat pasca pengalihan subsidi BBM.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan dalam jangka menengah dan panjang, antara lain peningkatan produktivitas pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan, perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan memanfaatkan digitalisasi dan subsidi transportasi.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bupati Tabalong, Wakil Bupati Tabalong, Anggota TPID, serta stakeholders lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa momentum pemulihan ekonomi Kalimantan Selatan perlu terus dioptimalkan melalui berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat, antara lain melalui menjaga kestabilan harga bahan pangan pokok.

“Sebab bahan pangan pokok memiliki bobot yang cukup besar dari komposisi pengeluaran masyarakat, sehingga pengendalian inflasi akan memberikan dampak sosial yang besar untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi perlu terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan,” ujarnya.

Selain itu, Imam menambahkan, perlu didorong penguatan komunikasi kebijakan untuk membangun awareness guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kestabilan harga.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas berbagai langkah dan gerak cepat yang dilakukan TPID, dalam upaya merespon tingginya inflasi harga pangan bergejolak (Volatile Foods).

“Kick Off GNPIP Kalimantan Selatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan langkah-langkah pengendalian sisi suplai secara lebih integratif, masif, dan berdampak luas dalam pengendalian komoditas pangan yang sangat diperlukan masyarakat,” ujar Gubernur yang diwakili Staf Ahli, Suparno tersebut.

Gubernur juga mengingatkan, agar setiap SKPD perlu memperhatikan sumber-sumber inflasi di Kalimantan Selatan dan melakukan langkah cepat guna mengurangi disparitas pasokan dan harga antar wilayah.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani menyampaikan, akan mendukung upaya pengendalian inflasi. Salah satunya melalui peningkatan produksi tanaman pangan untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan dalam GNPIP di Kalimantan Selatan, antara lain adalah penyelenggaraan pasar murah oleh TPID Provinsi Kalimantan Selatan yang akan diperluas dengan pasar murah oleh TPID Kabupaten/Kota. Diikuti gerakan penanaman bawang merah dan cabai dengan total bibit yang akan diberikan dalam rangkaian program ini berjumlah 77.000 bibit l, yang berasal dari bantuan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan dan Bank Indonesia.

Selanjutnya, terdapat bantuan subsidi bibit haruan, subsidi BBM nelayan, bantuan pakan ternak ayam petelu, pengembangan sistem informasi pangan, perluasan kerjasama antar daerah, peningkatan produktivitas produsen; dan penguatan koordinasi serta komunikasi.

Program-program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan ketahanan pangan di daerah serta mampu mengendalikan inflasi pangan. (RIW-BIkalsel/RDM/RH)

HUT FKPPI ke 44 Tahun, Inilah Harapan Paman Yani

BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Yani Helmi menghadiri acara Syukuran Ulang Tahun Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI dan Polri (FKPPI) ke 44 Tahun di gedung Mahligai Pancasila, Senin (12/9) malam.

Peringatan Ulang tahun ke 44 FKPPI Tahun 2022 PD XVI FKPPI Kalsel mengusung tema “Lebih Sehat dan Lebih Berkarya Membangun Negeri”.

Suasana Syukuran Ultah ke 63 Pepabri dan Ultah ke 44 FKPPI di Gedung Mahligai Pancasila

“Acara ini sebagai ajang silaturahmi keluarga besar FKPPI untuk 13 kabupaten/kota di Kalsel. Alhamdulillah sudah dilaksanakan dan difasilitasi oleh Gubernur Kalsel Bapak Sahbirin Noor yang juga Ketua Umum FKPPI Kalsel,” katanya kepada wartawan.

Wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani
mengharapkan kepada kader FKPPI agar selalu menjaga kekompakan dan kesolidan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

“FKPPI ini anggotanya ada yang pekerja swasta, pegawai, juga TNI-Polri. Itulah kami keluarga besar FKPPI yang hingga saat ini jadi satu dalam sebuah tujuan untuk kemajuan organisasi dan masyarakat di Kalsel,” jelasnya.

Paman Yani yang juga Wakil Ketua KB-FKPPI Kalsel mengharapkan bersama dengan para pembina ikut juga mendorong kemajuan FKPPI di Kalsel.

Dalam acara tersebut, juga digelar Syukuran Ulang Tahun ke 63 Pepabri DPD Pepabri Kalsel dengan tema “Sikap Pejuang Yang Berwawasan Negarawan Mantapkan Indonesia Hebat”. (NRH/RDM/RH)

Paman Birin Minta Pepabri dan FKPPI Terus Menjadi Mitra Pemerintah

BANJARMASIN – Syukuran Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) dan HUT ke-44 Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan (FKPPI) di Kalimantan Selatan, berlangsung di gedung Mahligai Pancasila, Senin (12/9).

HUT Pepabri ke-63 yang mengusung tema “Sikap Pejuang Yang Berwawasan Negarawan Mantapkan Indonesia Hebat” ini, dihadiri langsung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Paman Birin, (sapaan Sahbirin Noor) berharap, Pepabri maupun FKPPI terus menjadi mitra atau mitra pemerintah, dalam mewujudkan kesuksesan pembangunan di Banua.
Selain itu juga, turut aktif dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, membina dan membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan produktif.

“Dengan begitu kita berharap tentunya akan terwujud Kalimantan Selatan MAJU (Makmur Sejahtera dan Berkelanjutan) sebagai gerbang Ibu Kota Negara Nusantara,” ujar Paman Birin dalam sambutannya.

Ketua DPD Pepabri Kalsel, Kol (Purn) Nasib Alamsyah menyampaikan amanat Ketua Umum DPP Pepabri, Jendral TNI Purn Agum Gumelar. Sedangkan Ketua Umum FKPPI Pusat, Ponco Sutowo menyampaikan sambutannya secara virtual.

Dalam amanatnya, Agum Gumelar mengatakan, saat ini hampir semua negara mengalami kesulitan, seperti krisis pangan, energi, ekonomi akibat pandemi COVID-19. Dalam menghadapi situasi ini, seluruh keluarga Pepabri diminta berperan dalam membantu pemerintah dan tetap menjadi panutan masyarakat.
Sebagai insan yang berwatak pejuang, jajaran Pepabri di setiap tingkat organisasi juga harus peduli dengan permasalahan terkini yang dihadapi masyarakat di daerah masing – masing.

“Anggota Pepabri harus memberikan masukan ke pimpinan daerahnya agar permasalahan dapat diatasi dan mendukung kebijakan pemerintah daerah,” pesan Agum.

Pada HUT Pepabri ke-63, DPP Pepabri juga memberikan piagam penghargaan kepada 206 anggota yang telah aktif selama 5 tahun dan 103 anggota yang telah aktif selama 10 tahun. Hal ini agar memotivasi para anggota untuk ikut aktif dalam Pepabri.

Nasib Alamsyah juga menyampaikan bahwa, dalam waktu dekat, Pepabri akan menyelenggarakan Munas, yaitu pada 17 November 2022 dalam rangka pertanggungjawaban kegiatan Pepabri yang telah terlaksana, dan memilih pimpinan baru serta menyusun rencana giat mendatang.

Sementara itu, Paman Birin dalam sambutannya mengatakan, Pepabri dan FKPPI memiliki keterkaitan yang sangat erat. Kesuksesan para prajurit TNI maupun Polri, tidak lepas dari dukungan keluarga.

Pada peringatan ulang tahun dua organisasi tersebut, Paman Birin melakukan pemotongan nasi tumpeng dan dibagikan kepada pengurus organisasi. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version