BANJAR – Anggota Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, bakal terus mengawal penataan proyek revitalisasi kawasan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, hingga tuntas agar proses pengerjaannya tak lagi asal-asalan.
Bupati Banjar Saidi Mansyur bersama Kemen PUPR RI saat meninjau lokasi penataan kawasan Sekumpul. (Dok. Humpro Pemkab Banjar/ist)
“Saya akan kawal di Badan anggaran (Banggar) di DPR karena ini merupakan aspirasi,” ucapnya, kepada awak media, saat di Martapura baru-baru tadi.
Terlebih, ia meminta dukungan dari seluruh pihak dan kalangan agar proses penataan proyek revitalisasi kawasan Sekumpul Martapura pada segmen kedua dan ketiga mampu berjalan sesuai harapan.
“Minta doanya saja agar semua aman,” tegasnya.
Terkait pengerjaannya yang sempat dituding asal-asalan, Rifqi menegaskan, agar proses tersebut diserahkan saja sepenuhnya kepada pemegang proyek dalam hal ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Ini sedang direview (ditinjau) lagi, makanya, jangan terlalu banyak kritik. Fokus saja kalau ada persoalan biar serahkan saja kepada mereka (Kemen PUPR RI) yang jelas punya mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan. Mereka bisa saja memperbaiki ulang atau seterusnya,” jelas anggota DPR RI Dapil Kalsel I tersebut.
Maka dari itu, dirinya meminta agar proyek ini tidak dijadikan persoalan lagi yang tentu dapat menimbulkan banyak kegelisahan di kalangan masyarakat di Kabupaten Banjar.
“Tujuannya agar isu ini tidak liar dan tidak berkembang jadi persoalan,” tutupnya.
Untuk diketahui, proyek nasional yang dikerjakan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR RI itu diketahui senilai Rp200 miliar. Namun, hingga saat ini pembangunan penataan kawasan Sekumpul telah menelan Rp38 miliar. (RHS/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor memaparkan tujuh perbaikan akuntabilitas kinerja pada kegiatan Evaluasi Reformasi Birokrasi dan SAKIP Tahun 2022, Kamis (25/8), melalui platform daring.
Paparan ini disampaikan dalam rangka menindaklanjuti laporan hasil evaluasi SAKIP tahun 2021. Perbaikan yang telah dilakukan, pertama, ujar Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini, memastikan seluruh strategis perangkat daerah menggambarkan kinerja atau outcome yang saling berkaitan.
Kemudian, pada awal tahun 2022, BKD telah mengembangkan aplikasi e-dialog yang diterapkan di seluruh perangkat daerah, untuk mengakomodir pengukuran kinerja secara berjenjang.
“Selanjutnya, kami telah melakukan penyempurnaan terhadap pemetaan dan pengimplementasian crosscutting, sehingga terjadi sinergitas dan kolaborasi antar perangkat daerah,” jelas Paman Birin di hadapan tim evaluator SAKIP KemenpanRB.
Pada kesempatan ini, Paman Birin juga mengungkapkan penanggulangan kemiskinan di Kalsel melalui beberapa strategi.
“Yaitu dengan meningkatkan pendapatan dan menurunkan beban pengeluaran penduduk miskin, serta dengan mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” kata Paman Birin.
Lebih lanjut, Gubernur menjabarkan, penanggulangan dilakukan dengan pendekatan tematik, holistik, integratif, dan spasial.
Penyampaian evaluasi kinerja ini dilakukan Paman Birin secara virtual di BPSDM Banjarbaru, usai memimpin pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XXVII Tahun 2022.
Tampak ikut serta mendampingi, Kepala Biro Organisasi Galuh Tantri Narindra, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sulkan, serta sejumlah pejabat terkait. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor membuka secara resmi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XXVII Tahun 2022 di Aula BPSDMD, jalan Panglima Batur Timur Banjarbaru pada Kamis (25/8).
“Pelatihan kepemimpinan ini menginginkan adanya perubahan, agar menjadi generasi tangguh dan terampil, yaitu generasi yang berdaya saing, dalam membangun daya saing daerah,” kata Gubernur.
Gubernur Kalsel saat membuka PKN II di Banjarbaru
Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu, juga menyelipkan semboyan terkenal dari Ki Hajar Dewantara, yang menurutnya selalu dipegang dalam perjalananya menjadi kepala daerah.
“Kalau bicara kepemimpinan, saya selalu ingat ‘Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani’ yang disampaikan guru-guru saya. Dimana apabila tidak mengerti itu, jangan jadi pemimpin,” sampainya.
Menurutnya, walaupun saat ini sudah 77 tahun Indonesia merdeka yang tidak lain berkat pengorbanan dan perjuangan para pahlawan, Indonesia masih belum merdeka dari beberapa permasalahan.
“Meski sudah 77 tahun merdeka, belum ada yang bisa menyatakan Indonesia bebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan,” tambahnya.
Oleh karena itu, dirinya mengharapkan perubahan yang nantinya datang dari peserta pelatihan, akan berkontribusi dalam memerdekakan Indonesia seutuhnya.
Dirinya juga menyampaikan pesan agar para peserta dapat mengikuti dengan baik dan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat setelah kembali ke tempat masing-masing.
“Semoga mendapatkan ilmu yang bisa diaplikasikan di dalam tugas para peserta setelah kembali ke tempat masing-masing. Mengamalkan ilmunya, jangan menyalahgunakan ilmunya,” pesannya.
Pembukaan kegiatan ini juga dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Pengembangan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah LAN Samarinda Muhammad Aswad, Kepala BPSDMD Mujiyat dan Kepala BKD berbagai provinsi se-Indonesia.
PKN II Angkatan XXVII ini diikuti 60 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Yakni Kalimantan Selatan, Kalimatan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Barat.
Acara kemudian diakhiri dengan pemasangan tanda peserta, yang dilakukan Gubernur Kalsel didampingi Kepala Pusat Pelatihan Pengembangan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah LAN Samarinda dan Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan kepada perwakilan peserta, atas nama Raudhatul Jannah dan Among Wibowo.
Pelatihan digelar mulai 25 Agustus – 8 Desember 2022 atau selama 17 minggu. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Penyelenggaraan Mussabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022 yang mengangkat tema, Dengan MTQ Nasional kita tingkatkan kualitas SDM yang unggul dan Qur’ani Untuk Mewujudkan Masyarakat Yang Religius dan Moderat, diharapkan mampu membentuk manusia yang berprilaku, bekerja, dan bermasyarakat, senantiasa condong kepada jalan yang lurus. Harapan itu disampaikan Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi saat Lauching MTQ Nasional XXIX di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Kamis (25/8) siang.
Momen saat MTQ Nasional XXIX resmi diperkenalkan kepada publik
Dalam sambutannya, Zainut Tauhid menjelaskan, penunjukan Provinsi Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an XXIX Tahun 2022, melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 442 Tahun 2020, sudah melalui berbagai pertimbangan. Yakni terkait kesiapan transportasi dan akomodasi, serta sarana dan prasarana yang memadai, dukungan pendanaan dan kerjasama dengan pihak terkait yang begitu kuat, serta karakteristik masyarakat Kalimantan Selatan yang religius dan moderat. Semuanya menjadi modal penting dalam melaksanakan event nasional ini.
“Provinsi Kalimantan Selatan juga memiliki pengalaman menjadi tuan rumah pada MTQ Nasional Tahun 1970, dan STQ Nasional tahun 2011, yang berjalan dengan sangat baik. Hal inilah yang semakin memberikan keyakinan kepada kita semua, bahwa penyelenggaraan MTQ Nasional XXIX tahun ini akan berjalan dengan lancar dan sukses,” ujarnya.
Launching MTQ Nasional XXIX Tahun 2022 ini merupakan salah satu bentuk publikasi sekaligus penanda kesiapan Provinsi Kalimantan Selatan, menyongsong pelaksanaan MTQ yang akan dilaksanakan pada 10 – 19 Oktober 2022 nanti.
“Saya berharap seluruh Kementerian dan Lembaga yang terlibat dalam melaksanakan event akbar ini mampu bekerjasama dan bersinergi dengan baik serta berkoordinasi secara intensif, dalam mempersiapkan seluruh komponen yang dibutuhkan, demi terselenggaranya kegiatan ini secara maksimal,” pesan Zainut
Tidak lupa, Zainut juga menyampaikan rasa gembira, apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022, khususnya kepada Gubernur Kalimantan Selatan beserta seluruh jajarannya yang sudah sangat baik mempersiapkan kegiatan nasional ini. Ia juga berharap, kegiatan ini berjalan lancar dan sukses serta membawa dampak yang besar dalam peningkatan pemahaman dan pengamalan nilai nilai Al-Qur’an di tengah tengah masyarakat muslim Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, Kalsel sebagai tuan rumah MTQ Nasional adalah sebuah kebanggaan dan menjadi sejarah tersendiri bagi Banua.
“Setelah lebih dari setengah abad lamanya, terakhir tahun 1970, Kalsel kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Kepercayaan yang diberikan ini, membuat kami lebih berkomitmen memberikan yang terbaik. Saya berharap dukungan dari masyarakat, dapat menyukseskan penyelenggaraan even nasional ini,” harapnya.
Gubernur memaparkan, MTQ tingkat nasional di Kalsel akan digelar di tiga daerah, yaitu Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kota Banjarmasin, dengan venue atau lokasi lomba tersebar di berbagai tempat.
“Venue utama di Kiram Park Kabupaten Banjar, Masjid Agung Alkaromah Martapura, Masjid Bambu KH Abdul Qadir Hasan, Masjid Nurul Iman, aula serba guna Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Masjid Jami Banjarmasin, perkantoran Pemprov Kalsel, asrama haji, auditorium ULM Banjarbaru, Institut Agama Islam Martapura, dan Madrasah Tahfiz Darussalam Martapura,” tutup Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu. (RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sepanjang musim kemarau tahun 2022, terus dimaksimalkan oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala BPBD Kalsel, R Suria Fadliansyah, melalui Kasubbid Kedaruratan, Syaifuddin Dinarja, menyebut pihaknya sudah menyiapkan 5 posko siaga karhutla, yakni di Guntung Damar Landasan Ulin, Nusa Indah Batibati, Jalan Gubernur Syarkawi Gambut, wilayah kampus UMB Banjarmasin Handil Bakti, dan kantor BPBD Kalsel sebagai Posko induk.
“Poskonya sampai saat ini masih beroperasi. Kita libatkan TNI-Polri, Damkar, dan relawan didalamnya,” ucapnya, Kamis (25/8).
Selain itu Dinarja mengungkapkan, untuk memastikan perhelatan MTQ Nasional di Kalsel yang diselenggarakan Oktober mendatang bebas dari kabut asap akibat karhutla, BPBD Kalsel juga telah meminta bantuan 10 helikopter kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Sudah ada 4 (helikopter) yang dikirimkan, 2 patroli dan 2 waterbombing. Tetapi kemarin diambil lagi 2 waterbombingnya untuk dikirim ke Nepal, besok (Jumat) akan datang gantinya dari Vietnam,” tuturnya.
Sejak didatangkan pada pertengahan Agustus lalu, helikopter tersebut diakui Dinarja sudah mulai beroperasi untuk memudahkan satgas darat dalam mengetahui kemunculan titik api.
“Itu memang beberapa daerah sudah bisa dikendalikan seperti di Batola dan Hulu Sungai Selatan. Memang efektifnya, begitu dapat titik panas harus d eksekusi dengan (helikopter) waterbombing,” jelasnya
Dinarja menyebut titik panas pada musim kemarau tahun ini tergolong fluktuatif karena masih diiringi oleh cuaca hujan yang menyebabkan tanah menjadi basah.
“Kemaren ada yang tertinggi sampai 34, kemudian hari ini ada 8, dan ada yang sebelumnya 11. Tergantung daerahnya, kalau hujan ya titik panas berkurang, tapi kalau cuacanya panas jadi tinggi lagi,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi mendukung perkembangan olahraga Sambo di Banua.
Hal itu disampaikannya usai menerima audiensi perwakilan pengurus Persambi Sambo Kalsel di ruang Fraksi Golkar DPRD Kalsel, Rabu (24/8).
Suasana audiensi Pengurus Persambi Sambo Kalsel dengan Anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi
Menurut Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini, meskipun olahraga Sambo ini termasuk cabang olahraga baru, namun ternyata atlet Sambo di Kalsel sudah menorehkan prestasi yang luar biasa. Terbukti mereka berhasil meraih medali emas di tingkat nasional maupun internasional.
“Sambo ini memang cabang olahraga baru, baik di kancah nasional maupun daerah. Tetapi untuk atlet Sambo asal Kalsel sudah memiliki prestasi luar biasa. Belum lama tadi, kontingen Sambo Kalsel berhasil meraih empat medali emas, satu perak dan tiga perunggu di Kejuaraan Nasional Sambo 2022 di Bandung,” jelasnya.
Paman Yani juga menilai prestasi tersebut tentu sangat membanggakan bagi Kalsel. Karenanya, ia mengharapkan stakeholder terkait dapat terus menjalin kolaborasi dalam mengembangkan olahraga termasuk Sambo di 13 kabupaten/kota di Banua
Sementara itu, Ketua Harian Persambi Sambo Kalsel, Yayat Hadiat mengatakan kedatangannya bertujuan untuk konsultasi dan meminta arahan dari Ketua Umum Persambi Sambo Kalsel sekaligus Anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi dalam pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sambo yang dijadwalkan pada September 2022 mendatang.
“Alhamdulillah Ketua Umum memberikan dukungan penuh, baik pelaksanaan secara umum maupun nanti kita giatkan ke 13 kabupaten/kota di Kalsel,” terangnya.
Sedangkan Sekretaris Umum Persambi Sambo Kalsel, Ricky Fajar menambahkan dalam Kejurprov nanti, pihaknya menargetkan lebih banyak menggali potensi-potensi atlet Sambo berbakat yang ada di 13 kabupaten/kota.
“Mudah-mudahan itu menjadi salah satu upaya untuk bisa mengembangkan cabor Sambo, menggelorakan dan menggerakkan atlet-atlet Sambo terbaik agar bisa berprestasi di kancah nasional maupun internasional,” harapnya.
Untuk diketahui, olahraga Sambo merupakan jenis bela diri yang berasal dari Rusia, di negara tersebut Sambo populer pada tahun 1940-an. Pada perhelatan Asian Games 2018, Sambo sudah masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan akan mempersiapkan pelaksanaan City Tour dan Pawai Ta’aruf bagi peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-29 tingkat Nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan belum lama tadi mengatakan, saat ini pihaknya mulai mempersiapkan City Tour dan Pawai Ta’aruf, dan terus menjalin koordinasi dengan panitia MTQ Nasional, baik di tingkat Provinsi Kabupaten dan Kota.
“Ada tiga wilayah untuk City Tour yaitu Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar,” katanya
Syarifuddin menjelaskan, pelaksanaan City Tour nanti, rencananya dimulai 12 – 18 Oktober 2022, pihaknya masih menjalin komunikasi dengan panitia di Provinsi, terkait peserta yang bisa dibawa pada kisaran tanggal tersebut.
“Kita akan membawa peserta City Tour ini, bagi yang tidak ada jadwal tampil,” jelasnya
Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, untuk destinasi wisata, pihaknya telah menetapkan tempat yang akan dikunjungi, untuk Kota Banjarmasin, peserta akan dibawa ke wisata religi seperti ke Makam Habis Bahasyim di Kubah Basirih, Mesjid Sultan Suriansyah, dan Mesjid Sabilal Muhtadin, dilanjutkan pengenalan pasar terapung di Siring Jalam Pierre Tendean, dan Museum Wasaka sebagai Museum Perjuangan.
Selanjutnya, untuk Kota Banjarbaru, peserta City Tour akan dibawa mengunjungi ke Kampung Purun, Pendulangan Intan Cempaka, Museum Lambung Mangkurat, dan Kebun Raya Banua yang ada di Komplek Perkantoran Sekretariat Daerah Kalsel. Sedangkan di Kabupaten Banjar, pihaknya akan membawa ke Makam Guru Sekumpul, Makam Datu Kelampaian, Taman Hutan Rakyat, Bukit Batu, dan Desa Wisata Tiwingan Lama.
“Kita sudah melakukan koordinasi dengan para pengelola destinasi wisata, agar mereka mempersiapkan sebaik-baiknya untuk menyambut tamu peserta MTQ ini, agar menjadi kenangan yang menarik, sehingga dapat mempromosikan potensi wisata di Kalsel,” tutupnya panjang lebar.
Untuk diketahui, dalam Pawai Ta’aruf nanti masih seperti rencana awal, peserta akan berjalan kaki, mulai dari Mesjid Agung Al-Karomah, Martapura Kabupaten Banjar, memakai kostum atau hiasan yang menjadi ciri khas dari 34 provinsi di Indonesia. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Staf Ahli Kemenpora Samsul Qomar dan perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Sopti Popiyanti, melakukan peninjauan langsung Fact Finding Pemuda Pelopor Bidang Pangan Agus Ridho Hidayat dan Muhammad Fitriadi bidang IT dari Kota Banjarmasin mewakili Kalimantan Selatan pada Seleksi Tingkat Nasional tahun 2022, di Banjarmasin, Kamis (25/8).
Peninjauan Pemuda Pelopor Bidang IT wakil dari Kota Banjarmasin
Samsul Qomar mengatakan, pihaknya bersyukur bisa sampai di Banjarmasin, juga merasa senang kegiatan kepemudaan banyak mendapat dukungan dari perangkat daerah.
“Pemuda Pelopor merupakan seleksi yg dilakukan secara berjenjang dari kabupaten/kota, provinsi dan nasional,” ucapnya
Samsul Qomar berharap, Agus sebagai contoh kepada anak muda lainnya di banua ini.
“Semoga banyak lagi anak anak muda seperti Agus. Dengan kreativitas yg dilakukan dapat menjadi contoh bagi yang lainnya,” ujarnya.
Menurut Samsul Qomar, dari beberapa pengalaman di beberapa daerah yang ia kunjungi, peran pemuda punya andil dalam pembangunan dengan beragam kreativitasnya.
Pada penilaian pemuda pelopor ini, yang akan menilai aspek keuletan, kreatifitas, inovasi, dampak bagi masyarakat sekitar.
“Dan seberapa banyak orang yg suka dengan mie yang diolah Agus, omset, enak, disukai dan banyak dibeli,” ujarnya.
Menanggapi presentasi yg disampaikan Agus, Staf Ahli Kemenpora Syamsul Qomar menilai sudah baik, dengan inovasi dan kreativitas yang disampaikan. Seperti menggunakan iwak rabuk haruan sebagai toping dari mie pedas Banjar.
Sementara itu, Kadisbudporapar Kota Banjarmasin Iwan Fitriadi mengatakan, terkait dengan seleksi pemuda pelopor dapat dilakukan secara berjenjang. Dari 5 bidang yang dilombakan, dua orang dari Kota Banjarmasin, untuk mewakili Provinsi Kalimantan Selatan ketingkat nasional.
“Kami berharap wakil dari Kota Banjarmasin dapat berhasil menjadi juara,” ucapnya.
Mengingat, pada tahun 2021 yang lalu bidang pangan juara 2 ditingkat nasional. Dan diharapkan pada 2022 juga wakil dari Kota Banjarmasin berhasil menjadi juara kembali.
Untuk diketahui, pada saat yang sama, namun ditempat yang berbeda juga dilaksanakan fact finding terhadap wakil dari Kota Banjarmasin yg mewakili Provinsi Kalsel dari Bidang Inovasi Teknologi (IT) atas nama Muhammad Fitriadi, dihadiri perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Sopti Popiyanti. (SRI/RDM/RH)