Pemprov Kalsel Ajak Seluruh Kalangan Wujudkan Keberlanjutan Pengelolaan Lingkungan

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk menguatkan komitmen dalam mewujudkan keberlanjutkan pengelolaan lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di halaman kantor Setdaprov Kalsel, Selasa (7/6) pagi mengatakan, efek pemanasan global dan kerusakan lingkungan, baik pada ekosistem darat maupun laut harus segera menjadi perhatian bersama. Karena menurutnya, segala tindakan yang dilakukan saat ini akan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dimasa yang akan datang.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

“Untuk itu kita harus melakukan upaya kolektif agar kondisi lingkungan Kalsel dapat terjaga,” ucap Gubernur.

Sahbirin mengungkapkan, ada 6 pilar pembangunan lingkungan yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Meliputi air bersih dan sanitasi layak, kota dan pemukiman yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim serta daratan.

“Ini harus menjadi perhatian dalam landasan pembangunan di Kalsel,” tegasnya.

Upaya pengelolaan lingkungan diakui Sahbirin, terus menjadi prioritas Pemprov Kalsel. Terbukti capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kalsel tahun 2021 terus menunjukkan perbaikan.

Meski begitu lanjut Sahbirin, Pemprov maupun Pemkab/ko masih perlu melakukan upaya pemulihan lingkungan khususnya pasca banjir tahun 2021 lalu.

“Perlu dilakukan evaluasi terkait kinerja pembangunan berkelanjutan khususnya bidang lingkungan di Kalsel,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana pelestarian dan perlindungan lingkungan harus menjadi perhatian semua kalangan termasuk pelaku usaha.

“Sejatinya apa yang kita nikmati di bumi ini hanya titipan, kita hanya minjam ke anak cucu kita, jadi kita harus mengembalikannya dalam kondisi baik bahkan lebih baik,” ucapnya.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini diharapkannya, menjadi momen bagi seluruh kalangan untuk bergerak dan bersatu padu bersama dalam melakukan upaya-upaya perlindungan terhadap lingkungan hidup.

“Secara fisik kita masih mempunyai banyak PR mengenai lingkungan hidup, sehingga momen (peringatan) ini diharpkan mampu merefleksi kita semua dalam melakukan upaya pelestarian lingkungan,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Tanbu Raih Medali Emas Terbanyak Pada Kejurprov Catur

BANJARMASIN – Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) berhasil meraih medali emas terbanyak pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur, yang digelar di kota Banjarmasin, Minggu (5/6).

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Selatan Sutarto Hadi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada para peraih medali, pada Kejurprov Catur kali ini.

Ketua Percasi Kalsel Sutarto Hadi

“Pada Kejurprov kali ini, prestasi yang diraih oleh Kabupaten Tanah Bumbu patut diberi apresiasi,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, usai menutup secara resmi Kejurprov Catur tersebut.

Menurut Sutarto, pembinaan yang dilakukan oleh Kabupaten Tanah Bumbu untuk atlet junior sangat baik. Sehingga, terbukti mereka mampu meraih medali emas untuk junior putra dan putri.

Pada Kejurprov Catur di Kota Banjarmasin ini, kontingen Tanah Bumbu berhasil mengumpulkan 4 emas dari kategori Veteran, Junior Putri B, Junior Putri C, dan Junior Putra A.

“Maka dengan hasil tersebut, Kabupaten Tanah Bumbu berhasil meraih medali emas terbanyak,” ucapnya.

Untuk peraih medali emas, lanjut Sutarto, akan diberangkatkan ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur di Jakarta mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Sutarto juga mengajak atlet peraih medali perunggu atau peringkat kedua, melalui KONI masing masing daerah, agar dapat mengirimkan atlet mereka mengikuti ke Kejurnas Catur tersebut.

“Kejurprov Catur di Kota Banjarmasin, digelar sebagai ajang menyeleksi atlet untuk mengikuti Kejuaraan Nasional. Namun, bagi atlet daerah peraih medali perunggu dapat difasilitasi KONI masing masing melalui Percasi Kalimantan Selatan dapat mengikuti kejuaraan nasional tersebut,” tuturnya.

Sehingga, lanjut Sutarto, dengan mengikuti agenda-agenda nasional tersebut, atlet catur Kalimantan Selatan dapat menambah jam terbang serta dapat meningkatkan kualitas permainan atlet. (SRI/RDM/RH)

Golkar Terus Perkuat Konsolidasi Sambut Pemilu 2024

BANJARMASIN – Partai Golongan Karya (Golkar) terus memperkuat konsolidasi dalam rangka menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 mendatang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung kepada wartawan, disela acara Temu Kader DPP Golkar dengan Keluarga Besar Golkar Kalsel di aula kantor DPD Partai Golkar Kalsel, Minggu (5/6).

Doli menjelaskan partai Golkar harus mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi Pemilu Tahun 2024 mendatang. Pasalnya, Pemilu Tahun 2024 itu dinilai penting karena pada tahun tersebut adalah tahun pertama kali tiga jenis Pemilu dilangsungkan dalam satu tahun yang sama yaitu Pilpres, Pileg dan Pilkada.

Selain itu, lanjut Doli, pada 2024 nanti, partai Golkar akan berumur 60 tahun dan menjadikan Golkar sebagai partai tertua di Indonesia. Bahkan mungkin menjadi salah satu partai tertua di dunia.

“Hal ini tentu harus dijadikan momen untuk menempatkan Golkar tidak hanya sebagai partai tertua, namun juga parpol yang dewasa dan diterima rakyat karena dianggap dapat memperjuangkan aspirasi mereka,” katanya kepada wartawan.

Untuk mencapai target-target tersebut, menurut Doli, seluruh internal partai Golkar harus mempersiapkan diri. Salah satunya, dengan memanfaatkan rapat-rapat konsolidasi dan melakukan penguatan fungsionaris yaitu memetakan kader-kader terbaiknya untuk duduk di posisi-posisi politik pada Pemilu 2024 mendatang.

Terkait terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yakni Partai Golkar, PAN dan PPP di tingkat pusat, menurut Doli, juga menjadi bagian yang dikonsolidasikan pada pertemuan nanti. Ia juga mengungkapkan pihaknya sudah menyusun agenda kerja KIB termasuk agenda kerja bersama sampai ke tingkat dan jajaran partai paling bawah.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, Sahbirin Noor menyatakan konsolidasi partai merupakan agenda rutin internal sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2024.

“Pertama membahas persiapan Partai Golkar sendiri, yang kedua ada pencerahan dari DPP partai,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Bapemperda Banjarmasin Targetkan 27 Prolegda Rampung

BANJARMASIN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin menargetkan sebanyak 27 program legislasi daerah (prolegda) akan rampung.

Menurut Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Banjarmasin, Darma Sri Handayani, kepada wartawan pada akhir pekan tadi, tahun 2022 ini harus bekerja keras dalam menyelesaikan, seluruh Rancangan Peratutan Daerah yaitu sebanyak 27 buah Raperda baik usulan dari Pemerintah Kota dan inisiatif kalangan legislatif.

“Kita targetkan insya Allah 27 raperda akan rampung, dukungan ketua dan anggota pansus sangat penting,” katanya

Darma menjelaskan, saat ini baru ada tiga panitia khusus (pansus) yang mulai melakukan pembahasan raperda usulan dari Pemerintah kota di tahun 2022, yaitu retribusi persetujuan bangunan gedung (PBG) yang sebelumnya dikenal izin mendirikan bangunan (IMB), kemudian retribusi tenaga kerja asing serta
tolerasi bermasyarakat.

“Rencana bulan Juni ini, ada lagi pengajuan raperda baru,” jelasnya

Politisi Golkar DPRD Banjarmasin ini menambahkan, dari hasil rapat evaluasi baru-baru tadi, untuk tahun 2021 lalu, ada dua buah raperda yang belum finalisasi yaitu pajak daerah, dan penanggulangan bahaya kebakaran, sedangkan perda perubahan badan hukum PDAM menjadi Perseroda dan raperda perlindungan hak penyandang Disabilitas sudah di finalisasi. Namun belum disahkan melalui rapat paripurna.

“Kita sudah jalin komunikasi dengan ketua pansus kendala di lapangan selama ini, dan terus dilakukan pembahasan, dalam waktu dekat akan finalisasi,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Guru SMAN 1 Banjarmasin Dibekali Perda Pendidikan

BANJARMASIN – Puluhan guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Banjarmasin dibekali Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan oleh Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Haryanto, Jum’at (4/6) lalu.

Pembekalan Perda itu diberikan, menyusul di tahun ajaran baru mendatang, sekolah ini sudah menerapkan kurikulum Merdeka dimana proses pembelajaran nantinya akan memfokuskan para siswa pada minat dan bakatnya di satu mata pelajaran.

Dalam kegiatan ini, Legislator dari Fraksi PKS ini menghadirkan Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak, Khairani untuk menjelaskan secara detil tentang pengimplementasian kurikulum Merdeka. Pasalnya masih banyak tenaga pendidik di Kalsel yang belum mengetahui lebih terperinci tentang kurikulum pengganti K-13 ini.

Anggota Komisi I DPRD Kalsel ini berharap setelah mengimplementasikan kurikulum merdeka, nantinya akan lahir generasi penerus yang memiliki kompetensi di berbagai bidang. Sementara, Perda yang ia sosialisasikan diharapkan menjadi acuan para guru untuk tetap memperhatikan dasar-dasar tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah di tengah proses penyesuaian pergantian kurikulum.

“Jadi dalam beberapa kesempatan kami fokus untuk perda pendidikan karena ini temanya pendidikan sehingga kami banyak kerjasama dengan pihak sekolah. Mengingat pendidikan ini menjadi sentral aktifitas kita. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini semakin semangat tenaga pendidik untuk mengemban amanah. Apalagi sekarang lagi gencar-gencarnya sekolah penggerak,” jelasnya kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banjarmasin, Fery Setyawan Amadhy menyambut baik kegiatan sosialisasi Perda Penyelenggaraan Pendidikan dan pemaparan mengenai Kurikulum Merdeka. Terlebih di SMAN 1 akan menerapkan kurikulum tersebut pada Tahun Ajaran Baru Bulan Juli 2022.

“Sekolah kami akan menerapkan kurikulum merdeka tahun ajaran baru Juli 2022. Jadi mau tidak mau, kita harus siap untuk itu,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Lewat Soswabang, Yani Helmi Tanamkan Sikap Toleransi di SMKN 1 Simpang Empat

TANAH BUMBU – Generasi muda di Kabupaten Tanah Bumbu diminta berperan aktif dalam menjaga toleransi antar umat beragama. Mengingat daerah ini juga memiliki banyak keunikan suku, budaya, ras dan agama. Sehingga, kunci utama terjaganya kerukunan dan kesatuan adalah tidak mudah terprovokasi paham radikalisme.

Paparan ini pun diungkapkan Anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi saat pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di SMK Negeri 1 Simpang Empat Tanah Bumbu, Senin (6/6) siang, bersama peserta didik dan tenaga kependidikan.

Pemaparan penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

“Wawasan kebangsaan ini harus terus digelorakan tidak hanya tokoh masyarakat saja melainkan kepada generasi muda kita yang merupakan calon penerus bangsa,” ujarnya.

Dihadapan lebih dari puluhan peserta didik, tenaga pendidik dan tokoh masyarakat, dia tak hentinya menanamkan nilai pancasila yang diharapkan bisa dipahami dan diamalkan secara baik.

“Dengan tujuan sosialisasi ini selain membuka wawasan mereka juga dapat mengedukasi untuk memahami dan mengenal bagaimana negara kita bisa berdiri kokoh tinggal generasi muda saat ini mampu mengaplikasiannya,” tegas politisi dari Fraksi Partai Golkar di DPRD Kalsel.

Selain menjaga stabilitas keamanan negara, ia juga mengharapkan, penggunaan media sosial dapat dimanfaatkan secara bijak dan mampu menyaring informasi agar tak termakan isu hoax yang dapat menumbuhkan paham radikalisme.

“Tujuannya adalah merawat Indonesia, menjaga kesatuan, cinta tanah air dan banyak hal yang bisa diaplikasikan termasuk tidak mudah terpengaruh akan hadirnya pemikiran yang dapat menyebabkan implementasi radikalisme tumbuh,” bebernya.

Ditegaskan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, isi kegiatan dari pembinaan ini tentu telah menyesuaikam dengan format implementasi empat pilar kebangsaan yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Yang terpenting bagaimana kita mengaplikasikan toleransi antar umat beragama dan ini masuk dalam landasan dasar Pancasila yakni berbeda-beda tapi tetap satu jua artinya jaga kesatuan negara ini dengan keberagaman suku, etnik serta budaya di daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor mengaku cukup berpengaruh terhadap arah pembangunan khususnya di daerah. Mengingat, cinta tanah air merupakan kontribusi perwujudan dalam memberikan perubahan positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini adalah modal dasar dalam membangun negara agar dapat berdiri kokoh yang tentu menguatkan jiwa patriotisme generasi muda berdaya saing tinggi serta berkualitas,” imbuhnya.

Disamping itu, menurutnya, kunci utama membangun suatu daerah agar mampu terus berkembang dengan baik tentu salah satu dasarnya adalah memahami peran penting dalam menjaga kedaulatan suatu negara itu sendiri.

“Mulai dari level pendidikan memang harus ditanamkan adanya wawasan kebangsaan ini yang mana kita akan menghadapi kesiapan menuju Ibu Kota Negara (IKN) baru dan siap menjadi trigger (pemicu) partisipasi dalam mendukung arah pembangunan itu sendiri,” harapnya.

Senada juga disampaikan Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikbud Kalsel Fahruddin Noor yang mendukung secara penuh pelaksanaan tersebut sebagai bentuk membangun karakter kuat agar pondasi mencegah terjadinya bibit radikalisme mudah tak terjadi.

“Harapannya tentu bisa dipahami serta dapat diimplementasi dengan sebaik-baiknya oleh peserta didik dan guru bahkan dapat mengamalkan landasan UUD 1945, Pancasilia, NKRI. Selain itu, sebagai bentuk menjaga persatuan dan kesatuan salah satunya adalah Bhineka Tunggal Ika,” ungkap mantan Sekban Balitbangda Kalsel.

Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Dilokasi yang sama, Pengawas SMK Tanah Bumbu Agus Harry Multito mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi ini mengingat keberadaannya sangat diperlukan oleh generasi muda agar tidak mudah terprovokasi dan terdiskriminasi terhadap isu yang mengakibatkan perpecahan.

“Saya katakan kegiatannya sangat bagus sekali terutama membangun karakter. Seperti kita ketahui saja remaja SMA/SMK banyak pengaruhnya di luar apalagi zamannya digital saat ini. Lebih bagus lagi ke depannya, Soswasbang bisa digelar satu persatu di satuan pendidikan di tanbu mengingat materi yang disampaikan bermanfaat terutama bagi generasi muda sekarang,” paparnya. (RHS/RDM/RH)

Dukung Percepatan Angka Harapan Hidup, Yani Helmi Minta Fasyankes Dimanfaatkan

TANAH BUMBU – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat usia angka harapan hidup di Kalimantan Selatan berada pada 68,83 persen. Sejalan dengan itu, layanan kesehatan kepada masyarakat terus digalakkan dan menjadi skala prioritas pemerintah daerah. Tujuannya agar capaian setiap tahun mampu mengalami peningkatan.

Peserta kegiatan sosialisasi Perda Nomor 8 Tahun 2012 oleh anggota DPRD Kalsel M Yani Helmi

Paparan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi perda Nomor 8 Tahun 2012 tentang pola tarif layanan pada Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum yang diadakan anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi di Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (3/6) petang.

“Harapan kami adalah sosialisasi ini dapat dimengerti lebih jauh oleh masyarakat dan bisa diaplikasikan sebaik-baiknya,” ujar Yani Helmi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Agar capaian angka terus mengalami peningkatan, tutur Paman Yani (sapaan akrab), selain memaksimalkan hak mendapat layanan kesehatan sesuai amanat Undang-Undang dari negara tentu perda ini telah memiliki turunan lainnya yaitu Peraturan Gubernur (Pergub).

“Sehingga implementasinya berjalan baik. Pemberlakuan kebijakan tarifnya itu kepala daerah yang mengatur sedangkan Perdanya kami dari DPRD di Provinsi Kalsel,” paparnya.

Kendati begitu, ia menegaskan selain RSUD Ulin dan RSUD Muhammad Ansari Saleh (MAS) Banjarmasin yang memiliki layanan umum, fasilitas seperti yang dimiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum tak kalah lengkap.

“Untuk memenuhi hak dalam mendapat kesehatan agar usia harapan hidup di Kalsel mampu mengalami penambahan secara positif setiap tahunnya masyarakat juga bisa memaksimalkan layanan yang kami dimiliki,” ungkapnya.

Melalui komitmen pemerintah, politisi Partai Golkar itu menerangkan, layanan tersebut juga sama seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) lainnya yang ternyata sering digunakan oleh masyarakat luar seperti Kalimantan Tengah.

“RSJ Sambang Lihum ini tak hanya melayani ODGJ saja, umum juga ada seperti melayani proses melahirkan. Bahkan, rumah sakit tersebut telah memiliki fasilitas jantung, gigi dan mulut tentu semuanya terpenuhi,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor memaparkan seiring adanya fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang dimiliki Pemprov tentu juga berpengaruh besar terhadap penambahan angka usia harapan hidup di Kalsel.

Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor saat memaparkan angka harapan hidup atas keberhasilan fasyankes milik Pemprov Kalsel

“Ini merupakan salah satu skala prioritas pemerintah dalam merealisasikan angka usia harapan hidup di Kalsel dengan mengedepankan jaminan kesehatan. Tidak hanya pendidikan sebagai kerangka menambahkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melainkan ini menjadi titik fokus kami sebagai bentuk pemenuhan strategis,” paparnya.

Dengan adanya fasyankes yang disediakan Pemprov Kalsel, lanjut Ariadi, tentu tak menjadi masalah lagi soal peningkatan indeks kebutuhan primer bagi masyarakat.

“Jelas, ini juga akan berpengaruh terhadap IPM yang berhubungan dengan realisasi angka usia harapan hidup di Kalsel,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Kabag Keuangan RSJ Sambang Lihum Indra Nurul Huda membeberkan sebagai pemenuhan hak atas kesehatan sesuai Undang-Undang negara yang sekaligus bentuk keseriusan pemerintah merealisasikan penambahan angka usia harapan hidup di Kalsel, pihaknya pun saat ini tak hanya menerapkan program pelayanan ODGJ saja.

“Selain menangani gangguan jiwa yang berat, kami juga melayani untuk rehabilitasi narkotika (Nafza). Selain itu, RSJ Sambang Lihum melayani perkembangan kejiwaan anak, jelasnya.

Untuk diketahui, 2021 hingga sekarang angka usia harapan hidup di kabupaten/kota di Kalsel meliputi Tanah Laut (69,59), Kotabaru (69,32), Banjar (67,41), Batola (66,27), Tapin (70,57), HSS (66,12), HST (66,20), HSU (64,10), Tabalong (70,57), Tanbu (70,45), Balangan (67,85). Sedangkan, Banjarmasin (71,29) dan Banjarbaru (72,10).

Akan tetapi, secara rata-rata Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi menerangkan bahwa angka usia harapan hidup di Kalsel telah berhasil tumbuh sebesar 68,83 persen. (RHS/RDM/RH)

Menparekraf RI Dukung Subsektor Kriya Ekonomi Kreatif Banjarbaru

BANJARBARU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap subsektor kriya di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dapat meningkatkan perekonomian, peluang usaha dan lapangan kerja.

Terlebih, akibat keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki, hampir separuh Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Banjarbaru tahun 2021 berasal dari para pelaku usaha ekonomi kreatif yang umumnya tersebar pada sektor perdagangan, jasa dan industri pengolahan.

Dalam Workshop Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI, di Mess L Banjarbaru, Jumat (3/6), Sandiaga Uno menyampaikan, dalam satu tahun kedepan pihaknya akan memastikan para pelaku ekonomi subsektor kriya di kota ini dapat terfasilitasi.

Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (kiri), saat proses tanya jawab dengan peserta workshop

“Sehingga kita bisa memastikan bahwa kota Banjarbaru adalah kota kreatif subsektor kriya,” ucapnya.

Program KaTa Kreatif Indonesia sendiri, menerapkan proses Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I)  yang dinilainya dapat terus dikembangkan.

“Prosesnya bottom up (pendekatan dari bawah keatas), dimana Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Wakil Wali kota Banjarbaru, Wartono berharap, program ini dapat menjadi penyemangat pelaku ekonomi kreatif di kota Banjarbaru untuk terus mengembangkan hasil produknya.

“Melalui workshop ini juga diharapkan dapat meningkatkan wawasan kreatifitas dan inovasi pelaku ekonomi kreatif kita,” harapnya.

Dirinya juga mengapresiasi Menparekraf yang telah mendukung peningkatan mutu pelaku ekonomi kreatif di kota Banjarbaru.

“Tentu ini merupakan pilot projek yang sangat bagus, selain dapat meningkatkan pendapatan UMKM, ini juga bisa menjadi wisata buatan untuk kita semua,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Beragam Seni Budaya di Kalsel Akan Ditampilkan Pada Festival KBR

BANJARMASIN – Festival Kongres Borneo Raya (KBR) secara resmi digelar di Siring Menara Pandang Jalan Pierre Tendean, Jumat (3/6) sore.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, 3 – 5 Juni 2022 ini dibuka resmi oleh Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, dan juga turut dihadiri oleh Gubernur Kalsel yang diwakili Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Husnul Khotimah, DPRD Kalsel dan DPRD Banjarmasin, unsur Forkopimda, Bupati Seruyan Kalteng, tokoh agama, tokoh adat, dan juga tokoh Dayak se-Kalimantan.

Festival KBR ini merupakan lanjutan dari Simposium KBR yang sebelumnya diselenggarakan di Kalimantan Barat (Kalbar), pada 29 – 31 Mei 2022 yang lalu. Bertujuan untuk dapat melestarikan serta lebih mengenalkan seni dan budaya yang ada di Kalimantan ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Selain itu, juga untuk lebih mempererat dan mempersatukan lagi suku bangsa yang ada di Indonesia, khususnya Pulau Kalimantan.

Ketua Panitia Festival KBR, Bujino A Salan mengatakan, dalam kegiatan kali ini diikuti oleh 25 etnis dari seluruh masyarakat yang ada dikota Banjarmasin yang akan menampilkan seni dan budayanya dari daerah asalnya masing-masing.

“Jadi dalam kegiatan kali ini, hampir setiap perwakilan dari provinsi yang ada di Kalimantan, akan menampilkan seni dan budayanya masing,” katanya.

Selain penampilan seni dan budaya di Kalimantan, nanti juga akan ada penampilan seni dan budaya dari luar pulau Kalimantan, seperti dari Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan juga Toraja.

Bujino mengharapkan agar kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan sebagai kegiatan tahunan yang bisa dilaksanakan di kota Banjarmasin.

“Bahkan nantinya untuk waktu acaranya akan kita perpanjang lagi, biar bisa menjadi expo Banjarmasin,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina menyatakan hal ini tentunya akan menjadi sebuah tantangan sekaligus pembuktian kalau Kalimantan siap menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Oleh sebab itu, lanjutnya, aspek budaya diangkat dan ditampilkan kepada dunia, bahwa Kalimantan siap menjadi IKN, namun tetap menjaga segala macam seni dan budaya yang ada.

“Selain dari aspek budaya, juga untuk membuktikan kalau sumber daya manusia (SDM) Kalimantan juga tidak kalah dari yang lain,” jelasnya.

Ibnu juga mengucapkan kepada semua pihak yang telah mendukung dan mau bekerja sama hingga dapat terlaksananya festival KBR ini.

“Seluruh penduduk yang ada dipulau Kalimantan harus dapat bekerja sama, agar kita benar-benar siap menjadi IKN nantinya,” pungkasnya.

Dalam festival ini juga dimeriahkan dengan pameran seni dan budaya serta produk-produk UMKM. (NRH/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Akan Kembangkan Wisata Religi Kubah Basirih

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, akan terus semakin mengembangkan desa wisata Kubah Basirih, apalagi berhasil masuk 50 besar dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022.

Kepada sejumlah wartawan, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, pada Jumat (3/6) pagi, menjelaskan, dengan adanya kunjungan langsung dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno ke Kubah Basirih ini, maka kedepan semakin dikembangkan, agar dapat menjadi desa wisata unggulan.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, be ayun Maulid menyampaikan tradisi budaya Banjar

“Kehadiran Pak Menteri tentu dapat semakin menambah semangat,” katanya.

Ibnu menilai, dengan telah berhasil masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2022 ini, menjadi kesempatan untuk mempromosikan wisata religi Kubah Basirih ke tingkat Nasional. Peran kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan warga sekitar menjadi ujung tombak dalam mewujudkannya.

“Pengunjung dan warga sekitar, diharapkan semakin menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan di Kubah Basirih,” pintanya.

Sementara itu, dewan juri Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2022 Ary Suhandi mengatakan, ada beberapa poin penting dalam penilaian tim juri diantaranya kebersihan, posko edukasi protokol kesehatan, jumlah kunjungan setiap bulan, dan dampak peningkatan ekonomi dari UMKM.

“ADWI ini acara tahunan, yang diselenggarakan Kemenparekraf RI, untuk mewujudkan desa wisata berkelas dunia dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Sepeeti diketahui, Kubah Basirih berlokasi di Jalan Keramat Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, yang hingga saat ini sering dikunjungi warga. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version