18 Juni 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Gelar Haul ke-216, Paman Birin Harapkan Datu Kalampayan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun Ini

2 min read

BANJARMASIN – Ribuan warga kota Banjarmasin dan sekitarnya, sejak pukul 08.30 WITA Kamis (12/5) pagi, memenuhi halaman hingga jalanan depan gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Kehadiran mereka, untuk memenuhi undangan pemerintah provinsi, dalam hal ini Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, untuk menghadiri Haul Ganal ke-216 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan. Haul ini juga dihadiri sejumlah habib dan ulama Kalsel.

Gubernur Kalsel dan para ulama saat menghadiri haul Datu Kalampayan

Dalam sambutannya sebelum acara dimulai, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan, Ia merasa bahagia dapat berdampingan dengan para habib dan ulama, sambil mengenang sosok ulama yang memiliki peran besar dalam sejarah perkembangan Islam di Kalsel tersebut.

“Kalsel patut bersyukur, karena memiliki 2 ulama besar yang peringatan haulnya selalu mendatangkan ribuan bahkan jutaan jemaah. Yakni Datu Kalampayan yang kita peringati hari ini, dan Guru Sekumpul. Saya berharap, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, termasuk haul untuk ulama Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari atau Guru Sekumpul dan lainnya,” ujar Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu.

Pada kesempatan ini, Paman Birin menyampaikan harapannya, agar pemerintah pusat mengabulkan usulan yang telah disampaikan Pemprov Kalsel, dan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

“Alhamdulillah, selain didukung seluruh lapisan masyarakat, usulan Pahlawan Nasional ini juga mendapat dukungan dari berbagai provinsi di Indonesia, bahkan dari luar negeri,” tutupnya.

Selain dihadiri pejabat di jajaran pemerintah Provinsi Kalsel, haul akbar yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat ini, juga dihadiri sejumlah ulama kharismatik Banua. Diantaranya, Almukarram KH Muhammad Wildan Salman, Muhammad Hatim Salman, Habin Ali bin Abdullah Alaydrus, KH Muaz Hamid, KH Hasanuddin Badruddin, KH Mukri Yunus dan Guru H Muhammad Syarie.

Prosesi haul diawali dengan lantunan syair-syair shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang dipimpin Guru H Sa’aduddin Salman, dilanjutkan zikir yang diikuti santri Madrasah Darussalam Tanfidz dan Ilmu Al Qur’an di Martapura, kemudian pembacaan ayat Al Qur’an oleh Muhammad Abduh. Pembacaan manakib atau sejarah dan profil Datu Kalampayan disampaikan KH Muhammad Wildan Salman.

Datu Kalampayan yang lahir pada 17 Maret 1710, merupakan ulama besar dunia bidang fiqih bermazhab Syafi’i, berasal dari kota Martapura Kabupaten Banjar, Kalsel.

Salah satu kitab karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang terkenal adalah Sabilal Muhtadin, yang diabadikan sebagai nama masjid termegah di Kota Banjarmasin yakni Masjid Raya Sabilal Muhtadin. (RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.