Pemulihan Ekonomi Jadi Prioritas Penggunaan Dana Desa

BANJARBARU – Pemulihan ekonomi masih menjadi prioritas dalam penggunaan dana desa pada 2022 mendatang. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel, Zulkifli menyampaikan, pemulihan ekonomi ini masih seperti tahun sebelumnya yakni melalui bantuan langsung tunai (BLT) yang diambil dari desa sebesar Rp300.000 per KK yang akan disalurkan setiap bulannya.

“Ini akan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dari sisi ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan kepada masyarakat melalui dana desa juga bisa melalui padat karya tunai. Seperti proyek pembangunan yang biasanya diserahkan kepada pihak ketiga, maka dikerjakan oleh masyarakat dengan tujuan masyarakat desa mendapatkan tambahan penghasilan.

“Jadi dari total anggaran, 50 persen diperuntukkan untuk upah. Jangan tanya kualitas, yang penting masyarakat terlibat meski sebagai buruh kasar,” terangnya.

Selain pemulihan ekonomi lanjutnya, anggaran dana desa juga harus mendukung program prioritas nasional seperti penurunan dan pencegahan stunting di Banua sesuai dengan kewenangan desa.

“Selanjutnya juga ada mitigasi bencana yang masuk dalam bagian sub sektor prioritas nasional. Semua ini bertujuan untuk pencapaian SDGs desa,” jelasnya.

Adapun SDGs desa mempunyai 18 kriteria, yakni Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Desa Berkualitas, Keterlibatan Perempuan Desa, Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi, Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan, Desa Tanpa Kesenjangan, Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman, Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan, Tanggap Perubahan Iklim, Desa Peduli Lingkungan Laut, Desa Peduli Lingkungan Darat, Desa Damai Berkeadilan, Kemitraan untuk Pembangunan Desa dan Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif. (ASC/RDM/RH)

Jelang Akhir Tahun 2021, Polda Kalsel Gelar Rakor Pengamanan Nataru

BANJARMASIN – Dalam rangka persiapan Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang bertempat di Rupatama Polda Kalsel, Rabu (15/12).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto didampingi Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar dan Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah, dihadiri Danlanal Banjarmasin, Kabinda Kalsel, Kepala BNNP Kalsel, Kepala Dinkes Provinsi Kalsel, Ketua MUI Kalsel, Ketua FKUB Provinsi Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, dan para Kapolres/Ta Jajaran via zoom meeting.

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan sinergitas TNI/Polri, Pemerintah Daerah dan masyarakat serta langkah-langkah kongkret instansi terkait dalam rangka menghadapi Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 ditengah masih merebaknya Pandemi COVID-19 di Kalimantan Selatan.

“Rapat Koordinasi ini merupakan hal yang penting walaupun di wilayah Kalimantan Selatan ini aman aman saja tetapi kita harus selalu waspada dalam keadaan yang aman dan tidak menganggap hal yang sepele, tentunya aparat keamanan pengamanan harus bersinergi dengan penyelenggara kegiatan tersebut,” ungkap Kapolda Kalsel.

Malam Tahun Baru merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengundang kerumunan masyarakat dengan mendatangi objek wisata salah satunya, oleh sebab itu, Polda Kalsel melaksanakan koordinasi dalam pengamanan Natal dan malam Tahun Baru sehingga dapat menghindari hal hal yang menyebabkan penyebaran COVID-19 di wilayah Kalimantan Selatan.

“Tidak ada larangan bagi masyarakat, akan tetapi diingatkan agar tetap memerhatikan protokol kesehatan, karena kita melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi terjadinya kerumunan,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kapolda Kalsel, pihaknya akan membatasi kegiatan masyarakat mulai tanggal 24 Desember 2021 – 2 Januari 2022.

“Untuk itu kami mengharapkan juga kepada seluruh stakerholder terkait dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan ini sehingga dapat terwujudnya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kalimantan Selatan,” tutupnya. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Banjir Rob, DLH Kalsel Siap Kawal Penanaman Mangrove

BANJARBARU – Beberapa waktu belakangan, banjir akibat air laut pasang (rob) melanda kawasan pesisir Kalimantan Selatan. Rob bahkan mulai merendam sejumlah kawasan permukiman di bantaran sungai hingga mencapai ketinggian 30-50 cm.

Meskipun kawasan pesisir pantai secara garis merupakan tanggung jawab dari Dinas Kelautan dan Perikanan, namun Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan Hanifah Dwi Nirwana mengungkapkan, pihaknya juga mempunyai tugas dan kewenangan untuk menjaga lingkungan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup prov Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana

“Kita akan melakulan penanaman di kawasan mangrove yang memang menjadi kewenangan kami,” ucapnya.

Hanifah mengungkapkan, meski tidak termasuk dalam anggaran di tahun mendatang, upaya penanaman mangrove tetap akan dilaksanakan guna menjaga lingkungan wilayah pesisir.

“Kami akan giat penanaman dengan Dinas Kehutanan karena kami juga memiliki target untuk percepatan penanaman mangrove,” ungkapnya.

Dalam penanaman mangrove ini sendiri sangat banyak pihak yang dilibatkan seperti Bappeda, Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Kelompok Petani Hutan, UPT KLHK-BPDAS HL dan BKSDA, bersama DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami akan tetap membersamai kegiatan itu, dengan aksi aksi yang akan kami lakukan,” terangnya.

Lebih lanjut Hanifah menyebut, banjir rob merupakan isu global yang mempunyai banyak faktor penyebab, salah satunya minimnha penanaman mangrove di kawasan pesisir pantai.

“Tentunya dengan menanam, kita dapat mengurangi isu tersebut,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Ketua DPRD Kalsel : Tahun 2022 Lebih Baik Dari Sebelumnya

BANJARMASIN – Kondisi tahun 2022 diharapkan menjadi lebih baik dari 2021, baik di tingkat nasional maupun Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Khusus di Kalsel perlu peningkatan kebersamaan dan kolaborasi antar pihak terkait atau pemangku kepentingan. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, kepada wartawan, Selasa (14/12).

Selain itu, lanjut Supian HK, juga bagaimana cara meningkatkan kepedulian serta partisipasi semua komponen masyarakat luas agar keadaan tahun 2022 lebih baik.

Ia mencontohkan, masalah bencana banjir belakangan yang melanda hampir diseluruh wilayah Kalsel yang punya 13 kabupaten/kota dan menimbulkan dampak cukup parah pada beberapa tempat.

“Karena masalah hujan bisa mengakibatkan bencana banjir kita tidak bisa menahan. Karena, itu hukum alam dan kehendak Tuhan,” katanya.

Begitu pula, tambah wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong, dari Fraksi Golkar ini, banjir rob (pasang besar/kenaikan air laut yang cukup tinggi) juga merupakan hukum alam yang tidak bisa dipungkiri atas Kemahakuasaan Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Namun kesemua itu, mungkin bisa diantipasi dan dikendalikan secara dini sehingga dampak buruk bisa diminimalisir.

Sebagai contoh Supian HK menambahkan, faktor kanal guna percepatan air hujan terbuang segera ke laut juga sangat penting seperti yang ada di Danau Pangang, HSU sehingga belakangan ini air tak lama menggenangi seperti terjadi sebelumnya pada tahun 2004.

Sesuai pengalamanya ke negeri Belanda, lanjut Supian HK, negeri kincir angin itu membuat DAM air sehingga pasang air laut yang dalam tidak sampai merendam Amsterdam (Ibu Kota Negara Belanda).

Untuk itu dia menyakini jika Kalsel juga bisa untuk mengendalikan banjir ataupun rob asalkan ada komitmen yang kuat dari semua pihak.

Sebab jika tanpa berbuat seperti di kota Banjarmasin kemungkinan beberapa tahun ke depan bisa tenggelam saat berbarengannya banjir dan rob.

“Karena itu, sungai-sungai (termasuk anak-anak sungainya) harus kita fungsikan lagi lebih maksimal, bukan sebaliknya,” pintanya.

Hal lain, kepatuhan terhadap Peraturan Daerah (Perda) Rumah Panggung yan sudah dibuat, harus ditaati, salahsatunya agar tidak mengurangi daerah resapan-resapan air, guna upaya pencegahan dan meminimalkan bencana banjir. (NRH/RDM/RH)

CSR Bersama, UPZ Bank Kalsel Serahkan Bantuan Banjir Aluh-Aluh

BANJARMASIN – Naiknya permukaan laut atau air laut ke daratan, yang
disebabkan air laut pasang disertai curah hujan yang tinggi beberapa hari ini, membuat beberapa
daerah di Kalimantan Selatan kembali terendam banjir. Salah satu daerah yang terdampak cukup
parah yaitu Desa Bunipah di Kecamatan Aluh – Aluh, Kabupaten Banjar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar per 8 Desember 2021, terdapat 513 rumah, 1.700 jiwa dan 8 fasilitas umum (sekolah dan perangkat desa) terdampak.
Atas hal tersebut, Bank Kalsel melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memberikan bantuan berupa paket bahan makanan, sebagai bentuk kepedulian di bidang sosial dan kemanusiaan. Total paket bantuan yang diserahkan sebanyak 560 paket dengan rincian, yaitu 310 paket berasal dari dana CSR dan 250 paket berasal dari dana UPZ.

Untuk pendistribusian bantuan tersebut kepada warga terdampak, Bank Kalsel menggandeng Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalsel agar bantuan dapat diserahkan secara tepat dan cepat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya, didampingi Direktur Operasional Ahmad Fatrya Putra kepada Irhamsyah Safari selaku Ketua Baznas Provinsi Kalsel.

Penyerahan disaksikan Gurdanu Syukur dan Ahmad Rafi’ie selaku wakil ketua Baznas Kalsel beserta Head of Business Group dan Kepala Divisi Corporate Secretary Bank Kalsel, Fachrudin dan Suriadi di Lantai 3 Bank Kalsel Kantor Pusat, Selasa (14/12).

Hanawijaya menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang merendam Desa Bunipah dan
sekitarnya.

“Bank Kalsel turut prihatin atas musibah banjir yang menimpa warga Desa Bunipah dan sekitarnya.
Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang
terdampak. Semoga air dapat segera surut sehingga aktivitas warga kembali normal,” ucap Hana.

Hanawijaya menambahkan, bahwa bantuan ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial
perusahaan dan penyaluran dana zakat dari pegawai.

“Bantuan ini juga berasal dari dana CSR sebagai bentuk bakti kita kepada masyarakat, sedangkan
bantuan UPZ Bank Kalsel ini berasal dari pemotongan zakat, infaq maupun sedekah dari gaji pegawai Bank Kalsel untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang memerlukan,” imbuh
Hana.

Sebagai informasi, Bank Kalsel melalui UPZnya sendiri telah bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalsel untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial, keagamaan serta
kemanusiaan di Kalimantan Selatan. Bagi yang ingin turut serta membantu saudara – saudara kita yang membutuhkan dapat menyalurkan donasi melalui nomor rekening Bank Kalsel Syariah :
901.03.05.00777.7 atas nama UPZ Bank Kalsel. (Adv-RIW/RDM/MTB)

Pemko Banjarbaru Kembali Hiasi Kota Dengan Reklame Baru

BANJARBARU – Kota Banjarbaru kinu kembali di hiasi oleh ikon yang berdiri tegak disepanjang persimpangan jalan A Yani, setidaknya ada lima ikon berupa tugu reklame yang dibangun oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru.

Kasi Penataan, Pengawasan Bangunan dan Reklame Disperkim Kota Banjarbaru, Adi Irsyadi mengatakan, selain menjadi ikon baru, tugu reklame ini dibangun akibat banyaknya reklame di pinggiran jalan yang tidak teratur dan tidak mengantongi izin, sehingga membuat tatanan kota terlihat kumuh.

“Pembangunan ini dengan maksud untuk menata reklame yang tak beraturan yang jelas itu tak berizin, lalu dengan dana yang ada kami anggarkan dan disetujui disitulah kami memulai konsep penataan reklame di Banjarbaru,” ucapnya.

Sedikitnya saat ini sudah ada sekitar 7-8 nama dari Instansi Pemerintahan, UMKM, tempat Wisata, hingga Sekolah yang ada di kota ini, terpampang dalam kelima tugu reklame tersebut.

“Karena baru selesai, kami akan usahakan ke Walikota agar paling tidak bisa bebas pajak karena kalau dihitung pajaknya tidak seberapa pertahunnya,” ungkapnya.

Meski demikian Adi menambahkan, bagi yang ingin memanfaatkan reklame ini, akan di evaluasi terlebih dahulu terkait perijinan usaha dan potensi kelanjutan usahanya.

“Kita lihat juga usahanya apakah berkelanjutan, kita tidak ingin ketika namanya sudah terpasang tokonya tutup, kita tidak menginginkan hal seperti ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tugu reklame yang dibangun ditanah Pemko Banjarbaru ini, memakan dana sebesar Rp 180 juta. Dimana lima buah tugu tersebut dibangun di sekitar jalan RO Ulin, jalan Palam, jalan Pengeran Hidayatullah, jalan Mawar dan jalan STM Pinus. (TR21-01/RDM/MTB)

Pelajari Sosper, DPRD Banjarbaru Berkunjung ke DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru melakukan kerja ke DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (15/12).

Rombongan yang dipimpin Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari diterima oleh Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel Suripno Sumas didampingi anggota DPRD Kalsel Burhanuddin dan Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Kalsel Muhammad Jaini.

Ketua Bapemperda DPRD Kalsel, Nurkhalis Majid menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari berbagai kegiatan/tugas kedewanan pada DPRD Kalsel antara lain sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) atau Sosper dan sosialisasi wawasan kebangsaan (Wasbang).

“Banyak hal yang sudah disampaikan oleh DPRD Kalsel, khususnya terkait beberapa peraturan dan teknis di lapangan tentang kegiatan sosper,” katanya.

Menurut Nurkhalis, ke depan pihaknya akan mencoba menerapkan kegiatan sosper ini di DPRD Kota Banjarbaru. Mengingat kegiatan ini dinilai penting agar masyarakat luas lebih mengetahui dan memahami Perda yang sudah dibuat oleh DPRD bersama Pemko setempat, sehingga mereka ikut berperan menyukseskan pelaksanaan Perda tersebut.

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui produk-produk hukum berupa Perda yang telah dibuat oleh DPRD bersama Pemko Banjarbaru. Sehingga perlu adanya sosper agar masyarakat juga bisa merasakan manfaat dari Perda tersebut,” jelasnya

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas menyampaikan di awal tahun 2021, kegiatan sosper ini dilaksanakan satu kali sebulan, kemudian dalam APBD Perubahan 2021 dianggarkan dua kali dalam sebulan. Sementara kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan dianggarkan satu kali sebulan dalam APBD Perubahan 2021.

“Sosialisasi Wasbang bertujuan untuk stabilitas situasi dan kondisi negara dan bangsa Indonesia pada umumnya, serta daerah khususnya,” lanjutnya.

Suripno menambahkan, dalam sosialisasi Wasbang sebagimana Anggota DPR/DPD RI materinya terdiri Ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kabag Persidangan Hukum AKD dan Layanan Aspirasi Sekretariat DPRD (Setwan) Kalsel Muhammad Jaini MAP menambahkan, pelaksanaan sosper dan sosialisasi Wasbang memiliki payung hukum.

Selain Peraturan tentang Wasbang yang sedang dalam pembahasan anggaran DPRD Kalsel, juga ada cantolan dari peraturan perundang-undangan yang bisa menjadi payung hukum (termasuk untuk pelaksanaan sosialisasi Wasbang bagi anggota Dewan)

“Khusus sosialisasi Wasbang yang sudah dilaksanakan anggota DPRD Kalsel baru-baru ini, mendapatkan apresiasi dari pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia,” tambahnya. (NRH/RDM/MTB)

Produsen Minyak Goreng Bantu Warga Lewat Pasmur Dan Op

BANJARMASIN – Beberapa produsen minyak goreng turut berpartisipasi dalam kegiatan pasar murah dan operasi pasar yang digelar Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, menjelang Natal dan Tahun Baru 2022.

Salah satu, produsen minyak goreng kemasan di Kalsel, Eksekutif Sales Marketing PT Sime Darby Oils Agus Andriono, kepada wartawan pada Rabu (15/12) pihaknya selalu turut berpartisipasi
dikegiatan pasar murah dan operasi pasar, dengan menyediakan minyak goreng
sebanyak 2.400 liter, harganya Rp14.000 perliter. Sedangkan kalau dipasaran Rp18.000perliter.

“Kami ikut pasmur dan OP untuk membantu masyarakat, karena saat ini harga minyak goreng dipasaran masih tinggi,” katanya

Eksekutif Sales Marketing PT Sime Darby Oils, Agus Andriono, saat memberikan komentarnya.

Agus Andriono menyampaikan, selama kegiatan pasar murah dan operasi pasar, yang digelar Disdag Kalsel, menjelang Natal dan Tahun Baru, antusias warga sangat besar dalam membeli minyak goreng, sebagai keperluan bahan pokok sehari-hari.

“Masing-masing diberi jatah satu orang, hanya boleh membeli 3 bungkus ukuran satu liter, agar semua mendapatkan,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Seksi Pemasaran dan Promosi Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan Heri Purwanto, melalui stafnya Sudiro menyampaikan, pihaknya berpartisipasi dalam kegiatan pasar murah dan operasi pasar yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, untuk membantu warga kurang mampu khusus yang terdampak pandemi COVID-19. Selama kegiatan di 5 titik yaitu di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Batola dan Kota Banjarmasin serta Kota Banjarbaru.

“Kami selalu terlibat, untuk membantu warga kurang mampu menyediakan 200 paket. Satu paket, berisi beras 3 liter, mie intans 5 bungkus, gula 1 kilogram, teh 1 kotak dan minyak goreng 1 liter, dengan harga di tebus cuma 50 ribu rupiah,” tutupnya.

Untuk diketahui, pasar murah dan operasi pasar yang digelar Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan menjelang Natal dan Tahun Baru, sebelumnya dimulai di Kabupaten Balangan, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kotabaru, Tanah Bumbu, Tapin, Tabalong, Tanah Laut, Batola, dan terakhir di halaman kantor Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan. (NHF/RDM/MTB)

Lima Desa di Kotabaru Kalsel Kini Rasakan Aliran Listrik dari PLN

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, meresmikan penyalaan listrik desa di Kabupaten Kotabaru, Rabu (15/12), di kantor PT PLN (Persero) unit induk wilayah Kalselteng.

Turut hadir dalam peresmian ini Direktur Bisnis Regional Sumatera Kalimantan Adi Lumakso serta General Manager PT PLN (Persero) unit induk wilayah Kalselteng Tonni Bellamy, Sekda Kotabaru Said Akhmad serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan apresiasinya kepada PT PLN unit induk wilayah Kalselteng atas kontribusinya dalam pembangunan di Banua melalui pengaliran listrik di desa-desa termasuk di Kabupaten Kotabaru.

“Semoga dengan pengaliran listrik ini, masyarakat dapat merasakan pembangunan dan mampu membangkitkan daya saing Kalsel,” ujar Paman Birin sapaan akrabnya.

Pemprov lanjut Paman Birin, saat ini terus mendorong peningkatan daya saing daerah melalui sinergi yang kuat serta meningkatkan kerjasama dunia usaha dan industri demi mewujudkan target dan sasaran pembangunan di Banua.

“Kita ketahui bersama, upaya percepatan pembangunan memerlukan energi yang tidak sedikit. Termasuk energi listrik yang dapat memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki,” paparnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) unit induk wilayah Kalselteng Tonni Bellamy menyampaikan, pengaliran listrik kali ini tersebar di lima desa di Kabupaten Kotabaru, yakni Muara Orie, Mulyodadi, Sakadoyan, Mangka serta Manunggal Baru.

“Selain itu juga ada pengaliran listrik di 38 dusun yang tersebar dibeberapa Kabupaten, dengan jumlah 4.625 pelanggan,” ujarnya. (ASC/RDM/MTB)

Paman Birin : Peserta Festival Bola Voli Piala Paman Birin Cup 2021, Harus Tampilkan Yang Terbaik

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengharapkan, pada Festival Bola Voli Open Pelajar SMA/SMK/MA se-Kalsel Piala Paman Birin Cup 2021, dapat memberikan prestasi terbaiknya.

Seperti yang disampaikan Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, saat membuka Festival Bola Voli di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Kota Banjarmasin, Rabu (15/12).

Dalam sambutannya Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini berpesan, kepada seluruh atlet bola voli pelajar yang bertanding ini, untuk dapat menjaga sportifitas selama bertanding.

“Kepada seluruh atlet pelajar bola voli ini kami harapkan dapat menjaga sportifitas selama pertandingan,” ucap Paman Birin.

Menurut Paman Birin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan dukungan terhadap pembinaan pembinaan terhadap perkembangan olahraga di Banua ini.

“Pemerintah tentunya terus memberikan pembinaan terhadap perkembangan olahraga, untuk mendukung peningkatan prestasi atlet,” ujarnya.

Ditambahkan Paman Birin, pihaknya berharap agar festival festival olahraga agar dapat terus dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami juga berharap agar festival olahraga dapat terus dilaksanakan,” katanya.

Dengan, lanjut Paman Birin, seringnya festival olahraga digelar, maka akan banyak juga talenta talenta atlet berprestasi ditemukan.

“Dengan banyak atlet berprestasi tersebut, maka hal tersebut dapat membawa nama harum Provinsi Kalimantan Selatan dikancah nasional maupun internasional mendatang,” tuturnya lebih lanjut.

Paman Birin berpesan, kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan agar dapat terus melakukan pembinaan serta peningkatan prestasi atlet di Banua ini.

“Kami meminta kepada seluruh atlet yang bertanding agar dapat memberikan prestasi terbaiknya, untuk meraih prestasi terbaik,” ucap Paman Birin. (SRI/RDM/MTB)

Exit mobile version