BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia dalam rangka Dies Natalis XXIX, Yudisium dan Wisuda Pasca Sarjana XXIV dan Magister Manajemen XIII, di Banjarmasin, pada Kamis (18/11).
Gubernur Kalsel menyerahkan piagam kepada wisudawan
Dalam sambutannya, Ia menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan/wisudawati beserta orangtua mereka atas kelulusan sebagai sarjana.
“Selamat dan sukses atas kelulusannya, lanjutkanlah menuntut ilmu sampai keluar Kalimantan Selatan. Bahkan kalau bisa sampai keluar negeri,” ucapnya.
Paman Birin sapaan akrabnya, juga mengungkapkan syukur dan bahagia. Pasalnya, putranya bernama Sandi Fitrian Noor juga diwisuda dan mendapatkan gelar S2 Manajemen.
Ia juga berpesan agar para wisudawan dan wisudawati dengan keilmuan yang dimiliki tetap bersemangat untuk bangkit menciptakan peluang usaha.
“Kembangkan kemampuan untuk berkreativitas dan berinovasi. Ciptakan peluang usaha dan bantu masyarakat. Jika ini bisa diwujudkan maka kalian adalah sarjana yang sejati,” ucapnya.
Paman Birin mengatakan, pandemi COVID-19 yang masih belum sirna telah merontokkan berbagai sektor ekonomi rakyat. Ini berdampak bagi berkurangnya kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Semua kita harus terus berikhtiar dan bekerja keras agar bisa melewati dan bertahan. Kata kuncinya kita harus bersemangat di samping memohon perlindungan kepada Allah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua STIE Pancasetia Banjarmasin Nurus Sjamsi mengatakan, jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 667 orang terdiri dari Jurusan S1 Manajemen sebanyak 212 orang, S1 Akutansi 161 orang. Sedangkan untuk S2 Manajemen sebanyak 294 orang.
“Acara kita kita gelar selama 2 hari, tujuannya agar membatasi jumlah serta menghindari kerumunan, karena kita masih dalam suasana pandemi COVID-19,” ujarnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan merata hingga ke daerah pinggiran, maka Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menggelar Vaksinasi Banua, untuk warga Kuin Kacil. Vaksinasi tersebut dilaksanakan, Kamis (18/11).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, dilaksanakan vaksin didaerah pinggiran Kota Banjarmasin ini, dalam rangka memberikan layanan kesehatan yang merata untuk warga pinggiran tersebut.
“Pada kegiatan vaksinasi ini bekerjasama dengan REI dan Kadin,” ucapnya.
Menurut Machli, pihaknya berterimakasih dengan para pengusaha tersebut, yang telah membantu pemerintah untuk memberikan layanan vaksinasi bagi warga Kota Banjarmasin, khusus didaerah pinggiran kota ini.
Selain itu, lanjutnya, kegiatan vaksin ini untuk meningkatkan angka capaian vaksinasi di Kota Banjarmasin.
“Kami menargetkan hingga akhir tahun ini capaian angka vaksinasi COVID-19 mencapai angkat 80 persen,” ujarnya.
Machli mengatakan, untuk target vaksinasi dikawasan Kuin Kacil ini sebanyak 200 orang. Mengingat, warga yang tinggal dikawasan pinggiran Kota Banjarmasin tersebut, tidak terlalu banyak.
“Karena penduduk di Kuin Kacil sedikit, maka kami menargetkan sebanyak 200 orang,” ucap Machli.
Sementara itu, salah satu warga Kuin Kacil Ahmad Riyadi mengatakan, ia bersyukur vaksinasi COVID-19 ini dilaksanakan di tempat mereka.
“Kami mau bervaksin karena saat ini untuk kemana mana diperlukan kartu vaksin,” ucap Ahmad Riyadi. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, menggelar uji publik lima raperda, untuk Prolegda tahun 2022.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Banjarmasin, Arufah Arif, kepada wartawan pada Kamis (18/11) menyampaikan, ada sebanyak lima rancangan peraturan daerah (Raperda) yang dilakukan uji publik, untuk dimasukkan pada Program Legislasi (Prolegda) tahun 2022 mendatang. Kelima raperda itu tentang pengembangan budaya literasi, pengembangan ekonomi kreatif, fasilitasi penyelenggaraan pesantren, pemberdayaan perlindungan lanjut usia, dan penanggulangan wabah penyakit menular.
Ketua Bapemperda DPRD Banjarmasin, Arufah Arif, saat memberikan komentar pada awak media
“Lima raperda ini merupakan inisiatif DPRD Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Arufah menjelaskan, lima raperda ini sangat tepat diusulkan, menyesuaikan kondisi terkini di Banjarmasin, yakni dapat dibahas tahun depan. Namun syaratnya harus diuji publik, untuk melihat respon seluruh lapisan masyarakat, dan menerima pendapat dari berbagai kalangan, dengan harapan setelah dibahas menjadi peraturan daerah, maka harus ditaati semua.
“Hasil uji publik kami menerima banyak saran, kritik dan masukan, untuk nanti dilanjutkan dalam pembahasan payung hukum,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubbag Produk Hukum Kabupaten dan Kota Wilayah II Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel Andik Mawardi, yang menjadi salah satu narasumber pada uji publik lima raperda menyampaikan, pihaknya sangatlah mengapresiasi inisiatif ini, karena bukan hanya menyangkut kepentingan umum, juga dapat memberi rasa aman dan nyaman, bagi warga di kota seribu sungai.
Kasubbag Produk Hukum Kabupaten dan Kota Wilayah II Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel, Andik Mawardi
“Kita banyak memberi masukan dan saran, dan Pemprov siap membantu untuk kelancarannya,” tutup Andik.
Untuk diketahui, lima raperda yang diuji publik, mengundang Pemprov Kalsel, Pemko Banjarmasin, Akademisi, dan puluhan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), bertempat di ruang rapat paripurna. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel terhadap pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kerjasama Antar Daerah dan Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.
Hal tersebut diungkapkan dalam pidato Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, pada rapat paripurna DPRD Provinsi Kalsel masa sidang II yang dipimpin langsung ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, Kamis, (18/11).
Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar
“Perda tentang kerja sama antar daerah ini diharapkan dapat menjadi regulasi yang strategis dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah untuk kesejahteraan dan percepatan pemenuhan pelayanan publik,” jelasnya.
Apresiasi yang sama juga diberikan Gubernur Kalsel berkenaan dengan Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang akan dirumuskan oleh Komisi II DPRD Provinsi Kalsel tersebut.
“Namun, perlu menjadi perhatian kita, raperda ini harus memenuhi unsur-unsur tertib regulasi pembentukan produk hukum daerah,” katanya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Karmila, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Daerah Provinsi Kalsel, yang menurutnya sudah sangat responsif mendukung dan mengapresiasi dua raperda tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kalsel, Karmila
“Raperda inisiatif dewan ini merupakan salah satu wujud komitmen dan kepedulian kita bersama dalam membangun kerja sama antar daerah serta pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Kalsel,” pungkas “srikandi” DPRD Provinsi Kalsel dari Fraksi PAN tersebut. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Suasana bahagia dan gembira hadir di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Budi Mulia, saat pendongeng nasional Bambang Bimo Suryono alias Kak Bimo, menceritakan beragam dongeng kepada anak-anak penghuni panti pada Rabu (17/11) sore.
Suasana anak-anak PSAA Budi Mulia ketika mendengarkan dongeng dari Kak Bimo
Kepala Seksi Pelayanan PSAA Budi Mulia, Sacik Kartikowati mengucapkan terimakasih kepada Disnas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang telah menggandeng Kak Bimo bersafari mendongeng.
Pasalnya, lanjut Sacik, selama pandemi anak-anak Panti Asuhan tidak pernah keluar untuk melakukan kegiatan dan tidak diizinkan untuk pulang kampung selama dua tahun terakhir ini untuk mencegah penularan virus COVID-19 sehingga tentunya ada rasa bosan dan jenuh.
“Kegiatan mendongeng bersama Kak Bimo berhasil membuat anak-anak panti asuhan terhibur. Kita lihat tadi respon anak-anak sangat berbahagia dan bergembira,” katanya.
Sacik mengharapkan program-program seperti ini selalu dilaksanakan Dispersip Kalsel dan PSAA Budi Mulya terus dilibatkan sebagai sasaran kegiatan Dispersip Kalsel. Sehingga minat baca dan keterampilan mendongeng bagi anak-anak terus meningkat. Selain itu, dalam cerita dongengnya, Kak Bimo juga memasukkan nilai-nilai etika dan adab.
“Semoga hal itu memberikan kesan mendalam bagi anak-anak untuk pembentukan tahap kembang mereka sehingga ketika sudah kembali ke tengah masyarakat bisa menjadi anak yang baik, sholeh dan sholehah,” harapnya.
Sementara itu, Kak Bimo berharap dengan kegiatan mendongeng ini dapat menguatkan perilaku dan budi mulia anak-anak panti yang telah dicanangkan oleh para pengasuh mereka. Hal ini tentunya akan mewarnai karakter anak-anak sebagai pewaris bangsa di masa mendatang.
“Salut kepada Dispersip Kalsel yang telah hadir di tempat ini untuk menggembirakan dan memberikan arah pada kita seperti apa pembentukan perilaku dan budi yang baik melalui dongeng,” ungkapnya.
Kehadiran Kak Bimo sendiri sebelumnya adalah dalam rangka coaching dan peneguhan mental pembelajaran bagi para guru dan anak-anak pada Selasa, (16/11). Dalam kegiatan yang diselenggarakan Dispersip Kalsel ini, ia membagikan teknik skenario penceritaan berbasis kretivitas dalam story telling dihadapan guru dan tamu undangan lainnya di Aula Perpus Palnam Dispersip Kalsel.
Selain itu, Kak Bimo juga mengisi acara bertajuk “November Ceria, PalNam Mendongeng” di hadapan ratusan anak-anak usia dini di Kid’s Library Perpustakaan PalNam pada Rabu (17/11) pagi. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin menggelar sosialisasi pajak parkir dan pajak reklame tahun 2021.
Sosialisasi yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Kamis (18/11) ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.
Arifin mengatakan, digelarnya sosialisasi ini bertujuan untuk memberi tahukan kepada wajib pajak, adanya perubahan atau perpindahan pengelolaan pajak parkir di Kota Banjarmasin.
Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor saat menyampaikan sambutan
“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Bakeuda Kota Banjarmasin, yang telah melaksanakan sosialisasi pajak parkir ini,” ucapnya.
Menurut Arifin, jika sebelumnya pajak parkir dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin kini berpindah ke Bakeuda Kota Banjarmasin.
“Berdasarkan undang-undang maka saat ini pajak parkir dipungut oleh Bakeuda, sedangkan retribusi parkir tetap dipungut Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Arifin berharap, dengan adanya perpindahan pengelolaan pajak tersebut, nantinya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Banjarmasin.
“Kami berharap dengan beralih ke Bakeuda maka pendapatan asli daerah dari pajak parkir, akan mengalami peningkatan,” katanya.
Namun, lanjut Arifin, Pemerintah Kota Banjarmasin meminta untuk layanan parkir, untuk konsumen hendaknya dapat diperbaiki.
“Jangan sampai ada kendaraan yang hilang, sehingga konsumen merasa nyaman ketika menggunakan fasilitas parkir tersebut,” ucap Arifin. (SRI/RDM/RH)
TABALONG – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bijak Berkomentar di Era Digital bersama Literasinya” di Kabupaten Tabalong, Kamis (18/11/2021) pukul 14.00 WITA.
Acara dibuka oleh Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.
Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Caesar Demas Edwinarta dengan materi tentang “Wawasan Kebudayaan dalam Proses Transformasi Digital Digital”.
Ia memaparkan, budaya merupakan serangkaian keyakinan, simbol-simbol, dan nilai-nilai yang melatarbelakangi situasi pada suatu wilayah tertentu.
Cara memahami peran budaya dalam ruang digital, yakni;
Masyarakat memahami peranan sebagai pengguna dan pengawas dalam ruang digital
Mewaspadai segala bentuk kejahatan digital melalui e-mail, tautan, ataupun file.
Menghargai setiap karya orang lain dengan menjaga emosi dan menghindari pemikiran negatif terhadap karya orang lain
Narasumber kedua, Muhammad Sukma Dwiyanto yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”.
“Rekam jejak digital merupakan sebuah jejak yang kuta tinggalkan baik secara sadar maupun tidak sadar saat kita menggunakan perangkat digital. Contoh rekam jejak digital, seperti riwayat briwsing dan riwayat lokasi yang pernah dikunjungi,” paparnya.
“Menjaga rekam jejak digital sangat penting karena dengan jejak digital yang terjaga, maka kita akan terhindar dari masalah-masalah di kemudian hari seperti tersandung kaaua yang berkaitan dengan UU ITE,” tegasnya.
Narasumber ketiga yaitu Eiza Maghfira yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”
“Etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertinbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya
“Etika digital harus diterapkan karena dalam ruang digital kita akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural. Kita juga tentu ingin mencari konten yang baik untuk kita ketika sedang berselancar di dunia internet. Etika yang dapat kita lakukan saat berinternet, yaitu memperhatikan bahasa komunikasi, memperhatikan privasi, menghindari SARA, dan mengkonfirmasi kebenaran sebuah berita,” pungkasnya
Terakhir narasumber Awiek Hadi Widodo yang menyampaikan materi tentang “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”
“Pada era saat ini ketika kita ingin memiliki usaha sendiri banyak dilakukan dengan cara membuka toko online, agar toko online berkembang kita harus mengetahui terlebih dahulu siapa target pasar toko, apa yang ingin dijual, serta produk yang dijual harus sesuai dengan passion yang kita miliki,” jelasnya
“Tips agar toko online dapat berkembang, dasar yang dapat kita lakukan bisa dimulai dari menjual peoduk yang simpel dan kasual, membuat konten yang unik dan menarik, lakukan segnentasi terhadap siapa target pasar produk yang dijual, libatkan promosi produk melalui influencer, dan giat melakukan peduli sosial agar menarik perhatian oleh konsumen,” pungkasnya. (RILIS)
BANJARBARU – Kewajiban akan pemenuhan modal inti yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK (POJK) No. 12/POJK.03/2021, semakin menjadi perhatian serius Bank Kalsel dan para pemegang sahamnya. Hal ini tergambar dalam kegiatan Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang diselenggarakan Bank Kalsel dengan mengundang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Provinisi Kalsel, OJK, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kalsel serta para pejabat terkait, di Banjarbaru, Selasa (16/11).
Suasana seminar pemenuhan modal inti Bank Kalsel
Acara ini diselenggarakan dengan tujuan mengumpulkan seluruh pemegang saham Bank Kalsel, tidak terkecuali Gubernur Kalsel untuk menyatukan persepsi agar nantinya dapat bersama – sama membuat komitmen untuk penguatan Bank Kalsel. Dengan berkumpulnya para pemegang saham beserta para pejabat terkait, seminar ini menjadi tempat diskusi yang tepat untuk menemukan solusi pemenuhan modal inti di tengah adanya refocusing anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
I G.K. Prasetya selaku Plt. Direktur Utama Bank Kalsel menyampaikan ada beberapa alternatif yang dapat membantu penyertaan modal inti Bank Kalsel. Dengan skenario agar keuangan daerah tidak terlalu terbebani di tengah pandemi.
“Kami menyadari bahwa jika kewajiban pemenuhan modal inti sepenuhnya dibebankan pada APBD tentunya akan sangat memberatkan keuangan daerah. Di tengah kondisi keuangan daerah yang terkonsentrasi pada penanganan COVID-19 dan upaya pemulihannya, Bank Kalsel menawarkan berbagai skenario seperti pengembalian dividen, revaluasi aset, dan inbreng,” ungkap Prasetya.
Upaya peningkatan modal inti BPD tersebut telah mendapat dorongan dari Kemendagri dan OJK, sehingga dorongan tambahan dari stakeholder BPD di daerah sangat diperlukan. Hal ini disampaikan Haizir Sulaiman selaku Ketua Bidang Syariah Asbanda yang mewakili Ketua Umum Asbanda saat sambutan pada pembukaan acara.
“Upaya peningkatan modal inti ini lebih khusus kepada BPD yang belum bisa memenuhi kebutuhan modal inti sebesar Rp3 triliun pada Desember 2024, salah satunya Bank Kalsel. Untuk ituu, dalam pertemuan kali ini diharapkan peningkatan modal Bank Kalsel mendapat dukungan penuh dari stakeholder dan shareholder baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Selatan,” ucap Haizir.
Lebih lanjut, Kepala Departemen Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 4 OJK, Panca Hadi Suryatno menyampaikan, bahwa tujuan diberlakukannya POJK No.12 POJK.03/2021 ini adalah untuk memperkuat struktur, ketahanan dan daya saing industri perbankan nasional.
“Dengan kuatnya struktur, ketahanan dan daya saing BPD, bertujuan salah satunya dapat meningkatkan kemampuan BPD dalam mengarungi digitalisasi perbankan. Hal tersebut dilakukan agar Bank Kalsel tetap dapat berfungsi sebagai agen pembangunan daerah,” papar Panca.
Kepala Daerah dan DPRD mesti bersama – sama berupaya penuh meningkatkan atau memenuhi modal inti Bank Kalsel, sebagaimana disampaikan Budi Santosa selaku Direktur BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah Kementerian Dalam Negeri.
“Kita harus betul – betul serius menyelamatkan Bank Kalsel ini dengan cara Pemerintah Daerah sesegeranya mengadakan rapat dengan mengundang pejabat bidang perekonomian, sekretaris daerah dan DPRD untuk membuat komitmen bersama dengan solusi yang telah dipaparkan tadi. Melihat data saat ini dimana hampir 80 persen dari total keuntungan BUMD di seluruh Indonesia merupakan berasal dari sektor perbankan, maka fokus terhadap penguatan modal Bank Kalsel adalah hal yang tepat,” jelas Budi.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin mengajak semua pihak untuk saling bersinergi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat, salah satunya turut mendorong pertumbuhan badan usaha daerah, seperti Bank Kalsel.
“Pentingnya komitmen seluruh stakeholder saat ini untuk pembangunan daerah di masa depan, salah satunya penguatan modal Bank Kalsel. Pemerintah Provinsi Kalsel pada dasarnya siap memberikan dukungan dalam rangka membantu Bank Kalsel untuk pemenuhan modal inti tersebut. Namun tentunya diperlukan sinergisitas dan kerjasama seluruh pihak, agar pemenuhan modal inti ini dapat terpenuhi,” tutur Sahbirin.
Lebih lanjut, Paman Birin mengungkapkan bahwa Bank Kalsel telah berkontribusi positif melalui dividen yang diberikan sehingga konsekuensi atas ketidakmampuan dalam memenuhi modal inti menjadi perhatian seluruh pemegang saham.
“Konsekuensi Bank Kalsel apabila tidak dapat memenuhi modal inti menjadi perhatian kita semua. Bank Kalsel sebagai bank milik pemerintah daerah telah memberikan kontribusi positif melalui dividen yang diberikan, sehingga diharapkan melalui forum ini seluruh pihak memiliki satu kesatuan pandangan yang sama terhadap keberlangsungan bank Kalsel yaitu banknya masyarakat Kalsel,” ucap Sahbirin.
Bank Kalsel saat ini konsisten menunjukan kinerja yang bagus dan mampu menyumbangkan kontribusi positif kepada setiap kabupaten/kota di Kalsel.
“Kontribusi positif Bank Kalsel kepada daerah yang terbesar yakni melalui dividen yang diberikan sehingga dapat menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada setiap pemegang sahamnya. Hal ini dapat menjadi alasan yang kuat agar kita dapat bersama – sama merawat dan membesarkan Bank Kalsel ini agar semakin exist dan survive ke depan, terlebih saat ini Bank Kalsel telah bertransformasi dalam peningkatan layanan melalui digitalisasi,” pungkas Prasetya. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Provinsi Kalsel akhirnya resmi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Hal ini, ditandai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) yang ditandatangi langsung oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani mengaku, bersyukur atas pencapaian BPSMB yang kini berhasil menyandang status sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan sebelumnya berbentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Kadisdag Kalsel, Birhasani (tengah) didampingi Kepala BPSMB Kalsel, Tanwiriah (kanan) saat diwawancarai terkait BLUD.
“Jelas saya menyambut gembira akan adanya ini. Bahkan, tadinya UPT sekarang menjadi BLUD. Tentu merupakan capaian yang luar biasa dan patut diapresiasi,” ujarnya usai meresmikan peluncuran aplikasi e-Pengujian, di aula utama BPSMB Kalsel, Rabu (17/11) siang.
Pemotongan tumpeng dalam peresmian kegiatan peluncuran aplikasi e-Pengujian sekaligus syukuran menjadi BLUD.
Ia menyampaikan, setelah melalui berbagai pertimbangan dan kajian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalsel akhirnya BPSMB memenuhi syarat menjadi BLUD.
“Tapi ini juga tantangan, karena kalau sudah menjadi BLUD. Maka, otomatis layanannya harus ditingkatkan sesuai target yang telah ditentukan,” ungkap Kadisdag Kalsel, Birhasani.
Dia menekankan, agar pelayanan yang diberikan mampu ditingkatkan secara lebih optimal karena hal tersebut merupakan tantangan bagi BPSMB yang kini sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah.
“Kita harus siap bersaing, bukan hanya di Kalsel saja tapi juga di luar daerah. Daya saing harus ditingkatkan dan harus mendapatkan pendampingan dari Pemprov Kalsel. Bahkan, Disdag Kalsel akan ikut mendampingi sebagai kepanjangan tangan dari instansi yang menaunginya,” paparnya.
Kepala BPSMB Kalsel, Tanwiriah mengatakan, didapatkannya status BLUD diakuinya juga tak lepas dari dukungan Kadisdag Kalsel, Birhasani yang turut mendukung dalam tercapainya tujuan ini.
“Serta tak lupa dari jajaran diinstansi ini dan sektor-sektor terkait akhirnya kami memperoleh perubahan status serta suatu kebanggaan yang tentu tidak mudah kami dapatkan dengan proses pembelajaran cukup panjang dan tantangan besar,” ungkapnya.
Kendati dekimian, dirinya akan bekerja lebih optimal lagi yang tentu diharapkan juga mendapat dukungan peralatan memadai dari Pemprov Kalsel sebagai langkah dalam memaksimalkan pelayanan.
“Masih antara BLUD dan masih mendapatkan bantuan dari Pemprov karena belum mampu membiayai secara keseluruhan atau sementara masih bersifat semi seperti itu,” imbuhnya.
Sementara itu, pada penyelenggaraan kegiatan peluncuran aplikasi e-Pengujian yang digelar Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Kalsel, Rabu (17/11) siang, saat ini pihaknya juga telah memiliki aplikasi layanan berbasis digital lainnya seperti e-Kaliberasi. Yang mana, diharapkan bisa memudahkan pelanggannya secara nasional maupun lokal. (RHS/RDM/RH)
BANJARBARU – Manajemen Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Syamsudin Noor menggelar silaturahmi bersama mitra kerja dan mitra usaha, Rabu (17/11).
Foto bersama GM Bandara Internasional Syamsudin Noor, Dony Subardono (tengah) bersama pelaku bisnis yang mendapat penghargaan.
Acara tersebut dihelat sebagai bentuk sinergitas dan kepedulian Manajemen Bandara Syamsudin Noor, terhadap kendala yang dihadapi seluruh komunitas Bandara saat ini.
“Yang paling penting ingin saya tekankan bahwa supaya mereka (komunitas Bandara) tidak merasa sendiri dalam kondisi sulit,” ucap General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Doby Subardono di sela kegiatan.
Melalui silaturahmi ini, diharapkan mitra usaha dan mitra kerja dapat berbagi pengalaman, saran, hingga ide-ide kreatif yang dapat mendukung bangkitnya sektor ekonomi pelaku bisnis di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
“Kita harus tetap menjaga silaturahmi ini agar kita dapat mengetahui apa yang menjadi kendala bagi mereka di masa pandemi saat ini, dan kita akan berikan solusi agar bisa bangkit,” ungkapnya.
Kegiatan silaturahmi ini dilakukan sekaligus untuk persiapan bangkit dari wabah pandemi yang sudah melandai.
“Setelah recovery pandemi, saya perkirakan di tahun 2022 Bandara Internasional Syamsudin Noor akan mengalami lonjakan penumpang,” ungkapnya lagi.
Meski dimasa pandemi, tidak sedikit mitra usaha dan mitra kerja Bandara Internasional Syamsudin Noor yang masih tetap produktif.
Atas keberhasilan tersebut Manajemen Bandara Syamsudin Noor memberikan apresiasi serta penghargaan atas upaya serta kerja keras dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna fasilitas bandara.
“Penghargaan ini memang hasil dari evaluasi pencapaian pelaku bisnis kita setiap tahun. Meskipun tidak secemerlang di tahun 2019, namun di masa pandemi mereka tetap dapat berproduksi dan itu patut kita apresiasi,” pungkasnya.
Kedepannya diharapkan dengan silaturahmi ini dapat membuka pintu rezeki bagi komunitas Bandara, serta dapat meningkatkan kualitas kinerja pelayanan baik dari mitra usaha maupun mitra kerja di Bandara Internasional Syamsudin Noor. (TR21-01/RDM/RH)