Paman Birin Terisak Bacakan Puisi di Hari Pahlawan

BANJARBARU –Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor membacakan dua buah puisi pada peringatan Hari Pahlawan 2021,  Rabu (10/11) di halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel , di Banjarbaru.

Dua buah puisi yang mengingatkan bangsa ini agar menghargai pahlawan yang penuh dengan kegigihan dan pengorbanan itu, disampaikan Paman Birin (sapaan Sahbirin Noor) setelah membacakan pidato sambutan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini.

Peringatan Hari Pahlawan di Kalsel tahun ini digelar langsung, diikuti pejabat lingkup Pemprov Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto serta  undangan lain.

Paman Birin yang betindak selaku inspektur upacara bertema “Pahlawanku Inspirasiku” itu, tak kuasa menahan haru saat membacakan bait demi bait kedua puisi itu. Bahkan ia sempat terisak dan menarik nafas dalam-dalam.

Puisi pertama yang sampaikan Paman Birin berjudul : Nak, Belajarlah Mencintai Tanah Air dari Pahlawan Perang Banjar Barito !. Isi lengkap puisi adalah :

Nak, pernahkah ikam mendengar,

kisah tentang demang lehman? yang rela mengalami tiang gantungan demi cintanya pada bumi banua?

Nak ai, pernahkah ikam mencari tahu, apa yang diperjuangkan pangeran antasari? hingga beliau bertekad dalam perjuangannya mengusir penjajah belanda “haram manyarah, waja sampai kaputing!”.

Eh nak, nak ai, pernahkah ikam didongengkan oleh kuitan di rumah,
atau guru ikam di sekolah? kisah panglima wangkang atau Panglima Batur.juga ada kisah perjuangan Ratu Zaleha, Tumenggung Surapati, Tumenggung Abdul Jalil, dan pahlawan Perang Banjar Barito lainnya?

Nak, amun ikam belum pernah tahu kisahnya carilah di buku-buku sejarah, lajui baca semuanya supaya ikam paham kalau cinta tanah air itu, perlu perjuangan perlu pengorbanan dan bukan sekedar kata-kata yang dititipkan pada ingatan! (Banjarmasin, 25 Oktober 2020)

Selanjutnya Paman Birin membacakan puisi karya Khairil Anwar, berjudul Kerawang – Bekasi. Puisi ini berisi pesan moral yakni semangat melanjutkan perjuangan meskipun tidak dalam bentuk perang ataupun harus mati, tetapi lebih kepada memajukan Negara dan tetap mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah tiada.

Pesan lainnya,  bahwa perjuangan para pahlawan belum selesai hingga Chairil Anwar mencoba mengetuk hati kaum muda untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Puisi ini mengandung makna yang dalam, yang menggambarkan insan-insan yang rela mati muda demi perjuangan kemerdekaan yang meminta kesadaran serta simpati insan masa kini untuk tetap mengenang mereka dan melanjutkan perjuangan untuk membela Tanah Air.

Sementara itu, Menteri Sosial dalam amanatnya yang dibacakan Paman Birin, antara lain menyampaikan pesan bahwa kita berbeda–beda, tetapi jangan sampai terpecah–pecah oleh perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), karena akan membuat mundur jauh ke era sebelum Sumpah Pemuda 1928.
(ADPIM/RDM/RH)

Paman Birin: Jiwa Kepahlawan Harus Ada Dalam Diri Siapapun

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengingatkan bahwa jiwa kepahlawanan harus ada dalam diri siapapun dan bisa dari lingkup terkecil yakni pahlawan bagi ekonomi keluarga.

Pesan ini disampaikan Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, pada peringatan Hari Pahlawan 2021 di Halaman Setdaprov Kalsel, Rabu (10/11).

Paman Birin menyebut, melalui momentum Hari Pahlawan ini, maka hendaknya nilai-nilai kepahlawanan dapat selalu menjadi inspirasi dalam setiap langkah yang penuh inovasi dan daya kreasi.

“Setiap orang bisa menjadi pahlawan di bidang apapun, bahkan bisa memulai menjadi pahlawan bagi ekonomi keluarga dan komunitasnya,” ujar Gubernur di podium Inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan 2021.

Sebagai Inspektur Upacara, Paman Birin juga membacakan amanat tertulis Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, yang mana secara garis besarnya untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan menghindari perpecahan oleh perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), karena akan membuat mundur jauh ke era sebelum Sumpah Pemuda 1982.

“Kita harus terus menggelorakan semangat gotong royong serta persatuan dan kesatuan. Perbedaan justru memperkaya dan memperkuat kita, Bangsa Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Paman Birin menyempatkan diri untuk membacakan dua buah puisi yang mengingatkan bangsa ini agar menghargai pahlawan yang penuh dengan kegigihan dan pengorbanan.

Puisi pertama yang sampaikan Paman Birin berjudul : Nak, Belajarlah Mencintai Tanah Air dari Pahlawan Perang Banjar Barito !

Adapun isi lengkap puisi yang dibacakan hingga membuat orang nomor satu di Kalsel ini tak kuasa menahan haru hingga sempat terisak dan menarik nafas dalam-dalam, adalah;

“Nak, pernahkah ikam mendengar, kisah tentang demang lehman? yang rela mengalami tiang gantungan demi cintanya pada bumi banua?

Nak ai, pernahkah ikam mencari tahu, apa yang diperjuangkan pangeran antasari? hingga beliau bertekad dalam perjuangannya mengusir penjajah belanda “haram manyarah, waja sampai kaputing!”.

Eh nak, nak ai, pernahkah ikam didongengkan oleh kuitan di rumah,
atau guru ikam di sekolah? kisah panglima wangkang atau Panglima Batur.juga ada kisah perjuangan Ratu Zaleha, Tumenggung Surapati, Tumenggung Abdul Jalil, dan pahlawan Perang Banjar Barito lainnya?

Nak, amun ikam belum pernah tahu kisahnya carilah di buku-buku sejarah, lajui baca semuanya supaya ikam paham kalau cinta tanah air itu, perlu perjuangan perlu pengorbanan dan bukan sekedar kata-kata yang dititipkan pada ingatan! (Banjarmasin, 25 Oktober 2020)”

Selanjutnya Paman Birin membacakan puisi karya Khairil Anwar, berjudul Kerawang – Bekasi. Puisi ini berisi pesan moral yakni semangat melanjutkan perjuangan meskipun tidak dalam bentuk perang ataupun harus mati, tetapi lebih kepada memajukan Negara dan tetap mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah tiada.

Diketahui Peringatan Hari Pahlawan di Kalsel tahun ini digelar secara langsung, setelah sebelumnya urung dilaksanakan karena masifnya penyebaran COVID-19 di Banua. Peringatan ini diikuti pejabat lingkup Pemprov Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto serta  undangan lainnya. (ASC/RDM/RH)

Komparasi Bidang Kehumasan, Sekwan DPRD Kalsel Kunjungi Diskominfosantik Kalteng

PALANGKARAYA – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (9/11).

Suasana Kunker Sekwan Kalsel ke Diskominfosantik Kalteng

Kepala Bagian Tata Usaha, Keprotokolan dan Kehumasan Sekretariat DPRD Kalsel, Riduansyah menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk sharing mengenai pengelolaan peliputan dan informasi kedewanan serta persroom.

“Mengingat salah satu tugas kami yaitu melaksanakan pelayanan terhadap anggota Dewan, menyebarluaskan kegiatan dan produk hukum yang dibuat kepada masyarakat. Jadi kami juga sangat dibantu oleh para wartawan yang ada di persroom Dewan,” katanya.

Riduansyah menjelaskan dari pertemuan tersebut, ada beberapa hal dari Diskominfosantik Kalteng yang patut menjadi pertimbangan untuk diterapkan di Kalsel, antara lain mengenai sistem tanda tangan elektronik serta sistem kemitraan dengan media massa, baik itu cetak maupun elektronik dan media online.

“Sistem tanda tangan elektronik ini sangat baik untuk diterapkan, terlebih di masa pandemi saat ini, tentu untuk mencegah penyebaran COVID-19. Selain itu, kemungkinan kita mencontoh pola Diskominfosantik Kalteng dalam menjalin hubungan kerja sama dengan media massa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfosantik Kalteng, Agus Siswadi menerangkan ke depan pihaknya bersama semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD,) jajaran pemerintah provinsi menerapkan tanda tangan sistem elektronik.

“Karena tanda tangan elektronik lebih aman dan praktis kalau dibandingkan dengan tanda tangan basah,” jelasnya.

Mengenai hubungan kerja sama dengan media massa, Agus menyatakan, lebih cenderung menggunakan sistem kemitraan daripada kontrak.

“Dengan sistem kemitraan lebih manusiawi karena saling menguntungkan. Sedangkan dengan sistem kontrak terkesan kurang baik, karena si penerima kontrak harus mematuhi apa-apa dari pemberi kontrak,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sekwan Kalsel juga mengikutsertakan para jurnalis yang tergabung dalam Persroom DPRD Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Jembatan HKSN Belum Selesai, DPRD Banjarmasin Gelar RDP

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin, menggelar rapat dengar pendapat, terkait proyek pengerjaan jembatan HKSN, di Kecamatan Banjarmasin Utara yang belum selesai.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini, kepada wartawan pada Rabu (10/11) menjelaskan, penyelesaian Jembatan HKSN dinilai tidak sesuai jadwal, karena proses pengerjaan masih terkendala lahan, yang belum sepenuhnya dibebaskan, maka digelar rapat dengar pendapat, untuk mengetahui sejauh mana proses pembebasan lahan tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini, saat diwawancara awak media

“Kami gelar RDP dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Isnaini menjelaskan, keterlambatan proses pembebasan lahan ini, ke depan jangan lagi terulang dikemudian hari, agar tidak menjadi penilaian buruk bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Setiap perencanaan pembangunan, harus memprioritaskan kondisi lahan yang akan dibebaskan.

“Kalau sampai ini terulang kembali , kami tidak akan lagi menganggarkan pembangunan,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jembatan, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Thomas Sigit Mugianto menyampaikan, pihaknya hingga sekarang masih melakukan pengerjaan jembatan, begitupun dengan pembebasan lahan.

Kepala PPTK Jembatan, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Thomas Sigit Mugianto

Saat ini diakuinya, memang ada tiga bangunan di Jalan Kuin Ceruruk, yang belum tercapai kesepakatan, terkait jumlah pembayaran ganti untung, dengan alasan terlalu kecil.

“Proses pengerjaan tetap jalan, sambil menyelesaikan pembebasan lahan, dan pihaknya melibatkan tim Apresial dalam melakukan kajian, kita percaya penilaian berdasarkan bangunan,” tutupnya, setelah mengikuti RDP dengan Komisi III.

Untuk diketahui, rapat ini dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini, didampingi Wakil Ketua Afrizaldi, Sekretaris Aliansyah bersama anggota Hilyah Aulia, Sukrowardhi dan Wakhid Husaini, yang bertempat di ruang mini Dewan Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Peringatan di Kalsel, Hari Pahlawan Harus Jadi Momentum Bersejarah Kaum Millenial

BANJARBARU – Peringatan Hari Pahlawan Nasional yang diselenggarakan di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana, Banjarbaru, Kalsel, Rabu (10/11), diharapkan menjadi momen paling bersejarah bagi generasi muda di provinsi ini.

Acara khidmat yang diisi dengan upacara dan tabur bunga itu, dihadiri oleh jajaran aparat TNI-Polri dan Pemprov Kalsel menjadi pelengkap pada kegiatan tersebut.

Staff Ahli Gubernur bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kalsel, Farid Fakhmansyah mengatakan, sebagai warga negara Indonesia yang mengerti akan adanya keberadaan pejuang kemerdekaan di zaman dulu tentu hal ini tidak boleh dilupakan.

Staff Ahli Gubenur Kalsel bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kalsel, Farid Fakhmansyah (tengah) saat diwawancarai usai mengikuti upacara Hari Pahlawan Nasional.

“Yang kami harapkan generasi penerus seperti kaum millenial dapat memahami adanya perjuangan dari para pahlawan untuk merebut kemerdekaan di Indonesia terkhusus Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dalam melanjutkan perjuangan kemerdekaan RI, ia menyebutkan, generasi millenial harus mampu mendapatkan segudang prestasi dari berbagai bidang yang berlandaskan asas Pancasila.

“Tercapai Adil dan Makmur, memajukan kesejahteraan rakyat seuai dengan landasan negara kita,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, masyarakat di Kalsel dapat memanfaatkan momentum peringatan Hari Pahlawan ini sebagai langkah dalam menumbuhkan rasa patriotisme dan menanamkan semangat untuk membangun daerah.

“Sehingga harapan masyarakat di Kalsel untuk adil dan makmur bisa terwujud,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Polair Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete, mengungkapkan, agar lebih meningkatkan sikap bela negara yang tinggi dikalangan generasi kaum millenial. Setidaknya, harus mengingat secara jelas tentang sejarah perjuangan pahlawan.

Direktur Polair Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete

“Jangan pernah sesekali melupakan jas merah, artinya bagaimana para pahlawan kita memperjuangkan dan merebut kemerdekaan serta tanpa pamrih dan telah mengorbankan jiwa raganya. Maka, untuk generasi muda jadilah pahlawan di era saat ini,” papar mantan Kapolres Banjar ini.

Terkait dimasa pandemi yang kini masih berlangsung, ia mengajak masyarakat di Kalsel untuk bersama-sama agar tetap tegar menghadapi permasalahan tersebut. Dimana, salah satu langkah tepat yang bisa dilakukan adalah berikhtiar dan tidak terpuruk dengan keadaan ini.

“Terus berkarya dan buatlah prestasi-prestasi yang saat ini bisa dilaksanakan demi generasi yang akan datang,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Kalsel Jadi Salah Satu Lokasi Bimtek Implementasi E-Arsip Terintegrasi (SRIKANDI)

BANJARBARU – Komitmen Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka menggerakkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), membuat Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI) memilih provinsi ini menjadi salah satu tempat kegiatan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi e-Arsip Terintegrasi (SRIKANDI).

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di kota Banjarbaru ini, berlangsung mulai 10 – 11 November 2021, dan di ikuti oleh 36 peserta dari Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) lingkup provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (10/11).

(ki-ka) Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie bersama dengan Arsiparis Ahli Utama ANRI, M Taufik

Disela kegiatan, selaku pemateri, Arsiparis Ahli Utama ANRI, M Taufik menyebut, secara teknik, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor beserta jajaran SKPD lingkup provinsi ini sudah sangat siap dan berkomitmen untuk menggerakkan SPBE di sektor kearsipan melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Terintegrasi (SRIKANDI).

“Terpilihnya Kalsel sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan Bimtek ini tentunya tidak serta merta dalam kita memilih kepercayaan, melainkan karna kesiapan pemerintah provinsi ini dalam berkomitmen terhadap SPBE,” ungkap Taufik.

Oleh karena itu melalui kegiatan ini, lanjut Taufik, pihaknya ingin menyampaikan transformasi teknologi terhadap aplikasi SRIKANDI, agar provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dapat menjadi percontohan bagi daerah lain.

“Mudah mudahan dengan kegiatan ini, Kalsel dapat menjadi tujuan utama daerah lain, untuk saling berbagi dan belajar dalam menerapkan SPBE melalui aplikasi SRIKANDI,” harapnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan provinsi Kalimantan Selatan, Nurliani Dardie mengatakan, dengan kecepatannya di era digital saat ini, perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak yang cukup besar di berbagai sendi kehidupan.

“Kecepatan perkembangan teknologi di era digital saat ini menuntut tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik untuk terus beradaptasi dengan menggunakan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk dalam hal tata kelola kearsipan,” ungkapnya.

Tata kelola kerasipan menurut Nurliani, harus terus mengikuti perkembangan zaman dan melakukan perubahan utamanya dalam dalam penerapan SPBE.

“Dalam memasuki era Disruptif (Inovasi), kita dituntut melakulan perubahan yang cepat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, tak lupa Nurliani turut mengapresiasi ANRI yang telah memilih banua ini sebagai salah satu tempat kegiatan pelaksanaan Bimtek. Menurutnya, Bimtek Implementasi E-Arsip Terintegrasi ini merupakan salah satu cerminan untuk menyatukan langkah dalam memajukan kearsipan di provinsi Kalimantan Selatan pada era digital ini. (TR21-01/RDM/RH)

Bakeuda Banjarmasin Sosialisasikan Pajak BPHTB dan Sarang Burung Walet

BANJARMASIN – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin menggelar Sosialisasi Pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung Walet, untuk para pengusaha sarang burung walet, notaris, serta lainnya.

Peserta Sosialisasi Pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung Walet

Sosialisasi ini dilaksanakan, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, pada Rabu (10/11) dan dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang diwakili Sekda Kota Banjarmasin Sugito Said.

Dalam sambutannya yang dibacakan Sugito mengatakan, walikota Banjarmasin memberikan apresiasi dan dukungan kepada Bakeuda Kota Banjarmasin atas dilaksanakannya, Sosialisasi Pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung Walet ini.

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Bakeuda Kota Banjarmasin yang telah melaksanakan sosialisasi pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung,” ucapnya.

Ibnu mengharapkan, dengan adanya sosialisasi ini kedepannya dapat menambah pendapatan asli daerah untuk Kota Banjarmasin.

“Diharapkan Pendapatan Asli Daerah Kota Banjarmasin dapat bertambah dari sektor pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung Walet ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin Subhan Noor Yaumil mengatakan, digelarnya sosialisasi ini dalam rangka menyampaikan, adanya perpindahan pengelolaan pajak sarang burung walet dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian ke Bakeuda Kota Banjarmasin.

“Karena saat ini Bakeuda Kota Banjarmasin telah menerima pelimpahan penanganan pajak sarang burung walet, maka kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan.

Sehingga, lanjut Subhan, saat ini dan kedepannya pajak sarang burung walet dikelola oleh Bakeuda Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Literasi Digital Balangan; Masuki Dunia Digital Dengan Literasi Yang Tepat

BALANGAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Masuki Ruang Digital Dengan Literasi Yang Tepat” pelaksanaan untuk wilayah Kabupaten Balangan Kalsel, Rabu (10/11) pagi.

Salah satu narasumber Norlatipah dengan tema “Masyarakat Digital Yang Berbudaya” menjelaskan saat ini dari data Kompas.com yang menggunakan dan aktif di sosmed saat ini ada sekitar 190 juta jiwa, artinya sebanyak 61,8% total dari populasi di Indonesia aktif bersosial media, jumlah ini juga sangat meningkat pada tahun 2021 dan lebih meningkat lagi juga yaitu data pengguna Mobile phone, yaitu 68,5 juta jiwa, artinya para penduduk Indonesia banyak menggunakan Mobile phone untuk mengakses sosial media.

“Sosial Media yang digunakan saati ini paling banyak adalah Youtube, kemudian WhatsApp, menyusul Instagram, Fecebook, Twitter dan lainnya.Kemudian jika dilihat dari individu pengguna sosmed wanita lebih banyak dibandingkan laki2, dari sini dapat dilihat karakter wanita yang lebih banyak menggunakan perasaan, sehingga dapat dilihat akan ada beberapa hal atau fenomena yang akan terjadi karena sifar perasa wanita, jadi ketika ada yang membuat ketersinggungan di sosmed maka respon wanita lebih responsif sehingga banyak fenomena yang terjadi di media sosial”ucapnya.

“Pengguna Media Sosial juga banyak dari kalangan anak SD dan SMP yang mana kita ketahui bersama pengetahuan tentang budaya pada mereka belum terlalu banyak, belum dikuasai secara utuh, bisa dibayangkan ketika anak- anak menggunakan sosmed akan banyak fenomena tentang budaya yang terjadi”ungkapnya.

Norlatipah Menekankan, generasi milineal adalah generasi utama pengguna gedget, artinya banyak pengguna media sosial adalah usia produktif, usia remaja, usia yang bersemangat, usia yang punya jiwa ingin tau dan mencoba, sehingga muncul adanya miss informasi di dunia digital saat di media sosial, kemudian juga bisa muncul fenomena ujaran kebencian yang bertebaran dengan maksud tertentu, jadi sedari sekarang perlunya anak ini tadi mendapatkan budaya dalam dunia digital yang sesuai dengan budaya ketimuran atau budaya kita, ketika menggunakan dan masuk ke dunia digital dan mempertahankan budaya Indonesia di dunia digital agar tak tergerus oleh kemajuan jaman dan budaya luar.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan Topik : “Masuki Ruang Digital dengan Literasi yang Tepat”menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Abdul Hadi, Bupati Balangan ,Moderator Ronald Andretti Key Opinion Leader Novi Andrianty – Miss Indonesia Gorontalo 2011
Narasumber

  1. Norlatipah, Guru SMPN 1 Paringin
  2. Dr. Iskandar Tsani, Dosen IAIN
  3. Puryanto, Staff Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Balangan. (RILIS)

Supervisi Diktukba Bintara Polri di Pusdik Binmas Semarang, Ini Pesan Wakapolda Kalsel

SEMARANG – Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono meninjau langsung pelaksanaan pendidikan Bintara Polri yang berlangsung di Pusdik Binmas Banyubiru, Semarang, Selasa (9/11).

Kedatangan Wakapolda Kalsel didampingi Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Ubaidillah dan Kabag Watpers Ro SDM Polda Kalsel AKBP Dani Humardani itu pun disambut langsung oleh Waka Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Gadik/Staf Pusdik Binmas Lemdiklat Polri dan Siswa Diktuk Bintara Polri asal Polda Kalsel.

Wakapolda Kalsel saat melakukan kunjungan ke Semarang

Dalam keterangannya, Wakapolda Kalsel mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka Supervisi Pendidikan Dan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I TA.2022 Menggunakan Dana Hibah.

Tujuan Supervisi ini yakni untuk mengetahui pelaksanaan Satuan Pendidikan (Satdik) yang melaksanakan Diktukba Polri TA 2021 menggunakan dana hibah dari APBN ini, memberikan gambaran kepada pemberi hibah dari Kabupaten/Kota tentang pelaksanaan Diktuk Bintara Polri di Pusdik-pusdik, Sepolwan dan SPN, serta penerapan protokol kesehatan COVID-19 di Pusat Pendidikan.

Didepan Waka Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Gadik/Staf Pusdik dan 75 Siswa Diktuk Bintara Polri asal Polda Kalsel, Wakapolda mengucapkan terimakasih karena Pusdik Binmas telah mendidik para siswa Bintara dengan sangat baik.

Wakapolda berharap apa yang telah diberikan oleh para Gadik di Pusdik Binmas agar diresapi dan dipelajari dengan seksama oleh para siswa sehingga dapat menjadi anggota Bintara Polri yang Presisi, seperti pendekatan dalam ilmu komunikasi terhadap masyarakat.

Kepada para siswa, Wakapolda mengingatkan agar dapat menjaga Polri dengan baik dengan cara mempertimbangkan/memperhitungkan segala sesuatu dengan lebih matang terlebih dahulu sebelum terjadi tindakan dan perilaku yang bisa berakibat baik atau tidak.

“Para Siswa di sini adalah kebanggaan keluarga jadi jagalah nama baik keluarga dan nama baik Polri selama kalian hidup,” tegas Wakapolda Kalsel.

Dia pun mengimbau agar para siswa belajar berbuat kebaikan salah satunya menghargai orang lain, dan tidak mengharapkan imbalan dalam mengerjakan sesuatu.

“Berprinsiplah kita sebagai manusia yang bisa menghargai orang lain, suka menolong dan bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.

Menurut Wakapolda, dengan menjadi Polisi yang baik masyarakat akan merasa kehilangan tanpa kehadiran Polisi, dan jadilah Polisi yang dapat memecahkan suatu masalah bukan malah sebaliknya menjadi trigger atau pemicu masalah. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version