Wajib Isoman, Jadi Syarat Masuk PSTW Budi Sejahtera Kalsel

BANJARBARU – Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Kalsel menerapkan sistem karantina bagi lanjut usia (lansia) yang ingin masuk dalam lingkungannya.

Meski masa karantina (isolasi mandiri) di panti lansia ini berlaku selama 7 hari. Namun, penerapan pengambilan spesimen sampel melalui swab antigen juga diterapkan.

Langkah ini pula sebagai bentuk meminimalisir adanya penularan dari pandemi COVID-19. Sebelumnya, tercatat ada beberapa lansia sempat tertular virus ini. Tetapi, dengan penanganan khusus berhasil disembuhkan pihaknya.

Kepala Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Kalsel, Surya Fujianorrohim mengatakan, sebagai langkah mengantisipasi agar penularan dapat dicegah, satu-satunya cara adalah penerapan dengan sistem isolasi mandiri (isoman).

“Setelah melandainya pandemi pada September lalu, kami pun kembali membuka penerimaan lansia. Secara keseluruhan ada sekitar 12 orang yang diterima dan siap menjalankan prosedur karantina,” ujarnya, Rabu (3/11) siang.

Diakuinya, saat ini ada beberapa lansia masih menjalani isolasi mandiri di tempat khusus yang telah disediakan PSTW Budi Sejahtera Dinsos Kalimantan Selatan.

“Apabila karantinanya berhasil diselesaikan mereka rencananya akan di tempat di PSTW Budi Sejahtera di Martapura, Banjar dan Landasan Ulin, Banjarbaru,” ungkapnya.

Untuk menyakinkan keamanannya, lansia yang telah menjalani isolasi mandiri (isoman) selama 7 hari, akan kembali mengikuti prosedur lanjutan, yakni pengambilan spesimen sampel  swab antigen kedua.

“Setelah seminggu kamu antigen lagi, hal ini sebagai bentuk keyakinan bahwa mereka aman dari COVID-19,” pungkasnya.

Dari data yang diterima Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Kalsel melalui Dinas Sosial Kabupaten/kota. 12 lansia ini berasal dari Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Hulu Sungai Tengah (HST). (RHS/RDM/RH)

Komisi VIII DPR RI Kunjungi BRSPDM Budi Luhur Banjarbaru

BANJARBARU – Rombongan Komisi VIII DPR RI menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp 199 Juta dari Kementrian Sosial dalam kunjungan kerja spesifik ke Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPMD) Budi Luhur Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (3/11).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwang Dasopang mengaku senang dengan pelayanan yang disediakan BRSPMD Budi Luhur Banjarbaru terhadap para penyandang disabilitas.

“Kami tentu sangat bergembira, karena apa yang kami diskusikan di Jakarta, apa yang kita harapkan dari pelayanan terhadap masyarakat yang kurang berkemampuan baik segi ekonomi maupun fisik, semua sudah ada disini,” ucap Marwang.

Selain penyerahan bantuan, dalam kunjungannya, Marwang Dasopang juga melakukan pemotongan pita tanda diresmikannya Mobil Akses Penyandang Disabilitas (Accessible Vehicle), yang digunakan untuk memudahkan akses penyandang disabilitas maupun orang yang memiliki gangguan mobilitas.

“Kalau mobil akses seperti ini kita letakkan di seluruh wilayah Indonesia, tentunya akan sangat membantu sekali,” imbuh Marwang.

Komisi VIII DPR RI, lanjut Wakil rakyat yang berasal dari fraksi PKB ini sejatinya tidak pernah henti mencari inovasi baru dalam melayani masyarakat seiring dengan perkembangan teknologi.

“Bukan hanya perkembangan teknologi, perhatian kita juga tertuju dengan baik terhadap Atensi kepada para saudara kita yang memiliki kekurangan karena kehendak Tuhan,” jelas Marwang.

Di tempat yang sama mendampingi rombongan Komisi VIII DPR RI, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Eva Rahmi Kasim mengungkapkan kunjungan ini juga dilakukan untuk melihat langsung program edukasi sosial di balai rehabilitasi ini.

Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Eva Rahmi Kasim

“Jadi BRSPDM Budi Luhur Banjarbaru ini memberikan layanan Atensi sosial bagi penerima kesejahteraan sosial, tidak hanya disabilitas tetapi juga lansia dan anak,” jelas Eva.

Penyandang disabilitas pertama yang menjabat Eselon II ini juga mengaku ingin mengoptimalkan fungsi fungsi balai agar lebih maksimal dalam melayani masyarakat dan mendekatkan masyarakat kepada sistem sumber.

“Kami berencana meningkatkan layanan dengan bukan hanya bersifat residensial saja, tetapi juga akan memberikan layanan vokasional, layanan kewirausahaan, dan serta layanan terapi,” ungkap Eva.

Untuk menunjang hal tersebut, Eva berharap di balai ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti alat terapi dan alat vokasi industri.

“Kita minta dukungan Komisi VIII DPR RI untuk bisa mensupport, sehingga layanan yang diberikan nantinya bisa lebih maksimal dan lebih banyak lagi orang yang bisa memanfaatkannya,” tutup Eva. (TR21-01/RDM/RH)

Jadi Alumnus Lemhannas, Zulkifli Kadis PMD Kalsel Dinilai Punya Kualitas SDM Diatas Rata-rata

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat kunjungan dari Kedeputian Pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI yang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) dampak peserta PPRA (program pendidikan reguler angkatan), PPSA (program pendidikan singkat angkatan) dan P3DA (program pemantapan pimpinan daerah angkatan), Rabu (3/11).

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi alumni Lemhannas RI yang ada di Kalsel terhadap lingkungan kerja dan masyarakat. 

Untuk Kalsel, ada 2 alumni Lemhannas RI yang menjadi pimpinan dan  sedang dimonev oleh Kedeputian Pendidikan saat ini. Yakni, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel, Zulkifli MP yang merupakan alumni PPRA 54 tahun 2016 serta Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Firmansyah.

Deputi Bidang Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI, Mayjen TNI Sugeng Santoso selaku pimpinan rombongan Evaluasi Dampak ke Kalsel mengungkapkan, hasil dari monev akan menjadi bahan untuk penyusunan kurikulum Lemhannas RI.

“Kami ingin mengetahui gambaran atau dampak alumni PPRA, PPSA dan P3DA termasuk kontribusi alumni di lingkungan kerja masing-masing. Kami juga ingin memperoleh data secara langsung dan ingin memperoleh masukan dari alumni terkait program pendidikan di Lemhannas agar pendidikan di Lemhannas dapat lebih optimal di masa mendatang,” ujarnya.

Menurut Sugeng Santoso, masukan dan saran dari alumni sangat penting untuk pengembangan kurikulum di Lemhannas RI.  

Lanjutnya, monev ini juga sebagai bagian dari Program Kedeputian Pendidikan Nasional Lemhannas RI untuk mengukur dampak  dan mengevaluasi hasil dari pendidikan selama 7 bulan yang didapat dari Lemhannas RI.

“Kami ingin mengevaluasi hasil dari pendidikan di Lemhannas RI apakah sudah dilaksanakan oleh alumni, baik di lingkungan kerja, manfaatnya bagi personil yang mengikuti pendidikan dan manfaatnya bagi masyarakat. Untuk kemudian akan menjadi bahan masukan kami untuk dikembangkan di lembaga pendidikan agar bisa lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Farid Fakhmansyah melihat, kontribusi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari Zulkifli sebagai alumni Lemhannas RI di lingkup Pemprov Kalsel sudah diatas rata-rata. Khususnya dari segi kematangan berpikir dan berinteraksi.

“Kami bangga ada SDM dari Pemprov Kalsel menjadi alumni Lemhannas RI, karena hasil pendidikan dari lembaga ini dapat meningkatkan pemahaman ketahanan nasional yang dapat diterapkan di daerah masing-masing,” cetusnya.

Farid menilai, SDM dari Pemprov Kalsel berpotensi dan layak dididik di Lemhannas RI asalkan dapat menyesuaikan waktu, sebab lama pendidikannya selama 7 bulan penuh. 

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kalsel Zulkifli mengatakan, saat ini alumni Lemhannas RI yang masih aktif di Kalsel selain dirinya adalah Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah.

“Saat ini di Lemhannas RI sudah ada 62 angkatan, saya angkatan 54 tahun 2016 dari kalangan sipil yang masih aktif. Alumni Lemhannas RI yang sudah pensiun dari Pemprov Kalsel ada Pak Rudy Ariffin, Pak Ismet Akhmad,” urainya.

Kedatangan tim monev Lemhannas RI ke DPMD Kalsel dan selanjutnya ke Makorem 101 Antasari, imbuhnya, diantaranya adalah membagikan kuesioner kepada staf. Kuesioner berisi beberapa pertanyaan terkait dampak dan perubahan kepemimpinan yang diberikan para alumni kepada jajarannya. Hasil monev menjadi masukan untuk penyusunan kurikulum. (ASC/RDM/RH)

Jemput Bola, Polda Kalsel Buka Gerai Vaksin Presisi di Kawasan Pemukiman

BANJARMASIN – Bidang kedokteran dan kesehatan (Bid Dokkes) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Rumah Sakit Bhayangkara tingkat III Banjarmasin, memberikan layanan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat umum, dari remaja hingga lansia, melalui Gerai Vaksin Presisi yang bertempat di Kediaman Karo Ops Polda Kalsel, Komplek Pamen Polri Jalan Belitung, Banjarmasin, pada Rabu (3/11).

Antrean warga menunggu giliran vaksin di Gerai Vaksin Presisi di kawasan pemukiman pada Rabu (03/11)

Kegiatan yang dihadiri Lies Subchan selaku isteri dari Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Noor Subchan yang turun langsung membantu tenaga kesehatan ini, dimulai sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai. Pembukaan Gerai Vaksin Presisi di kawasan pemukiman ini, sebagai langkah membantu pemerintah mempercepat capaian pemberian vaksin kepada masyarakat.

Di tempat terpisah, Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Ubaidillah mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dipimpin oleh Ipda Diyewaleku Lelono beserta personil Bid Dokkes Polda Kalsel dan Rumkit Bhayangkara tingkat III Banjarmasin.

Dia menuturkan, Polda Kalsel membuka Gerai Vaksin Presisi setiap hari di lokasi berbeda dan kali ini jumlah peserta yang divaksin sebanyak 108 orang. Baik dosis tahap 1 dan 2 dengan dosis yang digunakan sebanyak 10 vial Sinovac multi douse.

“Hari ini ada 10 vial yang kami berikan kepada para remaja dan lansia masyarakat umum sesuai dengan target. Ini akan terus kami lakukan untuk membantu pemerintah mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat,” tutup Kabid Dokkes. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Bantu Petani Jeruk Batola 1,9 Miliar, Ini Harapan Paman Birin

BATOLA – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor menyerahkan bantuan bibit jeruk varietas Siam Banjar senilai Rp1,9 miliar, kepada sejumlah kelompok tani di kabupaten Batola, saat kunjungan dalam rangka Vaksinasi Bergerak, Rabu (3/11).

Gubernur Kalsel menyerahkan bantuan bibit jeruk kepada perwakilan kelompok tani

Bantuan bibit jeruk diserahkan Paman Birin (sapaan akrabnya) disela tanam perdana padi di desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, usai meninjau kegiatan Vaksinasi Bergerak di kawasan Mandastana.

Gubernur mengatakan, bantuan ini
untuk meringankan petani jeruk pasca mengalami musibah banjir awal tahun tadi.

“Saya menyaksikan langsung, bagaimana tanaman jeruk milik petani mati akibat banjir. Melihat kondisi ini, saya meminta jajaran dinas terkait untuk menganggarkan bantuan penggantian bibit baru”, tuturnya.

Paman Birin berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para petani. Terutama para petani yang lahannya terkena dampak banjir awal tahun 2021.

“Mudah-mudahan ini dapat dimanfaatkan oleh petani dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan ini juga membawa keberkahan bagi kita semua,” sebutnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengatakan, bantuan bibit jeruk Siam Banjar yang diberikan sebanyak 124 ribu batang, atau setara dengan 624 hektar.

Menurut Syamsir kebun jeruk milik petani memiliki fungsi yang sangat penting karena hasil dari kebun jeruk digunakan petani untuk membiayai operasional penanaman padi.

Disampaikan Syamsir, selain Barito Kuala, Paman Birin juga membantu petani jeruk di Kabupaten Banjar sebanyak Rp1,6 miliar.

Turut hadir pada kegiatan ini Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Sekda Prov Kalsel Roy Rizali Anwar, Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani, dan  sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Kunjungi Batola, Paman Birin Panen dan Tanam Padi di Desa Sampurna

BATOLA – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr. (HC) H Sahbirin Noor melakukan panen padi lokal serta tanam perdana padi unggul di desa Sampurna kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (3/11).

Gubernur Kalsel (baju putih paling kanan) saat melakukan tanam perdana

Panen sekaligus tanam di lahan Kelompok Tani (KT) Bunga Padi seluas 87 hektar ini, dilaksanakan Gubernur bersama Bupati Batola Noormiliyani AS, usai memantau kegiatan Vaksinasi Bergerak yang digelar di Kantor Desa Tabing Rimbah Kecamatan Mandastana, pada hari yang sama.

Gubernur Kalsel (kopiah hitam) saat mengecek padi hasil panen raya

Padi yang dipanen berasal dari jenis Karang Dukuh. Sementara bibit padi yang ditanam berasal dari jenis unggul Inpara 2. Sebelum panen dan tanam dilaksanakan, Gubernur Sahbirin Noor terlebih dahulu mencoba alat pengolah tanah yang berasal dari Rotari Vator.

“Panen kali ini merupakan terakhir untuk padi tahunan sekaligus diawali tanam padi unggul berjenis Inpara 2,” tutur Kepala Dinas TPH Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman.

Syamsir menambahkan, Batola masih menjadi kawasan andalan pangan Kalsel, kendati sempat terkena banjir awal tahun tadi.

“Batola tetap bisa panen walau pun yang ini merupakan penundaan akibat banjir lalu,” urainya.

Syamsir menjelaskan, kedepannya Batola akan menjadi perhatian untuk menjadi pertanian modern dan pelaksanaannya akan dicoba di kecamatan Mandastana.

“Pak menteri sangat peduli dengan Batola untuk menyambut port estate yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau agar menjadi sentra dalam rangka mendukung 2024, Kaltim sebagai ibukota negara dan Kalsel sebagai pemasok pangannya,” katanya.

Panen dan tanam di desa Sampurna ini juga dirangkai dengan pemberian bibit jeruk varietas Siam Banjar sebanyak 124.000 batang untuk para petani jeruk yang terdampak banjir. Yakni untuk lahan seluas 624 hektar, yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor kepada Bupati Batola Noormiliyani, dan Kelompok Tani Bunga Padi, Kelompok Tani Budi Berkat, dan Kelompok Tani Berkat Mulia.

Bersamaan ini pula Bupati Batola Noormiliyani memberikan bantuan bibit cabe kepada petani di Desa Sampurna yang diserahkan kepada Kelompok Tani Bunga Padi 2 dan Kelompok Tani Raudhah. Selain itu Bupati juga menyerahkan bantuan traktor kepada Pokja Taruna Jaya.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengatakan, Pemprov Kalsel terus berusaha mendorong petani untuk terus menggalakan pertanian padi. Mengingat hasil produksinya sangat penting untuk keberlangsungan hidup.
Karenanya, sebut gubernur, jika pemerintah memberikan perhatian tinggi terhadap pertanian tentunya menjadi suatu keharusan.

“Anda bisa bayangkan seandainya tidak ada beras. Karena itulah sehingga saya katakan satu biji beras saja mempunyai arti yang sangat besar,” selorohnya.

Terkait adanya bantuan jeruk, gubernur yang akrap disapa Paman Birin itu mengutarakan, bantuan diberikan mengingat beberapa waktu lalu tanaman jeruk yang ada di wilayah Batola maupun Kabupaten Banjar, nyaris semuanya mati akibat terendam banjir.

Fakta ini, papar gubernur, Ia saksikan sendiri sewaktu melakukan perjalanan ke berbagai pelosok desa baik siang maupun malam hari, pasca banjir. Selain itu para petani juga menyampaikan permohonan agar segera diberikan bibit agar kebun jeruk mereka bisa ditanami kembali.

Gubernur berharap, dengan pemberian bibit ini ke depan para petani jeruk, baik yang ada di Batola maupun Kabupaten Banjar bisa kembali tumbuh subur agar mereka dapat mempergunakan hasil produksi tersebut untuk menopang biaya kebutuhan pertanian dan keluarga.

Sebelumnya, Bupati Hj Noormiliyani AS menyampaikan, cita-cita Kabupaten Batola adalah Corporate Farming (korporasi petani) dari sejak dilaksanakannya HPS ke-28 di Batola lalu.
Namun, menurut Bupati, terdapat kendala sewaktu menyampaikan grand design ke kementerian. Mengingat saat itu tengah terjadi peralihan antara Program Serasi dan Optimalisasi Lahan.
Untuk itu, sebut Noormiliyani, jika provinsi berencana menjadikan pertanian modern di Batola tentunya menjadi kebahagian bagi Batola. Mengingat selain berpengaruh untuk peningkatan produksi juga akan membawa peningkatan kepada kesejahteraan petani. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemkab Banjar Lakukan Evaluasi Untuk Dapatkan Gelar Kota Layak Pemuda

BANJAR – Untuk mendapat gelar Kota Layak Pemuda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar akan terus mengevaluasi agar gelar Kota Layak Pemuda di Kabupaten Banjar benar-benar ada. Sehingga kedepannya Kota Layak Pemuda tidak hanya sebagai slogan namun bisa direalisasikan oleh pemerintah. Hal ini diungkapkan Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah, yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Banjar, di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Rabu (3/11).

Saidi berharap momentum ini menjadi sarana yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai wujud introspeksi diri menjadi lebih baik.

“Kedepan akan berupaya maksimal agar KNPI Banjar bisa menjadi organisasi yang lebih besar lagi. Akan terus bersinergi dan bermitra dengan pemerintah daerah, dan menjadi lokomotif pembangunan daerah. Tidak hanya guru dan alim ulama tetapi pemuda juga menjadi spirit dakwah untuk memajukan kabupaten Banjar menjadi lebih baik lagi,” ungkap Saidi Mansyur.

Untuk diketahui, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mengusung tema “Peringatan Maulid Sebagai Manifestasi Spirit Dakwah Nabi Muhammad SAW Dalam Gerakan Pemberdayaan Potensi Pemuda Kabupaten Banjar”. Sementara tausyiah disampaikan pimpinan Majelis Ta’lim dan Sholawat Fathurrosyad Ustadz Muhammad HR. Kegiatan juga dihadiri Kepala Dispora Banjar Ikhwansyah, Plt Kepala Disdik Banjar Liana Penny, Anggota Komisi IV DPRD Banjar Ahmad Syarwani, Perwakilan Disperindag Banjar, Lurah Sekumpul Gusti Marhusin, Danramil 1006 Banjar Edi Priyanto dan Staf Dispora Banjar serta Pengurus DPD KNPI. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Angka Kasus HIV AIDS di Banjarmasin Naik, Ini Tanggapan Legislatif

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin mengaku terkejut, terjadinya kenaikan angka kasus HIV AIDS. Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Hendra, kepada wartawan pada Rabu (3/11), setelah menerima hasil audiensi dengan Koalisi Peduli HIV AIDS Kalimantan Selatan. Dalam dokumen yang diserahkan, diketahui data kasus HIV AIDS Kalsel per 30 Agustus 2021 mencapai 3.319 kasus, dan Kota Banjarmasin menempati posisi tertinggi yaitu sebanyak 2514 kasus atau 75 persen dari total kasus dengan penambahan kasus terjadi di usia produktif yaitu 20 – 29 tahun.

“Saya pribadi terkejut terjadi kenaikan kasus ini, disaat gencar-gencarnya menurunkan angka kasus COVID-19,” ucapnya.

Hendra menjelaskan, Kota Banjarmasin sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda), yakni Perda Nomor 11 Tahun 2012 tentang penanggulangan HIV AIDS. Dengan demikian Pemerintah Kota dapat lebih giat lagi menggelar sosialisasi serta penyuluhan ke masyarakat, terutama ke seluruh sekolah dan perguruan tinggi, agar peringatan hari AIDS sedunia setiap 1 Desember, bukan hanya sekedar acara ceremony.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Hendra

“Melalui data ini, kami yakin ada oknum warga yang tidak ingin terbuka, bahwa terpapar virus HIV, sehingga sosialisasi dan penyuluhan harus ditingkatkan,” pintanya.

Sementara itu, anggota Koalisi Peduli HIV AIDS Kalimantan Selatan Faizah menjelaskan, pihaknya menyampaikan audiensi ini berdasarkan hasil peninjauan ke lapangan, dengan adanya kenaikan ini, maka ke depan eksekutif dan legislatif, dapat saling bersinergi untuk menurunkan angka kasus HIV AIDS tersebut.

“Pemerintah dan Dewan tidak hanya fokus menangani virus corona,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Gencarkan Sosialisasi Pendaftaran Pasien Online

BANJARMASIN – Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya pengunjung RSUD Ulin Banjarmasin yang mau berobat. Maka, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini mengencarkan sosialisasi pendaftaran pasien secara online.

Pada saat melakukan peninjauan di ruang pendaftaran

Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar didampingi Wadir Keperawatan Yudhi Riswandhy Noora, Kepala Bidang Keperawatan Heru Yuli Arifin, mengatakan, saat ini RSUD Ulin Banjarmasin gencar melakukan Sosialisasi Pendaftaran Pasien Online. Dengan tujuan, untuk mengurai antrian panjang pada saat pendaftaran pasien berobat di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Pendaftaran online tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien disaat pandemi COVID-19 ini menurun,” ucap Izzak kepada sejumlah wartawan, Rabu (3/11).

Izzak mengatakan, memang diperlukan waktu untuk mengedukasi masyarakat agar terbiasa melakukan pendaftaran secara online tersebut.

“Untuk pendaftaran online ini, tentunya memerlukan waktu hingga mereka terbiasa,” ucapnya.

Namun, lanjut Izzak, untuk pemberlakuan instan yang diberlakukan mulai besok hari. Pasien yang akan berobat ke RSUD Ulin Banjarmasin, tidak lagi perli antri di loket pendaftaran, mereka cukup duduk di depan masing masing poliklinik yang dituju.

“Saat ini, untuk pendaftaran pasien berobat tidak lagi menungggu di loket pendaftaran, tetapi pasien langsung duduk di depan poliklinik yang dituju. Nanti petugas masing masing poliklinik yang melakukan pendaftaran, untuk para pasien tersebut,” ungkap Izzak.

Izzak mengharapkan, pola jemput bola yang dilakukan RSUD Ulin ini, agar tidak terjadi lagi antrian panjang pada saat pendaftaran pasien.

“Kami berharap pola jemput bola ini, untuk memudahkan masyarakat pada saat berobat di RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Izzak. (SRI/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kotabaru; Menjaga Ruang Digital dengan Literasi Yang Tepat

KOTABARU – Dengan tema “ Menjaga Ruang Digital dengan Literasi yang Tepat “ Kabupaten Kotabaru menggelar kembali Webinar Literasi Digital kerjasama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI dengan Siberkreasi. Rabu, (03/11/2021) Siang.

Keynote Speech Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc  Direktur Jenderal Aplikasi Informafika
dipandu Moderator Ovi Darin, Key Opinion Leader Novi Andriaty Miss Indonesia Gorontalo 2017 dengan Narasumber Alvi Syahrin Founder Yutaka Fotografi, Dr. Andiek Widodo, M.M. Widyaiswara Kemenag, M. Satria Ayubkhan IT Consultant of neuhost.co.id.

Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Seperti yang kita ketahui literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

Menurut salah satu narasumber Dr. Andiek Widodo mengatakan bahwa jika seseorang yang tidak mengerti arti sebenarnya literasi digital, maka penggunaan internetpun menjadi salah dipergunakan.

“Sebagai pengguna dalam memanfaatkan media digital, kita harus lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses teknologi tersebut seperti sebagai alat komunikasi, maka berinteraksilah secara bijak dan cerdas. ” tambahnya.

Kemudian Alvi Syahrin narasumber lainnya menambahkan etika adalah suatu ucapan dan tindakan mengenai baik dan buruk, dan mengapa menggunakan internet itu harus bijak dan beretika, karena. masyarakat semakin pluralistik, transformasi masyarakat, perubahan sosial budaya dan moral dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menegaskan etika adalah akhlak, di mana ilmu itu ujungnya berbuah akhlakmulia. Karena kalau berilmu saja tapi akhlak tidak bagus, bisa-bisa menyulut konflik, pertengkaran dengan pihak lain.

Alvi juga menyampaikan beberapa etika dan norma dalam menggunakan media sosial diantaranya : hindari penyebaran SARA, hindari penyebaran pornografi dan kekerasan, hindari menggunakan identitas palsu dan teliti kebenaran suatu berita.

“ Jika kita paham etika dalam menggunakan media sosial, maka segala bentuk kejahatan dan ujaran kebencian dari pengguna lain tidak akan tejadi, manfaatkan media sosial kalian dengan baik” tutupnya. (RILIS)

Exit mobile version