Paman Birin Kunjungi Pelaksanaan Vaksinasi Bergerak di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengunjungi Kecamatan Banjarmasin Selatan, untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan vaksinasi bergerak dengan Baiman.

Paman Birin saat meninjau vaksinasi bergerak di Kecamatan Banjarmasin Selatan

Kedatangan Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, disambut Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, di Kota Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (3/11).

Dalam sambutannya Paman Birin mengajak, warga Kota Banjarmasin untuk mau bervaksin sehingga dapat bersama sama membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di Kota ini.

“Diperlukan kerjasama atau bersama sama bergotong royong dalam melawan COVID-19,” ucap Paman Birin.

Menurut Paman Birin, warga Kota Banjarmasin agar tidak takut untuk bervaksin. Mengingat, vaksin merupakan salah satu jalan untuk melawan keberadaan COVID-19.

“Warga diminta untuk tidak takut untuk bervaksin, karena masih ada yang takut dengan jarum suntik atau lainnya. Mengingat, bervaksin itu hanya sebentar tidak sampai hitungan ke 5 sudah selesai,” tuturnya.

Selain memantau pelaksanaan vaksinasi bergerak, Paman Birin juga menyerahkan bantuan paket sembako untuk warga Kota Banjarmasin.

Sementara itu Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah melaksanakan, vaksinasi bergerak dengan Baiman di Kota Banjarmasin.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini memberikan motivasi kepada seluruh warga Kota Banjarmasin, untuk mau bervaksin. Dengan, melaksanakan vaksinasi bergerak dengan Baiman di Kota Banjarmasin,” ucap Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, atas dukungannya terhadap Kota Banjarmasin dalam memerangi penyebaran COVID-19, serta dalam pembentukan kekebalan kelompok.

“Untuk di Kota Banjarmasin sampai saat ini sudah sebanyak 63 persen warga Kota Banjarmasin telah divaksin,” ucap Arifin. (SRI/RDM/RH)

Gelar Vaksinasi Bergerak Jilid II, Paman Birin Targetkan 67 Ribu Suntikan Dalam 4 Hari

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Vaksinasi Bergerak jilid 2 pada awal November 2021. Tujuannya masih sama dengan Vaksinasi Bergerak awal Oktober lalu, yakni untuk meningkatkan capaian vaksinasi di Banua hingga akhir tahun nanti.

Gubenur Kalsel saat memberikan keterangan kepada awak media

Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor memimpin langsung monitoring Vaksinasi Bergerak bersama Fokopimda dikuti seluruh Kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi, yang dimulai dari gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (3/11) pagi.

Gubernur Kalsel mengatakan, Vaksinasi Bergerak merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat Banua dari COVID-19. Karena melawan COVID-19 tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu segenap usaha untuk memutus penyebarannya.

“Melawan COVID-19 tidak semudah membalikkan telapak tangan perlu segenap usaha nyata, termasuk kolaborasi TNI, Polri, media dan masyarakat itu sendiri,” sebut Paman Birin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Selatan Muhamad Muslim mengatakan, banyak usaha yang dilakukan untuk melawan COVID-19. Diantaranya, penerapan 5M, peningkatan kapasitas 3T dan percepatan vaksinasi.

“Gubernur Kalimantan Selatan menargetkan 67 ribu penerima suntikan atau dosis vaksin per hari dalam rangkaian Vaksinasi Bergerak ini,” ujarnya kepada wartawan.

Dengan target tersebut, maka harapan cakupan 70 persen sasaran mendapatkan vaksin COVID-19 hingga akhir tahun nanti, dapat terwujud.

Menurut Muslim, Vaksinasi Bergerak bertujuan untuk memotivasi Kabupaten Kota untuk meningkatkan capaian vaksinasi.

“Capaian vaksinasi untuk dosis pertama, saat ini sudah mencapai 38 persen dan 23 persen untuk dosis kedua,” tutupnya.

Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi di 13 kabupaten/kota, selama 4 hari kegiatan Vaksinasi Bergerak, rombongan Gubernur dan Forkopimda Kalsel juga membagikan paket sembako kepada warga yang terkena dampak pandemi COVID-19. Tidak lupa juga, pembagian masker juga dilakukan di titik – titik peninjauan vaksinasi, sebanyak 1.500 masker. Total ada 20.000 masker yang akan dibagikan selama kegiatan Vaksinasi Bergerak berlangsung. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Utara; “Manfaat Literasi Digital di Internet”

HULU SUNGAI UTARA – Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan topik bahasan “Manfaat Literasi Digital di Internet” dilaksanakan secara virtual, Rabu, 3 November 2021. Moderator webinar ini MC & Presenter Septi Diajeng dengan Keynote Speech disampaikan oleh Bupati Hulu Sungai Utara H. Abdul Wahid. Key Opinion Leader MC, Singer & Announcer Nadya Diptya beserta narasumber Musisi/Pencipta Lagu Pongki Barata, Pj Dekan Fakultas Hukum & Bisnis yoUCB Syahrial Shaddiq, dan Guru PAI & Budi Pekerti SMAN 1 Amuntai.

Musisi/Pencipta Lagu Pongki Barata mengatakan pentingnya mengutamakan etika di internet dalam konten ataupun kegiatan promosi.

“Berinternet yang positif dan aman salah satunya ialah menyadari adanya etika. Etika ini luas. Kalau kita bicara mengenai aman, konten yang kita upload di internet bisa aman bisa tidak, dari hal copyright, ketika kita jadi content creator. Atau contoh kita berjualan produk sebagai UMKM, lalu kita posting dengan lagu yang kita suka. Ini kan sudah terjadi kegiatan komersil, ada produknya, tetapi kita tidak membayar lisensi atau izin dari lagu dan kita pakai untuk promo itu, itu adalah kategori tidak aman, sering kali muncul tanpa kita sadari. Penggunaan lagu atau gambar di dalam konten kita harusnya kita lebih berhati-hati. Yang ingin saya highlight adalah kita sadar etika dulu, etika itu menjadi pagar sehingga kita menghasilkan atau mengunduh konten yang positif” ujarnya.

Pj Dekan Fakultas Hukum & Bisnis yoUCB Syahrial Shaddiq dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan mengenai Belajar Agama di Dunia Maya. Ia memberikan tips membangun karakter diri di era 4.0 dengan mendahulukan memperbaiki perilaku/adab disertai dengan menambah ilmu. Key Opinion Leader MC, Singer & Announcer Nadya Diptya di lain sisi menjabarkan mengenai kekurangan dan kelebihan belanja offline dan online di era digitalisasi. (RILIS)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Kebut Serbuan Vaksinasi Maritim Dosis Pertama dan Kedua

BANJARMASIN – TNI AL-Lanal Banjarmasin kembali mengadakan Vaksinasi Maritim yang diselenggarakan di Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin pada Rabu (3/11). Serbuan Vaksinasi Maritim dosis pertama dan kedua ini menggunakan Vaksin jenis vaksin Sinovac, dengan jumlah pendaftar sebanyak 76 orang.

Untuk diketahui, Sejauh ini, Lanal Banjarmasin sudah menyelenggarakan Serbuan Vaksinasi maritim massal yang ke-55 dengan jumlah keseluruhan sudah berhasil dan sukses mencapai 18.883 dosis.

Vaksinasi ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan melibatkan 15 tenaga kesehatan segaligus sebagai Tim Vaksinator dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Saat meninjau, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut  Herbiyantoko Hanla mengatakan, gelar Vaksinasi ini sebagai  bentuk komitmen dalam mendukung dan mensukseskan program Pemerintah untuk memerangi penyebaran dan penanggulangan wabah COVID-19 di wilayah Kalimantan Selatan.

“Lanal Banjarmasin akan selalu siap siaga dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan Vaksinasi, seperti terlihat saat ini masih menunjukkan antusiasme warga untuk bervaksin,” ungkap Herbiyantoko.

Herbiyantoko melanjutkan, Demi percepatan memutus mata rantai COVID-19, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang belum bervaksin, untuk mendatangi tempat – tempat yang telah menyediakan vaksinasi dengan tetap mempedomani protokol kesehatan. (HUMASTNIAL-MRF/RDM/RH)

Petugas TKSK dan Pendamping PKH Diajak Perdalam Perda 5/2016

BARITO KUALA – Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme kerja pemerintah terkait pemberian pelayanan, perlindungan, dan penjaminan sosial kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial, khususnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola), menjadi salah satu perhatian Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hasanuddin Murad.

Dengan menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala, mantan Bupati Batola 2 periode ini melakukan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, di Aula Serbaguna Bahalap Marabahan, Selasa (2/11).

Suasana Sosper 5/2016 oleh Anggota DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad

Wakil Rakyat dari Dapil III ini menerangkan, penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.

Untuk itu, Hasan berharap kepada puluhan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) se Kabupaten Barito Kuala agar mempelajari perda ini secara mendalam sehingga dapat dijadikan pedoman saat berinteraksi dengan masyarakat dalam upaya penanganan permasalahan sosial di wilayah kerjanya masing-masing.

“Harapan saya, saudara-saudara sekalian dapat memberikan pemahaman yang baik kepada mereka (para penerima Bansos). Terlebih lagi bila kita mengetahui penerima bansos tersebut ternyata kehidupannya lebih baik dari warga lainnya, sehingga mereka bisa menyadari bahwa tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (menerima),” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala, Fuad Syech, selain mengungkapkan rasa terimakasihnya atas terlaksananya kegiatan sosper terkait kesejahteraan sosial, juga berjanji akan memperbanyak materi Perda tersebut untuk dibagikan kepada petugas TKSK dan Pendamping PKH se Kabupaten Barito Kuala.

“Masyarakat harus benar-benar tahu hak-hak mereka. Perda ini sangat menyentuh terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan perlu kita pelajari bersama, khususnya terkait 5 (lima) standar pelayanan sosial yakni pertama rehab sosial dasar penyandang disabilitas terlantar, kedua rehab sosial dasar anak terlantar, ketiga rehab sosial lanjut usia terlantar, keempat rehab sosial dasar gelandangan dan pengemis, dan kelima perlindungan sosial korban bencana alam dan bencana sosial. Ini yang harus kita tangani bersama,” ucap Fuad. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Sosialisasikan Perda Kepemudaan, Bang Dhin: Pemerintah Harus Beri Ruang Untuk Pemuda

BANJARMASIN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Syaripuddin mendorong pemerintah agar dapat mengakomodir dan memberikan ruang kepada para pemuda dan pemudi berprestasi di Banua.

Suasana Sosper Tentang Kepemudaan oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Supian HK

Hal tersebut diungkapkannya di sela kegiatan sosialisasi penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Kepemudaan yang bertempat di salah satu kafe Selasa, (2/11) dengan melibatkan putra-putri dan duta-duta kepemudaan.

Menurut Wakil Rakyat yang akrab disapa Bang Dhin tersebut, penting untuk menjaring dan menghimpun segala aspirasi pemuda untuk kemajuan Banua ke depan.

“Saya meyakini ada hal-hal konkret yang bisa kita dapatkan dari mereka terkait penyusunan program dan lain sebagainya, juga terkait bagaimana perda tentang kepemudaan ini bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Ditambahkan Bang Dhin, tidak dapat dipungkiri, bahwa para peserta yang tergabung dari berbagai ragam kedutaan tersebut memiliki talenta, ide dan gagasan, yang kemudian dapat dikawinkan dengan program-program pemerintah ke depan. Diharapkan pemerintah maupun pemuda sama-sama mendapatkan manfaat dari Perda tersebut.

“Kita harus memberikan ruang kepada para anak muda untuk terlibat secara aktif, untuk kesiapan bonus demografi ke depan, guna meningkatkan potensi menuju ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Selain Bang Dhin sendiri, dalam kegiatan ini juga menghadirkan tokoh pemuda berpengaruh lainnya, di antaranya yakni Ketua DPD KNPI Provinsi Kalsel, Fazlur Rahman dan seorang tokoh wanita inspiratif Kalsel dengan segudang prestasi dan jam terbang, Hj Ananda.

Harapan yang senada dengan Bang Dhin untuk memberi ruang gerak bagi pemuda juga diungkapkan oleh Fazlur. Ia menganggap perda kepemudaan ini merupakan anugerah dan hadiah dari Provinsi Kalsel untuk para pemuda.

“Sekarang bagaimana caranya perda ini ter-deliver ke kawan-kawan pemuda. Untuk itu kami berharap pemerintah provinsi segera menelurkan tindaklanjutnya berupa peraturan gubernur agar aspirasi kawan-kawan yang ada di sini dapat terakomodir dan perda ini semakin terasa hadirnya di tengah-tengah masyarakat, khususnya para pemuda,” pungkas Fazlur.

Menanggapi kegiatan sosialisasi penyebarluasan perda menyangkut kepemudaan ini, salah satu peserta Oktaviana Citra Arrisa, seorang Putri Kampus Indonesia Kalsel 2021 menyambut positif upaya Bang Dhin dalam menghimpun aspirasi para pemuda-pemudi di Banua.

“Luar biasa sekali, kita diberi ruang untuk benar-benar bisa menyampaikan pendapat kita, para pemuda-pemudi banua dari ragam sudut pandang gelar kedutaan mau pun putra-putri yang disematkan ke kita,” ucap Citra.

Mahasiswi aktif semester tujuh UNISKA MAB tersebut juga berharap, upaya mulia dalam rangka perangkulan berbagai duta maupun putra-putri oleh Bang Dhin ini dapat menjadi bahan bakar agar ke depan para pemuda-pemudi di Banua dapat berperan lebih aktif sesuai kapasitas yang ia miliki untuk kemajuan Kalsel. (DPRD KALSEL-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version