Pemprov Kalsel Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Selasa (19/10).

Peringatan yang berlangsung pada 12 Rabiul Awal 1443 H ini, dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalsel Muhidin, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar serta pejabat dan ASN di lingkungan Pemprov Kalsel.

Peringatan diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi serta syair-syair pujian kepada Baginda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang dibacakan Wagub Kalsel Muhidin disampaikan, terbatasnya berbagai kegiatan di Pemprov Kalsel termasuk bidang keagamaan, akibat mewabahnya COVID-19 di Banua. Namun dengan melandainya penyebaran COVID-19, maka secara berangsur kegiatan dapat dilaksanakan termasuk peringatan Maulid kali ini.

“Alhamdulillah dibeberapa tempat sudah dapat melaksanakan peringatan Maulid termasuk di lingkup Pemprov Kalsel,” katanya.

Sikap religius pun ujar Muhidin saat membacakan sambutan tertulis Gubernur, diharapkan dapat bertumbuh melalui acara ini, terutama kecintaan terhadap Baginda Nabi sang pembawa jalan kebenaran.

“Banua kita ini tidak cukup jika hanya dibangun dengan kemegahan bangunan dan fisik saja. Namun juga perlu dibangun melalui mental spiritual,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Sufian Al-Banjari yang menjadi penceramah dalam peringatan kali ini, menyampaikan akan keutamaan bersholawat. Yang mana dengan memperbanyak bersholawat terutama di bulan kelahirannya ini, maka dapat membersihkan hati dari penyakit batin.

“Penyakit batin seperti Hiri dengki, tidak dapat melihat orang lain senang, maka perlu untuk memperbanyak bersholawat,” terangnya.

Dalam kesempatan ini juga, ustadz Sufian menyampaikan cerita mengenai luar biasanya saat kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, yang mana lahirnya orang paling mulia ini langsung dalam keadaan bersujud serta sudah dalam keadaan berkhitan. (ASC/RDM/RH)

Banjarmasin Borong Penghargaan Proklim dari Kemen-LH

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin di Tahun 2021 ini, menerima penghargaan Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH), tak tanggung-tanggung Kota Banjarmasin berhasil memboyong 15 penghargaan.

Pemko Banjarmasin menerima penghargaan Proklim dari Kemen-LH

Penyerahan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut, dilaksanakan secara virtual, Selasa (19/10).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina memberikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin yang telah berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut. Untuk kategori Kampung Iklim Tingkat Utama, serta untuk kategori Apresiasi Kampung Iklim untuk Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Tentunya Pemko Banjarmasin memberikan apresiasi yang sebesar besarnya kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, atas prestasi yang telah berhasil dicapai,” ucap Ibnu.

Menurut Ibnu, untuk penghargaan Proklim yang diterima oleh Pemerintah Kota Banjarmasin sebanyak 15. Sedangkan, tahun sebelumnya hanya 2 keluhan saja yang menerima penghargaan tersebut.

“Untuk tahun ini Kota Banjarmasin berhasil meraih 15 penghargaan, melonjak dari tahun sebelumnya 2 penghargaan saja,” ujarnya.

Oleh karenanya itu, tambah Ibnu, untuk tahun depan diharapkan mampu mendapatkan 30 penghargaan,” katanya.

Ke 15 Kampung Proklim yang menerima penghargaan tersebut, diberikan uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah.

Sedangkan, untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin ditargetkan untuk mendapatkan penghargaan Kampung Iklim tingkat Lestari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Mukhyar mengatakan, untuk tahun ini pihaknya banyak menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk penghargaan Kampung Iklim Tahun 2021. Tentunya, prestasi ini mengembirakan untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin.

“Prestasi tersebut berhasil diraih berkat kerjakeras semua pihak,” ucapnya.

Atas capaian tersebut, tambahnya, maka Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan di tahun 2023 mendatang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin dapat meraih penghargaan Kampung Iklim untuk kategori Lestari.

“Untuk mencapai hal tersebut, maka kami telah melakukan pembinaan kepada Kampung Kampung Iklim yang ada di Kota Banjarmasin,” ujar Mukhyar. (SRI/RDM/RH)

Vaksinasi di Kelumpang Selatan Membludak, Paman Yani : Kouta Peminatnya di Luar Dugaan

KOTABARU – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi tak menyangka program vaksinasi yang digaungkannya belum lama tadi mendapat respon tinggi dari warga di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Yani Helmi ikut memeriksakan kondisi kesehatannya pada pelaksanaan vaksinasi massal di Desa Sei Kupang Jaya, Selasa (19/10) siang.

Bagaimana tidak, kouta vaksin yang disiapkan olehnya jauh-jauh hari ternyata melebih target perkiraan. Dari 1.000 dosis vaksin yang telah siapkan itu diakui masih saja kurang. Bahkan, tambahan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotabaru sebanyak 500 dosis belum mampu menutupi.

Pemberian handsanitizer secara simbolis yang diterima langsung oleh jajaran tim Satgas COVID-19 Kotabaru.

Terkait hal itu, anggota dewan yang akrab disapa paman Yani itu menyebutkan, melihat tingginya minat masyarakat terhadap program vaksinasi bergerak itu, Ia mengharapkan agar pemerintah pusat melalui Kemenkes RI mampu menyediakan kouta berlebih untuk Kalsel, tujuannya agar pemerataan capain program vaksinasi massal dapat terealisasi 100 persen seiring dengan tingkat penuruan level penyebaran COVID-19.

“Kita ketahui sendiri, animo masyarakat kalau dilihat langsung di lapangan cukup tinggi dari prediksi yang disiapkan. Dan ini terbukti, sempat saya mendengar antusias warga disini katanya rendah tapi kenyataannya setelah digencarkannya sosialisasi vaksin pada pelaksaan reses hingga saat ini jujur saya terkejut melihat jumlah yang ingin ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi bergerak melebihi target,” paparnya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi bersama Dinkes Kotabaru di Desa Sei Kupang Jaya, Kelumpang Selatan, Selasa (19/10) siang.

Dia menilai, untuk memenuhi agar kebutuhan vaksin di Kalsel khususnya di Kotabaru daratan tersedia, program gotong royong melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai sumber pendapatan perusahaan di daerah tersebut harus benar-benar digaungkan.

“Jangan cuma bisa memanfaatkan dan mengeruk hasil bumi saja, tapi bantu lah mereka yang saat ini membutuhkan bantuan vaksin. Supaya capaian dari target yang ditetapkan oleh pemerintah mampu terealisasi,” harap anggota yang membidang ekonomi dan keuangan tersebut.

Dari data menyebutkan, untuk total keikutsertaan seluruh warga di Kelumpang Selatan, Kotabaru, bahwa jumlah partisipasi seluruhnya ada sekitar 1.800 lebih. Artinya, antusias capaian program layanan vaksinasi yang diinisiasi oleh paman Yani tersebut di luar prediksi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, Suprati Sri Astuti mengungkapkan, meskipun kouta vaksin sudah ditambah sebanyak 500 dosis, namun kenyataannya antusias warga masih sangat tinggi untuk mendapatkan jatah vaksin. Sehingga, dosis yang disiapkan diakui masih saja mengalami kekurangan.

“Saya mau nambah banyak, tapi vaksinnya belum datang baik dari provinsi ataupun pusat dan ini selalu kita gaungkan. Seperti kita lihat tadi, antusias masyarakat sangat tinggi. Kendati demikian, kouta vaksinnya masih terbatas,” bebernya.

Saat ini, ungkap Suprati, untuk memenuhi jumlah kouta vaksin agar status level PPKM di daerahnya bisa terus turun, tentu dirinya juga telah berkoordinasi dengan Dinkes Kalsel dan Kemenkes RI.

“Kami sudah melakukan komunikasi dan semoga tambahan vaksin yang diberikan nanti cukup, sebagaimana realiasasi capaian target vaksinasi di Kotabaru masih berada diangka 40 persen lebih,” ungkapnya.

Disebutkannya, khusus capaian target vaksinasi di daerahnya itu harus mampu berada diatas 50 persen. Dari situlah, pihak Dinkes Kotabaru terus mengejar beberapa persen lagi supaya status level PPKM mampu berpengaruh turun.

“Maka dari itu, vaksinasi ini sangat penting dalam capaian target penurunan level,” ucapnya.

Terkait program yang diinisiasi oleh anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi dan bahkan telah mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, ia berpendapat, dewan perwakilan dari dapil IV itu mampu berkomitmen dalam membantu program vaksinasi massal.

“Kami sangat berterima kasih kepada paman Yani dengan memberikan 1.000 dosis vaksin, dan kami dari juga menambah 500 hingga totalnya menjadi 1.500 dosis,” ungkap Kadinkes Kotabaru, Suprati Sri Astuti.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Sei Kupang Jaya, Yanto Saputera mengucapkan terima kasihnya kepada anggota Komisi II DPRD Kalsel dari fraksi Golkar, Muhammad Yani Helmi, atas inisiasi dalam memberikan layanan vaksinasi bergerak di desanya ditingkat kecamatan.

“Penyelenggaraan ini sangat kami dukung, cuman untuk meningkatkan antusiasnya itu perlu adanya pendekatan sosialisasi seperti halnya yang dilakukan oleh anggota Komisi II DPRD Kalsel, paman Yani,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Tim Ekspedisi Pendakian Mapala Piranha Resmi Dilepas Wawali Banjarbaru

BANJARBARU – Wakil Walikota Banjarbaru Wartono secara resmi melepas pemberangkatan tim Ekspedisi Pendakian Seventeen Summit (Tujuh Puncak; red) Indonesia oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Piranha, Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, di Balai Kota Banjarbaru, Selasa (19/10).

Kedua tim yang berangkat menuju Puncak Tertinggi Pulau Sumatera dan Pulau Sulawesi itu pemberangkatannya di lepas langsung dengan penyerahan Bendera Merah Putih dan Bendera Organisasi Mapala Piranha di depan Kantor Balai Kota Banjarbaru.

Wartono mengingatkan, selama perjalanan ke daerah orang sebisanya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kepada kedua tim.

“Moga-moga adek-adek Mapala ini sehat dan selamat selama perjalanan baik pergi maupun pulang nanti,” harap Wartono.

Selain membawa nama dan almameter kampus biru Perikanan dan Kelautan ULM, Mapala Piranha mendapat apresiasi penuh dari Wakil Walikota Wartono, lantaran sekelompok mahasiswa yang kerap menyebut diri mereka Burayak itu juga bersedia membawa nama Banjarbaru ke kanca Nasional dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada adek-adek Mapala ini membawa nama Banjarbaru,” ujarnya.

Program kerja Pendakian Tujuh Puncak tertinggi di Indonesia oleh Mapala Piranha dari Kota Banjarbaru itu akan terus bergulir setiap tahun hingga berakhir di tahun 2024.

Akan hal itu Wartono ingin Mapala Piranha bekerjasama dengan Pemerintah Kota dalam hal ini Disporabudpar Kota Banjarbaru demi kelancaran program tersebut.

“Kami anggap schedule ini mendadak di tahun ini. Maka dari itu kami nanti meminta support dari Pemerintah khususnya Dispora untuk agenda-agenda lainnya,” katanya.

“Karena tadi di sampaikan akan menjadi agenda rutin tahunan. Harapannya kita bisa berkoordinasi supaya support dari Banjarbaru itu nanti seperti apa,” sambungnya.

Selanjutnya Pengurus Mapala Piranha Syaima Melianti membeberkan, pendakian tujuh Puncak tertinggi di Indonesia itu di lakukan bertahap dari tahun ke tahun.

Dimana tahun ini telah terpilih Puncak Gunung Latimojong di Sulawesi Selatan dan Puncak Gunung Kerinci di Pulau Sumatera.

Tahun depan mereka akan ke Pulau Jawa, Gunung Semeru dan Nusa Tenggara Barat, Gunung Rinjani.

Kemudian di tahun 2023 mereka akan menuju Puncak Gunung Binaya di kepulauan Maluku dan Bukit Raya di Kalimantan Barat. Finish program kerja jangka panjang ini adalah Puncak Jaya Wijaya atau Carstensz Pyramid di Provinsi Papua pegunungan barisan Sudirman.

“Tahun ini kita berangkatkan 3 orang ke Sumatera dan 7 orang ke Sulawesi. Tahun depan kita belum tahu berapa yang bisa berangkat karena keputusan siapa dan berapa jumlahnya adalah berdasarkan seleksi,” tandasnya. (RILIS-RDM/RH)

DPRD Kalsel Tunggu SK Mendagri Terkait Pengesahan PAW

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia atas usulan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kalsel Sisa Masa Jabatan 2019-2024 dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Sekretaris DPRD Kalsel, Antung Mas Rozaniansyah mengatakan pihaknya telah menyurati Gubernur Kalsel setelah dilakukan pemenuhan syarat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel terkait nama yang menjadi PAW.

“Kemudian dari Gubernur menindaklanjuti dan menyurati Mendagri di Jakarta atas perihal usulan PAW tersebut pada tanggal 30 September lalu,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/10).

Adapun nama yang menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD Kalsel dari Fraksi Gerindra yaitu Nor Fajri dari Dapil Kalsel 5 meliputi Kabupaten Balangan, HSU dan Tabalong. Ia menggantikan rekannya Syahdillah yang meninggal dunia pada Jumat, 27 Agustus 2021 lalu.

Lebih lanjut Rozaniansyah berharap agar SK Mendagri terkait usulan PAW Anggota DPRD Kalsel tersebut bisa segera keluar dalam waktu dekat sehingga pelantikannya bisa dilaksanakan pada November mendatang.

“Setelah SK Mendagri itu keluar, kita akan jadwalkan paripurna pelantikan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Disdag Kalsel Terus Jalin Komunikasi Temu Usaha

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus menjalin komunikasi dengan dua provinsi di Kalimantan, yakni Kalsel dan Kaltim.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, bersama Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Provinsi Kalimantan Timur Yadi Robyan Noor, melihat komoditi produk

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, kepada wartawan pada Selasa (19/10), dari hasil forum koordinasi temu usaha perdagangan antara Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, pihaknya akan terus semakin menjalin komunikasi, terutama dengan Provinsi Kalimantan Timur, agar tercipta kenyamanan dalam setiap distribusi dan transaksi baik komoditi barang maupun produk tersebut.

“Kami minta kepada para pedagang sebagai pelaku usaha, apabila menemui kendala dilapangan, hendaklah segera disampaikan, pihaknya akan memfasilitasi untuk mengkomunikasikan,” ucap Birhasani.

Dirinya menyampaikan, kegiatan kerjasama ini akan rutin dilakukan, sehingga hendaklah saling melengkapi dalam ketersediaan komoditi barang dan produk, di dua provinsi karena kelancaran arus barang sangatlah penting, terlebih sebentar lagi menjelang hari natal dan tahun baru.

“Kerjasama perdagangan Kalsel dan Kaltim ini mempertemukan pelaku usaha, ke dua daerah bisnis to bisnis ata (BtoB) untuk bertransaksi beberapa komoditi dan produk masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalimantan Selatan Faried Fakhmansyah, dalam sambutannya menyampaikan, rapat koordinasi ini sangatlah tepat, agar semakin mampu meningkatkan roda perekonomian di dua Provinsi tersebut. Apalagi Kalimantan Timur nantinya akan menjadi Ibu Kota Negara Indonesia, dan Kalimantan Selatan sebagai gerbang Ibu Kota Negara baru, sehingga harus dipersiapkan secara matang.

Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalimantan Selatan Faried Fakhmansyah, saat dalam sambutan

“Meski masih pandemi COVID-19, tidak ada halangan dan alasan untuk berinovasi, dalam memberikan hasil produk,” tutupnya.

Forum koordinasi temu usaha perdagangan antara Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, dihadiri Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur Adi Buchari Muslim, dan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Provinsi Kalimantan Timur Yadi Robyan Noor.

Untuk diketahui, rakor ini diikuti 20 pelaku usaha mikro kecil menengah dari Provinsi Kalimantan Timur, serta 22 pelaku UMKM mewakili Provinsi Kalimantan Selatan. (NHF/RDM/RH)

Ponpes RMA Banjarbaru Gelar Vaksinasi COVID-19

BANJARBARU – Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Raudhotul Muta’allimin Annahdliyah (RMA) Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, menggelar Vaksinasi COVID-19 untuk kalangan warga Kota Banjarbaru pada Selasa (19/10).

Kepada Abdi Persada FM, Pengasuh Ponpes RMA Muhari melalui salah seorang pengajar Ponpes RMA Muhammad Anshori menyampaikan, tujuan diadakannya vaksinasi ini untuk mendukung program Pemerintah dalam memberantas penyebaran COVID-19 di Kota Banjarbaru.

Salah satu Pengajar di Ponpes RMA Banjarbaru Muhammad Anshori.

“Untuk mendukung giat Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memberantas COVID-19, Ponpes RMA bersama Puskesmas Guntung Manggis mengadakan Vaksinasi untuk warga Kota Banjarbaru,” ungkap Anshori.

Anshori menambahkan, dengan dilaksanakannya vaksinasi massal, pihaknya mengharapkan warga yang telah divaksin menjadi sehat, dan bisa mengikuti tatanan pemerintah, untuk menghilangkan COVID-19.

“Kami juga mewajibkan bagi seluruh santri yang bermukim di Ponpes RMA untuk Vaksinasi COVID-19, sehingga diharapkan tidak terjadi penularan virus corona, dilingkungan Ponpes RMA,” tutup Anshori.

Sementara itu, salah satu warga yang berasal dari Landasan Ulin Utara Jalan Golf Kota Banjarbaru Muhammad Khair menyampaikan, dirinya mengetahui adanya vaksinasi di Ponpes RMA melalui teman-temannya, sehingga menyempatkan berdatang untuk divaksin agar dapat terhindar dari virus corona.

“Karena vaksin ini kan sangat penting, jadi ada teman yang menyampaikan bahwa ada vaksinasi COVID-19 di sini sehingga saya pergi ke tempat ini,” ungkap Khair.

Untuk diketahui, pada pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Ponpes Tahfidzul Qur’an RMA dosis vaksin COVID-19 yang disediakan pihak Ponpes RMA bersama Puskesmas Guntung Manggis berjumlah 280 vial. (MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tapin: Jaga dan Lindungi Data Pribadimu di Ruang Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Jaga dan Lindungi Data Pribadimu di Ruang Digital.” di Kabupaten Tapin, Selasa (19/10/2021) pukul 10.00 Wita. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Tapin M. Arifin Arpan, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

BINUANG – Dipandu oleh moderator Septi Diajeng, yang menghadirkan narasumber pertama Prilani dengan materi tentang ‘Etika Media Sosial’.

Prilani mengatakan, Etika sangat penting dalam bermedia sosial, untuk mencerminkan nilai-nilai yang baik yang akan dihormati masyarakat.

Prilani menyebutkan, dampak negatif medsos yaitu;

  1. Maraknya kejahatan.
  2. Maraknya informasi bohong atau hoax.
  3. Menurunkan produktivitas.
  4. Membuat seseorang menjadi individualis.
  5. Membuat kualitas tidur menurun.
  6. Membuat depresi dan kecemasan.
  7. Membuat kecanduan hingga lupa waktu.

Adapun, etika berkomunikasi yakni;

  1. Jangan menggunakan kata kasar, provokatif, porno atau SARA.
  2. Jangan memposting artikel atau status yang bohong.
  3. Jangan mengcopy paste artikel atau gambar yang mempunyai hak cipta.
  4. Berikan komentar yang relevan.

Narasumber kedua Fannisa Liviandra dengan materi tentang ‘Tren Pekerjaan di Era Digital’.

Fannisa mengatakan, akibat covid 19 jumlah pengangguran Republik Indonesia bertambah menjadi 3,7 juta jiwa. Pandemi menjadi penyebab nomor 1 jutaan masyarakat Indonesia kehilangan pekerjaan.

“Penyebab pengangguran di masa pandemi yaitu, efektivitas biaya dan tenaga mengakibatkan PHK massal, angkatan kerja meningkat yang menyebabkan persaingan semakin tinggi, dan skills GAP yaitu semua serba online,” tuturnya.

Adapun, tren pekerjaan di 2021 yakni, Copywriter atau content writer, Web developer, UI atau UX designer, UX writer, UX researcher, Digital marketing, SEO Specialist, Social Media strategist, Data Scientist, Information Security.

Selanjutnya narasumber ketiga Satriya Alfiza dengan materi tentang ‘Bijak Unggah di Medsos’.

Kata dia, sosial media menjadi salah satu sarana publikasi, ada banyak sosial media mulai dari Twitter, IG, FB dan lain-lain.

“Media sosial memiliki dampak positif dan negatif yaitu, dampak positif adalah kita akan update memperoleh informasi terkini seputar kita bahkan dunia. Kemudian, dampak negatifnya adalah kita sering menerima berita hoax, hal-hal berbau sara dan kadang hate speech,” ucapnya.

“Lebih baik kita Saring berita itu apakah benar-benar terpercaya ataukah tidak, jika narasumbernya tidak jelas maka lebih baik kita delete saja,” tuturnya.

Adapun, tips agar aman dalam bermedia sosial yaitu, jangan posting sesuatu saat sedang emosi, jangan posting sesuatu yang tidak diketahui, postinglah atau beri komentar sesuatu yang bermanfaat juga menginspirasi, jangan posting sesuatu yang membuat orang lain tersinggung,

Selanjutnya, jangan memposting hal-hal yang tidak penting yang sebenarnya orang lain juga bisa untuk posting, jangan posting harta kekayaan seperti jumlah uang di rekening, bersikaplah rendah hati untuk postinganmu.

Terakhir narasumber Mislani yang memberikan penjelasan tentang ‘Berbudaya Dengan Literasi Digital, Berliterasi Digital itu Keren’.

Mislani mengatakan, literasi mengalami perubahan atau lebih tepatnya mengalami perkembangan Seiring dengan berjalannya waktu, hal itu terlihat dalam buku-buku tua pada zaman Majapahit.

“Literasi digital merupakan kemampuan seorang individu dalam menggunakan teknologi. Tidak hanya mampu membaca informasi di media digital akan tetapi juga seorang individu yang mampu mencari, mengidentifikasi dan mengevaluasi suatu informasi yang telah didapatkan,” ujarnya.

Mislani menyampaikan, literasi digital menurut douglas A. J. Belshaw menyatakan dalam tesisnya kultural, kognitif, komunikatif dan kepercayaan diri yang bertanggung jawab, kreatif, kritis dalam menyikapi konten dan bertanggung jawab secara sosial.

Permasalahan dalam teknologi digital yakni:

  1. Adanya pelanggaran hak cipta atau hak kekayaan intelektual (HKI).
  2. Rendahnya ketersediaan lapangan pekerjaan karena sumber daya manusia telah digantikan oleh teknologi digital.
  3. Munculnya informasi digital yang tidak sesuai dengan fakta atau hoax.
  4. Adanya budaya malas gerak karena pengaruh penggunaan teknologi digital.
  5. Adanya penipuan digital yang mengatasnamakan orang lain.

Kemudian, solusi dalam teknologi digital yaitu;

  1. Memudahkan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan secara cepat.
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan dan pemanfaatan digitalisasi.
  3. Adanya media massa yang berbasis digital.
  4. Menciptakan inovasi dalam berbagai bidang yang berorientasi pada digitalisasi. (RILIS)
Exit mobile version