Ikuti Webinar Literasi Digital, Indonesia Makin Cakap Digital

Salam Literasi!
Halo Sobat Milenial ✋🏻
.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”
.
Yuk! Ikuti webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan Topik-topik asik dan narasumber yang seru pastinya. Untuk besok, topik pembahasannya: Transformasi Lokalitas di Era Digital
.
🗣️ KEYNOTE SPEECH H. Ibnu Sina, S.Pi., M.Si – Walikota Banjarmasin

🗣️ MODERATOR Rio Brama

🗣️ KEY OPINION LEADER Sella Irfania – Putri Kebudayaan Kalimantan Tengah 2020

🗣️ NARASUMBER:
.
1. Sri Hidayah, S.Pd., M.Se
■ Ketua Komisi Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Selatan
.
2. Oleg Sanchabakhtiar
■ Creative Concept & Director Expert Planet Design Indonesia
.
3. Arif Rahman Hakim, S.S., M.A
■ Dosen Prodi Sosiologi FISIP ULM
.
📝 SAVE THE DATE
📅 Jumat, 08 Oktober 2021
⏰ 09.00 WITA / 08.00 WIB – Selesai
📱 Via Zoom Meeting
.
Fasilitas yang didapatkan :
📄 E-Sertifikat
💸 E – money untuk 10 Peserta Terpilih
🤝 Relasi baru
💡 Ilmu bermanfaat
.
LINK_ PENDAFTARAN
https://s.id/litdigBJMS0810

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Tengah; Sebarkan Kebaikan Dengan Literasi Digital

HST – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Sebarkan Kebaikan Dengan Literasi Digital.” di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa (5/10) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati HST Aulia Oktafiandi, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Amal Bastian, yang menghadirkan narasumber pertama Alexander Dimas yang memaparkan materi ‘Tren Pekerjaan dan Usaha di Era Digital.’

Alex mengatakan, revolusi industri 4.0 adalah fase revolusi teknologi yang mengubah cara beraktivitas manusia dalam skala, ruang lingkup, kompleksitas, dan Transformasi dari pengalaman hidup yang sebelumnya.

“Era 4.0 ini dipengaruhi karena adanya perkembangan teknologi yang pesat termasuk penggunaan internet yang massive dan pasti berdampak ke kehidupan kita, misal adanya perubahan perilaku masyarakat, peningkatan kebutuhan, perubahan tren pekerjaan dan tercipta peluang bisnis baru,” tuturnya.

Revolusi industri 4.0 terlihat melalui:

1. Digitalisasi di berbagai bidang yang akan menghubungkan jutaan manusia melalui website, blog pribadi dan platform online lainnya.

2. Teknologi yang akan mempermudah manusia untuk mengakses suatu informasi melalui internet secara bebas dan terkendali.

3. Tuntutan pada masyarakat dan pekerja untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 melalui kemampuan yang tidak dapat dilakukan oleh mesin atau robot.

Adapun, peluang bisnis seperti Finance Technology (Fintech), cloud hosting dan Software as A Service (SaaS). Sedangkan peluang pekerjaan yaitu, online business, Digital marketing social media specialist, dan online freelance.

Alex menambahkan, dari data BPS Januari 2021, sekitar 2,56 juta jiwa menjadi pengangguran karena pandemi. Untuk bisa bertahan hidup di era pandemi kita harus memiliki paling tidak tiga basic kemampuan yaitu human capabilities, specialized skills, dan technology skills.

Narasumber kedua M. Nazar Budiman dengan materi tentang ‘Etika atau Adab Berliterasi.’

Nazar mengatakan, etika merupakan adab atau perilaku yang mencerminkan kepribadian seseorang.

“Maka dari itu agar nyaman berinteraksi di dunia maya kita memerlukan panduan untuk bersikap sesuai dengan kaidah, menjaga perilaku dan kehormatan dalam pergaulan,” tuturnya.

Dalam membagikan suatu informasi perlu yang namanya saring sebelum sharing.

“Saring dulu apakah berita atau informasi itu benar atau tidak dan bermanfaat atau tidak, baru kemudian dibagikan,” ujarnya.

Nazar menambahkan, Harus bijak dalam bermedia sosial jangan menggunakan akun-akun kaleng, sebaiknya gunakanlah akun asli kemudian juga memberikan deskripsi yang jelas, menggambarkan secara jelas dan bijak dalam memberikan like dan komen.

Kemudian, hal terpenting yakni memperhatikan hak cipta, “tolong jangan dihilangkan nama sumbernya, karena inilah yang menilai seseorang beradab. Minta izin dulu kemudian tak kalah pentingnya adalah gunakan bahasa yang baik,” ucapnya.

Selanjutnya narasumber ketiga Nadya Niptya dengan materi tentang ‘Pilih Mana??? Nabung atau Belanja Online.’

“Menabung adalah menyisihkan sebagian uang atau pendapatan untuk disimpan,” tuturnya

Adapun, manfaat dari menabung yakni:

1. Mengajarkan hidup lebih hemat.

2. Melatih hidup lebih sederhana.

3. Mempunyai cadangan uang bila ada kebutuhan mendesak.

4. Untuk membeli barang yang kita inginkan.

5. Memenuhi biaya segala kebutuhan untuk masa depan yang lebih baik.

Nadya mengatakan, kerugian tidak memiliki tabungan yaitu, tidak mempunyai uang cadangan, tidak dapat mengontrol keuangan, tidak mempunyai pegangan ketika pensiun dan lain-lain.

Kemudian, belanja online merupakan kegiatan pembelanjaan yang dilakukan melalui media internet.

“Cara mengontrol diri untuk tidak belanja online seperti, berhenti berlangganan dari semua email promosi, blokir akses ke situs belanja online yang sering dikunjungi, hapus aplikasi belanja online, cari alternatif hiburan yang tidak menguras kantong, dan minta bantuan orang terdekat,” tuturnya.

Terakhir narasumber Sri Mujayati dengan materi tentang ‘Tips Pentingnya Internet Sehat.’

Sri menjelaskan, keamanan digital atau cyber security merupakan aktivitas pengamanan yang berfungsi untuk melindungi informasi dari cybercrime.

“Karena sebenarnya dunia digital itu tidak jauh beda dengan dunia nyata, disana juga ada kebaikan dan kejahatan tergantung di mana kita menempatkannya,” tuturnya.

Di dunia maya ada juga untuk menyebarkan kebaikan dan kebermanfaatan untuk umat lain, tapi di sana juga sering terjadi tindak kejahatan, seperti pembullyan, hoax, penipuan, dan lainnya.

Tips agar terhindar dari kejahatan dunia digital yaitu:

1. Data rahasia simpan offline.

2. Verifikasi 2 langkah.

3. Kombinasi password dan sering mengubahnya.

4. Selalu logout.

Adapun, empat hal yang harus diperhatikan adalah knowledge, skill, value, dan attitude. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Selatan; Hujan Cuan Bersama Literasi Digital

HSS – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Hujan Cuan Bersama Literasi Digital” di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (5/10/2021) pukul 10.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Hulu Sungai Selatan, Drs H Achmad Fikry ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Amal Bastian yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Dr Fiska Suratmono yang menyampaikan materi tentang “Keamanan Digital”

Dalam diskusinya dokter Fiska menjelaskan, sekarang negara kita menjadi pasar utama pengguna internet, pengguna internet di Indonesia ada sebanyak 132,7 Juta.

“Peringkat pertama diduduki oleh Komputer dan mobile sebesar 67,2 Juta lalu mobile sebesar 63,1 juta dan komputer 2,2 juta,” jelasnya.

Terlebih lagi media sosial sekarang ada pada angka 129,2 juta, hiburan 128,4 juta, berita 127,9 juta yang disusul oleh pendidikan yang sekarang kini beralih pada digital ada 124,4 juta, kemudian komersil 123,5 juta dan layanan publik 121,5 juta.

Maka dalam hal ini, sangat diperlukan sekali peran orang tua dalam menjaga keamanan Internet pada anaknya. Hal ini diakibatkan dari Revolusi Digital yakni perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital (1980).

Dimana antara orang tua dan anak tak sinkron, dimana sering dikatakan kudet atau gaptek hal ini dipicu oleh revolusi digital sebagai contoh yang sering diketahui handphone dulu fungsinya hanya sekedar menelpon, membalas, menerima dan mengirim pesan saja.

“Kini berubah menjadi banyaknya fitur dalam hal ini anak-anak ini perlu di awasi agar tak terjerumus dengan hal yang tak seharusnya dilihat,” ucapnya.

Narasumber kedua, Muhammad Suaidi Firdaus yang menyampaikan materi tentang “Budaya Digital”

“Untuk membangun personal branding, perkenalkan diri kita melalui skill yang kita miliki, profesi kita, serta attitude kita” bebernya

“Tujuan personal branding yaitu untuk membangun kepercayaan diri, agar job datang sendiri, dan dapat mempengaruhi orang lain” ungkapnya

“Ide konten untuk personal branding dapat dibangun melalui hobby/passion yang kita miliki, profesi, dan hal yang ingin kita sampaikan” ungkapnya.

Narasumber ketiga yaitu Bella Citra yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

Ia memaparkan, internet adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia.

“Tujuan digital skills salah satunya yaitu membuka wawasan untuk teknologi digital, cakap dalam menggunakan aplikasi digital marketing, cakap menggunakan aplikasi untuk membuat konten kreatif, dan cakap menggunakan aplikasi yang mendukung pembelajaran,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Siti Jamilah yang menyampaikan materi tentang “Etika Digital”

“Dari survei 6000 anak yang dilakukan kementrian pendidikan dan keagamaan memparkan sebanyak 95 persen anak dapat mengakses situs pornografi lewat internet, bahkan ada yang diajak live streaming membicarakan hal yang berbau konten pornografi,” bebernya

“Sangat penting menanamkan identitas diri dan pemahaman agama di rentang usia dini. Agar anak mampu berpikir dan belajar bertanggung jawab terhadap semua perbuatannya,” pungkasnya. (RILIS)

Sambut HPN, PWI Pusat Gelar Sayembara Baca Puisi Multimedia

JAKARTA – Tahun 2022 mendatang, insan pers akan menggelar hari puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Berbagai kegiatan telah dirancang dan dimatangkan, untuk membangun peradaban baru dunia pers Indonesia.

Salah satu dari kegiatan tersebut adalah Lomba Baca Puisi Multimedia yang digelar mulai Oktober 2021 ini dan berpuncak pada 7 Februari 2022.

Ketua Umum PWI, Atal S Depari menjelaskan, dipilihnya Lomba Baca Puisi Multimedia ini merupakan terobosan baru kegiatan HPN. Lewat ekspresi seni, terutama seni baca puisi, PWI ingin mengajak seluruh rakyat Indonesia bangkit dari keterpurukan COVID-19 yang sudah satu tahun lebih menjadi pandemi di Indonesia.

“Puisi adalah bahasa peradaban dan wartawan adalah saksi peradaban, maka PWI mengajak rakyat Indonesia untuk bangkit dan bersemi melawan pandemi melalui ekspresi puisi,” ungkap Atal yang didamping Ketua Bidang Budaya PWI Pusat, Ramon Damora.

Ramon Damora menambahkan, sayembara puisi dengan konsep multimedia dipilih karena selaras dengan semangat era digital. Sayembara, kata dia, terbuka secara luas untuk masyarakat Indonesia.

“Boleh perorangan, boleh juga berkelompok tapi maksimal 1 kelompok itu tiga orang,” jelas Ramon.

Sayembara ini tidak menggunakan biaya pendaftaran dan biaya apapun.

“Gratis,” timpalnya.

Caranya cukup mudah, peserta membacakan/memproduksi puisi dengan konsep multimedia: menggunakan medium pendukung artistik-estetik seperti musik, tari, seni rupa, video latar belakang, dll, yang direkam dalam video berdurasi maksimal 5 menit.

“Puisi harus sesuai dengan tema Bersemi di Tengah Pandemi yang secara subtansi mengajak Indonesia Bangkit di tengah badai COVID-19, ini boleh puisi sendiri ataupun puisi karya orang lain,” sambungnya.

File video puisi multimedia dikirim menggunakan format MP4, dengan resolusi rekaman minimal 15 Mb, Full HD, ke alamat email: puisimultimediahpn2021@gmail.com

Batas waktu pengiriman video hasil karya hingga 30 November 2021 pukul 23.59 WIB.

“Lima finalis lomba akan kita berangkatkan ke Kendari untuk mengikuti final secara langsung di Kendari pada awal Februari 2022,” sebut Ramon.

Juara 1 dalam sayembara ini akan mendapatkan uang tunai Rp10 juta, juara 2 mendapatkan Rp7 juta dan Juara 3 sebesar Rp5 juta, Juara harapan 1 dan 2 masing-masing Rp1,5 juta.

Untuk ketentuan lebih rinci tentang lomba ini, dapat menghubungi Novianto, WA: 0813 6364 9304. (PWIPUSAT-RIW/RDM/RH)

Ditetapkannya Kembali Pada Status PPKM Level 4, Pemko Banjarmasin Protes

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin protes atas ditetapkannya kembali kota ini pada status PPKM Level 4.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, pada intinya Pemerintah Kota Banjarmasin protes terhadap pengumuman yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat terhadap status PPKM level 4 kembali, di Kota Banjarmasin.

Perekonomian masyarakat Kota Banjarmasin yang saat ini sudah mulai bangkit. Dengan ditetapkannya kembali status PPKM level 4 ini, akan membuat masyarakat kesulitan lagi.

“Kami tentunya protes, kasihan masyarakat Kota Banjarmasin, perekonomian mereka mulai bangkit,” ungkap Ibnu, kepada sejumlah wartawan, Selasa (5/10).

Menurut Ibnu, keberatan tersebut, karena adanya beda hasil data dari sebelumnya. Yang telah disampaikan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin kepada Pemerintah Pusat. Mengingat, pada evaluasi sebelumnya Kota Banjarmasin sudah mengalami penurunan level.

Namun, pada pengumuman pada 4 Oktober 2021 oleh Pemerintah Pusat, Kota Banjarmasin kembali ditetapkan pada PPKM Level 4.

Ibnu mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin telah meminta data kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk melihat apakah adanya perbedaan data atau tidak.

“Setelah kami sandingkan, ternyata data yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan sama dengan yang ada di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ibnu mengatakan, sebelum pihaknya juga telah menyandingkan data dengan Pemerintah Pusat, bahkan telah sepakat untuk turun level. Tetapi, pada pengumumannya Kota Banjarmasin kembali berada di PPKM level 4. (SRI/RDM/RH)

Input Data Masyarakat Yang Sudah Divaksin Diminta Dilakukan Lebih Cepat

BANJARMASIN – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta input data masyarakat yang sudah divaksinasi COVID-19 dilakukan lebih cepat lagi. Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin kepada wartawan, Senin (4/10).

Pasalnya, mengutip keterangan dari pihak Kementerian Kesehatan ketika Lutfi menemui mereka di Jakarta pada beberapa waktu lalu, disampaikan bahwa pihak Kemenkes beralasan keterlambatan pengiriman vaksin ke Kalsel, salah satunya juga disebabkan oleh lambatnya entri data masyarakat yang sudah divaksin sehingga ini mempengaruhi data buffer stock di Pusat.

“Kementerian akan melihat jika buffer stock masih diatas 20 hari, maka dipastikan tidak akan ada pengiriman vaksin berikutnya,” katanya.

Oleh karena itu, Lutfi berharap entri data masyarakat yang sudah divaksin dilakukan lebih cepat lagi sehingga Provinsi Kalsel segera mendapatkan kembali tambahan vaksinasi.

Untuk diketahui, Komisi IV DPRD Kalsel melakukan monitoring pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Semangat Dalam Kabupaten Barito Kuala (Batola) pada Jumat (1/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat, kendala-kendala yang dihadapi serta capaian target yang telah dilaksanakan di Kabupaten Barito Kuala. Rombongan Wakil Rakyat Provinsi tersebut disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, dr. Azizah Sri Wedari dan Puskesmas Semangat Dalam beserta jajarannya. (NRH/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin : Cafe Jangan Lagi Langgar Perda 12/2016

BANJARMASIN – Kalangan legislatif meminta, kedepan tidak ada lagi cafe yang melanggar Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016, yang mengatur operasional jam malam, pada tempat hiburan malam (THM), tidak boleh buka pada Kamis malam dan hari besar keagamaan.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Saut Nathan Samosir, kepada wartawan pada Senin sore (4/10), pihaknya menggelar rapat koordinasi gabungan lintas Komisi I dan Komisi II, dihadiri Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Satuan Polisi Pamong Praja, Camat Banjarmasin Tengah dan Lurah Kertak Baru Ulu, terkait salah satu cafe Beluga di jalan nagasari Kecamatan Banjarmasin Tengah, diduga telah melanggar peraturan daerah nomor 12 tahun 2016, yaitu beroperasi pada Kamis malam.

Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin, Saut Nathan Samosir, saat memberikan komentarnya

“Kami minta hal itu tidak lagi terulang dikemudian hari, karena sebelumnya cafe Cavier di Kecamatan Banjarmasin Timur, juga dipanggil diduga melanggar perda tersebut,” ucap Saut.

Politisi PDI Perjuangan DPRD Banjarmasin menyampaikan, dalam perda nomor 12 tahun 2016 tentang usaha penyelenggaraan kegiatan biburan dan rekreasi, ketentuan jam operasional mulai diskotek, karaoke dewasa, pub dan lounge serta bilyard, tidak diperkenankan beroperasi pada Kamis malam dan hari besar keagamaan.

“Satpol PP Banjarmasin haruslah terus sosialisasikan perda nomor 12 tahun 2016, agar tidak lagi terjadi pelanggaran, dari oknum pengelola cafe di kota ini,” jelasnya.

Sementara itu, Supervisor Beluga, Dimas, mengatakan, tempat usahanya itu bukanlah Tempat Hiburan Malam. Terkait buka pada malam Kamis malam, karena izinnya cafe. Selain itu live musik yang ditampilkan bukan lah band maupun disk jokey (DJ).

Supervisor Beluga, Dimas

“Musik yang ditampilkan hanya akustik, tidak terlalu berisik, namun dari hasil rapat ini, akan disampaikan ke pemilik cafe,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam rapat koordinasi gabungan lintas Komisi I dan Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, dipimpin Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Saut Nathan Samosir dihadiri anggota Komisi I dan anggota komisi II DPRD Banjarmasin Suyato. (NHF/RDM/RH)

Peringati HUT ke-76 TNI, Forkopimda Kalsel Hadiri Syukuran di Lanal Banjarmasin

BANJARMASIN – Upacara HUT ke-76 TNI di Kalimantan Selatan, digelar Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah di Lapangan Lanal Banjarmasin pada Selasa, (5/10).

Suasana sykuran peringatan HUT ke-76 TNI di Lanal Banjarmasin

Tampak hadir dalam upacara tersebut Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Kapolda Kalsel, Kajati Provinsi Kalsel, Kapengti Provinsi Kalsel, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Sjamsudin Noor, Kapolresta Banjarmasin, Walikota Banjarmasin, Jajaran Kasi Korem 101/Antasari, Danrindam VI/Mulawarman, Dandim 1007/Banjarmasin, Dandim 1006/Martapura, Danyonif 623/BWU, Dandenzipur 8/GM, Jajaran Dan/Ka Balak Aju Wilayah Korem 101/Antasari, Persit KCK Koorcabrem 101 PD VI/Mlw, Jala Senastri Cabang 4 Koorcab XIII DJA II, serta Pia Ardhya Garini Cabang 11 Daerah 2 Lanud Sjamsudin Noor.

Acara dimulai jam 09.00 WITA, saat Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, dalam amanatnya melalui virtual conference menyatakan Selamat hari ulang tahun ke-76 Tentara Nasional Indonesia.

“Sampai saat ini kita masih dalam bayang-bayang pandemi COVID-19, keberhasilan kita dalam menangani COVID-19 tidak terlepas dari peran TNI. Kesigapan TNI ini juga diaplikasikan untuk menghadapi berbagai ancaman. Transformasi pertahanan harus terus dilanjutkan. TNI mampu berperan dalam upaya strategis manunggal dengan rakyat dengan sistem pertahanan rakyat semesta,” ucap Presiden dalam sambutannya.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, bahwa Indonesia harus berpikir jangka panjang, sistematis, konsisten dan berkelanjutan. Untuk itu diperlukan adopsi teknologi untuk kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih mumpuni.

“Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia. Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam sambutannya mengatakan, atas nama bahwa secara pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan dirgahayu ke-76 Tentara Nasional Indonesia.

‘Kita negara berdaulat tidak terpisahkan oleh peran TNI, ikhlas untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia, sudah selayaknya kita semua mencintai TNI. Kita memiliki kesempatan untuk melangsungkan pembangunan, pelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Kita mendoakan seluruh jajaran TNI senantiasa dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang,” tegasnya.

Sedangkan Danrem 101/Antasari dalam sambutannya menegaskan, bahwa hari ulang tahun ke-76 TNI ini bukan hanya dirayakan oleh anggota dan keluarga besar TNI saja, tetapi juga oleh segenap rakyat Indonesia. Perjalanan panjang TNI sejak perjuangan kemerdekaan hingga kini menunjukkan bahwa TNI adalah penjaga utama kedaulatan negara. Penjaga keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta pelindung segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

“Dalam sejarah panjang TNI, kontribusi TNI untuk bangsa dan negara bukan hanya dalam operasi militer untuk perang atau OMP tetapi juga terlibat langsung dalam operasi militer selain perang atau OMSP. Dalam OMSP, TNI senantiasa menjadi garda terdepan dalam menghadapi setiap ancaman yang mengganggu stabilitas keamanan nasional bersama Polri dan komponen bangsa lainnya sigap membantu rakyat dalam menghadapi bencana alam, termasuk dalam menghadapi pandemi COVID-19 sekarang ini,” pungkasnya.

Usai upacara, dilaksanakan kegiatan ramah tamah secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di Aula Lanal Banjarmasin. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Turun Level PPKM, Wali Kota Banjarbaru : Kita Prioritaskan PTM

BANJARBARU – Pemerintah menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Kota Banjarbaru . Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Senin ((4/10)

“Perpanjangan luar Jawa-Bali diusulkan dua minggu ke depan mulai tanggal 5-18 Oktober 2021 dengan cakupan adalah 6 kota/kabupaten dari sebelumnya 10 kota/kabupaten masuk ke level 4,” tuturnya

Dalam konferensi pers, Senin (4/10).
Dia menyebut, 6 kota/kabupaten yang masih masuk ke dalam kategori PPKM level 4 antara lain Pidie, Bangka, Padang, Banjarmasin, Bulungan, dan Tarakan. Sebelumnya, ada 10 kota/kabupaten yang masuk ke dalam kategori PPKM level 4 ini, selain keenam daerah yang telah disebutkan tersebut, empat daerah lainnya antara lain Aceh Tamiang, Banjarbaru, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan.Dia mengatakan, 6 kabupaten/kota yang masih masuk dalam ketagori PPKM level 4 karena masih belum mencapai target yang ditentukan atau testing masih relatif terbatas, atau ada sedikit kenaikan tingkat kasus positif (positivity rate).

“Sedangkan 44 kabupaten/kota masuk ke dalam level 3, meningkat dari sebelumnya 108 daerah, 292 kabupaten/kota diterapkan PPKM level 2 dari sebelumnya 249 daerah, serta 44 kabupaten/kota untuk PPKM level 1 dari sebelumnya 19 kabupaten/kota,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, dengan  perubahan status PPKM dari level 4 menjadi 2 ini, memberikan kelonggaran bagi pemerintah Kota Banjarbaru untuk menerapkan kebijakan – kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Kegiatan PTM akan menjadi prioritas untuk segera dilaksanakan.

“Alhamdulillah, Kota Banjarbaru bisa keluar dari level 4. Pemko tentu akan sesegera mungkin menyesuaikan pengaturan kegiatan masyarakat. salah satu yang menjadi aspirasi warga  adalah pelaksanan Pembelajaran tatap Muka.  Tentu saja, PTM ini akan dilaksanakan kepada sekolah-sekolah yang dianggap telah memenuhi persyaratan, dari sisi penerapan protokol kesehatan, sisi vaksinasi kepada siswa dan guru serta aspek lainnya. Kita tidak menginginkan bahwa PTM ini malah akan menimbulkan permasalahan baru dengan timbulnya cluster sekolah seperti yang terjadi didaerah lain,” kata Wali Kota Banjarbaru yang disapa Ovie ini panjang lebar.

Dijelaskan Ovie juga bahwa stok vaksinasi mencukupi untuk mencapai target.

“Kita juga memiliki stok vaksin yang cenderung cukup untuk memenuhi ketentuan kewajiban capaian vaksin sebesar 50 persen. Kami mengharapkan masyarakat dapat mengikuti program vaksin ini, semua elemen masyarakat dari Karang Taruna , OJK, instansi vertikal lainnya akan melaksanakan vaksin secara masal. Kami menghimbau masyarakat Kota Banjarbaru untuk mengikuti program percepatan vaksin ini,” katanya.

Untuk vaksin door to door,  disampaikan Wali Kota Banjaru, saat ini Pemerintah Kota belum bisa melaksanakannya.
“Kita belum bisa melaksanakan, karena mekanisme vaksinasi yang mewajbkan proses screening sesuai dengan prosedur vaksinasi yang ditetapkan, selain itu proses pendaftaran vaksin dilakukan secara onlen. tentu saja ini menjadi masalah tersendiri bagi pelaksanaan vaksinasi door to door. jelas Walikota Banjarbaru,” pungkasnya. (HUMPRO.BJB-RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Ruang Digital, Kenali Aturan Mainnya

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Ruang Digital, Kenali Aturan Mainnya” di Kabupaten Banjar, Senin (4/10/2021) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Shabrina Anwari yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Setio Budi Hendro Utomo yang menyampaikan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Saat ini dunia berubah dengan cepat, salah satu yang utama adalah teknologi, seperti komputer, namun seperti yang kita ketahui komputer yang kita kenal pun mulai bergeser ke smartphone. Handphone atau smartphone sudah banyak mengambil alih banyak dari fungsi-fungsi komputer.” tuturnya

Dengan berkembangnya hal itu, cara kita memahami keterampilan dasar yang telah disampaikan oleh Budi, dapat berupa;

1.Mengamankan diri dan sesama di
ruang digital

2.Memproteksi perangkat digital

3.Perlindungan indentitas digital dan data pribadi di platform digital

4.Melindungi rekam jejak digital

5.Memahami dan menghindari penipuan digital

Narasumber kedua, Amiruddin yang menyampaikan materi tentang “Budaya Digital”

“Menurut survei yang dilakukan BNPT pada tahun 2020, 85% pemuda milenial rentan terpapar faham terorisme dan radikalisme,” tuturnya.

Amiruddin menuturkan, alasan kaum milenial mudah terpapar faham radikalisme, karena pemuda milenial memiliki ‘karakter ingin diakui’ keinginan kuat untuk merasa dirinya spesial, berharga, bermakna atau menjadi bagian dari suatu kelompok yang spesial, berharga harga dan bermakna.

“Radikalisme negatif didefinisikan sebagai suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan dan aksi-aksi yang ekstrem,” ucapnya.

Ujarnya, ada beberapa sikap yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal yaitu:

1. Intoleran, tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain.

2. Eksklusif, membedakan diri dari umat Islam umumnya.

3. Fanatik, selalu merasa benar sendiri atau menganggap orang lain salah.

4. Menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan.

Adapun, upaya pencegahan yakni dengan memperhatikan kredibilitas website, bandingkan dengan ilmu yang telah kita miliki, diskusikan konten yang ditemukan dengan orang sekitar, dan bandingkan dengan laman daring lainnya.

Narasumber ketiga yaitu Indira Salsabila yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Keamanan Digital”

“Jenis-jenis penipuan di era digital saat ini adalah phising, scam, ID thef, share card info, dan masih banyak lagi doluar sana,” tuturnya

Ia memaparkan, ciri-ciri phising biasanya identitas email yang tidak jelas, tata bahasa buruk, dan bahasa yang kurang sopan.

Terakhir narasumber Muhammad Risanta yang menyampaikan materi tentang “Etika Digital”

“Hoax adalah pemberitaan palsu atau informasi yang sesungguhnya tidak benar, namun dibuat seolah-olah benar,” tuturnya

Jenis-jenis informasi hoax yaitu, berita fake news, tautan jebakan atau tautan yang diletakkan secara strategis di dalam suatu situs dengan tujuan untuk menarik orang masuk ke situs lainnya, confirmation bias yang cenderung untuk menginterpretasikan kejadian yang baru terjadi sebaik bukti dari kepercayaan yang sudah ada.

Elemen berita hoax cenderung menggunakan kalimat persuasif yang memaksa, artikel penuh huruf besar dan tanda seru, terkesan menakut-nakuti atau menyesatkan penerima berita, menghujat seseorang atau golongan, provokatif dan mengadu domba. (RILIS)

Exit mobile version