Pemprov Kalsel Apresiasi Dua Raperda Inisiatif DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel terhadap pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kerjasama Antar Daerah dan Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Hal tersebut diungkapkan dalam pidato Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, pada rapat paripurna DPRD Provinsi Kalsel masa sidang II yang dipimpin langsung ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, Kamis, (18/11).

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar

“Perda tentang kerja sama antar daerah ini diharapkan dapat menjadi regulasi yang strategis dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah untuk kesejahteraan dan percepatan pemenuhan pelayanan publik,” jelasnya.

Apresiasi yang sama juga diberikan Gubernur Kalsel berkenaan dengan Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang akan dirumuskan oleh Komisi II DPRD Provinsi Kalsel tersebut.

“Namun, perlu menjadi perhatian kita, raperda ini harus memenuhi unsur-unsur tertib regulasi pembentukan produk hukum daerah,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Karmila, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Daerah Provinsi Kalsel, yang menurutnya sudah sangat responsif mendukung dan mengapresiasi dua raperda tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Karmila

“Raperda inisiatif dewan ini merupakan salah satu wujud komitmen dan kepedulian kita bersama dalam membangun kerja sama antar daerah serta pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Kalsel,” pungkas “srikandi” DPRD Provinsi Kalsel dari Fraksi PAN tersebut. (NRH/RDM/RH)

Dongeng Kak Bimo Membuat Bahagia Anak-Anak PSAA Budi Mulia Banjarbaru

BANJARBARU – Suasana bahagia dan gembira hadir di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Budi Mulia, saat pendongeng nasional Bambang Bimo Suryono alias Kak Bimo, menceritakan beragam dongeng kepada anak-anak penghuni panti pada Rabu (17/11) sore.

Suasana anak-anak PSAA Budi Mulia ketika mendengarkan dongeng dari Kak Bimo

Kepala Seksi Pelayanan PSAA Budi Mulia, Sacik Kartikowati mengucapkan terimakasih kepada Disnas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang telah menggandeng Kak Bimo bersafari mendongeng.

Pasalnya, lanjut Sacik, selama pandemi anak-anak Panti Asuhan tidak pernah keluar untuk melakukan kegiatan dan tidak diizinkan untuk pulang kampung selama dua tahun terakhir ini untuk mencegah penularan virus COVID-19 sehingga tentunya ada rasa bosan dan jenuh.

“Kegiatan mendongeng bersama Kak Bimo berhasil membuat anak-anak panti asuhan terhibur. Kita lihat tadi respon anak-anak sangat berbahagia dan bergembira,” katanya.

Sacik mengharapkan program-program seperti ini selalu dilaksanakan Dispersip Kalsel dan PSAA Budi Mulya terus dilibatkan sebagai sasaran kegiatan Dispersip Kalsel. Sehingga minat baca dan keterampilan mendongeng bagi anak-anak terus meningkat. Selain itu, dalam cerita dongengnya, Kak Bimo juga memasukkan nilai-nilai etika dan adab.

“Semoga hal itu memberikan kesan mendalam bagi anak-anak untuk pembentukan tahap kembang mereka sehingga ketika sudah kembali ke tengah masyarakat bisa menjadi anak yang baik, sholeh dan sholehah,” harapnya.

Sementara itu, Kak Bimo berharap dengan kegiatan mendongeng ini dapat menguatkan perilaku dan budi mulia anak-anak panti yang telah dicanangkan oleh para pengasuh mereka. Hal ini tentunya akan mewarnai karakter anak-anak sebagai pewaris bangsa di masa mendatang.

“Salut kepada Dispersip Kalsel yang telah hadir di tempat ini untuk menggembirakan dan memberikan arah pada kita seperti apa pembentukan perilaku dan budi yang baik melalui dongeng,” ungkapnya.

Kehadiran Kak Bimo sendiri sebelumnya adalah dalam rangka coaching dan peneguhan mental pembelajaran bagi para guru dan anak-anak pada Selasa, (16/11). Dalam kegiatan yang diselenggarakan Dispersip Kalsel ini, ia membagikan teknik skenario penceritaan berbasis kretivitas dalam story telling dihadapan guru dan tamu undangan lainnya di Aula Perpus Palnam Dispersip Kalsel.

Selain itu, Kak Bimo juga mengisi acara bertajuk “November Ceria, PalNam Mendongeng” di hadapan ratusan anak-anak usia dini di Kid’s Library Perpustakaan PalNam pada Rabu (17/11) pagi. (NRH/RDM/RH)

Kini, Tagihan Pajak Parkir di Kota Banjarmasin Dipungut Oleh Bakeuda

BANJARMASIN – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin menggelar sosialisasi pajak parkir dan pajak reklame tahun 2021.

Sosialisasi yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Kamis (18/11) ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

Arifin mengatakan, digelarnya sosialisasi ini bertujuan untuk memberi tahukan kepada wajib pajak, adanya perubahan atau perpindahan pengelolaan pajak parkir di Kota Banjarmasin.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor saat menyampaikan sambutan

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Bakeuda Kota Banjarmasin, yang telah melaksanakan sosialisasi pajak parkir ini,” ucapnya.

Menurut Arifin, jika sebelumnya pajak parkir dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin kini berpindah ke Bakeuda Kota Banjarmasin.

“Berdasarkan undang-undang maka saat ini pajak parkir dipungut oleh Bakeuda, sedangkan retribusi parkir tetap dipungut Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Arifin berharap, dengan adanya perpindahan pengelolaan pajak tersebut, nantinya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dengan beralih ke Bakeuda maka pendapatan asli daerah dari pajak parkir, akan mengalami peningkatan,” katanya.

Namun, lanjut Arifin, Pemerintah Kota Banjarmasin meminta untuk layanan parkir, untuk konsumen hendaknya dapat diperbaiki.

“Jangan sampai ada kendaraan yang hilang, sehingga konsumen merasa nyaman ketika menggunakan fasilitas parkir tersebut,” ucap Arifin. (SRI/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tabalong; Bijak Berkomentar di Era Digital bersama Literasinya

TABALONG – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bijak Berkomentar di Era Digital bersama Literasinya” di Kabupaten Tabalong, Kamis (18/11/2021) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Caesar Demas Edwinarta dengan materi tentang “Wawasan Kebudayaan dalam Proses Transformasi Digital Digital”.

Ia memaparkan, budaya merupakan serangkaian keyakinan, simbol-simbol, dan nilai-nilai yang melatarbelakangi situasi pada suatu wilayah tertentu.

Cara memahami peran budaya dalam ruang digital, yakni;

  1. Masyarakat memahami peranan sebagai pengguna dan pengawas dalam ruang digital
  2. Mewaspadai segala bentuk kejahatan digital melalui e-mail, tautan, ataupun file.
  3. Menghargai setiap karya orang lain dengan menjaga emosi dan menghindari pemikiran negatif terhadap karya orang lain

Narasumber kedua, Muhammad Sukma Dwiyanto yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”.

“Rekam jejak digital merupakan sebuah jejak yang kuta tinggalkan baik secara sadar maupun tidak sadar saat kita menggunakan perangkat digital. Contoh rekam jejak digital, seperti riwayat briwsing dan riwayat lokasi yang pernah dikunjungi,” paparnya.

“Menjaga rekam jejak digital sangat penting karena dengan jejak digital yang terjaga, maka kita akan terhindar dari masalah-masalah di kemudian hari seperti tersandung kaaua yang berkaitan dengan UU ITE,” tegasnya.

Narasumber ketiga yaitu Eiza Maghfira yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”

“Etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertinbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya

“Etika digital harus diterapkan karena dalam ruang digital kita akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural. Kita juga tentu ingin mencari konten yang baik untuk kita ketika sedang berselancar di dunia internet. Etika yang dapat kita lakukan saat berinternet, yaitu memperhatikan bahasa komunikasi, memperhatikan privasi, menghindari SARA, dan mengkonfirmasi kebenaran sebuah berita,” pungkasnya

Terakhir narasumber Awiek Hadi Widodo yang menyampaikan materi tentang “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”

“Pada era saat ini ketika kita ingin memiliki usaha sendiri banyak dilakukan dengan cara membuka toko online, agar toko online berkembang kita harus mengetahui terlebih dahulu siapa target pasar toko, apa yang ingin dijual, serta produk yang dijual harus sesuai dengan passion yang kita miliki,” jelasnya

“Tips agar toko online dapat berkembang, dasar yang dapat kita lakukan bisa dimulai dari menjual peoduk yang simpel dan kasual, membuat konten yang unik dan menarik, lakukan segnentasi terhadap siapa target pasar produk yang dijual, libatkan promosi produk melalui influencer, dan giat melakukan peduli sosial agar menarik perhatian oleh konsumen,” pungkasnya. (RILIS)

Hadirkan Seluruh Pemegang Saham dan Legislatif, Bank Kalsel Gelar Seminar Pemenuhan Modal Inti BPD

BANJARBARU – Kewajiban akan pemenuhan modal inti yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK (POJK) No. 12/POJK.03/2021, semakin menjadi perhatian serius Bank Kalsel dan para pemegang sahamnya. Hal ini tergambar dalam kegiatan Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang diselenggarakan Bank Kalsel dengan mengundang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Provinisi Kalsel, OJK, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kalsel serta para pejabat terkait, di Banjarbaru, Selasa (16/11).

Suasana seminar pemenuhan modal inti Bank Kalsel

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan mengumpulkan seluruh pemegang saham Bank Kalsel, tidak terkecuali Gubernur Kalsel untuk menyatukan persepsi agar nantinya dapat bersama – sama membuat komitmen untuk penguatan Bank Kalsel. Dengan berkumpulnya para pemegang saham beserta para pejabat terkait, seminar ini menjadi tempat diskusi yang tepat untuk menemukan solusi pemenuhan modal inti di tengah adanya refocusing anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

I G.K. Prasetya selaku Plt. Direktur Utama Bank Kalsel menyampaikan ada beberapa alternatif yang dapat membantu penyertaan modal inti Bank Kalsel. Dengan skenario agar keuangan daerah tidak terlalu terbebani di tengah pandemi.

“Kami menyadari bahwa jika kewajiban pemenuhan modal inti sepenuhnya dibebankan pada APBD tentunya akan sangat memberatkan keuangan daerah. Di tengah kondisi keuangan daerah yang terkonsentrasi pada penanganan COVID-19 dan upaya pemulihannya, Bank Kalsel menawarkan berbagai skenario seperti pengembalian dividen, revaluasi aset, dan inbreng,” ungkap Prasetya.

Upaya peningkatan modal inti BPD tersebut telah mendapat dorongan dari Kemendagri dan OJK, sehingga dorongan tambahan dari stakeholder BPD di daerah sangat diperlukan. Hal ini disampaikan Haizir Sulaiman selaku Ketua Bidang Syariah Asbanda yang mewakili Ketua Umum Asbanda saat sambutan pada pembukaan acara.

“Upaya peningkatan modal inti ini lebih khusus kepada BPD yang belum bisa memenuhi kebutuhan modal inti sebesar Rp3 triliun pada Desember 2024, salah satunya Bank Kalsel. Untuk ituu, dalam pertemuan kali ini diharapkan peningkatan modal Bank Kalsel mendapat dukungan penuh dari stakeholder dan shareholder baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Selatan,” ucap Haizir.

Lebih lanjut, Kepala Departemen Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 4 OJK, Panca Hadi Suryatno menyampaikan, bahwa tujuan diberlakukannya POJK No.12 POJK.03/2021 ini adalah untuk memperkuat struktur, ketahanan dan daya saing industri perbankan nasional.

“Dengan kuatnya struktur, ketahanan dan daya saing BPD, bertujuan salah satunya dapat meningkatkan kemampuan BPD dalam mengarungi digitalisasi perbankan. Hal tersebut dilakukan agar Bank Kalsel tetap dapat berfungsi sebagai agen pembangunan daerah,” papar Panca.

Kepala Daerah dan DPRD mesti bersama – sama berupaya penuh meningkatkan atau memenuhi modal inti Bank Kalsel, sebagaimana disampaikan Budi Santosa selaku Direktur BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah Kementerian Dalam Negeri.

“Kita harus betul – betul serius menyelamatkan Bank Kalsel ini dengan cara Pemerintah Daerah sesegeranya mengadakan rapat dengan mengundang pejabat bidang perekonomian, sekretaris daerah dan DPRD untuk membuat komitmen bersama dengan solusi yang telah dipaparkan tadi. Melihat data saat ini dimana hampir 80 persen dari total keuntungan BUMD di seluruh Indonesia merupakan berasal dari sektor perbankan, maka fokus terhadap penguatan modal Bank Kalsel adalah hal yang tepat,” jelas Budi.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin mengajak semua pihak
untuk saling bersinergi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat, salah satunya turut mendorong pertumbuhan badan usaha daerah, seperti Bank Kalsel.

“Pentingnya komitmen seluruh stakeholder saat ini untuk pembangunan daerah di masa depan, salah satunya penguatan modal Bank Kalsel. Pemerintah Provinsi Kalsel pada dasarnya siap memberikan dukungan dalam rangka membantu Bank Kalsel untuk pemenuhan modal inti tersebut. Namun tentunya diperlukan sinergisitas dan kerjasama seluruh pihak, agar pemenuhan modal inti ini dapat terpenuhi,” tutur Sahbirin.

Lebih lanjut, Paman Birin mengungkapkan bahwa Bank Kalsel telah berkontribusi positif melalui dividen yang diberikan sehingga konsekuensi atas ketidakmampuan dalam memenuhi modal inti menjadi perhatian seluruh pemegang saham.

“Konsekuensi Bank Kalsel apabila tidak dapat memenuhi modal inti menjadi perhatian kita semua. Bank Kalsel sebagai bank milik pemerintah daerah telah memberikan kontribusi positif melalui dividen yang diberikan, sehingga diharapkan melalui forum ini seluruh pihak memiliki satu kesatuan pandangan yang sama terhadap keberlangsungan bank Kalsel yaitu banknya masyarakat Kalsel,” ucap Sahbirin.

Bank Kalsel saat ini konsisten menunjukan kinerja yang bagus dan mampu menyumbangkan kontribusi positif kepada setiap kabupaten/kota di Kalsel.

“Kontribusi positif Bank Kalsel kepada daerah yang terbesar yakni melalui dividen yang diberikan sehingga dapat menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada setiap pemegang sahamnya. Hal ini dapat menjadi alasan yang kuat agar kita dapat bersama – sama merawat dan membesarkan Bank Kalsel ini agar semakin exist dan survive ke depan, terlebih saat ini Bank Kalsel telah bertransformasi dalam peningkatan layanan melalui digitalisasi,” pungkas Prasetya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Sah, BPSMB Disdag Kalsel Resmi Jadi BLUD

BANJARBARU – Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Provinsi Kalsel akhirnya resmi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Hal ini, ditandai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) yang ditandatangi langsung oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani mengaku, bersyukur atas pencapaian BPSMB yang kini berhasil menyandang status sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan sebelumnya berbentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Kadisdag Kalsel, Birhasani (tengah) didampingi Kepala BPSMB Kalsel, Tanwiriah (kanan) saat diwawancarai terkait BLUD.

“Jelas saya menyambut gembira akan adanya ini. Bahkan, tadinya UPT sekarang menjadi BLUD. Tentu merupakan capaian yang luar biasa dan patut diapresiasi,” ujarnya usai meresmikan peluncuran aplikasi e-Pengujian, di aula utama BPSMB Kalsel, Rabu (17/11) siang.

Pemotongan tumpeng dalam peresmian kegiatan peluncuran aplikasi e-Pengujian sekaligus syukuran menjadi BLUD.

Ia menyampaikan, setelah melalui berbagai pertimbangan dan kajian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalsel akhirnya BPSMB memenuhi syarat menjadi BLUD.

“Tapi ini juga tantangan, karena kalau sudah menjadi BLUD. Maka, otomatis layanannya harus ditingkatkan sesuai target yang telah ditentukan,” ungkap Kadisdag Kalsel, Birhasani.

Dia menekankan, agar pelayanan yang diberikan mampu ditingkatkan secara lebih optimal karena hal tersebut merupakan tantangan bagi BPSMB yang kini sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah.

“Kita harus siap bersaing, bukan hanya di Kalsel saja tapi juga di luar daerah. Daya saing harus ditingkatkan dan harus mendapatkan pendampingan dari Pemprov Kalsel. Bahkan, Disdag Kalsel akan ikut mendampingi sebagai kepanjangan tangan dari instansi yang menaunginya,” paparnya.

Kepala BPSMB Kalsel, Tanwiriah mengatakan, didapatkannya status BLUD diakuinya juga tak lepas dari dukungan Kadisdag Kalsel, Birhasani yang turut mendukung dalam tercapainya tujuan ini.

“Serta tak lupa dari jajaran diinstansi ini dan sektor-sektor terkait akhirnya kami memperoleh perubahan status serta suatu kebanggaan yang tentu tidak mudah kami dapatkan dengan proses pembelajaran cukup panjang dan tantangan besar,” ungkapnya.

Kendati dekimian, dirinya akan bekerja lebih optimal lagi yang tentu diharapkan juga mendapat dukungan peralatan memadai dari Pemprov Kalsel sebagai langkah dalam memaksimalkan pelayanan.

“Masih antara BLUD dan masih mendapatkan bantuan dari Pemprov karena belum mampu membiayai secara keseluruhan atau sementara masih bersifat semi seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, pada penyelenggaraan kegiatan peluncuran aplikasi e-Pengujian yang digelar Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Kalsel, Rabu (17/11) siang, saat ini pihaknya juga telah memiliki aplikasi layanan berbasis digital lainnya seperti e-Kaliberasi. Yang mana, diharapkan bisa memudahkan pelanggannya secara nasional maupun lokal. (RHS/RDM/RH)

2022, Bandara Internasional Syamsudin Noor Prediksi Jumlah Penumpang Melonjak

BANJARBARU – Manajemen Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Syamsudin Noor menggelar silaturahmi bersama mitra kerja dan mitra usaha, Rabu (17/11).

Foto bersama GM Bandara Internasional Syamsudin Noor, Dony Subardono (tengah) bersama pelaku bisnis yang mendapat penghargaan.

Acara tersebut dihelat sebagai bentuk sinergitas dan kepedulian Manajemen Bandara Syamsudin Noor, terhadap kendala yang dihadapi seluruh komunitas Bandara saat ini.

“Yang paling penting ingin saya tekankan bahwa supaya mereka (komunitas Bandara) tidak merasa sendiri dalam kondisi sulit,” ucap General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Doby Subardono di sela kegiatan.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan mitra usaha dan mitra kerja dapat berbagi pengalaman, saran, hingga ide-ide kreatif yang dapat mendukung bangkitnya sektor ekonomi pelaku bisnis di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Kita harus tetap menjaga silaturahmi ini agar kita dapat mengetahui apa yang menjadi kendala bagi mereka di masa pandemi saat ini, dan kita akan berikan solusi agar bisa bangkit,” ungkapnya.

Kegiatan silaturahmi ini dilakukan sekaligus untuk persiapan bangkit dari wabah pandemi yang sudah melandai.

“Setelah recovery pandemi, saya perkirakan di tahun 2022 Bandara Internasional Syamsudin Noor akan mengalami lonjakan penumpang,” ungkapnya lagi.

Meski dimasa pandemi, tidak sedikit mitra usaha dan mitra kerja Bandara Internasional Syamsudin Noor yang masih tetap produktif.

Atas keberhasilan tersebut Manajemen Bandara Syamsudin Noor memberikan apresiasi serta penghargaan atas upaya serta kerja keras dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna fasilitas bandara.

“Penghargaan ini memang hasil dari evaluasi pencapaian pelaku bisnis kita setiap tahun. Meskipun tidak secemerlang di tahun 2019, namun di masa pandemi mereka tetap dapat berproduksi dan itu patut kita apresiasi,” pungkasnya.

Kedepannya diharapkan dengan silaturahmi ini dapat membuka pintu rezeki bagi komunitas Bandara, serta dapat meningkatkan kualitas kinerja pelayanan baik dari mitra usaha maupun mitra kerja di Bandara Internasional Syamsudin Noor. (TR21-01/RDM/RH)

Bangun Karakter Anak Melalui Dongeng, Dispersip Kalsel Kembali Hadirkan Kak Bimo

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel kembali mendatangkan Master Dongeng Nasional Bambang Bimo Suryono atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Bimo.

Dengan gaya yang aktraktif dan interaktif, pada kegiatan bertajuk “November Ceria Palnam Berdongeng” ini, Kak Bimo berhasil membuat ratusan anak-anak usia dini sangat antusias mendengarkan dongeng yang dibawakannya di Kid’s Library Perpustakaan PalNam, Rabu (17/11).

Suasana kegiatan November Ceria PalNam Berdongeng

Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie melalui Kabid Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Wildan Akhyar mengatakan pihaknya ingin mengenalkan buku dan menumbuhkan budaya literasi kepada anak-anak usia dini melalui kegiatan mendongeng ini.

“Pada situasi pandemi di Kalsel yang sudah mulai mereda, akhirnya kami bisa berkegiatan kembali menghibur anak-anak. Semoga seiring kasus COVID-19 yang melandai ini minat masyarakat maupun anak untuk berkunjung ke perpustakaan juga semakin meningkat,” katanya.

Wildan menambahkan peserta yang hadir dalam kegiatan ini masih dibatasi, dengan mengundang PAUD yang telah bekerja sama dengan Dispersip Kalsel.

Sementara, Kak Bimo menyampaikan bahwa kegiatan mendongeng di Perpustakaan PalNam ini merupakan kegiatan yang istimewa karena secara spesifik dapat mengarahkan anak-anak untuk mencintai ilmu pengetahuan yang akan menggerakkan perilaku mereka dan menghasilkan budaya peradaban yang istimewa.

“Apabila anak mendapatkan banyak cerita dongeng maka akan banyak pula pengetahuan dan nilai yang masuk tanpa mereka merasa diceramahi. Nilai-nilai yang mengendap akan menjadi dasar karakter untuk membangun kehidupan mereka yang hasilnya dapat dilihat pada satu generasi yang akan datang,” jelasnya.

Selain itu, Kak Bimo juga menyampaikan kebanggaannya terhadap Kalsel, yang berkomitmen menggerakkan dunia literasi, guna menyongsong masa depan generasi emas.

“Di antara banyak provinsi yang pernah mengundang saya, Kalsel ini memang istimewa, selalu mempunyai gebrakan, itu sebuah prestasi yang membanggakan dan semoga menyebar ke wilayah lain,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Cegah Stunting, Ketua PKK Kalsel Gencarkan Gerakan Makan Ikan

TANAH LAUT – Isu stunting terus menjadi perhatian Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan angka stunting atau kekerdilan adalah mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Berdasarkan penelitian para ahli disebutkan, gizi ikan diketahui mengandung Omega 3 yang baik bagi pertumbuhan anak.

Hal inilah yang disosialisasikan Ketua TP PKK Kalsel Raudatul Jannah Sahbirin Noor di  UPTD SDN Panjaratan, Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, pada Rabu (17/11).

Kunjungan PKK Kalsel ke Desa Panjaratan dalam rangka Safari Gemarikan, sebagai rangkaian Peringatan Hari Ikan Nasional ke-8 Tahun 2021.

Pada kesempatan ini, Ketua PKK Kalsel secara simbolis menyerahkan paket produk olahan hasil perikanan dan paket pemberian makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tala dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel.

Ketua TP PKK Kalsel memberikan bantuan makanan untuk anak di Tala

“Stunting itu ketika tinggi badan anak tidak optimal alias di bawah rata-rata dan bersifat permanen,” terang Raudatul Jannah usai berdialog dengan salah satu peserta.

Ujarnya, selain terkait fisik, stunting juga menghambat kecerdasan anak. Kondisi demikian akan berakibat buruk bagi masa depan buah hati.

Ketua PKK Kalsel dua periode ini juga mengungkapkan keprihatinannya. Ia menegaskan, stunting menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan oleh semua pihak terkait.

“Salah satu upaya mencegah stunting yaitu mengonsumsi sumber protein, terutama ikan. Ikan mengandung Omega 3 yang baik bagi pertumbuhan anak dan kecerdasannya,” jelas Raudatul Jannah.

Apalagi, ungkapnya, Tanah Laut dekat dengan perairan laut yang tentunya memiliki berbagai macam ikan. Kekayaan sumber daya ikan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya demi pemenuhan nutrisi buah hati.

Ketua TP PKK Kalsel befoto bersama anak anak SDN Panjaratan Tala

“Kesuksesan seorang anak tergantung dari bagaimana ibu merawatnya, bahkan dari sejak mengandung,” lanjut Bunda, sapaan akrabnya.

Sekda Tala Dahnial Kifli, mewakili Bupati Tala, menyampaikan hal yang senada.

“Tala punya potensi sumber daya alam yang melimpah sehingga kita bersyukur bisa menikmati ikan-ikannya,” terangnya.

Ia menyebutkan, dibandingkan beberapa waktu lalu, tingkat stunting di Tala sudah mengalami penurunan.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono mengatakan, kegiatan ini salah satu bentuk sinergi bersama membantu pemerintah mencegah atau mengatasi persoalan-persoalan stunting.

“Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel siap mendukung program program penanganan stunting terutama meningkatkan ketersediaan konsumsi  ikan,” ucap Rusdi.

Sebelum bertolak kembali ke kediaman, Ketua PKK Kalsel menyempatkan untuk melihat beragam camilan produksi TP PKK setempat. Ia memberikan saran-saran guna meningkatkan kualitas kemasan produk. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Diskop UKM Kalsel Beri Dukungan Penuh Penggiat UMKM

BANJARMASIN – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan, mendukung sepenuhnya kepada seluruh penggiat Usaha Mikro Kecil Menengah, dengan hadirnya gerai UMKM di Bandara Syamsudin Noor.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan Gustafa Yandi, kepada Abdi Persada FM pada Rabu (17/11)
langkah nyata Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam membangkitkan perekonomian dengan cara memberi dukungan penuh, bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah tersebar di tiga belas Kabupaten dan Kota, melalui hadirnya gerai UMKM, agar dapat memberikan kemajuan roda perekonomian bagi pelaku usaha.

“Gerai UMKM di Bandara baru, dapat membuat para wisatawan, untuk senang dan menjadikan buah tangan,” ucapnya

Disampaikan Yandi, sejak beroperasi pada 14 Agustus lalu telah diikuti 98 gerai UMKM, dengan menjual sebanyak 330 varian produk, tediri dari kain sasirangan khas Kalimantan Selatan, kerajinan, kain tenun khas Kabupaten Tanah Bumbu, perhiasan seperti permata, dan kuliner. Dari segi kualitas produk, dan pengemasan, sudah sesuai standar nasional yang diterapkan.

“Untuk harga jangan dibandingkan, sudah ada aturan, karena murni membantu ekonomi dan kemajuan para UMKM di Kalsel,” katanya.

Lebih lanjut Yandi menambahkan, gerai UMKM di Bandara Syamsudin Noor ini merupakan hasil kerja sama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan dengan Angkasa Pura I, dan PT Sarinah. Rencananya akan diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, pada 29 November nanti.

“Kita berharap seluruh produk UMKM, menjadi peluang bagus dan semakin maju, untuk dipasarkan baik di luar daerah hingga ke mancanegara,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version