PMI Banjarbaru Beri Perhatian Terhadap Banjir HST

BANJARBARU – Banjir masih menggenangi beberapa kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tidak sedikit warga harus mengungsi di beberapa tempat pengungsian akibat debit air yang relatif tinggi. Hal ini yang mendasari tim relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarbaru bersama PMI Kalsel memberikan Layanan Kesehatan (Yankes) ke beberapa desa yang terdampak.

PMI kota Banjarbaru saat melakukan evakuasi kepada warga

Melalui sambungan telepon, Kamis (2/12), Staf Penanggulangan Bencana PMI Kota Banjarbaru Aiman mengatakan, di Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan, pihaknya mendatangi dua titik tempat pemeriksaan yakni RT 01 dan RT 02.

“Langkah awal kami melakukan assesment. Data yang masuk langsung kami eksekusi bersama untuk melakukan layanan kesehatan,” ucap Aiman.

Walau dapat ditempuh dengan roda empat, jalan masih belum bisa untuk dilewati akibat genangan air yang masih terbilang tinggi.

“Kami melakukan yankes ke lokasi harus berjalan kurang 3 kilometer karena akses jalan masih tertutup banjir ketika menuju lokasi,” terang Aiman.

Kendati demikian, tidak kurang 50 warga yang sudah terobati dengan berbagai macam keluhan. Seperti kutu air hingga darah tinggi.

“Bila ada penyakit berkelanjutan maka akan kami arahkan ke Puskesmas setempat,” ungkap Aiman.

Hingga saat ini tidak sedikit warga masih mengungsi di akibat permukiman yang masih tergenang.

“Di Desa Jaranih hingga saat ini masih banyak warga yang mengungsi, karena debit air masih sepaha orang dewasa kalau di Masiraan hampir sepinggang,” beber Aiman.

Kedepannya lanjut Aiman, PMI Kalsel akan mendatangkan bantuan ke HST berupa perlengkapan kebersihan, perlengkapan rumah tangga dan lain sebagainya. (TR21-01/RDM/RH)

Dinas PUPR Kalsel Raih Juara Pertama Program Perkantoran Ramah Lingkungan Tahun 2021

BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) prov Kalsel berhasil menjadi juara dalam lomba Perkantoran Ramah Lingkungan (Eco Office) yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) provinsi Kalsel

Lomba ini merupakan usaha Pemerintah Provinsi melalui Dinas LH untuk menciptakan kesadaran dan penerapan budaya peduli lingkungan di lingkup perkantoran Pemprov Kalsel.

Ditahun ini, Dinas PUPR dalam penilaian mendapatkan predikat hijau sebagai kantor di lingkungan Pemprov Kalsel yang ramah lingkungan. Disusul Dinas Kehutanan di posisi kedua dan Bappeda di posisi ketiga yang mendapat predikat biru.

“Seperti yang dipesankan oleh Gubernur, sudah seharusnya ASN menjadi agen perubahan terhadap perilaku itu,” ucap Kepala Dinas LH prov Kalsel Hanifah Dwi Nirwana kepada sejumlah awak media, Rabu (1/12).

Hanifah menjelaskan, kepedulian atas lingkungan di area perkantoran sudah menjadi salah satu budaya dalam aktifitas sehari-hari. Seperti mengurangi penggunaan kertas, pembatasan penggunaan minuman botol plastik, penghematan energi dan air, dan program perlindungan lingkungan lainnya.

“Kami juga menyediakan bank sampah sebagai salah satu indikator penilaian. Jika mereka (ASN) menerapkan program ini maka kantor tersebut pasti menjadi nasabah bank kami atau di wilayah sekitar mereka,” terangnya.
Selain itu, peran Pimpinan SKPD terhadap regulasi dan kebijakan ramah lingkungan di perkantoran juga menjadi salah satu poin penting dalam penilaian.

“Bukan hanya diambil dari bagaimana instansi perkantoran provinsi kalimantan selatan mengelola sampah dan energi, namun juga bagaimana pimpinan SKPD membangun semangat, mengkampanyekan, serta mensosialisasikan pentingnya ramah terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, program penilaian perkantoran ramah lingkungan ini merupakan penyempurnaan dari konsep Eco Office yang sudah berjalan beberapa tahun dan sudah tercantum dalam Pergub nomor 97 tahun 2020 tentang perkantoran ramah lingkungan.Dimana penilaian sementara hanya dilakukan kepada 35 instansi perkantoran di lingkup Pemprov dan direncanakan di tahun mendatang akan diperluas di tingkat kabupaten kota, perguruan tinggi, serta instansi vertikal lainnya. (TR21-01/RDM/RH)

Harga Minyak Goreng Naik, DPRD Kalsel Akan Panggil Disdag Kalsel

BANJARMASIN – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Imam Suprastowo menyoroti kenaikan harga minyak goreng yang mulai meresahkan masyarakat di wilayah Kalsel, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang terjadi belakangan ini.

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/12), Imam menyampaikan dirinya belum mendapatkan laporan dari Dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalsel terkait harga minyak goreng ini yang melonjak naik.

“Sampai sekarang, Disdag belum ada melaporkannya. Selain itu, memang harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit saat ini sangat tinggi. Bahkan sudah menyentuh angka di atas Rp3 ribu per kilogramnya,” katanya.

Namun, lanjut Wakil Rakyat dari Dapil Banjarbaru dan Tanah Laut itu, provinsi Kalsel adalah salah satu daerah lumbung dari TBS yang memiliki lahan kelapa sawit yang luas. Sehingga pihaknya mempertanyakan apakah harga yang melambung tersebut karena untuk memenuhi keperluan di dunia akan Cruel Palm Oil (CPO) yang cukup tinggi sehingga lebih banyak diekspor daripada dipergunakan untuk pembuatan minyak goreng.

“Dalam waktu dekat, kita akan panggil Disdag dan juga Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit untuk menanyakan persoalan ini,” tegasnya.

Ditambahkan Imam, tingginya keperluan CPO di pasar dunia bisa menjadi kendala sehingga pabrik-pabrik minyak goreng tidak mampu membeli CPO karena harganya yang mahal.

“Memang keperluan di dalam negeri juga banyak, dimana sesuai jadwal sudah memasuki B30 dan B50 yang merupakan program pemerintah untuk mewajibkan pencampuran biodesel dan solar yang nantinya menghasilkan produk Biosolar. Ini juga banyak menyerap TBS,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Musrenbang RPJMD : Kalsel Siap Tranformasi Digitalisasi Dalam Tata Kelola Pemerintahan

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (1/12).

Pembukaan Musrenbang RPJMD Provinsi Kalsel ini ditandai dengan pemukulan babun oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor didampingi Wakil Gubernur Muhiddin serta ketua DPRD Kalsel Supian HK.

Turut hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimda, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, Bupati dan Walikota se Kalsel, jajaran Kepala SKPD Pemprov Kalsel, serta anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan Kalsel yang mengikuti melalui virtual.

Dalam sambutannya, Sahbirin Noor menyampaikan akan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari kesiapan dalam pelaksanaan pembangunan.

“Kalau kita maju dengan persiapan, insyaallah kita akan turun dengan mendapatkan kehormatan,” ujar Paman Birin sapaan akrabnya.

Paman Birin juga berharap, melalui Musrenbang RPJMD ini, diharapkan apabila ada keinginan masyarakat yang masih belum tercantum untuk pembangunan Banua, dapat menjadi fokus perhatian untuk disinergikan.

“Semoga hasil yang kita rencanakan sesuai dengan harapan rakyat, harapan pemerintah, harapan DPRD dan harapan kita semua,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira menyampaikan, ada lima misi pembangunan di dalam RPJMD Kalsel 2021-2026, yaitu membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur, mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, memperkuat sarana prasarana dasar dan perekonomian, tata kelola pemerintahan yang lebih fokus pada pelayanan publik serta menjaga kelestarian lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan bencana.

“Sebagai contoh membangun SDM dari sisi kesehatan, yakni meningkatkan angka harapan hidup melalui perbaikan stunting,” ujarnya.

Kemudian terkait sisi pendidikan lanjut Fajar Desira, adalah memperbaiki rata-rata lama sekolah di Kalsel, yang mana saat ini rata-rata masih berada diangka delapan tahun atau kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Adapun fokus pembangunan dari sisi peningkatan perekonomian adalah, meningkatkan hilirisasi, agar perekonomian Kalsel tidak terus terpaku pada yang energi tak terbarukan seperti batubara,” paparnya.

Sementara untuk tata kelola pemerintahan lanjut Fajar Desira, adalah transformasi digitalisasi. Mengingat dalam kurun dua tahun atau di masa pandemi COVID-19, secara tidak langsung Pemerintah telah beralih kepada era digitalisasi dan merasakan manfaatnya.

“Ternyata digital lebih efisien dan kita akan mampu bersaing dengan daerah lain,” terangnya. (ASC/RDM/RH)

Pembangunan Infrastruktur Diharapkan Jadi Perhatian Dalam RPJMD Kalsel 2021-2026

BANJARMASIN – Pembangunan infrastruktur diharapkan menjadi perhatian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2021-2026.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Sahrujani kepada wartawan, usai mengikuti pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kalsel Tahun 2021-2026 secara virtual, Rabu (1/12).

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani

“Sebagai contoh mengenai perbaikan dan peningkatan jalan, terutama jalan provinsi atau yang berstatus jaringan jalan strategis, baik karena rusak terdampak bencana banjir maupun lainnya juga menjadi prioritas dalam RPJMD tersebut,” katanya.

Begitu pula, lanjut Mantan Ketua DPRD Kabupaten HSU itu, upaya pencegahan dan pengendalian banjir seperti pembangunan waduk menjadi perhatian. Kendati pendanaannya mengharapkan bantuan pemerintah pusat, karena memerlukan biaya besar, sedangkan anggaran daerah tidak memungkinkan.

Oleh karena itu, Sahrujani juga mengharapkan pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proyek pembangunan dan perbaikan infrastruktur tersebut bisa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Selain itu, bisa berkolaborasi dengan anggota DPR RI Dapil Kalsel untuk mendorong dan memperjuangkannya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pemprov Kalsel menggelar Musrenbang RPJMD Tahun 2016-2026 di gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel di Banjarbaru. Turut hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut yaitu Ketua DPRD Kalsel Supian HK.

Sementara pimpinan Komisi-komisi DPRD Kalsel mengikuti pertemuan tersebut secara virtual di ruang DPRD Kalsel di Banjarmasin. (NRH/RDM/RH)

Disdag Kalsel Gelar Seminar Diskusi Potensi Pemenuhan Jamaah Haji dan Umrah

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar seminar sosialisasi dan diskusi, pemenuhan kebutuhan jamaah Haji dan Umrah embarkasi Banjarmasin, di salah satu hotel berbintang, Rabu siang (1/12).

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani menyampaikan, dalam upaya membuka akses peluang pasar lebih luas, baik dalam negeri maupun mancanegara, Kementerian Perdagangan RI telah menandatangani MoU bersama Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI, dan Kementerian Agama RI, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jedah, dalam bentuk kerjasama, untuk mendorong produk UKM Indonesia ke pasar ekspor, khususnya dengan negara tujuan Arab Saudi dan negara Timur Tengah serta lainnya.

“Kami gelar seminar sosialisasi dan diskusi, karena Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang dipilih untuk melaksanakan, diikuti sebanyak 50 pelaku UKM Kalsel,” katanya

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, saat melihat produk UKM Kalsel

Disampaikan Birhasani, pemanfaatan momentum musim haji untuk pemasaran produk Usaha Kecil Menengah merupakan satu langkah yang sangat strategis, baik di dalam negeri saat jamaah di Embarkasi, dan pihak asrama Haji memfasilitasi satu tempat untuk menjual produk UKM khususnya di Kalsel, yang pengelolaannya diserahkan kepada asosiasi misalnya Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) atau Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) Kalsel.

“Dua asosiasi ini nanti menampung produk-prduk UKM, yang tentu berkualitas sudah memenuhi standar produksi serta bersertifikat halal,” jelasnya

Birhasani menambahkan, peluang pasar ekspor bagi produk Usaha Kecil Menengah di Kalsel sangatlah terbuka untuk memenuhi kebutuhan jamaah Haji. Mengingat jamaah haji Kalsel setiap tahun cukuplah besar, apalagi biasanya merindukan produk makanan dan minuman asal Banua, seperti ikan asin sepat kering, seluang, sambal acan, kerupuk, amplang dan lain-lain, yang digemari jamaah provinsi lain serta Asia.

“Pada umumnya selera tidak jauh beda, dengan demikian sangat tepat kebijakan Pemerintah yang akan memfasilitasi ekspor produk Usaha Kecil Menengah pada saat musim haji khususnya. Kita berharap, seluruh pelaku UKM Kalsel memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya, karena Pemerintah Daerah Provinsi Kalsel, sangat mendukung program tersebut,” tutupnya.

Untuk diketahui, seminar sosialisasi dan diskusi potensi pemenuhan kebutuhan jamaah Haji dan Umrah Embarkasi Banjarmasin, di buka langsung Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, dengan Narasumber dari Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag RI, Asdep Pengembangan SDM UKM Kemenkop RI, dan Kepala ITPC Jeddah. (NHF/RDM/RH)

Polda Kalsel Gelar Kejuaraan Bola Voli

BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan, menggelar Kejuaraan Provinsi bola voli piala Kapolda Kalimantan Selatan Tahun 2021. pertandingan bola voli ini dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Rudy Resnawan Banjarbaru 1 – 5 Desember 2021.

Saat membuka kejuaraan bola voli Mewakili Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono menyampaikan, di Banua Kalsel telah memiliki lapangan bola voli sehingga olahraga ini menjadi olahraga yang sangat populer dan digemari oleh masyarakat, sehingga dengan digelarnya kejuaraan bola voli ini diharapkan dapat menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan imunitas kita agar tidak mudah terpapar COVID-19.

“Selain itu juga melalui kegiatan ini dapat menjadi sarana yang semakin mempererat silaturahmi dan memperkokoh persatuan persaudaraan dan kebersamaan diantara kita,” ucap Agung Budijono.

Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono menambahkan, melalui kejuaraan bola voli ini, juga dapat menjadi ajang untuk mencari bibit-bibit olahraga bola voli untuk dikembangkan dan dilatih menjadi atlet bola voli yang berkualitas, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional terakhir saya sampaikan Selamat terpenting.

Sementara itu, mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Fathurrahman menyampaikan, pihaknya mengucapkan selamat dan sukses, atas terselenggaranya kejuaraan bola voli ini, hal ini merupakan kabar baik khususnya bagi para atlit bola voli yang sudah lama tidak bermain voli dikarenakan ditiadakannya kejuaraan bola voli akibat adanya pandemi COVID-19.

“Semoga kejuaraan Provinsi bola voli dapat berjalan baik dan lancar, dan dapat menjaring bibit-bibit atlet bol voli yang kita semua harapkan dapat menjadi andalan di kancah Nasional dan Internasional,” tutup Fathurrahman. (MRF/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin : Maknai Hari AIDS Sedunia dengan Budayakan Pola Hidup Sehat

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin meminta dalam peringatan hari AIDS sedunia, dimaknai dengan membudayakan pola hidup sehat.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Zainal Hakim, kepada wartawan pada Rabu (1/12), ditengah masih pandemi COVID-19, kasus penderita HIV AIDS untuk kota Banjarmasin mengalami peningkatan sejak tahun 2020 lalu, bahkan penderitanya dari usia produktif antara 20 – 29 tahun, dengan demikian moment ini dapat dimaknai dengan semakin membudayakan hidup sehat.

“Faktor penyebab tingginya penularan virus HIV, diantaranya perilaku menyimpang dan sering bergonti-ganti pasangan dalam hubungan seksual, serta narkoba,” ucapnya.

Hakim menyampaikan, hingga sekarang ini penyakit HIV tidak ada obatnya, dengan adanya peringatan setiap tahun sebagai hari AIDS sedunia, sangatlah tepat. Artinya bukan hanya sekedar dijadikan seremonial, namun lebih dimaknai, untuk bersama-sama menerapkan pola hidup sehat.

“Kita jadikan momentum ini, untuk semakin menumbuhkan kesadaran setiap orang, terhadap ancaman HIV AIDS,” pintanya.

Lebih lanjut Hakim meminta, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, terus menerus melakukan sosialiasi kepada semua lapisan masyarakat, dalam upaya pencegahan sejak dini bahaya HIV AIDS. Selain juga edukasi protokol kesehatan 3M, karena masih pandemi COVID-19, serta memasuki musim penghujan tentunya, meningkatkan kewaspadaan yang tinggi, penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti.

“Peran Dinkes Kota sekarang sangat besar, bukan hanya berupaya menurunkan kasus HIV AIDS, kasus pasien COVID-19, serta juga mencegah penyakit DBD. Kami sebagai legislatif, tentu turut membantu dalam sosialisasi dan edukasi tersebut,” tutupnya.

Untuk diketahui, pada bulan November 2021 lalu, Koalisi Peduli HIV AIDS Kalimantan Selatan, menyampaikan audiensi dan menyerahkan dokumen, bahwa data kasus HIV AIDS Kalsel per tanggal 30 Agustus 2021 mencapai 3.319 kasus, dan Kota Banjarmasin menempati posisi tertinggi yaitu sebanyak 2.514 kasus atau sekitar 75 persen dari total kasus. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berikan Apresiasi Proklim Tahun 2021

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang dengan sukarela melakukan upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2021.

Berpusat di halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup provinsi Kalsel, Rabu (1/12). Penyerahan apresiasi berupa trofi, sertifikat, dan perlengkapan pendukung Proklim seperti tempat sampah dan sejumlah unit roda tiga diberikan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

“Selamat dan saya berikan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Proklim hingga masih terlaksana hingga saat ini,” ucap Gubernur yang akrab di sapa Paman Birin dalam sambutannya.

Proklim bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca.

“Proklim juga termasuk dalam program Revolusi Hijau yang merupakan program Pemprov Kalsel untuk melakukan gerakan menanam pohon untuk generasi mendatang,” ungkap Paman Birin.

Tak lupa Paman Birin menghimbau seluruh kalangan masyarakat agar meningkatkan kesadaran dalam menghadapi perubahan iklim di tahun yang akan datang.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup provinsi Kalimantan Selatan Hanifah Dwi Nirwana mengatakan,perubahan iklim harus dihadapi oleh seluruh dunia, tidak terkecuali di Kalimantan Selatan.

“Meskipun bukan hal yang mudah, upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim harus terus dilakukan,” kata Hanifah.

Upaya adaptasi dan mitigasi yang dilakukan di tingkat tapak, menurutnya harus diberikan apresiasi. Terlebih saat ini Kalsel tengah menghadapi bencana Hidrometeorologi.

“Sekecil apapun upaya yang dilakukan, tetapi tentunya akan menyumbang peran yang positif bagi lingkungan kita,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Serahkan Bantuan 100 Juta, UPZ Bank Kalsel Bantu Korban Banjir HST

HULU SUNGAI TENGAH – Di awal tahun 2021, musibah banjir melanda sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Kini, jelang penghujung tahun 2021, kembali beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan dilanda banjir. Salah satunya kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang tergolong mengalami dampak yang paling parah. Melihat kondisi tersebut, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ)-nya menyalurkan bantuan dana untuk korban terdampak banjir di Hulu Sungai Tengah sebesar Rp100 juta. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Bank Kalsel di bidang sosial dan kemanusiaan.

Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan Komisaris Independen Bank Kalsel, Syahrituah Siregar didampingi Direktur Operasional Bank Kalsel, Ahmad Fatrya Putra kepada Aulia Oktafiandi selaku Bupati Hulu Sungai Tengah (HST). Penyerahan disaksikan Pj. Sekretaris Daerah HST, Muhammad Yani beserta Kepala Divisi Corporate Secretary Bank Kalsel, Suriadi; dan Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Barabai, Aly Rizqan, yang berlangsung di Stadion Murakata Barabai, sebagai posko induk penanganan banjir HST, Selasa (30/11).

Disamping menjelaskan kondisi banjir terkini, Bupati Hulu Sungai Tengah Aulia Oktafiandi juga mengapresiasi kepedulian Bank Kalsel atas musibah banjir ini.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel telah memberikan bantuan melalui UPZ Bank Kalsel sebesar Rp100 juta. Tentunya kami bersama Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan ini secara langsung terutama kepada warga yang terdampak banjir ini,” jelas Aulia.

Direktur Operasional Bank Kalsel, Ahmad Fatrya Putra, menyampaikan rasa belasungkawa atas musibah banjir yang melanda masyarakat Hulu Sungai Tengah.

“Kami Bank Kalsel turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Hulu Sungai Tengah. Bantuan ini kami serahkan sebagai bentuk kepedulian Bank Kalsel sebagai bank asli urang banua,” ucap Fatrya.

Lebih lanjut, Fatrya menjelaskan bahwa bantuan UPZ Bank Kalsel ini berasal dari dana yang dihimpun dari pemotongan zakat, infaq maupun sedekah dari gaji pegawai Bank Kalsel yang telah disisihkan untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan UPZ Bank Kalsel ini sebagai perwujudan kepedulian seluruh pegawai Bank Kalsel. Dana bantuan ini berasal dari potongan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji setiap pegawai Bank Kalsel setiap bulannya. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat HST yang terdampak banjir,” pungkas Fatrya.

Sebagai informasi, Bank Kalsel melalui UPZnya sendiri telah bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalsel untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial, keagamaan serta kemanusiaan di Kalimantan Selatan. Bagi yang ingin turut serta membantu yang membutuhkan, dapat menyalurkan donasi melalui nomor rekening Bank Kalsel Syariah, 901.03.05.00777.7 atas nama UPZ Bank Kalsel. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version