Kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Banjar Per Januari 2022 Capai 63,94 Persen

Ilustrasi layanan di BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin (Dok. BPJS Kesehatan)

BANJAR – Angka kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masyarakat di Kabupaten Banjar mencapai 63,94 persen. Realisasi tersebut terhitung hingga Januari tahun 2022.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin, Agus Supratman, mengatakan, dengan adanya capaian presentase ini diharapkan terus mengalami peningkatan.

“Hal ini diharapkan bisa menambah persentase kepesertaan, tentu dengan dukungan Pemkab Banjar,” ujarnya dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM, Jumat (4/3) siang.

Ia menuturkan, tujuan menyambangi Pemkab Banjar merupakan dukungan dalam menjalankan intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022.

“Ini merupakan kegiatan tindak lanjut dari kami kepada Pemkab Banjar tentang dukungan Optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” ungkapnya.

Terkait data terkini, tutur Agus, untuk Aparatus Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Banjar yang keluarganya belum tertacat sebagai kepesertaan untuk mendaftarkannya.

“Akan ditindak lanjuti bersama nantinya,” ucapnya.

Menurutnya, ASN yang mendaftarkan anggota keluarganya otomatis akan menambah presentase.

“Selain itu dapat menambah jumlah kepesertaan,” ungkapnya.

Suasana saat kunjungan BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin ke Pemkab Banjar di wakil Asisten Administrasi Umum Setdakab Banjar, Siti Mahmudah didampangi Kadinkes, Yasna Khairina.

Sebelumnya, jajaran BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin telah melakukan audiensi ke Pemkab Banjar yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Banjar, Siti Mahmudah didampingi Kadinkes, Yasna Khairina, di Mahligai Sultan Adam. (RHS/RDM/SA)

Gelorakan Minat Baca, Dispersip Kalsel dan Dispersip Banjarmasin Kolaborasi Datangi SDN Banua Anyar 9

BANJARMASIN – Menempuh jalur sungai dengan menggunakan kelotok, kolaborasi Tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Dispersip Kota Banjarmasin mendatangi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Banua Anyar 9.

Tim Dispersip Kalsel dan Kota Banjarmasin ini sengaja menyasar sekolah pinggiran, lantaran cukup jauh dengan perpustakaan dalam rangka menggelorakan minat baca di Banua.

Dalam kegiatan ini, turut serta Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhak dan Kadispersip Kalsel Nurliani Dardie yang diwakili Pustakawanya Ermawati.

Ikhsan menegaskan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk mendukung peningkatan minat baca dan kemajuan literasi, agar tercipta generasi penerus bangsa yang maju.

“Ini tentu sangat bermanfaat bagi perkembangan anak, dengan dihadirkan pendongeng dan didekatkannya buku terhadap mereka. Harapannya, anak-anak dapat menyenangi buku dan membacanya,” ucapnya usai kegiatan, Rabu (2/3).

Sementara itu, salah seorang guru, Sa’dilah mengaku senang atas hadirnya program kebersamaan ini, untuk menunjang pembelajaran peserta didiknya.

“Semoga ini berkelanjutan, hingga dapat terus menanamkan minat baca pada anak,” harapnya.

Kolaborasi ini disambut baik Kepala Dispersip Kalsel, yang berkeinginan bisa terus didukung penuh Pemkot Banjarmasin, guna bersama mendorong peningkatan literasi masyarakat. (NRH/RDM/RH)

2,91 Juta Penduduk Sudah Dapatkan Dosis 1, Kalsel Genjot Capaian Vaksinasi Dosis 2 dan 3

BANJARMASIN – Hingga Kamis (3/3) tercatat sebanyak 2.917.960 penduduk Kalimantan Selatan sudah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis pertama, atau setara dengan 92,31 persen dari jumlah penduduk usia 6 hingga 60 tahun ke atas, yang menjadi target vaksinasi COVID-19. Sementara untuk dosis kedua, tercatat 1.830.341 penduduk sudah divaksin di 13 kabupaten/kota, atau setara dengan 56,90 persen. Sedangkan prosentase vaksin dosis ketiga sudah mencapai 4,54 persen atau sebanyak 143.582 jiwa.

Grafik situasi COVID-19 dan capaian vaksinasi di Kalsel

“Pemerintah provinsi Kalsel terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi dosis kedua dan ketiga, sehingga kekebalan kelompok dapat segera terbentuk. Dengan begitu, provinsi Kalsel lebih siap menghadapi perubahan status pandemi menjadi endemi COVID-19, yang segera dicanangkan pemerintah,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Sukamto, kepada Abdi Persada FM.

Menurut Sukamto, selama kurang lebih sepekan jelang berakhirnya Februari 2022, seluruh pemerintah daerah di Kalsel, berupaya maksimal meningkatkan capaian vaksinasi dosis kedua dan ketiga, sesuai amanat Presiden, Joko Widodo, serta perintah langsung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

“Data yang masuk ke sistem pencatatan data KCP PEN di pusat sempat mengalami penyesuaian akibat perubahan aturan. Sehingga sekitar 4 hari, data hasil kegiatan vaksinasi di Kalsel, tidak terangkum secara maksimal. Namun kemarin (baca, Kamis) data yang tercatat sudah sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan rilis Kementrian Kesehatan RI, hngga akhir Februari 2022, Kemenkes mencatat sudah ada 14 provinsi yang konsisten dalam penurunan kasus konfirmasi harian COVID-19. 14 provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, Maluku, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat.

Data Kemenkes juga menunjukkan bahwa di beberapa daerah dalam pekan terakhir Februari, mengalami penurunan positivity rate, diantaranya: DKI Jakarta, Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Papua, NTB, Papua Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah.

Perbaikan indikator penanganan pandemi juga tampak dari angka kesembuhan pasien di rumah sakit yang terus meningkat secara nasional. Hingga akhir Februari 2022, angka kesembuhan pasien ada di posisi 43.992. Angka ini lebih baik dari hari sebelumnya Minggu (27/2) yang ada di posisi 39.384. (RIW/RDM/RH)

5 Tahun, Jalan Tatah Amuntai Belum Diperbaiki, Warga Harapkan Perhatian

BANJAR – Jalan utama Tatah Amuntai, km 10, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, kembali dikeluhkan warga sekitar. Hampir 5 tahun infrastruktur tersebut belum juga mendapat perbaikan.

“Kerusakan jalan disini kurang lebih sekitar 5 tahunan dan mengharapkan bantuan dari Pemkab Banjar mengingat ini juga satu-satunya akses jalan utama perekonomian warga,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Apalagi, lanjut Rahman, jalan tersebut juga merupakan akses utama pelajar menuju lokasi ke sekolah.

“Apalagi disini ada SMK Negeri, kami takutnya kalau ada kenapa-kenapa itu yang dikhawatirkan,” ucapnya.

Jalan Tatah Amuntai, Kertak Hanyar, Banjar, menuju lokasi Sekolah Menegah Kejuruan (SMK)

Ia menceritakan, awal mula rusaknya jalan utama Tatah Amuntai ini diakibatkan selain kualitas aspal yang kurang baik. Kerusakan itu juga dipicu karena adanya bencana banjir di awal tahun 2021 lalu yang barengi hujan dengan intensitas tinggi.

“Apalagi waktu banjir kemarin dan kena hujan lalu rusak lah jalan dan kini kami kesusahan untuk melewati jalan utama di Tatah Amuntai ini,” paparnya.

Dia berharap adanya perhatian dari Pemkab Banjar agar jalan yang menjadi poros utama perekonomian warga bisa kembali berjalan normal.

“Mudah-mudahan ada perbaikan dari Pemkab Banjar walaupun nanti dilaksanakan secara bertahap. Semoga ada tindak lanjut segera,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kadis PUPRP Banjar, Muhammad Riza Dauly, menyampaikan, salah satu program strategis Pemkab Banjar adalah infrastruktur jalan. Tentu, hal ini juga telah dirancang pihaknya di tahun 2022 dan realisasinya akan dilaksanakan pada 2023 mendatang.

Plt Kadis PUPRP Banjar, M Riza Dauly

“Sesuai visi dan misi dari Bupati Banjar, Saidi Mansyur, selain ketahanan bencana yang menjadi perhatian, pemantapan infrastruktur jalan yang juga sebagai prioritas tersebut merupakan konsentrasi,” paparnya.

Ia menjelaskan, ada salah satu jalan sekitar 23 kilometer (km) juga mengalami kerusakan dan bahkan akan diperbaiki pihaknya.

“Mudah-mudahan dengan diperbaikinya jalan maka ekonomi masyarakat kembali tumbuh terlebih di daerah pinggiran yang notabenenya adalah penghasil bahan baku seperti padi, ikan, hortikultura dan produk-produk di sektor pertanian,” imbuh mantan Kadis Perikanan Kabupaten Banjar tersebut. (RHS/RDM/RH)

ESDM Kalsel : Pelelangan Lancar, PLTB Kalsel Akan Terbangun di Tahun 2023

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan melakukan pembangunan Pembangkit Listrik tenaga Bayu (PLTB) yang akan di bangun di Kabupaten Tanah Laut.

Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Kalsel Sutikno mengungkapkan, saat ini kegiatan masih ditahap pengumpulan lelang oleh 3 perusahaan.

“Mereka (perusahaan) sudah mengumpulkan berkas agar ikut lelang pembangunan PLTB ini,” ucapnya belum lama tadi.

Sutikno menambahkan, apabila sudah diteken kontrak maka proses pembangunannya sekitar 18 bulan. Bahkan jika proses pelelangan berjalan lancar, maka pembangunan PLTB menurutnya akan rampung di tahun depan.

Apabila pemanfaatan PLTB ini dapat tereksploitasi dengan benar, lanjut Sutikno, maka capaian energi yang didapat bisa mencapai 1400 MegaWatt (MW).

“Kalsel pada tahun 2050 ditargetkan dapat memproduksi Energi sebesar 2000 MW. Maka dari itu PLTB ini dapat memaksimalkan energi kita,” nilainya.

Sutikno berharap dengan pembangunan PLTB ini maka Ekonomi serta pariwisita di Kalsel ikut bergeliat didalam pembangunan.

“Dan juga untuk energi kita akan terpenuhi sehingga ketahanan energi yang ada di Kalsel akan meningkat,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Nilai Ekspor Kalsel Terkena Dampak Larangan Pengiriman Batubara ke Luar Negeri

BANJARBARU – Nilai ekspor Kalimantan Selatan pada Januari 2022 tercatat sebesar US$ 446,28 juta atau mengalami penurunan 48,76 persen, dibanding ekspor Desember 2021. Jika dibandingkan dengan
Januari 2021, nilai ekspor bulan Januari 2022 ini, juga turun sebesar 17,44 persen.

“Penurunan ekspor pada bulan Januari 2022 ini, terjadi karena adanya penurunan nilai ekspor komoditas bahan bakar mineral, hingga sebesar 52,42 persen. Penurunan ini berpengaruh secara signifikan, karena nilainya yang cukup besar. Namun kita berharap, kondisi akan semakin membaik, seiring dengan dibukanya kembali pintu pengiriman batubara,” urai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, Yos Rusdiansyah, pada rilis bulanannya baru – baru tadi.

Lebih lanjut Yos memaparkan, berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor Januari 2022, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 75,07 persen. Kemudian diikuti kelompok lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan kontribusi masing – masing sebesar 9,95 persen dan 7,07 persen. Berikutnya diurutan keempat dan kelima terdapat kelompok berbagai produk kimia (HS 38) dan kelompok karet dan barang dari karet (HS 40) dengan kontribusi masing – masing sebesar 3,51 persen dan
3,06 persen.

“Peranan ekspor kelima kelompok barang ini pada Januari 2022 mencapai 97,66 persen dari total ekspor Kalimantan Selatan dengan nilai total sebesar US$435,84 juta”, tambah Yos.

Sementara itu, ekspor Kalimantan Selatan jika dilihat menurut negara tujuan utama, maka nilai tertinggi adalah ekspor dengan tujuan China, yaitu sebesar US$120,62 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami penurunan cukup besar, yaitu 72,26 persen dibanding Desember 2021, yang mencapai US$434,81 juta. Kemudian di urutan berikutnya adalah ekspor ke India sebesar US$73,82 juta, yang juga mengalami penurunan, sebesar 5,95 persen.

“Jepang berada diurutan ketiga, dengan ekspor sebesar US$63,82 juta, atau naik sebesar 6,03 persen dibandingkan Desember 2021. Selanjutnya di urutan keempat dan kelima adalah ekspor ke Korea Selatan dengan nilai US$40,32 juta yang mengalami kenaikan sebesar 8,15 persen dan ekspor ke Malaysia dengan nilai US$33,14 juta yang mengalami penurunan sebesar 25,99 persen,” urainya.

Nilai ekspor kelima negara tujuan utama pada Januari 2022 ini mencapai US$331,72 juta, turun sebesar 49,40 persen dibandingkan nilai total kelima negara tersebut pada Desember 2021, yang mencapai US$655,55 juta. Nilai ekspor Kalimantan Selatan kelima negara tujuan utama tersebut memberikan kontribusi sebesar 74,33 persen terhadap total
ekspor Januari 2022. (RIW/RDM/RH)

DPMPTSP Dorong Kemudahan Investasi Melalui OSS dan Simapan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kalsel terus mendorong kemudahan berinvestasi di provinsi ini.

Kepala Dinas PMPTSP Kalsel Nafarin menyampaikan, perizinan merupakan hal yang penting untuk bisa menggerakkan sektor perekonomian. Sehingga diakuinya, untuk memberikan kemudahan dalam berinvestasi, pihaknya telah mengikuti dan mengimplementasikan regulasi Pemerintah Pusat terkait dengan penanaman modal dan perizinan seperti Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko .

“Kita sudah menggunakan ada dua aplikasi, secara nasional kita menggunakan sistem OSS Indonesia Berbasis Risiko dan SiMapan,” ucap Nafarin belum lama tadi.

Layanan OSS Indonesia Berbasis Risiko disebutkannya sebagai aplikasi yang disediakan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Investasi. Di dalam sistem tersebut terdapat aturan yang harus dipedomani dan kemudahan perizinan.

Semua layanan perizinan dilakukan melalui sistem informasi, terkecuali yang memang belum termasuk atau belum dikelola. 

“Khusus untuk OSS Berbasis Risiko sudah berjalan dan ini sistemnya ditangani pemerintah pusat, sehingga pelayanan berdasarkan risiko, kalau risiko rendah izin itu otomatis dikeluarkan oleh sistem,” tambah Nafarin.

Meski penggunaan layanan sistem ini sudah dijalankan, namun belum dapat dikatakan maksimal akibat masih dibatasi oleh waktu agar prosesnya berjalan berdasarkan dengan ketentuan waktu yang sudah ditetapkan.

“Bagi perusahaan yang hendak melakukan perizinan, jika permohonannya sudah lengkap maka disilakan masuk ke sistem, jika sudah lengkap sistem akan memproses,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Peran Masyarakat Penting Untuk Turunkan Angka Kasus COVID-19

BANJARMASIN – Saat ini kasus COVID-19 di Provinsi Kalimantan Selatan mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari jumlah pasien COVID-19 yang menjalani rawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin.

Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar mengatakan, untuk pasien yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, tercatat per Rabu 2 Maret 2022 tersisa 60 orang saja.

“Kami berharap pasien di RSUD Ulin Banjarmasin terus mengalami penurunan,” ucapnya.

Izzak mengatakan, tentunya penurunan tersebut dengan catatan partisipasi masyarakat diperlukan.

“Masyarakat tidak boleh abai, masyarakat harus paham kalau pandemi COVID-19 belum berlalu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Izzak, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Jangan keluar rumah jika tidak ada sesuatu hal yang penting, serta lainnya,” ujar Izzak.

Selain itu, tambahnya, masyarakat juga tetap mengguna masker serta jangan melakukan gerumunan.

“Masyarakat juga diminta untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, dengan mengkonsumsi makanan bergizi, minum vitamin, serta berolahraga,” ucap Izzak. (SRI/RDM/RH)

Minyak Goreng, Jadi Salah Satu Pemicu Deflasi Kalsel Pada Februari 2022

BANJARBARU – Pada Februari 2022, Provinsi Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar 0,39 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,13. Dari 3 kota yang menghitung IHK di Kalsel, 2 kota mengalami deflasi dan 1 kota mengalami inflasi.

“Yakni kota Banjarmasin, dengan deflasi sebesar 0,49 persen, dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,01, serta Kotabaru dengan deflasi sebesar 0,04 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,27. Sedangkan inflasi terjadi di Kota Tanjung sebesar 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,11,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, Yos Rusdiansyah, pada rilis bulanannya baru – baru tadi.

Deflasi, papar Yos, terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya tiga indeks kelompok pengeluaran secara signifikan. Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,88 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,51 persen, serta kelompok transportasi sebesar 1,50 persen.

“Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain angkutan udara, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, cabai rawit, cumi-cumi, terong, ikan patin, ikan gabus dan pepaya”, urainya.

Jika dihitung berdasarkan tahun kalender, menurut Yos, pada Februari 2022 Kalimantan Selatan
mengalami inflasi sebesar 0,59 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2022 terhadap Februari 2021) sebesar 2,79 persen.

Data BPS Provinsi Kalsel juga menunjukkan, dari 90 kota inflasi di Indonesia, tercatat 37 kota mengalami inflasi dan 53 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,65 persen dan inflasi terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi terdalam terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,08 persen dan deflasi terendah terjadi di Palembang, Palangka Raya dan Tarakan
masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Di wilayah pulau Kalimantan, lima kota mengalami inflasi dan tujuh kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 0,32 persen dan terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi terdalam terjadi di Balikpapan sebesar 0,51 persen dan terendah di Palangka Raya serta Tarakan sebesar 0,01
persen,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Bantu Warga Terdampak Puting Beliung

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel memberikan kepeduliannya dengan menerjunkan Tim Respon Cepat (TRC) kepada warga yang terkena dampak puting beliung di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Senin (28/2) lalu.

“Sesuai intruksi Gubernur Kalsel, dalam waktu 12 jam pasca kejadian kita langsung turunkan TRC BPBD Kalsel sekaligus memberikan bantuan sembako kepada korban,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Mujiyat, pada Rabu (2/3) kemarin.

Pihak TRC BPBD Kalsel hingga saat ini masih melakukan invetarisir untuk menghitung jumlah kerugian. Terkait bantuan non sembako, Mujiyat mengungkapkan, saat ini masih belum ada permintaan dari warga yang terdampak.

“Kita berupaya melakukan respon cepat agar jangan sampai ada anggapan kami lambat,” jelas Mujiyat.

Dengan adanya kejadian ini, ditambah dengan cuaca yang masih tergolong ekstrem hingga April mendatang, Mujiyat menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap bencana Hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan puting beliung.

“Bila melihat tanda angin kencang sebaiknga keluar rumah terlebih dahulu, paling tidak antisipasi dulu lah dan di luar kita bisa liat situasi,” tutup Mujiyat. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version