Disdag Kalsel Akui Terjadinya Gejolak Harga Pada Minyakita

BANJARMASIN – Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, pada Rabu (1/2) memgatakan, sejak Januari 2023 ini memang terjadi gejolak kenaikan harga di atas HET Rp14.000 perliter, untuk minyak goreng kemasan sederhana “Minyakita” dan tidak saja terjadi di Kalsel, namun di seluruh Indonesia dengan harga yang bervariasi dikirasan Rp15.500 – Rp17.000 perliter di pasaran.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani

“Ada tiga penyebab terjadi kenaikan harga, tingginya permintaan masyarakat, yaitu mulai melakukan penghematan belanja dari minyak goreng baik premium atau medium beralih ke “Minyakita”, kemudian keterlambatan suplai minyak goreng curah program DMO, sehingga produsen perusahaan pengemasan mengalami kekurangan bahan baku, selajutnya berimbas penurunan jumlah pasokan ke distributor di pasaran dan pengecer,” kata Birhasani panjang lebar

Disampaikan Birhasani, pihaknya sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan
Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, dan Kementerian Perdagangan RI, terkait kenaikan harga minyak goreng tersebut. Hasilnya Kemendag RI dan Badan Pangan Nasional beserta pelaku usaha sepakat untuk meningkatkan produksi Minyak Goreng Curah dan Minyakita Mulai Februari hingga April 2023 menjadi 450.000 ton perbulan, dari produksi sebelumnya hanya 3.000 ton perbulan.

“Persoalan ini diatasi sebagai upaya antisipasi kedepan, terlebih akan memasuki bulan suci Ramadhan,” katanya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan,
berdasarkan monitoring Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel pada Selasa, 31 Januari 2023 ketersedian bahan pokok masih aman dan suplainya berjalan lancar, baik yang dari
antar daerah kabupaten dan kota hingga luar daerah. Termasuk ketersediaan minyak goreng baik yg berkemasan maupun curah.
Bahkan harga minyak goreng kemasan premium dan medium masih stabil, yaitu di bawah HET.

“Kita imbau warga tetap tenang, tidak melakukan aksi memborong, pedagangpun diminta jangan menimbun atau menaikkan harga, karena Pemerintah, Satgas Pangan, dan Kepolisian akan melakukan pengawasan dan menindak bagi oknum yang melanggar terhadap ketentuan itu,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

BKOM Kalsel Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan

BANJARBARU – Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkomitmen untuk lebih meningkatkan kualitas layanan kebugaran di tahun 2023 ini.

Sejak 2018 lalu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah naungan Dinas Kesehatan Kalsel ini sudah mensosialisasikan tentang layanan kebugaran kepada perusahaan swasta maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/2), Kepala BKOM Kalsel, Sucilianti Akbar mengungkapkan, 2023 ini pihaknya memiliki program terbaru yakni Coporate Wellness atau Capacity Building.

Program terbaru itu merupakan paket kebugaran yang didalamnya terdapat pemeriksaan kesehatan, senam kesegaran di pagi hari, serta permainan-permainan sejenis outbound.

“Tentunya permainan ini sendiri tidak lepas dari kesehatan kebugaran,” jelasnya.

Sasaran utama dalam waktu dekat yakni SKPD di tingkat provinsi, sebab menurutnya, selama ini para perangkat daerah itu rata-rata masih memakai jasa pihak swasta dalam program Capacity Building.

“Padahal kita sudah memiliki tenaga yang memang ahli di bidang kebugaran, dan tentu dengan memakai jasa kami juga akan meningkatkan pendapatan daerah,” bebernya.

Dalam biaya layanan pun, menurut Suci, jasa BKOM Kalsel terbilang lebih murah dibanding pihak swasta.

“Tarifnya berkisar 1,5 juta hingga 2 juta rupiah untuk 15 orang,” paparnya.

Suci berharap di tahun 2023 ini baik SKPD, perusahaan swasta, masyarakat maupun instansi lainnya, dapat memanfaatkan jasa peningkatan kebugaran dari BKOM Kalsel.

“Tahun sebelumnya juga kita sudah ada kerjasama dengan instansi perguruan tinggi negeri dan swasta dan juga kita sasarannya kepada siapa saja yang memerlukan kesehatan kebugaran,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Orangtua Diminta Tidak Membiarkan Anak Ditinggal Sendiri

BANJARMASIN – Menanggapi maraknya pemberitaan penculikan anak dibawah umur di Media Sosial. Maka, Polda Kalsel melalui Bidang Humasnya, menghimbau kepada seluruh orangtua yang memiliki anak dibawah umur, untuk tidak membiarkan bermain seorang diri.

Imbauan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mohammad Rifa’i, kepada sejumlah wartawan, Rabu (1/2).

“Maraknya pemberitaan saat ini di media sosial, IG, serta tiktok, tentang kasus penculikan anak dibawah umur. Diimbau untuk orangtua tidak membiarkan anaknya seorang diri tanpa pengawasan,” ungkap Rifa’i.

Oleh karena itu, lanjut Rifa’i, kepada orangtua yang memiliki anak yang masih dibawah umur, agar dapat lebih berhati hati dalam menjaga anak mereka.

“Sedangkan untuk kedua orangtua anak dibawah umur yang bekerja, agar dapat memberitahu kepada pengasuh atau penjaga anak mereka, agar tidak membiarkan anak ditinggal sendirian,” tuturnya lagi.

Selain kasus penculikan anak yang sedang ramai di media sosial tersebut, saat ini juga marak penipuan online melalui pengiriman pesan untuk membuka link yang dikirim, melalui pesan WhatsApp (WA).

“Untuk modus penipuan seperti itu, masyarakat dihimbau untuk tidak asal membuka pesan yang masuk melalui pesan WA, apalagi dari nomor tidak dikenal,” ujar Rifa’i.

Jika perlu, lanjutnya, pesan yang tidak jelas tersebut langsung dihapus, tidak perlu dibuka atau di klik.

“Nomor WA yang tidak jelas tersebut bisa langsung diblokir saja,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Kalsel ini meminta, kepada media yang menjadi mitra mereka,agar dapat melakukan konfirmasi pada setiap pemberitaan yang dibuat.

“Karena pandemi COVID-19 telah berlalu, maka saat ini acara silaturahmi bersama dengan media kembali digelar di awal tahun 2023 ini,” ujar Rifa’i. (SRI/RDM/RH)

Bank Kalsel Raih Indonesia Best BUMD Awards 2023

BANJARMASIN – Bank Kalsel raih prestasi membanggakan pada ajang Indonesia Best BUMD Awards 2023 oleh Warta Ekonomi. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi Bank Kalsel dalam pengembangan daerah, inovasi perusahaan, dan pelayanan masyarakat yang sangat baik.

Momen saat Bank Kalsel mendapatkan penghargaan

Indikator penilaian yang digunakan dalam Penghargaan Best BUMD Awards 2023, yaitu Perkembangan Kinerja Perusahaan, Publikasi, Inovasi, dan Layanan Masyarakat.

Penghargaan tersebut diterima Septian Reiswandy selaku Assisten Manager Corporate & Marketing Communication Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, mewakili Direktur Utama Bank Kalsel secara daring pada Selasa (31/1).

Sesuai dengan tema yang diusung dalam gelaran tersebut yaitu Improving Regional Accessibilty Towards a Suistanable Economy, Bank Kalsel meraih penghargaan tersebut atas komitmennya sebagai BUMD yang menjadi garda terdepan di daerah, yang berperan aktif dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Septian menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi yang diberikan kepada Bank Kalsel.

“Mewakili Direktur Utama Bank Kalsel, saya mengucapkan terima kasih yang setinggi- tingginya atas apresiasi yang diberikan oleh Warta Ekonomi sebagai Best BUMD Awards 2023 as Indonesia Best BUMD Awards 2023 in Providing Reliable Banking Services Kategori BPD. Penghargaan ini sangat membanggakan bagi kami, karena dinilai berhasil memberikan layanan terbaik, sekaligus berperan dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional khususnya upaya pemulihan ekonomi nasional,” ucap Septian.

Lebih lanjut, Septian berharap, penghargaan ini dapat menjadi pelecut semangat untuk semakin mengoptimalkan kinerja dan layanan perusahaan, sebagaimana tagline Bank Kalsel ‘Setia Melayani, Melaju Bersama’.

“Semua raihan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh insan Bank Kalsel, maupun dukungan serta kepercayaan dari seluruh Pemegang Saham dan nasabah setia Bank Kalsel. Semoga penghargaan ini menjadi pelecut semangat perusahaan untuk terus meningkatkan corporate brand awareness, menjaga brand image dan kinerja perusahaan, serta dapat berkontribusi dalam peningkatan ekonomi daerah,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah, Bukti Pemerintah Peduli Koperasi dan UKM

TANAH LAUT – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin mengatakan, pembangunan pabrik minyak makan merah di Banua merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap perkembangan koperasi.

Hal ini disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, melalui Sekda Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar pada peresmian pabrik kelapa sawit dan peletakan batu pertama pabrik minyak makan merah, di desa Tajau Mulia, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (31/1) siang.

“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, membuktikan bahwa pemerintah sangat peduli dengan perkembangan koperasi dan UKM di Kalimantan Selatan,” katanya.

Menurut Paman Birin, pembangunan pabrik CPO dan peletakan batu pertama pembangunan minyak makan merah ini, merupakan bukti nyata dari keberhasilan koperasi dalam mengelola usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan.

Disampaikannya, pembangunan pabrik ini, bisa menjadi solusi bagi para petani sawit dan juga berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi kalangan petani kelapa sawit.

Menurut Paman Birin, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan potensi industri kelapa sawit, yakni dengan luasan sebesar 427 ribu 616 hektar, baik yang diusahakan oleh perkebunan besar swasta/ negara maupun perkebunan rakyat.

Dengan potensi tersebut, Kalimantan Selatan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian Kalimantan Selatan.

Seperti diketahui, pada Selasa (31/1), Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, memulai pembangunan pabrik minyak makan merah di, desa Tajau Mulia, Kabupaten Tanah Laut.

Menteri Koperasi dan UKM saat meletakkan batu pertama pembangunan pabrik minyak makan merah

Dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, Bupati Tanah Laut, Sukamta dan Anggota DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda.Pabrik minyak makan merah dikelola Koperasi Sawit Makmur (KSM) bekerjasama dengan PT BGMPA. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Sampah Jamaah Haul Guru Sekumpul ke-18 di TPAS Banjarbakula, Capai 21 Ton

BANJARBARU – Sampah bekas jamaah haul Abah Guru Sekumpul ke-18 di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula mencapai 21 ton.

Kepala TPA Sampah Regional Banjarbakula, Sarwani, mengungkapkan sampah itu berasal dari dua lokasi penyelenggara haul ulama mahsyur asal Martapura tersebut.

“Kemarin di Kampung Keramat itu sampahnya 6 ton, kalau di Musholla Ar-Raudhah itu 15 ton,” ungkapnya, Selasa (31/1).

Sampah bekas jamaah masih akan terus bertambah hingga peringatan haul di Masjid Syi’arus Sholihin atau Masjid Pancasila Martapura yang rencananya diselenggarakan pada malam nanti.

Sarwani berujar, puluhan ton sampah yang masuk bahkan belum termasuk kiriman dari Kota Banjarbaru.

“Kota Banjarbaru sampai saat ini masih belum mengirimkan sampahnya, jadi total sampah bekas jamaah tadi berasal dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Sarwani menyebut pemprosesan sampah dari peringatan haul Guru Sekumpul akan digratiskan. Hal itu diakuinya merupakan arahan langsung dari Kepala Dinas LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana.

“Semua kita gratiskan, kita beri label khusus truk yang mengangkut sampah bekas jamaah haul,” bebernya.

Dengan tambahan puluhan ton sampah bekas jamaah itu, hingga saat ini sampah yang di proses di TPA Sampah Regional Banjarbakula mencapai 2.509,51 ton. (SYA/RDM/RH)

Tingkatkan Literasi Mahasiswa, STIE Indonesia Banjarmasin Lakukan Kerjasama Dengan Dispersip Kalsel

BANJARMASIN – Sejumlah akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Banjarmasin berkunjung ke Perpustakaan Palnam Banjarmasin.

Suasana Kunjungan Akademisi STIE Indonesia Banjarmasin ke Perpustakaan Palnam

Kunjungan ini dalam rangka menjalin kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk meningkatkan literasi para mahasiswa maupun civitas akademika.

Kepala Perpustakaan STIE Indonesia Banjarmasin, Hanifah menyampaikan dengan kerjasama ini, pihaknya dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di Perpustakaan Palnam seperti koleksi buku-buku yang dapat menjadi penunjang bahan pengajaran dan juga penelitian.

“Kami sangat senang bisa bekerjasama dan bisa mendapatkan kartu anggota perpustakaan Palnam ini,” katanya kepada wartawan, Selasa(31/1).

Bukan hanya akademisi saja, lanjut Hanifah, tetapi mahasiswa STIE Indonesia Banjarmasin untuk bisa menjadi anggota perpustakaan Palnam.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengapreasi kunjungan akademisi dan mahasiswa STIE Indonesia Banjarmasin dan mendaftar jadi anggota perpustakaan Palnam.

“Bikin kartu perpustakaan gratis atau tidak dipungut biaya, prosesnya pun cepat, ” jelasnya.

Nurliani berharap kerjasama ini dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan akademisi dan mahasiswa perguruan tinggi di Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Hasil LFSP2020 Laju Pertumbuhan Penduduk di Kalsel Mengalami Perlambatan

BANJARBARU – Penduduk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebanyak 4,18 juta jiwa, dengan mayoritas penduduk adalah laki-laki dengan rasio jenis kelamin sebesar 102,41 dan didominasi penduduk usia produktif dengan rasio ketergantungan usia 46,59. Long Form Sensus Penduduk 2020 (LFSP2020) dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan hasil LFSP2020 sebanyak 4,18 juta jiwa. Jumlah penduduk terus bertambah selama periode tahun 1961 – 2022. Pada periode September 2020 – Juni 2022, penduduk Kalimantan Selatan bertambah sebanyak 108,5 ribu jiwa atau sebesar 0,14 persen. Akan tetapi bila dilihat dari pertumbuhannya mengalami perlambatan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) pada periode 1961 – 1990 yang cenderung mengalami kenaikan.

Tercatat bahwa pertumbuhan penduduk di Kalimantan Selatan periode 1961 – 1971 sebesar 1,44 persen, Periode 1980 – 1990 sebesar 2,32 persen, dan 1980 – 1990 merupakan pertumbuhan penduduk yang paling tinggi yaitu sebesar 2,3 persen per tahun. Setelah periode tahun 90 – an, LPP penduduk secara umum cenderung mengalami perlambatan. Tercatat bahwa Pada periode 2020 -Juni 2022 LPP mengalami perlambatan sebesar 0,99 Persen.

Hal ini disampaikan Fungsional Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan Nurul Sabah, pada Press Release berita resmi statistik hasil Long Form Sensus Penduduk BPS Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2020, Senin (30/1) sore.

Nurul menyampaikan Rasio ketergantungan (RK) merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tinggi rasio ketergantungan suatu daerah menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Rasio ketergantungan provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022 hasil LFSP2020 sebesar 46,59 persen. Artinya setiap 100 orang yang produktif mempunyai tanggungan sekitar 46-47 orang yang non produktif.

“Setelah periode tahun 90 – an, laju pertumbuhan penduduk (LPP) penduduk secara umum cenderung mengalami perlambatan. Tercatat bahwa Pada periode 2020 -Juni 2022 LPP mengalami perlambatan sebesar 0,99 Persen,” ungkap Nurul.

Nurul melanjutkan Informasi mengenai struktur penduduk merupakan salah satu informasi strategis karena ketika jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sangat besar, maka SDM yang merupakan asset dalam pembangunan juga sangat besar. Berdasarkan hasil Longform SP2020, persentase penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Provinsi Kalimantan Selatan terus meningkat sejak Tahun 2000. Persentase penduduk usia produktif adalah sebesar 65,70 persen dari total penduduk tahun 2000, dan meningkat menjadi 68,22 persen di tahun 2022. Persentase penduduk usia produktif di Kalimantan Selatan yang lebih besar dibandingkan usia non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan masih berada pada masa bonus demografi.

“Jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan hasil LFSP2020 sebanyak 4,18 juta jiwa. Jumlah penduduk terus bertambah selama periode tahun 1961 – 2022. Pada periode September 2020 – Juni 2022, penduduk Kalimantan Selatan bertambah sebanyak 108,5 ribu jiwa atau sebesar 0,14 persen. Akan tetapi bila dilihat dari pertumbuhannya mengalami perlambatan, “sahut Nurul. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Terima Bagi Hasil Cukai Rokok Senilai 319 M

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel menerima bagi hasil cukai rokok senilai Rp319 miliar atau setara 111,74 persen pada semester II tahun 2022. Pendapatan ini pun diakui telah melebihi target sebelumnya di 2021 yang hanya berhasil meraup penerimaan sebesar Rp285 miliar.

“Memang mengalami kenaikan secara signifikan. Tentu, merupakan capaian di atas dari target tahun 2022,” ujar Kabid Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Provinsi Kalsel, Rusma Khazairin.

Kabid Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, Rusma Khazairin saat menjelaskan pajak cukai rokok

Ini merupakan capaian yang cukup bagus dalam mengawali tahun 2023. Bahkan, pendapatan hasil cukai rokok itu nantinya akan dibagi kembali ke masing-masing kabupaten/kota.

“Meskipun bukan daerah penghasil tembakau tetapi realisasi ini sangat menggembirakan,” bebernya.

Tingginya jumlah yang diberikan kepada pemerintah daerah termasuk Pemprov Kalsel merujuk atas naiknya cukai rokok sekitar 10 persen yang diberlakukan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) sebagai upaya menurunkan prevalensi angka pencandu rokok.

Sementara dari pajak retribusi, lanjut dia, mencapai 84,40 persen. Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan juga terealisasi melebihi target yakni sekitar 102,83 persen.

“Pendapatan lainnya yang sah sebesar 98,73 persen. Selain itu, dana transfer dari pusat melebihi capaian yaitu senilai Rp3,5 triliun atau 105,14 persen dari target Rp3,3 triliun,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

70 Tahun SMAN 1 Banjarmasin, Paman Birin : Terdepan Melahirkan Generasi Cerdas dan Berdaya Saing

BANJARMASIN – Perayaan HUT Ke-70 SMAN 1 Banjarmasin menjadi momentum yang tepat untuk bersama-sama menyatukan langkah dan tekad dalam membangun Banua dengan melahirkan generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, dan berdaya saing, serta memiliki akhlak yang mulia.

Gubernur Kalsel (kopiah) berfoto bersama dewan guru dan siswa SMAN 1 Banjarmasin

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, pada perayaaan Hari Ulang Tahun ke-70 SMAN 1 Banjarmasin, Selasa, (31/1).

Paman Birin mengatakan, SMA Negeri 1 Banjarmasin, telah memberikan dedikasinya selama 70 tahun bagi kemajuan Banua tercinta dan pada hari ini menyelenggarakan kegiatan “Smasa Generation 29”, dengan menyajikan berbagai kegiatan menarik dan edukatif untuk merayakan ulang tahun ke-70 sekolah.

“Mudah-mudahan di usia ini, sekolah ini semakin sukses, maju, dan tentunya terdepan dalam melahirkan generasi cerdas dan berdaya saing bagi Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Paman Birin dalam sambutannya.

Paman Birin menuturkan, dengan semangat pemuda yang memiliki tekad kuat untuk sebuah perubahan, segala harapan untuk kemajuan Banua harus dipersiapkan mulai dari sekarang hingga masa yang akan datang.

Maka dari itu, Paman Birin berharap, untuk mewujudkan hal tersebut perlu kerjasama dan kerja keras semua, khususnya dalam menghadirkan pendidikan yang baik dan berkualitas bagi generasi setelah kita.

“Tanggung jawab pendidikan itu tidak hanya ada pada lembaga pendidikan, tetapi di tangan kita semua,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banjarmasin, Fery Setyawan Amadhy mengucapkan terimakasih kepada Paman Birin, yang sudah datang pada acara HUT SMAN 1 Banjarmasin dan Smasa Generation ke-29.

“Terimakasih Paman Birin yang sudah meluangkan waktunya, kehadiran orang nomor satu di Kalsel bertepatan dengan momen yang spesial ini merupakan bentuk dukungan dan semangat bagi kami semua, warga SMAN 1 Banjarmasin,” tandasnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version