DPRD Banjarmasin Berharap Piala Adipura Mampu Diraih Kembali

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mengharapkan, piala Adipura dapat mampu kembali diraih kota ini. Hal itu disampaikan, Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia, setelah Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, pada Rabu (8/3).

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia

Hilyah menjelaskan, RDP ini digelar karena Pemerintah Kota Banjarmasin mengalami penurunan prestasi Adipura, karena hanya mendapatkan Sertifikat. Padahal dari tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019 sebelum terjadi pandemi COVID-19, berhasil meraih secara berturut – turut penghargaan tersebut.

“Kita gelar Rapat Dengar Pendapat dengan DLH Banjarmasin, untuk memberikan solusi pembenahan ke depan untuk menata lingkungan di kota seribu sungai ini,” ucapnya

Disampaikan Hilyah, beberapa langkah yang harus dilakukan mulai sekarang, dalam membenahi seperti penanganan tempat pembuangan sementara (TPS) jangan ada lagi warga membuang sampah sembarang, kemudian semakin digalakkan Gerakan masyarakat (germas) babarasih (bersih-bersih) sampah dengan target 100.000 bawah barumahan (kolong rumah).

“Mari kita benahi, bukan hanya Pemerintah, namun tugas bersama-sama,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yosfah Love menjelaskan, banyak saran dan masukan dari Komisi III DPRD Banjarmasin sangat diapresiasi, pihaknya mulai sekarang siap melakukan pembenahan secara maksimal di lapangan, terutama dalam pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yosfah Love

“Kami upayakan, dengan bergerak bersama penghargaan Adipura bisa kembali diraih,” tutupnya

Untuk diketahui, Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, dipimpin Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Hilyah Aulia, didampingi Wakilnya Afrizaldi nersama Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, bertempat di ruang Komisi III DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Kakap Putih Kalsel Jadi Incaran Pembudidaya dan Pemasok ke Luar Negeri

KOTABARU – Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Kotabaru tengah mendongkrak pengembangan komoditi kakap putih. Selain bisa bertahan di air asin dan payau, nilai ekonomi dari komoditi ini ternyata cukup menjanjikan bagi pembudidaya.

Bibit kakap putih yang dilakukan perbanyakan di keramba jaring apung di PBAPL Kotabaru

Terang saja, potensi pengembangan dari kakap putih untuk dibudayakan justru mulai diminati tak hanya Bumi Saijaan, Kotabaru saja. Melainkan, turut dikembangkan di daerah lain.

Kepala Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Kotabaru, Akhmad Baihaki, mengakui jika daerah lain mulai menggeluti sektor ini. Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Barito Kuala mulai tertarik untuk pengembangan.

“Dengan adanya keberadaan dari balai ini tentu sudah banyak permintaan dari pembudidaya terutama dari tiga daerah yang disebutkan tadi,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Saking bernilai tinggi, Baihaki menerangkan, komoditi kakap putih ini digemari oleh sejumlah negara luar. Sehingga bibitnya pun mulai di ekspor.

“Tahun ini saja, sebelum memulai perbenihan sudah ada yang melakukan pemesan kakap putih. Bahkan, bisa dibilang pangsa pasarnya cukup bagus,” terangnya.

Dari pengalaman, ada beberapa pembudidaya yang berhasil mengembangkan ini. Beruntungnya lagi, komoditi tersebut langsung dikirim mereka.

“Peminatnya dari luar negeri makanya langsung di ekspor ke sana,” paparnya.

Selain itu, ia melanjutkan, khusus di Kabupaten Kotabaru harga ikan kakap per kilogramnya saja sudah mampu menyentuh Rp40 – Rp50 ribu.

“Namun, apabila sudah didistribusikan ke Banjarmasin harganya pun dapat mencapai Rp60 – Rp70 ribu per kilogramnya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Kini di Banjarmasin Ada DPC Perwira

BANJARMASIN – DPC Persatuan Wanita Wirausaha (Perwira) Kota Banjarmasin, saat ini telah resmi keberadaannya, setelah dilantik dan dikukuhkan oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (8/3).

Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi dan dukungan telah dilantiknya DPC Perwira Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Kami mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan DPC Perwira Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ibnu, kehadiran DPC Perwira di Kota Banjarmasin ini dapat membantu Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk peningkatan dan pembinaan pelaku UMKM.

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin terus memberikan dukungan terhadap, upaya peningkatan ekonomi dari pelaku UMKM tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPC Perwira Kota Banjarmasin Alisa Rahimi mengatakan, setelah dilantiknya kepengurusan DPC Perwira Kota Banjarmasin, pihaknya memiliki program kerja, untuk membantu pelaku UMKM yang ada di Kota Banjarmasin.

“Kami akan memberikan bantuan kepada pelaku UMKM dalam hal kepengurusan perizinan usaha,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Alisa, para pelaku UMKM di Kota Banjarmasin semuanya memiliki izin usaha. Sehingga, memudahkan dalam hal pengembangan usaha serta lainnya.

“Selain itu, kami juga membantu pelaku UMKM untuk bersama sama memasarkan produk olahan hasil produksi dari pelaku UMKM tersebut,” ucap Alisa.

Sedangkan Ketua DPD Perwira Provinsi Kalimantan Selatan Wahidah mengatakan, pihaknya bersyukur atas dilantiknya DPC Perwira Kota Banjarmasin.

“Setelah Kota Banjarmasin, nantinya akan disusul dengan daerah lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Wahidah mengucapkan, terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan terhadap, kemajuan UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Gelar Pasmur, Kantor KADIN Kalsel Diserbu Warga

BANJARMASIN – Kurang lebih 15 hari lagi, muslim di seluruh dunia menjalani puasa Ramadhan. Berbagai persiapan dilakukan untuk menghadapi bulan suci tersebut. Termasuk pada ibu rumah tangga, yang mempersiapkan kebutuhan rumah tangga, selama Ramadhan.

Tak salah jika kemudian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pasar murah, menyambut kehadiran bulan Ramadhan 1444 Hijriah. Tepatnya pada Selasa (7/3) hingga Rabu (8/3), pasar murah ini digelar di halaman kantor KADIN Kalsel jalan Hasan Basri Banjarmasin. Beragam kebutuhan pokok dijual pada kegiatan ini. Mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, bumbu dapur, sirup dan juga kopi serta teh.

Karena lokasinya yang tepat di pinggir jalan raya, maka tidak heran, jika pasar murah ini mendapat perhatian dari warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas. Sejak jam 10.00 WITA, warga sudah berdatangan dan berdesakan membeli bahan kebutuhan pokok, dengan harga murah.

“Intinya kita ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya jelang Ramadhan, dan juga membantu pemerintah menekan angka inflasi”, jelas Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan KADIN Kalsel, Aftahuddin kepada wartawan pada Selasa (7/3).

Lebih lanjut Aftahuddin mengatakan, kegiatan serupa akan digelar di 9 titik lainnya di kota Banjarmasin, menjelang Ramadhan tahun ini.

“Kita fokuskan di kawasan yang berdekatan dengan pemukiman warga dengan penghasilan di bawah rata – rata. Nanti juga kegiatan pasar murah ini digelar di kota Banjarbaru,” ujarnya.

Stand beras di Pasmur KADIN Kalsel

Seluruh komoditas yang dijual pada gelaran pasar murah KADIN Kalsel ini, ditawarkan dengan harga miring. Contohnya beras medium seharga Rp45.000 per 5 kilogram, dan beras premium Rp65.000 per 5 kilogram. Bahkan dalam waktu kurang dari satu jam, beras medium yang dibawa Bulog Divre Kalsel, langsung habis terjual. (RIW/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Lulus Akreditasi Paripurna

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin dinyatakan lulus Akreditasi Paripurna dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Darma Husada.

Sertifikat Akreditasi Paripurna diserahkan langsung Direktur Utama LARS DHP Heru Ariyadi kepada Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, di Gedung Mahligai Pancasila, Selasa (7/3).

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar mengatakan, Perjuangan RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan sertifikat Akreditasi Paripurna kali ini cukup berat.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar

“Mengingat, pada saat pandemi COVID-19, tidak semua pelayanan dilaksanakan secara maksimal, karena fokus dalam penanganan pasien COVID-19 tersebut,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Namun, lanjut Izzak, karena adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dewan Pengawas RSUD Ulin Banjarmasin, serta seluruh karyawan yang telah bekerja maksimal. Sehingga, akreditasi Paripurna dapat kembali diraih RSUD Ulin Banjarmasin.

“Dengan dukungan semua pihak, maka RSUD Ulin Banjarmasin dapat meraih kembali Akreditasi Paripurna,” ujar Izzak.

Izzak berharap, RSUD Ulin Banjarmasin dapat terus memberikan pelayanan terbaik, kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan serta daerah tetangga lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Izzak juga menyampaikan pesan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, agar RSUD Ulin Banjarmasin tidak membeda beda pasien.

“Gubernur tidak pernah henti-hentinya mengingat, agar dalam pemberian pelayanan kesehatan tidak membedakan pasien, baik kaya ataupun kurang mampu,” ungkapnya.

Menurut Izzak, bahkan pasien kurang mampu serta tidak memiliki BPJS kesehatan tetap dilayani dengan baik.

“Karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan bantuan, untuk pengobatan warga kurang mampu tersebut. Sehingga seluruh warga di Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Izzak. (SRI/RDM/RH)

Promosikan Cagar Budaya, Disdikbud Kalsel Kembali Gelar Jelajah CB

HULU SUNGAI TENGAH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Jelajah Cagar Budaya (CB), dalam rangka mempromosikan Cagar Budaya di Kalsel.

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, melalui Kabid Kebudayaan, Raudati Hildayati, kepada Abdi Persada FM, melalui sambungan telepon, pada Selasa (7/3)

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

Raudati mengatakan, Jelajah Cagar Budaya ini merupakan kegiatan rutin tahunan, yang digelar Bidang Kebudayaan dari Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel. Tahun 2023 dilaksanakan ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah, diikuti lima Sekolah yaitu, SMAN 1, SMA 4, SMKN 1, SMKN 2 dan MAN 2, masing-masing satu sekolah terdiri 9 orang peserta baik siswa- siswi serta 1 guru pendamping.

“Kami ingin kalangan pelajar dapat semakin meningkatkan pemahaman tentang sejarah dan cagar budaya, agar membantu dalam mempromosikan, melestarikan, bahkan mencintai cagar budaya sendiri,” pintanya

Disampaikan Raudati, pelaksanaan Jelajah Cagar Budaya tahun 2023 ini, memang berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, karena mengunjungi obyek Cagar Budaya yang bernuansa Islam, yaitu ke Masjid As Shulaha, kemudian Masjid Keramat Palajau, dan Masjid Al A’la di desa Jatuh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Mendekati bulan Ramadhan, sangat tepat dikenalkan objek Cagar Budaya yaitu beberapa Masjid bersejarah,” katanya

Suasana Jelajah Cagar Budaya di Kab HST, di salah satu masjid

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah menambahkan, dalam kegiatan Jelajah Cagar Budaya, kalangan pelajar diberikan materi tentang Kecagar Budayaan
yang disampaikan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kalsel Nuralam, dilanjutkan dari Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Sakti Wiku Atmojo, memberikan materi Cagar Budaya Bernuansa Islam, serta Budayawan Kalsel, Sunarno, yang juga memperkenalkan dan memberikan informasi tentang topeng dan wayang.

“Setelah materi disampaikan, kalangan pelajar diajak berkunjung langsung, ke objek Cagar Budaya di Kabupaten HST,” tutupnya

Untuk diketahui, Jelajah Cagar Budaya ini digelar selama tiga hari mulai 6 – 8 Maret 2023, hari pertama persiapan, hari kedua pelaksanaan dan hari ketiga pengadministrasian. (NHF/RDM/RH)

Tanah Laut Jadi Penyumbang TKA Terbanyak di Kalsel

BANJARBARU – Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kalsel dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kabupaten Tanah Laut menjadi daerah penyumbang terbanyak atas imigran ini.

Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel, Akhmad Yurany, menyebutkan, meski tidak hapal berapa total keseluruhan TKA yang bekerja di Tanah Laut, namun ia memastikan ada hampir ratusan lebih pekerja asing resmi terlapor secara legal di sejumlah perusahaan.

“Kalau sesuai kewenangan kami di empat wilayah seperti Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tapin. Memang terbanyak itu di Tanah Laut,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Senin (6/3) siang.

Dia mengungkapkan, hampir 100 TKA di Bumi Tuntung Pandang tercatat bekerja dilingkungan perusahaan. Namun, hal tersebut justru membuat banyak pekerjaan mereka tidak tetap.

“Hanya saja karyawan asing ini tidak memiliki kontrak yang permanen, sehingga, apabila pekerjaannya habis mereka balik ke negaranya. Setelah ada TKA ini kembali untuk bekerja,” bebernya.

Tercatat data Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel, dari 100 lebih perusahaan di empat daerah 70 persennya adalah diisi TKA yang berasal dari negara China dan India.

“Rata-rata mereka memang berasal dari dua negara ini. Itu pun merupakan data yang tercatat sejak tahun 2022 – 2023,” ungkap Yurany.

Selain itu, dirinya juga membeberkan daerah kedua yang terbanyak memiliki Tenaga Kerja Asing. Namun, tercatat resmi dan terverifikasi.

“Yang daerah kedua ada di Kabupaten Banjar dan itu juga lumanyan banyak. Ini sama juga seperti tala apabila pekerjaan habis balik lagi mereka ke negaranya dan sistem berlanjut,” ungkap dia

Kemudian, ia menjelaskan, daerah yang tercatat sedikit memiliki tenaga kerja asingnya berada di Kota Banjarbaru. Sedangkan, Tapin diketahui hingga kini masih belum melaporkan berapa total keseluruhan pegawai imigran luar negeri yang bekerja.

“Kalau di Banjarbaru, paling sedikit sekitar di bawah 10 orang. Untuk Tapin nanti akan coba kita telusuri dan tindaklanjuti,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Wakili Gubernur Ikuti Rakornas Perpustakaan, Bunda Nunung Harapkan Kemajuan Literasi Banua

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip), Nurliani Dardie, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2023 yang berlangsung selama dua hari pada 6 – 7 Maret 2023.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menyampaikan bahwa kegiatan Rakornas ini akan membahas kebijakan, rekomendasi, dan rencana program kegiatan tahun 2024 mendatang. Ia berharap Perpusnas terus mendukung kemajuan literasi di daerah, khususnya Kalsel.

“Kita telah membuktikan keseriusan dalam upaya peningkatan literasi. Harapannya juga, Kalsel dapat lebih banyak bantuan dana alokasi khusus dan lainnya,” jelasnya dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM, Selasa (7/3).

Kadispersip yang akrab disapa Bunda Nunung ini juga bercerita, dalam kegiatan tersebut dirinya bertemu dengan protokol dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), yang merupakan salah satu penggiat minat baca.

“Selain mengikuti rakor tentu juga silaturahmi. Saya juga bertemu dan diskusi kecil sebelum kegiatan dengan Asisten Deputi Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Kemenko PMK RI yang mewakili Menko PMK,” ungkapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan rilis yang dikeluarkan Perpusnas RI, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial menjadi pokok bahasan dalam Rakornas ini.

Dalam kegiatan yang diikuti gubernur dan Kepala Dispersip se-Indonesia ini, mengusung tema “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk Kesejahteraan, Solusi Cerdas Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascapandemi COVID-19”. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Apresiasi Sosialisasi Kalsel Innovation Award 2023

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, mengapresiasi kegiatan Sosialisasi Kalsel Innovation Award Tahun 2023 dan Bimbingan Teknis Inovasi Daerah, yang diinisiasi oleh Balitbangda Kalsel, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (7/3).

Suasana kegiatan Sosialisasi Kalsel Innovation Award dan Bimtek Inovasi Daerah Tahun 2023

Apresiasi itu disampaikan Gubernur akrab disapa Paman Birin itu dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat membuka kegiatan.

Menurut Gubernur, terselenggaranya kegiatan ini, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memajukan daerah. Apalagi diakuinya, inovasi daerah memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.

“Melalui inovasi, pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.

Dalam konteks ini, gagasan, maupun adaptasi dan modifikasi inovasi pelayanan yang diselenggarakan pemerintah daerah, dinilainya juga sangat penting. Sebab inovasi-inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Secara faktual, diakuinya, telah banyak inovasi yang dilakukan oleh para inovator baik di lingkungan pemerintah daerah maupun masyarakat umum.

“Dengan adanya program inovasi daerah Kalsel, kami ingin memberikan wadah yang lebih representatif bagi para inovator untuk menunjukkan potensi yang ditunjukkan melalui inovasi-inovasi yang dihasilkan, serta dapat dan menginspirasi orang atau lembaga lainnya,” bebernya.

Kalsel Innovation Awards dimulai sejak tahun 2022 lalu. Bedanya di tahun ini, terdapat penambahan kategori yaitu penjaringan inovasi masyarakat umum.

Selain itu, terdapat juga kewajiban bagi seluruh SKPD mengikuti dan melaporkan inovasi daerah yang sudah dalam tahapan penerapan dari tahun 2021-2022 dengan dasar surat pernyataan komitmen yang telah ditandatangani bersama oleh seluruh SKPD lingkup Kalsel.

Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin, menyebutkan, Rencananya, event seperti ini akan rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Karena inovasi itu saat ini memang sedang digalakan termasuk inovasi yang ada di daerah-daerah,” ungkapnya.

Adapun peserta yang dapat mengikuti program ini adalah seluruh SKPD Pemprov, seluruh SKPD kabupaten/kota se-Kalsel dan masyarakat umum/pelajar/mahasiswa/perorangan/kelompok.

Foto bersama Sekda Kalsel, Kepala Balitbangda, narasumber, bersama peserta sosialisasi dan bimtek

Kategori yang akan dilombakan dalam program ini meliputi inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan inovasi masyarakat umum.

“Saat ini kita berikan sosialisasi dulu tentang penyelenggaraan kegiatan, nanti baru kita akan lakukan penilaian. Mungkin disekitar bulan Mei 2023,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Bantu Pemprov Atasi Persoalan “Gas Melon”, PT Bangun Banua Kembangkan Bisnis Agen LPG 3 Kg

BANJARMASIN – PT Bangun Banua Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus berkontribusi demi kepentingan masyarakat di Banua. Kali ini, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel tersebut mengembangkan keagenan LPG (Elpiji) 3 kilogram kerjasama dengan PT Pertamina Retail.

Suasana Syukuran kantor sekaligus gudang Keagenan LPG 3 Kg PT Bangun Banua Kalsel

Peresmian ditandai dengan syukuran di kantor sekaligus gudang Keagenan LPG 3 Kg PT Bangun Banua Kalsel yang terletak di Jl Mistar Tjokrokusumo Kelurahan Sei Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Jumat (3/3). Dalam acara tersebut dilakukan prosesi “Batapung Tawar” armada truk pengiriman tabung gas elpiji 3 kg secara bergantian.

Prosesi Tapung Tawar Armada Truk Pengiriman Gas LPG oleh Plt Asisten 3 Setdaprov Kalsel, Subhan Nor Yaumil

Dalam sambutannya yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten 3 Setdaprov Kalsel, Subhan Nor Yaumil, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berharap dengan PT Bangun Banua menjadi agen LPG 3 Kg ini dapat berdampak kepada masyarakat untuk kemudahan mendapatkan tabung gas elpiji bersubsidi.

“LPG bersubsidi diharapkan dapat disalurkan dengan tepat kepada masyarakat yang berhak,” pesannya.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin juga meminta PT Bangun Banua Kalsel dapat membantu pemerintah mengatasi kelangkaan LPG bersubsidi yang kerap terjadi.

Sementara, Dirut PT Bangun Banua Kalsel, Bayu Budjang mengatakan keikutsertaan pihaknya menjadi agen gas elpiji atas permintaan masyarakat selama ini.

“Kita berharap PT Bangun Banua dapat membantu pemerintah daerah mengatasi melambungnya harga gas elpiji bersubsidi yang berada di atas HET,” jelasnya.

Pihaknya akan mendistribusikan gas elpiji 3 Kg ke seluruh kabupaten/kota se Kalsel secara merata.

“Tahap awal bakal 560 tabung gas kita bagikan,” katanya.

Sedangkan, Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo memberikan apresiasi kepada PT Bangun Banua Kalsel yang terus berinovasi dalam pengembangan bisnisnya untuk kepentingan masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kita harapkan PT Bangun Banua Kalsel juga berperan aktif mengatasi kelangkaan gas bersubsidi yang kerap terjadi dan menyalurkan tabung gas bersubsidi secara tepat,” terangnya.

Turut hadir dalam peresmian tersebut, antara lain Direktur Umum PT Bangun Banua Yusni Hardi dan seluruh jajaran direktur lainnya, Perwakilan Pemko Banjarbaru, Forkopimcam Cempaka serta stake holder lainnya. (RILISBANGUNBANUA-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version