Buka Rakor Tim Pembina Samsat, Paman Birin Targetkan Peningkatan Layanan

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat se Kalsel, pada Rabu (24/5) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Turut hadir pada acara ini, Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kalsel, Benyamin Bob Panjaitan, dan juga Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalsel, Subhan Noor Yaumil.

Gubernur Kalsel (tengah), berfoto bersama dengan peserta Rakor Tim Pembina Samsat se Kalsel

Usai membuka acara, kepada wartawan, Gubernur memastikan, bahwa rakor ini digelar untuk memantapkan koordinasi, konsolidasi dan juga sinergi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Gubernur didampingi Kapolda, Kacab Jasa Raharja dan Kepala Bapenda Kalsel, saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Ini sesuai visi pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, untuk memberikan pelayanan publik terbaik. Inilah yang akan dibahas pada rakor kali ini”, jelasnya.

Dengan target pelayanan terbaik ini pula, maka pada acara ini juga ditandatangani kesepakatan bersama antara Paman Birin (sapaan khas Gubernur) dengan Kapolda Kalsel, soal pembangunan gedung prototype BPKB tipe C. Tidak tanggung – tanggung, mulai tahun 2024 akan dibangun 2 gedung prototype BPKB di Kalsel. Yakni di Pantai Hambawang, Hulu Sungai Tengah dan di Batulicin, Tanah Bumbu.

“Pembangunan gedung ini untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengurus BPKB,” tambahnya.

Menurut Paman Birin, dengan hadirnya gedung baru itu nantinya, pelayanan menjadi lebih mudah. Pelayanan bagi kota warga Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar dan Barito Kuala akan terpusat di Banjarbaru.

Sementara warga Banua Anam dilayani di Pantai Hambawang. Sedangkan warga pesisir dari Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanah Laut, akan dilayani di Batulicin.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Noor Yaumil menambahkan, selain pembangunan gedung BPKB, tahun ini juga dipastikan, program relaksasi pajak kendaraan bermotor kembali diberlakukan. Tepatnya mulai 1 April hingga akhir September 2023.

“Denda pajak akan dihapuskan untuk tunggakan pembayaran mulai 3 hingga 20 tahun,” paparnya.

Selain itu, menurut Subhan, akan ada pengurangan beban pajak yang harus dilunasi wajib pajak. Contohnya untuk tunggakan 11 hingga 20 tahun, hanya perlu membayar tunggakan pajak 10 tahun plus 1. Sementara untuk tunggakan 5 sampai 10 tahun, hanya perlu membayar 5 tahun plus 1.

“Bea balik nama kendaraan bermotor juga digratiskan. Sedangkan pembayaran tunggakan pajaknya dipotong 50 persen,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Jalan Tembus Makam Datu Kelampayan Dipastikan Tuntas Akhir Tahun 2023

BANJARBARU – Akses jalan alternatif menuju makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kelampayan) di Desa Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, bakal bisa ditembus mulus pada akhir tahun 2023.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, melalui Kabid Bina Marga, Azan Syariful Muaz, menyampaikan, pada tahun 2022 lalu pihaknya telah menuntaskan ruas jalan tembus sekitar 2,8 Kilometer dari target 5,2 kilometer. Artinya, tinggal menyelesaikan 2,4 kilometer lagi agar proyeknya dikatakan selesai.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel Azan Syariful Muaz saat menjelaskan penuntasan jalan tembus menuju makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Kabupaten Banjar

“Insha Allah pada akhir tahun ini tuntas dan bisa dilewati masyarakat, sehingga, turut mempermudah bagi penziarah untuk bisa sampai ke lokasi makam Datu Kelampayan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, di ruang kerjanya, baru-baru tadi.

Ia menuturkan, alokasi untuk pengerjaan ini ditotalkan mencapai Rp50 miliar melalui Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) dengan masa target pengerjaan selama dua tahun.

“Ini dua tahun anggaran ya. Sebelumnya kita mengeluarkan alokasi pertama tahun 2022 itu sekitar Rp25 miliar. Dilanjutkan untuk penuntasan jalan tembusnya Rp25 miliar lagi. Artinya, keseluruhan mencapai Rp50 miliar,” beber dia.

Dirinya menegaskan, estimasi waktu penuntasan proyek jalan tembus menuju makam Datu Kelampayan ini paling lambat November 2023.

“Kontrak pengerjaannya selesai pada bulan itu dan kita harapkan tidak ada kendala,” ungkapnya.

Adanya akses jalan alternatif ini, lanjut dia, diharapkan mampu mengurai kemacetan saat melakukan ziarah. Bahkan, pembangunan akses tersebut juga melintasi enam desa di Kabupaten Banjar yakni Sungai Kitano, Akar Baru, Akar Begantung, Munggu Raya, Dalam Pagar Ulu dan Kelampayan Tengah.

“Saat ini masih proses pelaksanaan untuk penuntasan jalan tembusnya,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Tanbu Target Masuk Tiga Besar Perolehan Medali POPDA Tingkat Provinsi di Banjarmasin

BANJARMASIN – Kabupaten Tanah Bumbu pada gelaran ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2023 di Kota Banjarmasin, menargetkan masuk tiga besar perolehan medali.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu Samsuddin mengungkapkan, pada ajang POPDA sebelumnya Kabupaten Tanah Bumbu berada di peringkat 4, oleh karena itu, pada POPDA Tahun 2023 pihaknya berharap, mampu meraih prestasi semaksimal mungkin, dapat masuk tiga besar perolehan medali.

Kadispora dan pariwisata Kab Tanbu Samsuddin

“Kami dari kontingen Tanah Bumbu, diperkuat dengan 114 orang dengan jumlah atlet 90,” ungkap Samsuddin, kepada sejumlah wartawan, di GOR Hasanuddin HM, Rabu (24/5).

Dan, lanjutnya, Kontingen Tanah Bumbu berjuang dengan sportif untuk meraih sebanyak banyaknya medali.

“Sehingga apa yang ditargetkan dari Tanah Bumbu dapat diperoleh oleh kami,” ucapnya.

Dengan andalan perolehan medali pada cabang olahraga Karate serta Panahan.

“Pada kedua cabang olahraga tersebut, kami berharap dapat mendulang medali sebanyak banyaknya,” ujar Samsuddin.

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan kepada seluruh atlet dapat menjaga kesehatan selama pertandingan berlangsung. Sehingga, prestasi terbaik dapat diperoleh.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga akan memperhatikan masalah bonus, bagi atlet yang berhasil meraih medali. (SRI/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Resmi Buka POPDA Tingkat Provinsi di Banjarmasin

BANJARMASIN – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalsel, resmi digelar di Kota Banjarmasin. Setelah secara dibuka oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, di Gedung Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Kota Banjarmasin, Rabu (24/5).

Gubernur mengucapkan selamat bertanding kepada para atlet pelajar dari 13 Kabupaten dan Kota di Kalsel, yang mengikuti POPDA di Kota Banjarmasin ini.

Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan pembukaan

“Kami mengucapkan selamat datang dan bertanding kepada seluruh atlet,” ungkapnya.

Sahbirin berharap, para atlet pelajar ini dapat memberikan prestasi terbaik mereka, pada ajang POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2023 di Kota Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini mengingatkan, kepada juri serta wasit pertandingan agar dapat berlaku jujur dalam memberikan penilaian.

“Kami meminta tidak hanya atlet, tetapi wasit serta juri untuk dapat bersikap jujur, selama pertandingan berlangsung,” ucapnya tegas.

Sehingga, lanjut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, dihasilkan juara yang sebenar benarnya.

“Para juara inilah yang akan membawa nama harum Banua pada ajang nasional maupun internasional,” ujar Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pada POPDA Tingkat Provinsi ini dilaksanakan tanggal 24 – 28 Mei 2023. Dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga, yakni, Renang, Gulat, Judo, Atletik, Dayung, Karate, Menembak, Panahan, Panjat Tebing, Taekwondo, serta Kempo.

Kadispora Kalsel Hermansyah

“Peraih medali emas pada ajang POPDA Tingkat Provinsi ini, akan mewakili Kalsel pada POPNAS Tahun 2023 di Palembang mendatang,” ucap Hermansyah. (ADV/SRI/RDM/RH)

Langganan Banjir, Warga Desa Antasan Senor Ilir Minta Bantuan Perbaikan RTLH

BANJAR – Warga Desa Antasan Senor Ilir Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar meminta kepada Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memperjuangkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Hal itu disampaikan Pembakal Desa Antasan Senor Ilir, Jamaluddin, ketika mengikuti sosialisas Perda yang dilaksanakan Anggota Komisi III DPRD Kalsel di Kabupaten Banjar, beberapa waktu lalu.

Jamaluddin menjelaskan sebagian besar bagian lantai rumah warga lebih rendah dari jalan utama.sehingga saat terjadi banjir dipastikan seluruh rumah warga di desa ini terendam. Oleh karena itu, warga berharap ada bantuan perbaikan minimal peninggian bagian lantai rumah mereka.

“Mudah-mudahan desa ini ada terbantu dengan tangan dingin Pak Isra sebagai wakil rakyat untuk turun tangan. Tiap tahun kami mengalami kebanjiran jadi rumah sebagian besar banyak yang rusak dan rendah. Mudah-mudahan berkat beliau, kami dapat bantuan,” harapnya.

Suasana Sosialisasi Perda oleh Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail

Sementara, Anggota Komisi III DPRD Kalsel Isra Ismail menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi perhatiannya untuk bisa diperjuangkan kepada instansi terkait, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten Banjar.

“Apa yang disampaikan Pembakal itu jadi perhatian saya selaku anggota DPRD Kalsel yang duduk di komisi III yang membidangi perumahan dan pemukiman. Memang kita ketahui di Kalsel banyak rumah tak layak huni. Terlebih akibat banjir kemaren banyak rumah yang terendam. Mudah-mudahan ini nanti dapat kita perjuangkan,” tambahnya.

Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman ini juga menjadi ajang untuk menghimpun aspirasi warga, terlebih sesuai dengan perda yang disosialisasikan sehingga diharapkan warga memahami alur untuk mengusulkan bantuan perbaikan RTLH. (NRH/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Terus Berupaya Tingkatkan Minat Baca Warga Binaan

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus bergerak untuk menumbuhkan minat baca.

Kali ini melalui tim mobil perpustakaan keliling (Pusling) menyasar ke Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura. Bahkan, Dispersip Kalsel juga meminjamkan beberapa buku ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Banjarbaru.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie sangat bersyukur, program peningkatan literasi instansinya diterima dan disambut baik oleh LPKA Martapura dan Lapas Banjarbaru. Ia pun berjanji, kerjasama yang sudah terjalin akan terus dijaga dan ditingkatkan.

“Semoga apa yang telah dilakukan dapat berguna dan memberi manfaat dan menambah wawasan positif bagi warga binaan,” katanya, Selasa (23/5).

Kedatangan mobil Pusling Dispersip Kalsel tersebut disambut antusias penghuni Lapas. Di mana para warga binaan langsung berdatangan untuk meminjam dan membaca buku yang disediakan di mobil Pusling tersebut.

Duta layanan LPKA Kelas l Martapura, Nabella Elyana mengucapkan terima kasih dengan pihak Pusling Dispersip Kalsel yang mau berkunjung. Mengingat, anak-anak LPKA Kelas 1 Martapura sangat memerlukan buku-buku untuk menghibur, membuka wawasan dan meningkatkan minat baca.

“Mudah-mudahan program Dispersip Kalsel ini akan terus berjalan dengan baik di LPKA Kelas I Martapura,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Petugas Perpustakaan dan Staf Administrasi Pembinaan Lapas Kelas II Banjarbaru, Bagus Satria. Ia mengaku buku-buku yang dipinjamkan ke Lapas Banjarbaru sangat bermanfaat untuk warga binaan.

Suasana Tim Pusling Dispersip Kalsel berkunjung ke LPKA Martapura dan Lapas Banjarbaru

“Semoga kerjasama terus berlanjut dan kalau bisa per tiga bulan bukunya ditukar,” tuturnya. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Fraksi-Fraksi di DPRD Kalsel Apresiasi Kinerja Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel Tahun Anggaran 2022.

Apresiasi itu sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Syaripuddin, kepada wartawan, usai memimpin rapat Paripurna DPRD Kalsel, Rabu (24/5).

“Teman-teman fraksi menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemprov Kalsel yang berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk ke 10 kalinya berturut-turut dari BPK RI,” katanya.

Fraksi-fraksi DPRD Kalsel, lanjut Wakil rakyat yang akrab disapa Bang Dhin ini, mengharapkan agar temuan-temuan BPK dalam LHP LKPD Tahun 2022 agar bisa segera diperbaiki dan tidak terulang lagi di masa-masa mendatang.

“Ke depan, diharapkan dilakukan perbaikan sedemikian rupa sehingga kinerja pemerintah akan lebih baik lagi”, tambahnya.

Menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kalsel, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam jawabannya yang dibacakan Sekretaris Daerah-nya, Roy Rizali Anwar mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan oleh Fraksi-fraksi terhadap Opini WTP.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

“Pencapaian ini merupakan hasil kerjasama dan dukungan dari semua pihak khususnya legislatif dan eksekutif”, tuturnya.

Gubernur juga berharap agar proses pembahasan Raperda ini berjalan dengan lancar sehingga segera mendapat persetujuan bersama.

Untuk diketahui, rapat paripurna DPRD Kalsel juga dihadiri sejumlah pejabat SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan unsur Forkopimda.

Adapun agenda rapat yaitu Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kalsel atas Penjelasan Gubernur Terhadap Raperda Tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022, dan dilanjutkan dengan Tanggapan/Jawaban Gubernur Kalsel atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Raperda Tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022. (NRH/RDM/RH)

Pemkab/Kota Kalsel Diminta Tingkatkan Upaya Penanganan Stunting

BANJARBARU – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Roy Rizali Anwar, berharap Pemerintah Kabupaten/Kota lebih meningkatkan upaya penanaganan stunting. Agar target prevelensi stunting tahun 2024 sebesar 14 persen bisa tercapai.

Suasana penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting, di Kantor Bappeda Kalsel, Selasa (23/5).

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Kalsel, di Ruang Rapat Syahrir Bappeda Kalsel, Selasa (23/5).

Roy mengungkapkan, angka stunting di Kalimantan Selatan saat ini sudah berada di angka 22 persen. Meski begitu, menurutnya upaya ekstra dalam menurunkan angka stunting ini masih sangat diperlukan.

“Pemerintah pusat telah menetapkan bahwa stunting menjadi salah satu prioritas nasional. Berbagai program penurunan stunting telah dilakukan, namun masih dibutuhkan upaya proyektif agar angka prevelensi stunting kita bagus,” ujarnya.

Roy menuturkan, untuk mencapai target tahun 2024, kolaborasi berbagai sektor baik dari pemerintah maupun non pemerintah juga sangat diperlukan.

Disisi lain, lanjut Roy, kebenaran data yang dikumpulkan juga sangat berpengaruh terhadap langkah penanganan yang akan dilakukan.

“Kalau data sudah benar semua akan jelas. Bagaimana penanganan, anggarannya berapa, sumbernya dari mana, penanggung jawabnya siapa. Terus target setiap tahunnya juga harus jelas,” tuturnya.

Selain itu, menurutnya, Pemkab/ko juga dapat mencontoh program yang telah dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota yang berhasil menurunkan angka stuntingnya.

Misalnya Kabupaten Tapin. Roy menyebut, tahun 2021 prevelensi stuntingnya sebesar 33,5 persen sementara tahun 2022 menjadi 14,5 persen. Sama halnya Kabupaten Banjar. Dari 40,2 persen tahun 2021 menjadi 26,4 persen tahun 2022.

“Secara pelan tapi pasti, ini menunjukkan upaya serius dari daerah dalam menghadapi tantangan stunting,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Gelar Penyuluhan Lansia

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, menggelar penyuluhan bagi lanjut usia. Kegiatan Posyandu Lansia dari RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan ini, dilaksanakan oleh dokter gigi, Terapis Gigi Mulut dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit. Sedangkan dari Puskesmas Gadang Hanyar dilaksanakan dokter umum Dewi Kuntari, dan perawat, bertempat di salah satu rumah warga Mutiara Rahmini, berlokasi Jalan Pekapuran B Laut, Gang Rahmat RT 16 RW 02 Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Suasana penyuluhan posyandu lansia, di salah satu rumah warga

Kepada Abdi Persada FM, dokter gigi RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Virgi Agustia Putri, usai melakukan pemeriksaan bagi lansia, pada Selasa (23/5) mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin digelar bekerjasama dengan beberapa Puskesmas, dalam rangka memberikan edukasi untuk merawat gigi dan pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut terutama para lanjut usia.

dokter gigi RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Virgi Agustia Putri

“Dari puluhan Lansia yang dilakukan pemeriksaan, masih banyak gigi tiruan dari tukang gigi yang menempel, dan sebagian lainnya ada yang tidak mau memakai gigi tiruan,” ucapnya

Disampaikan Virgi, dengan digelarnya penyuluhan bagi posyandu kalangan lanjut lansia ini, pihaknya menyarankan agar nanti menggunakan gigi tiruan, untuk proses memudahkan fungsi menguyah makanan, karena diusia tidak muda lagi, sangat penting memenuhi kecukupan nutrisi.

“Kalau gigi banyak yang tanggal, beban mengunyah jadi tidak seimbang,” jelasnya

Sementara itu, dokter Umum Puskesmas Gadang Hanyar, Dewi Kuntari, menjelaskan, kegiatan kolaborasi dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan ini sangatlah penting, khususnya bagi lanjut usia dalam menjaga kondisi gigi dan mulutnya, agar tetap tercipta kesehatan meski tidak muda lagi.

dokter Umum Puskesmas Gadang Hanyar, Dewi Kuntari

“Posyandu Lansia diadakan untuk memantau kesehatannya secara berkala,” tutup Dewi. (NHF/RDM/RH)

Tiga Kabupaten Mewakili Kalsel Pada Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2023, dan juara 1 menjadi wakil Provinsi ini pada ajang lomba serupa tingkat nasional.

Lomba ini digelar di Halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Selasa (23/5). Dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Raudhatul Jannah.

Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Raudhatul Jannah

“Kami tentunya memberikan apresiasi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel yang setiap tahun melaksanakan lomba masak serba ikan,” ungkap Raudhatul.

Lomba ini, lanjutnya, diikuti oleh TP PKK dari daerah yang ada di Banua ini.

Raudatul mengingatkan, kepada dewan juri untuk dapat memberikan penilaian dengan kejujuran, untuk mendapatkan juara.

“Mengingat, juara pertama akan mewakili Provinsi Kalsel, pada Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional Tahun 2023 mendatang,” ujarnya.

Selain itu, lomba masak serba ikan ini sebagai upaya untuk penurunan angka studing di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono mengatakan, lomba masak serba ikan tingkat provinsi tahun ini, digelar dengan sesederhana mungkin. Hanya dilaksanakan di kawasan Perkantoran Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel.

Kadis Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono

“Pada lomba tingkat nasional, Provinsi Kalimantan Selatan selalu mendapatkan juara,” ucap Rusdi.

Oleh karena itu, lanjutnya, diminta kepada para pemenang juara 1, untuk dapat mempersiapkan diri, untuk ajang tingkat nasional tersebut.

“Kami berharap pada ajang tingkat nasional Tahun 2023 di Jakarta mendatang, Kalsel dapat kembali meraih juara kembali,” ucap Rusdi.

Pada Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2023

Kategori Menu Keluarga, juara 1 Kabupaten HST dengan menu Talas Naga Haruan Meratus, juara 2 Kabupaten Barito Kuala dengan menu Bauang Kukus Tampurajang Paikat, Juara 3 Kabupaten HSU dengan menu Gabus Buah Ciplukan Saus Kulit Talipuk Buah Naga dan Binjai, serta juara 4 Kabupaten Balangan dengan menu Lontong Bajakah Lontong Beras Jagung Berkuah.

Kategori Menu Balita, juara 1 Kabupaten Barito Kuala dengan menu Bubur Pentet Kalangkala, juara 2 HSU dengan menu Fantasi Bola Kaviar Palilak, juara 3 Tabalong dengan menu Haruan Daun Kelor, serta juara 4 Banjarbaru dengan menu Bubur Haruan Lidah Buaya Bunga Telang.

Kategori Menu Kudapan, juara 1 Kabupaten Kotabaru dengan menu Puding Ikan Lele Kulit Pisang, juara 2 dengan menu Hula Hula Lele Pandan Biji Nangka, juara 3 Kabupaten Tanah Laut dengan menu Eclair Lele, serta juara 4 Kabupaten Tanah Bumbu dengan menu Firsh Lele Saus Rosela. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version