26 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Pemkab/Kota Kalsel Diminta Tingkatkan Upaya Penanganan Stunting

1 min read

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar (kanan), saat memberikan sambutan dalam kegiatan penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting

BANJARBARU – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Roy Rizali Anwar, berharap Pemerintah Kabupaten/Kota lebih meningkatkan upaya penanaganan stunting. Agar target prevelensi stunting tahun 2024 sebesar 14 persen bisa tercapai.

Suasana penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting, di Kantor Bappeda Kalsel, Selasa (23/5).

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Kalsel, di Ruang Rapat Syahrir Bappeda Kalsel, Selasa (23/5).

Roy mengungkapkan, angka stunting di Kalimantan Selatan saat ini sudah berada di angka 22 persen. Meski begitu, menurutnya upaya ekstra dalam menurunkan angka stunting ini masih sangat diperlukan.

“Pemerintah pusat telah menetapkan bahwa stunting menjadi salah satu prioritas nasional. Berbagai program penurunan stunting telah dilakukan, namun masih dibutuhkan upaya proyektif agar angka prevelensi stunting kita bagus,” ujarnya.

Roy menuturkan, untuk mencapai target tahun 2024, kolaborasi berbagai sektor baik dari pemerintah maupun non pemerintah juga sangat diperlukan.

Disisi lain, lanjut Roy, kebenaran data yang dikumpulkan juga sangat berpengaruh terhadap langkah penanganan yang akan dilakukan.

“Kalau data sudah benar semua akan jelas. Bagaimana penanganan, anggarannya berapa, sumbernya dari mana, penanggung jawabnya siapa. Terus target setiap tahunnya juga harus jelas,” tuturnya.

Selain itu, menurutnya, Pemkab/ko juga dapat mencontoh program yang telah dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota yang berhasil menurunkan angka stuntingnya.

Misalnya Kabupaten Tapin. Roy menyebut, tahun 2021 prevelensi stuntingnya sebesar 33,5 persen sementara tahun 2022 menjadi 14,5 persen. Sama halnya Kabupaten Banjar. Dari 40,2 persen tahun 2021 menjadi 26,4 persen tahun 2022.

“Secara pelan tapi pasti, ini menunjukkan upaya serius dari daerah dalam menghadapi tantangan stunting,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.