Penerimaan UPPD Batulicin Naik, Paman Yani : Peruntukkannya Kembali ke Rakyat

TANAH BUMBU – Dampak atas kebijakan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalsel soal pemberian insentif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mengalami kemajuan pesat. Baru-baru ini, di Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Batulicin sudah menerima sedikitnya Rp4,1 miliar tercatat hingga 14 Juli 2023, atau merangkak naik sebesar 6 persen.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengungkapkan, saat ini memang penerimaan di UPPD Batulicin selama penyelenggaraan kebijakan diskon dan pembebasan denda PKB mengalami pergerakan yang sangat siginifikan. Apalagi, sebagai penambah energi mendongkrak pendapatan, kehadiran legislatif pun penting dalam membantu merealisasikan termasuk ikut serta menyosialisasikan ke masyarakat.

“Ini terus kita dorong agar penerimaan pajak daerah bisa mencapai target dan peruntukkannya kembali lagi kepada rakyat,” ujarnya, usai melaksanakan kegiatan Sosialisasi Propem, Perda, Rancangan Perda, Perundang-undangan (Sosper) yang dilaksanakan di Kelurahan Tungkaran Pangeran, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (14/7) sore.

Lewat Sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah yang dibawakan, legialator asal Dapil VI Kalsel berharap seterusnya bisa mencapai target sesuai dengan potensi yang dimiliki. Baik melalui berbagai fasilitas hingga sosialisasi.

“Melalui perda ini masyarakat benar-benar memahami. Apalagi adanya relaksasi yang saat ini masih dilaksanakan itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” harapnya.

Secara persentase, disebutkan, penerimaannya yang tercatat dari Januari – Juli 2023 sudah mencapai 55,48 persen. Hal tersebut terlihat atas realisasi yang diterima pada masa pemberlakuan kebijakan relaksasi.

“Dilihat dari tren pendapatan di Samsat Batulicin sangat meningkat. Karena masyarakat sadar bahwa pajak itu untuk pembangunan di banua termasuk penuntasan jalan tembus Banjarbaru – Tanah Bumbu yang ditempuh kurang lebih tiga jam saja dan ini kembali lagi kepada masyarakat melalui infrastruktur,” ungkapnya.

Dengan pergerakan positif ini pula, menurut dia, sejumlah pembangunan di daerah khususnya di Tanah Bumbu juga ikut mendapat perhatian besar. Apalagi, wilayah ini juga masuk dalam deretan penyangga ekonomi bagi pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Pajak yang dibayarkan tentu peruntukkannya adalah untuk pembangunan termasuk rencana adanya jembatan penghubung Kalsel dengan kepulauan yakni dari Tanah Bumbu ke Kotabaru. Karena, ini harus kita perjuangkan agar roda perekonomian warga juga turut lancar,” papar politisi yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Provinsi Kalsel.

Selain itu, adanya rencana pembangunan gedung BPKB Ditlantas Polda Kalsel di Taman Kota Kapet Batulicin, di Desa Sarigadung, Simpang Empat, Tanah Bumbu, menjadi pelengkap dalam memudahkan masyarakat menuntaskan pembayaran pajak.

“Bayangkan saja yang berurusan ke Banjarmasin dari Tanah Bumbu dan Kotabaru harus menanggung beban biaya tambahan. Bayar pajaknya ringan tetapi berat diongkosnya. Nah, ini lah yang turut kita perjuangan, semoga tahun 2024 pembangunan gedungnya dapat dimulai agar nantinta masyarakat di Bumi Bersujud dapat menikmati pelayanan untuk mempermudah kepengurusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB),” bebernya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat dari Tungkaran Pangeran, Hasudungan, mengungkapkan, dengan diberlakukannya program relaksasi atau pemberian diskon pajak kendaraan bermotor setidaknya dapat mengurangi beban masyarakat. Terlebih, unggulan layanan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalsel cukup membantu disaat ekonomi sedang merangkak naik.

“Ya kita ketahui, kendaraan di Tanbu ini juga banyak. Mencapai puluhan ribu bahka lebih sehingga tepat dilaksanakan dan sangat membantu masyarakat,” jelasnya.

Bahkan adanya gedung BPKB Ditlantas Polda Kalsel yang dikhususkan melayani masyarakat Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, diakuinya, sudah sangat tepat. Selain menghemat waktu juga mengurangi beban pengeluaran.

“Saya sangat setuju dengan hadirnya pelayanan BPKB Ditlantas Polda di Tanbu. Karena kita ketahui mulai dari Kotabaru itu jaraknya sudah mencapai 280 KM atau paling cepat sekitar 6 jam. Ya, kami berharap rencana ini dapat berjalan sukses untuk memudahkan masyarakat yang ada di daerah pesisir,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Paman Birin Letakan Batu Pertama Pembangunan Rektorat Universitas Islam Kalimantan

BATOLA – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska MAB) di Desa Berangas Timur, Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala pada Sabtu (15/7).

Selain itu, dilakukan pemotongan pita oleh Paman Birin, menandai peresmian Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknis Uniska MAB Handil Bhakti.

Kegiatan awal pembangunan kantor rektorat di Kampus Uniska MAB Handil Bhakti dan peresmian dua fakultas ini, bersamaan dengan kegiatan jalan santai dalam rangka Dies Natalis ke-42 UNISKA MAB.

Turut mendampingi Paman Birin diantaranya Ketua Badan Pembina Yayasan MAB, Hj Rahmi Tajuddin Noor, Ketua Pengurus Yayasan Uniska MAB, Budian Musthafa dan Rektor Uniska MAB, Prof. Abdul Malik.

Mengawali sambutannya, Paman Birin sempat bercerita, bagaimana perjalanan UNISKA sebagai universitas ini, mengawali pembelajarannya di Kalsel, dengan sarana dan prasarana masih terbatas.

Karenanya, dirinya menyambut baik pembangunan kedua infrastruktur pendidikan di Kampus UNISKA MAB, karena selain meningkatkan akan pengelolaan aktivitas akademik, juga meningkatkan jumlah lulusan magister di Kalsel.

Gedung rektorat ujarnya, layaknya jantung bagi sebuah universitas, dengan fungsinya sebagai tempat kerja bagi jajaran pimpinan universitas sekaligus wadah pelayanan akademis bagi civitas akademika.

Sedangkan keberadaan gedung pasca sarjana sendiri akan memfasilitasi lahirnya magister-magister baru di Banua, yang tentunya diharapkan, jumlah lulusan akan berimbang dengan peningkatan kualitas lulusan.

Meskipun dirasakan belum terlalu banyak yang disumbangkan pemerintahan terhadap dunia pendidikan seperti Uniska MAB ini, Paman Birin bertekad terus berupaya memberikan yang maksimal dan terbaik.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun
SDM yang unggul, produktif, dan berkarakter. Peran ini semakin krusial menjelang momentum Indonesia Emas 2045, di mana jumlah penduduk usia produktif akan mengalami puncaknya,” kata Paman Birin.

Tugas pemerintah, tambah Paman Birin, adalah bersama institusi pendidikan, untuk mengelola bonus demografi tersebut agar terbentuk SDM yang berdaya saing tinggi, produktif, dan
kreatif.

Paman Birin yang juga merupakan Ketua Dewan Penyantun UNISKA MAB, berharap, Universitas ini dapat mempersiapkan diri untuk menjadi tongkat estafet pembangunan pendidikan menjelang momen Indonesia Emas 2045.

“Semoga UNISKA dapat terus melahirkan generasi – generasi andalan Banua yang tentunya akan membanggakan bukan hanya untuk Banua Kalsel, tapi untuk Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Yayasan MAB, Hj Rahmi Tajuddin Noor menyebutkan, gedung rektorat rencananya dibangun empat lantai dengan peruntukan, lantai satu untuk pelayanan, lantai kedua untuk ruang rektor dan yayasan, lantai ketiga untuk pasca sarjana dan lantai keempat dibuat aula untuk berbagai kegiatan.

Rektor Prof. Abdul Malik menyebutkan, seiring dengan perkembangan kampus, dilakukan pembangunan gedung rektorat, sesuai tuntutan sarana dan prasarana yang harus dilengkapi untuk kelancaran proses mengajar dan kegiatan kampus lainnya.

Dilaporkan Malik, saat ini UNISKA, menduduki rangking 125 PTN/PTS se Indonesia, khusus wilayah Kalimantan, sebagai PTS terbesar.
Acara ditutup dengan pengguntingan pita peresmian Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik UNISKA MAB, kemudian ramah tamah dengan jajaran kampus. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

TP PKK Provinsi Kalsel Melalui Binaannya UP2K Bartim Buka Stand di KBN Nasional 2023

BANJARMASIN – Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, melalui binaannya UP2K Kecamatan Banjarmasin Timur, membuka stand dalam rangkaian Kemah Bela Negara Tingkat Nasional Tahun 2023.

Kepada Abdi Persada FM, Ketua UP2K Kecamatan Banjarmasin Timur, Hayati, pada Jumat (14/7) menjelaskan, pihaknya membuka stand mulai Senin 10 – 16 Juli 2023, berlokasi di Kiram Park. Kabupaten Banjar. Selama lima hari buka, rata-rata pembeli lebih banyak membeli buah tangan seperti kerupuk ikan gabus, dan tas dari bahan purun.

“Produk usaha kami perwakilan dari sembilan Kelurahan yang menjadi best seller,” ucapnya

Disampaikan Hayati, produk yang dijual dari pelaku Usaha Mikro Kecil ini berupa makanan ringan, kerajinan tangan dan kriya. Ia berharap kegiatan ini dapat semakin memajukan usaha dan dikenal hingga dari luar daerah.

“Stand buka dari pukul 10.00 WITA hingga 22.00 WITA,” ungkapnya

Hal senada juga ditambahkan, salah satu Pelaku Usaha Mikro Kecil Banjarmasin, Rastri, dijelaskannya, kegiatan Kemah Bela Negara Tingkat Nasional Tahun 2023 sangat besar dampak positifnya, setiap hari selalu ada pembeli, mereka biasanya membeli brownies coklat dan pai dari nenas.

Salah satu Pelaku Usaha Mikro Kecil Banjarmasin, Rastri

“Para pembeli nantinya dapat menjadi langganan, agar semakin maju produk di Kalsel,” tutup Rastri

Salah satu produk Usaha Mikro Kecil di Banjarmasin

Untuk diketahui, puluhan dagangan usaha mikro kecil juga menjual berbagai macam aneka kuliner seperti bakso, mie ayam, lalapan, serta minuman ringan, camilan dan produk jamu. (NHF/RDM/RH)

Tingkatkan Minat Baca dan Budaya Literasi, Peserta KBN Nasional 2023 Kunjungi Perpustakaan Palnam

BANJARMASIN – Ribuan peserta Kemah Bela Negara (KBN) Tingkat Nasional Tahun 2023 yang terbagi menjadi dua bagian yaitu regu putra dan putri mengunjungi perpustakaan umum milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani KM 6,4, pada Jum’at (14/7).

Waket Kwarnas, Hasto Prastito didampingi Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani meninjau fasilitas yang ada di gedung perpustakaan disabilitas

Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) sekaligus Ketua Komisi Bela Negara, Hasto Prastito Yuwono menyampaikan kunjungan ke perpustakaan palnam ini bertujuan untuk mengenalkan dan membiasakan para peserta KBN untuk membaca buku karena banyak manfaat yang didapatkan dari aktivitas tersebut, salah satunya menambah ilmu pengetahuan.

“Karena siapapun kita harus membaca karena akan menambah ilmu pengetahuan. Nah ini ada kesempatan emas untuk mengunjungi perpustakaan milik Pemprov Kalsel ini yang sudah didesain dengan baik oleh Dispersip Kalsel,” katanya kepada Abdi Persada FM di sela kegiatan.

Hasto berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi contoh atau inspirasi ketika kembali ke daerah masing-masing. Ia juga mengaku sangat terkesan dengan kondisi dan fasilitas yang ada di perpustakaan palnam yang dinilai luar biasa.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi adik-adik kita agar berbuat lebih baik, inovatif dan kreatif karena nantinya mereka akan meneruskan kepemimpinan bangsa di masa-masa mendatang,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani yang akrab disapa Bunda Nunung mengucapkan terimakasih kepada Pramuka Kwarda Kalsel atas sinergi dan kerjasamanya sehingga menjadikan perpustakaan palnam sebagai salah satu lokus kegiatan BKN.

“Alhamdulillah para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan disini. Mudah-mudahan mereka mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman berwisata literasi di perpustakaan palnam,” harapnya.

Dalam kunjungan tersebut, setelah acara penyambutan, para peserta KBN dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu kelompok pertama mengikuti kegiatan “Perpustakaan Palnam Berdongeng” yang menghadirkan Pegiat Literasi Tingkat Nasional, Mochamad Ariyo Faridh Zidni atau yang akrab disapa Kak Aio di aula Dispersip Kalsel.

Sementara, kelompok kedua, peserta KBN akan menikmati fasilitas yang ada di perpustakaan palnam dan perpustakaan anak. Selanjutnya kelompok ketiga, peserta akan diajak menonton film terkait kegiata maupun perjuangan Dispersip Kalsel dalam mengembangkan budaya literasi dan minat baca di Kalsel.

Selain itu, para peserta KBN juga diberi kesempatan untuk menjadi Anggota Perpustakaan Palnam. Mereka dilayani oleh petugas perpustakaan umum Dispersip Kalsel dengan sangat ramah, mulai dari pengisian data, berfoto dan kemudian mereka mendapatkan KTA.

Peserta KBN Mendapatkan Kartu Tanda Anggota Perpustakaan Palnam

Meskipun para peserta sebagian berasal dari luar daerah, dengan memiliki KTA, mereka bisa memanfaatkan salah satu layanan melalui aplikasi perpustakaan digital iKalsel yang berisi ratusan ribu konten atau arsip Perpustakaan yang digitalisasi. (NRH/RDM/RH)

Polda Kalsel Ikut Pameran Alutsista KBN Tahun 2023 di Kalsel

BANJAR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan saat ini, turutserta memeriahkan Pelaksanaan Kemah Bela Negara (KBN) Tahun 2023 di Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan ikut dalam Pameran Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista), di Kawasan Kiram Park, Kabupaten Banjar.

Perwira Pengendali Stand Polda Kalsel KBN Tahun 2023 di Provinsi Kalimantan Selatan Ipda Jiyanto menjelaskan, keikutsertaan Polda Kalsel ini, tentunya sebagai bentuk dukungan dari Kepolisian terhadap kegiatan KBN ini.

Perwira Pengendali Stand Alutsista Polda Kalsel

“Pada pameran alutsista Kemah Bela Negara ini, peserta KBN ramai mengunjungi stand Polda Kalsel,” ungkap Jiyanto, kepada Abdi Persada FM, Jumat (12/7).

Karena, lanjutnya, pada pameran ini Polda Kalsel memamerkan peralatan pengamanan seperti persenjataan, serta lainnya, dari Brimob, polisi air serta polisi udara.

“Dengan melihat perlengkapan persenjataan yang dimiliki oleh Kepolisian ini, masyarakat akan merasa terlindungi,” ujarnya.

Jiyanto berharap, dengan adanya pameran tersebut, peserta KBN yang masih berusia remaja ini, dapat lebih termotivasi lagi, untuk turut serta dalam membela negara dan tanah air ini. (SRI/RDM/RH)

Kenali Kearifan Lokal Kalsel, Peserta KBN 2023 Kunjungi Museum Lambung Mangkurat

BANJARBARU – Salah satu rangkaian kegiatan Kemah Bela Negara (KBN) Nasional 2023 yakni berwisata sembari mengenal dan melihat benda-benda bernilai sejarah dan budaya di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Peserta saat melihat benda geologi yang ditampilkan di Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Salah satu tujuan yakni Museum Lambung Mangkurat Kalsel, pada Jumat (14/7).

Koordinator Kegiatan KBN Nasional 2023, Akhmad Husen mengatakan, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Pagi regu putra dan siang regu putri.

“Kita ingin mengenalkan sejarah, budaya dan kearifan lokal yang ada di Kalsel melalui benda yang ada di museum ini,” ujar Husen.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel Taufik Akbar mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan keinginan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang menginginkan generasi muda lebih meningkatkan kecintaan terhadap museum.

“Ini penting. Sesuai keinginan Gubernur, generasi muda harus tetap menjaga warisan lokal. Jadi pengaruh asing tidak mudah merusak moral mereka. Apalagi di jaman sekarang ini,” ungkapnya.

Akbar berharap melalui kunjungan peserta dari 17 provinsi ini, Museum Lambung Mangkurat Kalsel semakin dikenal luas dan menjadi salah satu tujuan utama destinasi wisatawan.

“Kami ingin mewujudkan harapan Gubernur, dengan menjadikan Museum Lambung Mangkurat sebagai ikon Kalsel sebagai salah satu museum terbaik,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Gelar Gathering, Bank Kalsel dan BPKH Komitmen Permudah Masyarakat Banua Tunaikan Ibadah Haji

BANJARMASIN – Bank Kalsel makin serius dalam memudahkan masyarakat Banua untuk bisa beribadah haji ke tanah suci, salah satunya adalah dengan berkolaborasi dengan sejumlah pihak. Terbaru Bank Kalsel melalui Bank Kalsel Syariah, menggelar kegiatan Gathering Haji bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dengan menggambil tema Gerakan Haji Banua “Warga Banua Melangkah Menuju Baitullah” Ayo Haji Muda.

Kegiatan yang digelar, Kamis (13/7) disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, dihadiri sejumlah pihak, mulai dari tokoh agama, pengusaha, BAZNAS, ORMASNU dan Muhammadiyah, Pengelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Pengelola Kelompok Bimbingan Manasik Mandiri Haji dan Umrah (KBMHU), Pengurus dan pengelola Masjid di Banjarmasin, Pengurus dan pengelola Yayasan dan Lembaga Pendidikan, Majelis Ta’lim, ASN, Selegram dan berbagai profesi lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Divisi Perhimpunan BPKH MT Nurul Anwar mengatakan, kolaborasi sangatlah penting dilakukan BPKH dengan sejumlah pihak, termasuk Bank Kalsel, agar semakin memudahkan masyarakat untuk beribadah haji ke tanah suci.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, koordinasi maupun kolaborasi antara Bank Kalsel dan BPKH dapat semakin baik kedepannya. Sehingga masyarakat Kalsel yang beribadah haji ke tanah suci bisa semakin terbantu nantinya,” tegasnya.

Saat ini dikatakannya BPKH hingga Juni 2023, sudah mampu mengumpulkan hingga 158 trilyun rupiah dana haji dengan jumlah jemaah haji asal Indonesia yang mencapai 5,3 juta orang.

“Dengan dana dan jumlah jemaah haji sebesar itu tentunya tantangan untuk mengelola dan memberikan pelayanan juga semakin besar. Karena itulah kami memerlukan banyak bantuan mitra kerja, salah satunya Bank Kalsel,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menambahkan, animo masyarakat Banua untuk pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci sangatlah besar.

Direktur utama Bank Kalsel

“Melihat kenyataan tersebut kami tentunya siap berkolaborasi dengan BPKH agar layanan tabungan haji yang dimiliki Bank Kalsel bisa semakin mudah untuk dinikmati masyarakat Banua,” bebernya.

Khusus untuk Bank Kalsel Syariah sendiri, diakuinya sudah memiliki layanan tabungan haji untuk masyarakat Banua, dengan nama Tabungan Haji IB Ar Rahman. Selain itu Tabungan Haji IB Ar Rahman sendiri sudah terintegrasi dengan Sistem Komputerisasi HajiTerpadu (SISKOHAT) Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (DJPHU). Sehingga akan lebih memudahkan masyarakat mendapatkan nomor porsi keberangkatan haji.

“Karena itulah sekali lagi mari bersama-sama kita berkolaborasi, agar semakin banyak masyarakat Banua yang berkesempatan beribadah haji ke tanah suci. Karena bagi masyarakat Kalsel beribadah haji sendiri merupakan sebuah kewajiban yang harus ditunaikan dan juga merupakan salah satu ukuran kesuksesan dalam kehidupan,” tukasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Menteri ATR/BPN Serahkan 1.055 Sertifikat Aset di Kalsel

BANJARBARU – Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto menyerahkan 1.055 sertifikat Barang Milik Negara (BMN) dan Barang Milik Daerah (BMD) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (13/7).

Sertifikat secara simbolis diserahkan kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Perwakilan TNI, serta Kepala Daerah Kabupatan/Kota di Kalsel, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Banjarbaru.

Hadi Tjahjanto mengatakan, penyerahan sertifikat ini guna menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo. Tujuannya yakni memitigasi penyelewengan aset yang berakibat pada permasalahan hukum.

“Juga untuk menghindari tumpang tindih yang menimbulkan konflik atau sengketa,” ujarnya.

Program sertifikasi ini merupakan program nasional. Disamping melakukan sertifikasi aset pemerintah pusat, daerah dan aset rakyat, program ini juga melakukan sertifikasi kepada tanah wakaf untuk beribadah.

“Termasuk tanah hasil kas Desa, semua harus bersertifikat. Jadi jika nantinya ingin dikerjasamakan dengan pihak ketiga tidak ada kendala,” tuturnya.

Dari data yang dihimpun Kementrian ATR/BPN, dari 104,7 juta bidang tanah yang terdaftar, sebanyak 86,3 juta bidang sudah bersertifikat.

Menurut Hadi, tanah bersertifikat memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Khusus Kalsel, uang yang dicairkan Bank untuk UMKM lewat penggadaian sertifikat tanah, di tahun 2022 mencapai Rp 9,18 triliun.

“Dari tanah, dari aset itu bisa meningkatkan perekonomian. Semoga dalam waktu dekat, Kabupaten atau Kota di Kalsel kita deklarasikan menjadi Kota lengkap atau Kabupaten lengkap (sertifikat),” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengucap terima kasih atas penyerahan sertifikat aset ini.

Menurutnya, ini merupakan wujud kepedulian Presiden Joko Widodo dan Pemerintah Pusat kepada masyarakat Kalsel.

“Ini tanda bahwa Presiden dan Pemerintah Pusat hadir di hati rakyat banua kita,” ujarnya. (SYA/RDM/RH)

Pramuka Putri Antusias Ikuti Permainan Tradisional KBN Tahun 2023 di Kalsel

BANJARMASIN – Regu Pramuka Penggalang Putri antusias mengikuti permainan atau olahraga tradisional. Seperti, Ketapel dan Gebuk Bantal, di Kemah Bela Negara (KBN) Tahun 2023 di Provinsi Kalimantan Selatan, di Kiram Park, Kamis (13/7).

Ketua Panitia Ketapel KBN Kalsel Pandu Setiawan mengatakan, dengan memperkenalkan permainan tradisional ini, kepada anak anak Pramuka ini, agar mereka dapat lebih mengenal lagi permainan tradisional yang ada di Tanah Air ini.

Ketua Panitia Ketapel KBN Kalsel Pandu Setiawan

“Kami berharap dengan diperkenalkannya Ketapel kepada anak anak Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia ini, maka permainan tradisional ini semakin dikenal,” ungkap Pandu.

Menurut Pandu, pada saat dilaksanakannya permainan tradisional Ketapel ini, para peserta antusias saat mengikuti permainan tersebut.

Meski, lanjutnya, anak anak Pramuka tersebut baru pertama kali mempermainkan permainan Ketapel.

“Kami berharap anak anak Pramuka dari berbagai daerah ini, dapat memperkenalkan permainan Ketapel ini di daerah masing masing,” ucap Pandu.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Gebuk Bantal Nasional Kalsel pada pelaksanaan KBN Kalsel Syamsul Marif.

Wakil Ketua Gebuk Bantal Nasional Kalsel Syamsul Marif

Ia mengatakan, permainan Gebuk Bantal ini diperkenalkan kepada anak anak Pramuka ini, karena memiliki filosofi, agar dalam meraih cita cita tidak pantang menyerah.

“Sebelum memulai pelaksanaan permainan Gebuk Bantal ini, kami memberikan penjelasan kepada anak anak Pramuka mengenai filosofi yang ada di permainan Gebuk Bantal tersebut,” jelas Syamsul.

Sehingga, lanjutnya, anak anak ini dapat termotivasi agar lebih gigih lagi, dalam meraih cita cita mereka tersebut.

Permainan tradisional yang diperkenalkan kepada Pramuka Putri ini, Ketapel, Gebuk Bantal, Terompah Panjang, Tarik Tambang, Hadang, Lari Balok, Panahan, serta Sumpitan.

Seperti diketahui, provinsi Kalsel saat ini menjadi tuan rumah Kemah Bela Negara tingkat nasional ynag dilaksanakan pada 10 – 16 Juli 2023. (SRI/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Dilantik Sebagai Ketua FORKI Kalsel 2023-2027

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor resmi dilantik sebagai Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Kalimantan Selatan masa periode 2023-2027. Pelantikan Gubernur Kalsel sebagai ketua bersama dengan Pengurus Provinsi FORKI Kalsel masa bakti 2023-2027 ini dikukuhkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) FORKI Pusat, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Kamis (13/7).

Usai dikukuhkan, Sahbirin Noor menyampaikan, dirinya akan melakukan tugas dengan sebaik-baiknya demi mewujudkan karateka yang profesional yang mampu mengukir prestasi gemilang. Bagaimanapun sebuah prestasi olahraga selalu dimulai dari pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi yang berkualitas dan berjenjang. Termasuk kerja keras dan disiplin yang tinggi, saya hadir akan berjuang sekuat tenaga untuk memajukan FORKI Kalsel.

“Kami yakin kepengurusan FORKI Kalsel diisi oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya dan mampu membawa perubahan yang baik bagi kemajuan FORKI di masa yang akan datang,” Ungkap Sahbirin Noor.

Sahbirin Noor menambahkan, pihaknya mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Ketua Umum PB FORKI, Marsekal TNI (purn) Dr. Hadi Tjahjanto yang telah berkenan berhadir dan melantik kepengurusan FORKI Kalimantan Selatan, masa bakti 2023-2027.

“Saya berharap, dukungan juga do’a dari PB FORKI dan seluruh pengurus FORKI provinsi, kabupaten/kota, serta seluruh pengurus dan anggota perguruan karate di Kalimantan Selatan, agar saya beserta pengurus dapat menjalankan amanah yang mulia ini, dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Sehingga, kita dapat bersama-sama memajukan olahraga karate di Kalimantan Selatan dan di Indonesia,” lanjut Sahbirin Noor.

Sementara itu, Ketua Umum PB FORKI, Marsekal TNI (purn) Hadi Tjahjanto menyampaikan, bahwa segala bentuk hasil musyawarah yang disepakati harus segera direalisasikan oleh para pengurus FORKI yang baru dilantik. Sehingga hal ini akan berdampak pada kemajuan organisasi FORKI kedepannya.

“Tidak hanya bagi kemajuan organisasi, tetapi tugas FORKI juga harus mampu melakukan pembinaan berjenjang, bertingkat dan berkelanjutan kepada atlet-atlet yang dimiliki. Mulai dari usia dini, pra pemula, pemula, junior hingga senior,” ucap Hadi.

Ditambahkan Hadi, ditahun 2023 ini, ada beberapa kegiatan/kompetisi yang melibatkan FORKI. Yakni Kejuaraan Nasional Pra PON di bulan Agustus 2023 di Kalimantan Selatan, Pekan Olahraga Pelajar Nasional September 2023 di Kupang NTT. Kemudian Olimpiade Olahraga Siswa Nasional SD, SMP dan SMA Bulan September 2023 di Jakarta, dan Pekan Olahraga Nasional Oktober 2023 di Banjarmasin.

“Jadi untuk tahun ini, ada dua kegiatan nasional yang akan dilaksanakan di Kalimantan Selatan, yakni Kejuaraan Nasional Pra PON di bulan Agustus dan Pekan Olahraga Nasional Bulan Oktober di Banjarmasin,” lanjut Hadi.

Menurutnya, Kalsel selaku ketua tuan rumah pada dua even tersebut, ia meminta FORKI Kalimantan Selatan untuk benar-benar serius dalam memfasilitasi kegiatan tersebut. Bukan sekedar menyiapkan sarana dan prasarana saja, melainkan juga menyiapkan para atletnya sehingga dapat berprestasi di ajang tersebut. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version