Pemprov Kalsel Apresiasi Gelaran Silaturahmi Akbar Awaliyyin se Kalimantan

BANJARBARU – Ribuan Awaliyyin se Kalimantan berkumpul di Ibu Kota Provinsi (IKP) Kalsel, di Banjarbaru. Kedatangan mereka, selain untuk mempererat silaturahmi juga mengetahui secara langsung kerabat Alawaliyyin di seluruh wilayah yang tersebar di pulau Kalimantan.

Gubenur Kalsel Sahbirin Noor, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov, Sulkan, mengungkapkan, turut mengapresiasi terselenggaranya penyelenggaraan tersebut.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel Sulkan saat membacakan sambutan Gubernur dalam kegiatan Silaturahmi Akbar 1.000 Alawiyyin Kalimantan

“Kita dapat bersama-sama mengatasi berbagai macam permasalahan yang ada ditengah masyarakat tentu dengan adanya acara silaturahmi ini sangat bermanfaat khususnya yang hadir pada hari ini,” ungkapnya dalam sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada kegiatan Silaturahmi Akbar 1.000 Awaliyyin Kalimantan, di salah satu hotel yang ada di Banjarbaru, Rabu (4/10) siang.

Apalagi, menurut dia, dengan berhasil digelarnya kegiatan itu tentu tujuan untuk mengikat tali persaudaraan dapat terwujud.

“Acara silaturahmi akbar 1.000 Awaliyyin Kalimantan ini merupakan bukti nyata komitmen untuk memperkuat tali silaturahmi dan kerukunan antar sesama khususnya Rabithah Awaliyah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, melalui penyelenggaraan silaturahmi akbar yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan ini mampu mewujudkan bentuk satu kesatuan untuk mewujudkan kekokohan tali silaturahmi.

“Ribuan yang berkumpul ini menjadi contoh nyata bagaimana silaturahmi yang kuat dan mengumpulkan satu tujuan kita yakni meningkatkan kualitas berbangsa, sosial dan terpenting adalah dapat meningkatkan keimanam dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Seribu Awaliyyin se Kalimantan, Habib Zaid Shahab, menyampaikan, meski pelaksanaannya baru kali pertama digelar. Namun, jumlah Awaliyyin yang hadir mampu memenuhi ruangan pertemuan akbar tersebut.

“Jumlahnya mencapai 1.500 orang dan berkumpul dalam satu ruangan ini. Meski sempat hal mustahil bisa mengumpulkan ribuan tetapi ini bisa terwujud tentu kami sangat bersyukur atas izin Allah SWT,” singkatnya.

Sekedar diketahui, kegiatan ini tak hanya dihadiri ribuan Awaliyyin dari berbagai daerah di Kalimantan. Melainkan sejumlah perwakilan pejabat dilingkup Pemkab Banjar, Pemkot Banjarbaru, Polres Banjar turut ikut diundang dalam pelaksanaan tersebut. Tak lupa pula, sejumlah habaib dan ulama yang masuk dalam keluarga besar Rabithah Alawiyah juga menyempatkan untuk hadir. (RHS/RDM/RH)

Kolaborasi Dengan Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta, Muslam Kalsel Gelar Pameran Temporer Ke-3

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar pameran temporer ke-3 tahun 2023. Pameran kali ini bertajuk “Hibah Koleksi ke Museum” dengan tema Menjaga yang Ada, Merawat yang Tersisa.

Pameran yang diadakan museum dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel ini, berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Museum Kotagede, mulai dari tanggal 3 Oktober hingga 6 Oktober 2023.

Kepala Disdikbud Kalsel Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, mengatakan sebagai jendela budaya dan sejarah Kalsel, museum dituntut memberikan yang terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Museum merupakan wahana yang memiliki peran strategis terhadap penguatan identitas masyarakat. Para ahli kebudayaan meletakkan museum sebagai bagian dari pranata sosial dan media edukasi, untuk memberikan gambaran tentang perkembangan alam dan budaya manusia kepada publik,” ujarnya.

Melalui pameran itu, ia berharap mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya. Sehingga masyarakat luas terutama generasi muda dapat mengetahui, mempelajari dan mengembangkannya, baik dari bidang teknologi, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

“Saya harap kegiatan ini juga berdampak positif terhadap pembangunan Kalsel,” tutupnya.

Sejumlah siswa tengah mengabadikan benda yang ditampilkan di pameran temporer ketiga di Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Sementara itu, Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Soni Saepudin berharap, pameran temporer ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Kalsel khususnya Kota Banjarbaru. Sekaligus menjadi ajang mempromosikan potensi museum yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta kepada masyarakat.

“Secara khusus mempromosikan potensi museum yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta kepada masyarakat agar lebih mengenal Yogya melalui museum, salah satunya museum Kotagede,” ujar Soni.

Pameran ini juga merupakan bentuk apresiasi pihak museum kepada masyarakat yang telah bersedia menghibahkan barang dan koleksi pribadi mereka.

Keputusan masyarakat menghibahkan barang bersejerah dan memiliki nilai ini sangat membantu pihak museum untuk melestarikan nilai nilai pelestarian budaya dan sejarah agar generasi selanjutnya akan mengingat dan melihat sisa-sisa sejarah yang bisa dijaga.(SYA/RDM/RH)

Disambut Antusias, Pusling Palnam Sasar SDN Anjir Pasar Kota II

BATOLA – Layanan Mobil Keliling Perpustakaan (MPK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali bergerak ke berbagai pelosok Banua.

Dengan membawa misi meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat, kali ini pihaknya menyasar Kabupaten Barito Kuala, mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Anjir Pasar Kota II, di Jalan Handil Air Mas, Kecamatan Anjir Pasar.

Antusias peserta didik terlihat, dengan langsung diserbunya MPK untuk mencari buku yang ingin dibaca.

Kepala SDN Anjir Pasar Kota II Muthmainnah, merasa senang atas mampirnya tim MPK dari Dispersip Kalsel ini.

“Anak-anak sangat antusias. Ini tentu dapat mendukung pembelajaran kami, dan semoga dapat meningkatan minat baca anak-anak kami,” ungkapnya melalui siaran pers Dispersip Kalsel, Selasa (3/10).

Ia berharap, Dispersip Kalsel melalui MPK bisa terus mengunjungi sekolahnya.

“Mudah-mudahan program Dispersip Kalsel ini kembali ke sekolah kami,” pungkasnya. (Dispersip.Kalsel-NRH/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Minta DLH Kaji Letak Pembangunan TPS 3R

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, melakukan pengkajian tata letak rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di Kota ini

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, Selasa (3/10) mengatakan, adanya wacana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R, dari Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, tetapi mendapat penolakan, dengan alasan berdekatan komplek perumahan dan pemukiman masyarakat

“Kita minta DLH Banjarmasin melakukan pengkajian tata letak, agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari,” katanya

Disampaikan Matnor, bangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R, sebenarnya sangatlah bagus untuk penanggulangan sampah, yaitu fasilitas modern yang dirancang untuk mengelola sampah, mulai dari mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan (reduce), memanfaatkan kembali barang dan bahan yang masih bisa digunakan (reuse), serta mendaur ulang sampah (recycle).

“Sosialisasi harus gencar dilakukan, karena warga pasti khawatir dilingkungannya, tidak bersih dan menjadi polusi udara, akibat dari sampah,” pinta Matnor

Lebih lanjut Matnor menambahkan, adanya pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R, juga dimaksudkan untuk menekan volume sampah di kota Banjarmasin, seiring bertambahnya jumlah penduduk setiap tahun mengalami peningkatan. Sedangkan lahan Tempat Penampungan Sementara sudah tidak ada lagi.

“Warga harus diajak diskusi secara intens,” tutupnya

Untuk diketahui, Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R berlokasi di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan dan di kawasan Jahri Saleh Kecamatan Banjarmasin Utara. Namun, mendapat penolakan oleh warga setempat. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dapat Apresiasi Dari Pemerintah Pusat Terkait Penggunaan Aplikasi SRIKANDI

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar sosialisasi dan supervisi pengelolaan data admin dan SOP pada aplikasi umun SRIKANDI. Sosialisasi tersebut digelar disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, pada Selasa (3/10). Dalam sosialisasi tersebut, diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel mendapat apresiasi langsung dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANDRI), dikarenakan penggunaan aplikasi SRIKANDI yang maksimal dilingkup SKPD Provinsi Kalsel.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Muslim menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait sistem pemerintahan berbasis elektronik. Sehingga penerapan aplikasi SRIKANDI di lingkup SKPD berhasil maksimal dilaksanakan. Oleh karena itu, Provinsi Kalsel mendapat apresiasi langsung dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANDRI), atas maksimalnya penerapan aplikasi SRIKANDI.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim (tengah)

“Aplikasi SRIKANDI sendiri dapat memudahkan pimpinan untuk melakukan disposisi surat dengan cepat dan dimana saja, sehingga pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat,” ungkap Muslim usai menghadiri sosialisasi pengelolaan data admin dan SOP pada aplikasi umun SRIKANDI.

Muslim menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawalan pada penggunaan aplikasi SRIKANDI, sesuai arahan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, tentang optimalisasi sistem menggunakan berbasis elektronik.

“Diskominfo memiliki peran mengawal pengembangan dan pemanfaatan aplikasi SRIKANDI ini seperti infrastruktur, dan keamanan sistem informasinya,” lanjut Muslim.

Kedepannya, Diskominfo Provinsi Kalsel akan melakukan pengembangan terhadap aplikasi SRIKANDI sesuai dengan kebutuhan yang ada di SKPD di lingkup Pemprov Kalsel.

“Kita bisa mengembangkan dan menambah fitur yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya notifikasi surat masuk dan lain sebagainya. Namun karena SRIKANDI ini aplikasi dari pemerintah pusat, kita juga perlu melakukan koordinasi dengan mereka,” tutup Muslim.

Aplikasi SRIKANDI sendiri merupakan aplikasi surat menyurat dan kearsipan yang dapat memudahkan pemerintah dalam menjalankan birokrasi di era digitalisasi saat ini. Pada sosialisasi pengelolaan data admin dan SOP pada aplikasi umum SRIKANDI, Kegiatan diikuti seluruh perwakilan SKPD lingkup Pemerintaj Provinsi Kalsel, dan dibuka langsung oleh Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhamad Muslim. (MRF/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

BANJARBARU – Memasuki bulan maulid, bulan kelahiran baginda besar Nabi Muhammad SAW Rabiul Awal, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) turut serta membesarkan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor Diskominfo Kalsel. Peringatan maulid nabi dengan mengangkat tema “Mari Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT dan Kecintaan Kita Pada Rasulullah SAW” Ini turut mengundang penceramah Habib Hasan bin Hasyim Ba’abud.

Peringatan maulid nabi di Kantor Diskominfo Kalsel

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, peringatan maulid nabi merupakan peringatan rutin yang digelar setiap tahun, dengan harapan dapat meningkatkan ketaqwaan para ASN, karyawan dan karyawati lingkup Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan.

“Untuk memotivasi para ASN, karyawan dan karyawati Diskominfo Kalsel dalam belajar agama islam,” ungkap Muslim kepada Abdi Persada FM, Selasa(3/10).

Ia menambahkan, perayaan maulid Nabi Muhammad, sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan nabi muhamaad sebagai pembawa ajaran agama islam.

“Peringatan acara Maulid Nabi ini sendiri, menjadi bukti atas kecintaan kita kepada baginda besar Nabi Muhammad,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Terapkan PJJ 4 Hari Kedepan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengeluarkan, surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Akibat kabut asap semakin pekat, yang terjadi saat ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menggelar rapat bersama, dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, serta Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Kadisdik Banjarmasin Nuryadi

“Keputusan PJJ ini telah mendapatkan rekomendasi dari kedua dinad terkait tersebut,” ungkap Nuryadi, melalui sambungan selular, Selasa (3/10).

Olek karena itu, lanjutnya, berdasarkan rekomendasi tersebut, maka PJJ dilaksanakan selama 4 hari kedepan. Dari 4 – 8 Oktober 2023.

“PJJ dilaksanakan pada Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu,” ujarnya.

Setelah itu, tambah Nuryadi, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, melakukan evaluasi, apakah PJJ dilanjutkan kembali atau tidak.

“Untuk sekolah yang melaksanakan PJJ tersebut, dari Paud, TK, SD, serta SMP yang berada di wilayah wewenang Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin,” jelas Nuryadi.

Salah satu yang menjadi dasar dilaksanakan PJJ di Kota Banjarmasin tersebut, karena kondisi udara tidak bagus. Dengan, sembilan kelurahan di Kota Banjarmasin terdampak kabut asap berat tersebut.

“Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin mengatakan, jika kondisi udara di Kota Banjarmasin sudah dalam kondisi sangat tidak baik,” ujarnya.

Dengan wilayah yang terdampak berada di sembilan kelurahan di Kota Banjarmasin, yaitu Kelurahan Sungai Andai, Kelurahan Kuin Utara, Kelurahan Tanjung Pagar, Kelurahan Pemurus Dalam, Kelurahan Basirih Selatan, Kelurahan Kelayan Timur, Kelurahan Pekauman, Kelurahan Sungai Lulut, Serta Kelurahan Banua Anyar. (SRI/RDM/RH)

Badan Kesbangpol Kalsel Gelar Rakor Kesiapan Anggaran Pilkada 2024

BANJARBARU – Badan Kesbangpol Kalsel menggelar Rakor Kesiapan Anggaran Pilkada Serentak Tahun 2024 mendatang di salah satu hotel di Banjarbaru, Selasa (3/10).

Kegiatan dibuka Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar diwakili staf ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan hukum dan politik Sulkan.

Rakor juga dihadiri seluruh pemerintah kabupaten kota se Kalsel, stake holder seperti KPU dan Bawaslu Provinsi Kalsel serta SKPD terkait lingkup Pemprov Kalsel.

Roy Rizali Anwar dalam sambutan tertulisnya mengatakan Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam persiapan Pilkada serentak 2024.

“Kerjasama dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga integritas dan kelancaran proses demokrasi ini,” katanya.

Pilkada serentak 2024, disampaikannya adalah mekanisme penting demokrasi dalam menentukan pemimpin daerah.

“Penyelenggaran Pilkada yang sukses merupakan cerminan kualitas demokrasi di daerah,” kata Roy.

Oleh karena itu menurutnya, persiapan yang matang dan profesional perlu dilakukan dan salah satu aspeknya adalah pengelolaan anggaran yang tepat dan efisien.

Ditambahkannya, pemerintah pusat dan daerah berkewajiban memberikan jaminan ketersediaan anggaran agar penyelenggaran Pemilu berjalan lancar. “Melalui Rakor ini kita akan bersama mengetahui proses penganggaran hibah Pilkada 2024 yang sudah disepakati di kabupaten kota se Kalsel,” kata Roy.

Penggunaan dana hibah itu akan dipantau dan diaudit untuk memastikan transparansi dan akuntabilitasnya guna menjamin integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaran Pilkada.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Heriansyah mengatakan Rakor digelar guna memastikan kesiapan anggaran Pilkada serentak 2024 di Kalsel.

“Hal ini dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku bahwa anggaran Pilkada juga dibebankan kepada pemerintah daerah melalui mekanisme dana hibah,” kata Heriansyah.

Diharapkan dengan kepastian anggaran, Pilkada serentak 2024 mendatang bakal berjalan lancar, aman dan damai dan mampu menghasilkan pemimpin yang terbaik. (RILIS/RDM/RH)

Di Tapung Tawari, Wakapolri Jadi Warga Kehormatan Banjar

BANJARMASIN – Anugerah warga kehormatan, umumnya diberikan kepada orang yang dianggap berjasa terhadap satu daerah tertentu. Meskipun, orang yang diberikan anugerah itu tidak berasal atau memiliki latar belakang leluhur dari daerah dimaksud. Ini pula yang dilakukan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB), yang memberikan Anugerah Kehormatan Warga Banjar, kepada Wakapolri, Komjen Pol. Agus Andrianto.

Prosesi tapung tawar Wakapolri sebagai warga kehormatan Banjar (Foto: Biro Adpim)

Anugerah Kehormatan Warga Banjar ini diberikan langsung oleh Presiden KBB Sa-Dunia yang juga Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, pada acara malam ramah tamah di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Senin (2/10) malam.

Gubernur Kalsel memakaikan baju adat Banjar kepada Wakapolri (Foto: Biro Adpim)

Prosesi pemberian anugerah ini, ditandai dengan pemakaian baju adat dan laung khas Banjar berwarna kuning cerah kepada Wakapolri. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi tapung tawar, yang dilakukan Guru Wildan Salman. Maka sah lah, Komjen Pol. Agus Andrianto menjadi warga kehormatan Banjar.

Paman Birin (sapaan khas Gubernur) mengatakan, suatu kebanggaan baginya, dimana seorang perwira tinggi Polri, menjadi bagian keluarga besar Banjar dan sekaligus menjadi bagian dari Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB).

“Saya selaku Ketua Umum Pengurus Pusat KBB Sa Dunia, mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung dalam Kerukunan Bubuhan Banjar kepada bapak Wakapolri,” kata Paman Birin dalam sambutannya.

Paman Birin menambahkan, perhimpunan KBB ini akan membuahkan manfaat dan kebaikan bagi negeri ini. Karena KBB terbentuk bukan untuk menonjolkan suku bangsa Banjar, tetapi dari kerukunan KBB inilah urang Banjar yang bertebaran dari Sabang sampai Merauke, bahkan hingga kawasan Asia Tenggara dan juga Eropa dan Amerika Serikat, mengikatkan diri untuk memelihara persatuan dan kesatuan dalam NKRI.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Agus Andrianto menyampaikan ucapan terimakasih, atas penghargaan yang telah diberikan kepadanya.

“Terimakasih atas penghargaan ini. Kami merasa terhormat dan berbangga diri karena diterima sebagai anggota kehormatan warga Banjar,” katanya dalam sambutan.

Agus berharap, dirinya dapat memberikan kontribusi kepada warga Banjar dan seluruh masyarakat di Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI.

Perlu diketahui, sebelum prosesi pemberian anugerah kehormatan warga Banjar dilakukan, Sekretaris KBB, Taufik Arbain membacakan surat keputusan, terkait pemberian anugerah kehormatan tersebut. Termasuk didalamnya, alasan mengapa Wakapolri mendapatkan gelar kehormatan sebagai warga Banjar.

Salah satunya karena jasanya turut memajukan dunia pendidikan dan SDM di Kalimantan Selatan, dengan memberikan beasiswa kepada ratusan mahasiswa. Selanjutnya juga keterlibatan dalam pengungkapan kasus gembong narkotika internasional asal Kalimantan Selatan, Ferdi Pratama, belum lama tadi. Pengungkapan kasus besar itu, telah menyelamatkan ratusan ribu nyawa dari penyalahgunaan narkotika. (RIW/RDM/RH)

110 Mahasiswa ULM Dapatkan Beasiswa Dari Kepolisian. Sementara, 1.000 Warga Dapatkan Pelayanan Kesehatan Gratis

BANJARMASIN – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Agus Andrianto didampingi Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi menyerahkan, beasiswa kepada 110 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, di ULM, Senin (2/10).

Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto (Mengenakan syal sasirangan)

Wakapolri Komjen Agus Andrianto mengatakan, pemberian beasiswa ini, merupakan inisiasi dari Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi. Memberikan beasiswa kepada 110 mahasiswa yang kebetulan mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Dengan adanya pemberian beasiswa ini dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),” ungkap Agus.

Peningkatan SDM tersebut, lanjutnya, untuk menuju Indonesia Emas 2045, sangat bergantung pada kualitas SDM yang nantinya akan menjalankan atau menggerakkan roda perekonomian di Indonesia mendatang. Untuk itu Kepolisian turut serta mempersiapkan generasi muda yang berkualitas.

Setelah kegiatan di ULM tersebut, Wakapolri beserta rombongan menghadiri Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Polri Presisi, untuk negeri di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada rangkaian kegiatan Polri Presisi yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan ini, digelar dua hari pada 2 sampai 3 Oktober 2023,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memberikan apresiasi kepada Polda Kalsel yang telah menggelar, aksi bakti sosial di Provinsi ini.

“Karena saat ini Kepolisian diminta untuk turut membantu masyarakat dalam hal membantu mengatasi ketahanan pangan,” ujarnya.

Pemberian bantuan sosial berupa paket sembako dan pasar murah tentunya sangat membantu masyarakat. Selain itu pelayanan kesehatan juga diperlukan oleh warga.

“Bakti sosial yang digelar Polda Kalsel saat ini, bakti kesehatan operasi bibir sumbing, operasi katarak, pelayanan pemeriksaan penyakit dalam serta lainnya,” ucap Wakapolri.

Kegiatan Bakti Kesehatan Polri Presisi untuk negeri yang dilaksanakan Polda Kalsel ini melibatkan, berbagai layanan kesehatan berupa pengobatan gratis sebanyak 1.000 orang dengan pelayanan 8 dokter spesialis (Poli Gigi, Poli Anak, Poli Penyakit Dalam, Poli Syarat, Poli Mata, Poli THT, Poli Kulit, Poli Paru, dan Bedah.

Kemudian, khitanan massal sebanyak 100 orang, pengentasan stunting 40 orang terdiri 20 ibu hamil dan 20 anak anak, serta donor darah diikuti 200 orang. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version