Musrenbang RPJMD 2025–2029, Pemprov Fokuskan Kalsel Sebagai Gerbang Logistik Kalimantan

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025–2029, Senin (5/5), di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru.

Forum yang momen penting untuk menyusun arah pembangunan Kalsel lima tahun ke depan ini, dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas dan Dirjen Otonomi Daerah, para kepala daerah se-Kalsel, pimpinan SKPD, kepala Bappeda dan Balitbangda kabupaten/kota, BUMN/BUMD, organisasi masyarakat, hingga pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Kalsel, Muhidin menyampaikan beberapa agenda strategis yang menjadi fokus pembangunan, salah satunya rencana pembangunan Jembatan Pulau Laut – Pulau Kalimantan.

Jembatan ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp4,8 triliun. Namun sebagian telah dikerjakan menggunakan dana APBD Pemprov dan kabupaten. Dana pusat yang masih dibutuhkan sebesar Rp2,8 triliun.

“Sisi ujung jembatan akan dibantu dari APBD kabupaten dan provinsi, sementara bagian tengah kita usulkan dibiayai APBN. Saya harap dananya bisa segera turun agar pada 2027 jembatan sudah rampung,” ujarnya.

Menurut Gubernur, proyek ini penting untuk memperkuat posisi Kalsel sebagai penyangga logistik Kalimantan, terutama dalam mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dengan laut yang dalamnya lebih dari 20 meter kita bisa tarik industri-industri dari Jabodetabek ke Kalsel. Karena itu kita tengah mengembangkan kawasan ekonomi khusus, termasuk pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih yang ditargetkan selesai tahun 2028,” jelasnya.

Pelabuhan ini diharapkan menjadi simpul logistik berskala nasional dan internasional.

Peluncuran Musrenbang RPJMD Kalsel tahun 2025-2029 oleh Gubernur Kalsel, serta perwakilan Kementrian.

Di bidang pendidikan, Gubernur Muhidin menekankan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat langsung dikelola oleh sekolah.

“Supaya tidak ada oknum yang memanfaatkan dana dari pusat untuk penyedia makanannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor menjelaskan visi pembangunan Kalsel lima tahun ke depan yang dituangkan dalam RPJMD, yaitu BERKERJA (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera) Menuju Gerbang Logistik Kalimantan.

“Kita membagi Kalsel menjadi tiga zona pembangunan. Banjarbakula untuk jasa dan perdagangan, Banua Anam untuk sentra pangan dan agroindustri berbasis hilirisasi, serta Saijaan Bersujud sebagai kawasan industri hilirisasi sawit dan batubara,” urainya.

Ketiga kawasan ini akan terhubung dengan jalan bypass dan jembatan penghubung. Ariadi menegaskan tiga prasyarat dasar yang harus segera diwujudkan, yaitu jembatan Pulau Laut-Kalimantan, Pelabuhan Mekar Putih, dan kawasan ekonomi khusus (KEK).

“Ketiganya tidak bisa dipisahkan. KEK Mekar Putih juga harus segera diberikan status operasional oleh Dewan KEK,” ujarnya.

Kawasan ekonomi dan industri di Kalsel nyatanya menarik minat investor asing. Ariadi mengungkapkan adanya investor asal Tiongkok yang berminat menanamkan modal sekitar Rp7 triliun di kawasan industri Jorong, dengan potensi menyerap hingga 10 ribu tenaga kerja.

“Kalau ini berhasil, bisa dongkrak ekonomi Kalsel hingga 2 persen. Target kita tumbuh 8,1 persen pada 2029 bisa tercapai asal ada dorongan investasi,” ucapnya.

Ia mendorong kepala daerah agar tidak pasif dan aktif mempromosikan wilayahnya kepada investor.

“Contohnya Morowali bisa tumbuh 14 persen karena smelter. Tapi ingat, kita butuh investor yang padat karya, bukan hanya padat modal. Kita ingin pertumbuhan yang berkeadilan, lingkungan tetap terjaga,” tutupnya.(SYA/RIW/RSI)

Peringatan Hardiknas 2025,  Momentum Kemajuan Pendidikan di Kalsel

Banjarbaru – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 diharapkan dapat menjadi penyemangat dalam memajukan pendidikan di Kalimantan Selatan. Dimana Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperingati hari pendidikan nasional 2025, dengan melaksanakan apel bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kalsel, yang dilaksanakan di Halaman Perkantoran Gubernur di Banjarbaru pada Senin (5/5). Peringatan ini juga berbarengan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke – 29 yang diperingati pada 25 April lalu.

Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan, peringatan Hari Pendidikan Nasional ini merupakan saat yang tepat untuk meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat dalam memenuhi amanat konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa.

Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman

“Melalui pendidikan, akan dapat memutus mata rantai kemiskinan, dengan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan dan pembelajaran digital,” ungkap Hasnur, usai menghadiri peringatan Hari Otonomi Daerah ke – 29 dan Hari Pendidikan Nasional, Senin (5/5)

Pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke – 29 dan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025, bertindak sebagai pembina upacara,  Pj Sekdaprov Kalsel, M Syarifuddin, yang menyampaikan bahwa tema peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 tahun ini, adalah “sinergi pusat dan daerah membangun Nusantara menuju Indonesia Emas 2045”.

Pemilihan tema ini merupakan refleksi atas pentingnya hubungan yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah, dalam menyongsong masa depan indonesia yang gemilang.

“Semangat bekerja bersama dan partisipasi aktif dari berbagai pihak inilah yang menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel,” ungkap Syarifuddin.

Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 ini pula, Syarifuddin mengharapkan para guru di Kalimantan Selatan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban, tidak hanya sebagai fasilitator tetapi juga mentor dan pembimbing bagi para murid.

“Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, mari kita saling bergandeng tangan, bahu membahu, dan bergotong royong mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” tutup Syarifuddin. (MRF/RIW/RSI)

Jalankan Visi Misi Kepala Daerah, Dinas PMD Kalsel Kembali Gelar Lomba BUMDesa Terbaik 2025.

Banjarbaru – Sesuai slogan Gubernur Kalsel Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, yakni bekerja bersama merangkul semua, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kembali menggelar Lomba Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Terbaik Tahun 2025. Tahun ini sudah menginjak tahun kelima penyelenggaraan BUMDesa Terbaik sejak pertama dilaksanakan pada 2021.

Kepala DMPD Provinsi Kalsel, Faried Fakmansyah, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan penilaian ke sejumlah BUMDesa yang masuk nominasi. Kunjungan perdana tim penilai adalah ke Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady (Kanan)

Di Kabupaten Banjar, yang menjadi unggulan adalah BUMDesa Karya Bersama di Desa Kiram, Kecamatan Karangan Intan. Sedangkan di Barito Kuala, BUMDesa Berkah Bersama di Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana.

“Kandidat lainnya adalah BUMDesa Maju Bersama Sumber Rejeki, Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, BUMDesa Bina Bersama, Desa Kaong, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, BUMDesa Wake Berkah Abadi, Desa Baru, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST),” ungkap Agus pada Senin (5/5).

Menurut Agus Fariady, penilaian didasarkan pada aspek kemampuan BUMDesa mengelola potensi lokal, berkontribusi secara siginifikan terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), serta kelengkapan dokumen administrasi dan laporan keuangan.

“Selanjutnya,  BUMDesa Salatiga, Desa Sungai Baring, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU),  BUMDesa Madani, Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), BUMDesa Mitra Usaha, Desa Suato, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, BUMDesa Mandiri Sejahtera Guntung Besar, Desa Guntung Besar, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut  dan BUMDesa Maju Bersama Sejahtera Batuah, Desa Batuah, Kecamatan Pamukan Barat, Kabupaten Kotabaru,” lanjut Agus.

Penilaian ini bukan sekadar lomba, namun menjadi upaya pemerintah provinsi mendorong semangat dan inovasi desa dalam mengelola potensi secara mandiri dan berkelanjutan. Pemenang akan dinobatkan sebagai BUMDesa Terbaik Tingkat Provinsi Kalsel tahun 2025. BUMDesa terbaik I mendapatkan hadiah uang Rp 35 juta, terbaik II Rp 30 juta dan terbaik III Rp 25 juta.

“Pengumuman pemenang dilakukan pada Expo BUMDesa 2025, yang merupakan ajang puncak yang menjadi wadah promosi, apresiasi, dan inspirasi bagi seluruh pelaku BUMDesa se-Kalsel,” tutup Agus. (MRF/RIW/RSI)

Puskesmas Sungai Andai Raih Puskesmas Ramah Layanan Publik Pertama di Kalsel

Banjarmasin – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan memberikan inisiasi terhadap Puskesmas Sungai Andai, sebagai Puskesmas Ramah Layanan Publik.

Ditetapkan langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Ananda mewakili Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, di Kantor Puskesmas Sungai Andai, pada Senin (5/5).

Ananda menyampaikan, apresiasi kepada Ombudsman RI Kalsel yang talah memberikan inisiasi tersebut.

“Setelah ditetapkan Puskesmas Sungai Andai ini sebagai Puskesmas Ramah Pelayanan Publik, maka pelayanan terus ditinggalkan lagi kedepannya,” ungkap Ananda.

Ananda berharap, seluruh Puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin kedepannya, akan mendapatkan predikat sebagai Puskesmas Ramah Pelayanan Publik.

“Kami berharap 20 Puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin ditetapkan sebagai Puskesmas Ramah Pelayanan Publik,” ujar Ananda.

Wakil Walikota Banjarmasin ini juga berpesan, akan turun langsung ke puskesmas puskesmas untuk melihat langsung pelayanan yang diberikan.

“Kedatangan saya bisa melakukan penyamaran menjadi acil acil untuk melihat langsung layanan yang diberikan,” ucapnya.

Penyerahan Piagam Penetapan Puskesmas Sungai Andai sebagai Puskesmas Ramah Pelayanan Publik

Apakah, lanjut Ananda, puskesmas masih memberikan pelayanan dengan ramah atau tidak.

Begitu juga, tambah Ananda, untuk layanan parkir yang saat ini telah bebas tarif atau gratis.

“Jangan sampai kami mendapatkan adanya layanan yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan,” ucap Ananda.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Tabiun Huda menjelaskan, penetapan Puskesmas Sungai Andai ini sebagai Puskesmas Ramah Pelayanan Publik merupakan yang pertama di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Penetapan ini diberikan karena pelayanan yang diberikan benar benar ramah,” ucap Tabiun.

Tabiun mengatakan, kedepannya Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin terus berupaya agar selurus Puskesmas mendapatkan gelar tersebut. (SRI/RIW/RSI)

Junjung Tinggi Profesionalitas, Gubernur Muhidin Pastikan Tidak Ada Titipan Proses Seleksi Anggota KPID Kalsel

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin menekankan pentingnya profesionalitas pada seleksi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel periode 2024-2027, dan meminta agar tidak ada peserta titipan dalam proses tersebut.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Muhidin saat menghadiri Konferensi Pers Penyerahan Hasil Uji Kompetensi Seleksi KPID Kalsel kepada Komisi I DPRD Kalsel, yang digelar di Aula Sasangga Banua, Eks Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin, akhir pekan tadi.

“Meskipun ada beberapa wajah yang kita kenal lama, namun tetap harus junjung tinggi profesionalitas,” tegas Muhidin.

Gubernur Kalsel, Muhidin (peci) saat memberikan arahan proses seleksi KPID Kalsel

Gubernur juga mengimbau semua pihak, termasuk insan pers, untuk turut mengawal proses seleksi ini agar berlangsung transparan. Ia bahkan membuka ruang laporan jika ditemukan indikasi peserta titipan.

“Kalau ada masyarakat mendengar, dan ada buktinya, silakan laporkan kepada saya. Nanti akan kita batalkan kepesertaannya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi KPID Kalsel, Muhammad Amin menegaskan bahwa seleksi kali ini berjalan dengan transparan dan tanpa intervensi.

“Seleksi periode ini terasa spesial karena Gubernur memberikan arahan secara langsung dan menyatakan agar seleksi dilakukan secara terbuka, apa adanya,” ucapnya.

Suasana Konferensi Pers Hasil Uji Kompetensi anggota KPID Kalsel

Amin menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan 21 nama peserta kepada Komisi I DPRD Kalsel, terdiri dari 17 peserta baru yang lulus uji kompetensi dan 4 peserta incumbent. Nama-nama tersebut akan mengikuti proses uji publik selama 10 hari, terhitung sejak 5 hingga 16 Mei 2025.

“Uji publik bertujuan untuk menjaring masukan masyarakat terhadap para peserta, dan akan menjadi salah satu referensi Komisi I DPRD dalam pelaksanaan Fit and Proper Test,” jelas Amin.

Ia juga menambahkan bahwa nama-nama peserta yang diumumkan hanya disusun berdasarkan abjad, bukan nilai atau peringkat. Nilai dan peringkat akan diserahkan langsung kepada Komisi I DPRD untuk menjaga objektivitas uji publik, sesuai Peraturan KPI Nomor 1 Tahun 2024.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Noor memastikan bahwa pihaknya akan memegang teguh keprofesionalan dalam melakukan uji kelayakan dan kepatutan anggota KPID Kalsel.

“Kami akan melaksanakan Fit and Proper Test secara profesional, dan memastikan tidak ada peserta titipan. Kami ingin mendapatkan komisioner yang benar-benar terbaik untuk penyiaran di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/RSI)

Lewat Perda Adminduk, Ilham Nor Ajak Warga Beralih ke Identitas Digital

Banjarmasin – Legislator Provinsi Kalimantan Selatan, mengajak warga beralih ke Identitas Kependudukan Digital atau IKD.

Hal itu seperti yang dilakukan, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Nor, saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kalsel, Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, bertempat disalah satu cafe kawasan Banjarmasin Tengah, akhir pekan tadi.

Ilham menyampaikan, berdasarkan hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2024 di DPRD Kalsel diketahui, capaian implementasi IKD di Kalsel, termasuk Kota Banjarmasin masih tergolong sangat rendah.

“Capaian IKD kita baru 5% dari target nasional 25%. Maka dari itu, kami ingin membantu pemerintah mendorong pemanfaatan IKD melalui kegiatan sosialisasi ini,” ujarnya.

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Nor, saat diwancara

IKD, menurut Ilham, memiliki potensi besar dalam mempermudah akses masyarakat terhadap layanan administrasi, termasuk dalam perubahan data Kartu Keluarga (KK), pencetakan akta kelahiran, KTP, dan dokumen kependudukan lainnya.

Ia juga mengusulkan agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menyediakan layanan mobil keliling untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan datang langsung ke kantor.

“Banyak warga yang tidak memiliki waktu untuk datang langsung ke Disdukcapil, sementara untuk mendapatkan barcode IKD harus melalui kantor Disdukcapil. Dengan adanya layanan jemput bola, masyarakat tetap bisa mengakses pelayanan kependudukan tanpa harus datang ke kantor,” pintanya.

Barcode pada IKD penting untuk memverifikasi dan mengaktifkan akun. Pemilik IKD harus memindai barcode ini di kantor Disdukcapil dengan bantuan petugas agar datanya terbukti benar dan valid.

Tak hanya soal administrasi kependudukan, Ilham juga turut mensosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik demi mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Sampah anorganik bisa bernilai ekonomis jika dikelola dengan benar. Kita ingin masyarakat mulai sadar dari hal-hal kecil seperti memilah sampah di rumah,” katanya.

Warga yang hadir dalam sosialisasi, Muliani dan Ramadani, menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan informasi terkait penggunaan IKD, yang memungkinkan masyarakat mencetak KK secara online.

“Harapannya ke depan sosialisasi seperti ini bisa lebih sering dilakukan,” tutup Muliani.  (ADV-NHF/RIW/RSI)

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Pemprov Kalsel Gelar Bimtek Story Telling

Seluruh peserta Bimtek Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025 di Banjarmasin, dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan.

Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, yang diwakili Sekretaris Dispar Tanwiriyah, didampingi Kabid Pengembangan Destinasi, Mugeni, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Musrefinah Lediya, pada Selasa (5/5).

Kepada sejumlah wartawan, Sekretaris Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan – Tanwiriyah menyampaikan, kegiatan

bimbingan teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025 bertujuan, agar kelompok sadar wisata atau Pokdarwis, dapat belajar merangkai cerita yang menarik, menggali potensi dari setiap destinasi. Sehingga dapat menyampaikan secara efektif kepada wisatawan, baik secara langsung maupun melalui media digital.

Sekretaris Dispar Tanwiriyah, (ditengah) didampingi Kabid Pengembangan Destinasi, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat, (ki-ka)

“Pokdarwis merupakan garda terdepan untuk meningkatkan pengembangan pariwisata daerah,” ucapnya

Tanwiriah menjelaskan, Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, menghadirkan Narasumber Novyandi Saputra, yang menyampaikan materi Story Telling sebagai alat promosi, dan branding destinasi bagi Kelompok Sadar Wisata kota Banjarmasin. Sedangkan Bayu Bastari Setiawan, memaparkan materi tentang Workshop Story Telling menggali cerita lokal mitos, legenda dan sejarah kota Banjarmasin.

“Setelah di kota seribu sungai, akan kami lanjutkan ke-12 kabupaten dan kota lainnya,” jelas Intan (sapaan akrabnya).

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Emil Salim, menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, yang telah diiikuti sekitar 50 orang, terdiri Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pemuda Pelopor dan Nanang Galuh kota Banjarmasin.

Ia berharap, hasil bimtek dapat diimplementasikan nantinya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik hingga mancanegara.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk berdiskusi, saling berbagi ide, belajar dari para narasumber yang berkompeten, dan menjalin jejaring yang bermanfaat untuk kemajuan pariwisata di daerah masing-masing,” tutupnya. (NHF/RIW/RSI)

Dorong Peningkatan Minat Baca, Bunda Literasi Buka PEKAN LITERASI TAHUN 2025

Banjarmasin – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Pentas Pekan Literasi Tahun 2025, di Kantor Dipersip Kalsel. Kegiatan dibuka Bunda Literasi Kalsel Fathul Jannah Muhidin, pada Senin (5/5).

“Saat ini diperingati Pentas Pekan Literasi,” ungkap Fathul Jannah.

Diharapkan, tambahnya, kegiatan ini dapat membawa dampak positif, serta meningkatkan minat baca dari masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi semua pihak,” ucap Fathul Jannah.

Bunda Literasi Kalsel Fathul Jannah Muhidin (Tengah)

Pada kesempatan tersebut, Bunda Literasi juga mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pentas Pekan Literasi Tahun 2025, seperti Bank Indonesia dan Bank Kalsel.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selattan, Adethia Hailina mengatakan, Pentas Pekan Literasi yang dilaksanakan saat ini, merupakan rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Buku Sedunia serta Hari Buku Nasional.

“Karena waktu dari peringatan tersebut berdekatan maka kegiatan di Provinsi Kalimantan Selatan dijadikan satu,” ungkapnya.

Untuk kegiatan Pentas Pekan Literasi ini ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, yaitu bedah buku dengan mendatangkan penulis nasional Dewi Lestari, Bazar Literasi, mendongeng untuk anak anak, serta lomba mewarnai.

“Dipilihnya kegiatan ini tentunya untuk meramaikan peringatan Hari Buku Sedunia serta Nasional,” ucapnya. (SRI/RIW/RSI)

Sambangi BPBAT Mandiangin, Gubernur Muhidin Tinjau Budidaya Haruan

BANJAR – Gubernur Kalsel, Muhidin meninjau budi daya Ikan Haruan (Gabus) serta produksi Albumin di Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, di kabupaten Banjar, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kunjungan Gubernur dilakukan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, pada kegiatan gowes dengan melibatkan satuan kerja perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, Minggu (4/5).

Kedatangan rombongan disambut pelaksana tugas Kepala BPBAT, Syamsul Bahri beserta jajarannya.

Gubernur mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung budidaya ikan Haruan serta albumin.

“Produksi ikan Haruan di BPBAT Mandiangin mencapai 600 ribu ekor pertahun, sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel di kisaran 20 ribu per tahun, serta Universitas Lambung Mangkurat sekitar 100 ribu,” ungkapnya.

Dengan produksi tersebut, lanjutnya, tidak mencukupi kebutuhan di Provinsi Kalimantan Selatan, karena kebutuhannya banyak.

“Kita berupaya memproduksi Haruan lebih banyak lagi selain dari alam, sehingga pada saat produksi Haruan melimpah akan diproduksi albumin,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mencoba albumin produksi dari BPBAT Mandiangin.

“Kami sudah beberapa kali mencoba albumin dan rasanya anyir, tapi kalau disini ada rasa lemon dan leci, ini luar biasa,” ujarnya.

Gubernur mengingatkan, untuk melakukan uji coba lebih lanjut terhadap produksi albumin tersebut, sehingga dapat dijelaskan manfaatnya kepada masyarakat.

“Kami berharap albumin ini dapat diproduksi lebih banyak lagi, karena memiliki potensi pasar yang luas serta permintaan banyak,” ucap Muhidin.

Sementara itu, Kepala BPBAT Mandiangin Syamsul Bahri menyampaikan, pihaknya siap mendukung program Gubernur, dengan saat ini sedang dalam tahap pengembangan untuk memproduksi ekstrak albumin dari Haruan.

“Kami masih dalam proses uji coba dan belum memiliki izin dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan. Namun kami siap mengikuti arahan Gubernur untuk segera melakukan pengujian di laboratorium agar produksi ini layak diperjualbelikan di pasaran,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono mengatakan, pihaknya telah membuat skenario peningkatan produksi Haruan, mulai dari pembenihan hingga pembesaran melalui program Haruan Estate di Unit Pelaksana Teknis Balai Perikanan Budi Daya di Bincau, Karang Intan.

“Kebutuhan ikan Haruan di Kalsel saat ini mencapai 14 ribu ton per tahun dan baru terpenuhi sekitar 10 ribu ton lebih per tahun,” ucap Rusdi. (DKP.KALSEL-SRI/RIW/RH)

Gowes Singgah di Pembibitan Ikan Haruan, Gubernur Muhidin Rasakan Minum Albumin GaHar

BANJAR – Dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda ) Kalimantan Selatan, Gubernur Kalsel, Muhidin bersama sang isteri, Fathul Jannah, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel itu, melakukan gowes hingga finish di kawasan Bukit Manjai Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada Minggu (4/5) pagi.

Suasana saat Gubernur dan rombongan Gowes Bersama Forkopimda singgah BPBAT. (Sumber foto: Biro Adpim)

Pimpinan Forkopimda yang turut mendampingi diantaranya Kapolda Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Kabinda Kalsel Brigjen Pol. Nurrullah, Danrem 101/Antasari Brigjen Inf Ilham Yunus dan sebagainya.

Di awali start di Polda Kalsel, Gubernur, Muhidin beserta istri, Fathul Jannah mengawali gowes di depan yang diikuti sejumlah jajaran SKPD dan personil kepolisian daerah. Rute perjalanan gowes ini, rombongan memasuki Jalan Banua Praja Utara, kemudian arah kanan Jalan SMA 3 banjarbaru, Jalan Mistar Cokrokusumo (Cempaka).

Mengenakan seragam biru dan memakai helm sepeda, serta kacamata hitam. Gubernur, Muhidin bersama rombongan pun membelokan stang ke arah kanan ke Jalan Gunung Kupang, kemudian istirahat sejenak di pitstop pertama di Alaska Park. Lanjut ke Jalan P. Suryanata Kiram, Jalan Sultan Adam hingga mampir ke BPBAT Kementrian Perikanan dan Kelautan.

Tiba Pukul 9.30 WITA di Bukit Manjai Mandiangin, Kabupaten Banjar. Gubernur, Muhidin bersama Kapolda, Kabinda, Danrem hingga jajaran lainnya langsung beristirahat sembari berdialog santai di lokasi finish.

“Hari ini kami bersama Forkopimda Kalsel, ada Pak Kapolda, Danrem, Kabinda dan Pak Sekda, lainnya tadi lebih dulu ke tempat finish. Kami mampir ke BPBAT Mandi Angin melihat ada produksi bibit haruan, papuyu dan sebagainya,” sampai Gubernur selepas peninjauan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menjelaskan bahwa jenis ikan Haruan ini dapat dijadikan Albumin GaHar (Gabus Haruan) yang dapat diproduksi sekitar 1 liter per harinya. Dengan porsi segitu, pihaknya dapat memiliki 50 botol Albumin.

Gubernur, Muhidin menekankan, produk Albumin ini mampu meningkatkan kesehatan untuk dikonsumsi masyarakat. Lalu, BPBAT Mandi Angin menyediakan 50 botol yang diberikan langsung kepada Gubernur, Muhidin, kemudian dibagikan kepada jajaran Forkopimda Kalsel.

‘Tadi kami ingin membeli 50 botol yang tersedia, ternyata diberikan saja. Kita coba dulu dikasihkan ke jajaran forkopimda, tadi sudah mencoba Pak Kapolda, Kabinda, Danrem dan semuanya di sini,” terang Gubernur.

Disambut hangat Plt. Kepala BPBAT Mandiangin, Samsul Bahrawi di kantornya, Gubernur, Muhidin bersama jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel meninjau tempat di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ditjen Perikanan Budi Daya, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. Ditiap kolam, satu per satu dilihat dan mengecek kondisi proses pembibitan.

Lalu, Gubernur, Muhidin meninjau Kantor Divisi Pakan Ikan dan Probiotik, sebuah tempat produksi Albumin yang menyehatkan tubuh jika dikonsumsi masyarakat nantinya.

“Dan kita tadi sudah merasakannya bersama tuk mencicipi Albumin, adapun cita rasanya tadi ada seperti ganyir gitu. Ada rasa original, lemon dan leci, sehingga ini luar biasa,” ungkap Gubernur.

Gubernur, Muhidin menyatakan bahwa ini nanti akan diuji terlebih dahulu, kemudian melakukan spesifikasi jenisnya untuk apa saja agar diketahui masyarakat di Banua.

Gubernur berharap, adanya Albumin, sebuah obat yang mengandung banyak protein tersebut dapat diproduksi lebih meningkat lagi. Dan membawa dampak kesehatan bagi masyarakat sekitarnya.

“Ke depannya, seseorang nanti ada yang ingin memproduksi lebih besar dan banyak lagi terkait Albumin tersebut. Namun, BPBAT Mandiangin ini mampu menyediakan cuma 500-600 Ribu Ton per tahunnya,” bebernya.

Sedangkan di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel cuma 20 ribu ton dan Fakultas di ULM sekitar 100-200 ribu ton. Dengan kisaran segitu, Gubernur, Muhidin mengaku belum terpenuhi jumlah yang dibutuhkan masyarakat dalam pengolahan Albumin tersebut.

Gubernur ingin memproduksi Albumin lebih banyak lagi dari berbagai sektor yang mendukungnya. Sementara ini, pihaknya memanfaatkan yang ada terlebih dahulu dalam menyebarkan produk Albumin tersebut.

“Jadi itu tidak mencukupi kebutuhan Kalimantan Selatan. Bisakah kita meningkatkan produksi lebih banyak lagi, terlepas nanti bahannya dari alam dulu sebelum dibuat pembibitan yang lebih banyak. Dan nanti dicek dulu ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga saya minta secepatnya ya,” tutupnya.

Sekadar informasi bahwa Albumin merupakan protein yang dibuat oleh hati, yang salah satu fungsinya adalah menjaga agar cairan tidak bocor keluar dari pembuluh darah ke jaringan lain. Tanpa adanya albumin yang cukup, maka cairan bisa keluar dari darah dan menumpuk di paru-paru, perut, kaki, atau bagian lain dari tubuh. (Biroadpim-RIW/RH)

Exit mobile version