Dispersip Kalsel Rencanakan Beragam Inovasi Untuk Tingkatkan TGM

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel merencanakan sejumlah inovasi untuk meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Banua. Peningkatan TGM ini dinilai penting karena ini menjadi salah satu kinerja kunci Kepala Daerah.

Foto : Plt Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani diwakili Plt. Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina mengatakan, untuk meningkatkan TGM Kalsel pada 2025 ini, pihaknya akan lebih menggalakan survei ke masyarakat terkait buku apa saja yang diperlukan dan diminati.

“Jadi, tidak ada cerita saat masyarakat memerlukan buku tertentu kami tidak bisa memenuhinya. Walaupun tidak 100 persen, kami akan berusaha bisa memenuhi 60 persen keinginan masyarakat terhadap koleksi bahan bacaan” katanya, Selasa (21/01).

Selain itu, Dispersip Kalsel juga akan mengusahakan untuk menambahkan bahan buku koleksi digital (e-Book), dalam rangka memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan.

“Kita juga ingin punya spot-spot baca di fasilitas umum seperti di halte, di taman terbuka, atau fasum lainnya. Spot baca ini bentuknya digital, jadi harapannya masyarakat bisa menggunakan gawai pintarnya untuk scan barcode untuk membaca e-booknya, tetapi hanya local di lokasi itu saja tidak bisa dibawa pulang karena ini juga berkaitan dengan hak cipta,” tuturnya.

Lebih lanjut, Adethia menjelaskan bahwa pihaknya juga mengimbau kepada SKPD lingkup Pemprov Kalsel untuk mengadakan pojok baca di lingkup kantornya masing-masing.

“Kalo di kantornya sudah ada diharapkan bisa dimeriahkan lagi, sehingga pojok-pojok baca ini bermanfaat bagi kantor tersebut. Syukur-syukur jika nanti kedepan ada SKPD yang bisa menyediakan ruang yang lebih luas, sehingga bisa dijadikan perpustakaan” imbuhnya.

Sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan inovasi tersebut, Adethia mengungkapkan bahwa pihaknya akan lebih meningkatkan sinergi dengan para pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan SKPD terkait.

“Kita juga tidak menutup kepentingan untuk menjalin kerjasama dengan pihak perbankan, khususnya Bank Kalsel sebagai bank daerah kita, yang saya yakin mereka punya program untuk meningkatkan minat baca masyarakat kita yang bisa kita lakukan kerjasama,” tutupnya. (NRH/RIW/EYN)

Wujudkan Swasembada Pangan,  Polda dan Pemprov Kalsel Berkolaborasi Tanam Jagung 

BANJAR – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak 1 juta hektar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam mensukseskan program Presiden RI Prabowo Subianto, yakni astacita pangan.

Penanaman di Kalsel  secara simbolis, dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan dihadiri jajaran Forkopimda Kalsel. Kegiatan berlangsung di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Km 5, Kabupaten Banjar, pada Selasa (21/1).

Usai penanaman, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, untuk menyukseskan program ini, tahap awal akan digarap lahan seluas 120 hektare milik warga yang sebelumnya menjadi lahan tidur atau tidak produktif.

“Kita akan tanam jagung disini 110 hektare dan 10 sisanya kita akan kembangkan bioflog budidaya ikan haruan,” ucap Rosyanto.

Tak lupa dirinya pun berharap, dengan dimulainya tanam jagung ini, proram swasembada pangan bisa terlaksana dengan baik, terpenuhinya kebutuhan jagung di Kalsel hingga memotivasi kaum milenial untuk menjadi petani modern.

“Kalsel memiliki target 99.000 hektare. Untuk mencapai itu, Polda Kalsel akan melibatkan seluruh Kabupaten/kota di provinsi ini,” tutup Rosyanto.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah menyampaikan, bahwa penanaman serentak ini merupakan langkah sinergi yang baik, antara Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Polda Kalsel, dalam peningkatan komoditas swasembada jagung.

“Kerjasama antara Kementerian Pertanian bersama Polri dalam swasembada jagung ditarget seluas 1 juta hektar,” ungkap Imam.

Imam mengharapkan, Provinsi Kalimantan Selatan mendapat target 99.543 hektare swasembada jagung ersebut diseluruh Kabupaten Kota.

Ditempat yang sama, pemilik lahan, Waluyo, mengatakan, lahan tidur tersebut awalnya bekas lahan pertanian yang pernah digarap para petani. Namun sempat terhenti karena kondisi air yang terlalu dalam jika musim hujan.

“Pernah jadi pertanian, tapi air telalu dalam. Keuntungan lain ini juga mencegah karhutla jika kemarau,” ucap Waluyo.

Untuk diketahui, kegiatan penanaman jagung serentak 1 juta hektare ini juga dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Desa Karang Mukti, Kecamatan Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Agenda ini juga diikuti serentak Polda di wilayah lain secara virtual. (MRF/RIW/EYN)

541 Tenaga Kesehatan, Terima SK PPPK Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Sebanyak 541 tenaga kesehatan di Kalimantan Selatan, menerima SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari pemerintah provinsi Kalsel, pada Senin (8/5) di gedung Idham Khalid Setdaprov di Banjarbaru. Penyerahan dilakukan Gubernur, Sahbirin Noor, diwakili Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov, Roy Rizali Anwar, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu, memberikan ucapan selamat kepada para penerima SK PPPK Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Nakes penerima SK PPPK saat mengucapkan sumpah jabatan.

“Keberhasilan saudara melalui seleksi P3K, merupakan buah dari kerja keras dan doa dari sanak keluarga. Maka, sebagai wujud syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, bekerjalah dengan hati yang tulus, ikhlas dan diniatkan untuk ibadah,” pesannya.

Lebih lanjut Gubernur juga membeberkan data,  bahwa dari 240 Puskesmas yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalsel, sebanyak 25,83 persen diantaranya masih kekurangan tenaga kesehatan strategis. Sementara hampir 3 persen lainnya, belum memiliki dokter.

Sekdaprov Kalsel dan tamu undangan berfoto bersama nakes penerima SK PPPK.

“Oleh karena itu, kehadiran 541 P3K yang menerima SK pada hari ini memberikan angin segar bagi peningkatan kuantitas dan juga kualitas nakes strategis di Kalsel, sekaligus penyebaran yang lebih merata diberbagai wilayah,” tutupnya.

Sementara itu, usai acara,  kepada wartawan, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan,  harapannya agar para nakes ini bekerja semaksimal mungkin, dan selalu belajar, agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

”Kekurangan SDM yang selama ini menjadi salah satu masalah di Kalsel bisa terpenuhi dengan kebijakan dari pemerintah pusat ini. Mudah-mudahan mereka bisa bekerja semaksimal mungkin, mau belajar dan selalu memperbaiki kinerjanya serta memastikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. (RIW/RDM/EYN)

Seleksi Calon Pertukaran Pemuda Antar Negara Tingkat Provinsi Kalsel, Digelar

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, seleksi calon peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Tingkat Kalsel, di Kota Banjarmasin, sejak 6 –  8 Mei 2023.

Seleksi dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Banjarmasin. Dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel, Hermansyah.

Kadispora Kalsel, Hermansyah, saat menyematkan tanda peserta PPAN.

Hermansyah mengatakan, Dispora Kalsel sudah melaksanakan 4 kali seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara ini.

“Seleksi PPAN ini merupakan kegiatan rutin yang digelar oleh Dispora Kalsel,” ungkap Hermansyah.

Pada seleksi tahun ini diharapkan, terpilih pemuda yang terbaik untuk mewakili Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami berharap pada seleksi ini ditemukan pemuda yang berpotensi dan bertalenta, untuk mewakili Kalsel, untuk pertukaran pemuda tersebut,” ucap Hermansyah.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi menjelaskan, pada seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara tahun ini, terdapat dua program.Yakni, Program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia, serta Program Pertukaran Pemuda Indonesia Korea.

“Pada deleksi ini, diikuti dari 47 pemuda dari perwakilan 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Seleksi para peserta ini melalui tahapan 7 kategori diantara menguasai pengetahuan Seni budaya, kepemudaan, kesehatan, psikolog, agama, serta lainnya.

Nantinya, lanjut Rokhyatin, akan tersaring 2 pemuda mewakili masing masing negara pertukaran. Untuk perwakilan ke Australia dan Korea.

“Satu pemuda yang terpilih akan mewakili ke Australia, serta satu pemuda lagi ke Korea,” ujar Rokhyatin. (ADV/SRI/RDM/EYN)

Tiga Pejabat Pemkab Banjar Jadi Kandidat Untuk Isi Plt Kadispersip Banjar

BANJAR – Sekdakab Banjar Mokhmad Hilman, menyebut, sedikitnya ada tiga calon yang menjadi kandidat Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip).

“Yang jelas kami menunggu keputusan dari pak Bupati Banjar untuk penetapan plt Kadispersip Kabupaten Banjar,” ujarnya kepada awak media, Rabu (20/7) kemarin.

Ditanya soal nama tiga kandidat yang bakal dipilih menjadi Pelaksana tugas (Plt) Kadispersip Kabupaten Banjar, Hilman pun enggan menjawab lebih detail terkait penunjukkan tersebut.

Sekdakab Banjar Mokhamad Hilman saat dikonfirmasi terkait mengisi kekosongan Kepala Dispersip

“Ya kita tunggu saja siapa yang dipilih Bupati Banjar, karena hal ini belum diputuskan. Apabila nanti disebutkan tiga orang ini namun kan dipilih hanya satu tidak enak dengan dua orang kandidat itu. Jadi, tidak berani berkomentar lebih jauh lagi,” ungkap mantan Kadis PUPR Banjar itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiki, menyoroti, adanya pejabat yang saat ini masih menduduki lebih dari satu. Bahkan dirinya menghendaki agar kepala daerah bisa segera mengambil kebijakan dalam penunjukkan jabatan definitif ditubuh Pemkab Banjar.

Ketua DPRD Kabupaten Banjar Muhammad Rofiki menanggapi penunjukkan Plt Kadispersip yang kini telah kosong

“Selain tidak sehat untuk ketatanegaraan, hal serupa juga ditakutkan seperti yang terjadi di HSU terlalu banyak Plt yang akhirnya menjadi sorotan. Saya harap ini segera diisi pejabat definitif,” harap politisi Gerindra Kabupaten Banjar ini.

Rofiki menegaskan, apabila masih menerapkan penunjukkan Pelaksana tugas (Plt) salah satu dampaknya adalah menghambat proses pembangunan bagi pemerintah daerah.

“Mengingat fungsi dari jabatan Plt tidak dapat mengambil atau menentukan kebijakan alias terbatas sehingga menghambat pembangunan Pemkab Banjar,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

BPKP Kalsel : Pekerjaan Konstruksi Harus Dikendalikan

BANJARMASIN – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan harus segera melaksanakan pengendalian proyek dan mengevaluasi kontraktor pembangunan jalan dan jembatan di Provinsi Kalimantan Selatan.
Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) juga harus meningkatkan performanya dalam melaksanakan pemilihan penyedia.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan Rudy M. Harahap bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Mukri, ketika memberikan pembekalan bagi kontraktor, konsultan, dan pegawai BPJN di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Rabu (6/7).

Diungkapkannya, penyimpangan dalam konstruksi berupa pemilihan penyedia (tender) sekadar formalitas, penyedia/kontraktor yang terpilih tidak kompeten, konsultan pengawas/manajemen konstruksi hanya sekadar formalitas/tidak bekerja, dan tidak dilakukan pengendalian proyek.

“Pemilihan penyedia harus dilakukan dengan penuh integritas dan tidak sekadar formalitas, hindari intervensi dari para pihak, dan yang lebih penting jangan sampai terjadi kecurangan,” tegas Rudy, yang telah menyelesaikan Certified Risk Governance Professional (CRGP).

Proses pemilihan penyedia konstruksi dilakukan BP2JK Provinsi Kalimantan Selatan, dengan harapan proses dan hasil pengadaan barang dan jasa dapat lebih efektif, efisien, transparan, berkualitas dan akuntabel.

Namun, pada kenyataannya, BP2JK belum bekerja maksimal, yang pada akhirnya berdampak pada tender/seleksi gagal, kuantitas pekerjaan kurang, kualitas pekerjaan rendah, nilai kontrak tidak wajar, progres pekerjaan lambat, kebermanfaatan proyek kurang, serta ada yang putus kontrak.

Dari sisi lain, diungkapkan oleh Rudy, kegagalan proyek konstruksi juga disebabkan KPA/PPK yang tidak melakukan evaluasi hasil pemilihan, dan penyedia yang terpilih tidak kompeten.
Selain itu, nilai penawaran sangat rendah, kompetensi usaha kecil tidak memadai, konsultan pengawas hanya sekadar formalitas atau tidak bekerja, dan terjadi konflik kepentingan antara konsultan pengawas dengan kontraktor.

“KPA/PPK tidak melakukan pengendalian proyek karena tidak memahami manajemennya,” katanya.

Ditambahkannya, BP2JK harus melakukan mitigasi atas kelemahan pengendalian proyek, seperti melakukan revisi prosedur tender, dan melakukan probity audit atas proses penetapan pemenang tender.
Selain itu, harus dilakukan optimalisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) atas penyusunan dokumen, evaluasi dan pelaksanaan prosedur. Sedangkan BPJN harus meningkatkan kinerja penyedia dan kontrak

Dalam pertemuan itu juga terungkap, pada tahun 2022, dari 21 paket pekerjaan fisik di BPJN, 19 paket dilaksanakan oleh penyedia non BUMN dan 2 oleh BUMN, tetapi 6 paket terlambat. (BPKPKALSEL-RIW/RDM/SYA)

Di Panyipatan Tala, Paman Birin Tinjau Vaksinasi dan Serahkan Bantuan Mushola 

Tanah Laut – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor didampingi Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah Sahbirin, meninjau kegiatan Vaksinasi Bergerak di Desa Tanjung Dewa Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut yang melayani 1.000 warga sekitar, Sabtu pagi (8/4).

Turut bersama Gubernur Kalsel dari lingkup Pemprov Kalsel, Plt Kadinkes Sukamto, Kepala Kesbangpol,  Heriansyah, dan Kepala Dinas Sosial Siti Nuriyani, Plt Karo Kesra Mustajab, Kepala Satpol PP dan Damkar, Zakly Aswan, dan lainnya.

Paman Birin, sapaan Sahbirin Noor mengatakan, kegiatan vaksinasi ini dalam rangka mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota di daerah untuk percepatan capaian 70 persen vaksinasi COVID-19 dosis dua dan tiga (booster).

Dikatakan, Pemprov Kalsel terus  mendorong capaian vaksinasi Pemkab Tala, khususnya vaksin lanjutan atau booster, karena capaian dosis pertama dan kedua sudah jauh di atas 70  persen.

“Vaksin yang ketiga memang harus kita kejar bersama, memang butuh waktu,” ujar Paman Birin usai meninjau kegiatan vaksinasi yang menyasar warga pesisir pantai sekitar obyek wisata Tanjung Dewa dan Batakan itu.

Dalam sambutannya, Paman Birin mengatakan, COVID-19 yang terjadi dua tahun terakhir, sudah menyerang mental masyarakat di tanah air, termasuk di Kalsel dan 13 kabupaten kota lainnya.

“COVID-19 ini seperti hantu, membuat kita takut,” ujarnya.

Langkah efektif yang bisa dilakukan untuk pencegahan saran Paman Birin adalah melalui penerapan pola hidup sehat seperti sering mandi atau mencuci tangan pakai sabun, ditambah menggunakan masker dan penerapan protokol kesehatan lainnya.

Paman Birin juga mengingatkan, bagi masyarakat yang sampai sekarang mampu bertahan dari serangan pandemi COVID-19 ini, tetap waspada dan menjaga prokes dalam aktivitas sehari-hari.

Selain itu, ikut program vaksinasi yang digalakkan pemerintah sekarang.

“Vaksin adalah cara untuk mendapatkan kekebalan tubuh,” sebut nya lagi.

Pada kesempatan itu juga, Paman Birin juga menyerahkan bantuan sosial untuk Mushola Al Yarmuk Kayu Bawang Kecamatan Tambang Ulang dan Mushola Fatul Huda Batalang Kecamatan Jorong masing-masing sebesar Rp100 juta.

Selanjutnya, diserahkan bantuan secara simbolis, paket sembako untuk penerima vaksin di tempat itu, dan bantuan makanan pendamping untuk ibu hamil dan balita.

Di awal acara, Bupati Tala, H Sukamta mengatakan, pelaksanaan vaksinasi terus dimaksimalkan, baik di tingkat Forkopimda maupun perusahaan swasta.

Disebutkan, progres pelaksanaan vaksinasi per tanggal 8 April 2022, dari target sasaran masyarakat umum  269.965 jiwa, untuk dosis satu sudah tercapai 93,85 persen, dosis kedua  70,59 persen dan vaksin lanjutan (booster)  8,57 persen.

Sedangkan untuk anak anak dari  target 38.063 jiwa, tercapai  74,13 persen dosis satu dan 51,22 persen dosis kedua.

“Tentunya pelayanan vaksinasi ini akan kami terus gencarkan dan kami mohon dukungan dan arahan bapak gubernur agar target vaksinasi dapat terpenuhi,” ujar Sukamta. (BIROADPIM-RIW/RD/MYD)

2022, DISPAR KALSEL PRIORITASKAN BENAHI 3 DESTINASI WISATA

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, akan memprioritaskan pembenahan tiga destinasi wisata yang ada di Kalsel.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin kepada wartawan baru baru tadi, untuk tahun 2022 ini tiga prioritas yang akan dibenahi dalam destinasi wisata, agar semakin maju dan berkembang, khususnya objek wisata milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tiga destinasi wisata itu, rest area dibawah Jembatan Barito Kabupaten Batola, Villa Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan wisata alam kerbau rawa yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ucapnya.

Syarifuddin menjelaskan, saat ini pihaknya telah menyusun rencana pembenahan, dan berupaya secepatnya akan terealisasi, dengan tujuan kedepan akan menjadi daya tarik tersendiri dan ramai dikunjungi, tidak hanya wisatawan lokal, luar daerah serta juga mancanegara.

“Kami terus berbenah untuk kemajuan wisata milik Pemprov Kalsel,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, dalam perencanaan yang akan dibenahi untuk wisata alam kerbau rawa, yaitu telah dinilai memiliki keunikan tersendiri, dan sudah menjadi pertimbangan sejak tahun 2021 lalu. Mengingat ini merupakan satu-satunya ada di Kalsel, direncanakan nanti dibangun dermaga, dan rest area.

“Semoga dengan pembenahan ini, dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)

Exit mobile version