BANJARMASIN – Pengelolaan sampah di Kecamatan Banjarmasin Tengah masuk dalam Perencanaan Pembangunan di Tahun 2026, hal tersebut dibahas pada Musrenbang Tingkat Kecamatan Banjarmasin Tengah dilaksanakan, di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Rabu (12/2). Dibuka Wakil Walikota Banjarmasin Ariffin Noor, didampingi Camat Banjarmasin Tengah, Maslun.
Wakil Walikota Banjarmasin, Ariffin Noor, didampingi Camat Banjarmasin Tengah, Maslun.
“Pada saat membuat rencana pembangunan tingkat Kecamatan Banjarmasin Timur, diharapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat,” ungkap Ariffin, kepada sejumlah wartawan.
Selain itu, lanjutnya, rencana pengelolaan sampah di Kecamatan Banjarmasin Tengah, dimasukkan ke dalam rencana pembangunan tahun 2026 mendatang.
“Pemerintah Kota Banjarmasin berharap, pada musrenbang tingkat kecamatan Banjarmasin Tengah ini, dapat menghasilkan rencana pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat setempat,” ucap Ariffin.
Sementara itu, Camat Banjarmasin Tengah Maslun menyampaikan, bahwa di Kecamatan Banjarmasin Tengah sudah menerapkan sistem pengolahan pemilihan sampah.
“Sebelum adanya edaran dari Walikota Banjarmasin mengenai permintaan pengelolaan pemilihan sampah di kelurahan, di Kecamatan Banjarmasin Tengah telah melakukan hal tersebut,” ungkapnya.
Bahkan, lanjut Maslun, di Kecamatan Banjarmasin Tengah memiliki program pemilihan sampah Silangsing atau sistem pemilihan sampah yang dilakukan di kelurahan yang melibatkan masyarakat setempat.
“Untuk program pemilihan sampah di Kecamatan Banjarmasin Tengah sudah berjalan,” ucapnya.
Namun, tambah Maslun, Kecamatan Banjarmasin Tengah saat ini terus melakukan peningkatan terhadap peran serta kelurahan dan masyarakat dalam pengolahan pemilihan sampah tersebut. (SRI/RDM/EYN)
BANJARMASIN – Sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat, Bank Kalsel bekerjasama dengan Agen BUMDES di Kabupaten/Kota se Kalsel, memberikan layanan Laku Pandai, yang dikenal dengan nama Layanan ADINK Bank Kalsel.
Program ini merupakan bentuk dukungan terhadap inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menciptakan akses keuangan yang lebih luas, tanpa perlu keberadaan kantor fisik.
Dengan memanfaatkan layanan ini, Bank Kalsel berupaya menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah, memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk menikmati layanan perbankan secara mudah dan praktis.
Kali ini di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Bank Kalsel Secara simbolis membuka Layanan ADINK (Agen Digital Inklusi Keuangan) di Foodcourt Desa Banua Budi, Kecamatan Barabai, pada Kamis (16/1) pagi.
Turut berhadir, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) HST, Eddy Rahmawan, dan Kepala Bank Kalsel Cabang Barabai, Muhaini Achyar serta masyarakat sekitar, yang sekaligus mencoba layanan ADINK Bank Kalsel tersebut.
Kegiatan ini ditandai dengan serah terima penunjukkan Agen Digital Inklusif Keuangan (ADINK) Bank Kalsel kepada perwakilan BUMDes Budi Makmur. Langkah ini bertujuan memperluas Ketersediaan akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum mengenal atau mendapatkan layanan perbankan.
Kepala Bank Kalsel Cabang Barabai, Muhaini Achyar menjelaskan, bahwa layanan ini merupakan kolaborasi antara Bank Kalsel dan masyarakat, yang mendaftar menjadi Agen Digital Inklusif Keuangan (ADINK) sebagai perpanjangan tangan Bank Kalsel dalam memberikan layanan perbankan saat ini.
“Bank Kalsel bekerja sama dengan masyarakat atau nasabah untuk didaftarkan menjadi Agen Digital Inklusif Keuangan (ADINK) Bank Kalsel sebagai perpanjangan tangan Bank Kalsel. Kami berharap, dengan adanya layanan ini, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan perbankan dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” ucap Muhaini.
Selain itu, Muhaini menambahkan bahwa manfaat bagi agen atau ADINK Bank Kalsel di antaranya adalah menambah penghasilan melalui sharing fee dari transaksi serta meningkatkan potensi jumlah pelanggan.
“Sedangkan manfaat bagi masyarakat yang menjadi nasabah Tabungan Banuaku Pandai di antaranya adalah memperoleh layanan perbankan, khususnya menabung dan transaksi lainnya dengan lebih aman, praktis, serta efisien melalui ADINK terdekat,” ungkap Muhaini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) HST, Eddy Rahmawan menyampaikan apresiasi atas inovasi Bank Kalsel dalam menghadirkan layanan ini.
Dengan adanya ADINK, masyarakat desa akan lebih mudah mendapatkan layanan keuangan yang aman dan praktis, sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi lokal.
“Melalui program seperti ini, kami berharap masyarakat desa dapat lebih mandiri secara ekonomi dan memiliki akses yang setara terhadap layanan perbankan. Saya juga mengajak semua pihak, termasuk pemerintah desa dan komunitas lokal, untuk mendukung penuh keberadaan Layanan ADINK dengan berkolaborasi bersama Bank Kalsel. Dengan kerja sama yang baik, layanan keuangan ini dapat berkembang lebih luas dan membawa manfaat yang lebih besar bagi seluruh masyarakat desa,” pungkas Edy.
Sebagai informasi, Layanan keuangan melalui ADINK mencakup berbagai kemudahan, seperti pembukaan rekening tabungan BSA (Banuaku Pandai), setor dan tarik tunai tabungan Banuaku Pandai, termasuk pembayaran PBB dan tagihan PDAM.
Peluncuran ini merupakan tonggak penting bagi Bank Kalsel dalam memperkuat layanan perbankan digital dan mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Sehingga, Bank Kalsel terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan pemerintah daerah di Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/EYN)
BARITO KUALA – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rais Ruhayat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalsel Nomor 8 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika, dan Psikotropika, pada Selasa (21/01).
Dalam sosialisasi tersebut, Rais Ruhayat, yang juga merupakan politikus muda dari Partai Amanat Nasional (PAN), menegaskan pentingnya langkah bersama untuk mengatasi masalah narkotika yang masih menjadi ancaman serius di Kalsel.
Suasana Sosper oleh Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat.
“Kami ingin masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba, karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Rais juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan wilayah yang bebas dari peredaran narkoba.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat sangat dibutuhkan untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika.
“Fokus utama kami adalah pencegahan dan langkah antisipasi dini. Salah satunya adalah melalui penyuluhan atau sosialisasi seperti yang sedang kami lakukan ini,” tambahnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen DPRD Kalsel dalam mendukung upaya penanggulangan narkotika, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat. (NRH/RIW/EYN)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat koordinasi di ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (22/1).
Rapat dipimpin Plh Sekretaris Daerah Kalsel, Syarifuddin, dan dihadiri seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.
Ada beberapa hal yang dibahas dalam rapat tersebut. Salah satunya mengenai jadwal pelantikan Bupati dan Wali Kota yang akan dilaksanakan di Banjarbaru.
“Sementara jadwal yang telah ditentukan untuk Gubernur tanggal 7 Februari, sedangkan Bupati dan Wali Kota tanggal 10 Februari,” kata Plh Sekda.
Suasana rakor di lingkungan Pemprov Kalsel
Pembahasan lain yang tak kalah penting yakni mengenai respon Pemprov Kalsel terhadap musibah banjir yang terjadi di sebagian besar wilayah Kalsel.
“Rencananya akan kita bangun 5 posko di wilayah terdampak,” ungkapnya.
Posko akan melibatkan seluruh SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Yang mana setiap posko akan disiapkan berbagai bantuan seperti sembako dan obat-obatan.
“Sementara ini memang bantuan sudah kita salurkan melalui BPBD dan Dinas Sosial,” ungkapnya. (SYA/RIW/EYN)
BANJARBARU – Terkait Pemanfaatan Dana Desa untuk program makan bergizi gratsi (MBG), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalselz masih menunggu petunjuk teknisnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, usai mengikuti kegiatan Coffee Morning di ruang rapat Aberani Sulaiman Banjarbaru, Rabu (22/1).
Faried menyampaikan, terkait pemanfaatan dana desa untuk mendukung program makan bergizi yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto ini, adalah informasi yang baru. Secara umum, dana desa 20 persennya dialokasikan untuk ketahanan pangan.
“Kalau itu dialokasikan untuk makan bergizi gratis bisa dilaksanakan. Namun sampai saat ini masih belum ada regulasi dan petunjuk teknis operasional kegiatan,” ucap Faried.
Apabila tidak ada petunjuk teknis operasionalnya, maka pemerintah desa maupun aparat desa tidak dapat melaksanakan kegiatan tersebut. Karena masih belum ada payung hukumnya.
“Jadi kami masih menunggu arahan dan regulasi tersebut. Kalau sudah ada regulasi dan juknisnya, Kalsel siap menjalankan program makan bergizi gratis menggunakan dana desa,” tutup Faried. (MRF/RIW/EYN)
BANJARBARU – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 1,2 miliar rupiah pada tahun 2025. Target ini ditetapkan setelah Kebun Raya Banua sukses melampaui target pendapatan tahun 2024.
Plt Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah, mengungkapkan, bahwa tahun lalu pihaknya berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp1.641.006.000,00. Angka ini melebihi target awal sebesar 1,3 miliar rupiah.
Plt. Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah.
“PAD yang dihasilkan Kebun Raya Banua terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini seiring dengan bertambahnya minat pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa,” ucap Firmansyah belum lama tadi.
Hingga 31 Desember 2024, Kebun Raya Banua mencatat total kunjungan sebanyak 206.372 orang. Bulan Mei menjadi puncak kunjungan tertinggi dengan jumlah 25.701 orang.
Firmansyah menjelaskan, sumber pendapatan Kebun Raya Banua tahun lalu berasal dari beberapa retribusi, di antaranya penyewaan tanah dan bangunan, pelayanan penyediaan tempat kegiatan usaha, serta retribusi tempat rekreasi dan olahraga.
Keberhasilan ini, lanjutnya, tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta kerja keras pegawai dan staf UPTD Kebun Raya Banua dalam meningkatkan pelayanan dan daya tarik wisata.
“Untuk tahun ini, kami akan melakukan beberapa peremajaan infrastruktur dan penambahan objek wisata baru. Harapannya, langkah ini dapat menunjang peningkatan jumlah pengunjung dan capaian PAD di tahun-tahun mendatang,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)
BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Triathlon, mulai diminati masyarakat Kalimantan Selatan. Salah satu buktinya adalah, dengan banyaknya peserta pada Lomba Triathlon yang digelar Korem 101/Antasari belum lama tadi, dalam rangka peringatan hari jadinya.
Seiring dengan itu, menurut Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan Budiono, perkembangan Federasi Triathlon di Provinsi Kalimantan Selatan, juga semakin berkembang pesat.
“Terbukti dengan berdirinya hampir 10 Federasi Triathon di Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan ini,” ungkap Budiono.
Pihaknya berharap dengan adanya FTI di daerah, maka akan semakin banyak lagi lomba yang digelar kedepannya.
“Harapannya, event Triathlon tidak hanya dilaksanakan di Kota Banjarmasin serta Banjarbaru, tetapi juga didaerah lainnya di Banua,” ucap Budiono.
Sehingga semakin meningkat minat warga untuk mengikuti olahraga tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Budiono juga menyampaikan, prestasi atlet triathlon asal Provinsi Kalimantan Selatan yang akan mewakili Indonesia, pada Sea Games 2025 mendatang.
“Satu atlet triathlon Kalsel berhasil mengikuti pemusatan pelatihan Sea Games 2025 di Thailand, atas nama Azizah Khusnul Qotimah”, ungkapnya
Prestasi ini, menurut Budiono, tentunya sangat membanggakan Provinsi Kalimantan Selatan di tingkat Nasional.
“Selain itu, usia atlet tersebut masih 16 tahun sehingga memiliki potensi yang sangat besar untuk mencapai prestasi,” tutup Budiono.
Pada PON Aceh Sumut lalu, Azizah diketahui bertanding pada nomor duathlon serta triathlon. (SRI/RIW/EYN)
BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan mendukung pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) yang akan digelar pada 7 hingga 12 Februari 2025.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Rina Virawati, saat menerima audensi pengurus PWI Kalsel, pada Selasa (21/1).
“Kita Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan mendukung sepenuhnya pelaksanaan HPN yang akan digelar,” ucap orang nomor satu di lingkungan Kejati Kalsel tersebut.
Apalagi lanjutnya, kegiatan HPN yang digelar mengambil tema terkait ketahanan pangan, yang kebetulan Kejaksaan Tinggi dipercaya mengawal program ketahanan pangan, berupa penyediaan lahan pertanian 500 hektare di Kabupaten Tanah Laut dan Batola.
Kajati Kalsel juga menyarankan agar dalam kegiatan HPN nantinya, menggandeng sektor UMKM, karena menurutnya UMKM di Kalsel sangat bagus.
Ia juga menyarankan untuk memperkenalkan wisata yang ada di Kalsel, khususnya wisata religius yang cukup terkenal.
Atas dukungan yang diberikan pihak Kejati Kalsel, Zaenal Helmie, Ketua PWI Kalsel mengucapkan terima kasih.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kejati Kalsel dan berharap peran serta Kejati Kalsel nantinya pada acara puncak HPN,” ungkap Zaenal Helmie. (PWIKalsel-RIW/EYN)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel, Adi Santoso, memberikan apresiasi atas dikukuhkannya Guru Besar Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, pada Selasa (21/1).
Pada kesempatan ini dua guru besar dikukuhkan pada sidang terbuka senat UNISKA Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Yakni Ahmad Jaelani sebagai guru besar pada bidang Teknologi Pakan Ternak, dan Silvia Ratna sebagai guru besar pada bidang Ilmu Sistem Informasi Manajemen.
Staf Ahli Gubernur Kalsel, Adi Santoso saat membacakan sambutan Gubernur
Dalam sambutannya, yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, Gubernur menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat atas pengukuhan guru besar baru di UNISKA Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami menyampaikan ucapan selamat kepada kedua guru besar yang baru saja dikukuhkan,” ucapnya.
Gubernur mengatakan, bahwa pengukuhan ini merupakan momentum penting yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika UNISKA Banjarmasin untuk terus berprestasi dan memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan pendidikan di Kalimantan Selatan.
“Semoga dengan semakin banyaknya guru besar di perguruan tinggi di Banua kita, kualitas pendidikan tinggi semakin bermutu dan berdaya saing,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa Achmad Jaelani dan Silvia Ratna, dalam bidang keahlian masing-masing, telah memberikan kontribusi besar baik di dunia intelektual maupun dalam pembangunan daerah.
Sehingga diharapkan pemikiran dan gagasan mereka dapat terus menginspirasi banyak orang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Selatan.
“Semoga pengukuhan ini dapat memacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai jawaban atas tantangan zaman,” harapnya.
Sementara itu, Rektor UNISKA Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Abd. Malik mengatakan pihaknya terus mendukung dan memotivasi para dosen untuk terus meningkatkan pendidikan hingga guru besar.
“Alhamdulillah, setiap tahun guru besar di UNISKA terus bertambah dan ini menjadi nilai tambah untuk UNISKA,” ungkapnya.
Ia pun berharap dengan bertambahnya guru besar ini, akan membuat akreditasi UNISKA semakin lebih baik kedepannya.
“Sekarang ini total guru besar UNISKA mencapai 16 orang dan diharapkan bisa terus menerbitkan jurnal-jurnal internasional dan menjadi acuan untuk penelitian internasional,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel merencanakan sejumlah inovasi untuk meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Banua. Peningkatan TGM ini dinilai penting karena ini menjadi salah satu kinerja kunci Kepala Daerah.
Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani diwakili Plt. Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina mengatakan, untuk meningkatkan TGM Kalsel pada 2025 ini, pihaknya akan lebih menggalakan survei ke masyarakat terkait buku apa saja yang diperlukan dan diminati.
“Jadi, tidak ada cerita saat masyarakat memerlukan buku tertentu kami tidak bisa memenuhinya. Walaupun tidak 100 persen, kami akan berusaha bisa memenuhi 60 persen keinginan masyarakat terhadap koleksi bahan bacaan” katanya, Selasa (21/01).
Selain itu, Dispersip Kalsel juga akan mengusahakan untuk menambahkan bahan buku koleksi digital (e-Book), dalam rangka memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan.
“Kita juga ingin punya spot-spot baca di fasilitas umum seperti di halte, di taman terbuka, atau fasum lainnya. Spot baca ini bentuknya digital, jadi harapannya masyarakat bisa menggunakan gawai pintarnya untuk scan barcode untuk membaca e-booknya, tetapi hanya local di lokasi itu saja tidak bisa dibawa pulang karena ini juga berkaitan dengan hak cipta,” tuturnya.
Lebih lanjut, Adethia menjelaskan bahwa pihaknya juga mengimbau kepada SKPD lingkup Pemprov Kalsel untuk mengadakan pojok baca di lingkup kantornya masing-masing.
“Kalo di kantornya sudah ada diharapkan bisa dimeriahkan lagi, sehingga pojok-pojok baca ini bermanfaat bagi kantor tersebut. Syukur-syukur jika nanti kedepan ada SKPD yang bisa menyediakan ruang yang lebih luas, sehingga bisa dijadikan perpustakaan” imbuhnya.
Sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan inovasi tersebut, Adethia mengungkapkan bahwa pihaknya akan lebih meningkatkan sinergi dengan para pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan SKPD terkait.
“Kita juga tidak menutup kepentingan untuk menjalin kerjasama dengan pihak perbankan, khususnya Bank Kalsel sebagai bank daerah kita, yang saya yakin mereka punya program untuk meningkatkan minat baca masyarakat kita yang bisa kita lakukan kerjasama,” tutupnya. (NRH/RIW/EYN)