Keterlambatan Upah, Kesehatan dan Gaji Menjadi Pengaduan Layanan di BPKD Wilayah II

BANJARBARU – Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalimantan Selatan mencatat sepanjang September – Oktober 2021 aduan yang sering diterima pihaknya adalah keterlambatan pembayaran upah dan gaji tidak sesuai aturan hingga permasalahan jaminan kesehatan.

Diakui Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel Tamrin, tak hanya dua bulan terakhir ini menjadi catatan pihak petugas pengawas tetapi masalah tersebut sebelumnya juga sudah terjadi pada 2019 lalu.

“Ada juga kelebihan jam kerja namun tidak mendapat upah, setelah itu, tidak adanya aturan perusahaan untuk memberikan jaminan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (4/11) siang.

Selanjutnya laporan lain yang juga sering menjadi aduan para pegawai atau karyawan perusahaan yang menjadi wilayah tanggung jawab Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalimantan Selatan antara lain slip gaji tidak dibagikan hingga perjanjian kerja yang tidak sesuai.

“Itulah yang menjadi tuntutan mereka agar memberikan pembinaan kepada perusahaan agar dapat memberikan hak-hak pegawainya dengan harapan dapat dipenuhi,” jelasnya lagi.

Terkait tindaklanjut aduan, ia menuturkan akan difasilitasi oleh pihaknya untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) dan aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.

“Yang jelas, kami akan membuat kesepakatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya agar yang hak mereka tidak dirugikan dengan menerjunkan para petugas pengawas ketenagakerjaan,” tuturnya.

Tamrin juga mengungkapkan, lingkup tanggung jawab wilayah II Kalsel diketahui meliputi, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin dan Tanah Laut dengan menugaskan 10 pengawas ketenagakerjaan yang tersebar di daerah tersebut.

“Rata-rata yang mengadukan hal ini kebanyakan dari karyawan yang bekerja di Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (RHS/RDM/HDR)

HAMPIR SATU BULAN BERJALAN, PTM GELOMBANG 2 KOTA BANJARBARU BELUM DISETUJUI

BANJARBARU – Meskipun sudah hampir satu bulan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) gelombang pertama, pelaksanaan PTM gelombang kedua di kota Banjarbaru masih belum mendapat persetujuan.

Kepala Dinas Pendidikan kota Banjarbaru, M Aswan mengungkapkan, sebelumnya pihaknya sudah memberikan usulan kepada Wali kota M Aditya Mufti Ariffin terkait hal ini. Namun usulan tersebut menurutnya, masih belum mendapat persetujuan dari pemimpin kota ini.

“Kita sudah mengusulkan, namun Pak Wali kota masih meminta kita untuk mengevaluasi sekolah yang melaksanakan PTM pada gelombang pertama,” ungkap Aswan pada Kamis (4/11).

Evaluasi tersebut dijelaskan Aswan, tentunya agar pelaksanaan PTM di kota ini tidak menjadi pemicu munculnya klaster COVID-19. Terlebih, tidak sedikit sekolah di beberapa daerah lain yang sudah melaksanakan PTM akhirnya ditutup sementara akibat menjadi sarang virus yang belum ditemukan obatnya ini.

“Saat ini kita sudah melakukan pengevaluasian kepada sekolah yang sudah menggelar PTM, dan akan melaporkan hasilnya ke Wali kota,” ungkapnya lagi.

Meski belum mendapat persetujuan, Aswan mengaku pihaknya sudah melakukan persiapan dengan memverifikasi sekolah yang belum terverifikasi untuk mengikuti PTM pada gelombang pertama kemarin.

“Kita akan melakukan usulan kembali nantinya dengan menunjukkan hasil pembelajaran yang sudah dilaksanakan hampir satu bulan ini,” tutup Aswan.

Sebelumnya, sebanyak 54 sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Banjarbaru sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) gelombang pertama sejak Senin 11 Oktober lalu. (TR21-01/RDM/HDR)

Siaga Bencana, BPBD Banjarbaru Siap Penuhi Keperluan Dapur Umum

BANJARBARU – Menghadapi cuaca hujan yang sering terjadi belakangan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Banjarbaru telah menetapkan siaga kebencanaan.

Berdasarkan pengamatan data terbaru suhu permukaan laut di Samudera Pasifik. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, di bulan bulan terakhir tahun 2021 sejumlah daerah termasuk kota Banjarbaru, akan merasakan dampak dari badai La Nina seperti intensitas hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang.

Merespon peringatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD kota Banjarbaru, Zaini Syahranie mengatakan telah melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang kemungkinan terjadi, dengan berkoordinasi bersama relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang tersebar di beberapa kelurahan di kota ini, Selasa (2/11).

“Kami (BPBD) juga melakukan pembinaan serta memberikan sarana dan prasarana kepada gerakan Masyarakat Peduli Bencana di 10 (sepuluh) kelurahan di kota ini. Agar masyarakat dapat melakukan pertolongan dini saat terjadi bencana,” ungkap Zaini.

Zaini melanjutkan, BPBD kota Banjarbaru juga telah berkoordinasi dengan SKPD terkait dalam upaya mengurangi resiko terjadinya bencana banjir seperti beberapa tahun terakhir.

“Untuk mencegah terjadinya banjir, di waktu yang singkat ini, kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR kota Banjarbaru untuk melakukan pembersihan sungai serta drainase agar dapat mengalir ke embung yang ada di Kecamatan Cempaka,” lanjut Zaini.

Selain melakukan pencegahan, dikatakan Zaini, BPBD kota Banjarbaru juga telah menyiapkan logisitik yang cukup jika terjadi suatu bencana di kota berjuluk kota Idaman ini. Bahkan Zaini menjamin BPBD kota Banjarbaru akan selalu siap membantu Dinas Sosial dalam hal keperluan dapur umum.

“Jika warga di Kelurahan perlu, lapor ke BPBD, kami jamin peralatan dapur umum. Kami siap memenuhi keperluan dapur umum untuk 20 kelurahan di kota ini,” tegas Zaini.

Zaini menghimbau kepada masyarakat, agar turut melakukan kewaspadaan terhadap hujan deras disertai angin kencang. Dengan salah satunya memangkas ranting pohon dan memastikan kebersihan resapan air di sekitar rumah guna mengurangi dampak yang disebabkan.

“Pohon besar dan tinggi kami imbau untuk dipangkas sedini mungkin supaya tidak roboh atau tumbang, resapan-resapan air agar diperhatikan dan dibersihkan untuk menghindari penyumbatan dan terhindar dari bencana banjir,” tutup Zaini. (TR21-01/RDM/RH)

Capaian Realisasi UPPD Samsat Banjarbaru Hingga Oktober 2021 Lampaui Target

BANJARBARU – Hasil realisasi penerimaan yang dilaksanakan oleh UPPD Samsat Banjarbaru, pada Oktober 2021 lalu berhasil melampaui target pendapatan dengan total pencapaian hingga Rp8.705.839.097,41.

Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Tommy Hariadi mengatakan, capaian tersebut diakui merupakan hasil kerja keras selama masa diberlakukannya kebijakan relaksasi potongan 50 persen yang berjalan dari 9 Agustus – 9 September 2021.

“Alhamdulillah, selama berjalannya masa kebijakan tersebut realisasi dari pendapatan 9.9 Bauntung di Kota Banjarbaru berhasil tercapai bahkan melampaui target yang ditetapkan oleh Bakeuda Kalsel sekitar Rp8,7 miliar lebih,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Selasa (2/11) siang.

Ia menjelaskan, Pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Terdaftar yang ditetapkan oleh Pemprov Kalsel untuk UPPD Samsat Banjarbaru diketahui sebesar Rp7.909.903.747,41.

“Ini target yang ditetapkan selama masa relaksasi, tentunya sangat jauh sekali realisasi yang ada,” terang mantan pejabat Bakeuda Kota Banjarmasin itu.

Dia memaparkan, khusus penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) mengalami pergerakan positif sebesar 66,21 persen pada Triwulan ke III dengan nilai pendapatan sebanyak Rp 43.298.996.800.00 yang terhitung dari Juli, Agustus dan September tahun 2021.

“Kalau Triwulan ke II UPPD Samsat Banjarbaru hanya menerima realisasi sekitar Rp16.028.288.800,00. Tren positif ini dipengaruhi melandainya COVID-19 dan PPKM sudah mulai dilonggarkan,” ungkapnya.

Jika dilihat dari hasil penerimaan tertinggi di tingkat Kalimantan Selatan, UPPD Samsat Banjarbaru berada di posisi kedua setelah UPPD Samsat Banjarmasin II yang juga berhasil meraih realiasasi pendapatan di posisi pertama sebesar Rp12.239.835.977,00 dari Pokok PKB terdaftar Rp10.697.777.927,00. (RHS/RDM/RH)

JPO, Ikon Baru Kota Banjarbaru Tahun 2022

BANJARBARU – Pemerintah kota (Pemko) Banjarbaru berencana membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dua titik wilayah di kota Idaman ini pada tahun 2022.

JPO ini nantinya akan di bangun di wilayah yang memiliki kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi yaitu di Jalan A Yani KM 34 tepatnya di samping SPBU Coco kelurahan Loktabat Utara dan di Landasan Ulin tepatnya di depan pondok pesantren Al-Falah Putera.

“Meliat kepadatan lalu lintas di kota Banjarbaru terutama di jalan Ahmad Yani dan titik rawan lain serta banyak warga penyeberang jalan, maka untuk kelancaran lalu lintas dan keselamatan penyeberang jalan, Pemko berencana akan membangun JPO,” ucap Wali kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin pada Jumat (29/10).

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Banjarbaru, M Adi Maulana mengatakan meskipun Dana Insentif Daerah (DID) sudah di keluarkan, pemko Banjarbaru masih menunggu perijinan dari Balai Jalan Nasional.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR kota Banjarbaru, M Adi Maulana

“Karena melintasi jalan Nasional maka secara aturan, pembangunan maupun pemanfataan jalan yang menjadi ruas jalan milik Nasional kita harus meminta ijin kepada mereka (Balai Jalan Nasional),” jelas Adi.

Menurut Adi, secara prinsip pembangunan JPO diperbolehkan oleh Balai Jalan Nasional. Namun harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu salah satunya tidak adanya unsur komersil.

“Tidak boleh ada program semacam CSR (Corporate Social Responsibility) ataupun memakai dana dari swasta dengan perjanjian diperbolehkan memasang iklan justru malah sangat dilarang,” jelasnya lagi.

Meski begitu lanjut Adi, JPO nantinya tetap akan di bangun sebagus dan seindah mungkin. Karena selain untuk keselamatan penyeberang jalan, juga sebagai ikon yang baru untuk kota Banjarbaru.

“Jika sudah mendapatkan ijin, harapan kami bulan Maret tahun 2022 pembangunan JPO sudah mulai dapat dikerjakan, sehingga dapat diperkirakan pada bulan Oktober 2022 pembangunannya sudah selesai,” tutup Adi. (TR21-01/RDM/RH)

DHC 45 Banjarbaru Berkolaborasi dengan DPC PAPPRI, Buka Warung Kopi Patriot

BANJARBARU – Menjamurnya kuliner di kota Banjarbaru sebagai upaya meningkatkan perekonomian pasca terpuruk akibat pandemi COVID-19, tak hanya dilakukan oleh kalangan masyarakat saja, namun berbagai organisasipun kini melakukan hal serupa.

Seperti yang dilakukan Dewan Harian Cabang (DHC 45) Banjarbaru, pihaknya berkolaborasi dengan Dewan Pengurus Cabang Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagi dan Pemusik Republik Indonesia (DPC PAPPRI) Banjarbaru berinisiatif untuk membuka santapan kuliner yang diberinama ‘Warung Kopi Patriot’ berlokasi di sekretariat DHC 45, kawasan jalan Putri Junjung Buih, kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara.

Kepada Abdi Persada FM, Sekretaris DHC 45 Banjarbaru, Ahmad Samsuri Barak menyampaikan, keberadaan warkop ini ingin mengingatkan lagi visi misi DCH 45 untuk meningkatkan, membudayakan atau melestarikan nilai-nilai, jiwa dan semangat perjuangan 45.

“Warung kopi ini, nantinya akan menyajikan menu-menu tradisional, seperti belinju kacang begula, tampusing, pisang bejarang, pundut nasi, ada juga nanti lempeng. Tujuannya untuk lebih menggingatkan lagi ke zaman perjuangan dulu, agar melestarikan menu-menu tradisional lokal yang hampir dilupakan,” jelas Samsuri disela acara pembukaan warung kopi Patriot, Rabu malam (27/10).

Uwi (sapaan akrabnya) yang juga merupakan ketua PAPPRI Banjarbaru ini juga mengharapkan, keberadaan warung kopi patriot yang akan mulai buka pada Jumat (29/10) setiap harinya mulai jam 16.00 – 22.00 WITA ini juga dapat membantu para anggota PAPPRI bukan hanya dalam mengembangkan keahliannya, tapi juga membantu mengangkat perekonomian anggotanya.

Sementara itu, apresiasi datang dari berbagai pihak. Usai berkesempatan membuka secara resmi warung kopi Patriot, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Banjarbaru, Wartono menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik dibukanya warung kopi ini.

“Kami mengapresiasi DHC dan PAPPRI membuka wadah untuk bersantai seperti ini. Diharapkan dengan adanya ini, kedua organisasi ini dapat terus hidup dan warung ini menjadi tempat berdiskusi, bertukar pikiran untuk turut bersinergi dengan pemerintah kota, dalam membangun kota,” harap Wartono.

Hal yang sama juga disampaikan Darmawan Jaya Setiawan, yang merupakan salah satu penasehat DPC PAPPRI Banjarbaru yang juga hadir dalam acara pembukaan warung kopi ini.

“Kami sangat mengapresiasi langkah kawan-kawan untuk membuka warung kopi ini. Dan ini menambah lagi jumlah warung kopi di Banjarbaru,” ujar Darmawan Jaya.

Ia juga menambahkan, biasanya di warung kopi juga banyak hal positif yang didapatkan. Menurut ya di warung kopi biasanya terbangun diskusi, baik itu soal ekonomi, kebudayaan, politik dan lain lain sebagainya.

“Ngobrol di warung kopi biasanya akan memunculkan ide ide kreatif dan pemikiran yang konstruktif yang juga berkontribusi untuk kemajuan pembangunan di kota Banjarbaru ini,” tambahnya lagi.

Untuk diketahui, pembukaan warung kopi Patriot malam itu selain dihadiri keluarga besar DHC 45 dan DPC PAPPRI Banjarbaru, juga dihadiri beberapa tokoh di Banjarbaru, salah satunya adalah wakil wali kota Banjarbaru periode 2005 -2010, Rahmat Thohir. (RDM/RH)

Layanan Jebol Siskamling Disdukcapil Kota Banjarbaru Kembali Dilakukan

BANJARBARU – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kota Banjarbaru kembali memberikan pelayanan Jemput Bola Sistem Perekamanan Keliling (Jebol Siskamling).

Jebol Siskamling dilakukan dengan cara berkeliling ke lokasi-lokasi seperti kecamatan, kelurahan, pondok pesantren dan lokasi strategis lainnya. Pelayanan ini menjadi produk unggulan dan merupakan program reguler yang dilaksanakan secara berkala, dan mendapat dukungan penuh dari Pemko Banjarbaru.

Kepala Disdukcapil kota Banjarbaru, Sri Fatma Karmalita

“Jebol Siskamling pada awalnya dimulai sejak tahun 2018, namun di tahun 2019 kita baru memulai melakukan pelayanan dengan menggunakan mobil keliling,” terang Kepala Disdukcapil kota Banjarbaru Sri Fatma Karmalita, Selasa (26/10).

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di kota Banjarbaru beberapa waktu lalu sempat membuat layanan ini sempat terhenti. Namun sejak kasus penyebaran COVID-19 mulai melandai serta kebijakan PPKM di kota Banjarbaru sudah berada di level 2 pada awal bulan Oktober 2021, layanan Jebol Siskamling kembali dilakukan.

“Sebelumnya Jebol Siskamling hanya dilakukan selama dua pekan dalam satu bulan, namun karena sempat tertunda selama dua bulan kemarin akhirnya kita buka layanan hampir setiap hari,” ungkapnya.

Disamping Jebol Siskamling, Disdukcapil Kota Banjarbaru juga melakukan Peri Tugu (Pelayanan Hari Sabtu Minggu) yang dilaksanakan di depan kantor Disdukcapil Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami juga meluncurkan Peri Tugu sama seperti Jebol Siskamling cuman pelayanan hari Sabtu dan Minggu di depan kantor Capil Provinsi, bagi warga Banjarbaru yang tidak sempat melakukan perekaman ketika hari kerja bisa datang di Peri Tugu, kami pasti layani,” tutupnya.

Sebagai informasi, Jebol Siskamling melayani perekaman e-KTP, cetak e-KTP rusak dan hilang, kartu identitas anak (KIA), akta kelahiran dan akta kematian. (TR21-01/RDM/RH)

LPPL Abdi Persada FM Terima Audiensi DPC PAPPRI Kota Banjarbaru

BANJARBARU – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM menerima audiensi yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik (DPC PAPPRI) Kota Banjarbaru, Selasa siang (26/10).

Pertemuan resmi itu diterima langsung oleh Direktur LPPL Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji bersama jajaran direksi di ruang kerjanya. Selain menyambut gembira, audiensi yang digelar DPC PAPPRI Kota Banjarbaru juga mendapat apresiasi.

Disampaikan Ketua DPC PAPPRI kota Banjarbaru Ahmad Samsuri Barak, audiensi tersebut menindaklajuti telah terbentuknya organisasi PAPPRI Kota Banjarbaru yang ditandai dengan dikeluarkannya SK dari DPD PAPPRI Provinsi Kalsel.

“LPPL Abdi Persada FM termasuk dalam pembina di organisasi ini, untuk itulah kami melakukan audiensi ke media radio milik Pemerintah Provinsi ini, agar silaturrahmi dalam lebih terjalin,” harap Uwi (sapaan akrabnya).

Direktur LPPL Abdi Persada FM bersama jajaran direksi menjelaskan program unggulan di radio stationnya.

Uwi juga berharap, kerjasama dapat ada antara PAPPRI Banjarbaru dengan Radio Abdi Persada.

“Mudah-mudahan kita bisa bekerjasama dalam mengembangkan dunia permusikan di Banjarbaru,” ucapnya lagi.

Sementara itu, apresiasi yang luar biasa disampaikan Direktur Abdi Persada FM Ibnu Min Haji. Disampaikan Ibe (sapaan akrabnya) pihaknya menyambut baik dan mengaku senang dipercaya turut mendukung keberadaan organisasi yang menaungi para artis, penyanyi, pencipta lagu dan pemusik di PAPPRI ini.

“Kami siap mendukung program yang dilakukan PAPPRI untuk mengembangkan permusikan di banua khususnya Banjarbaru,” kata Ibe.

Diakhir pertemuan ketua DPC PAPPRI Banjarbaru berkesempatan menyerahkan SK DPD PAPPRI Kalimantan Selatan tentang Susunan Pengurus DPC PAPPRI Banjarbaru masa bakti 2021 – 2026 kepada Direktur Abdi Persada FM selaku Pembina dalam SK kepengurusan tersebut. (RHS-RDM/RH)

Vaksinasi COVID-19 Dosis 2 Rampung, SMPN 1 Banjarbaru Siap PTM 50 Persen

BANJARBARU – Ratusan pelajar di SMPN 1 Banjarbaru divaksinasi COVID-19 dosis 2, Senin (25/10).

Vaksin sendiri merupakan bantuan dari PT. Arutmin dan Badan Intelijen Nasional (BIN) Banjarbaru yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat.

Sebelumnya vaksinasi COVID-19 dosis pertama sudah dilakukan, 21 September lallu.

Kepala SMPN 1 Banjarbaru, Undi Sukarya mengatakan, dengan rampungnya rangkaian vaksinasi hari ini, maka total siswanya yang sudah divaksin mencapai sekitar 98 persen.

Kepala SMPN 1 Banjarbaru, Undi Sukarya

Dimana 2 persennya lagi kata Undi tidak divaksin dikarenakan belum bisa divaksin atau termasuk komorbid.

“Vaksinasi kedua ini jumlahnya ada 550 siswa,” ujarnya.

Dengan begitu, SMPN 1 katanya siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan kapasitas 50 Persen.

“Rencananya Senin pekan depan kami PTM 50 persen, ini masih perputaran PTM 30 persen sampai Jumat besok,” jelasnya.

Seperti diketahui, PTM di SMPN 1 Banjarbaru sebelumnya dilaksanakan maksimal 30 persen siswa dengan 2 mata pelajaran mulai dari jam 08.00 – 10. 00 WITA.

Adapun untuk rencana PTM kapasitas 50 persen dalam pelaksanaan nantinya, menjadi hingga pukul 12.00 WITA dengan 3 mata pelajaran per harinya.

Sementara kebijakan sekolah jelas Undi, untuk kantin tetap tidak dibuka walaupun jam PTM diperpanjang. Sehingga orang tua diimbau agar menyiapkan bekal makanan untuk anaknya.

“Dalam pekan ini kami akan mensosialisasikan PTM 50 persen ini kepada orang tua,” tuntasnya.

Sementara itu, Perwakilan PT Arutmin Banjarbaru, Fitriansyah mengatakan, bantuan vaksin untuk pelajar tidak lain guna mendukung Pemerintah Kota mencapai target cakupan vaksinasi nasional.

“Ini kami berkolaborasi dengan BIN dan Dinkes Banjarbaru. Dengan vaksin ini kami berharap program Pemkot untuk PTM 50 persen bisa terealisasi, dan mampu mencapai target 70 persen,” katanya.

Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi pelajar oleh PT Arutmin dan BIN pada hari ini dilakukan di dua lokasi yakni SMPN 1 dan SMPN 2 Banjarbaru. (RDM/RH)

Kuliner Kampung Pelangi Resmi Dibuka, Walikota : Ini Upaya Meningkatkan Perekonomian Warga

BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin membuka secara resmi Kuliner Kampung Pelangi yang berlokasi di Kampung Pelangi, Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru, yang ditandai dengan pemukulan gong, Sabtu (23/10).

Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, dengan adanya Kuliner Kampung Pelangi ini diharapkan bisa mampu menjadi momentum kebangkitan sektor UMKM di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Keberadaan pusat kuliner ini sebagai langkah dan upaya dalam pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat untuk mencapai kemandirian, serta untuk lebih mengenalkan kuliner daerah dengan segala ciri khas atau keunikannya,” ucapnya.

Disampaikan Aditya pula, apresiasi dan dukungan yang tinggi atas dibukanya Kuliner Kampung Pelangi ini.

“Sore ini adalah yang kedua kuliner yang diresmikan. Dimana sebelumnya yang pertama bekerjasama dengan Bank Kalsel di Villa Mahatama Mandiri Juara di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin, dan hari ini yang kedua alhamdulillah di Kampung Pelangi, dan yang ketiga nantinya akan dibuka kawasan hutan pinus depan SMAN 2 Banjarbaru,” beber Wali Kota Banjarbaru.

Ia juga berharap dengan dibukannya kawasan kuliner di Kampung Pelangi ini, bisa membawa keberkahan untuk masyarakat sekitar dan bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar Kampung Pelangi.

“Jika dulu diawal-awal adanya Kampung  Pelangi ini orang-orang datang cuman untuk foto-foto. tentu dengan adanya kuliner Kampung Pelangi ini dapat meningkatkan orang yang berkunjung sambil menikmati kuliner yang ada disini,” harapnya.

Dengan letaknya yang strategis yang berada di destinasi wisata Kampung Pelangi, menurut Aditya, diharapkan pembukaan kuliner Kampung Pelangi ini dapat menambah minat masyarakat untuk berkunjung ke Kampung ini.

Diakhir sambutan, tak lupa, Wali Kota Banjarbaru yang akrab disapa Ovie ini selalu mengingatkan  agar semua mematuhi protokol kesehatan di setiap kegiatan dan akftifitasnya. Terlebih saat ini Kota Banjarbaru masih memberlakukan PPKM, yang berdampak pada aktifitas masyarakat mengalami pembatasan.

“Selalu patuhi protokol kesehatan, karena kita semua tidak ingin destinasi wisata di Banjarbaru menjadi klaster baru penyebaran COVID 19,” tutupnya.

Pada kesempatan itu Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin juga melepaskan ikan nila sebanyak 20 kilo gram di sungai sekitar Kuliner Kampung Pelangi yang juga menjadi rangkaian peresmian kuliner kampung pelangi tersebut.

Tampak hadir pada acara tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalsel  M. Lutfi Baihaqi, Kepala Bank Kalsel Cabang Banjarbaru Fachriza Noor Asli,  Kepala Dinas Pemuda olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru Hidayaturahman, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarbaru Muriani, Camat Banjarbaru Selatan Taufik Purwanto, Lurah Guntung Paikat  Tamsin serta undangan lainnya. (RDM/RH)

Exit mobile version