DPRD Kalsel : Pelaksanaan SKD CPNS di Lingkup Pemprov Berjalan Lancar

Banjarbaru – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2024 mendapat perhatian Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD Kalsel.

Rombongan Komisi I DPRD Kalsel yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat didampingi Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Habib Ahmad Bahasyim dan Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Noor langsung melakukan pemantauan ke lokasi seleksi yang terletak di kawasan perkantoran Gubernur Kalsel, pada Senin (28/10).

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Noor mengatakan, sebagai mitra kerja Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, pihak berkewajiban untuk melihat keadaan dan pelaksanaan kegiatan SKD CPNS Tahun 2024.
Ia menilai, secara umum pelaksanaan SKD CPNS Tahun 2024 ini sudah berjalan dengan baik, patut dipertahankan dan dikembangkan lagi.

“Sudah kita anggap bagus dan terus dikembangkan, dipertahankan, dan kalau kemudian ada evaluasi nanti kita akan bersama-sama mengevaluasinya dan membenahinya. Tapi secara umum sudah bagus,” jelasnya.

Ilham menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan seleksi ini yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), dengan harapan kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan berhasil mendapatkan calon-calon PNS yang memenuhi persyaratan.

“Yang menarik adalah sistem CAT yang digunakan sehingga langsung setelah selesai proses ujian akan langsung keluar (nilainya) sehingga ini akan memudahkan dari pihak BKD untuk menentukan kelulusan dari pesertanya,” tuturnya.

Ilham berharap, melalui seleksi ini dapat menghasilkan lulusan CPNS yang benar-benar terbaik untuk menjalankan roda pemerintahan, khususnya di Kalsel.

“Harapan kita bagi mereka yang terpilih, semangat untuk bekerja. Sedang yang belum terpilih janga putus asa, masih ada kesempatan lain,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan SKD CPNS di lingkup Pemprov Kalsel Tahun 2024 yang dilaksanakan sejak tanggal 26 – 28 Oktober 2024 dibagi dalam delapan sesi pelaksanaan. Untuk satu sesi diikuti sebanyak 500 peserta dengan jumlah total sebanyak 4.289 orang.

Keseluruhan peserta akan memperebutkan 125 formasi yang terbagi dalam 6 jabatan fungsional, yakni Arsiparis, Auditor, Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD), Perencana, dan Analis Ketahanan Pangan. (ADV-NRH/RDM/APR)

Peringati Sumpah Pemuda ke-96, Generasi Pemuda FKPPI Kunjungi Museum Lambung Mangkurat

BANJARBARU – Salah satu bentuk kegiatan generasi pemuda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI – Polri (FKPPI) Kalimantan Selatan dalam memaknai hari sumpah pemuda ke-96, pihaknya menggelar kegiatan di Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, Selasa (28/10).

Kegiatan yang dilaksanakan, berupa pengenalan sejarah yang ada di Kalsel, kepada para generasi pemuda FKPPI Kalsel, seperti melihat perjuangan para pahlawan dalam menyebarluaskan agama islam di banua lambung mangkurat ini. Para generasi pemuda FKPPI Kalsel ini dengan khidmat, mendengarkan paparan dari tim Museum Lambung Mangkurat, yang menjelaskan sejarah penyebaran agama islam di banua, hingga kemenagan para pahlawan dalam mengusir penjajah dari banua ini. Contohnya saja perjuangan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (datu Kelampayan) dalam menyebarkan agama islam dimasa penjajahan.

Kepada Abdi Persada FM, salah seorang Pengurus Museum Lambung Mangkurat, Muhammad mengaku gembira, akan kedatangan FKPPI Kalsel yang memiliki minat yang besar dalam belajar sejarah penyebaran agama di banua.

Generasi muda FKPPI Kalsel kunjungi Museum Lambung Mangkurat

“Para generasi muda ini tak sungkan dalam bertanya untuk mengetahui bagaimana sejarah di Kalimantan Selatan ini,” ungkap Muhammad.

Pihaknya juga mengharapkan dengan adanya kegiatan belajar pengetahuan sejarah ini, para generasi pemuda FKPPI Kalsel dapat menyebarluaskannya kepada teman – teman mereka, sehingga perjuangan para pahlawan akan diketahui masyarakat luas, terlebih khususnya para pemuda yang sudah kekurangan minat dalam pengetahuan sejarah banua.

“Kami mengapresiasi kegiatan generasi pemuda FKPPI Kalsel di Museum Lambung Mangkurat ini, dimana para pemuda dengan khidmatnya belajar sejarah,” tutup Muhammad.

Sementara itu, Sekretaris HIPWI FKPPI Kalsel Nawang Wijayati, menyampaikan bahwa generasi pemuda FKPPI Kalsel, terlebih khususnya generasi muda Kalsel, harus tau bagaimana perjuangan para pemuka agama dalam menyebarluaskan agama di Kalimantan Selatan ini, apalagi perjuangan mereka masih dalam masa peperangan (memperebutkan kemerdekaan RI).

“Ketika anak – anak muda penerus bangsa ini memahami bagaimana sulitnya, bertahapnya, masuknya semua agama di Kalimantan Selatan ini, maka kami berharap semua pihak dapat menjaga ke aneka ragaman budaya yang ada di banua ini,” ungkap Nawang.

Ia menambahkan, hari sumpah pemuda merupakan hari besar nasional yang harus dirayakan bersama – sama semua pihak, termasuk generasi pemuda FKPPI Kalsel, dengan menanamkan semangat perjuangan para pemuka agama dalam menyebarluaskan keyakinan mereka.

“FKPPI Kalsel menginginkan para generasi pemuda FKPPI Kalsel, agar dapat menanamkan sifat – sifat pemuka agama, yang tak kenal lelah dalam menyebarkan agama islam,” sahut Nawang.

Nawang mengharapkan, kegiatan – kegiatan seperti sekarang ini, dapat menjadi kegiatan rutin FKPPI Kalsel, sehingga sejarah penyebaran agama di banua kalsel tidak akan terlupakan dan akan terus diingat dari masa kemasa.

“Kami memilih Museum Lambung Mangkurat karena dimuseum ini terdapat berbagai sejarah yang perlu diketahui oleh para generasi pemuda,” tutupnya. (MRF/RDM/APR)

4.289 Peserta CPNS Pemprov Kalsel Ikuti SKD

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah sukses menyelenggarakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2024.

Seleksi yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 26-28 Oktober 2024, ini bertempat di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, dengan diikuti sekitar 4.289 peserta yang sebelumnya telah lolos tahap Administrasi.

Kepala BKD Kalsel, Dinansyah, melalui Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian, Mashudi, menjelaskan bahwa pelaksanaan SKD CPNS ini dibagi ke dalam 8 sesi. Setiap sesi diikuti oleh sekitar 500 peserta untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan lancar.

“Pelaksanaan seleksi dimulai pada hari Sabtu dengan dua sesi, masing-masing dilaksanakan dari pagi hingga siang. Lalu, hari Minggu ada empat sesi dari pagi hingga sore, dan diakhiri hari Senin dengan dua sesi lagi,” ujar Mashudi, Senin (28/10).

Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian, BKD Kalsel, Mashudi saat diwawancara

Ia mengatakan dari total 4.289 peserta yang terdaftar, mereka akan bersaing untuk mengisi 125 formasi yang terbagi dalam enam jabatan fungsional, yakni Arsiparis, Auditor, Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD), Perencana, Analis Ketahanan Pangan, dan Analis Pengelola Kegiatan Pembangunan.

“Formasi kita 125, yang mendaftar lebih dari 4 ribu orang,” ungkapnya.

Proses Pelaksanaan SKD CPNS ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang diterapkan secara nasional. Dengan sistem ini, peserta dapat langsung melihat hasil tes mereka setelah ujian selesai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan menghindari kecurangan dalam proses seleksi.

“Dengan CAT, peserta langsung bisa mengetahui nilai mereka setelah tes selesai. Ini menunjukkan komitmen Pemprov Kalsel dalam memastikan proses seleksi yang jujur dan akuntabel,” jelas Mashudi.

Bagi para peserta yang telah mengikuti SKD, proses seleksi selanjutnya adalah pengumuman hasil tes dan persiapan untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang akan dijadwalkan pada bulan November mendatang.

“Para peserta yang lolos akan mengikuti tahapan SKB, Kami berharap peserta tetap semangat dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi tahap selanjutnya,” tutup Mashudi. (BDR/RDM/APR)

Pemprov Kalsel Gelar Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 96

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menggelar upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 96 dengan tema Maju Bersama Indonesia Raya, di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Senin (28/10). Upacara dipimpin Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Provinsi Kalsel, Adi Santoso, dan dihadiri unsur Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, TNI Polri, dan anggota kepemudaan.

Membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adi menyampaikan, peringatan Hari Sumpah Pemuda 2024 ini berbarengan dengan masa transisi pemerintahan baru, di mana bangsa Indonesia akan mengimplementasikan langkah-langkah pembangunan jangka menengah sebagai dasar untuk mencapai target pembangunan jangka panjang 2045, yaitu terwujudnya Indonesia Emas serta kekuatan bangsa Indonesia yang lebih tangguh dalam kancah global.

“Beberapa pemuda Indonesia telah aktif berpartisipasi dalam beragam sektor pembangunan nasional termasuk agenda global, yaitu Sustainable Development Goals atau SDGs,” ucap Adi .

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Provinsi Kalsel, Adi Santoso

Berdasarkan capaian indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tahun 2024 berada pada 56,33 persen, dengan rincian capaian domain pendidikan sebesar 70,00 persen, domain kesehatan dan kesejahteraan sebesar 65,00 persen, domain gender dan diskriminasi sebesar 53,33 persen. Sementara itu domain lapangan dan kesempatan kerja sebesar 45,00 persen dan domain partisipasi dan kepemimpinan sebesar 43,33 persen.

“Capaian IPP tersebut perlu ditingkatkan dengan melakukan upaya mengembangkan potensi dan keunggulan pemuda secara besar-besaran dan masif di seluruh wilayah indonesia,” lanjut Adi.

Menurutnya, Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2024 dengan tema Maju Bersama Indonesia Raya menyampaikan pesan bahwa semua elemen pelayanan kepemudaan harus ditingkatkan hingga mencapai kondisi Indonesia yang sejahtera dan raya.

“Pemerintah daerah memiliki peran yang penting dalam menggerakkan pelayanan kepemudaan di daerahnya masing-masing melalui kebijakan dan program kepemudaan yang terus ditingkatkan serta diwujudkan dalam bentuk Rencana Aksi Daerah (RAD) layanan kepemudaan yang berorientasi kepada peningkatan IPP,” jelas Adi.

Salah satu cara untuk mengembangkan potensi pemuda adalah dengan melakukan aktivitas yang mendorong perkembangan kreativitas dan inovasi, serta membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pemuda untuk berpartisipasi dalam seluruh dimensi pembangunan Indonesia sesuai dengan kompetensi dan passion masing-masing.

“Dalam rangka memperbaiki kondisi kepemudaan Indonesia, diperlukan perbaikan kepedulian kita kepada pemuda Indonesia melalui perbaikan pelayanan kepemudaan, perbaikan tata-kelola pelayanan kepemudaan, dan dukungan sumber daya hingga kondisi kepemudaan Indonesia menjadi lebih baik yang tercermin dengan meningkatnya IPP,” tutup Adi. (MRF/RDM/APR)

Dorong Penerapan Srikandi, Dispersip Kalsel Gelar Sosialisasi Pergub 74/2023

Banjarbaru – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 74 Tahun 2023 Tentang Pedoman Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan sosialisasi yang dibuka Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani diikuti para pengelola arsip pada SKPD dan UPTD di lingkungan Pemprov Kalsel ini bertempat di salah satu hotel berbintang, Senin (28/10).

Nurliani mengatakan pengelolaan arsip di era digital saat ini dituntut mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sehingga arsip dapat didayagunakan secara cepat, tepat, lengkap dan akurat.

“Penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik menjadi hal mutlak yang harus dilakukan pemerintah untuk mengikuti perkembangan jaman dan mempercepat kinerja organisasi,” katanya

Oleh karena itu, lanjut Nurliani, Pergub ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pemerintah daerah sehingga dapat mendukung terciptanya tertib arsip dalam upaya penyelenggaraan kearsipan nasional yang efektif, efesien dan sistematis.

“Dalam rangka memberikan pemahaman yang mendalam terkait Pergub tersebut maka Dispersip Kalsel melaksanakan kegiatan sosialisasi pada hari ini,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong dan memotivasi SKPD dan UPTD di lingkungan Pemprov Kalsel meningkatkan kualitas pengelolaan arsipnya melalui pemanfaatan aplikasi Srikandi.

“Dalam kesempatan baik ini, saya juga meminta agar semua SKPD dan UPTD dapat menjalankan aplikasi Srikandi dalam pengelolaan persuratannya, baik itu pembuatan surat keluar, pendisposisian surat serta pengarsipan surat sesuai peraturan yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (DISPERSIP.KALSEL-NRH/RDM/APR)

Festival Barongsai Kalsel Kembali Digelar

BANJARBARU – Festival barongsai Kalimantan Selatan kembali dilaksanakan pada tahun 2024 ini, bertempat di salah satu mall terbesar di Kota Banjarbaru, Minggu (27/10). Gelaran ini diapresiasi langsung Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan harapan festival barongsai ini bukan sekadar tontonan semata, namun dapat menjadi sebuah simbol budaya yang kaya akan nilai sejarah dan makna kebersamaan.

Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel Adi Santoso, menyampaikan bahwa festival barongsai ini berfokus untuk melestarikan barongsai, sebagai salah satu bentuk olahraga rekreasi yang kini terus berkembang di Kalimantan Selatan. Melalui festival barongsai Kalimantan Selatan tahun 2024 ini, dapat menjadi wadah untuk menjalin persatuan dan solidaritas antar warga.

Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik (kiri) bersama dengan PLT Kepala Dispora Kalsel (tengah) dan Ketua Tim Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) Kalsel (Kanan)

“Dengan adanya festival ini, barongsai bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai cermin dari upaya kita, dalam merawat warisan budaya, mengajak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan seni budaya yang unik ini,” ungkap Adi.

Adi menambahkan, selain sebagai ajang kompetisi, festival ini juga memperlihatkan keterampilan, dalam memainkan barongsai dengan kostum yang khas, gerakan yang dinamis, serta atraksi yang atraktif. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga, yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

“Melalui setiap gerakan dan atraksi, kita belajar bahwa kekompakan, disiplin, dan kerjasama adalah kunci untuk menciptakan harmoni,” tutup Adi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, Diauddin, menyampaikan dukungannya untuk kelangsungan festival ini sebagai bentuk pelestarian budaya dan olahraga rekreasi.

“Pemprov Kalsel melalui Dispora Kalsel siap mendukung festival ini agar bisa menjadi ajang tahunan yang lebih besar dan lebih meriah dsri tahun ke tahun,” ungkap Diauddin.

Diauddin menambahkan, dengan keberlanjutan dan dukungan yang konsisten, Festival Barongsai se-Kalimantan Selatan berpeluang besar untuk menjadi salah satu ikon budaya yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus mempromosikan kekayaan seni budaya di Banua.

“Jadi Festival Barongsai ini sudah memasuki tahun ke dua dilaksanakan. Ini sebagai upaya untuk melestarikan seni budaya dan olahraga rekreasi barongsai,” tutup Diauddin.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) Kalsel, Nawang Wijayati, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalsel, atas dukungan yang diberikannya, sehingga festival barongsai Kalimantan Selatan kembali digelar ditahun 2024 ini.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Kalsel atas dukungannya. Apalgi Olahraga barongsai kalsel ini telah diakui ditingkat internasional karena telah meraih prestasi membanggakan untuk Banua,” ucap Nawang.

Ia menambahkan, festival barongsai Kalimantan Selatan tahun 2024 diikuti 10 tim dari kabupaten – Kota se Kalsel sekaligus seleksi atlet barongsai untuk ke tingkat nasional pada tahun 2025 mendatang. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar Kabupaten/Kota yang belum membentuk organisasi Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) dapat segera membentuk kepengurusan.

“Kita harapkan kabupaten/Kota yang belum membentuk kepengurusan PLBSI agar segera membetuk. Karena kita ingin menjaring atlet barongsai di kabupaten/Kota,” tutup Nawang.

Pada kegiatan ini, ratusan masyarakat turut menyaksikan pertunjukan tim – tim barongsai, dan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. (MRF/RDM/APR)

Tingkatkan Kreativitas Pemuda, Museum Lambung Mangkurat Kalsel Sukses Gelar Lomba Video

BANJARBARU – Malam pengumuman pemenang lomba video profil Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dilaksanakan di halaman Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Banjarbaru, Jumat (4/10).

Malam pengumuman tersebut, sekaligus merupakan hari terakhir rangkaian Festival Gerbang Nusantara, yang dilaksanakan Museum Lambung Mangkurat sejak 1 Oktober lalu.

Dari tim 18 yang ikut dalam lomba tersebut, pihak Museum Lambung Mangkurat memilih Dekovi Creative sebagai pemenang lomba.

Atas keberhasilannya itu, Dekovi Creative menerima berbagai penghargaan termasuk uang pembinaan dari museum.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, dalam sambutannya mengapresiasi hasil karya video yang dikirimkan seluruh peserta.

Foto bersama dewan juri dan para pemenang lomba

Menurutnya, seluruh peserta sudah sudah memenuhi kriteria yang diinginkan, yaitu menampilkan sisi sejarah dan kebudayaan yang terdapat di museum.

“Kreativitas dalam pemilihan musik juga sudah sangat cocok dengan video yang dikirimkan, akan tetapi pihak juri harus tetap memilih yang terbaik diantara semuanya,” jelasnya.

Akbar menyebut, penyelenggaraan lomba itu sendiri yaitu untuk mengasah kreatifitas generasi muda khususnya pelajar di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel, terutama dalam bidang teknologi video.

“Dan kita menginginkan mereka untuk tetap menguasai teknologi digital sembari menghasilkan kreasi yang menampilkan sisi kebudayaan,” ungkapnya.

Akbar berencana untuk kembali melakukan kegiatan serupa tahun mendatang, dengan target hadiah dan jumlah partisipasi peserta yang lebih meningkat.

“InsyaAllah kami upayakan tahun depan akan lebih meriah,” pungkasnya.(SYA)

Pelantikan Pj Sekdako Banjarbaru Mendadak Batal, Nurliani : Ada Kendala Teknis

BANJARBARU – Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru yang terjadwal pada Selasa (25/9) pukul 13.00 Wita, di Aula Gawi Sabarataan mendadak batal.

Kesiapan acara Pelantikan Pj Sekdako Banjarbaru, Rabu (25/9)

“Ada kendala tekhnis sedikit,” ucap Pjs. Wali Kota Banjarbaru, Nurliani, singkat.

Menurut Bunda Nunung (sapaan akrabnya) undangan pelantikan yang Ia tandatangani sudah tersebar, perangkat acara sudah lengkap. Namun acara tak kunjung dimulai hingga waktu menunjukkan pukul 15.00 Wita.

“Penyebabnya tidak bisa saya sebutkan, tapi SK sudah di tangan. Kini kita menunggu waktu yang tepat,” tambahnya.

Untuk nama pejabat yang dilantik, Bunda Nunung tidak bisa menyebutkan, meski SK sudah ada.

“Kita tunggu saja, siapa yang akan dilantik nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa pejabat eselon 2, ketika ditanya, mengaku tidak tahu menahu penyebabnya.

“Kami tidak tahu, kami hanya undangan,” ungkap salah seorang Kepala Dinas.

Dari pantauan Abdi Persada sejak pukul 13.00 Wita, sebelumnya sejumlah pejabat lingkup Kota Banjarbaru, seperti para Staf Ahli Wali Kota, para Asisten, dan seluruh Kepala Perangkat Daerah (Inspektur, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Satpol PP, Sekretaris Dewan dan Camat) Lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru, Direktur RSDI dan para Kabag Setdako Banjarbaru terlihat rapi memakai PSL memenuhi Aula Gawi Sabarataan.

Bukan hanya pejabat lingkup Pemko, terlihat pula unsur pimpinan Forkopimda ada di ruangan tersebut.

Mereka menunggu kurang lebih dua jam, hingga akhirnya diumumkan, bahwa acara dibatalkan. (RDM/RH)

Pilkada Banjarbaru, ELH – Wartono Nomor 1 dan Aditya – Said Nomor 2

BANJARBARU – KPU Kota Banjarbaru menggelar Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru pada Pemilihan Serentak Tahun 2024, di halaman kantornya, Senin (23/9) malam.

Sidang pleno dipimpin langsung Ketua KPU Kota Banjarbaru, Dahtiar didampingi seluruh jajaran komisioner KPU Kota Banjarbaru.

Turut hadir menyaksikan jalannya rapat pleno, Pj. Sekdako Banjarbaru, Nurliani Dardi, Forkopimda Banjarbaru, Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru, serta para pendukung kedua pasangan calon (paslon).

Kemeriahanpun mengiringi proses rapat pleno terbuka tersebut. Riuh bersahutan para tim pendukung kedua paslon, mengiringi setiap moment penyebutan nama paslin yang mereka usung.

Berdasarkan hasil pengundian, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby – Wartono mendapatkan nomor urut 1. Sedangkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin – Said Abdullah mendapatkan nomor urut 2.

“Malam ini, kita sudah melihat bersama, dua pasangan calon sudah mendapatkan nomor urut. Dalam prosesnya kami bersyukur karena dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Ketua KPU Banjarbaru, Dahtiar, kepada wartawan usai acara.

Agenda selanjutnya menurut Dahtiar, akan dilaksanakan Deklarasi Kampanye Damai.

“Selasa 24 September pukul 09.00 Wita, kami meminta kedua paslon juga berhadir, dan semua stakeholder terkait kita undang. Harapan kita besok menjadi komitmen bersama, untuk menjaga Kota Banjarbaru dalam proses pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru,” tutup Dahtiar. (RDM/RH)

APBD Perubahan 2024, Taufik Rachman : Penggunaannya Harus Dioptimalkan

BANJARBARU – Wakil Ketua 1 DPRD Banjarbaru Taufik Rachman mewanti-wanti, agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat lebih mengoptimalkan serapan anggaran perubahan pada APBD 2024, mengingat waktu yang tersedia hanya sekitar dua bulan saja.

“Kami mengharapkan, pekerjaan fisik yang walaupun kecil dilaksanakan semaksimal mungkin. Kami juga mendorong SKPD Tekhnis, untuk prosesnya agar bergerak cepat,” katanya, kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Untuk itu Taufik mengingatkan, SKPD dapat memaksimalkan sebaik mungkin belanja pada anggaran APBD Perubahan tersebut.

“Jika serapan anggaran nilainya rendah. Itu menandakan SKPD tersebut tidak bekerja secara maksimal. Ini akan berpengaruh pada penganggaran berikutnya. Dan apabila banyak program yang tidak dikerjakan, pastinya akan menjadi pembahasan kami di dewan,” tutupnya.

Seperti diketahui, hasil kesepakatan antara Pemko dengan DPRD Banjarbaru, dalam Rapat Paripurna yang digelar beberapa waktu lalu, untuk APBD perubahan 2024 besaran belanja daerah mencapai Rp1,76 triliun. (RDM/RH)

Exit mobile version