Meriahkan Kalsel Expo 2024, Disnakertrans Kalsel Hadirkan Produk Unggulan UMKM Binaan dan Doorprize

Banjarbaru – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan turut memeriahkan Pameran Kalsel Expo 2024 di Lapangan Murjani, yang berlangsung selama lima hari mulai 18-22 September 2024

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti melalui Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK), Indah Fajarwati mengatakan stand Disnakertrans Kalsel mengangkat tema “Mewujudkan Tenaga Kerja dan Warga Transmigrasi Kalsel Produktif, Kompeten, Berdaya Saing dan Sejahtera” yang menghadirkan produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Binaan.

“Jadi di stand kita, pengunjung bisa dilihat hasil-hasil dari binaan Disnakertrans Kalsel seperti kawasan transmigrasi yang menghadirkan souvenir buah jeruk, ada juga hasil kerajinan olahan seperti rengginang mini, kerupuk ikan patin. Sementara dari binaan bidang P4TK akan membagikan kue Unyil hasil olahan dari pemagangan difabel. Produk-produk ini nanti bisa dinikmati masyarakat yang berkunjung ke stand kami. Tentu saja dengan syarat tertentu,” jelasnya.

Stand Disnaketrans Kalsel di Pameran Kalsel Expo 2024

Selain itu, lanjut Indah, masyarakat juga dapat memperoleh informasi terkait Bidang Pengawasan, Bidang Hubungan Industrial dan Balai Latihan Kerja (BLK) serta Laboratorium Keselamatan Kerja (Lab K3).

“Ada banyak alat peraga dari BLK yang bisa dilihat, salah satunya baju-baju hasil pelatihan tata busana, alat peraga dari pelatihan kelistrikan,” terangnya

Oleh karena itu, Indah mengajak masyarakat untuk berkunjung ke stand Disnakertrans Kalsel yang berada di sebelah kanan pintu utama Kalsel Expo 2024.

Kabid P4TK Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati

“Kami menyediakan berbagau materi, bahan, games dan kuis yang edukatif bagi pengunjung stand,” tutupnya. (NRH/RDM/RZN)

Pemprov Kalsel Umumkan Kualifikasi Pendidikan untuk Formasi PPPK 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memberikan informasi terbaru terkait kualifikasi pendidikan untuk Formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2024.

Kepala BKD Kalsel, Dinansyah melalui Kassubid Pengadaan dan Pemberhentian, Muhammad Randi, menjelaskan pengumuman ini bukanlah bagian dari pembukaan pendaftaran, melainkan panduan bagi calon peserta untuk mempersiapkan berkas dan mengetahui formasi yang akan dibuka pada penerimaan PPPK Tahun Anggaran 2024/2025.

Kasubbid Pengadaan dan Pemberhentian, BKD Kalsel, Muhammad Randi

“Pemprov Kalsel mendapatkan jatah formasi sebanyak 1.493 untuk PPPK tahun ini. Rinciannya meliputi 1.000 formasi bagi PPPK Guru, 175 formasi untuk PPPK Tenaga Kesehatan, dan 318 formasi untuk PPPK Tenaga Teknis,” ungkapnya, Selasa (17/9).

Randi mengatakan formasi ini diprioritaskan bagi non-ASN yang sudah terdata dalam sistem BKN serta tenaga honorer yang telah bekerja minimal dua tahun berturut-turut di lingkup Pemprov Kalsel.

“Oleh karena itu di imbau agar non ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk mengikuti seleksi PPPK tahun ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, KemenPAN-RB juga telah menerbitkan kebijakan yang memungkinkan pelamar yang tidak lolos seleksi PPPK dapat dipertimbangkan untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu, meski rincian teknis pengangkatannya masih menunggu regulasi lebih lanjut.

Selain itu, untuk formasi PPPK Teknis, terdapat jabatan yang dibuka bagi lulusan dari berbagai jurusan.

“Jabatan penata layanan operasional kini tersedia bagi semua latar pendidikan, termasuk pengelola layanan operasional untuk lulusan D III, dan pranata administrasi perkantoran bagi lulusan SLTA/sederajat,” tutup Randi. (BDR/RDM/APR)

DKP3 Banjarbaru Restocking 5.000 Gurami Untuk Jaga Ekosistem dan Tingkatkan Populasi

BANJARBARU – Guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan dan meningkatkan populasi ikan, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) melakukan pelepasliaran (restoking) sebanyak 5.000 benih ikan Gurami di area Embung Kelurahan Cempaka, Rabu (11/9).

“Pelepasliaran benih ikan Gurami ini untuk meningkatkan populasi ikan di perairan umum, dan juga menjaga ekosistem keanekaragaman hayati,” ucap Kepala DKP3 Kota Banjarbaru Abu Yajid Bustami.

Dijelaskan Yajid, restocking ikan merupakan aksi melepaskan ikan ke lingkungan perairan untuk mendukung upaya pelestarian sumber daya air, termasuk sungai, waduk, embung, dan sejenisnya.

“Melalui restocking memanfaatkan perairan yang ada dalam embung, selain meningkatkan populasi ikan dan terus menjaga keseimbangan ekosistem, juga untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” ujarnya.

Yajid juga menekankan tujuan paling penting melepasliarkan benih ikan gurami itu agar meningkatkan ketersediaan produksi ikan yang bisa dikonsumsi masyarakat terutama di Kota Banjarbaru.

“Benih ikan gurami dipilih karena merupakan salah satu ikan lokal yang memiliki kandungan gizi dan nilai ekonomi yang tinggi, disamping mudah berkembang biak di perairan tawar,” tambah Yajid.

Tak lupa Yajid pun mengajak masyarakat tidak merusak ekosistem dan menjaga kelestarian lingkungan perairan, terutama pada Embung Cempaka.

“Harapan kami embung dapat lebih berkembang selain menjadi lokasi budidaya ikan, juga tempat wisata sehingga harus dijaga Pokmas dan masyarakat agar embung tetap terpelihara,” tutupnya. (RDM/RH)

Pertama di Indonesia, Bung Tara Station Kini Ada di Pusat Ibukota Kalsel

BANJARBARU – Di Kota Banjarbaru, tepatnya di lapangan Murjani, kini tersedia Bung Tara Station, sebuah fasilitas penyambungan sementara yang dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan event masyarakat umum.
Peresmiannya dilakukan pada Jum’at (30/8) oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Nurliani Dardie.

Dalam sambutannya, Bunda Nunung (sapaan akrab Pj. Sekdako) menyampaikan harapannya agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan komunitas di Banjarbaru.

“Bung Tara Station kedepannya akan sangat memudahkan untuk event-event di Kota Banjarbaru khususnya di Lapangan Murdjani,” ujarnya.

Ia berharap, dengan diresmikannya Bung Tara Station, akan semakin banyak kegiatan positif yang dapat dilaksanakan di Lapangan Murdjani.

“Ini sekaligus mendorong gerakan ramah lingkungan dan juga net zero carbon emission, serta partisipasi masyarakat dalam membangun Banjarbaru yang lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, General Manager UID Kalselteng, Ahmad Syauki, dalam sambutan tertulisnya menyampaikan, PLN memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mengelola Lapangan Murjani. Dari waktu ke waktu, Lapangan Murjani semakin Cantik, Bersih dan semakin menegaskan sebagai Landmark unggulan Kota Banjarbaru.

“Sebagai bentuk apresiasi dan kontribusi PLN kepada Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mengelola Lapangan Murjani, PLN membangun Bung Tara Station Pertama di Indonesia,” ucapnya.

Fasilitas ini memurutnya, disediakan untuk mempermudah penyelenggaraan berbagai acara yang diadakan di pusat kota, mulai dari kegiatan seni dan budaya hingga olahraga dan kegiatan sosial lainnya. (RDM/RH)

Polres Banjarbaru Musnahkan Sabu Seberat 12,30 Gram

BANJARBARU – Sat Resnarkoba Polres Banjarbaru melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu – sabu yang merupakan hasil pengungkapan dengan barang bukti seberat 5 gram atau lebih sebanyak 3 (tiga) kasus yang diungkap jajarannya selama Agustus 2024.

Kegiatan pemusnahan ini dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polres Banjarbaru AKP Ahmad Denny Juniansyah bertempat di Kantor “Sanika Satyawada” Sat Resnarkoba Polres Banjarbaru dan dihadiri oleh perwakilan dari Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Pengadilan Negeri Banjarbaru dan BNN Kota Banjarbaru, Kamis (29/8) sekitar pukul 09.15 Wita.

Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah melalui Kasat Resnarkoba Polres Banjarbaru AKP Ahmad Denny Juniansyah menjelaskan dari 3 (tiga) kasus yang berhasil diungkap kami mengamankan tersangka sebanyak 4 (empat) orang laki – laki.

“Untuk total berat barang bukti sabu – sabu yang dimusnahkan hari ini seberat 12,30 gram dimana sebagian disisihkan dengan berat 0,01 gram guna pemeriksaan di Laboratorium dan sabu seberat 1,00 gram juga disisihkan guna pembuktian di Sidang Pengadilan,” jelasnya.

“Pemusnahan ini dilakukan dengan cara di blender kemudian dimasukkan ke dalam larutan detergen dan di aduk kemudian dibuang ke toilet dengan disaksikan 4 (empat) orang tersangka yang kini telah menjalani proses hukum di Polres Banjarbaru,” ucapnya.

Kapolres Banjarbaru juga mengucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat yang telah membantu Pihak Kepolisan dari Sat Resnarkoba Polres Banjarbaru untuk memberantas peredaran narkoba diwilayah hukum Polres Banjarbaru. (POLRES.BJB/RDM/RH)

Kota Banjarbaru Didatangi KPK RI, Untuk Dinilai Jadi Percontohan Kota Anti Korupsi

BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu dari tiga Kab/Kota di Kalimantan Selatan yang dilakukan observasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, untuk menjadi percontohan daerah anti korupsi, selain Banjarmasin dan Barito Kuala.

Dalam kunjungannya ke Banjarbaru, Kamis (29/8) Plh. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Fries Mount Wongso mengatakan, Observasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan daerah dalam memenuhi indikator yang telah ditetapkan. tiga Kabupaten dan Kota yang terpilih ini nantinya akan dinilai apakah daerah daerha ini layak menjadi Kabupaten dan Kota percontohan anti korupsi pada tahun 2025.

“Kota Banjarbaru adalah lokasi ketiga yang kami datangi, setelah Banjarmasin dan Batola,” ujar Fries.

Disampaikan Fries, di Kota Banjarbaru, pihaknya akan mengobservasi MPP yang dimiliki kota ini. Karena menurutnya, segala perizinan dengan MPP dapat dilakukan satu tempat. Terlebih MPP bersifat terbuka dan tidak ada ruang khusus, kecuali ruang pengaduan.

“Di ruang pengaduan di MPP pun kami minta adakan kamera pengintai, agar ruang ini tidak menjadi ruang transaksi,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru M. Aditya Mufti Ariffin mengaku bangga menjadi kandidat kota yang diobservasi oleh KPK RI.

“Semoga Banjarbaru dapat mewujudkan sebagai kota anti korupsi,” tutup Aditya

Untuk diketahui, ada enam komponen dan 19 indikator yang menjadi acuan bagi suatu Kabupaten dan Kota untuk dapat dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota anti korupsi.

KPK bekerja sama dengan berbagai Kementerian, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Ombudsman dan BPKP yang menilai kelayakan pemenuhan komponen dan indikator tersebut. (RDM/RH)

Tingkatkan Konsumsi Ikan, Dilautkan Kalsel Gelar Lomba Masak Ikan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalsel, menggelar Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Kalsel ke-21 Tahun 2024, di Halaman Perkantoran Setda Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, pada Rabu (21/8) siang.

Lomba tersebut diikuti oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kalimantan Selatan, dengan tiga kategori lomba, yaitu menu kudapan, menu keluarga, dan menu balita.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Raudatul Jannah Sahbirin Noor, didampingi Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan yang mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, beserta sejumlah Kepala SKPD Lingkup Pemprov Kalsel.

Ketua TP PKK Kalsel berkeliling mencicipi makanan pada lomba masak ikan

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Ahmad Bagiawan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sangat menekankan pentingnya upaya pemanfaatan sumber daya hayati perikanan dan perairan sebagai bagian integral dari pembangunan sektor perikanan di daerah tersebut.

“Pembangunan sektor perikanan memiliki nilai ekonomis yang penting dan tinggi, bahkan sangat strategis dan prospektif sebagai produk yang menjanjikan di masa mendatang,” ucapnya.

Sahbirin Noor juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan perhatian serius terhadap permasalahan stunting dan gizi buruk. Masalah ini dapat menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia dan tumbuh kembang anak.

“Mengingat Banua kita yang kaya akan sumber daya perikanan serta kebiasaan masyarakat Banjar yang gemar makan ikan, tentunya ini merupakan potensi yang dapat diangkat, dikembangkan, dan dipromosikan untuk mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting di daerah kita,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, menyampaikan bahwa lomba masak ikan tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kebiasaan makan ikan di seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Perlu diketahui, angka konsumsi ikan di Provinsi Kalimantan Selatan sudah cukup tinggi, mencapai 65 kg per kapita per tahun. Angka ini berada di atas rata-rata nasional yang hanya sekitar 55 kg per kapita per tahun.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kalimantan Selatan sudah memiliki kesadaran yang baik terhadap pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein,” tutup Rusdi. (MRF/NRH/APR)

384 Peserta Ikuti Kejuaraan Paman Birin Archery Open ke-3 DESDM Kalsel Competition 2024 di Banjarbaru

BANJARBARU – Paman Birin Archery Open ke-3 Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kalsel Competition 2024, resmi dibuka di Lapangan Panahan DESDM Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (21/8).

Kejuaraan yang berlangsung mulai 21 hingga 25 Agustus 2024 ini diikuti 384 peserta dari 60 klub panahan, yang berasal dari 16 Kabupaten/Kota di empat provinsi termasuk Kalsel.

Paman Birin Archery Open ke-3 terbagi dalam 10 kelas diantaranya kategori Standar Bow U-10 jarak 10meter, Bear Bow umum jarak 20meter, Vita Recap 70meter, dan Bear Bow 50meter.

Pembukaan dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Membacakan sambutan Gubernur, Adi Santoso menyampaikan rasa syukurnya terhadap popularitas olahraga panahan di Kalsel, yang dibuktikan dari banyaknya minat masyarakat serta meningkatnya berbagai kompetisi panahan.

Kepala DESDM Kalsel Isharwanto (kiri) saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu pihak swasta yang mendukung kegiatan

“Momentum baik ini harus dapat kita jaga dan kita tingkatkan lagi secara konsisten,” katanya.

Adi berharap kejuaraan ini dapat diselenggarakan secara rutin, agar olahraga panahan di Banua semakin dikenal, banyak diminati oleh masyarakat dan dapat meningkatkan prestasi olahraga di banua Kalsel.

“Saya berharap sekarang dan ke depan olahraga memanah di banua dapat terus menunjukkan eksistensinya baik dari segi pembinaan maupun raihan prestasi,” tuturnya.

Sementara, Kepala DESDM Kalsel, Isharwanto mengatakan, kejuaraan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalsel ke-74 dan HUT RI ke-79.

“Kita jadikan momentum itu untuk melahirkan atlet panahan, di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Isharwanto juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalsel dan seluruh aparat pemerintah provinsi Kalsel karena telah memberikan apresiasi dan dukungan penuh akan terselenggaranya acara ini.

“Termasuk pihak-pihak swasta yang telah membantu memberikan partisipasi dan berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (SYA/NRH/APR)

Badan Kesbangpol Kalsel Riang Gembira Bentangkan Sasirangan Rekor MURI 2024

Banjarbaru – Seluruh karyawan/karyawati Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, terlihat riang gembira membentangkan kain sasirangan berwarna cokelat, saat menyambut kedatangan Ketua Dekranasda Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah yang secara khusus menyapa mereka.

Istimewanya lagi para pegawai kompak mengenakan seragam kain batik sasirangan bermotif indah dan pada ujung kain diberikan tulisan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan.

“Selamat siang ibu, Salam Hangat dari kami semua,” ucap para pegawai saat membalas sapaan ramah Acil Odah.

Ya, suasana penuh kegembiraan dan keceriaan juga bisa dilihat ratusan para pegawai, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang secara serentak membentangkan ribuan meter kain sasirangan dengan beragam corak.

Inisiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel, Acil Odah itu dinilai Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai event budaya penggerak perekonomian daerah dalam mendorong peningkatan kerajian lokal dan peningkatan produktivitas ekonomi.

Inisiasi Dekranasda Provinsi Kalsel itu pun mendapat apresiasi MURI dengan memberikan anugerah piagam istimewa MURI Award 2024.

“Kami sangat terkesan dengan even luar biasa ini. Bapak Kaban Kesbangpol dan kami seluruh pegawai sangat mendukung” tutur Sri Rachma SSos MAP, Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel, ditemui di lokasi pembentangan kain sasirangan, di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Selasa (20/8).

Menurut Rachma sapaan akrabnya, inisiasi dari Ketua Dekranasda Kalsel ini sangat luar bisa. Selain efektif mengenalkan produk lokal unggulan daerah, mampu mendorong peningkatan perekonomian daerah, juga sebagai media promosi efektif di tingkat lokal, nasional maupun dunia .

Berdasarkan pantauan harian ini, dukungan terhadap pemecahan rekor MURI dengan cara Membentangkan Kain Sasirangan terpanjang ini tidak hanya dari kalangan pegawai, juga dari para mahsiswa, pelajar dan masyarakat umum.

Salah satu SKPD yang juga terlihat antusias mendukung kegiatan ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel Raden Suria Fadliansyah mengatakan, even budaya membentangkan kain sasirangan terpanjang ini merupakan baru pertama digelar di Kalsel.

Pada event tersebut, oleh BPBD Kalsel disisipkan dengan sosialisasi mitigasi bencana berupa imbauan untuk tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan dan informasi mitigasi bencana lainnya. (Rilis/NRH/APR)

Pj Sekda Banjarbaru Nurliani, Pimpin Upacara Serenade HUT ke-79 RI

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar upacara penurunan bendera HUT Kemerdekaan ke -79 Republik Indonesia, di lapangan dr Murjani, Sabtu (17/8) sore.

Sebelum penurunan bendera, dilangsungkan upacara serenade yang dipimpin Penjabat (Pj) Sekda Nurliani Dardie didampingi ajudan Muhammad Nor Ikhsan.

“Upacara serenade ini, diisi dengan nyanyian lagu-lagu nasional yang dibawakan paduan suara PGRI Kota Banjarbaru dan penampilan marching band Diva Swara Dharma Banjarbaru,” ungkap Nurliani, usai acara.

Setelah serenade selesai, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera Merah Putih.
Penurunan bendera dipimpin inspektur upacara Ketua DPRD Fadliansyah Akbar.

Ketua DPRD Banjarbaru menggantikan Wakil Wali Kota Wartono yang dikabarkan mendadak sakit.
Sekadar diketahui, serenade adalah istilah umum yang merujuk kepada nyanyian atau alunan musik untuk memberikan penghormatan pada sore hari. Biasanya dibawakan oleh banyak orang, bisa dalam bentuk paduan suara, nyanyian tunggal, atau kelompok musik (ensembel, orkes simfoni).

Di Indonesia, serenade kerap kali ditambahkan sebagai bagian dari upacara perayaan hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, yang ditampilkan setelah upacara penurunan bendera selesai.
Lagu perjuangan, lagu nasional, dan lagu bertema patriotisme nasionalisme yang dinyanyikan dalam serenade bertujuan untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur di medan perang dalam rangka ikut memerdekakan Indonesia. Selain itu juga untuk membangkitkan semangat seluruh generasi dalam rangka mengisi kemerdekaan. (RILIS/RDM/RH)

Exit mobile version