PAUD Omah Kepompong Diharapkan Jadi Role Model Sekolah di Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan serta pemerintah kota Banjarbaru mengapresiasi pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Omah Kepompong Banjarbaru, Senin (25/10).

Suasana simulasi pembelajaran yang diterapkan di PAUD Omah Kepompong Alam Eco School Banjarbaru

Dalam sambutannya pada peresmian sekaligus perayaan ulang tahun perama PAUD Omah Kepompong Banjarbaru, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan Faturrahman mengatakan pendidikan anak usia dini merupakan  awal yang fundamental bagi pembentukan karakter bangsa.

“Saya mengapresiasi kepada seluruh pengurus PAUD Omah Kepompong atas kontribusinya dalam pembangunan anak usia dini,” ucapnya.

Menurut Faturrahman, perkembangan kehidupan manusia dimulai dan didasari oleh pertumbuhan perkembangan anak sejak usia dini yang berlangsung sejak usia lahir hingga berusia 6 tahun. Karena pada umur tersebut ditambahkannya, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek.

“Kami pemerintah provinsi Kalimantan Selatan menginginkan agar PAUD Omah Kepompong dapat terus konsisten dalam membangun dunia pendidikan, terutama sebagai wadah terbaik pertumbuhan maupun perkembangan jasmani dan rohani anak agar siap memasuki tahapan pendidikan Sekolah Dasar,” pinta Faturrahman.

Dengan jumlah sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia dikatakan Faturrahman, anak merupakan potensi besar yang tidak boleh disia-siakan. Bahkan harus dipersiapkan sejak dini agar kualitas pembangunan manusia dapat terjaga dengan baik.

“Dengan dibangunnya PAUD Omah Kepompong ini saya harapkan dapat menjadi wujud awal untuk terus memberikan kontribusi kualitas pembangunan banua,” harap Faturrahman.

Di tempat yang sama, Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin mengatakan PAUD Omah Kepompong memiliki fasilitas serta sarana dan prasarana yang sudah sangat bagus bahkan melebihi standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Saya harap PAUD Omah Kepompong dapat menjadi role model bagi sekolah lain di Kalimantan Selatan dan kota Banjarbaru,” harap Aditya.

Sementara itu ketua Yayasan PAUD Omah Kepompong Amalia Rahmawati menjelaskan sekolah yang menerapkan konsep Eco School (Sekolah Alam) ini selain menerapkan kurikulum yang diberikan oleh Dinas Pendidikan, juga menerapkan kurikulum akar alam dari School of Universe yang mengajarkan akhlak, logika, kepemimpinan serta bisnis yang menanamkan pendidikan karakter kepada anak usia dini.

“Dengan konsep pembelajaran seperti ini kami harapkan anak anak dapat belajar dengan merdeka di alam terbuka sehingga dapat berfikir kristis dan kreatif,” terang Amalia.

Tak hanya pendidikan formal Paud dan TK, yayasan yang terletak di Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan ini, juga melayani penitipan balita yang orang tuanya sibuk bekerja. (TR21-01/RDM/RH)

Dispar Kalsel Sukses Menggelar Tiga Event Untuk Bangkitkan Pariwisata

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, sukses menggelar tiga event sekaligus pada Oktober 2021 ini.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, dalam sambutannya di Panggung Colloseum, kantor Gubernur lama Banjarmasin, pada Minggu petang (24/10) sekaligus menutup Festival wisata budaya pasar terapung, ketiga event itu South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), Travel Fair, dan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, yang digelar telah berjalan sukses.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh perwakilan kepala daerah kabupaten dan kota, SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi serta kabupaten dan kota, yang turut serta berpartisipasi dalam event ini,” ucapnya.

Syarifuddin menyampaikan, melalui event Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, yang berlokasi di siring nol kilometer kota Banjarmasin, dan Travel Fair dipusatkan di salah satu hotel ternama Banjarbaru yang digelar selama tiga hari mulai tanggal 22 – 24 Oktober 2021. Kemudian event South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), sejak 21 – 24 Oktober 2021, sebagai langkah tonggak kebangkitan di sektor pariwisata, karena paling besar yang terdampak akibat pandemi COVID-19, sejak tahun 2020 lalu.

“Event ini akan menghidupkan kembali destinasi wisata dan perekonomian di Kalsel,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalimantan Selatan, Mutia Amana Nastiti sebagai salah satu mitra kerja Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, selama empat hari dalam event South Kalimantan Travel Mart (SuKa Travel Mart) telah berjalan lancar. Para buyer di bawa berkeliling ke sejumlah destinasi wisata unggulan Kalimantan Selatan. Hari pertama berkeliling ke danau Riam Kanan, dilanjutkan naik bukit Matang Kaladan, yang terkenal seperti raja ampat Papua, serta menyaksikan kesenian bakuntau dan madihin. Tidak sampai disitu para buyer, juga diajak berkunjung ke destinasi wisata Loksado, untuk menikmati keindahan alam Geopark Meratus, bambu rafting yang memacu adrenalin, serta hari terakhir ke pasar terapung.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalimantan Selatan, Mutia Amana Nastiti

“Para tamu mengaku sangat senang, dalam menikmati pariwisata, namun ada beberapa saran yang disampaikan diantaranya peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengelola pariwisata, ke depan pemerintah setempat, dapat membantu memberikan pelatihan,” katanya panjang lebar.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Umum DPP ASPPI, Rudi Indriawan, peran dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) nantinya akan mampu meningkatkan pelayanan dan transportasi, untuk infrastruktur sudah baik.

“Sekarang ini sudah cukup baik, namun tidak ada salahnya ditingkatkan lebih baik lagi, kami siap membantu promosi di media sosial,” tutupnya.

Rombongan buyer setelah berkunjung ke pasar terapung

Untuk diketahui, dalam rangkaian penutupan, Dinas Pariwisata Kalsel, mengumumkan pemenang berbagai lomba Festival Budaya Pasar Terapung di antaranya, juara kelotok (perahu) hias antar SKPD dimenangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, lomba Kampung Banjar dimenangkan oleh Kota Banjarbaru. Kemudian, lomba acil jukung (perahu) dimenangkan oleh Nor Aisah, dan lomba jukung ber-6 dimenangkan oleh tim Buaya Kuning. Sedangkan lomba foto dan video akan diumumkan pada 5 November mendatang. (NHF/RDM/RH)

Dukung Program Peningkatan Produksi, Petani di Tapin dan HSS Minta Alat Mesin Padi Combine

BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Wahyudi Rahman turun ke Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel IV yang meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST) untuk menjemput aspirasi masyarakat.

Wakil Rakyat yang akrab disapa Gabas ini mengatakan, dalam reses kali ini, dirinya menyambangi ke beberapa titik kelompok pertanian yang ada di kabupaten Tapin dan HSS yang menyampaikan berbagai aspirasi. Salah satu diantaranya petani memerlukan alat mesin padi atau Combine yang memiliki banyak keunggulan.

“Combine adalah mesin panen yang sangat canggih cara kerjanya, hanya memerlukan waktu satu jam, bisa mencapai luas panen sekitar satu hektar,” katanya kepada wartawan, Senin (25/10).

Saat ini combine selalu dicari para petani karena sangat membantu dari segi biaya panen, dibanding mesin perontok padi atau Power Thresher yang dikerjakan secara manual.

“Kalau dilihat dari segi biaya ada selisih, menggunakan combine dalam satu karung biayanya sekitar Rp35 ribu dan yang secara manual dalam satu karung sekitar Rp50 ribu,” jelasnya.

Selain itu, hasil panen dari mesin Combine tersebut lebih bersih dibanding menggunakan Power Thresher. Disamping itu, cara kerja mesin Combine sangat cepat dan tepat untuk mendukung program pemerintah peningkatan produksi.

“Dengan cara peningkatan IP 100 menjadi IP 200, yang IP 200 menjadi IP 300 dan yang sudah IP 300 menjadi IP 400,” ucapnya.

Keuntungan selanjutnya dari mesin Combine yang dirasakan para petani yaitu jerami (limbah panen) secara tidak langsung kembali ke lahan, sehingga lahan tidak banyak memerlukan salah satu unsur yaitu unsur Nitrogen (N), karena unsur N secara tidak langsung akan terbentuk melalui pelapukan jerami di lahan tersebut.

Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap ke depan, pemerintah baik di provinsi atau kabupaten di Kalsel harus lebih fokus terhadap infrastruktur pertanian, perkebunan dan peternakan dalam rangka pemulihan perekonomian.

“Infrastruktur itu seperti jalan usaha tani atau jalan produksi serta juga peralatan yang menunjang pertanian terhadap pemulihan ekonomi setelah terdampak pandemi meskipun Covid-19 ini belum berakhir,” harapnya.

Aspirasi masyarakat ini akan dihimpun dan disampaikan kepada pemerintah baik di Provinsi maupun Kabupaten untuk ditindaklanjuti.

Diketahui, Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Wahyudi telah melaksanakan reses selama delapan hari, yakni pada 17-24 Oktober 2021. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kepala Balai Pertanian Kecamatan Padang Batung Kabupaten HSS, Endah Susilowati. (NRH/RDM/RH)

Yani Helmi Wakil Rakyat Pertama Yang Berkunjung ke Kelumpang Selatan Kotabaru

KOTABARU – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menjadi dewan perwakilan rakyat daerah satu-satunya dan yang paling pertama mengunjungi sejumlah desa, di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Sekretaris Camat Kelumpang Selatan, Akhamd Mawardi mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan oleh anggota dewan dari Dapil IV itu tentu sangat diapresiasi oleh warga, aparat kecamatan. Terlebih, kehadirannya pun sangat ditunggu-tunggu.

Sekcam Kelumpang Selatan saat menyambut kedatangan M. Yani Helmi pada pelaksanaan reses di ruang pertemuan Kecamatan Kelumpang Selatan, Minggu (24/10) siang.

“Keinginan kami akhirnya tercapai juga dan dapat bertatap muka langsung dan sebenarnya sudah lama menunggu kedatangan dari paman Yani,” ujarnya usai menyambut kedatang anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, dalam pelaksanaan reses, yang di gelar di ruang pertemuan Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru, belum lama tadi.

Bahkan, ia mengucapkan terima kasih atas pendistribusian vaksin di daerahnya tersebut untuk 1.000 orang dengan tambahan sebanyak 500 dari Dinas Kesehatan Kotabaru. Kendati melampaui target, bantuan yang diberikan cukup bermanfaat bagi warganya di seluruh kecamatannya menuju herd immunity.

“Semoga silaturahmi terus berlanjut dan kami berharap meski pengawasannya ditingkat provinsi setidaknya beliau tetap bisa membina dan mengarahkan dengan berkunjung di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru, bahkan paman Yani juga orang pertama dan satu-satunya yang datang ke tempat ini,” ucapnya. 

Menanggapi itu, anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi yang membidangi ekonomi dan keungan ini menyebut sudah sepantasnya daerah yang memenangkan dirinya mendapat perhatian khusus.

“Tentu kami sangat mengapresiasi. Terlebih, daerah ini juga merupakan dapil pemenangan saya dulu menjadi anggota DPRD Kalsel,” ungkap anggota dewan Kalsel yang akrab sering disapa paman Yani tersebut.

Meski begitu, anggota dewan Kalsel dari fraksi Golkar tersebut menyampaikan, kalau daerah pemilihannya yang lain pun diluar Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, juga akan tetap mendapat apresiasi penuh. Namun, dilakukan secara bertahap.

“Sabar dulu kan, nanti akan ada jadwalnya untuk didatangi. Tunggu saja, kecamatan mana saja nanti akan saya sambangi lagi,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Festival E-Sport Piala Paman Birin Resmi Digelar

BANJARMASIN – Untuk mendukung perkembangan olahraga E-sport di Provinsi Kalimantan Selatan ini, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga-nya menggelar Festival E-sport Piala Paman Birin.

Peserta Festival E-sport Piala Paman Birin

Festival E-sport Piala Paman Birin Cup ini mulai dilaksanakan di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin, Senin (25/10).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, dilaksanakannya Festival E-sport ini merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terhadap perkembangannya olahraga E-sport di Banua ini.

“Gubernur Provinsi Kalsel Sahbirin Noor memberikan dukungan terhadap peningkatan olahraga di provinsi ini, salah satunya E-sport,” ungkap Hermansyah.

Menurut Hermansyah, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan melihat perkembangan olahraga E-sport ini cukup tinggi peminatnya dari kalangan generasi muda.

Sehingga, lanjutnya, perlu mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dengan adanya Festival E-sport ini diharapkan dapat melahirkan atlet atlet berprestasi,” ucap Hermansyah.

Pada Festival E-sport Piala Paman Birin Cup ini, diselenggarakan pada 25 – 28 Oktober 2021 di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan total hadiah puluhan juta, kepada pemenang pertandingan tersebut.

*Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan total hadiah Rp 40 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Indonesia E-SPORT ASSOCIATION (IESPA) Kalsel memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah melaksanakan Festival E-sport Piala Paman Birin.

Ketua IESPA Kalimantan Selatan Syaripuddin mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah memberikan dukungan terhadap peningkatan dan perkembangan olahraga E-sport di Banua ini.

“Dengan adanya Festival E-sport Piala Paman Birin ini, kami dapat melihat bakat bakat dari peserta,” ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya Festival E-sport Piala Paman Birin ini, dipastikan pihaknya menambah jam tanding bagi atlet atlet E-sport di Provinsi Kalimantan Selatan. Sehingga, kemampuan mereka akan semakin meningkat lagi. (SRI/RDM/RH)

Kepiting Rajungan Tanjung Pangga Kotabaru Miliki Nilai Ekonomi Tinggi, Harga Tembus Jutaan

KOTABARU – Kepiting rajungan yang selama ini menjadi mata pencaharian warga di Desa Tanjung Pangga, Kotabaru, ternyata memiliki nilai ekonomi cukup tinggi bahkan menguntungkan.

Terlebih, komoditas itu juga diakui mampu menebus pangsa pasar dari ratusan hingga jutaan rupiah perkilogramnya.

M. Yani Helmi saat menyerahkan salinan perda kepada Kades Tanjung Pangga, Hendera Jainal Rahmadi.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menyampaikan, apabila pemanfaatan dapat dikelola secara baik dan maksimal. Maka, prediksi sebagai penyumbang dalam penerimaan di Desa Tanjung Pangga, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, bisa bernilai dolar.

“Seandainya komoditi ini bisa dimanfaatkan dari hulu ke hilir, mohon maaf harganya tidak segini, tetapi bisa bernilai harga ekspor. Jadi tidak Rp500.000 – Rp600.000 lagi, tidak menutup kemungkinan potensi tersebut sangat besar,” tuturnya, kepada Abdi Persada FM usai menjaring aspirasi (Reses) di Desa Tanjung Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru, Jumat (22/10) kemarin.

Selaku anggota DPRD Kalsel yang membidangi ekonomi dan keuangan itu menyampaikan kepiting yang hidup di hutan bakau di Desa Tanjung Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru,
mampu dimanfaatkan warga sekitar untuk bertahan hidup. Terlebih, mampu menghidupi kebutuhan sehari-hari para nelayan di daerah tersebut.

“Saya melihat memang wilayah ini sangat berpotensi besar untuk melakukan pembudidayaan kepiting rajungan bakau. Bahkan, kabarnya harga jual komoditi di sejumlah pasarnya pun juga bagus,” ucap anggota Komisi II DPRD Kalsel yang akrab disapa paman Yani.

Sementara itu, Kades Tanjung Pangga, Hendera Jainal Rahmadi mengungkapkan keuntungan yang didapatkan, diakuinya pernah mendapati harga hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

“Saya akui ini adalah komoditas yang sangat baik dan menjanjikan depannya bagi perekonomian masyarakat desa menuju pemulihan dimasa pandemi COVID-19. Bahkan, kepiting rajungan bakau ini perlu dilestarikan keberadaaan agar tetap bisa dinikmati hingga penerus kita,” ujarnya.

Meski sempat anjlok karena pandemi. Namun, dia mengungkapkan, kalau baru-baru tadi harga kepiting rajungan bakau kembali terjual normal di pasaran. Bahkan, berangsur-angsur mulai merangkak naik.

“Sempat harga perkilonya di pasaran sekitar Rp8.500 karena dampak dari COVID-19. Tetapi, setelah melandai dan berada di level 2, penjualannya naik secara drastis mulai dari Rp120.000 yang belum dikupas, kalau sudah dikupas cangkangnya untuk mendapatkan dagingnya mampu berkisar antara Rp550.000 – Rp650.000. Bahkan, bisa tembus diangka Rp1.000.000 apabila berhasil diborong oleh penikmat kepiting rajungan bakau,” paparnya.

Dirinya berharap, adanya uluran tangan atau bantuan serta pembinaan dari pemerintah daerah dalam mendorong pangsa pasar dari komoditi kepiting rajungan bakau tersebut. Supaya, perekonomian di desanya juga mampu bangkit dan pulih sesuai potensi hasil laut yang selama ini mampu dimanfaatkan.

“Mayoritas warganya disini selain memanfaatkan lahan untuk berkebun, sebagian juga ada nelayan jadi kami mengharapkan adanya penyuluhan hingga membina bagaimana agar budidaya ini mampu terealisasi secara baik dan berhasil,” ungkap Kades Tanjung Pangga. (RHS/RDM/RH)

Polda Kalsel Sambut Kunjungan Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri

BANJARMASIN – Sebagai bentuk menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan memberi pemahaman soal HAM kepada anggotanya.

Hal itu dibuktikan dengan dilaksanakannya Sosialisasi Penyegaran Pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) Bagi Anggota Polri Polda Kalsel oleh Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri Irjen Pol Rahmat Mulyana, Jum’at (22/10).

Acara yang berlangsung di Rupatama Polda Kalsel ini dihadiri Kapolda Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, para Pejabat Utama Polda Kalsel dan Kapolres/Ta Jajaran Polda Kalsel.

Sementara rombongan yang mendampingi Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri diantaranya Nurkholis (Penasehat Ahli Kapolri Bid HAM), Kombes Pol Setiyono, AKBP Sutoyo, Penata TK. I Ahmad Gustomi, dan Roichatul Aswidah.

Disampaikan Irjen Pol Rahmat Mulyana, dalam arahannya, dengan ditanamkannya pemahaman soal menjunjung tinggi HAM, maka kedepannya tidak ada lagi celah-celah terjadinya pelanggaran HAM.

“Pemahaman HAM diberikan kepada personel Polri mulai dari pelaksana sampai pimpinan. Sehingga, di lapangan potensi pelanggaran HAM bisa dihilangkan,” katanya.

Mantan Kapolda Kalsel ini mengatakan Korps Bhayangkara akan berpegang teguh menjaga HAM dalam menjalankan tugas menciptakan dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Lebih lanjut, dia juga menyambut baik Memorandum of Understanding (MoU) Tentang Penegakan HAM di Indonesia. Sebab menurutnya, nota kesepahaman itu juga menjadi wadah pertukaran data dan informasi, penggunaan Labfor dan Inafis.

“Saya menyambut baik perpanjangan nota kesepahaman antara Komnas HAM RI dan Kepolisian. Kerjasama yang ada bisa dimanfaatkan dan diperlukan untuk proses penyelidikan Komnas seperti Inafis, Labfor dan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, penandatanganan nota kesepahaman tersebut juga sebagai wujud nyata dari transparansi Polri.

Sementara itu di kesempatan yang sama Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto pun menyambut hangat kunjungan Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri beserta rombongan dan mengucapkan selamat datang di Polda Kalsel.

Kapolda menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan melalui pemahaman HAM di tengah situasi dan tantangan yang semakin kompleks yang dihadapi Polri.

Dia pun berpesan kepada seluruh personel Polda Kalsel agar melaksanakan tugas dan kewenangan yang diberikan secara konsisten, humanis dan menjunjung tinggi HAM. (POLDA.KALSEL-RIW/RDM/RH)

2022, TPAS Regional Banjarbakula Akan Kenakan Tarif Pembuangan Sampah

BANJARBARU – Sebagai implementasi dari kesepakatan bersama yang sudah dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor bersama Bupati dan Walikota yang tergabung dalam Banjarbakula, Dinas Lingkungan Hidup (LH) provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan perwakilan dari 5 kabupaten kota di Kalimantan Selatan melakukan penandatanganan perjanjian tentang kompensasi pemrosesan sampah pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) regional Banjarbakula, Jumat (22/10).

Proses penadatangan kesepakan Kadis LH prov Kalsel Hanifah Dwi Nirwana (kerudung) bersama perwakilan regional Banjarbakula

Kepala Dinas Lingkungan Hidup provinsi Kalimantan Selatan Hanifah Dwi Nirwana mengatakan pihaknya bersama dengan perwakilan dari kabupaten kota yang tergabung dalam Banjarbakula telah sepakat untuk memberlakukan tarif pembuangan sampah di TPAS regional Banjarbakula mulai awal Januari 2022.

“Mengingat kesepakatan ini ditetapkan pada akhir tahun sehingga kita sudah sepakati sejak fase diskusi mengenai harga tarif maka kita tetapkan pemberlakuan tarif di mulai pada Januari 2022,” terang Hanifah.

Sejak diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada awal tahun 2020 lalu, pemberlakuan tarif seharusnya sudah diterapkan sejak tahun 2021. Namun Hanifah menjelaskan alasan pemberlakuan tarif di tahun 2022 diakibatkan objek dan subjek yang tidak memungkinkan untuk masuk kedalam Perda. Sehingga dari Kementrian Dalam Negeri memberikan solusi untuk menetapkan tarif melalui perjanjian keputusan bersama.

“Jadi dalam perjanjian tersebut sudah sebagai dokumen untuk operasional dengan besaran tarif sebesar 65 ribu Rupiah per ton nya” jelas Hanifah.

Selain itu Hanifah membeberkan di tahun 2022 pihaknya juga akan meningkatkan pelayanan dengan menambah jam operasional TPAS regional Banjarbakula mulai dari pukul 6 pagi hingga pukul 6 sore. Dimana sebelumnya mulai dari jam 08.00 – 16.00 WITA.

“Karena teman teman dari kabupaten banyak yang keberatan dengan jam operasional dari jam 8 pagi yang seringkali menyebabkan antrean, maka kita sepakati untuk menambah jam operasional di tahun 2022 mendatang,” tutup Hanifah. (TR21-01/RDM/RH)

Bangkitkan Pariwisata, Gubernur Kalsel Apresiasi 3 Event Yang Dilaksanakan Dispar

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan mengapresiasi, langkah Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, 3 event di bulan Oktober 2021 ini, mulai dari South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), Travel Fair, dan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, agar semakin mampu membangkitkan kepariwisataan.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rozali Anwar dalam acara pembukaan Festival wisata budaya pasar terapung, Jumat sore (22/10) menyampaikan pihaknya sangatlah mengapresiasi, dengan harapan kedepan tingkat kunjungan wisatawan, baik penduduk lokal, luar daerah, hingga mancanegara akan terjadi peningkatan secara signifikan, namun tetap ketat menerapkan protokol kesehatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rozali Anwar, saat memberikan sambutan

“Pandemi COVID-19 sangatlah berdampak dengan ekonomi dan pariwisata, melalui tiga event ini, dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin memyampaikan kegiatan festival wisata budaya pasar terapung berlokasi di siring nol kilometer kota Banjarmasin ini, digelar tanggal 22 – 24 Oktober 2021.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, saat diwawancara awak media

“Hari pertama digelar atraksi 100 acil jukung, dilanjutkan hiburan kelompok kesenian, dan lomba jukung hias antar SKPD. Kemudian dilanjutkan berbagai lomba seperti fashion karnaval dan pawai budaya, lomba kelotok hias dan lomba kampung Banjar, lomba foto, lomba video, lomba acil jukung, dan lomba jukung ber-6,” jelasnya

Syarifuddin menambahkan, saat ini juga telah dipersiapkan stand perwakilan dari 13 Kabupaten dan Kota, berbagai kuliner khas dari daerah disajikan. Diantaranya, pisang gapit, apam serabi, petah dan mie kuah. Kemudian makanan ringan yang bisa dijadikan buah tangan, serta kain sasirangan, dengan harapan dapat nantinya mempromosikan produk masing-masing.

“Berbagai stand disediakan yang berada di halaman kantor Gubernur lama Banjarmasin,” tutupnya.

Untuk diketahui, acara pembukaan Festival wisata budaya pasar terapung, selain dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rozali Anwar, juga dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Muhammad Noor, perwakilan kepala daerah kabupaten/kota, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, beberapa SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi, serta kabupaten dan kota. (NHF/RDM/RH)

Peringatan Maulid di Diskominfo Kalsel : Sambut Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW Dengan Perbanyak Sholawat

BANJARBARU – Dinas komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad shallallahu Alaihi Wasallam di lobbi kantor Diskominfo Kalsel, Jumat (22/10).

Peringatan lahirnya Nabi akhir zaman di instansi ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Qori Kalsel Abdurrahman serta ceramah agama yang disampaikan Habib Hafizh Bin Abdullah Al-Qadri.

Kepala Diskominfo Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai dalam sambutannya menyampaikan, peringatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di SKPD ini. Ia juga berpesan agar Nabi Muhammad SAW dapat menjadi tauladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Mari kita bersama-sama mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara dalam ceramahnya, Habib Hafizh menyampaikan tentang bagaimana sebaiknya sikap ummat muslim dalam menyambut bulan Maulid atau Rabiul Awal. Yakni dengan menunjukkan kegembiraan dalam beribadah termasuk ibadah-ibadah Sunnah.

“Jika kita biasa saja melihat orang bermain HP berjam-jam. Biasa saja melihat orang nongkrong begitu lamanya. Begitulah juga seharusnya kita dalam merayakan kelahiran Nabi, bergembira dengan memperbanyak ibadah,” ujarnya.

Habib Hafidz menambahkan, kalangan orang-orang Sholeh apabila datang bulan Rabiul Awal, maka akan memperbanyak sholawat. Hal ini ujarnya juga seharusnya menjadi bahan untuk ditiru oleh ummat muslim lainnya.

“Diantara orang-orang Sholeh, rutinan amalan mereka bersholawat tidak kurang dari 10.000 kali dalam sehari. Ketika datang Rabiul Awal maka ditingkatkan menjadi 50.000 kali dalam sehari,” tambahnya.

Dihadapan jamaah yang merupakan ASN dan pegawai di lingkup Diskominfo Kalsel, Habib Hafidz juga memberikan nasehat agar bisa menauladani Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam bersama sahabat dalam menjalani kehidupan agar menjadi bekal di akhirat kelak.

“Nabi dan sahabat juga melihat langit yang sama dengan kita, tidak berbeda. Namun perjuangan mereka untuk hal yang mulia. Berbeda dengan saat ini, seakan hidup selamanya hingga terus mengejar dunia dari bangun tidur hingga tidur lagi,” terangnya. (ASC/RDM/RH)

Exit mobile version