Pemprov Kalsel Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian

TAPIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di daerah.

Hal ini dikemukakan Paman Birin sapaan akrab gubernur Kalsel Sahbirin Noor, saat panen cabai hiyung di desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Sabtu (9/10) siang.

Di acara tersebut Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyerahkan bantuan peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Tapin  senilai Rp1,2 miliar.

Menurut Paman Birin, dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu, untuk meningkatkan produktivitas pertanian Tapin.

“Potensi sektor pertanian Tapin sangat luar biasa untuk lebih dikembangkan. Tapin menjadi salah satu penyumbang ketahanan pangan,”ujarnya.

Tapin juga mempunyai cabai hiyung yang mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan cabai varietas lain. Cabai hiyung memiliki tingkat kepedasan 17 kali dibandingkan cabai pada umumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman, bantuan Gubernur Kalimantan Selatan berupa benih padi sebanyak 1.594 hektar senilai Rp391 juta.

Selain itu, benih jagung sebanyak 1.090 hektar senilai Rp609 juta, 3 unit power threser senilai Rp32 juta, penangkaran bawang merah sebanyak 2 HA senilai Rp106 juta, 1 rumah higienis senilai Rp135 juta. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Bantu Ponpes Rakha 1 M

HULU SUNGAI UTARA – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyerahkan hibah bidang keagamaan sebesar Rp1 miliar kepada Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai, HSU.

Penyerahan bantuan hibah diserahkan disela peninjauan vaksinasi bergerak pada Jum’at (8/10) malam.

Gubernur Kalsel (kaos kuning) saat meninjau vaksinasi di Ponpes Rakha

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan, bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan sarana ibadah dan keagamaan sehingga pelaksanaan keagamaan di Ponpes Rakha dapat semakin baik.

Selain itu, menurut Paman Birin hibah ini sebagai bentuk tanggung jawab Pemprov Kalsel terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Ponpes.

Perwakilan Ponpes Rakha H Barkatullah, mengatakan, dana hibah akan digunakan untuk pembangunan masjid khusus santri putra.

“Dana hibah akan digunakan untuk pembangunan masjid khusus untuk putra,
masjid yang terdahulu akan diberikan kepada santri putri,” sebutnya.

Dirinya berharap, pembangunan masjid bisa rampung pada tahun 2022 pada saat HUT Rakha yang ke-100 atau satu abad. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Tim Turdes Vaksin Bergerak Singgahi Batola, Bupati Harapkan Tak Hanya Sampai di Sini

BATOLA – Setelah berkeliling mengunjungi sejumlah kabupaten/kota, rombongan turdes Gubernur Kalsel Sahbirin Noor akhirnya tiba di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Sabtu (9/10).

Gubernur Kalsel memberikan bantuan bagi ibu hamil di Batola

Sebagaimana di kabupaten/kota lainnya, kehadiran rombongan berkonvoi mengendarai trail ini di Batola, juga dalam rangka kegiatan vaksinasi terhadap siswa siswi berusia 12 tahun ke atas, di MTsN 2 Barito Kuala, Jalan Veteran Marabahan. Dalam kegiatan ini siswa siswi yang terdata mendapatkan vaksin jenis Sinovac ini, sebanyak 400 orang.

Gubernur Kalsel menyerahkan sertifikat vaksin kepada salah satu peserta Vaksinasi Bergerak

Kegiatan Turdes Vaksinasi Bergerak yang dipimpin langsung Gubernur Kalsel ini, juga membawakan bantuan 200 paket sembako, bantuan hibah Rp150 juta untuk Masjid Ulil Albab di Jalan Gubernur Syarkawi Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Alalak, bantuan dana hibah Rp50 juta untuk langgar Al-Hidayah Desa Tatah Masjid RT 10 Alalak, serta pemberian makanan tambahan (PTM) secara simbolis kepada 2 ibu hamil (bumil) dan 2 balita, ditambah bingkisan dari Bupati Batola.

Kabupaten Batola menjadi lokasi ke-12 dari 13 kabupaten/kota di Kalsel yang didatangi rombongan Turdes Vaksinasi Bergerak. Setelah Batola rombongan bergerak menuju Kota Banjarbaru, sebagai daerah terakhir yang menjadi kunjungan Turdes Vaksinai Bergerak tahap 1 ini.

“Hari ini kami sangat bahagia karena bisa hadir dan bertatap muka serta bersilaturahmi sekaligus melaksanakan kegiatan vaksinasi ini,” ucap

Gubernur Sahbirin Noor Gubernur yang akrap disapa Paman Birin ini mengutarakan, saat ini dunia tengah dilanda wabah COVID-19, namun sudah lebih dari setahun pandemi tak kunjung berhenti.
Untuk itu, terangnya, perlu dilakukan langkah tepat yaitu dengan cara penerapan vaksin. Mengingat melalui implementasi vaksin akan berpengaruh meningkatkan kekebalan tubuh seperti yang telah dicontohkan Presiden Joko Widodo, dan dirinya sendiri untuk tingkat provinsi.

Dalam kaitan itu, Ia mengajak masyarakat agar berbondong – bondong mengikuti vaksinasi yang dilaksanakan di tempat-tempat yang telah ditentukan maupun di puskesmas-puskesmas di seluruh kecamatan yang ada di Batola.

Sementara itu, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS mengatakan, saat ini Batola memiliki 21 ribu stok dosis vaksin masing-masing seribu dari DPR RI, dan 20 ribu dari Kemenkes RI yang berasal dari permohonan sendiri, dan baru diserahkan Dinkes Kalsel.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini menerangkan, semua stok vaksin yang tersimpan di gudang farmasi ini akan didistribusikan ke-19 puskesmas yang ada di Batola, pada Senin (11/10).

Selain menyampaikan ketersediaan stok vaksin, Bupati wanita satu-satunya di Kalsel ini, juga melaporkan tentang pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah diterapkan sejak Batola masih berada di level 4 PPKM.

Ia menerangkan, Batola memberlakukan PTM karena melihat perkembangan yang tidak mengkhawatirkan. Bahkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy memberi apresiasi atas keberanian Batola menerapkan PTM dalam situasi PPKM level 4.

Terkait pelaksanaan Turdes Vaksinasi Bergerak, Noormiliyani berharap jangan hanya sampai di sini. Mengingat saat ini cakupan vaksinasi di Batola baru sekitar 20 persen, sehingga masih membutuhkan banyak vaksin demi memenuhi cakupan 70 persen dari jumlah penduduk.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar upaya memenuhi prosentasi kekebalan 70 persen vaksin bisa terealisasi,” ucap Noormiliyani. (HUMASBATOLA-RIW/RDM/RH)

Turdes Vaksinasi Bergerak, Gubernur Kalsel Sambangi Ponpes Minhajul Abidin HSS

HULU SUNGAI SELATAN – Bupati HSS Achmad Fikry bersama Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad beserta Forkopimda sambut kedatangan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Pondok Pesantren Minhajul Abidin Desa Telaga Bidadari Kecamatan Sungai Raya.

Gubernur Kalsel saat memberikan paket sembako di HSS

Kedatangan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Pondok Pesantren Minhajul Abidin ini dalam rangka peninjauan kegiatan Vaksinasi Bergerak Bersama Gubernur Kalimantan Selatan, Sabtu (9/10).

Gubernur Kalsel (tengah, naik motor) berfoto bersama Bupati HSS (nomor 2 dari kanan)

Kegiatan Vaksinasi ini diberikan kepada 800 orang santri Ponpes Minhajul Abidin. Selain vaksinasi pada kesempatan ini Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga menyerahkan bantuan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati HSS menyampaikan bahwa antusias masyarakat Kabupaten HSS untuk menerima vaksinasi sudah sangat tinggi.

“Di HSS penerima vaksin sudah sebanyak 179.527 orang, untuk penerima dosis pertama sebanyak 53.623 orang, dosis kedua sebanyak 29.169 orang dan yang menerima sampai dosis ketiga sudah sebanyak 1.222 orang,” tutur Bupati HSS.

Lebih lanjut Bupati HSS mengatakan pihaknya sangat berharap dengan tingginya antusias masyarakat untuk menerima vaksin serta guna memenuhi target nasional diakhir tahun distribusi vaksin ke HSS bisa lebih didorong serta ditingkatkan lagi.

Gubernur Kalsel mengungkapkan rasa senang dan bangganya, terhadap Bupati HSS karena Kabupaten Hulu Sungai Selatan sampai saat ini sudah berstatus PPKM level 2.

Lebih lanjut, menanggapi antusias masyarakat HSS yang sangat tinggi dalam pelaksanaan vaksinasi, Paman Birin (sapaan akrab gubernur) langsung menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel yang pada saat itu juga turut mendampinginya, agar sesegeranya kembali mendrop vaksin ke HSS.

“Kita sangat bersyukur melihat antusias masyarakat HSS sangat tinggi dalam vaksinasi, tentu ini memberi semangat kepada kita untuk terus hadir berkolaborasi bersama masyarakat sehingga kita dapat menghadapi/menanggulangi dampak COVID-19 ini dengan baik,” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Ruandha Agung Sugardiman Sekretaris Daerah Kabupaten HSS Muhammad Noor serta kepala SKPD lingkup Pemkab HSS. (HUMAS.HSS-RIW/RDM/RH)

Dukung Program OJK Banua Menabung, Bank Kalsel Gesit Buka Rekening Bagi Pelajar

BANJARMASIN – Sebagai upaya mengakselerasi implementasi program pemerintah yaitu “KEJAR – Satu Rekening
Satu Pelajar” yang merupakan bagian dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif, OJK Regional 9 Kalimantan menyelenggarakan Kompetisi Banua Menabung.

Bank Kalsel sebagai salah satu bank yang ditunjuk untuk membuka rekening bagi pelajar di
Kalimantan Selatan, gesit melakukan sosialisasi maupun pembukaan rekening “SIMPEL-Simpanan Pelajar” kepada pelajar diberbagai kabupaten/kota yang dilaksanakan oleh masing –
masing kantor cabang Bank Kalsel. Hal ini sebagai dukungan Bank Kalsel terhadap program OJK tersebut, agar target inklusi keuangan Indonesia pada tahun 2024 dapat tercapai.

Bagi pelajar mulai dari bangku sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) maupun
sekolah menengah atas (SMA) di seluruh kabupaten/kota di Kalsel yang ingin membuka tabungan pelajar (SIMPEL dan Tabunganku) silakan melalui www.banuamenabung.com dan pilih melalui
Bank Kalsel. (ADV-RIW/RDM/RH)

Kaji Banding Raperda Penyelenggaraan Kearsipan, DPRD Kotim Sambangi Dispersip Kalsel

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambangi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kamis (7/10).

Suasana Kunjungan DPRD Kabupaten Kotim ke Dispersip Kalsel

Rombongan Wakil Rakyat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kotim, Rinie diikuti Unsur Pimpinan Anggota Komisi III DPRD Kotim yang didampingi oleh perwakilan Dispersip Kabupaten Kotim antara lain Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian, Kepala Seksi beserta beberapa staf lainnya.

Mereka diterima langsung oleh Sekretaris Dispersip Kalsel, M. Ramadhan mewakili Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani didampingi beberapa pejabat dan staf lainnya, baik di bidang perpustakaan maupun bidang kearsipan.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di ruang aula Dispersip Kalsel tersebut, ada beberapa pertanyaan dari mereka.

“Bagaimana strategi penganggaran, baik untuk kegiatan perpustakaan maupun kearsipan dan hal-hal teknis lainnya, khususnya mengenai kebijakan/peraturan di bidang kearsipan, ” tanya perwakilan DPRD Kabupaten Kotim.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dispersip Kalsel, M Ramadhan menyampaikan langkah-langkah ataupun strategi yang telah ditempuh oleh Dispersip Kalsel dalam rangka peningkatan kinerja, capaian prestasi yang berhasil didapatkan dan hal-hal lainnya yang bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Kotim, Rinie memberikan apresiasi kepada Dispersip Kalsel dalam upaya meningkatkan minat baca dan literasi di Banua Kalsel.

“Dari apa yang kami lihat dan paparan yang disampaikan Dispersip Kalsel, sungguh luar biasa. Mudah-mudahan apa yang kami dapatkan disini juga dapat diterapkan di Kabupaten Kotim,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, rombongan Wakil Rakyat Kabupaten Kotim juga diajak berkeliling ke seputar lingkungan kantor Dispersip Kalsel dan ke beberapa ruangan untuk melihat secara langsung kegiatan pengelolaan perpustakaan yang nantinya mungkin dapat dijadikan bahan masukan bagi penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan dan kearsipan di Kabupaten Kotim.

Untuk diketahui, Perda Provinsi Kalsel Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kearsipan dibuat sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kearsipan yang komprehensif dan terpadu di daerah. Selain itu, guna mewujudkan ketersediaan arsip yang autentik sebagai alat bukti yang sah.
(DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

UPTD Taman Budaya Kalsel Gelar Pembuatan Lagu Banjar

BANJARMASIN – Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya Kalimantan Selatan, telah menggelar pembuatan lagu Banjar, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di 13 Kabupaten dan Kota.

Kepala UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Suharyanti, kepada Abdi Persada FM baru-baru tadi mengatakan, pembuatan lagu banjar ini dimaksudkan untuk lebih membuat dikenalnya dari kalangan millenial, bahwa lagu banjar sudah semakin berkembang.

“Kita ingin masyarakat Kalsel mengetahui bahwa lagu banjar bisa dinikmati semua kalangan,” jelasnya.

Suharyanti menyampaikan, dari 13 Kabupaten dan Kota yang berpartisipasi pembuatan lagu Banjar ini, hampir semuanya sudah mengumpulkan rekaman, dalam bentuk CD dan flashdisk, untuk

contoh lagunya ada yang bertema “selamat datang ke daerah” dan sebagian bercerita tentang “pencintaan”.

“Dari setiap lagu yang diserahkan kepada kami, sangat bagus semua dan mempunyai ciri khas masing-masing daerah,” ujarnya.

Suharyanti menambahkan, dengan adanya pembuatan lagu banjar ini, maka ke depan diharapkan semakin lestari karya para seniman dan kebudayaan daerah di Kalsel.

“Insya Allah pertengahan bulan Oktober akan semua selesai,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Optimalisasi PAP, Bakeuda Kalsel Revisi Pergub Tentang Perhitungan NPAP

BANJARMASIN – Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah melakukan revisi terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) tentang perhitungan Nilai Pajak Air Permukaan (NPAP).

Kepala Bakeuda Kalsel, Agus Dyan Noor menyampaikan revisi tersebut berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 001 dan 015 Tentang Pajak Air Permukaan.

“Perubahan Pergub tersebut dilakukan karena memang ada pasal yang belum dilakukan revisi, yang mana dalam peraturan lama nilai PAP bersifat tetap. Misalnya perusahaan air minum itu satu kubiknya Rp.100,- dikalikan tarif 10 persen berarti per kubiknya hanya dapat Rp.10,-,” katanya, baru-baru ini.

Sementara, dalam peraturan yang direvisi, ada beberapa komponen yang digunakan sebagai dasar menghitung NPAP yaitu harga dasar air, faktor ekonomi wilayah, faktor nilai permukaan dan faktor kelompok pengguna air.

“Kalau dulu konsep ini belum ada. Sedangkan untuk tarif bersifat tetap yaitu 10 persen. Yang berubah hanya NPAP, ” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan berdasarkan sumber air, berkaitan dengan perizinan air permukaan terbagi menjadi dua yaitu kewenangan provinsi dan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Sungai.

“Jadi Balai Sungai yang akan mengeluarkan rekomendasi, akan tetapi kewenangan pengenaan pajaknya tetap di Provinsi. Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Sungai berkenaan dengan hal tersebut,” ucapnya.

Agus menambahkan pihaknya sudah melakukan sosialisasi Pergub terbaru tentang Perhitungan Nilai PAP ke pihak-pihak terkait seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan, Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalsel dan UPPD-UPPD Samsat di 13 Kabupaten/Kota.  Diharapkan dengan langkah-langkah tersebut, ke depan pendapatan daerah dari PAP bisa lebih meningkat.

Diketahui, Komisi II DPRD Kalsel melaksanakan rapat kerja bersama Bakeuda Kalsel dan 13 UPPD Samsat di Kalsel, Rabu (7/10). Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo dalam rangka optimalisasi pendapatan PAP. (NRH/RDM/RH)

Dispar Kalsel Apresiasi Jembatan Sei Alalak Dijadikan Ikon Baru Pariwisata

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi, keberadaan jembatan Sei Alalak menjadi ikon baru dalam destinasi pariwisata.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin kepada Abdi Persada FM baru baru tadi, sejak mulai dibuka untuk umum pada Minggu (26/9) tadi, wacana jembatan Sei Alalak atau yang sebelumnya dikenal warga dengan nama jembatan Basit, banyak mengusulkan sebagai ikon baru destinasi wisata. Dirinya menyambut baik, apalagi menjadi jembatan penghubung, antar wilayah Ibukota Provinsi Kalsel yaitu Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin

“Kita dukung penuh kalau itu dijadikan salah satu ikon baru pariwisata di Kalsel, untuk nama jembatannya masih dalam tahap diskusi,” ucapnya.

Syarifuddin meminta, kepada semua lapisan yang mengunjungi jembatan Sei Alalak, baik siang maupun di malam hari, hendaklah tetap disiplin protokol kesehatan, dari memakai masker, menjaga jarak dan di dalam tas selalu tersedia hand sanitizer, agar tidak ada klaster baru, akibat mengunjungi jembatan tersebut.

“Biasanya warga selalu menyempatkan berswafoto sejenak, sembari menunggu tenggelamnya matahari dikala senja,” katanya.

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, selain mentaati prokes, warga juga diimbau untuk memperhatikan keselamatan dalam berlalu lintas, yaitu tidak parkir diatas bahu jembatan, karena akan menyebabkan kemacetan panjang. Apalagi yang mengunjungi tidak hanya penduduk Banjarmasin dan Barito Kuala, namun sudah didatangi yang bermukim di Banjarbaru.

“Kami minta warga untuk membudayakan hidup bersih dan sehat, jangan sampai membuang sampah sembarangan,” tutupnya.

Untuk diketahui, konstruksi jembatan Sei Alalak ini, dinilai sebagai jembatan dengan konstruksi lengkung pertama di Indonesia, ditambah lagi pada malam hari gemerlap lampu bergonti-ganti warna, tentunya merupakan kebanggaan warga banua di Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Pertumbuhan Ekonomi Menjadi Sorotan Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meminta Pemerintah Kota Banjarmasin memperhatikan tiga hal, pertumbuhan ekonomi, angka pengangguran, serta kualitas udara  dalam pelaksanaan pembangunan di kota berjuluk Seribu Sungai tersebut. Demikian disampaikan Sekretaris Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan Rahmiyanti.

“Untuk ketiga aspek tersebut, Kota Banjarmasin masih kurang,” ungkap Rahmi, kepada Abdi Persada, di Banjarmasin, Kamis (7/10).

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin perlu meningkatkan keberhasilan dari ketiga aspek tersebut.

Rahmi mengatakan, turunnya pertumbuhan ekonomi di Kota Banjarmasin tersebut, dikarenakan terjadinya pandemi COVID-19.

“Turunnya pertumbuhan ekonomi di masa pandemi COVID-19 ini, tidak hanya terjadi di Kota Banjarmasin saja, tetapi banyak daerah lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Banjarmasin ini, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung dan mendorong pertumbuhan perekonomian di Kota Banjarmasin.

“Untuk meningkatkan laju pertumbuhan di Kota Banjarmasin, yang merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini, salah satu upaya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu turut serta dalam mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor industri kerajinan dan UMKM,” tutur Rahmi lebih lanjut.

Menurut Rahmi, pemberdayaan masyarakat di bidang usaha kecil menengah ini, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian di Kota Banjarmasin.

“Saat ini kami telah melihat upaya upaya dari Pemerintah Kota Banjarmasin, dalam memberdayakan masyarakat untuk pertumbuhan perekonomian setempat, sudah cukup baik,” ucap Rahmi. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version