Mudahkan Yankes Hingga Pelosok, Gubernur Kalsel Resmikan RSA di Kotabaru

KOTABARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor meresmikan pengoperasian rumah sakit apung (RSA) Nusa Waluya II, di Pelabuhan Perikanan Kotabaru, Kamis (7/10).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat memberikan sambutan

Peresmian yang dihadiri oleh Anggota Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, Wakil Bupati Kotabaru Andi Rudi Latif, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Direktur RSA Nusa Waluya II Ivan Reynaldo Lubis serta berbagai pejabat penting di lingkup Kalsel dan lingkup Kotabaru ini, menandai dimulainya pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara gratis oleh rumah sakit yang berada dibawah yayasan DoctorShare ini.

“Kita sangat bersyukur, rumah sakit apung hadir di Kabupaten Kotabaru. Ini tentu akan membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotabaru,” ujar Paman Birin -sapaan akrab Gubernur Kalsel- dalam sambutannya.

Adanya RSA ini lanjutnya, akan sangat membantu program Kalsel sehat yang digaungkan oleh Pemprov Kalsel.

“Selama tiga bulan ini, misi Kalsel sehat akan sangat terdukung dengan adanya RSA ini,” sebutnya.

Terlebih dimasa Pandemi COVID-19 menurut Paman Birin, kebutuhan masyarakat akan rumah sakit menjadi sangat meningkat dalam rangka pelayanan kesehatan.
Selain itu, Daya jangkau RSA ini diharapkan akan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat Khusunya masyarakat kurang mampu.

“Apalagi Kotabaru yang terdiri dari pulau-pulau sangat cocok dengan konsep RSA ini,” ucapnya.

Terkait kondisi COVID-19 di Banua, Paman Birin juga menyebut upaya yang sedang dilakukan oleh Pemprov Kalsel, yakni dengan menggalakkan Vaksinasi Bergerak.

“Kami melakukan kunjungan kerja ke berbagai desa untuk mengendalikan COVID-19 melalui vaksinasi. Termasuk pada hari ini di Kabupaten Kotabaru,” sebutnya.

Paman Birin juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Kotabaru atas capaian yang diraih, yakni mampu menurunkan level PPKM dari level empat ke level dua.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi berpesan, agar masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan dari RSA Nusa Waluya II ini, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan di masa pandemi COVID-19 saat ini.

“Tentu tujuan yang baik dari RSA Nusa Waluya II ini harus dimanfaatkan juga dengan baik. Mengingat tenaga medis disini mempunyai pengalaman yang banyak dan tentu saja pelayanan ini tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur RSA Nusa Waluya II Ivan Reynaldo Lubis, sangat berterimakasih kepada Pemkab Kotabaru dan Pemprov Kalsel atas dukungan yang telah diberikan kepada RSA Nusa Waluya II ini. Serta berharap masyarakat serta Pemkab Kotabaru dapat menjalin bersinergi dengan RSA.

“Kita berharap masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik adanya RSA Nusa Waluya II di Kabupaten Kotabaru ini,” katanya.

Diketahui, RSA memberikan pelayanan Operasi Katarak, Pelayanan Umum, Pelayanan IGD, Pelayanan Radiologi, Pelayanan LAB, Pelayanan Dokter Spesialis, Operasi Besar, Operasi Kecil, dan Memberikan Edukasi masalah COVID-19 dan masalah kesehatan lainnya di tempat-tempat ibadah juga daerah-daerah. (ASC/RDM/RH)

Lewati Medan Terjal, Paman Birin Kebut Vaksinasi Hingga ke Pelosok

KOTABARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor kembali melanjutkan peninjuan vaksinasi bergerak hari kedua ke daerah ujung di Pulau Laut, Kotabaru.

Kali ini Paman Birin bersama rombongan mengunjungi Desa Sebanti Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, Kamis (7/10).

Perjalanan ke Desa Sebanti memerlukan waktu yang cukup lama yakni sekitar 2 jam  dari penyebarangan Tanjung Serdang Kabupaten Tanah Bumbu.

Kondisi jalan yang berlumpur dan banyak berlubang akibat tergerus air hujan membuat rombongan gubernur harus ekstra hati-hati dan menguras energi dalam mengendarai motor.

Setelah melewati medan jalan yang cukup ekstrim,  perjalanan  yang cukup menguras energi fisik  akhir nya mereda setelah sampai di lokasi tujuan.

Kedatangan Paman Birin dan rombongan disambut antusias oleh masyarakat desa  dengan penuh kekeluargaan.

Di temui di sela kegiatan, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan, melalui program vaksinasi bergerak ini, dirinya ingin memastikan program vaksinasi dapat mencapai masyarakat hingga ke pelosok.

Paman Birin mengatakan, ikhtiar untuk keluar dari masa pandemi COVID-19, yang telah melanda Banua dapat dilakukan dengan mempercepat capaian vaksinasi di seluruh daerah di Kalsel.

“Vaksinasi sangat penting dan harus sesegera mungkin diberikan kepada masyarakat,” sebutnya.

Paman Birin bersyukur karena  masyarakat dan pelajar sangat antusias untuk menerima vaksin.

“Alhamdulillah saya mendapat laporan sudah 1.300 orang yang divaksin, ini luar biasa artinya tingkat kesadaran Bumi Haur Kuning atas vaksin sungguh sangat tinggi,” ucap Paman Birin.

Camat Pulau Laut Barat Syahriansyah, mengucapkan terima kasih atas kepedulian Gubernur Kalsel yang telah meluangkan waktunya sekaligus menggerakan vaksinasi untuk masyarakat.

Menurutnya, vaksinasi saat ini sangat penting untuk membentuk kekebalan masyarakat dari ancaman COVID-19. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Dispersip Gunung Emas Belajar Pengelolaan Arsip ke Depo Arsip Dispersip Kalsel

BANJARBARU – Setelah mendapatkan arahan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Gunung Emas, Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke Depo Arsip Dispersip Kalimantan Selatan guna menggali pengetahuan terkait tata kelola arsip.

Suasana Kunker Dispersip Kabupaten Gunung Emas ke Depo Arsip Dispersip Kalsel

Diketahui, pengelolaan arsip Dispersip Kalsel sebelumnya telah mendapatkan penghargaan Kearsipan Nasional kategori BB (sangat baik), pada peringkat nilai hasil pengawasan kearsipan instansi pemerintah tingkat daerah tahun 2020.

“Di sini memang sangat bagus, itu memang salah satu alasan kami untuk ke sini, dan informasi tersebut diberikan oleh bapak ibu di Arsip Nasional RI,” kata Kepala Dispersip Kabupaten Gunung Emas, Edwin, melalui siaran pers, Kamis (7/10).

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Kearsipan Dispersip Gunung Emas, Marini menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, di antaranya keterbatasan SDM, bahkan kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah setempat.

Bahkan pada tahun 2007, lanjut Marini, Dispersip Gunung Emas mendapat predikat buruk, namun secara bertahap mampu mendapat peringkat 3 (memuaskan) untuk tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kearsipan masih dipandang sebelah mata dan SDM kearsipannya sangat kurang bahkan belum ada, makanya kita berupaya selalu belajar dan melihat secara langsung bagaimana pengelolaan arsip di daerah lain,” ucap Marini. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Bahas Aset dan BUMD, DPRD Kotawaringin Timur Sambangi DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambangi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (7/10).

Didampingi Anggota Komisi I DPRD Kalsel, Burhanuddin, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas mengatakan kedatangan Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut terkait pembahasan masalah aset dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Dari yang kami paparkan, masalah aset ini kendalanya juga terjadi di Kalsel, walaupun Kalsel telah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke 8 kali berturut-turut, tetapi dalam catatan BPK maka masalah aset juga belum tuntas diselesaikan,” katanya kepada wartawan.

Sehingga, lanjut Suripno, langkah-langkah yang disampaikan dalam pertemuan tadi merupakan bagian yang telah dilakukan Kalsel untuk menyelesaikan permasalahan aset tersebut, meskipun belum tuntas.

“Hal itu diakui oleh mereka karena aset juga menjadi problem di Kotawaringin Timur,” tambahnya.

Terkait dengan BUMD, jelas Suripno, di Kalsel ada beberapa BUMD milik Pemprov diantaranya Bank Kalsel, PT Bangun Banua, PT Jamkrida Kalsel dan Badan Perkreditan Rakyat (BPR). Namun, menurutnya, tidak semua BUMD tersebut berjalan dengan baik.

“Terhadap permasalahan tersebut, mungkin nanti Komisi II yang membidangi keuangan dan perekonomian untuk mencarikan solusinya,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Jembatan Timbang Kintap Resmi Beroperasi

BANJAR – Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Jembatan Timbang Kintap Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalsel secara resmi telah diresmikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, pada Kamis (7/6). 

Peresmian jembatan timbang Kintap ini, dilaksanakan di Terminal Tipe A Gambut Barakat KM 17, yang dihadiri oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diwakili Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel Rusdiansyah, kepala Balai Pengelola Transfortasi Darat (BPTD) Wilayah XV Provinsi Kalsel, serta Perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Kab/kota.

Kepada sejumlah wartawan, Budi Setiyadi menyampaikan, jembatan timbang Kintap yang baru selesai dibangun, merupakan amanat dari UU No 22, Jembatan timbang merupakan salah satu alat pemerintah untuk mengawasi kendaraan truck yang kelebihan muatan dan kelebihan dimensi (Overload Overdimensi – ODOL) sehingga diharapkan, dengan adanya jembatan timbang maka dapat menghilangkan tradisi pungli diseluruh Daerah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi.

“Dengan diresmikannya Jembatan Timbang Kintap Tanah Laut, sebagai salah satu upaya memperketat pengawasan terhadap pelanggaran ODOL di daerah. Kita harapkan bisa semakin banyak juga menindak pelanggaran terhadap ODOL,” ungkap Budi.

Budi menambahkan, ia menjamin tidak akan ada aksi pungli oleh petugas di jembatan timbang kintap, apabila terjadi pungli, maka jembatan timbang kintap akan ditutup seperti tiga jembatan timbang di Sumatera.

“Kami akan menyiapkan sanksi yang lebih berat untuk para pelanggar dalam memberantas overdimensi-overload (odol), yang akan dimuat didalam revisi UU No 22, sanksi nanti dendanya akan kita tingkatkan, yang melanggar nanti tidak hanya pengemudi saja juga pemilik barang dan pemilik kendaraannya,” jelas Budi.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, melalui Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel Rusdiansyah menyampaikan, pihaknya mengapresiasi atas dibangunnya jembatan timbang Kintap, semoga jembatan timbang Kintap semakin meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Dari tahun-ketahun, Pemerintah Provinsi Kalsel terus berupaya melaksanakan pembangunan di berbagai bidang,seperti pembangunan keagamaan, infrastruktur, serta ekonomi. Pembangunan-pembangunan tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, karena pembangunan infrastruktur seperti jembatan sungai alalak, ditujukan untuk melayani dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selama 5 tahun terakhir, kami bersyukur pembangunan di kalsel terus bergerak maju, sehingga akan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” ucap Rusdiansyah.

Rusdiansyah menambahkan, dengan diresmikannya jembatan timbang Kintap, maka diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memelihara ruas jalan agar tidak cepat mengalami kerusakan. Apabila tidak terdapat jembatan timbang, maka angkutan yang kelebihan muatan dan kelebihan dimensi, akan lalu lalang dijalanan dan menyebabkan cepat rusaknya jalan-jalan di Banua ini.

“Kami mengharapkan para petugas yang berkerja di jembatan timbang Kintap, dapat berkerja secara profesional, dan tidak terjadi pungli untuk meloloskan mobil angkutan yang kelebihan muatan dan kelebihan dimensi (odol),” tutup Rusdiansyah.

Untuk diketahui, pada acara peresmian jembatan timbang kintap, juga dilaksanakan beberapa kegiatan lainnya, yakni peresmian kegiatan pekan keselamatan jalan tahun 2021. Kegiatan Vaksinasi COVID-19, serta penghancuran truck yang kelebihan muatan dan kelebihan dimensi. (MRF/RDM/RH)

Kaji Banding Raperda, DPRD Kapuas Datangi DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah mendatangi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam rangka kaji banding Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP-Perda) pada Kamis (7/10).

Ketua BP Perda DPRD Kapuas, Algrin Gasan selaku pimpinan rombongan, menjelaskan kunjungan kerja ini dalam rangka mengkaji banding mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan perda pemerintah maupun inisiatif dewan.

“Hari ini kami melakukan kaji banding terhadap lima buah Raperda yang sedang dibahas oleh DPRD Kabupaten Kapuas,” katanya kepada wartawan.

Hasil kaji banding itu, lanjut Algrin, diharapkan dapat dijadikan masukan dan bahan referensi untuk menyempurnakan beberapa Raperda tersebut sehingga nantinya siap disahkan menjadi Perda.

“Tadi sudah banyak mendapat ilmu dan masukan dari Anggota Dprd Kalsel. Tentunya ini berguna bagi kami untuk menambah referensi dalam rangka menyempurnakan lima Raperda itu,” jelasnya.

Sementara, Anggota DPRD Kalsel, Karlie Hanafi Kalianda memberikan apresiasi atas upaya-upaya yang dilakukan oleh perwakilan rakyat Kabupaten Kapuas tersebut dalam melakukan kaji banding Raperda yang sedang disusun.

“Outcomenya diharapkan memang untuk kepentingan-kepentingan masyarakat, karenanya penting untuk memperdalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan produk hukum,” pungkas politisi partai Golkar tersebut.

Rombongan DPRD Kabupaten Kapuas yang dipimpin Ketua BP Perda, Algrin Gasan ini diterima Anggota BP Perda DPRD Kalsel antara lain Karlie Hanafi Kalianda, Rosehan Noor Bahri dan Fahrani. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Gelar Pekan Sepakbola Usia Dini U-14 Piala Paman Birin

BANJARMASIN – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar Pertandingan Pekan Sepakbola Usia Dini U-14 se Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah melalui, Plt Kasi Pengembang Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Budiono mengatakan, pihaknya akan menggelar pertandingan sepakbola usia dini usia 14 tahun. Yang akan digelar pada 9 sampai 12 Oktober 2021 mendatang.

“Pertandingan sepakbola usia dini U-14 ini, untuk memperebutkan piala Paman Birin Cup,” ucapnya, kepada sejumlah wartawan, Rabu (6/10).

Menurut Budi, pada pelaksanaan pertandingan sepakbola usia dini tersebut, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.

“Kami akan membatasi jumlah peserta, pada saat pertandingan akan diatur seperti menjaga jarak, serta lainnya,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Budi, apabila ada peserta pertandingan tidak taat terhadap aturan protokol kesehatan COVID-19, pihaknya tidak segan segan untuk menghentikan pertandingan tersebut.

“Oleh karena itu, kepada semua peserta untuk taat terhadap aturan protokol kesehatan COVID-19,” kata Budi.

Sedangkan, tambahnya, untuk total hadiah yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp40 juta. Dan pada pertandingan tersebut, akan ada hadiah untuk top skor dan the best player atau pemain terbaik.

“Kami berharap pada pertandingan sepakbola usia dini ini, akan dihasilkan permain sepakbola handal untuk Kalimantan Selatan kedepannya,” ucap Budi. (SRI/RDM/RH)

Kapolda Kalsel Apresiasi Bhakti Sosial dan Vaksinasi Alumni Akpol 1999 Endra Dharmalaksana

BANJARMASIN – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto mengapresiasi kegiatan bakti sosial dan vaksinasi yang diselenggarakan oleh Alumni Akpol Angkatan 1999 Endra Dharmalaksana.

Ia mengaku angkatan Alumni Akpol 1999 yang bertugas di Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut memiliki kekompakan yang luar biasa.

“Saya sebagai pimpinan merasa bangga sekali karena angkatan Alumni Akpol 1999 Polda Kalsel bisa kompak, bersatu bersama, bahu membahu untuk menunjukkan loyalitasnya, baktinya kepada negara dan bangsa khususnya kepada masyarakat Kalimantan Selatan, kota Banjarmasin pada umumnya,” ucap Kapolda Kalsel saat menghadiri kegiatan Alumni Akpol 1999 Endra Dharmalaksana, pada Kamis (7/10).

Oleh karena itu, Kapolda memberikan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Alumni Akpol 1999 Endra Dharmalaksana.

Kapolda berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan, serta berpesan kepada seluruh jajaran Polda Kalsel untuk selalu memberikan perhatian kepada masyarakat.

“Kemudian, kegiatan-kegiatan seperti ini saya harapkan juga tidak hanya pada saat ini saja, karena warga kita butuh perhatian itu sampai nanti berakhirnya Pandemi COVID-19. Oleh karena itu kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini rutin diadakan supaya masyarakat merasa selalu didampingi merasa selalu diayomi, dilindungi dan Polri khususnya Polda Kalsel selalu menyertai masyarakat. Teruslah berkarya, teruslah berjuang berikan yang terbaik buat bangsa dan negara khususnya kepada masyarakat di wilayah hukum Polda Kalsel,” tutupnya.

Seperti diketahui, kegiatan Bhakti Sosial dan vaksinasi yang diselenggarakan oleh Alumni Akpol Angkatan 1999 berupa pembagian 500 paket sembako dan 1.500 dosis vaksin kepada masyarakat yang berada di lokasi Pasar Sudimampir, SMA Islam Ukhuwah Terpadu, dan bantaran sungai. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Vaksinasi Melebihi Target, Gubernur Kalsel Apresiasi Warga Kotabaru

KOTABARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengapresiasi capaian pelaksanaan vaksinasi massal COVID-19 khusus bagi peserta didik yang diselenggarakan di Desa Sebanti, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memantau kegiatan vaksinasi massal peserta didik.

Pemberian suntikan vaksin berjenis Sinovac itu, mayoritas diikuti dari kalangan siswa dan siswi yang bersekolah ditingkat menengah pertama (SMP) dan atas (SMA) dengan capaian lebih dari 1.000 dosis. Bahkan, telah melampaui target.

Melalui data, Gubernur Sahbirin Noor menyampaikan setidaknya ada sekitar 1.300 vial (dosis) telah berhasil disuntikkan kepada mereka yang ingin mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Luar biasa, kemarin satu titik pertama kami lalui hanya menemui sekitar 1.000, disini sudah mencapai 1.300 dosis, tentu diapresiasi,” ujarnya, Kamis (7/10) siang.

Terkait capaian, Ia mengungkapkan, tingkat kesadaran masyarakat terhadap program vaksinasi massal di daerah itu sudah mulai tinggi.

“Artinya, antusias warga terhadap vaksin ini sudah sangat luar biasa, terlebih untuk rakyat di Haur Kuning Kotabaru,” ungkap paman Birin.

Terlebih, orang nomor satu di Kalsel dengan sapaan akrabnya paman Birin itu menyambut gembira serta bersyukur karena Kabupaten Kotabaru sudah berada pada status level 2.

“Hari ini, bumi Saijaan, sudah masuk dilevel dua dan itu tidak lepas dari seluruh dukungan masyarakatnya yang telah sadar dengan penerapan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Penyelenggaraan vaksinasi massal yang prioritaskan untuk peserta didik itu, selain difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Kalsel. Partisipasi dari Kabupaten Kotabaru juga ikut dalam mensukseskan kegiatan sosial yang diinisiasi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Selain kegiatan vaksinasi massal, paman Birin juga membagikan bantuan sembako bagi warga terdampak COVID-19 di daerah itu. Bahkan, menghibahkan dana untuk keperluan Masjid At-Taqwa sebesar Rp75.000.000.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi juga mengapresiasi dengan langkah yang dilaksanakan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor terkait pelaksanaan program vaksinasi massal yang berhasil dijalankan.

“Ini suatu pencapaian yang sangat luar biasa, kami mendukung sekali semoga pelaksanaan program dari Gubernur berjalan lancar,” harapnya.

Anggota Komisi yang membidangi ekonomi dan keuangan dari fraksi Partai Golkar di DPRD Kalsel itu menyampaikan capaian dari Kabupaten Kotabaru yang berhasil masuk dilevel 2 dengan harapan pemulihan ekonomi dapat kembali berjalan secara normal kedepannya.

Bantuan sembako oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor kepada warga yang terdampak COVID-19 di Desa Sebanti, Pulau Laut Barat, Kotabaru.

“Kita berharap demikian, dengan adanya program vaksinasi massal, protokol kesehatan juga sudah diterapkan tentu ekonomi masyarakat pun kembali bangkit serta dapat dimaksimalkan,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Serahkan Hibah Keagamaan dan Pendidikan Tinggi 2,9 M

TANAH BUMBU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyerahkan bantuan hibah keagamaan dan pendidikan tinggi untuk Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp2,9 miliar.

Suasana saat rombongan Turdes Vaksinasi Bergerak tiba di Angsana Tanbu

Hibah tersebut diserahkan Paman Birin disela peninjauan Vaksinasi Bergerak di SMAN 1 Angsana, pada Rabu (6/10) sore.

Menurut Paman Birin, kegiatan vaksinasi bergerak juga dirangkai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Hibah ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan sarana dan prasarana di lingkungan ponpes,” ujarnya.

Dirinya berharap, dana hibah tersebut dapat digunakan sebaik baiknya untuk menunjang Indeks Pembangunan Manusia khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version