Panen dan Tanam Cabai Hiyung Tapin, Wamentan: Upaya Bersama Kendalikan Inflasi

TAPIN – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Selasa (25/10). Setibanya di Tapin, Wamentan terlebih dahulu meninjau program padat karya produktif dan penyerahan kunci bedah rumah warga.

Kemudian dilanjutkan dengan panen dan tanam cabai pada lahan seluas 182 hektar di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah. Kegiatan ini diikuti juga oleh Bupati Tapin Arifin Arpan, Plt Sekda Tapin, Syamsir Rahman, Kapolres AKBP Ernesto Saiser, Kajari Adi Fakhruddin, Dandim 1010 Tapin, Letkol Inf Andi Sinrang, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan Imam Subarkah, serta puluhan petani cabai Hiyung.

“Kegiatan ini dalam rangka upaya bersama mengendalikan inflasi, terutama pada komoditas pangan. Sampai September 2022 kemarin, inflasi di Indonesia masih relatif terkendali. Namun kita tetap tidak boleh lengah,” kata Wamentan dalam sambutannya.

Wamentan mengatakan cabai salah satu komoditas yang rentan inflasi. Oleh karena itu, Ia pun mengajak para petani agar terus meningkatkan produksi penanaman cabai hiyung untuk menekan laju inflasi.

Selain itu, Wamentan Harvick juga meminta agar pemerintah daerah memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta hilirisasi pertanian.

“Saya sarankan juga kepada pak Bupati dan Gubernur untuk mengakselerasi hilirisasinya. Supaya off farm juga berkembang, bukan hanya on farm nya. Jadi nanti anak-anak mudanya tidak hanya di pertaniannya, tetapi juga di pengolahannya,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tapin, Arifin Arpan mengungkapkan cabai menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Selain itu, Ia menyebut bahwa Kabupaten Tapin merupakan daerah penyangga pangan nasional. Hal ini didukung dengan lahan pertanian yang cukup luas.

“Sektor pertanian kami cukup luas, ini akan kami mempertahankan, karena presiden sudah banyak membantu kami banyak, mulai dari bendungan sampai alsintan. Karena alam kita mayoritas pertanian,” ungkapnya.

Arifin mengatakan telah mengalokasikan 2 persen dari APBD atau sekitar Rp9 miliar untuk mengendalikan inflasi. Anggaran tersebut digunakan untuk belanja bantuan sosial, pemanfaatan tenaga kerja bagi yang terdampak inflasi, seperti program padat karya. (KEMENTAN-RIW/RDM/RH)

Wamentan Dorong Sektor Pertanian Kalsel Berkontribusi Bagi IKN Nusantara

BANJARMASIN – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mendorong sektor pertanian Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk berkontribusi terhadap Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Menurutnya, kontribusi komoditas pertanian tersebut mulai dari tanaman pangan, perkebunan, hingga lahan rawa.

“Kontribusi sektor pertanian Kalsel untuk IKN yang perlu didorong ada banyak, seperti rawanya, perkebunannya, tanaman pangan, sawitnya. Terus hilirisasinya juga yang tadi saya sampaikan,” kata Wamentan Harvick saat menghadiri Kuliah Umum pada program Pascasarjana di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin (24/10).

Wamentan saat menjadi pembicara di ULM

Selain itu, Wamentan Harvick juga mendorong agar pemerintah daerah memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai off taker.

“Saya juga sampaikan ke pak Gubernur, segera BUMD-nya dimaksimalkan agar program-program pemerintah pusat ini bisa segera terserap,” tandasnya.

Sebagai informasi, selain mengisi kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat, kunjungan kerja Wamentan Harvick di Kalimantan Selatan ini dalam rangka mengakselerasi pembangunan pertanian untuk menyambut IKN Nusantara. Salah satunya mengendalikan inflasi dengan melakukan tanam cabai di Kabupaten Tapin.

“Besok (baca; Selasa) kita mau tanam dan panen cabai di Kabupaten Tapin. Yang kita lihat di Kalsel ini akan kami sampaikan ke pak Presiden mengenai kesiapan Kalsel soal Ibu Kota Nusantara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. Ahmad menuturkan, bahwa Kalimantan Selatan merupakan gerbang bagi IKN Nusantara.

“Sehingga kita harus menjadi kota penyangga IKN Nusantara, seperti produk-produk pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan,” tuturnya. (KEMENTAN-RIW/RDM/RH)

Disdag Kalsel Upayakan Kestabilan Bapok Melalui Pasmur

KOTABARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, berupaya dalam waktu jangka pendek melakukan pengendalian inflasi, melalui Pasar Murah untuk kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, kepada Abdi Persada FM, pada Selasa (25/10) menjelaskan, langkah jangka pendek saat ini yang paling tepat menjaga stabilitas dan kelancaran pasokan barang, khususnya bahan pokok, dalam bentuk pasar murah.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, meninjau Pasmur

Sesuai arahan dari Gubernur Kalsel, pasar murah dilakukan ke seluruh Kabupaten dan Kota, bekerjasama TPID Kalsel, Pemda Kabupaten kota dan pelaku usaha.

“Bahan pokok yang dijual pada pasmur ini harganya jauh lebih murah, dibandingkan di pasar setempat,” jelasnya

Disampaikan Birhasani, saat ini kondisi ketersediaan bahan pokok masih aman, warga jangan terlalu khawatir, meski ada yang mengalami kenaikan harga akibat naiknya biaya ekspedisi, karena sebagian besar keperluan masyarakat di Kalsel, masih tergantung pasokan dari luar provinsi

“Bapok dari luar diantaranya gula, bawang, minyak goreng, kedelai, cabe, telur ras,dan tepung terigu,” ucapnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, dalam kegiatan pasar murah yang berlokasi di sekitaran Pasar Kemakmuran Kotabaru, sebagai daerah sampel pencatatan inflasi di Kalsel, diikuti beberapa SKPD dilingkup Pemprov Kalsel seperti Dinas Perdagangan, Dinas Peternakan Pekerbunan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Dinas Kelautan dan Perikanan, kemudian Bulog, agen beras, selanjutnya Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan Kabupaten Kotabaru, agen LPG 3Kg, dan BPR.

Suasana Pasar Murah di Pasar Kemakmuran Kabupaten Kotabaru

“Kami apresiasi antusias daya beli warga sangat tinggi dalam memberi bahan pokok seperti telur, bawang merah, bawang putih, migor, beras, sayur-sayuran, tepung, teh dan gas LPG 3kg,” tutupnya. (DISDAGKALSEL-NHF/RDM/RH)

Pra Popnas Zona 3 di Kalsel Akan Dibuka Gubernur

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga-nya terus melakukan memantapkan, untuk pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Zona 3 di Kalsel. Salah satunya, untuk Open Ceremony.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, untuk pembukaan Pra Popnas di Provinsi Kalimantan Selatan akan dilaksanakan, pada Rabu 26 Oktober 2022, yang akan dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

“Untuk pembukaan Pra Popnas akan dibuka oleh Gubernur Sahbirin Noor, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR). Hasanuddin HM, di Banjarmasin,” ungkap Hermansyah, kepada sejumlah wartawan, Selasa (25/10). 

Saat ini, lanjut Hermansyah, pihaknya telah melakukan pematangan terhadap, pelaksanaan Kejuaraan Pra Popnas di Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti, penjemputan kontingen, pengantaran ke hotel, pembukaan, serta tempat pertandingan telah siap semuanya.

“Untuk pemantapan pelaksanaan Pra Popnas Zona III di Kalsel telah siap untuk digelar,” jelasnya. 

Pada acara ceremony pembukaan Pra Popnas tersebut akan dimeriahkan dengan penampilan artis D’Masiv. 

“Untuk memeriahkan Pembukaan Pra Popnas Zona III di Kalsel, ada ada penampilan artis ibukota D’Masiv,” ungkapnya lagi. 

Hermansyah berharap, pelaksanaan Pra Popnas di Provinsi Kalimantan Selatan dapat berjalan lancar dan sukses. 

“Pelaksanaan Pra Popnas Zona III ini, merupakan miniatur kegiatan skala nasional, bahwa Provinsi Kalimantan Selatan telah siap untuk penyelenggaraan kegiatan olahraga tingkat nasional,” ujarnya. 

Selain itu, pihaknya berharap pada Pra Popnas Zona III ini, banyak meloloskan atlet Provinsi Kalimantan Selatan pada ajang Popnas tahun depan di Bangka Belitung. 

Pada Pra Popnas Zona 3 Tahun 2022 ini, diikuti tujuh provinsi di Indonesia, Kalsel, Kalteng, Kaltara, Yogyakarta, Bali, Jawa Tengah, dan Banten. (SRI/RDM/RH)

Kenaikan BBM dan Transportasi Picu Penambahan Angka Inflasi Secara Nasional

BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September 2022 secara nasional berada diangka 1,17 persen. Pemicu utama atas kenaikan ini didorong adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kelompok transportasi.

Angkutan transportasi ikut mendorong kenaikan inflasi secara nasional

Kepala BPS Pusat, Margo Yowono, memaparkan berdasarkan data yang didapatkan melalui hasil laporan Badan Pusat Statistik (BPS) di tingkat provinsi rata-rata penyebab terjadinya inflasi dipicu berdasarkan kenaikan bensin dan solar.

“Ini perlu menjadi kewaspadaan kita bersama khususnya di seluruh daerah,” ujarnya melalui virtual dalam rapat koordinasi bersama Mendagri RI terkait pengendalian Inflasi Indonesia di Daerah yang diikuti Pemprov Kalsel, di ruang Command Center (CC) Setdaprov, Senin (24/10) siang.

Disampaikannya pula, dampak lainnya juga terjadi di kelompok angkutan dalam kota dan tarif pada layanan kendaraan berbasis online. Sehingga, terjadi inflasi.

“Apabila dilihat dari Agustus hingga September terjadi minus sebesar 0,21. Yang mana, Juli lalu berada diangka 0,64 persen akibat kenaikan tarif angkutan udara dan produk hortikultura,” ungkapnya.

Berdasarkan data, menurutnya, energi dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi pendorong atas angka inflasi selain kebutuhan pokok lainnya.

“Seperti gas LPG dan BBM non subsidi itu terjadi pada Januari naik sebesar 0,56 persen, Maret menjadi 0,66 persen meski minus 0,2 persen. Sedangkan April berada di kisaran 0,95 persen. Ini data berdasarkan month to month,” bebernya.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengungkapkan, sesuai arahan Presiden RI atas instruksi langsung Mendagri Tito Karnvian tentu hal tersebut akan ditindaklanjuti pihaknya.

Sekdaprov Kalsel Roy Rizal Anwar (tengah) bersama jajaran TPID tengah mengikuti rakor pengendalian inflasi oleh Mendagri dan BPS Pusat

“Ini dilakukan Presiden setiap minggunya untuk memantau perkembangan inflasi di daerah dan kondisinya seperti apa agar setiap permasalahan bisa dipecahkan bersama-sama,” ucapnya.

Data BPS Provinsi mengungkap pada September 2022, Kalsel mengalami inflasi sebesar 1,42 persen. Pemicu terjadinya hal tersebut diakibatkan adanya kenaikan harga kelompok transportasi yakni angkutan antar kota. Disusul bensin, tarif air minum, LPG, daging ayam ras hingga kacang panjang.

“Langkah-langkah agar dapat menekan inflasi adalah terus berkomunikasi dengan TPID. Selain itu pengoptimalan penyaluran bansos dan BLT juga sebagai penunjangnya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan (Diskominfo Kalsel) menggelar syukuran dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, di Lobi Diskominfo Kalsel, Senin (24/10).

Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lobi Diskominfo Kalsel

Peringatan ini diikuti oleh seluruh pegawai termasuk mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Diskominfo Kalsel.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, peringatan Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi ini diharapkan dapat dijadikan momentum seluruh pegawai Diskominfo Kalsel untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim (tengah), saat memberikan sambutan

“Kita punya tugas untuk mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, jadi dalam penerapannya kita juga harus meniru suri tauladan beliau (Rasulullah),” ucap Muslim.

Selain itu diakui Muslim, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antar sesama pegawai.

Tak jarang seluruh pegawai dibuat tertawa lepas saat mendengar lelucon dari Ustadz Akhmad Supian Al-Banjari saat memberikan tausyiah pada kegiatan ini.

“Dengan begini mereka (pegawai Diskominfo Kalsel) bisa lebih refresh jadi kinerjanya juga semakin membaik,” terang Muslim.

Muslim menyebut pihaknya berencana terus menggelar kegiatan keagamaan serupa, agar dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seluruh pegawai di Diskominfo Kalsel.

“Semoga seluruh pegawai di Diskominfo Kalsel mendapat hikmah dari setiap penyelenggaraan kegiatan seperti ini,” tutup Muslim. (SYA/RDM/RH)

Kejurprov National Paralympic Commiter Indonesia Kalsel Digelar

BANJARMASIN – Dinas Pemuda dan Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap Pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) National Paralympic Commitee Indonesia (NPCI) di Sport Center NPC Kalsel. Kegiatan kejurprov NPC yang diselenggarakan mulai tanggal 21-23 Oktober 2022, di Banjarbaru.

Kejurprov NPCI Kalsel ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah, diwakili oleh Kabid Peningkatan Olahraga Prestasi, Muhammad Fitri Hernadi.

Kabag Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Fitri Hernandi

“Ini adalah ajang untuk pemanasan dan uji coba, semoga kegiatan ini dilaksanakan dan diikuti oleh atlet dengan baik,” ucap Fitri, kepada sejumlah wartawan, di Banjarmasin, Senin (24/10).

Fitri mengatakan, Kejurprov yang digelar ini, untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Paralimpik Provinsi (Peparprov) di Hulu Sungai Selatan akhir November mendatang.

“Kami berharap melalui kejurprov ini dapat menemukan lebih banyak atlet usia muda yang handal dari daerah,” ucap Fitri.

Pada Kejurprov NPCI Kalsel ini diikuti sebanyak 140 atlet pemula dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kejurprov tahun 2022 ini mempertandingkan empat cabang potensial penyumbang medali di nasional Yakni, Renang, Atletik, Menembak dan Panahan. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Ciptakan Lapangan Kerja dan Bagikan 10.000 Bibit Cabe Untuk Kendalikan Inflasi di Banua

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan selatan (Kalsel) menggelar apel gerakan pengendalian inflasi Provinsi Kalimantan selatan. Apel ini dilaksanakan di Halaman Kantor Setda Provinsi Kalimantan Selatan, yang dipimpin langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada Senin (24/10). Saat menjadi Inspektur Upacara, Gubernur Kalsel menyampaikan, untuk mengendalikan inflasi di Kalimantan Selatan Pemerintah Provinsi Kalimantan selatan akan menciptakan lapangan kerja untuk seluruh warga, sehingga pengendalian inflasi di daerah ini tidak hanya dilakukan jangka pendek, namun dalam jangka panjang. Selain menciptakan lapangan kerja, pihaknya juga akan membagikan 10.000 bibit cabe kepada masyarakat, dengan tujuan untuk membudidayakan dan menanam cabe di pekarangan masing-masing, sehingga dapat menjaga stabilitas harga cabe.

“Penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Kalsel untuk pengendalian inflasi yang tidak hanya dilakukan dalam jangka pendek, namun jangan menengah dan jangka panjang,” ucap orang yang akrab disapa Paman Birin.

Paman Birin menambahkan, Pemerintah Provinsi bersama seluruh stakeholder, akan terus memperkuat koordinasi, untuk membuat strategi kebijakan daerah presiden RI Joko Widodo, untuk mengendalikan inflasi. Salah satu cara untuk mengendalikan inflasi di Kalsel, Pemprov Kalsel telah menggelar pasar murah di 13 kabupaten/kota, yang berlangsung sejak September hingga Desember mendatang.

“Kita berharap kenaikan harga barang dan jasa seperti komoditas pangan dapat dikendalikan,” tutupnya.

Apresiasi hadiah kepada pemenang MTQ Nasional ke 22 dari Bank Kalsel dan Pemprov Kalsel

Untuk diketahui, pada apel pengendalian inflasi, Pemprov Kalsel membagikan ribuan bibit cabe dan tomat kepada seluruh jajaran SKPD lingkup Kalsel, hal ini bertujuan agar ASN dan tenaga kontrak di Pemprov Kalsel turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan inflasi dengan menanam cabe. (MRF/RDM/RH)

Gelar Enduro Banua Series 2, Paman Birin : Gali Potensi Olahraga Sepeda

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi-nya menggelar, Kejuaraan Enduro Series 2, di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Minggu (23/10). Dilepas langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah.

Dalam sambutannya Sahbirin Noor mengatakan, atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi, atas terselenggaranya, Pertandingan Enduro Banua Series 2 yang diselenggarakan oleh komunitas pesepeda banua dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur saat menyampaikan sambutan

“Melalui kegiatan ini, kita dapat terus menggali potensi yang ada di banua kita. salah satunya adalah potensi olahraga sepeda, yang memicu adrenalin,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin tersebut.

Menurut Paman Birin, banua ini dikaruniai alam yang luar biasa, yang dapat di gali dan dimanfaatkan potensinya, untuk berbagai kegiatan. Salah satu, lomba Enduro Banua Series 2 ini.

Menurutnya, Kawasan pegunungan di desa kiram memiliki potensi yang luar biasa. Selain memiliki potensi wisata alam, kawasan ini juga memiliki potensi untuk olahraga ekstrem maupun wisata olahraga.

“Para komunitas trail sudah membuktikannya, bahkan sukses menggelar berbagai event, termasuk even internasional yang menghadirkan rider terbaik di dunia,” ujarnya

Untuk itu, lanjutnya, dengan berbagai event yang diselenggarkan, selain sebagai wahana bagi para pecinta sepeda ekstrem secara tidak langsung juga dapat menggerakan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap event seperti ini terus terlaksana secara rutin, bahkan dapat menggelar event dengan skala internasional,” ucap Paman Birin. (DISPORAKALSEL-SRI/RDM/RH)

Soswasbang di Sampanahan, Yani Helmi Soroti Penggunaan Gadget Yang Berlebihan

KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyoroti penggunaan sosial media yang secara berlebihan digunakan sebagai penyampaian informasi berasas kebohongan dan berdampak tumbuhnya tindak radikalisme di kalangan generasi muda.

“Nah dalam hal ini juga saya sampaikan melalui kegiatan Soswasbang dan semoga tidak mudah termakan hoax (berita bohong),” ujarnya usai menggelar Soswasbang di SMA Negeri 1 Sampanahan Kotabaru, Senin (24/10).

Peserta Didik SMA Negeri 1 Sampanahan saat mendengarkan materi Soswasbang

Menurut Paman Yani (sapaan akrbnya) penggunaan sosial media yang bijak harus diimbangi dengan pembekalan edukasi tepat agar dapat memilah, termasuk dampak baik dan buruknya pada era digital sekarang ini.

“Apabila tidak bisa menyaring secara baik maka informasi yang didapatkan juga bisa menyesatkan dan ujung-ujungnya menjerumuskan ke hal yang negatif, itu perlu diperhatikan. Bahkan, kita tidak mau terkena pidana seperti terjerat UUD ITE ini jelas merugikan mereka,” ungkapnya.

Hendaknya, menurutnya langkah ini harus benar-benar disaring secara baik oleh generasi muda termasuk bagaimana menyikapi adanya paham radikalisme yang secara waras dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Makanya, dengan keberadaan Soswasbang ini lah tentu sebagai perisai mereka agar NKRI tetap terjaga dengan baik. Serta, sebagai generasi muda harus mampu menjaga kesatuan termasuk di banua kita di Kalsel,” harap anggota legislatif dari Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu ini.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sampanahan Kotabaru, Suyata, mengucapkan terima kasih atas kedatangannya yang selain bersilaturahmi juga turut bersedia memberikan edukasi kepada peserta didiknya untuk secara penuh dapat menangkal keberadaan paham radikalisme.

“Saya sangat berterima kasih bahwa paman Yani mau bertandang kesini serta mau bersilaturahmi ke sekolah kami. Semoga ilmu yang diberikan tadi bermanfaat dan pengaplikasiannya mampu berjalan sesuai harapan kita semua,” paparnya.

Apalagi, dia mengharapkan, peserta didiknya yang kini telah melek terhadap gadget dan memahami betul sistem digitalisasi dapat secara penuh menggunakan untuk hal yang positif.

“Gunakanlah gadgetnya secara bijak dan tidak merugikan diri sendiri serta orang lain,” ucapnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version