Siapkan Anggaran 40 M, Pemprov Kalsel Bakal Bangun Kantor BPKB di Tanbu

TANAH BUMBU – Pemerintah daerah (Pemda) bakal menyiapkan Rp40 miliar untuk anggaran pembangunan gedung kantor pembantu BPKB Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalsel yang berlokasi di Kapet Batulicin, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Suasana pelaksanaan Sosper Perda Pajak Daerah yang diikuti warga dari Desa Gunung Antasari, Tanah Bumbu

Rencana dibangunkannya fasilitas tersebut, merupakan bentuk memudahkan masyarakat untuk bisa mengurus BBN-KB yang selama ini dianggap jaraknya terlalu jauh. Apalagi, Tanah Bumbu dan Kotabaru merupakan daerah terujung yang cukup mendapat perhatian pemerintah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyampaikan, tingginya antusias masyarakat terhadap pajak kendaraan bermotor menjadi alasan kuat rencana pembangunan gedung BPKB di Kabupaten Tanah Bumbu. Adanya ini tentu kepengurusan pajak lima tahunan dapat lebih mudah dijangkau tanpa harus ke Banjarmasin.

“Nah, ini sangat dibutuhkan warga kita yang jauh dari Ibu kota provinsi dan mudah-mudahan tahun 2023 dapat dianggarkan Rp40 M untuk pembangunan gedung BPKB di Kabupaten Tanah Bumbu,” ujarnya kepada awak media, Jumat (24/3) petang.

Ia mengingatkan, adanya penyebarluasan informasi melalui sosialisasi yang dituangkan dalam Perda Nomor 05 Tahun 2011 soal Pajak Daerah di Kalsel tentu diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap setiap pembangunan.

“Mari kita bersama-sama konsisten bagaimana mempermudah untuk masyarakat membayar pajak. Jangan sampai lagi mereka terlalu jauh untuk kewajibannya membayar pajak apalagi persoalannya daerahnya cukup jauh, hal inilah yang harus menjadi perhatian serius,” ungkap politisi dari fraksi Partai Golkar yang akrab disapa Paman Yani.

Bahkan, kedua belah pihak antara Pemda dan Polda Kalsel telah sepakat. Tinggal, kata dia, kesiapan anggaran untuk pembangunan.

“Kenapa jadi di Tanah Bumbu aksesnya tidak jauh dari Kotabaru. Jalannya pun dekat, nanti kalau ada kesempatan media bisa mengekspos jalur yang sudah menjadi titik lokasinya,” jelas legislatif dari Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Batulicin, Indra Abdillah, menyampaikan, dengan keberadaan kantor pembantu BPKB Dirlantas Polda Kalsel yang dibangun di Kapet Batulicin setidaknya masyarakat mampu terbantu secara optimal.

“Jadi, warga yang ingin mengurus lima tahunan wajib melakukan bea balik nama (BBN-KB) karena tidak ada lagi istilah jauh mengingat kantor akan ada di Batulicin,” papar dia.

Mantan pejabat yang pernah mengawali karirnya di Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kalsel ini akhirnya keinginan masyarakat dapat terpenuhi atas inisiasi dan lobi beberapa kali dari Komisi II DPRD terutama Paman Yani.

“Alhamdulillah, dengan adanya Dirlantas ini setidaknya mempermudah masyarakat. Bahkan Polda juga terbantu dalam keserasian data,” ungkapnya. (RHS/RDM/RH)

Antarkan 400 Prajurit Pamtas RI – Papua Nugini, Ini Pesan Paman Birin

BANJARBARU – Adalah suatu kebanggaan bagi prajurit TNI, apabila terpilih menjadi bagian dari Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas), karena tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan dan kepercayaan, untuk melaksanakan tugas mulia dari negara.

Kesempatan ini hendaknya bisa dijadikan sebagai motivasi, untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sekaligus menumbuhkan kebanggaan bagi keluarga, kesatuan, dan juga masyarakat Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel (sasirangan) saat inspeksi barisan prajurit Satgas Pamtas

Pesan inilah yang disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, saat mengantarkan keberangkatan 400 Prajurit dari Yonif 623/Bhakti Wira Utama, ke Papua Barat dalam rangka pengamanan perbatasan di wilayah Kodam XVIII/Kasuari.

Upacara pengantaran yang dipimpin langsung Paman Birin (sapaan khas Gubernur) di Lapangan Wiratama Yonif 623/BWU kawasan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru ini, berlangsung pada Minggu (26/3).

Satgas Yonif 623/BWU akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI – Papua Nugini selama kurang lebih 12 bulan, dengan wilayah meliputi kabupaten Sorong Selatan dan kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya ucapkan selamat dan sukses, kepada para prajurit, yang terpilih menjalankan tugas, sebagai Satgas Pamtas RI-Papua Nugini”, ucap Paman Birin.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, kehadiran prajurit harus mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kepentingan keamanan wilayah, tetapi juga dapat membina masyarakat, agar tetap memiliki wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan nasionalisme yang tinggi.

“Saya berharap, dalam melaksanakan tugas, para prajurit senantiasa memelihara hubungan baik, dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan juga masyarakat, serta terus waspada, guna mengantisipasi setiap perkembangan situasi yang terjadi di lapangan,” tambahnya.

Diakhir amanatnya Paman Birin berpesan agar menjadi prajurit terbaik, yang tidak hanya patuh dan setia, tetapi kehadirannya juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Selamat jalan dan selamat bertugas. Semoga selamat sampai tujuan, dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, serta dapat pulang kembali ke Batalyon,” pungkas Gubernur.

Selain untuk memberikan dampak positif bagi kepentingan keamanan di wilayah, Satgas Yonif 623/BWU mempunyai tugas pokok berupa kegiatan Binter dan Komsos Kreatif, cegah stunting, peningkatan mutu pendidikan, membangun kampung Pancasila dan melaksanakan penggalangan terhadap tokoh masyarakat di wilayah. (RIW/RDM/RH)

Bahas Stunting dan Penanganan Kemiskinan, Pemprov Kalsel Terima Kunjungan DPRD Kalteng

BANJARBARU – Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, menerima kunjungan kerja (kunker) Komisi III DPRD Kalteng, di ruang Rapat Sekdaprov Kalsel, Jumat (24/3).

Suasana pemaparan penanggulangan kemiskinan dan penanganan stunting kepada rombongan Komisi III DPRD Kalteng oleh Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor

Kedatangan dari rombongan legislatif ditingkat Provinsi Kalteng itu juga sekaligus belajar secara mendalam soal pencegahan dan penurunan angka kasus stunting atau kekerdilan.

“Tentu saat ini angka stunting kita di Kalsel sudah menunjukkan ke arah yang membaik, sehingga, dari rombongan belajar langkah apa saja yang telah dilakukan Pemprov Kalsel,” ujarnya.

Selain itu, dia mengungkapkan, dalam penanganan stunting, rombongan Komisi III DPRD Kalteng juga belajar banyak bagaimana cara penanggulangan angka kemiskinan ekstrim melalui program nyata yang terus digaungkan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor untuk setiap daerah di provinsi ini.

“Yang jelas adalah berbagi pengalaman, yang suatu saat nanti kami juga akan belajar ke Kalteng,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng saat memberikan apresiasi atas kesediaan Pemprov Kalsel atas pelaksanaan kunjungan kerja (kunker) mereka

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menuturkan, wilayahnya yang masih tergolong tinggi angka stuntingnya hingga kini diketahui berada diurutan keenam itu perlu belajar banyak apa saja langkah yang dapat dilakukan untuk mengentaskan permasalahan tersebut.

“Banyak sekali yang kami dapatkan. Terutama tadi, belajar penanganan dan penurunan angka stunting. Banyak hal bisa diperoleh di sini baik langkah serta program-program nyata dari Pemprov Kalsel. Apalagi stunting di Kalteng masih tinggi,” paparnya.

Apalagi, ia bersama rombongan dari Komisi III DPRD Kalteng ingin mengetahui lebih banyak pengetahuan soal langkah strategis penangulangan kemiskinan ekstrim. Mengingat, Kalteng merupakan daerah kewilayahannya yang cukup luas.

“Apa yang kami dapatkan di sini akan kami bawa dan kami sampaikan sebagai masuk kepada Pemprov Kalteng untuk perbaikan,” tutupnya.

Diakhir kegiatan, keduanya saling bertukar cenderamata khas daerah masing-masing. serta mengharapkan sharing yang didapatkan mampu diimplementasikan dengan baik dan pencanangan yang dilakukan bisa direalisasikan. (RHS/RDM/RH)

Pasar Wadai Ramadhan di Banjarmasin : Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Wisata

BANJARMASIN – Dengan dibukanya Pasar Wadai Ramadhan, setelah beberapa tahun tidak ada karena pandemi COVID-19, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berupaya, dapat mengendalikan Inflasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan baru – baru tadi.

Syarifuddin menjelaskan, dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan 1444 H, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan Pasar Wadai Ramadan, saat ini ada sebanyak 105 stand gratis bagi pedagang dengan menjual berbagai aneka produk seperti makanan, minuman, dan jajanan khas Banjar. Bahkan ada stand khusus oleh koperasi untuk pengendalian inflasi, menjual bahan pokok diantaranya gula pasir, telur, dan tepung terigu dengan harga murah.

“Pasar Wadai Ramadan ini merupakan inisiatif Gubernur Kalsel, dalam rangka pengendalian inflasi,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, kegiatan Pasar Wadai Ramadan, akan menampilkan berbagai pergelaran dengan bekerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Bidang Kebudayaan, dan UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, yaitu penampilan hiburan seperti musik religi, panting, dan madihin di panggung utama Siring Nol Km Banjarmasin.

“Warga dapat menikmati hiburan, sambil berbelanja untuk keperluan berbuka puasa,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, Pasar Wadai Ramadan ini buka selama 28 hari, dan nanti dalam pelaksanaannya akan dibarengi pembukaan Halal Fair Food Nasional, yang direncanakan dihadiri oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’aruf Amin, pada tanggal 10 hingga 15 April 2023.

“Semoga kehadiran Pasar Wadai Ramadan ini, inflasi terkendali, tingkat kunjungan wisatawan meningkat,” tutupnya

Untuk diketahui, sebelumnya Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, secara resmi telah membuka Pasar Wadai Ramadhan pada Kamis 23 Maret 2023 sore, di Taman Siring Nol Kilometer berlokasi Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Forum Puspa Kalsel dan Kaukus Perempuan Politik Kalsel Bersinergi Dalam Percepatan Pembangunan

BANJARMASIN – Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kaukus Perempuan Politik Kalsel bersinergi dalam percepatan pembangunan.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dilaksanakan oleh Anggota Komisi I DPRD Kalsel sekaligus Ketua Kaukus Perempuan Politik Kalsel, Dewi Damayanti Said, bertempat di kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur, baru-baru tadi.

Suasana Sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2018 oleh Anggota DPRD Kalsel Dewi Damayanti Said

Ketua Forum Puspa Kalsel, Mariani mengatakan ada beberapa persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama terkait perlindungan terhadap perempuan dan anak, antara lain peningkatan usaha ekonomi pasca pandemi Covid-19 sehingga kekerasan dalam rumah tangga yang disinyalir diakibatkan persoalan ekonomi dapat diminimalisir.

“Kemudian persoalan pernikahan anak dan stunting, perdagangan perempuan dan anak juga perlu menjadi prioritas bagi kita,” katanya.

Selain itu, Mariani juga berharap kuota untuk perempuan di parlemen lebih dari 30 persen agar kaum perempuan bisa menempati posisi strategis sebagai pengambil kebijakan, khususnya pada Pemilu 2024 mendatang.

“Jadi kaum perempuan di Kalsel diharapkan bisa bersaing dan terus meningkatkan kualitas dan kapasitas mereka sehingga layak duduk sebagai perwakilan perempuan di parlemen,” jelasnya.

Sementara, Anggota Komisi I DPRD Kalsel sekaligus Ketua Kaukus Perempuan Politik Kalsel, Dewi Damayanti Said menyambut baik adanya komunikasi awal dengan forum pegiat perempuan di Kalsel ini.

“Forum Puspa Kalsel ini sangat membantu dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Banua karena mereka betul-betul memahami keadaan yang sekarang ini terjadi pada perempuan dan anak,” tuturnya.

Dewi juga akan meneruskan aspirasi yang disampaikan Forum Puspa Kalsel kepada Komisi di DPRD Kalsel yang membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Insya Allah usulan Perda tentang anak terlantar ini akan kami komunikasikan ke Komisi IV yang membidanginya. Mudah-mudahan bisa menjadi inisiasi Dewan,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Kembali, Paman Birin Pimpin Tim SKPD Pemprov Bagikan Bantuan Banjir

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, kembali mengajak seluruh SKPD lingkup Pemprov Kalsel untuk meninjau sekaligus memberikan bantuan makanan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Rabu (22/3) pagi.

Kali ini, tim SKPD dibagi menjadi tiga tim yang tersebar ke beberapa titik yakni Desa Sungai Rangas, Teluk Selong-Dalam Pagar, serta Tunggul Irang-Bincau.

Dalam arahannya, Gubernur akrab disapa Paman Birin itu meminta seluruh SKPD agar membagikan bantuan secara merata dan tidak meninggalkan sisa.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (peci hitam) dikerumuni warga yang antusias diberi bantuan

“Pokoknya kalau masih ada bantuan yang tersisa, lanjutkan lagi perjalanan sampai bantuan yang kita bawa benar-benar sudah habis,” pintanya.

Paman Birin beserta tim lainnya menuju ke Desa Teluk Selong hingga ke Dalam Pagar.

Warga setempat menyambut gembira karena mendapat perhatian langsung dari orang nomor satu di Kalsel itu.

Paman Birin bahkan tak segan memikul karung berisi beras untuk diberikan kepada masyarakat.

“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat,” harapnya.

Sementara itu, di Desa Sungai Rangas Ulu, Kepala Biro Ekonomi Kalsel, Raudhatul Jannah, didampingi tim dari Biro Umum, Dinas Perindustrian, Dinas Kominfo serta SKPD lainnya, berjalan kaki hingga ratusan meter ditengah banjir, sembari membagikan makanan dan snack kepada warga serta mendoakan musibah yang menimpa sejak Januari 2023 ini segera hilang.

Kepala Biro Perekonomian Kalsel, Raudhatul Jannah (kuning) saat membagikan nasi bungkus kepada warga

“Ini memang alakadarnya, tetapi ini wujud kepedulian Pemprov Kalsel terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Istri Gubernur Kalsel itu bahkan masuk langsung ke salah satu rumah warga yang terendam cukup parah. Ia menguatkan warga agar bersabar, terutama menjelang Ramadhan ini.

Kedatangan tim disambut hangat oleh masyarakat setempat, Pambakal Desa Sungai Rangas Ulu, Zainal Aqli, mengucap terimakasih atas bantuan dari Pemprov Kalsel ini.

“Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Gubernur, khususnya juga kepada Ibu Gubernur yang rela terjun langsung untuk memberikan bantuan,” ucapnya.

Zainal banjir di desanya pada bulan ini sudah terjadi tiga kali. Sedikitnya ada 600 Kepala Keluarga (KK) dengan total lebih dari 2.000 jiwa terdampak.

“Banjirnya terkadang tinggi, terkadang juga surut,” terangnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Raih Penghargaan BAZNAS, Sebagai Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat

JAKARTA – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, menerima penghargaan Baznas Award 2023 kategori Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat.

Gubernur Kalsel (memegang piagam) berfoto bersama jajaran BAZNAS Kalsel

Penghargaan bergengsi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat ini diterima langsung oleh Paman Birin, pada Selasa (21/3) di Jakarta.

Paman Birin berharap Baznas Kalsel dapat terus membumikan keutamaan berzakat, serta dapat terus menanamkan budaya berzakat untuk seluruh ummat Islam di Banua yang bergelar Kalsel Babussalam.

“Semoga penghargaan ini dapat meningkatkan penerimaan zakat serta BAZNAS Kalsel dapat mengelolanya dengan lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalsel Irhamsyah Safari, mengatakan penghargaan yang diterima Paman Birin sebagai Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat, tidak lepas dari perhatian dan dukungan Paman Birin sebagai Gubernur Kalsel dalam mendukung BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, berkat perhatian dan dukungan Paman Birin, untuk kedua kalinya Paman Birin meraih BAZNAS Award, tahun ini beliau diberi penghargaan sebagai Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat,” sampainya.

Selain itu, setiap tahunnya, Paman Birin memberi contoh keteladanan dalam membayar zakat melalui BAZNAS, yang mampu memotivasi dan mendorong masyarakat menyalurkan zakat, infaq, dan shadqahnya melalui BAZNAS.

Ilham juga menyampaikan terima kasih kepada Paman Birin serta stakeholder, yang turut mendukung dan mendorong kebangkitan zakat di Kalsel, serta mendukung pengelolaan zakat oleh BAZNAS Kalsel.

Atas dukungan ini, BAZNAS Kalsel juga berhasil meraih 4 penghargaan dalam BAZNAS Awards 2023. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Silaturahmi Paman Birin dan Guru Wildan di Pesantren Tebuireng Jombang

Jawa Timur – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, bersama KH. Wildan Salman (Guru Wildan) melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur pada Senin (20/3).

Pada silaturahmi itu, Paman Birin dan Guru Wildan diterima langsung Pimpinan sekaligus Pengasuh Ponpes Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin. Turut mendampingi Gus Kikin diantaranya adalah H. Lukman Hakim, Mudir Bidang Ponpes Tebuireng Jombang serta sejumlah ulama.

Mendapat kunjungan dari Paman Birin dan Guru Wildan, Gus Kikin pun menyampaikan ungkapan terima kasih.

“Terima kasih atas silaturahmi dan kunjungan Bapak Gubernur Kalsel. Semoga rasa persaudaraan dan kekeluargaan ini senantiasa terjalin dengan baik,” ungkap Gus Kikin.

Mendapat sambutan hangat dari Pimpinan Ponpes Tebuireng dan para ulama, Paman Birin menyampaikan rasa kebahagian yang sama.

“Kami merasa tersanjung atas sambutan Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng beserta para ulama,” kata Paman Birin.

Gubernur Kalsel (depan, dua dari kiri) didampingi Guru Wildan (jas hitam) saat berkunjung ke ponpes Tebuireng

Paman Birin juga menyampaikan sekilas, saat ini Kalsel menjadi pintu gerbang Ibukota Negara (IKN) dengan sebutan Kalsel Babussalam atau Pintu Keselamatan.

Pada acara silaturahmi itu, Paman Birin juga mendapatkan kenang-kenangan dari Gus Kikin berupa bingkai foto ulama besar Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari yang merupakan pahlawan nasional, dan merupakan pendiri Nahdlatul Ulama.

Rangkaian silaturahmi Paman Birin yang didampingi Guru Wildan, Staf Khusus Achmad Maulana dan Aufa beserta rombongan ini, juga melakukan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari, lalu ke makam Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan pengasuh Ponpes Tebuireng Salahuddin Wahid serta sejumlah makam ulama lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Bersama Warga Banjar, Paman Birin Puji Kekompakan Kerukunan Bubuhan Banjar di Jatim

Jawa Timur – Rangkaian kegiatan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin di Jawa Timur terus berlanjut. Pada Senin (20/3) siang, Paman Birin juga berkesempatan silaturahmi dengan warga Banjar.

Bertempat disalah satu restoran di kota Surabaya, Paman Birin berbaur bersama warga Banjar Jawa Timur yang tergabung dalam Kerukunan Bubuhan Banjar.

Kehadiran Paman Birin yang merupakan Ketua Umum KBB Sedunia untuk bersilaturahmi ini pun, disambut gembira warga Banjar di perantauan Jawa Timur.

Di hadapan warga Banjar di Jawa Timur, Paman Birin menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih atas kebersamaan dan kerukunan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

“Alhamdulilah, KBB Jawa Timur kompak dan rakat. Ini menjadi modal untuk kita saling membantu serta saling mendorong satu sama lain,” kata Paman Birin.

Gubernur Kalsel berfoto bersama KBB Jatim

Pada kesempatan itu pula, Paman Birin juga meminta berbagai masukan dari warga KBB Jawa Timur untuk upaya peningkatan pembangunan di Banua oleh Pemprov Kalsel yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, Ketua Umum KBB Jawa Timur Noor Alamsyah menyampaikan rasa bangga atas kedatangan Gubernur Kalsel, yang merupakan Ketua Umum KBB Sedunia.

Pada kesempatan itu pula, KBB Jawa Timur juga menyampaikan undangan kepada Paman Birin untuk nantinya bisa hadir dalam acara halal Bihalal, Pentas Seni dan Bazar kerukunan Bubuhan Banjar di Jatim pada 14 Mei 2023 selepas Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

“Terimakasih dari kami warga Banjar di perantauan Jawa Timur kepada Paman Birin yang telah datang dan bersilaturahmi. Kehadiran Paman Birin menjalin kerukunan dan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling mendukung warga di perantauan Banjar agar rakat mufakat dan babarkat,” ungkap Noor Alamsyah.

Dalam silaturahmi itu, Paman Birin didampingi Guru Wildan, Staf Khusus Achmad Maulana, Plt Kepala Biro Kesra, Ahmad Solhan serta sejumlah ulama Banua. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Dongkrak Produksi Sapi, Mentan Dorong Kemitraan Usaha Integrasi Sapi-Sawit

TANAH BUMBU – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mendorong pelaku usaha atau perusahaan besar sawit (PBS) untuk mengintegrasikan sapi-sawit, baik oleh perusahaan atau melalui kemitraan dengan peternak disekitarnya. 

Menurut SYL, kemitraan usaha inti-plasma dalam integrasi sapi-sawit, akan mampu mendukung peningkatan populasi dan produksi sapi potong di dalam negeri, serta pertanian berkelanjutan di Indonesia. Hal ini Ia sampaikan saat menghadiri panen pedet dan Kick Off SISKA KU INTIP (Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma) di lokasi SISKA Ranch PT. Buana Karya Bhakti, Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Sabtu (18/3).

Mentan (paling kanan) didampingi Gubernur saat berada di lokasi kick off SISKA KUINTIP.

Pada kesempatan ini,  Mentan SYL mengatakan, sistem integrasi sapi-sawit dan kemitraan yang dilakukan di Kalimantan Selatan ini, adalah contoh kerjasama saling menguntungkan antara pengusaha kelapa sawit dengan para peternak disekitarnya, yang dapat direplikasi di provinsi lainnya.

Menurut SYL, usaha integrasi sapi-sawit dan kemitraan usaha ini akan berkontribusi positif terhadap peningkatan populasi dan produksi sapi potong dan pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

“Saya mengimbau kepada para pemilik perusahaan perkebunan sawit lainnya yang belum melaksanakan integrasi sapi-sawit untuk segera bergabung dan dapat dilakukan melalui kemitraan dengan peternak sekitarnya”, kata SYL.

Syahrul menjelaskan, Indonesia memiliki perkebunan sawit yang luasnya mencapai 16,38 juta hektar, sehingga jika dimanfaatkan 20 persen saja untuk pengembangan ternak sapi, maka akan menghasilkan kurang lebih 1,6 juta ekor sapi.

“Jika integrasi sapi-sawit dan kemitraan ini bisa berjalan dengan baik, maka tentunya akan mendukung peningkatan populasi dan produksi sapi potong di dalam negeri dan mewujudkan pertanian perkelanjutan. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi kepada Bapak Gubernur Kalimantan Selatan beserta jajarannya, dengan komitmennya yang tinggi telah mewajibkan pengusaha perkebunan sawit untuk melakukan integrasi sapi sawit atau bermitra dengan peternak sekitarnya,”kata Mentan.

Lebih lanjut Syahrul mengatakan, hasil dari pengembangan integrasi sapi-sawit ini sangat luar biasa, dan ternyata mampu menghasilkan sapi-sapi yang berkualitas dan pertumbuhan sawit yang juga bagus,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengatakan, SISKA KU INTIP adalah program unggulan yang dilaksanakan sebagai upaya pengembangan sistem usaha dan agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terintegrasi guna mendukung percepatan swasembada sapi potong di provinsi Kalimantan Selatan.

Sebagai wujud komitmennya, Gubernur Kalimantan Selatan juga telah mengeluarkan Peraturan Gubernur nomor 053 tahun 2021 tentang percepatan swasembada sapi potong melalui program integrasi sapi sawit. Dalam Peraturan Gubernur itu, diwajibkan bagi pengusaha perkebunan sawit untuk mengimplementasikan SISKA KU INTIP pada tahun 2024.

Paman Birin (sapaan khas Gubernur)  menjelaskan, potensi pengembangan sistem integrasi sapi sawit di Kalimantan Selatan sendiri masih terbuka lebar. Hingga Maret 2023, di Kalimantan Selatan telah tergabung secara aktif 18 kluster SISKA KU INTIP yang berada di 12 grup perusahaan perkebunan  besar swasta (PBS) dan 1 koperasi. Jumlah anggota sebanyak 279 orang pekebun peternak plasma. Adapun total kepemilikan sapi sebanyak 2.394 ekor yang digembalakan di lahan kebun sawit seluas 21.331 hektar.

“Potensi lahan perkebunan kelapa sawit untuk pengembangan SISKA KU INTIP di Kalsel ini adalah seluas 250.000 ha dengan potensi daya tampung 125.000 ekor ternak sapi,” tutup Paman Birin. (RIW/RDM/EYN)

Exit mobile version