Usai Gambut Raya, BRIDA Kalsel Kembali Kaji DOB Tanah Kambatanglima

BANJARBARU – Usai Gambut Raya, Pemerintah Provinsi melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel kembali dipercaya turut ikut berkontribusi dalam mengkaji rencana pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Tanah Kambatanglima yang bakal memisahkan diri dari induknya Kabupaten Kotabaru.

Kepala BRIDA Provinsi Kalsel, Muhammad Amin, mengungkapkan, sejak awal tahun 2023 kajian tersebut sudah dilaksanakan.

Kepala BRIDA Prov Kalsel Muhammad Amin saat menyampaikan keikutsertaannya dalam penelitian DOB Tanah Kambatanglima

“Dari sekian kegiatan penelitian yang dilaksanakan tahun 2023. Salah satunya ada kajian terkait rencana pemekaran DOB Tanah Kambatang Lima,” ujarnya, di lobi kantor BRIDA Provinsi Kalsel, Senin (14/8).

Ia membeberkan, kajian terkait rencana pemisahan wilayah menjadi kabupaten baru itu segera selesai dilaksanakan.

“Kemarin, kami juga menerima kunjungan dari tim DPRD Kabupaten Kotabaru untuk melakukan audiensi ke BRIDA Provinsi Kalsel terkait pemekaran tersebut,” ungkapnya.

Selain dibantu tim ahli dari akademisi universitas ternama di Kalsel, Amin menyampaikan, juga melibatkan peneliti ahli dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tentu, juga menyiapkan tim ahli dari kami. Mudah-mudahan kajian yang masih berjalan ini diberikan kelancaran,” bebernya.

Sebelumnya, BRIDA Kalsel juga sempat melaksanakan kajian rencana pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Gambut Raya. Yang mana, ada enam kecamatan di Kabupaten Banjar setuju memekarkan diri menjadi sebuah daerah otonom baru. (RHS/RDM/RH)

Milad ke-19 Tahun, Pencapaian Kinerja Bank Kalsel Syariah Membanggakan

BANJARMASIN – Bank Kalsel Syariah sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel kini genap berusia 19 tahun. Secara simbolis pelaksanaan Milad ke-19 Bank Kalsel Syariah kali ini, digelar secara sederhana berupa syukuran sekaligus pemotongan tumpeng yang dihadiri jajaran Direksi Bank Kalsel, pada Senin (14/8) di Bank Kalsel Kantor Cabang Syariah Banjarmasin.

Penyerahan bantuan dalam rangka milad Bank Kalsel Syariah

Selain itu dalam kegiatan kali ini juga turut diberikan bantuan operasional kepada panti asuhan, anak panti hingga tahfidz Qur’an, sebagai bentuk rasa syukur atas segala pencapaian yang sudah diraih Bank Kalsel Syariah di usianya yang kini menginjak 19 tahun.

Disela kegiatan, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, mengapresiasi segala pencapaian yang sudah diraih Bank Kalsel Syariah. Baik itu pencapaian dalam hal dana pihak ketiga, bagi hasil usaha, hingga pertumbuhan aset. Ketiga hal tersebut perkembangannya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Bahkan untuk aset dari hanya sekitar 7 sampai dengan 8% kontribusinya bagi Bank Kalsel, kini sudah naik menjadi 11 hingga 12%. Melihat kenyataan ini tentunya kami merasa bangga dengan pencapaian Bank Kalsel Syariah hingga hari ini,” tegasnya.

Walau begitu dirinya mengaku masih banyak hal yang harus dipenuhi oleh Bank Kalsel Syariah, agar dapat semakin berkembang dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Salah satunya yakni memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang Perbankan Syariah yang mengharuskan Bank Kalsel Syariah melakukan Spin Off, karena keberadaannya sudah lebih dari 15 tahun berdiri.

“Masalah Spin Off ini yang terus kita carikan solusinya agar Bank Kalsel Syariah bisa memenuhi ketentuan POJK dan juga dari sisi bisnisnya dapat semakin berkembang kedepannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bank Kalsel Syariah Cabang Banjarmasin Yuanita Evayanti menambahkan, Bank Kalsel Syariah terus berupaya menghadirkan berbagai layanan jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari pemberiaan pembiayaan untuk keperluan komsumtif dan produktif, tabungan maupun untuk keperluan investasi hingga program baru yaitu tabungan haji muda, juga dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin pergi haji di usia muda.

“Semua ini tentunya kami hadirkan agar keberadaan Bank Kalsel Syariah bisa menjadi solusi bagi segala kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang perbankan dan keuangan,” tukasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

BKOM Kalsel Optimis Tingkatkan Target PAD 2023 Jadi Rp 400 Juta

BANJARBARU – Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berencana meningkatkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) mereka tahun 2023 menjadi Rp 400 juta.

Rencana peningkatan PAD itu akan diajukan Kepala BKOM Kalsel Susi Hermina, pada anggaran perubahan tahun ini.

Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina

Bukan tanpa sebab, menurut Susi, masih banyak program yang bisa meningkatkan PAD mereka hingga tutup tahun nanti. Sementara hingga Juli tadi, PAD yang mereka hasilkan sudah mencapai 85,67 persen dari target awal Rp 250 juta.

“Nominal penghasilan kita itu Rp 224.191.500 hingga 31 Juli 2023 lalu,” beber Susi, Senin (14/8).

Beberapa strategi peningkatan PAD, diungkapkannya, seperti rencana kerjasama dengan Dispora, Dinkes dan KONI Kabupaten/Kota se-Kalsel.

“Kami ingin kerjasamakan agar atlet-atlet mendapat pelatihan dan pengukuran kebugaran di BKOM, karena kita punya konsep pengecekan kebugaran yang Baik, Benar, Terukur dan Teratur (BBTT),” ungkapnya.

Selain itu, Susi menyebut, juga ingin lebih mengenalkan BKOM ke masyarakat luas. Yakni melalui Bimtek ke Kabupaten/Kota serta penambahan waktu operasional selama 6 hari.

“Dengan begitu tidak menutup kemungkinan kalau PAD BKOM tahun 2024 bisa tembus Rp 500 Juta,” tuturnya.

Lebih jauh, Susi berharap, kedepannya BKOM Kalsel mampu menjadi Sport Healt Center untuk atlet regional Kalimantan. Terlebih, Kalsel merupakan Pintu Gerbang IKN.

“Semoga semua keinginan ini dapat terwujud. Demi kemajuan pembangunan Kalsel kedepannya, terlebih bagi atlet kita agar bisa bersaing di level Nasional bahkan Internasional,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Meriahkan Harjad Kalsel ke 73, Labkesda Kalsel Beri Diskon 10-15 Persen Pemeriksaan Klinik

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke 73 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan diskon untuk biaya pemeriksaan klinik dan medis.

Suasana Pasien Pemeriksaan Klinik di Labkesda Kalsel

Kepala Labkesda Kalsel, Zainal Firdausy mengatakan pemberian diskon pemeriksaan klinik dan medis dilaksanakan selama dua hari yaitu 14 dan 15 Agustus 2023 yang diberikan kepada pelanggan yang datang langsung ke Labkesda Kalsel yang berlokasi di Jalan Bumi Mas Banjarmasin.

Kepala Labkesda Kalsel, Zainal Firdausy (tiga dari kiri) berfoto bersama karyawan Labkesda Kalsel

“Labkesda Kalsel menyediakan pemeriksaan klinik dan medik secara paket dan per item. Untuk pemeriksaan klinik secara paket mendapat diskon 15 persen dan pemeriksaan klinik per item sebesar 10 persen,” jelasnya.

Zainal mengharapkan diskon ini dapat memberikan kemudahan layanan kesehatan bagi pasien dengan biaya murah dan berkualitas.

Sementara, warga Komplek Banjar Indah Permai, Muhammad Thoriq Sahab mengaku tidak mengetahui adanya pemberian diskon ini sehingga dirinya kaget ketika membayar di kasir dengan biaya yang berkurang dari biasanya. Mengingat, dirinya melakukan pemeriksaan klinik secara rutin setiap bulan sekali.

“Sebelumnya saya tidak tahu ada diskon. Jadi tadi pas bayar langsung dipotong 10 persen dari biaya semula. Harapannya kalau bisa waktunya juga diperpanjang,” terangnya

Hal senada juga disampaikan, warga jalan Ratu Zaleha, Numayri. Ia mengapresiasi pemberian diskon ini karena sangat membantu pasien mendapatkan layanan berkualitas dengan harga murah.

“Menurut saya, pemberian diskon ini sangat bagus. Bisa membantu masyarakat mencek kesehatan mereka dengan tarif yang murah. Saya tadi dapat diskon 15 persen untuk paket lengkap, diantaranya kolesterol, asam urat, ginjal dan lain-lain,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, para petugas di Labkesda Kalsel melayani pasien dengan baju sasirangan. Untuk petugas laki-laki memakai laung yaitu penutup kepala yang biasa dipakai oleh kaum laki-laki suku Banjar.

Untuk diketahui, layanan pemeriksaan klinik dan medis yang ada di Labkesda Kalsel, diantaranya pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan urin lengkap, pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan fungsi ginjal, pemeriksaan lemak, gula darah dan hepatitis. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Akan Luncurkan Logo Geopark Meratus

BANJARBARU – Puncak peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-73 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (15/8), rencananya akan dirangkai dengan peluncuran logo baru Geopark Meratus.

Logo baru Geopark meratus

Ketua Harian Badan Pengembangan Geopark Meratus (BPGM), Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, logo baru itu bertujuan sebagai new branding, beberapa penyesuaian serta simplifikasi, hasil diskusi dengan Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), UNESCO Global Geoparks (UGGp), serta advisory mission Guy Martini sekjen GGN (Geopark Global Network) ketika berkunjung ke Kalsel. Dalam logo Geopark Meratus baru tersebut, merefleksikan permata dari berlian intan meratus yang bernilai sangat tinggi dan mempunyai arti “Banua Menyinari Dunia”.

Ketua Harian Badan Pengembangan Geopark Meratus (BPGM), Hanifah Dwi Nirwana

“Tergambar budaya Suku Banjar yang berdagang pada alur Sungai Martapura, dimana hulu sungainya dari Pegunungan Meratus yang dihuni Suku Dayak Meratus dengan berbagai budayanya dalam menjaga kelestarian flora dan fauna, menjadikan kawasan Pegunungan Meratus menjadi bagian dari paru-paru dunia dan sebagai atap Kalimantan Selatan, serta sebagai sumber kehidupan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan dan sekitarnya,” ucap Hanifah.

Ia melanjutkan, Interaksi sosial antar masyarakat Suku Banjar dan Suku Dayak Meratus serta suku masyarakat lainnya menggambarkan jiwa kesetaraan yang tinggi sebagaimana jiwa nya borneo.

“Insya Allah Pak Gubernur yang langsung akan melauching logo tersebut pada puncak Harjad,” tutup Hanifah.

Untuk diketahui, berikut Makna Atas Filosofi dan Warna Logo baru Geopark Meratus.

  1. Bentuk utama logo berbentuk intan yang merupakan produk dari aktivitas pembentukan Pegunungan Meratus dan mempunyai arti Banua Menyinari Dunia, dimana intan digambarkan dengan warna biru yang bermakna rasa damai dan tenang.
  2. Pada bagian atas intan terdapat gambaran Pegunungan Meratus yang diwakili oleh warna hijau yang bermakna kesuburan dan kemakmuran dari alam semesta, serta terdapat bayangan ornamen Suku Dayakberupa Stilisasi dari citra tumbuhan yang bermakna sebagai Jubata(Tuhan) yang memberikan keselamatan dan perlindungan.
  3. Pada bagian tengah terdapat siluet orang mengayuh jukung di sungai, yang mencerminkan sebagai media transportasi tradisional dan budaya Suku Banjar. Aliran sungai mengalir dari Hulu Meratus ke Hilir, tergambar dengan warna biru kehijauan yang bermakna rasa damai.
  4. Pada bagian bawah bertuliskan Geopark Meratus yang mempunyai semboyan Memuliakan Warisan Bumi Mensejahterakan Masyarakat Setempat. Warna kuning pada tulisan tersebut merupakan identitas masyarakat Suku Banjar yang bermakna kesuburan dan kemakmuran. (MRF/RDM/RH)

Pertanian Tumbuh dan Tangguh, Wapres Serahkan Penghargaan Adhikarya Pertanian

JAKARTA – Wakil Presiden RI KH. Maruf Amin menyebut, sektor pertanian Indonesia selama dua tahun terakhir mengalami pertumbuhan positif sehingga mampu menjadi bantalan ekonomi di tengah kompleksitas pandemi, juga dampak perubahan iklim ekstrem dan dampak ketegangan geopolitik dunia.

“Ketangguhan sektor pertanian makin diuji dengan adanya ancaman krisis El Nino, sektor pertanian mampu mencukupi suplai beras sepanjang krisis tersebut,” ujar Wapres dalam kegiatan Penyerahan Penghargaan Adhikarya Pembangunan Pertanian 2023 di Istana Wapres, Jakarta, pada Senin (14/8).

Di tengah berbagai tantangan dan hambatan, sektor pertanian Indonesia telah menunjukkan kinerja positif. Pada tahun 2022 PDB Sektor pertanian tumbuh sebesar 2,33 (y-on-y). Hingga triwulan II 2023, PDB sektor pertanian tumbuh 14,28% (q-to-q).

Selain itu, Indonesia juga mengalami surplus dalam perdagangan produk pertanian. Pada tahun 2022, surplus perdagangan produk pertanian mencapai Rp275,15 trilyun. Selama Januari-Juni 2023, ekspor produk pertanian mencapai Rp258,46 trilyun dan mengalami surplus sebesar Rp74,35 trilyun.

“Alhamdulillah masalah pangan selama ini bisa diatasi dan harga pangan relatif terjaga. Ini ditunjukkan dengan turunya inflasi di Indonesia dan masih berada pada batas terkendali karena keberhasilan kita menjaga pasokan,” katanya.

Namun di samping itu, Wapres meminta agar kinerja pertanian dapat ditingkatkan kembali dalam menopang kemungkinan adanya krisis pangan global. Artinya capaian sektor pertanian Indonesia harus berada pada level sebelum masa pandemi.

“Capaian kita belum kembali ke situasi normal karena itu kita masih dituntut untuk bekerja lebih keras lagi setelah melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Saya menyambut baik inisiatif Kementan untuk pemberian Adhikarya Pembangunan Pertanian sebagai penghargaan atas dedikasi dan kerja keras berbagai pihak,” katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyerahan penghargaan Adhikarya ini merupakan wujud apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada para pihak yang selama ini sudah membuktikan diri bekerja keras untuk mensukseskan pembangunan pertanian di Indonesia.

“Dengan penghargaan ini diharapkan kita semakin termotivasi dalam pelaksanaan pembangunan sektor pertanian. Ini juga adalah sebuah wujud kepedulian kita kepada kepentingan bangsa dan negara termasuk dua menteri yang hadir yang telah berkontribusi melampaui tugas fungsi dan peranan mereka,” katanya.

Penghargaan Adhikarya Utama diberikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, beserta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas. Keduanya dinilai terlibat langsung bersama sejumlah kepala daerah yang terdiri dari 10 Gubernur dan 12 Bupati dalam gerakan Nasional Penanganan Dampak El Nino, untuk tambah tanam padi pada bulan Agustus – September 2023 seluas 500.000 hektar.

Kesepuluh Gubernur yang menerima Adhikarya Nararya adalah Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Lampung, Pj. Gubernur Banten, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Kalimantan Selatan, Gubernur Nusa Tenggara Barat, dan Gubernur Sulawesi Selatan.

Wapres saat menyerahkan Adhikarya Pertanian kepada Pj Bupati Batola

Sementara Pemberian Penghargaan Adhikarya Pratama diberikan kepada 12 Kabupaten sentra yang telah memberikan dukungan maksimal dalam penyediaan pangan nasional, yaitu: Bupati Deli Serdang, Bupati Banyuasin, Bupati Indramayu, Bupati Grobogan, Bupati Lamongan, Bupati Bone, Bupati Lampung Tengah, Bupati Pandeglang, Pj. Bupati Barito Kuala, Bupati Lombok Tengah, Bupati Klaten, dan Bupati Gowa. (KEMENTAN-RIW/RDM/RH)

Pemilihan Pemuda Pelopor Keselamatan Lalulintas Tingkat Provinsi Kalsel Digelar

BANJARMASIN – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan, Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalulintas dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2023, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, pada Senin (14/8). Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, Fitri Hernandi.

“Tujuan digelarnya pemilihan ini, merupakan salah satu cara mensosialisasikan, keselamatan di jalan. Tidak hanya cara berkendaraan,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan.

Indonesia bisa tertib, lanjutnya, dimulai dengan di jalan. Sehingga, tertib berlalulintas ini bisa menjadi salah satu bagian revolusi mental, Indonesia tertib.

“Selain itu, pemilihan Pemuda Pelopor Keselamatan Lalulintas ini, dalam rangka meningkatkan kesadaran berlalulintas dikalangan pelajar, di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Fitri.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Dirjen Perhubungan Darat memberikan apresiasi atas terselenggaranya, pelaksanaan Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

Seperti disampaikan Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Kalsel Zulmardi.

“Atas nama Dirjen Perhubungan Darat tentunya kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dishubnya,” ungkap Zulmardi.

Kepala BPTD Wilayah XV Kalsel Zulmardi Didampingi Kadishub Kalsel Fitri Hernandi

Selain itu, lanjutnya, Pemilihan Pemuda Pelopor Keselamatan Lalulintas ini, tentunya untuk menyelamatkan generasi emas Provinsi Kalimantan Selatan serta Bangsa Indonesia. Dari bahaya kecelakaan berlalulintas yang bisa menghilangkan nyawa seseorang tersebut.

“Dengan adanya pemilihan ini, para pelajar ini dibekali dengan cara berlalulintas dari Polda Kalsel, serta lainnya,” jelasnya lagi.

Sehingga diharapkan, para pemuda ini dapat menularkan pengetahuannya tersebut, kepada rekan sebaya mereka. Untuk dapat bersama sama tertib dalam berlalulintas tersebut.

Pada pemilihan ini diikuti perwakilan peserta dari 13 Kabupaten/Kota di Kalsel. Dengan total peserta sebanyak 26 pelajar tingkat SMA/Sederajat. (SRI/RDM/RH)

Ekspedisi Meratus 2023 Kolaborasi Mensukseskan Revolusi Hijau

HULU SUNGAI TENGAH – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Pena Hijau Indonesia, melakukan penanaman 1.000 pohon produktif di dua kabupaten. Meliputi Tapin dan Hulu Sungai Tengah. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Ekspedisi Meratus 2023.

Selain Pena Hijau, kegiatan penanaman di lokasi daerah aliran sungai (DAS) tepatnya di Desa Layuh, Kecamatan Batu Benawa, Hulu Sungai Tengah, Sabtu (12/8) berkolaborasi dengan berbagai pihak diantaranya Dinas LHP, Biji Kopi, organisasi IAAS Universitas Lambung Mangkurat, Posko Meratus, KNPI, Gembuk, Gema MA dan masyarakat desa setempat.

Sehari sebelumnya, Jumat (11/8) juga dilakukan penanaman di lokasi Desa Buniin, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Tapin dan Kelompok Tani Hutan Desa Buniin, Kecamatan Piani, KPH Hulu Sungai, PT Adaro dan PT Harapan Warga Mandiri.

Bibit pohon yang ditanam antara lain mahoni, kopi, jengkol, sawo, kayu manis, pulantan, mangga dan sebagainya.

“Ekspedisi Meratus 2023 ini merupakan bagian dari menyemarakkan Hari Jadi ke-73 Provinsi Kalsel dan Hari Kemerdekaan RI melalui kegiatan penanaman. Ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Kalsel untuk menggelorakan revolusi hijau untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup Kalsel,” tutur Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzahra.

Pihaknya berharap bibit yang sudah ditanam ini dapat dipelihara masyarakat dengan baik, sehingga kedepannya dapat memberikan manfaat langsung secara ekonomi dan manfaat tidak langsung dengan meningkatnya kualitas lingkungan hidup.

Ekspedisi Meratus merupakan kegiatan penjelajahan desa-desa terpencil di kawasan Pegunungan Meratus, mengeksplor potensi keanekaragaman hayati, budaya, wisata dan ekonomi masyarakat desa. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September 2023 ini juga dibarengi kegiatan pendakian puncak – puncak pegunungan Meratus. (Pena.hijau-RIW/RDM/RH)

Dorong Ekonomi dan Keuangan Digital Banua, BI Kalsel Kembali Gelar Festival Antasari

BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Festival Akselerasi dan Transformasi Ekonomi Digital Terkini (Antasari) tahun 2023. Kegiatan yang ditujukan untuk mendorong pengembangan ekosistem dan keuangan digital di Kalimantan Selatan itu, digelar dari 13 Agustus hingga 14 Oktober 2023 mendatang. Pembukaan atau kick off Festival Antasari 2023 dilaksanakan di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin, pada Minggu (13/8) malam.

Sekdaprov Kalsel (putih) berfoto bersama unsur perbankan Kalsel

Acara rutin tahunan Bank Indonesia ini, dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar. Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Wahyu Pratomo, dan sejumlah pimpinan perbankan di Kalsel.

Sekdaprov Kalsel (putih) berbelanja menggunakan QRIS usai membuka Festival Antasari

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Kalsel, Wahyu Pratomo mengatakan perkembangan teknologi digital tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tren digitalisasi turut mempengaruhi sendi – sendi perekonomian, mengubah pola transaksi masyarakat, dan tatanan bisnis konvensional.

“Pola konsumsi masyarakat pun bergeser dalam bertransaksi menggunakan platform digital dengan berbagai fasilitas layanan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” tutur Wahyu.

Wahyu berharap, Festival Antasari dapat mewujudkan ekonomi keuangan Kalsel yang inklusif serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan volume dan nominal transaksi QRIS.

“Secara nasional, Kalsel memiliki target volume transaksi QRIS di angka kurang lebih 6,9 juta transaksi di tahun 2023. Selain itu, Kalsel juga memiliki target pengguna QRIS baru sebanyak 290 ribu,” ujar Wahyu kepada wartawan usai pembukaan.

Hingga Juni 2023, jumlah merchant QRIS di Kalsel mencapai sekitar 281 ribu merchant/pedagang. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 45,24% dibanding Juni tahun 2022.

“Hal tersebut juga sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna QRIS di Kalsel yang telah mencapai sekitar 475 ribu pengguna, atau meningkat sebesar 166,25% dibanding Juni 2022. Jumlah merchant maupun user QRIS diperkirakan akan terus meningkat sampai akhir tahun 2023,” kata Wahyu.

Capaian ini, menurut Wahyu, tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi bersama dengan penyelenggara jasa pembayaran (PJP), pemerintah daerah, dan lembaga/instansi terkait lainnya dalam konteks mendigitalkan Banua.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, mengapresiasi langkah BI Kalsel, mendigitalkan Banua.

Upaya mengakselerasi transaksi digital di Kalsel, juga sudah dilakukan melalui kolaborasi dan sinergi dari Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

“Kami berharap, Festival Antasari 2023 dapat meningkatkan pemahaman masyarakat soal pemanfaatan teknologi digital, sehingga mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kalsel,” harap Roy di hadapan wartawan.

Festival Antasari diisi dengan sejumlah kegiatan. Mulai dari kick-off yang dirangkaikan dengan kegiatan Banker’s Day 2023, Antasari Cashless Days selama 7 pekan, di mana PJP akan memberikan promo di ratusan merchant yang tersebar di Kalsel.

Selain itu, ada pula Pesta Rakyat Banua yang dirangkai dengan Pekan QRIS Nasional, Seminar Perlindungan Konsumen dan Transaksi Pembayaran Digital, Fun Run bertema “Banua Bukah Baimbaian”, High Level Meeting (HLM) TP2DD, serta dimeriahkan berbagai macam perlombaan dan ditutup dengan hiburan dan konser amal untuk warga Banua. (RIW/RDM/RH)

Lomba Membuat Kue Masubah, Kenalkan Kuliner Khas Kalsel

BANJARMASIN – Dalam rangka menghidupkan kembali khasanah kuliner khas masyarakat Banjar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata menggelae lomba membuat wadai (kue) Masubah, di Siring 0 Km Banjarmasin, Sabtu (12/8).

Kegiatan ini masih dalam rangkaian Festival Budaya Pasar Terapung dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dan Hari Jadi Provinsi Kalsel ke-73.

Turut hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Dalam sambutannya, Roy mengapresiasi atas diselenggarakannya lomba membuat wadai Masubah ini. Ia mengajak masyarakat di Banua agar mencintai kuliner daerah. Selain itu, juga meminta kepada peserta untuk bertanding secara sportif.

“Bertandinglah secara sportif, pastikan cita rasa, tekstur, plating, dan kebersihannya sudah bagus, karena itu pasti masuk dalam aspek penilaian” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifudin menyampaikan, bahwa wadai Masubah ini merupakan salah satu kuliner khas dari Sungai Jingah, salah satu kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin.

Wadai ini, lanjutnya, sempat populer pada zaman dahulu, namun sayang saat ini wadai Masubah hanya ada pada saat tertentu saja seperti pasar wadai ramadhan yang menjajakan wadai kue khas Banjar.

Kue Masubah sendiri memiliki cita rasa yang unik dan kuat akan rempah, seperti kayu manis, adas manis, dan juga cengkeh yang menjadi bahan utamanya.

“Kue ini dulunya sangat populer di masyarakat, pada momen ini kita coba angkat kembali wadai Masubah, karena saat ini banyak orang yang tidak tahu,” terangnya.

Syarifuddin berkomitmen kedepan pihaknya akan terus menggali kearifan kuliner lokal agar wadai atau kue khas yang dulu sempat populer bisa terangkat kembali.

Para peserta dari 22 SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tampak sangat antusias mengikuti lomba membuat kue masubah.

Salah satunya, Direktur RSUD dr H. Moch. Ansari Saleh, Among Wibowo. Ia mengaku baru mengetahui dan mencicipi kue Masubah ini melalui kegiatan tersebut. Selain melestarikan kuliner khas Banua, menurut Among, lomba ini juga sebagai upaya promosi kepada masyarakat luas.

“Saya secara pribadi belum pernah merasakan. Ini baru tahu ada kue Masubah ini. Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini sekaligus promosi kuliner khas Banjar sehingga menambah wawasan citra warisan budaya Kalsel,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version