Resmikan Jembatan Sahbirin Noor, Paman Birin Komitmen Perbaiki Akses Jalan Martapura – Batola

BATOLA – Setelah rampung pembangunannya pada akhir Desember 2023 lalu, jembatan penghubung kabupaten Batola dan Banjar di desa Bahandang, Jejangkit Barito Kuala, akhirnya diresmikan pada Rabu (24/1). Jembatan yang diberi nama H. Sahbirin Noor itu, diresmikan langsung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, serta pemotongan untaian bunga melati di oprit jembatan, menuju kabupaten Banjar.

Momen pemotongan untaian bunga tanda diresmikannya jembatan H. Sahbirin Noor

Kepada wartawan usai peresmian, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu mengatakan, pada sisa masa jabatannya di tahun 2024 ini, bakal melanjutkan pembangunan sektor infrastruktur di Kalimantan Selatan. Termasuk akses jalan Martapura Lama menuju kecamatan Jejangkit.

Gubernur Kalsel didampingi sejumlah tamu dan undangan meninjau jembatan H. Sahbirin Noor

“Saya minta kepada Dinas PUPR Kalsel untuk bisa memperbaiki jalan – jalan yang masih kurang memadai,” katanya.

Apalagi menurut Paman Birin, pembangunan jalan dan jembatan berdampak positif pada peningkatan perekonomian masyarakat, terutama sektor pertanian.

Sementara itu, menanggapi harapan Gubernur Kalsel dua periode tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) provinsi Kalsel, Ahmad Solhan mengatakan, bahwa tahun ini, pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan disekitar jembatan Sahbirin Noor.

“Kita akan membangun akses jalan baru, yang langsung menghubungkan jembatan ini ke arah Martapura Lama, Lingkar Utara dan juga ke arah Batola,” tutupnya.

Jembatan di desa Bahandang ini, diberi nama H. Sahbirin Noor, atas usulan para pembakal (kepala desa) disekitar lokasi jembatan. Jembatan ini dibangun dengan anggaran hingga 34 miliar rupiah lebih, dengan panjang 176 meter dan lebar 6 meter. (RIW/RDM/RH)

Karnaval Budaya Ditampilkan Pada Pekan Kreativisia Tahun 2024 di Kalsel

BANJARMASIN – Karnaval Budaya Banua akan ditampilkan pada Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia (Kreativisia) Tahun 2024 di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi menjelaskan, saat ini pihaknya mulai melakukan persiapan untuk pelaksanaan Pekan Kreativisia Tahun 2024 di Kalimantan Selatan ini.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi

“Salah satunya, mempersiapkan kegiatan acara selama Pekan Kreativisia berlangsung,” ungkap Rokhyatin.

Menurutnya, Kemenpora telah menentukan 5 kegiatan lomba yang wajib dilaksanakan, seperti Fashion, musik, Videografi atau membuat film, Kriya, serta Kuliner.

“Namun oleh Kemenpora daerah penyelenggara juga diminta untuk melaksanakan lomba karnaval budaya, serta aplikasi komputer seperti perangkat lunak dan keras,” jelasnya.

Sementara itu, Kota Banjarmasin siap mengirimkan pemuda kreativ pada Pekan Kreativ Pemuda Indonesia (Kreativisia) Tahun 2024 di Kalsel.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin Puryani.

Kadis Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin Puryani

“Kota Banjarmasin tentu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pekan Kreativisia Tahun 2024 di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Puryani.

Menurutnya, bentuk dukungan yang diberikan adalah dengan mengirimkan pemuda pemuda kreativ, yang ada di Kota Banjarmasin.

“Dengan mengirimkan pemuda kreativ pada ajang tersebut, diharapkan pemuda pemuda Kota Banjarmasin, akan meningkat kreativitas yang dimiliki,” ucap Puryani. (SRI/RDM/RH)

Cegah Potensi KLB DBD, Dinkes Kalsel Gelar Edukasi PHBS dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

TANAH LAUT – Puluhan kasus demam berdarah dengue (DBD) sudah ditemukan di sejumlah kabupaten kota di Kalimantan Selatan, pada Janauri 2024 ini. Bahkan dua kasus diantaranya, sudah menyebabkan korban jiwa.

Mengantisipasi potensi KLB DBD ini, maka Dinas Kesehatan Provinsi melalui UPT Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan, menggelar sosialiasi berupa pendidikan kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian vitamin. Giat dilakukan di desa Martadah Baru, kabupaten Tanah Laut, pada Selasa (23/1).

Edukasi program PHBS di desa Martadah Tala

Kepada Abdi Persada FM, Kepala UPTD Pelayanan Kriss dan Epidemi Kesehatan, Sri Wahyuni, melalui Kasi Pelayanan dan Kegawatdaruratan, Sulastri mengatakan, kegiatan ini merupakan pelaksanaan sistem kewaspadaan dini, menyusul terjadinya peningkatan kasus DBD di Kalimantan Selatan, pada musim hujan kali ini.

“Tujuan dari kegiatan ini, adalah untuk mencegah terjadinya penambahan kasus DBD,” ujarnya.

Para nakes berfoto bersama dengan pejabat desa Martadah Tala

Untuk kegiatan ini, UPT Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan, menerjunkan krisis 9 orang tenaga kesehatan, dan dibantu 2 nakes dari puskesmas setempat.

“Dari pemeriksaan kesehatan tadi, kasus demam, batuk, pilek atau ISPA yang paling banyak ditemui. Menyusul Myalgia dan hipertensi,” tutupnya.

Giat serupa akan dilanjutkan pada 24 – 26 Januari. Yakni di desa Tungkap Binuang Tapin, pada Rabu hingga Kamis, dan terakhir di puskesmas Gambut. (RIW/RDM/RH)

Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar Binaan Bank Kalsel, Dikunjungi Ketua Dewan Komisioner OJK

BANJARMASIN – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (22/1). Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Mahendra Siregar beserta jajaran, berkesempatan mengunjungi rumah produksi Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, yang menjadi mitra binaan Bank Kalsel di Komplek Banjar Indah Permai Banjarmasin.

Pada kunjungannya ini, Mahendra Siregar juga didampingi Kepala OJK Provinsi Kalsel Darmansyah, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Kalsel, Ahimsa dan Deputi Direktur Hubungan Antarlembaga OJK Provinsi Kalsel Abidirrahman.

Dalam kesempatan tersebut, Mahendra Siregar tidak hanya melihat berbagai pakaian sasirangan dan ecoprint hingga produk kerajinan tangan dari Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, tapi juga melihat langsung bagaimana proses produksinya, yang dilakukan langsung oleh para difabel.

Disela kegiatan, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin yang turut serta mendampingi dalam kegiatan, mengaku bangga dengan pencapaian Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar hingga sekarang.

“Kami sebagai perbankan yang turut memberikan bantuan melalui dana CSR kepada Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, sangat bangga dengan pencapaian yang mereka lakukan hingga sekarang. Bahkan mereka juga konsisten membuat berbagai macam produk khas lokal dengan melibatkan difabel hingga masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap kolaborasi antara Bank Kalsel dengan Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar kedepannya, dapat terus dilanjutkan.

“Diharapkan melalui kerjasama ini kita bisa terus mendorong pengrajin maupun UMKM yang ada di Banua dapat berkembang dan naik kelas,” tambahnya.

Sementara itu, Owner Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, Muhammad Arifin berterimakasih atas sumbangsih yang diberikan Bank Kalsel, sehingga pihaknya bisa memiliki outlet yang lebih representatif untuk dapat menjual produk hasil olahan, maupun dari UMKM binaan mereka.

“Dulunya kita berpindah – pindah tempat dan lokasinya masih sulit dijangkau, tapi sekarang dengan bantuan Bank Kalsel kita bisa menyewa outlet yang lebih representatif dan mudah didatangi pengunjung,” bebernya.

Dijelaskannya hingga sekarang, Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar sudah konsisten membuat berbagai macam produk khas lokal dengan nilai jual tinggi. Tidak hanya itu, bahkan pihaknya juga membina ribuan pengrajin dan UMKM di Provinsi Kalsel, untuk bisa membuat berbagai produk lokal yang berkualitas dan sesuai dengan tren pasar.

“Bahkan mereka juga kita bantu dari sisi pemasarannya. Jadi kalau ada orderan besar dari instansi atau kementrian, kita berkolaborasi dengan mereka untuk memenuhi kebutuhannya,” tukasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Dispora Kalsel Gelar Kejuaraan Bulutangkis Antar Bidang

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan menggelar, kejuaraan Bulutangkis antar bidang, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM Banjarmasin, Senin Sore (22/1).

Ketua Panitia Pelaksana Rokhyatin Effendi menjelaskan, kejuaraan ini digelar setiap tahun oleh Dispora Kalsel, dilaksanakan setiap Bulan Januari.

Ketua Pelaksana Pertandingan Rokhyatin Effendi

“Karena pada awal tahun ini pekerjaan di Dispora belum banyak. Sehingga, kejuaraan Bulutangkis antar bidang ini dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi untuk menambah keakraban,” ungkap Rokhyatin.

Selain itu, lanjutnya, kejuaraan ini untuk kebugaran pegawai yang ada di Dispora Kalsel.

“Sehingga, tidak hanya memasyarakatkan Olahraga, pegawai Dispora Kalsel juga berolahraga,” ujar Rokhyatin.

Untuk menjaga kebugaran tersebut, Dispora Kalsel memiliki jadwal rutin untuk berolahraga. Seperti, Bulutangkis dilaksanakan setiap hari Senin.

Sedangkan, untuk bersepeda dilakukan setiap hari Jum’at.

“Kejuaraan ini para pejabat dilingkup Dispora Kalsel diwajibkan untuk ikut bertanding,” ucap Rokhyatin.

Pada Kejuaraan Bulutangkis Antar Bidang di Dispora Kalsel ini diikuti sebanyak lima regu perwakilan dari lima bidang yang ada di tempat tersebut, dengan memperebutkan total hadiah sebesar 10 juta.

Kategori yang dimainkan, ganda pejabat, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, serta tunggal putra. (SRI/RDM/RH)

Paman Yani : Keinginan dan Aspirasi Masyarakat Wajib Diperjuangkan

KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, menginginkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, yang rencananya akan diresmikan pada 17 Agustus 2024.

Menurut Yani Helmi, dua wilayah tersebut memiliki kondisi geografis yang sangat memungkinkan untuk menjadi pusat sektor pertanian dan perkebunan Kalsel.

“Kita ketahui lahan di Tanah Bumbu dan Kotabaru masih sangat banyak yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Ini yang harus kita upayakan bagaimana supaya dua wilayah ini menjadi penyangga pangan di IKN nanti,” ujar wakil rakyat akrab disapa Paman Yani, usai menjaring aspirasi masyarakat (reses), di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, Selasa (23/1).

Foto warga Desa Gunung Sari bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi usai kegiatan reses

Khusus Kotabaru, menurut Paman Yani, juga bisa sangat kaya akan hasil lautnya karena terdiri dari pulau dan kepulauan.

“Sehingga dukungan terhadap nelayan harus kita lakukan bersama,” ungkapnya.

Dukungan tersebut, lanjut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, bisa dimulai dari pemantapan infrastruktur jalan untuk memperlancar distribusi.

“Seperti halnya tahun lalu, jalan poros tengah kota ini sampai ke Tanjung Serdang banyak yang berlubang. Alhamdulilah berkat kita sering ke sini kita melihat sendiri bagaimana kondisi jalannya dan akhirnya diperbaiki,” beber Paman Yani.

Meski begitu, ungkap Paman Yani, masih ada beberapa badan jalan terlihat amblas dan perlu perbaikan sesegera mungkin.

“Apapun keinginan dan aspirasi masyarakat wajib kita perjuangkan di ‘Rumah Banjar’ karena memang ini tanggung jawabnya anggota dewan. Artinya saya sendiri tidak akan berhenti untuk menyuarakan aspirasi masyarakat disini,” pungkas Paman Yani.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani (peci hitam) saat menyapa salah seorang warga yang hadir dalam kegiatan reses

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Sari, Abdul Gapur, mengenal Paman Yani sebagai sosok ramah kepada masyarakat. Tidak hanya itu, berbagai aspirasi masyarakat selalu diperjuangkannya.

“Seperti pembangunan sekolah, perbaikan ruas jalan hingga pembangunan laboratorium disini berkat upaya Paman Yani. Saya sangat berterimakasih,” jelasnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Terus Dorong Pelestarian Budaya Jukung Tradisional

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin terus mendorong berbagai upaya pengembangan dan pelestariam budaya lokal seperti lomba ketangkasan perahu tradisional yang dikhawatirkan mulai ditinggalkan para generasi muda sekarang.

Upaya pelestarian jukung tradisional ini antara lain melalui lomba-lomba perahu tradisional yang digelar pemerintah melalui dinas terkait maupun dukungan atas inisiasi masyarakat seperti yang dilakukan di Desa Pemurus Kabupaten Banjar, Minggu (21/1) yang diikuti 64 tim dayung.

Untuk mensupport peserta dan masyarakat setempat, Paman Birin pun meluangkan waktunya untuk hadir, kendati harus menaiki perahu dan sepeda motor untuk bisa mencapai lokasi.

Meskipun tidak menyampaikan pidato sambutan resmi, Paman Birin sambil menyaksikan jalannya lomba, berbincang-bincang dengan panitia pelaksana untuk menerikan masukan dan arahan terkait pengembangan dan kemajuan jukung tradisional di Banua.
Perhatian Paman Birin terhadap jukung tradisional dapat dilihat dari sejumlah event atau lomba Jukung tradisional setiap tahun di sejumlah lokasi.

Dibeberapa kesempatan, Paman Birin menyebut, lomba jukung yang digelar memiliki tujuan yang lebih penting yaitu melestarikan jukung tradisional yang hampir punah.

Keberadaan jukung sebagai alat transportasi tradisional makin ditinggalkan seiring makin pesatnya pertumbuhan alat transportasi darat, padahal jukung merupakan ciri khas banua Kalsel sebagai daerah yang memiliki banyak sungai.

Selain itu, lomba semacam ini bisa membangkitkan kembali gairah berolahraga dan juga mengangkat sektor pariwisata sungai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel, Budiono di lokasi lomba, mengatakan, lomba Jukung tradisional kali ini mendapat perhatian yang besar oleh masyarakat.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kalsel mencintai olahraga ini dan merasa terhibur menyaksikan lomba yang digelar,” ujarnya.

Dalam hal ini, lanjut Budiono, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel bertekad untuk terus mengembangkan olahraga jukung tradisional ini dengan berbagai event, sehingga memberikan hiburan kepada masyarakat.

Lomba jukung tradisional di Desa Pemurus Kabupaten Banjar, menyediakan hadiah uang tunai puluhan juta, selain piala.

Masyarakat pun nampak antusias menyaksikan jalannya lomba yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA itu, bahkan tidak sedikit yang menonton di atas perahu atau jukung. (BIRO.ADPIM/SRI/RDM/RH)

Paman Yani : Sektor Perkebunan Salah Satu Prioritas Pemprov Kalsel

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, menginginkan perkebunan di Kalsel khususnya Tanah Bumbu terus berkelanjutan dan berdampak positif terhadap perekonomian pekebun.

Saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan, di Aula TP-PKK Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (19/1), wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani menyebut, persoalan tentang keinginan masyarakat mengubah pola perkebunan dari karet menjadi sawit memang sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu.

Sebabnya, regulasi perda tentang Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan, menurut Paman Yani perlu disampaikan kepada pekebun.

“Supaya ketika mereka melakukan perubahan karet ke sawit itu tidak membuat mereka terjerat hukum,” kata Paman Yani.

Terlebih, dalam Perda No 4 Tahun 2023 itu disebutkan bahwa pembangunan perkebunan merupakan salah satu prioritas kebijakan dan program pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bidang pembangunan ekonomi hijau berbasis kerakyatan, sumber daya lokal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Ini harus kita pahami. Bagaimanapun pemerintah kita mendukung tentang perkembangan perkebunan di Kalsel. Tetapi kelestarian lingkungan harus diperhatikan seperti peremajaan dan lainnya,” tutur Paman Yani.

Agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang aturan perkebunan, Sosper bahkan menghadirkan narasumber dari Pemprov Kalsel dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel.

Kepala Disbunnak Kalsel Suparmi, melalui Sekretarisnya Lisa Suryati, mengaku Pemprov Kalsel sangat terbuka terhadap pengembangan perkebunan. Termasuk investasi dalam sektor tersebut.

“Semua itu dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah,” ujarnya.

Fungsi pembangunan Perkebunan sendiri dijelaskannya, meliputi aspek ekonomi yakni peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, aspek ekologi meliputi peningkatan konservasi tanah dan air, serta penyangga kawasan lindung.

“Dengan begitu aturan yang dibuat bukan untuk mengekang, melainkan agar lingkungan terjaga demi anak cucu nanti,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Awali Tahun 2024, Paman Yani Serap Aspirasi Fordayak

TANAH BUMBU – Mengawali tahun 2024, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) menggelar kegiatan reses atau menyerap aspirasi masyarakat di Desa Sepunggur, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (21/1).

Di titik pertama itu, Paman Yani bertemu dengan penduduk asli Kalimantan yang tergabung dalam DPD Forum Komunikasi Pemuda Dayak (Fordayak) Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Banyak hal yang disampaikan Fordayak, diantaranya meminta pengakuan dari pemerintah melalui kesetaraan ekonomi dan pendidikan.

Menanggapi itu, Paman Yani menilai aspirasi mereka sangat layak diperjuangkan. Khususnya kebutuhan mendasar suku dayak kelestarian hutan, adat budaya hingga pengakuan pemerintah terhadap suku dayak itu sendiri.

“Sehingga kemudian hari, suku dayak ini bukan hanya tinggal cerita tetapi harus terus tumbuh di masyarakat dalam kehidupan bernegara,” kata Paman Yani.

Menurut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, semua keinginan Fordayak merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Termasuk saya disini bertanggung jawab sebagai jembatan penghubung antar kepentingan masyarakat dengan pemerintah. Pemerintah juga jangan menutup diri, coba lebih terbuka dan lihat bahwa ada komunitas asli penduduk Kalimantan,” tutur Paman Yani.

Disamping itu, lanjut Paman Yani, pemerintah juga harus memperhatikan keberadaan suku dayak sebagai penduduk asli Kalimantan. Sehingga tidak tergeser oleh pendatang.

“Jangan hanya menjadikan Kalimantan sebagai lokasi IKN. Tetapi masyarakat disini harus diperhatikan kesejahteraannya. Adat istiadatnya juga jangan sampai dilupakan,” tegas Paman Yani.

Paman Yani berharap komunikasi seperti ini jangan sampai tersumbat. Supaya aspirasi masyarakat khususnya suku dayak benar-benar bisa sampai ke pemerintah.

“Saya ingin masyarakat dayak harus dilibatkan dalam setiap pembangunan,” pinta Paman Yani.

Senada, Ketua DPD Fordayak Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru Imper Sona, menginginkan perpindahan IKN ke Kalimantan tidak membuat masyarakat Dayak menjadi semakin terisolir.

“Semoga pemerintah lebih memperhatikan kami,” harap Imper Sona.

Melalui organisasi yang dikelolanya, Imper Sona bahkan memastikan kualitas anggota mereka bisa bersaing dengan pendatang.

“Pelan-pelan kami juga terus mengasah kemampuan anggota kami agar tidak kalah dengan suku lain,” pungkas Imper Sona. (SYA/RDM/RH)

Gelar Aksi Bersih-Bersih, DLH Kumpulkan 225 Kantong Sampah di Jalan Ahmad Yani

BANJAR – Jalan Ahmad Yani dikenal sebagai jalan protokol, yang melewati hampir seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Termasuk kota Banjarmasin, kabupaten Banjar dan ibukota provinsi Kalsel, Banjarbaru. Sebagai jalan protokol yang menjadi etalase menuju pusat pemerintahan provinsi, jalan ini menjadi pusat perhatian. Sayangnya, di beberapa titik jalan ini, masih saja ditemui sampah – sampah plastik, buangan para pengguna jalan.

Aksi bersih bersih di jalan Ahmad Yani kawasan kota Banjarmasin

Melihat kondisi ini, maka Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, menggandeng seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup pemerintah provinsi Kalsel, menggelar aksi bersih – bersih pada Jumat (19/1). SKPD ini dibagi dalam 15 kelompok, yang melakukan aksi di 15 titik jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas LH provinsi Kalsel

“Aksi bersih – bersih ini dilakukan mulai jalan Ahmad Yani kilometer 4 Banjarmasin sampai kilometer 17 kabupaten Banjar,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, saat ditemui Abdi Persada FM di kawasan kilometer 17 pada Jumat (19/1) pagi.

Setiap titik lokasi, setidaknya ada 4 hingga 6 SKPD yang bertanggung jawab membersihkan sampah plastik. Dimana setiap SKPD menerjunkan 25 hingga 30 ASN nya, selama kegiatan berlangsung.

Hanifah memaparkan, aksi bersih – bersih ini merupakan bagian dari program merdeka sampah jalan protokol, yang melibatkan seluruh SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel.

“Aksi ini sebagai trigger untuk kabupaten kota, agar dapat menggelar kegiatan yang sama. Sekaligus juga membangun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” tambah Hanifah.

Kurang lebih 2 jam pelaksanaan aksi, setidaknya sebanyak 225 kantong sampah atau total 4,39 ton sampah, berhasil dikumpulkan. Sampah yang didominasi plastik tersebut, dikirim ke TPA Regional Banjarbakula, TPA Cahaya Kencana kabupaten Banjar, dan TPA Basirih Banjarmasin.

“Kita juga bekerjasama dengan pemko Banjarmasin, dan pemkab Banjar untuk pengangkutan sampah diwilayahnya masing – masing,” tutup Hanifah.

Selain ratusan ASN lingkup pemerintah provinsi Kalsel, aksi bersih – bersih ini juga melibatkan para petugas kebersihan kota Banjarmasin dan kabupaten Banjar, serta unsur TNI. Termasuk masyarakat sekitar, yang ikut tergerak membantu kegiatan bersih – bersih ini. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version