Musrembang Nasional, Paman Birin Terima Penghargaan Terbaik dari Presiden Jokowi

JAKARTA – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) tahun 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) pada Senin (6/5).

Gubernur Kalsel berfoto bersama para Pj Bupati dan Kadisbunnak Provinsi Kalsel yang mendampingi selama Musrenbangnas 2024

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Kalsel dalam mengembangkan program unggulan Sistem Integrasi Itik di Lahan Rawa dan Lahan Kering (SITI HAWA LARI)

Program ini dinilai inovatif dalam pengembangan usaha dan agrobisnis budi daya itik.

Paman Birin dalam kesempatan ini didampingi Pj. Bupati Hulu Sungai Utara, Zackly Asswan, Pj. Bupati Hulu Sungai Selatan, Hermansyah, Kepala Bapedda Kalsel, Ariadi Noor, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi serta Guru Sufian Al Banjari

Kalsel masuk dalam 12 provinsi terbaik, yaitu Provinsi Terbaik 2 dalam inovasi program unggulan SITI HAWA LARI). Dimana inovasi SITI HAWA LARI ini dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Desa Tabudarat Hilir, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara di Desa Mamar dan Desa Tambalang yang digagas dan dilaksanakan berdasarkan arahan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin.

Pencapaian ini menjadikan Kalsel sebagai satu-satunya provinsi di Kalimantan yang meraih penghargaan dalam Musrenbangnas. Provinsi Jawa Barat berada di peringkat pertama dalam kategori ini.

Penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen dan kerja keras Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program inovatif dan berkelanjutan.

Ditemui usai acara, Paman Birin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas penghargaan yang diterima Kalsel dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2024.

Gubernur Kalsel memberikan keterangan terkini prestasi pada Musrenbangnas 2024

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas penghargaan ini. Ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi dari semua pihak, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Paman Birin.

Paman Birin menuturkan bahwa program SITI HAWA LARI bukan hanya bermanfaat bagi para peternak itik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Kalsel secara keseluruhan.

“Program ini telah membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan,” jelas Paman Birin.

Lebih lanjut, Paman Birin menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program-program inovatif dan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalsel.

“Kita tidak boleh berpuas diri. Kita harus terus berinovasi dan bekerja keras untuk mencapai Kalsel yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Paman Birin.

Acara ini dibuka dan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo, dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia maju. Tampak hadir para Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Jelang Keberangkatan, 90 Persen Visa Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Sudah Terbit

BANJARMASIN – Pelaksanaan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin (BDJ) tinggal sepekan, tepatnya pada 11 Mei mendatang, jemaah haji Kalsel mulai memasuki Asrama Haji di Banjarbaru dan akan diberangkatkan pada 12 Mei 2024.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin mengungkapkan, semua kloter yang tergabung dalam Embarkasi Banjarmasin telah melakukan request visa, terutama untuk kloter pertama yang akan diberangkatkan pada 12 Mei 2024 mendatang, visanya sudah keluar semua.

Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Kalsel

“Jadi secara keseluruhan untuk visa jemaah haji Embarkasi Banjarmasin telah siap 90 persen, BDJ 01 visanya sudah terbit semua, selanjutnya BDJ 02 sampai BDJ 18 sudah diproses juga, tinggal hanya beberapa orang yang belum keluar dan sisanya untuk kloter 19 sudah tahap proses request, secara persyaratan sudah lengkap semua tinggal menunggu proses dari kedutaan Arab Saudi,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM pada Senin (6/5).

Selanjutnya sebagaimana diketahui sebelumnya, Embarkasi Banjarmasin tahun ini akan memberangkatkan sebanyak 5.759 jemaah haji dengan rincian Jemaah Haji Provinsi Kalimantan Selatan berjumlah 4.071 dan Jemaah Haji Provinsi Kalimantan Tengah Berjumlah 1.688 yang terbagi dalam 19 kloter dengan rincian 18 Kloter untuk kloter utuh dan 1 kloter bergabung dengan Medan. (KANWIL.KEMENAG KALSEL-RIW/RDM/RH)

Silaturahmi KBB Jabar, Paman Birin Harapkan Peran Warga Banjar untuk Banua dan Bangsa

JAWA BARAT – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin beserta istri Raudatul Jannah atau Acil Odah, hadiri Halal bihalal 1445 H / 2024 M Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Jawa Barat di Aula Merah Putih Universitas Pertahanan RI, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (5/5) pagi.

Gubernur Kalsel berfoto bersama tokoh Kalsel di Jawa Barat

Paman Birin dan Acil Odah tiba di lokasi acara sekitar jam 10.00 WIB. Setibanya di sana, mereka langsung disambut dengan meriah para tamu undangan yang hadir.

Paman Birin dan Acil Odah kemudian dihibur dengan tarian Radap Rahayu, sebuah tari tradisional Banjar yang biasanya ditarikan untuk menyambut tamu sebagai bentuk penghormatan.

Dalam sambutannya Paman Birin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada warga Banjar yang ada di Jawa Barat, khususnya yang hadir di acara Halalbihalal tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel, pribadi dan keluarga, ulun mengucapakan selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah,” kata Paman Birin.

Di tengah sambutannya, Paman Birin menuturkan bahwa Gedung Universitas Kementerian Pertahanan ini mengingatkannya pada kenangan masa mudanya saat mengikuti tes masuk TNI AD.

“Saat itu, sekitar 2.000 orang mendaftar dan hanya 700 orang yang dinyatakan tidak lulus, termasuk ulun di dalamnya” jelas Paman Birin

Meskipun tidak menjadi seorang prajurit TNI AD, Paman Birin meyakini bahwa rezeki, maut, dan jodoh sudah ditentukan oleh Allah SWT.

Pengalamannya mengikuti tes masuk TNI AD, meskipun tidak menjadikannya tentara, justru membawanya ke jalan lain yang tak kalah mulia, yaitu menjadi Gubernur Kalimantan Selatan.

“Meskipun saya tidak jadi tentara, tapi Allah SWT memberi saya jalan lain untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, yaitu sebagai Gubernur Kalimantan Selatan,” kenang Paman Birin.

Kisah inspiratif Paman Birin ini disambut meriah para tamu undangan.

Selain berbagi cerita, Paman Birin juga berpesan kepada para perantau Banjar di Jawa Barat agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan, serta berkontribusi positif bagi kemajuan daerah tempat mereka tinggal.

“Kita semua adalah putra-putri Banua yang harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Di mana pun kita berada, kita harus selalu berkontribusi positif bagi kemajuan daerah tempat kita tinggal,” pesan Paman Birin.

Paman Birin juga mengajak para perantau Banjar untuk terus mencintai negeri dan Banua Kalimantan Selatan.

“Negeri ini diperjuangkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Kita harus terus menjaga dan melestarikannya. Dengan terselenggaranya KBB ini, diharapkan dapat terus menambah kecintaan kita kepada negeri dan banua kita Kalsel,” pungkas Paman Birin.

Sementara itu, Ketua pelaksana KBB Jawa Barat, Kolonel Dr Ahmad G Dohamid, dalam laporannya mengungkapkan, bahwa Universitas Pertahanan RI memiliki 12 anggota yang berasal dari Kalimantan, dengan 4 di antaranya berasal dari Kalsel.

“Unhan RI memiliki 12 anggota dari Kalimantan, dan 4 di antaranya adalah mahasiswa yang berasal dari Kalsel,” ungkap Kolonel Dohamid.

Kolonel Dohamid juga menyampaikan bahwa KBB Jawa Barat terus menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan para perantau Banjar di Jabodetabek. Hal ini dilakukan untuk mempererat persatuan dan kesatuan warga Banjar, serta meningkatkan kontribusi mereka bagi kemajuan daerah.

“KBB Jawa Barat selalu aktif menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan para perantau Banjar di Bogor dan sekitarnya. Kami ingin terus mempererat persatuan dan kesatuan warga Banjar, serta meningkatkan kontribusi mereka bagi kemajuan daerah,” ujar Kolonel Dohamid.

Halal bihalal KBB Jabar dihadiri Ketua Umum KBB Jabar, Rd Dadang Hilmansyah, Kordinator Kerukunanan Bubuhan Banjar (KBB) sepulau Jawa, KBB Malaysia, KBB Jambi, KBB Jawa Timur serta KBB dari wilayah lainnya, sejumlah kepala SKPD lingkup Provinsi Kalsel, para habaib dan para ulama serta tokoh masyarakat. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Halalbihalal KBB Jabodetabek, Paman Birin Bersyukur Silaturahmi Warga Banjar Terus Terjaga

JAKARTA – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin menegaskan pentingnya silaturahmi dalam membangun kehidupan yang aman, rukun, dan damai.

Hal tersebut disampaikan Paman Birin saat menghadiri acara Halal bihalal tahun 1445 H / 2024 M dengan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) di Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat pada Sabtu (4/5) pagi.

Dalam halalbihalal itu, Paman Birin hadir bersama istrinya Raudatul Jannah atau Acil Odah, serta putranya H. Sandi Fitrian Noor, anggota DPR RI terpilih 2024-2029.

Dihadapan warga Banjar di Jabodetabek, Paman Birin pun mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum halalbihalal ini sebagai pengingat betapa pentingnya menjaga hubungan baik dan silaturahmi antar sesama.

“Silaturahmi adalah kunci utama menciptakan harmoni dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujar Paman Birin.

Selain silaturahmi, Paman Birin, selaku Presiden KBB Sa-Dunia, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa semangat persatuan dan kesatuan diantara orang Banjar semakin kuat, bahkan hingga ke mancanegara.

“Alhamdulillah, KBB sudah dikukuhkan di 14 provinsi. Ini menunjukkan bahwa orang Banjar semakin kompak dan bersatu, tidak hanya di Kalsel tapi juga di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri,” tutur Paman Birin.

Pada kesempatan tersebut, Paman Birin mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel akan menyiapkan lahan seluas 10 hektar di Kiram, Kabupaten Banjar, untuk pembangunan Alkah, Alkah ini akan terdiri dari Alkah Ulama dan Alkah untuk masyarakat umum.

“Kita akan siapkan lahan seluas 10 hektar di Kiram, Kabupaten Banjar untuk pembangunan Alkah. Alkah ini akan terdiri dari Alkah untuk para ulama dan Alkah untuk masyarakat umum,” jelas Paman Birin.

Paman Birin berharap dengan adanya Alkah ini, masyarakat Banjar dapat semakin memperkuat keimanan dan ketaqwaan mereka kepada Allah SWT.

Sementara itu, Ketua Umum KBB Jabodetabek, A.M. Fachir menyampaikan rasa terimakasih kepada Presiden KKB Sedunia, Paman Birin, atas dukungan penuhnya terhadap acara ini.

“Paman Birin selalu memberikan dukungan kepada kami untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Banjar,” ungkap Fachir.

Sepemikiran dengan Paman Birin, Fachir juga memaparkan program strategis KKB Jabodetabek dalam pembuatan alkah warga Banjar di daerah Sentul.

“Di Jakarta, sangat sulit mencari lahan pemakaman, oleh karena itu, kami berinisiatif untuk membangun alkah urang Banjar di Sentul dengan luas 1 hektar,” jelas Fachir.

Pembangunan alkah urang Banjar ini akan didanai dengan anggaran sebesar 11 miliar rupiah.

“Warga Banjar di Jakarta dapat menggunakan alkah urang Banjar ini secara gratis, Sedangkan untuk donatur akan diterapkan skema yang sudah ditentukan,” kata Fachir

Fachir berharap program pembangunan alkah urang Banjar ini dapat terealisasi dengan baik dan bermanfaat bagi seluruh warga Banjar di Jakarta.

“Dengan semangat gotong royong dan kekompakan, kami yakin program ini dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Kegiatan halal bihalal tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK beserta anggota DPRD Kalsel, Tenaga Ahli Gubernur, Noor Aidi, Guru Supian Al-Banjari, Kepala SKPD lingkup Kalsel, Tokoh masyarakat Banjar, beberapa KBB wilayah lain bahkan KBB dari Malaysia.

Tak sekadar bersilaturahmi saja, Paman Birin dan Acil Odah juga tak lupa membawa oleh-oleh istimewa bagi para tamu warga Banjar di Jabodetabek.

Oleh-oleh khas Banua itu adalah 400 kue bingka, kue lam, baju kaos hingga kain sasirangan.

Semua warga Banjar di Jabodetabek pun mendapat semua oleh-oleh Paman Birin dan Acil Odah.

Oleh-oleh ini sengaja dibawa Paman Birin dan Acil Odah untuk mengobati kerinduan warga Banjar di Jabodetabek. Paman Birin berharap dengan mencicipi kue-kue khas Banjar ini, para warga Banjar di Jabodetabek dapat merasakan kembali suasana kampung halaman. Lebih dari itu, Paman Birin mengajak Bubuhan Banjar di Jabodetabek untuk selalu menjaga tradisi dan budaya Banjar, meskipun jauh dari tanah kelahiran. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Yani Monitoring Capaian Kinerja Samsat Handil Bakti

BATOLA – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan kerja (kunker) dalam daerah ke Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Handil Bakti Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Marabahan di jalan Trans Kalimantan KM 21 Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala, Jum’at (3/5).

Suasana Monitoring Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi ke Samsat Handil Bakti

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan kunker ini dilaksanakan dalam rangka monitoring pelaksanaan pelayanan kesamsatan kepada masyarakat dan capaian realisasi pendapatan di triwulan pertama tahun 2024.

“Kita sudah melaksanakan komunikasi dengan Kepala UPPD Samsat Handil Bakti beserta jajarannya. Kita fokus pada capaian realisasi pendapatan sebesar 33 persen hingga saat ini,” katanya.

Wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini memberikan apresiasi dan menyambut baik atas capaian realisasi pendapatan di triwulan pertama ini. Ia berharap realisasi pendapatan di triwulan kedua dan selanjutnya bisa lebih ditingkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel.

“Pendapatan ini tidak hanya berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor, tetapi juga Pendapatan Lainnya (PL),” ungkapnya

Dalam kunjungannya, Paman Yani juga menyoroti kondisi Samsat Handil Bakti yang dinilai belum memiliki tempat yang representatif bagi masyarakat. Padahal, menurutnya, jumlah wajib pajak di Samsat Handil Bakti ini sangat banyak, bahkan hampir sama dengan UPPD Marabahan.

“Samsat Handil Bakti ini meskipun kantor cabang pembantu, tapi jumlah wajib pajaknya sangat banyak. Namun tempat parkirnya sempit dan ruang tunggu yang berada di samping kantor yang dikhawatirkan bila hujan bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi wajib pajak,” terangnya.

Oleh karena itu, Paman Yani akan kembali mengusulkan ke Pemprov Kalsel agar Samsat Handil Bakti dapat memiliki kantor yang representatif seperti ruang tunggu dan tempat parkir yang lebih luas sehingga pelayanan terhadap wajib pajak bisa lebih optimal.

Sementara itu, Kepala UPPD Marabahan, Ermina Zaidah mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan dukungan Komisi II DPRD Kalsel ke Samsat Handil Bakti. Ia berharap ke depan, Samsat Handil Bakti mendapatkan fasilitas yang lebih memadai sehingga pelayanan bisa lebih maksimal yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Alhamdulillah kami mengucapkan terimakasih atas monitoring dan dukungan Paman Yani yang sangat kami perlukan. Semoga ke depan, Samsat Handil Bakti bisa lebih bagus pelayanannya dan mendapatkan fasilitas yang lebih memadai,” harapnya.

Untuk diketahui, data rekapitulasi penerimaan online UPPD Marabahan sampai dengan 2 Mei 2024 mencatat bahwa penerimaan online Samsat Handil Bakti mencapai Rp1.175.897.100. Disusul penerimaan online Samsat Marabahan sebesar Rp768.260.900 dan penerimaan online salam sebanyak Rp640.039.800.

Sementara data rekapitulasi penerimaan reguler UPPD Marabahan sampai dengan 2 Mei 2024, untuk penerimaan Samsat Handil Bakti sebesar Rp2.841.333.550. Jumlah ini menduduki posisi kedua setelah penerimaan Samsat Marabahan (daftar baru)
mencapai Rp9.718.000.400 dan disusul penerimaan Samsat Marabahan sebesar Rp2.549.373.200 di urutan ketiga.

Untuk target penerimaan pajak daerah dan lain-lain PAD yang sah (non denda) UPPD Marabahan hingga Mei 2024, tercatat bahwa penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sudah terealisasi sebesar 33,91 persen atau Rp10.415.892.200 dari target Rp30.717.325.500.

Sedangkan penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) sudah terealisasi sebesar 39,01 persen atau Rp8.546.387.400 dari target Rp21.909.457.000.

Untuk penerimaan Pajak Air Permukaan (PAP) terealisasi sebesar 36,35 persen atau Rp207.743.619 dari target Rp326.362.945.
Sementara penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga (SP3) Dealer terealisasi sebesar 37,34 persen atau Rp89.350.000 dari target Rp236.137.000. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Peringati Hari Otonomi Daerah ke-28 dan Hari Pendidikan Nasional

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-28 tahun 2024, di halaman kantor Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Jumat (3/5).

Upacara dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dan diikuti sejumlah Pimpinan SKPD Pemprov Kalsel, dewan guru serta pelajar SMA Kalsel.

Dalam amanatnya Gubernur menyampaikan permintaan dari Mendagri tentang otonomi daerah (otda) yang merupakan hak daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem NKRI.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat menyampaikan amanat dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 dan Hari Pendidikan Nasional

“Berangkat dari prinsip itulah, otda dirancang untuk mencapai dua tujuan utama yaitu kesejahteraan dan demokrasi,” kata Gubernur.

Selain itu desentralisasi menurut Gubernur akrab disapa Paman Birin diarahkan untuk memberikan pelayanan publik bagi masyarakat secara efektif efisien melalui terobosan kreatif dan inovatif.

Kebijakan pemerintahan pun, lanjut Paman Birin, dituntut dapat menerapkan kepada kearifan lokal atau kekhasan daerah untuk pemanfaatan segala potensi baik SDM maupun SDA dengan cara yang bijak dan berkelanjutan.

“Sesuai dengan tema Hari Otonomi Daerah tahun 2024 yakni Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Yang Sehat,” ungkap Paman Birin.

Sementara itu, Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024 mengangkat tema Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar.

Menurut Paman Birin, tema tersebut menandakan bahwa program Merdeka Belajar masih ditekankan sebagai metode pembelajaran terbaik untuk mencetak SDM yang unggul dan berkualitas.

Paman Birin menceritakan tentang perjalanan Kemendikbudristek yang tidak mudah dalam mentransformasi sebuah sistem pendidikan dan mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

Saat masa transformasi itu pemerintah dihadapkan dengan pandemi yang mengubah pola dan perilaku masyarakat.

“Tetapi semua itu dapat dilalui dan perubahan pun sudah mulai dirasakan. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang bangun bersama dengan Gerakan Merdeka Belajar,” ungkap Paman Birin.

Gerakan Merdeka Belajar sendiri dinilai mampu membuat anak-anak bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Disamping itu guru-guru berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya.

Di sisi lain, pada mahasiswa bisa lebih mengekspresikan diri dengan berkarya dan berkontribusi, karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Serta merayakan semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh pejuang dan insan pendidikan di Banua, mulai dari perkotaan hingga pelosok pedesaan,” tutup Paman Birin. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Pagelaran Seni Budaya Dayak Borneo ke 5 di Banjarbaru

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi pagelaran seni budaya dayak borneo ke -5 tahun 2024 yang diselenggarakan pada salah mall yang di Kota Banjarbaru. Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Kemasyarakatan Husnul Hatimah, menghadiri pembukaan kegiatan seni budaya dayak, yang menampilkan berbagai macam kesenian, adat istiadat, serta budaya dayak diseluruh Kalimantan Selatan, Jum’at (3/5). Pergelaran seni budaya tersebut diselenggarakan selama 3 hari, 3 -5 Mei 2024.

Husnul menyampaikan, kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk menyaksikan bagaimana kekayaan budaya dayak yang sungguh sangatlah luar biasa. Pihaknya pun mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada para seniman maupun budayawan yang berdedikasi tinggi terhadap lestarinya budaya apapun, di daerahnya masing-masing.

Staf Ahli Bidang Hukum dan Kemasyarakatan Husnul Hatimah

“Gubernur Kalsel sangat mendukung kegiatan ini, yang dapat melestarikan budaya dan adat istiadat suku dayak, dan memperkenalkannya ke masyarakat banyak,” ucap Husnul.

Husnul menambahkan, globalisasi dan arus modernisasi telah membawa pengaruh besar, yang kadang-kadang dapat mengancam keberlangsungan tradisi budaya lokal kita. untuk itu, dirinya mengajak masyarakat untuk menjadikan pagelaran seni ini sebagai meningkatkan animo generasi muda kita dan masyarakat secara umum, guna mencintai dan melestarikan budaya-budaya yang ada di bumi kalimantan. kalimantan selatan merupakan daerah yang majemuk dengan ragam budaya dari berbagai suku. keunikan budaya lokal seperti adat istiadat, alat musik tradisional, hingga kuliner, menjadikn bumi kalimantan menyimpan kearifan lokal yang tak ternilai harganya.

“Untuk itu, saya menyadari bahwa pentingnya peran seniman maupun organisasi seperti perkumpulan dayak meratus (kumdatus) Kalsel ini, dalam mempertahankan dan mengembangkan kekayaan budaya ini,” lanjut Husnul.

Ia pun berharap, melalui pagelaran ini dapat semakin memperkokoh rasa persaudaraan masyarakat kalimantan selatan, khususnya masyarakat dayak yang ada di Kalimantan Selatan. (MRF/RDM/RH)

Cabor Sambo Berhasil Loloskan 8 Atlet ke PON 2024 di Medan dan Aceh

BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Sambo berhasil meloloskan 8 atlet, untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2024 di Medan dan Aceh.

Ketua Umum Persabi Kalsel Muhammad Yani Helmi melalui Ketua Harian Persambi Kalsel Yayat Hadiyat, meski cabang olahraga Sambo baru keberadaannya di Provinsi Kalimantan Selatan. Namun telah memberikan prestasi yang maksimal.

Ketua Harian Persambi Kalsel Yayat Hadiyat

“Kita berhasil meloloskan delapan atlet, ke PON Tahun 2024 di Medan dan Aceh,” ungkap Yayat.

Delapan atlet Sambo Kalsel ini akan bertanding pada nomor Sport dan Combat.

“Pada saat menjelang PON 2024 di Medan dan Aceh kami mengencarkan latihan,” ucapnya.

Yayat mengatakan, meski pelaksanaan PON masih lima bulan lagi diperkirakan pelaksanaan pada bulan September mendatang, namun latihan intensif sudah mulai dilaksanakan jauh jauh hari.

“Dengan dilaksanakan latihan intensif ini, maka diharapkan prestasi maksimal dapat diraih, pada PON 2024 mendatang,” ujarnya.

Pada latihan ini dilatih untuk kekuatan fisik sebesar 50 persen dan 50 persen untuk latihan teknik. (SRI/RDM/RH)

Tutup MTQN Kalsel ke-35, Paman Birin Berpesan Untuk Raih Prestasi Tingkat Nasional

TAPIN – Berlangsung meriah, rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tapin, resmi di tutup Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin pada Kamis (2/5) malam.

Gubernur Kalsel saat menutup MTQN ke-35 tingkat provinsi Kalsel di Tapin

Kabupaten Banjar untuk kedua kalinya, berturut – turut menjadi juara umum pada pagelaran MTQN ke-35 Tingkat Provinsi Kalsel di Kabupaten Tapin, disusul kota Banjarmasin urutan kedua, dan kota Banjarbaru di posisi ketiga.

Seluruh pemenang MTQN ke-35 tingkat provinsi Kalsel

Penutupan MTQN Ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tapin tersebut, ditandai dengan penyerahan piala bergilir juara umum oleh Paman Birin kepada Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi.

Dalam sambutannya, Paman Birin menyampaikan ucapan selamat kepada para juara tiap cabang lomba MTQN ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Paman Birin berharap, prestasi yang diraih para juara tersebut dapat menjadi motivasi untuk meraih prestasi di MTQ tingkat nasional yang akan digelar di Kalimantan Timur dan IKN mendatang.

“Kepada para juara MTQ Ke-35 ini, khususnya kafilah yang meraih juara umum, saya ucapkan selamat dan sukses. Semoga prestasi yang diraih di MTQ Tingkat Provinsi ini, akan mengantarkan provinsi Kalimantan Selatan untuk meraih prestasi yang membanggakan di MTQ Tingkat Nasional nanti,” ucap Paman Birin.

Paman Birin bersyukur, penyelenggaraan MTQ ke-35 di Kabupaten Tapin dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Menurutnya, kesuksesan tersebut bukan hanya milik Kabupaten Tapin, bukan pula hanya milik para juara, tetapi melainkan kesuksesan bersama dalam upaya membumikan Al-Qur’an di Kalimantan Selatan.

“MTQ adalah sarana untuk memperkenalkan kemerduan dan keindahan dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, menguji hafalan Al-Qur’an, dan sekaligus arena mensyiarkan Islam,” tuturnya.

Paman Birin berharap, setelah pelaksanaan MTQ ini, kiranya tumbuh dalam diri masing – masing, bergema dalam lingkungan keluarga, serta mewarnai kehidupan masyarakat dengan akhlak Al-Qur’an.

“Mari kita hidupkan kembali kebiasaan membaca Al-Qur’an sehabis sholat magrib, seperti di masa lalu,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin memberikan hadiah paket umrah kepada 32 peserta terbaik satu di setiap cabang lomba.

“Alhamdulillah, ini ada peningkatan, jika pada MTQN ke-34 di Kota Banjarbaru kita memberikan hadiah umrah kepada 14 orang yang berhasil meraih prestasi, maka MTQN ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tapin kita berikan hadiah umrah sebanyak 32 orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj. Bupati Tapin Syarifuddin dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih sebesar – besarnya kepada Paman Birin atas perhatian maupun dukungan secara langsung, yang diberikan selama pelaksanaan MTQ. Sehingga MTQ ke-35 di Kabupaten Tapin dapat melahirkan qori-qoriah, hafiz-hafizah dan cabang-cabang lomba lainnya yang nantinya akan menjadi perwakilan Kalsel di MTQ nasional.

“Saya ucapkan terima kasih atas atensinya yang luar biasa dari Gubernur kita Paman Birin bersama Acil Odah, semoga segala hajat beliau dikabulkan oleh Allah, dan beliau sekeluarga diberikan kesehatan, aamiin ya rabbal alamin,” ujarnya.

Begitu pula Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Paman Birin atas dukungannya selama pelaksanaan MTQ di Kabupaten Tapin.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan kafilah yang ikut serta menyukseskan acara MTQ ke-35 tersebut. Ia berharap, kepada para peserta yang belum meraih prestasi agar kiranya dapat terus mengasah kemampuan mereka sehingga nantinya dapat meraih prestasi terbaik di MTQ ke-36 yang rencananya akan digelar di Kabupaten Banjar tahun mendatang. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Panggil Pihak RSUD Ulin Terkait Adanya Dugaan Malapraktik

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memanggil pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin terkait adanya dugaan malapraktik di RSUD tersebut.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gina Mariati dan dihadiri Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin, Yuddy Riswandi dan jajarannya serta sejumlah dokter senior RSUD Ulin Banjarmasin, di ruang Komisi IV DPRD Kalsel, Kamis (2/5).

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin mengatakan tujuan komisinya memanggil pihak rumah sakit adalah untuk mendengar langsung keterangan serta kronologi yang sebenarnya dari pihak tenaga kesehatannya terkait berita peristiwa bayi yang meninggal saat persalinan terjadi, beberapa waktu lalu.

“Saya kira kita harus mendengarkan keterangan secara berimbang. Karena itu kami memanggil pihak yang dianggap bertanggungjawab. Kita tidak ingin permasalahan ini terus bergulir dengan saling menyalahkan,” jelasnya.

Lutfi berharap permasalahan ini bisa cepat selesai dan nantinya hasil persidangan bisa mengungkap sebenar-benarnya kondisi dan kejadian tersebut.

“Sekarang posisinya sudah masuk BAP, kita tunggu saja hasil di pengadilan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin, Yuddy Riswandhy Noora menyampaikan waktu itu, sang ibu berinisial MS (38) sebelumnya sempat mendatangi Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin.

“Pasien datang sendiri, tanpa pendampingan dari Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin,” kata Yuddy.

Tindakan medis semakin tidak bisa maksimal. Sebab, tensi darah sang ibu sedang tinggi. Yuddy menyebut, kondisi tersebut membuat sang ibu tidak bisa menjalani persalinan dengan tindakan operasi. Ia menegaskan, persalinan sudah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Prinsipnya, kami di rumah sakit untuk menolong,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Dokter senior spesialis kandungan RSUD Ulin Banjarmasin, Samuel Tobing. Ia mengungkapkan kondisi pasien dalam keadaan darurat saat tiba di RSUD Ulin. Sehingga, perlu segera mendapat penanganan, karena sudah kontraksi.

“Tetapi ketika dilakukan pemeriksaan. Tensi sang ibu tinggi. Apalagi kaki almarhum anak sempat keluar, hingga tidak bisa dilakukan persalinan melalui operasi,” tuturnya.

Ketika itu, lanjut Tobing, kondisi sang ibu sempat mengalami kejang. Menurutnya, kondisi tersebut berbahaya saat persalinan. Bahkan, potensinya berujung kematian bagi sang ibu.

“Saat itu diberikan obat kejang kepada ibu. Kami berupaya agar ibunya selamat,” ujarnya.

Tobing menambahkan, usia kehamilam sang ibu masih 31 minggu atau tujuh bulan. Ia mengklaim hal tersebut telah dijelaskan kepada pihak keluarga.

“Saat itu, keluarga tak banyak komentar, dan kami anggap sudah mengerti,” katanya.

Tobing menuturkan kejadian ini tidak diharapkan pihaknya. Namun pihaknya tetap harus menolong untuk menyelamatkan nyawa sang ibu. Kendati demikian, lanjutnya, kejadian ini menjadi koreksi bagi RSUD Ulin. Pihaknya melakukan asessmen. Bahkan sudah melaporkan kejadian ini ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version