Lakukan Studi Tiru Pengelolaan BLUD, BPSDMD Kalsel Gali Pengalaman ke Pemprov Sumsel

SUMATERA SELATAN – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel mengunjungi BPSDMD Sumsel, di Kota Palembang, untuk melakukan studi tiru dalam penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK- BLUD).

Suasana kegiatan diskusi dan presentase terkait pola pengelolaan keuangan dari BLUD, di aula rapat BPSDMD Sumsel, Kamis (18/11) siang.

Kunjungan ini juga disambut langsung oleh Kepala BPSDMD Sumsel, Tarbiyah yang diwakili Sekretaris BPSDMD Sumsel, Hamdi Darmawan. Kegiatan tersebut diadakan, Kamis (18/11) siang, di ruang rapat BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Muhammad Nispuani dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya atas kesediaan waktu yang diberikan oleh BPSDMD Sumsel. Sehingga, terlaksananya pertemuan itu bersama jajaran pemda setempat.

“Dengan adanya pertemuan ini, semoga kami dapat mengadopsi dan mengaplikasikan langkah-langkah yang diterapkan oleh BPSDMD Sumsel sebagai BLUD,” ucapnya.

Terlebih, ia mengharapkan, pertemuan ini tidak hanya sebagai rekan kerjasama dalam memberikan bimbingan pengalaman. Tetapi, Nispuani menginginkan tali silaturahmi tetap terjalin erat.

“Kami sebagai tamu yang mengunjungi BPSDMD Provinsi Sumsel mengucapkan terima kasih banyak atas kesediannya mau menerima BPSMDMD Kalsel untuk belajar dan melakukan studi tiru di instansi ini, sekali lagi terima kasih,” ungkap Kepala BPSDMD Kalsel, Nispuani.

Sementara itu, Sekretaris BPSDMD Provinsi Sumsel, Hamdi Darmawan mengatakan, sangat senang dengan kedatangan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk melakukan studi tiru dan sekaligus mengkaji lebih dalam tentang penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dijalankan pihaknya hingga sekarang.

“Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan oleh BPSDMD Provinsi Kalsel melalui hasil presentase yang sudah kami perlihatkan tadi,” paparnya.

Sekedar diketahui, dalam pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) salah satu keuntungan yang didapatkan adalah sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) dapat digunakan di tahun berikutnya.

Bahkan, PAD yang dihasilkan langsung masuk ke dalam rekening kas tersendiri dan seluruhnya dapat dimanfaatkan oleh pengelola BLUD. (BPSDMD-RHS/RDM/RH)

Paman Birin Dorong Percepatan Reforma Agraria

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kamis (18/11).

Gubernur Kalsel (tengah) foto bersama peserta rakor performa agraria

Paman Birin menyampaikan dukungannya atas pelaksanaan program Reforma Agraria.

“Rakor ini kiranya sebagai forum untuk membangun sinergi pencapaian program-program Reforma Agraria  di Kalsel,” katanya.

Menurut Paman Birin, penyelenggaraan reforma agraria merupakan strategi nasional dalam memberdayakan dan menyejahterakan rakyat.

Oleh sebab itu, sejak awal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya berperan aktif dan mendorong keberhasilan program ini. Salah satunya melalui pembentukan tim Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kalimantan Selatan.

Reforma Agraria ditujukan untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah. Disamping itu juga memberdayakan masyarakat melalui akses Reforma Agraria serta menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi kemiskinan.

Sebelumnya, Kakanwil BPN Kalsel Alen Saputra mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah mengeluarkan 60 ribu hak atas tanah Reforma Agraria.

“Kalau lahan yang diserahkan kepada masyarakat untuk Reforma Agraria tahun ini saja sudah hampir 60 ribu hektar didominasi kawasan hutan,” katanya.

Menurutnya, lahan itu diberikan kepada masyarakat yang sudah menduduki kawasan terlebih dahulu bukan sebaliknya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

BKOW Kalsel Siap Bersinergi Bersama Pemerintah Daerah

BANJARMASIN – Suasana penuh khidmat mewarnai pengukuhan Pengurus Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2021-2026, di Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Kamis (18/11).

Raudatul Jannah Sahbirin Noor selaku penasihat, saat mengukuhkan pengurus menyampaikan optimisme akan kemajuan BKOW ke depan  sebagai jembatan koordinasi antar seluruh organisasi wanita yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dikatakan, optimisme ini dilatari berbagai latar organisasi dan banyaknya jumlah pengurus dalam organisasi. Dan BKOW siap bersinergi bersama  pemerintah mengatasi permasalahan sosial strategis daerah.

Istri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor ini secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Hj Fathul Jannah Muhidin, selaku Ketua BKOW, dan seluruh pengurus yang dikukuhkan.

“Banyak sekali ternyata pengurus BKOW. Ini adalah suatu potensi yang besar, kekuatan yang besar apabila pian-pian (kita semua) bersatu, berkomitmen dan bergerak bersama, Insya Allah BKOW akan semakin maju,” harapnya.

Raudatul Jannah juga berpesan agar keberadaan dan partisipasi BKOW dalam membantu pemerintah dan pembangunan masyarakat, dan wanita pada khususnya dapat berkelanjutan dan tidak bersifat sementara.

Terutama dalam  mendampingi dan membantu pemerintah dalam menangani isu-isu strategis seperti wajib belajar 12 tahun, pernikahan usia dini dan juga isu stunting yang sebenarnya saling berhubungan.

Karena menurutnya, apabila anak mendapat pendidikan yang semestinya, lebih mungkin bagi mereka untuk tidak memutuskan menikah di usia dini.

“Anak yang selesai menempuh wajib belajar 12 tahun, pasti berpikiran terus ingin sekolah dan mengaplikasikan apa yang dia dapatkan di sekolah. Sehingga dia ingin bekerja, berkarir dan tidak buru-buru ingin menikah”, jelasnya.

Raudatul Jannah juga menyampaikan, anak yang menikah usia dini, mungkin belum mengerti bagaimana cara mendidik atau mengasuh anaknya. Sehingga meskipun anaknya tumbuh, tetapi kurang terperhatikan  kualitasnya.

Raudatul Jannah meminta seluruh anggota BKOW dan hadiri yang berhadir agar aktif mengedukasi dengan cara persuasif, tanpa menggurui dan menjustifikasi terkait hal ini.

“Tolong diberi pandangan dan sharing, tanpa menggurui dan menjustifikasi. Gunakan bahasa yang betul-betul hati-hati dan santun. Jangan menggunakan kalimat dan penyampaian yang tidak  pas, yang malah dapat menimbulkan sifat apatis”, pesannya.

Di akhir sambutannya, dirinya berharap agar keberadaan BKOW dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat di Kalsel.

“Mudah-mudahan dengan keberadaan BKOW, akan mampu menghadirkan organisasi kewanitaan yang kuat, tangguh secara kelembagaan serta produktif dalam melanjutkan kegiatan-kegiatan yang betul-betul memberikan manfaat terhadap masyarakat banua kita di Kalimantan Selatan,” harapnya.

Selaras dengan Raudatul Jannah, Ketua BKOW Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin mengajak seluruh anggota dan pengurus BKOW untuk maju dan andil bagian untuk Kalsel.

“Saya mengajak kepada seluruh anggota dan pengurus BKOW Kalsel, mari kita majukan BKOW sebagai organisasi wanita terpercaya dan andil bagian dalam mewujudkan wanita-wanita Kalsel maju dan berdaya saing,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga menyampaikan bahwa keberadaan BKOW sangat strategis untuk membantu pemerintah dalam menangani berbagai isu di Kalsel.

“Saat ini kesenjangan masih ditemukan di berbagai sektor. Masih banyak anak-anak kita yang belum bisa mendapatkan pendidikan. Lalu tingginya pernikahan usia anak di beberapa daerah di Kalsel dan juga angka stunting. Isu isu ini tidak akan selesai kalau bukan kita sendiri yang turun,” ucapnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Hadiri Wisuda STIE Pancasetia, Paman Birin Motivasi Sarjana Baru, Bangkit dan Ciptakan Peluang Usaha

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia dalam rangka Dies Natalis XXIX, Yudisium dan Wisuda Pasca Sarjana XXIV dan  Magister Manajemen XIII, di Banjarmasin, pada Kamis (18/11).

Gubernur Kalsel menyerahkan piagam kepada wisudawan

Dalam sambutannya, Ia  menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan/wisudawati beserta orangtua mereka atas kelulusan sebagai sarjana.

“Selamat dan sukses atas kelulusannya, lanjutkanlah menuntut ilmu sampai keluar Kalimantan Selatan. Bahkan kalau bisa sampai keluar negeri,” ucapnya.

Paman Birin sapaan akrabnya, juga mengungkapkan syukur dan bahagia. Pasalnya,  putranya bernama Sandi Fitrian Noor juga diwisuda dan mendapatkan gelar S2 Manajemen.

Ia juga berpesan agar para wisudawan dan wisudawati dengan keilmuan yang dimiliki tetap bersemangat untuk bangkit menciptakan peluang usaha.

“Kembangkan kemampuan untuk berkreativitas dan berinovasi. Ciptakan peluang usaha dan bantu masyarakat. Jika ini bisa diwujudkan  maka kalian adalah sarjana yang sejati,” ucapnya.

Paman Birin mengatakan, pandemi COVID-19 yang masih belum sirna telah merontokkan berbagai sektor ekonomi rakyat. Ini berdampak bagi berkurangnya  kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Semua kita harus terus berikhtiar dan bekerja keras agar bisa melewati dan bertahan. Kata kuncinya kita harus 
bersemangat di samping memohon perlindungan kepada Allah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua STIE Pancasetia Banjarmasin Nurus Sjamsi mengatakan, jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 667 orang terdiri dari Jurusan S1 Manajemen sebanyak 212 orang, S1 Akutansi 161 orang. Sedangkan untuk S2 Manajemen sebanyak 294 orang.

“Acara kita kita gelar selama 2 hari, tujuannya agar membatasi jumlah serta menghindari kerumunan, karena kita masih dalam suasana pandemi COVID-19,” ujarnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Warga Kuin Kacil Divaksin COVID-19

BANJARMASIN – Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan merata hingga ke daerah pinggiran, maka Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menggelar Vaksinasi Banua, untuk warga Kuin Kacil. Vaksinasi tersebut dilaksanakan, Kamis (18/11).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, dilaksanakan vaksin didaerah pinggiran Kota Banjarmasin ini, dalam rangka memberikan layanan kesehatan yang merata untuk warga pinggiran tersebut.

“Pada kegiatan vaksinasi ini bekerjasama dengan REI dan Kadin,” ucapnya.

Menurut Machli, pihaknya berterimakasih dengan para pengusaha tersebut, yang telah membantu pemerintah untuk memberikan layanan vaksinasi bagi warga Kota Banjarmasin, khusus didaerah pinggiran kota ini.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan vaksin ini untuk meningkatkan angka capaian vaksinasi di Kota Banjarmasin.

“Kami menargetkan hingga akhir tahun ini capaian angka vaksinasi COVID-19 mencapai angkat 80 persen,” ujarnya.

Machli mengatakan, untuk target vaksinasi dikawasan Kuin Kacil ini sebanyak 200 orang. Mengingat, warga yang tinggal dikawasan pinggiran Kota Banjarmasin tersebut, tidak terlalu banyak.

“Karena penduduk di Kuin Kacil sedikit, maka kami menargetkan sebanyak 200 orang,” ucap Machli.

Sementara itu, salah satu warga Kuin Kacil Ahmad Riyadi mengatakan, ia bersyukur vaksinasi COVID-19 ini dilaksanakan di tempat mereka.

“Kami mau bervaksin karena saat ini untuk kemana mana diperlukan kartu vaksin,” ucap Ahmad Riyadi. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Gelar Uji Publik 5 Raperda

BANJARMASIN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, menggelar uji publik lima raperda, untuk Prolegda tahun 2022.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Banjarmasin, Arufah Arif, kepada wartawan pada Kamis (18/11) menyampaikan, ada sebanyak lima rancangan peraturan daerah (Raperda) yang dilakukan uji publik, untuk dimasukkan pada Program Legislasi (Prolegda) tahun 2022 mendatang. Kelima raperda itu tentang pengembangan budaya literasi, pengembangan ekonomi kreatif, fasilitasi penyelenggaraan pesantren, pemberdayaan perlindungan lanjut usia, dan penanggulangan wabah penyakit menular.

Ketua Bapemperda DPRD Banjarmasin, Arufah Arif, saat memberikan komentar pada awak media

“Lima raperda ini merupakan inisiatif DPRD Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Arufah menjelaskan, lima raperda ini sangat tepat diusulkan, menyesuaikan kondisi terkini di Banjarmasin, yakni dapat dibahas tahun depan. Namun syaratnya harus diuji publik, untuk melihat respon seluruh lapisan masyarakat, dan menerima pendapat dari berbagai kalangan, dengan harapan setelah dibahas menjadi peraturan daerah, maka harus ditaati semua.

“Hasil uji publik kami menerima banyak saran, kritik dan masukan, untuk nanti dilanjutkan dalam pembahasan payung hukum,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubbag Produk Hukum Kabupaten dan Kota Wilayah II Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel Andik Mawardi, yang menjadi salah satu narasumber pada uji publik lima raperda menyampaikan, pihaknya sangatlah mengapresiasi inisiatif ini, karena bukan hanya menyangkut kepentingan umum, juga dapat memberi rasa aman dan nyaman, bagi warga di kota seribu sungai.

Kasubbag Produk Hukum Kabupaten dan Kota Wilayah II Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel, Andik Mawardi

“Kita banyak memberi masukan dan saran, dan Pemprov siap membantu untuk kelancarannya,” tutup Andik.

Untuk diketahui, lima raperda yang diuji publik, mengundang Pemprov Kalsel, Pemko Banjarmasin, Akademisi, dan puluhan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), bertempat di ruang rapat paripurna. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Dua Raperda Inisiatif DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel terhadap pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kerjasama Antar Daerah dan Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Hal tersebut diungkapkan dalam pidato Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, pada rapat paripurna DPRD Provinsi Kalsel masa sidang II yang dipimpin langsung ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, Kamis, (18/11).

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar

“Perda tentang kerja sama antar daerah ini diharapkan dapat menjadi regulasi yang strategis dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah untuk kesejahteraan dan percepatan pemenuhan pelayanan publik,” jelasnya.

Apresiasi yang sama juga diberikan Gubernur Kalsel berkenaan dengan Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang akan dirumuskan oleh Komisi II DPRD Provinsi Kalsel tersebut.

“Namun, perlu menjadi perhatian kita, raperda ini harus memenuhi unsur-unsur tertib regulasi pembentukan produk hukum daerah,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Karmila, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Daerah Provinsi Kalsel, yang menurutnya sudah sangat responsif mendukung dan mengapresiasi dua raperda tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Karmila

“Raperda inisiatif dewan ini merupakan salah satu wujud komitmen dan kepedulian kita bersama dalam membangun kerja sama antar daerah serta pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Kalsel,” pungkas “srikandi” DPRD Provinsi Kalsel dari Fraksi PAN tersebut. (NRH/RDM/RH)

Dongeng Kak Bimo Membuat Bahagia Anak-Anak PSAA Budi Mulia Banjarbaru

BANJARBARU – Suasana bahagia dan gembira hadir di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Budi Mulia, saat pendongeng nasional Bambang Bimo Suryono alias Kak Bimo, menceritakan beragam dongeng kepada anak-anak penghuni panti pada Rabu (17/11) sore.

Suasana anak-anak PSAA Budi Mulia ketika mendengarkan dongeng dari Kak Bimo

Kepala Seksi Pelayanan PSAA Budi Mulia, Sacik Kartikowati mengucapkan terimakasih kepada Disnas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang telah menggandeng Kak Bimo bersafari mendongeng.

Pasalnya, lanjut Sacik, selama pandemi anak-anak Panti Asuhan tidak pernah keluar untuk melakukan kegiatan dan tidak diizinkan untuk pulang kampung selama dua tahun terakhir ini untuk mencegah penularan virus COVID-19 sehingga tentunya ada rasa bosan dan jenuh.

“Kegiatan mendongeng bersama Kak Bimo berhasil membuat anak-anak panti asuhan terhibur. Kita lihat tadi respon anak-anak sangat berbahagia dan bergembira,” katanya.

Sacik mengharapkan program-program seperti ini selalu dilaksanakan Dispersip Kalsel dan PSAA Budi Mulya terus dilibatkan sebagai sasaran kegiatan Dispersip Kalsel. Sehingga minat baca dan keterampilan mendongeng bagi anak-anak terus meningkat. Selain itu, dalam cerita dongengnya, Kak Bimo juga memasukkan nilai-nilai etika dan adab.

“Semoga hal itu memberikan kesan mendalam bagi anak-anak untuk pembentukan tahap kembang mereka sehingga ketika sudah kembali ke tengah masyarakat bisa menjadi anak yang baik, sholeh dan sholehah,” harapnya.

Sementara itu, Kak Bimo berharap dengan kegiatan mendongeng ini dapat menguatkan perilaku dan budi mulia anak-anak panti yang telah dicanangkan oleh para pengasuh mereka. Hal ini tentunya akan mewarnai karakter anak-anak sebagai pewaris bangsa di masa mendatang.

“Salut kepada Dispersip Kalsel yang telah hadir di tempat ini untuk menggembirakan dan memberikan arah pada kita seperti apa pembentukan perilaku dan budi yang baik melalui dongeng,” ungkapnya.

Kehadiran Kak Bimo sendiri sebelumnya adalah dalam rangka coaching dan peneguhan mental pembelajaran bagi para guru dan anak-anak pada Selasa, (16/11). Dalam kegiatan yang diselenggarakan Dispersip Kalsel ini, ia membagikan teknik skenario penceritaan berbasis kretivitas dalam story telling dihadapan guru dan tamu undangan lainnya di Aula Perpus Palnam Dispersip Kalsel.

Selain itu, Kak Bimo juga mengisi acara bertajuk “November Ceria, PalNam Mendongeng” di hadapan ratusan anak-anak usia dini di Kid’s Library Perpustakaan PalNam pada Rabu (17/11) pagi. (NRH/RDM/RH)

Kini, Tagihan Pajak Parkir di Kota Banjarmasin Dipungut Oleh Bakeuda

BANJARMASIN – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin menggelar sosialisasi pajak parkir dan pajak reklame tahun 2021.

Sosialisasi yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Kamis (18/11) ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

Arifin mengatakan, digelarnya sosialisasi ini bertujuan untuk memberi tahukan kepada wajib pajak, adanya perubahan atau perpindahan pengelolaan pajak parkir di Kota Banjarmasin.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor saat menyampaikan sambutan

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Bakeuda Kota Banjarmasin, yang telah melaksanakan sosialisasi pajak parkir ini,” ucapnya.

Menurut Arifin, jika sebelumnya pajak parkir dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin kini berpindah ke Bakeuda Kota Banjarmasin.

“Berdasarkan undang-undang maka saat ini pajak parkir dipungut oleh Bakeuda, sedangkan retribusi parkir tetap dipungut Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Arifin berharap, dengan adanya perpindahan pengelolaan pajak tersebut, nantinya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dengan beralih ke Bakeuda maka pendapatan asli daerah dari pajak parkir, akan mengalami peningkatan,” katanya.

Namun, lanjut Arifin, Pemerintah Kota Banjarmasin meminta untuk layanan parkir, untuk konsumen hendaknya dapat diperbaiki.

“Jangan sampai ada kendaraan yang hilang, sehingga konsumen merasa nyaman ketika menggunakan fasilitas parkir tersebut,” ucap Arifin. (SRI/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tabalong; Bijak Berkomentar di Era Digital bersama Literasinya

TABALONG – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bijak Berkomentar di Era Digital bersama Literasinya” di Kabupaten Tabalong, Kamis (18/11/2021) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Caesar Demas Edwinarta dengan materi tentang “Wawasan Kebudayaan dalam Proses Transformasi Digital Digital”.

Ia memaparkan, budaya merupakan serangkaian keyakinan, simbol-simbol, dan nilai-nilai yang melatarbelakangi situasi pada suatu wilayah tertentu.

Cara memahami peran budaya dalam ruang digital, yakni;

  1. Masyarakat memahami peranan sebagai pengguna dan pengawas dalam ruang digital
  2. Mewaspadai segala bentuk kejahatan digital melalui e-mail, tautan, ataupun file.
  3. Menghargai setiap karya orang lain dengan menjaga emosi dan menghindari pemikiran negatif terhadap karya orang lain

Narasumber kedua, Muhammad Sukma Dwiyanto yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”.

“Rekam jejak digital merupakan sebuah jejak yang kuta tinggalkan baik secara sadar maupun tidak sadar saat kita menggunakan perangkat digital. Contoh rekam jejak digital, seperti riwayat briwsing dan riwayat lokasi yang pernah dikunjungi,” paparnya.

“Menjaga rekam jejak digital sangat penting karena dengan jejak digital yang terjaga, maka kita akan terhindar dari masalah-masalah di kemudian hari seperti tersandung kaaua yang berkaitan dengan UU ITE,” tegasnya.

Narasumber ketiga yaitu Eiza Maghfira yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”

“Etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertinbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya

“Etika digital harus diterapkan karena dalam ruang digital kita akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural. Kita juga tentu ingin mencari konten yang baik untuk kita ketika sedang berselancar di dunia internet. Etika yang dapat kita lakukan saat berinternet, yaitu memperhatikan bahasa komunikasi, memperhatikan privasi, menghindari SARA, dan mengkonfirmasi kebenaran sebuah berita,” pungkasnya

Terakhir narasumber Awiek Hadi Widodo yang menyampaikan materi tentang “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”

“Pada era saat ini ketika kita ingin memiliki usaha sendiri banyak dilakukan dengan cara membuka toko online, agar toko online berkembang kita harus mengetahui terlebih dahulu siapa target pasar toko, apa yang ingin dijual, serta produk yang dijual harus sesuai dengan passion yang kita miliki,” jelasnya

“Tips agar toko online dapat berkembang, dasar yang dapat kita lakukan bisa dimulai dari menjual peoduk yang simpel dan kasual, membuat konten yang unik dan menarik, lakukan segnentasi terhadap siapa target pasar produk yang dijual, libatkan promosi produk melalui influencer, dan giat melakukan peduli sosial agar menarik perhatian oleh konsumen,” pungkasnya. (RILIS)

Exit mobile version