12 Juni, JCH Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin Terbang ke Tanah Suci

BANJARBARU – Musim haji tahun 2022 akhirnya dimulai, dengan keberangkatan perdana pada 4 Juni 2022. Sedangkan di provinsi Kalimantan Selatan, keberangkatan kloter 1 Embarkasi Banjarmasin pada Minggu (12/6) tengah malam, sekitar pukul 23.40 WITA. Dimana sehari sebelumnya, atau pada Sabtu (11/6), jemaah calon haji (JCH) asal kabupaten Tabalong, Balangan dan Banjat sudah masuk asrama haji Banjarbaru.

Gubernur Kalsel (sasirangan) berbincang dengan Guru Wildan sesaat sebelum Manasik Haji Massal dimulai

Tiga hari sebelum keberangkatan, para jemaah calon haji Kalsel, mengikuti Manasik Haji Massal yang digelar Kementrian Agama Provinsi di asrama haji Banjarbaru. Manasik Haji Massal yang menghadirkan Tuan Guru Muhammad Wildan Salman sebagai pemberi tausiah, dan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor ini, berlangsung pada Kamis (9/6). Ratusan JCH asal kota Banjarmasin, Banjarbaru dan kabupaten Banjar, hadir langsung mengikuti kegiatan ini, sedangkan jemaah lainnya dari 10 kabupaten mengikuti secara daring atau online.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel mengingatkan para jemaah untuk menjaga sikap, selama menjadi tamu Allah di tanah suci. Petuah ini disampaikan Gubernur, berdasarkan pengalaman pribadinya saat berangkat ke tanah suci bersama kedua orangtuanya.

Gubernur Kalsel saat membuka Manasik Haji Massal

“Abah ulun (saya) pernah hilang di tanah suci, mungkin karena sebelumnya beliau tidak sengaja bersikap kurang pantas pada seorang laki – laki tua yang menanyakan sesuatu kepada Abah ulun. Ini mungkin hanya sekadar cerita, namun hikmahnya bahwa tutur kata dan sikap kita selama menjalankan ibadah haji, benar – benar harus dijaga,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut Paman Birin (sapaan khas Gubernur) juga mendoakan para jemaah calon haji Kalsel, selamat tiba di tanah suci, dan pulang kembali ke tanah air dengan selamat, serta menjadi haji yang mabrur.

Sementara itu, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel Muhammad Tambrin mengatakan, tahun ini Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan 1.754 jemaah asal provinsi Kalsel, dan 743 jemaah dari provinsi Kalimantan Tengah.

“Tahun ini ada 7 kloter yang diberangkatkan melalui bandara Syamsudin Noor. Empat kloter dari Kalimantan Selatan, 2 kloter dari Kalimantan Tengah, dan 1 kloter merupakan gabungan dari 2 provinsi. Setiap kloter terdiri dari 360 orang, yakni 356 orang jemaah dan 4 orang lainnya merupakan petugas haji,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Nasib 3.000 GTK Honor di Kalsel Menunggu Kebijakan Gubernur

BANJARBARU – Guru dan tenaga pendidik (GTK) SMA, SMK dan SLB di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berstatus honor/kontrak hingga saat ini hampir mencapai 3.000 orang.

Diketahui, dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) beberapa waktu lalu disebutkan, penghapusan tenaga honorer di pemerintahan dilakukan paling lambat tanggal 28 November 2023.

Ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (9/6), Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Fahrudinoor mengungkapkan, nasib guru dan tenaga pendidik honorer tersebut masih menunggu kebijakan dari Gubernur Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Kita masih menunggu arahan dari pimpinan yang arahan tersebut apapun itu akan kita terima dan kita jalankan, jadi saat ini kami masih belum bisa memberikan keterangan honorer guru ini akan diapakan,” ucapnya.

Kuota untuk PPPK Kalsel, lanjut Fahrudinoor juga masih belum sesuai jumlah guru honorer yang ada, sehingga penghapusan honorer menurutnya akan terasa sulit.

“Kebijakan penghapusan tenaga kontrak ini akan sangat berpengaruh pada jumlah guru dan tenaga pendidik di Kalimantan Selatan, apalagi setiap tahun selalu ada guru yang pensiun,” ungkapnya.

Fahrudinoor menambahkan, tenaga guru PPPK Kalsel yang lulus pada gelombang pertama tahun ini ada 1181 orang, sementara pada gelombang dua ada 1174 orang.

“Untuk gelombang ketiga kita masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Minta PT Air Minum Bandarmasih Dapat Berikan Layanan Terbaik Pada Masyarakat

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan Penandatanganan Akta Pendirian (Anggaran Dasar) PT Air Minum Bandarmasih (Persero) oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di Aula PDAM Bandarmasih, Jumat (10/6).

Gubernur Kalsel menandatangani PT Air Minum Bandarmasih

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel hadir diseluruh PDAM yang ada di Banua ini, salah satunya di Kota Banjarmasin.

“Pemprov Kalsel hadir dalam rangka penandatanganan Akta Pendirian PT Air Minum Bandarmasih,” ucapnya.

Sahbirin mengucapkan terimakasih kepada Pemko Banjarmasin serta PT Air Minum Bandarmasih yang telah bersinergi dengan Pemprov Kalsel.

“Tentunya Pemprov Kalsel menyambut baik kerjasama tersebut, sehingga kedepannya PT Air Minum Bandarmasih Persero dapat lebih berkembang dan meningkatkan,” ungkapnya.

Menurut Sahbirin, dengan hadirnya Pemprov Kalsel, PT Air Minum Bandarmasih dapat lebih profesional lagi.

Mengingat, keberadaan Perusahaan Air Minum di daerah sangat penting keberadaannya, untuk masyarakat.

“Untuk Pemprov Kalsel berkomitmen memberikan dukungan untuk peningkatan PT Air Minum daerah,” jelas Sahbirin.

Mengingat, lanjutnya, Perseroda pada PT Air Minum di Provinsi Kalimantan Selatan menarik perhatian Pemerintah Pusat serta menjadi satu satunya di Indonesia.

“Pembentukan Perseroda diseluruh Perusahaan Air Minum di Kalsel tersebut, untuk keterbukaan, tata kelola usaha yang baik, serta lainnya,” tutur Sahbirin.

“Pemprov Kalsel berharap, dengan berubahnya PDAM Bandarmasih menjadi PT Air Minum Bandarmasih, akan menjadi lebih baik lagi, dengan mengembangkan perusahaan lebih profesional lagi,” ucap Sahbirin.

Gubernur berpesan, agar Perusahaan Daerah ini dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (SRI/RDM/RH)

Pengusaha Sarang Burung Walet Diminta Jujur Bayar Pajak

BANJARMASIN – Pemerintah kota Banjarmasin meminta para pengusaha sarang burung walet, untuk jujur dalam membayar Pajak.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, pada Rabu (8/6) sore mengatakan, untuk target pendapatan asli daerah, khusus di sektor Pajak sarang walet sulit dicapai. Padahal, target PAD diturunkan, tahun 2022 ini hanya sekitar Rp400 juta rupiah.

“Banyaknya sarang walet di kota ini, diduga tidak sesuai dengan hasil pajak yang diterima,” ucapnya

Edy meminta, para pengusaha sarang walet, hendaklah jujur melaporkan hasil panen. Mengingat pemiliknya berada di luar kota, bahkan sebagian bermukim di pulau Jawa, sehingga menyulitkan untuk mengetahui kebenaran panen dalam satu tahun.

“Dalam Perda Nomor 3 tahun 2016 tentang pajak sarang walet, sudah jelas. Seharusnya setiap panen dipungut pajak sebesar 10 persen,” katanya

Lebih lanjut Edy menambahkan, pihaknya sudah membentuk tim, melibatkan Kelurahan setempat dalam mengawasi pemungutan Pajak sarang walet, karena data yang dimiliki Pemerintah kota tidak sinkron di lapangan, sehingga harus diperbaharui.

“Kami akan sinkronisasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarmasin dan organisasi pengusaha sarang walet,” tutup Edy. (NHF/RDM/RH)

Kawin Muda Berisiko Picu Peningkatan Kasus Stunting di Kalsel

BANJARBARU – Kalimantan Selatan kini berada diurutan ke enam kasus stunting. Selain didasari kurang memadainya sarana air bersih layak minum dan sanitasi. Hal tersebut ternyata juga dipicu masih maraknya perkawinan anak.

Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil dan KB) Provinsi Kalsel Zulkipli mengatakan faktor terjadinya perkawinan anak di Kalsel tak hanya soal ekonomi tetapi juga diakibatkan tidak terpenuhinya pendidikan secara optimal.

Kadis Dukcapil dan KB Provinsi Kalsel Zulkipli

“Salah satu pemicu diantaranya memang terdapat pada rendahnya pendidikan. Kita ketahui bersama urutan stunting kita tinggi dari 34 provinsi secara nasional dan berada diposisi enam,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Zulkipli yang juga merupakan Sekretaris Satgas Penanganan Penurunan Stunting Kalsel berpendapat agar program pemerintah dalam mengentaskan permasalahan ini bisa lebih digencarkan dengan sosialisasi.

“Ini yang perlu bersama-sama kita kejar dengan mengedukasi kepada masyarakat agar pernikahan sesuai dengan peraturan yakni minimal berumur 19 tahun sehingga manajemen emosi stabil dan pertumbuhan bayi pun terhindar dari kekerdilan (stunting),” bebernya.

Padahal, dirinya juga mengungkapkan Kalimantan Selatan merupakan wilayah dengan tingkat kasus kemiskinan terendah atau apabila dilihat dari presentase hanya sekitar 4,56 persen.

“Seharusnya status nilai gizinya itu dapat terpenuhi menyusul rendahnya angka kasus kemiskinan di Kalsel,” ungkapnya.

Sebagai bentuk percepatan menurunkan kasus di Kalimantan Selatan, Pemprov sedang berupaya keras dengan memfokuskan empat daerah yang masuk statusnya di zona merah.

“Daerah yang disebutkan tadi menjadi prioritas penanganan pemerintah daerah agar angka yang cukup tinggi itu dapat terus ditekan,” Kadis Dukcapil dan KB Kalsel Zulkipli.

Sementara itu, Koordinator Satgas Penangangan Penurunan Stunting Kalsel Didi Ariyadi mengakui bahwa provinsi ini memang berada diurutan keenam tertinggi kasus stunting.

Koordinator Satgas Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalsel Didi Ariyadi (kanan)

“Memang selain didasari kurangnya sarana air bersih, rumah tak layak huni dan sanitasi juga tidak standar itu menandakan indikator tersebut mempengaruhi angka stunting. Disamping itu, langkah kongkrit yang bisa ditekan saat ini seiring dengan adanya edukasi ke masyarakat adalah menimalisir pernikahan muda,” ucapnya.

Terlebih, dia mengharapkan agar usia pernikahan harus sesuai dengan syarat dan ketentuan undang-undang guna meminimalisir terjadinya penambahan kasus stunting.

“Selain itu juga memicu berbagai konflik seperti kekerasan (KDRT), keselamatan harapan hidup ibu dan mudah terjadinya perceraian,” bebernya. (RHS/RDM/RH)

DPRD Barsel Banyak Masukan dari Setwan Kalsel

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapatkan banyak masukan dari Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhammad Faried Yusran kepada wartawan, usai berkunjung ke DPRD Kalsel, Jum’at (10/6).

Faried menyontohkan salah satu masukan yang didapat yaitu mengenai pelaksanaan kegiatan sosialisasi Perda dan sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Kalsel.

“Kemungkinan pelaksanaan kedua kegiatan itu juga akan kami tindaklanjuti karena kami belum melaksanakan sosialisasi Perda (Sosper) dan Wasbang sebagaimana DPRD Kalsel,” jelasnya.

Sementara, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setwan Kalsel, Sundusiah menambahkan, hal-hal yang menjadi pertanyaan wakil rakyat dari Barsel tersebut adalah seputar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) anggota Dewan sebagai wakil rakyat yaitu pengawasan, anggaran dan pembentukan undang-undang/Perda.

Kedatangan studi komparasi anggota DPRD Barsel bertepatan dengan jadwal kunjungan kerja ke luar daerah Komisi-Komisi DPRD Kalsel yang terjadwal 9 – 11 Juni 2022 dalam rangka melaksanakan tugas-tugas kedewanan. (NRH/RDM/RH)

Kejurprov Angkat Besi Segera Digelar

BANJARMASIN – Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Angkat Besi Kalimantan Selatan, akan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) di Kota Banjarmasin.

Sekretaris Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Rokhyatin Effendi mengatakan, Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Besi Kalimantan Selatan mengadakan, Kejurprov nantinya dilaksanakan, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mulawarman, Kota Banjarmasin, pada tanggal 25-26 Juni 2022 mendatang.

“Kejurprov ini dilaksanakan, sebagai persiapan dan persyaratan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir tahun mendatang,” ungkap Yatin, kepada sejumlah wartawan, Jumat (10/6).

Menurut Yatin, pada Kejurprov Angkat Besi mendatang mempertandingkan 6 kelas untuk putra dan 4 kelas untuk putri.

Sedangkan perserta dari seluruh Pengcab/Pengprov PABSI di Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Yatin juga menyampaikan, Pengprov PABSI Kalsel saat ini terus melakukan pembinaan prestasi atlet angkat besi di Kalsel.

“Pembinaan tersebut dilakukan, karena cabang olahraga angkat besi ini, merupakan cabor yang diandalkan,” ujarnya.

Karena, lanjut Yatin, pada setiap kejuaraan selalu menyumbang medali untuk Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti, pada kejurnas sebelum pelaksanaan PON atlet angkat besi Provinsi Kalimantan Selatan meraih medali perunggu. Dan, pada kejurnas angkat besi junior di Bogor lalu berhasil meraih 9 medali.

Oleh karena itu, tambahnya, pembinaan terhadap cabang olahraga angkat besi terus dilakukan dengan sebaik baiknya.

“Kami berharap pada ajang Kejurprov mendatang akan menghasilkan atlet atlet yang mampu meraih prestasi pada kejuaraan nasional,” pungkas Yatin. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Akan Bangun Unit Bank Sampah di Bantaran Sungai Martapura

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi kalimantan selatan, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi kalsel akan membangun unit bank sampah di bantaran sungai Martapura. Tujuan pembangunan bank sampah ini salah satunya untuk upaya dalam membiasakan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. 

Objek pariwisata di sungai martapura, pasar terapung

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, belum lama tadi.

Hanifah menyampaikan, Lewat Program Sungai Martapura Aman, Bersih, Rapi dan Indah (ASRI), pihaknya akan membangun 12 titik unit usaha bank sampah di pedesaan yang berada di bantaran Sungai Martapura. Tujuan dibangunnya bank sampah ini untuk mencegah tercemarnya air sungai martapura, serta agar warga desa bantaran sungai dapat menjual sampah yang bernilai ekonomis di bank sampah.

“Agar kebersihan Sungai Martapura yang berhulu di Bendungan Riam Kanan, Kabupaten Banjar, hingga bermuara ke Sungai Barito di Kota Banjarmasin itu dapat tercapai maksimal,” ungkap Hanifah.

Hanifah menambahkan, dengan adanya unit usaha bank sampah ini diharapkan sungai martapura akan terbebas dari sampah sehingga program Sungai Martapura ASRI dapat berjalan.

“Pengelolaan Sungai Martapura, salah satu sungai terbesar di provinsi ini, terus dilakukan untuk mengembalikan kejayaannya, terutama sektor pariwisata,” lanjut Hanifah.

Ditambahkan Hanifah, pihaknya bersama Instansi terkait telah berkoordinasi kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno, untuk meminta dukungan dari Kementerian agar dapat membantu menjadikan sungai martapura menjadi salah satu tempat pariwisata di banua ini. Sungai Martapura merupakan salah satu andalan pariwisata Kalsel dikarenakan sungai ini mengaliri 4 Kabupaten-Kota. Adapun objek pariwisata yang ada di sungai martapura sudah terkenal didunia, salah satunya yakni pasar terapung yang ada di Lokbaintan Kabupaten Banjar, pasar terapung yang ada di Kuin Kota Banjarmasin, serta pasar terapung yang ada di taman siring Piare Tendean Kota Banjarmasin.

“Pemprov Kalsel beserta pemerintah tingkat 2 sudah menghadap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno, Kita mohonkan kepada pak Menperekraf dukungannya terhadap program Sungai Martapura ASRI ini,” tutup Hanifah. (MRF/RDM/RH)

Stunting di Kabupaten Banjar Masuk Zona Merah

BANJAR – Kabupaten Banjar berada di urutan angka tertinggi kasus stunting di Kalsel dengan prevalensi 40,2 persen menyusul beberapa wilayah seperti Barito Kuala, Tapin dan Balangan yang diketahui juga berada di atas kisaran 30 persen.

Suasana audiensi di Aula Barakat Setdakab Banjar bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Banjar dan provinsi Kalsel

Padahal ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO untuk kasus stunting hanya berkisar diangka 20 persen. Terlebih, angka prevalensi di atas kirasan 30 persen dinyatakan sebagai wilayah berstatus ‘merah’.

Menyikapi itu Sekretaris BKKBN Provinsi Kalsel dr Lasma Uli Lumbantoruan mengungkapkan perlu upaya keras agar pengentasan kasus stunting di Kabupaten Banjar dapat ditekan.

Sekretaris BKKBN Kalsel dr Uli Lasma Lumbantoruan (kiri) dan Satgas PPS Kalsel Didi Ariyadi saat memaparkan status stunting di Kabupaten Banjar

“Adapun yang menjadi perhatian serius adalah faktor spesifik cakupan kehadiran bagi ibu-ibu yang mempunyai balita di posyandu kemudian pemberian makanan tambahan untuk wanita hamil, kesertaan ber KB dimana bisa melalui empat terlalu yakni terlalu muda, tua, dekat dan banyak,” ujarnya usai mengikuti audiensi percepatan penanganan stunting bersama TPPS Banjar, di Aula Barakat Setdakab Banjar, Kamis (9/6) siang.

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, lima wilayah di Kalsel termasuk dalam 76 kabupaten/kota berkategori ‘merah’ diantara 246 daerah di 12 provinsi prioritas di tanah air yang memiliki prevalensi stunting tinggi.

Terkait data, menurut Lasma, keberadaan sanitasi standart dan ketersediaan air layak minum juga menjadi indikator menekan stunting.

“Mudah-mudahan poin penting yang disampaikan pada audiensi ini bisa dioptimalkan agar bisa mendongkrak penurunan angka stunting di Kabupaten Banjar,” tuturnya.

Sedangkan zona ‘kuning’ di Kalsel berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU) Tabalong, Kotabaru dan Kota Banjarmasin yang rata-rata memiliki prevelensi 20 – 30 persen.

Kendati begitu, prevalensi HST yang berkisar 29,6 persen dan HSS berada di angka 29,1 persen itu nyaris masuk zona merah.

“Kabupaten Banjar memang berada diprevalensi 40,2 persen berdasarkan SSGI,” beber Sekretaris BKKBN Kalsel dr Lasma Uli Lumbantoruan.

Sementara itu Koordinator Satgas Percepatan Penurunan Stunting Kalsel Didi Ariyadi menyebut dari 15 provinsi di Indonesia ternyata kasus kekerdilan (stunting) di Kalimantan Selatan berada diurutan ke enam secara nasional.

“Kita ketahui Kabupaten Banjar memiliki prevalensi tinggi sekali sekitar 40 persen. Kalsel ini angkanya jauh sekali dengan Bali yang hanya berkisar 11 persen. Sehingga hal ini butuh kerjasama semua pihak tidak hanya dilakukan secara spesipik oleh sektor kesehatan saja,” ungkapnya.

Kendati demikian tercatat saat ini masih ada daerah yang berstatus ‘hijau’ dengan prevalensi sekitar 10 – 20 persen yakni Kota Banjarbaru. Menyusul Kabupaten Tanah Bumbu 18,7 persen dan masuk kategori terendah di Kalsel.

Terpisah, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Nurgita Tyas menyampaikan salah satu alasan pemicu keberadaan stunting di wilayahnya terdapat masih banyaknya masyarakat yang mengonsumsi ikan asin ketimbang komoditi segar.

“Di daerah pesisir Aluh-Aluh padahal mayoritas pekerjaan mereka nelayan yang dengan mudah mendapatkan ikan segar. Namun, fakta di lapangan saya melihat ada kebiasaan masyarakat disana untuk mengawetkan ikan dan mengonsumsinya tanpa ada nilai gizinya lagi,” ucapnya.

Bersamaan itu, ia siap berkomitmen untuk menurunkan prevalensi kasus stunting di Kabupaten Banjar dengan meminta dukungan serius dari berbagai instansi terkait.

“Saya juga memohon bantuan Satgas dan dukungan serius untuk menurunkan angka stunting di daerah ini serta dari berbagai sektor akan sama-sama kita dongkrak terutama untuk penginputan data,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, Pemprov Kalsel diminta berkomitmen menurunkan angka prevalensi stunting hingga 25,71 persen di akhir 2022. Selain itu juga ditargetkan memiliki angka prevalensi sekitar 21,51 persen pada 2023. Tahun 2024, sesuai yang diharapkan Kalimantan Selatan dapat menyentuh angka 17,27 persen. (RHS/RDM/RH)

Guru SMA Sederajat se-Kalsel Ikuti Pelantikan Jabatan Fungsional

BANJARBARU – Sebanyak 81 guru SMA/SMK/SLB se Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti pelantikan Jabatan Fungsional Guru lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel.

Pelantikan kepada 1 orang guru Madya, 75 guru Muda, serta 5 orang guru Pratama ini, dilaksanakan di Aula Disdikbud Kalsel, Banjarbaru, Kamis (9/6) pagi.

Dalam sambutannya, Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun berpesan kepada guru yang baru saja dilantik, agar menjadi sosok pendidik yang selalu semangat dalam menciptakan generasi penerus di masa yang akan datang.

Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun

“Karena dipundak guru lah, peserta didik kita mampu menjadi pemimpin yang baik di masa mendatang,” ucapnya.

Selain itu Muhammadun juga mengingatkan kepada seluruh guru yang dilantik, agar mampu menumbuhkan rasa gembira dalam proses belajar mengajar.

“Sesuai dengan pesan Gubernur kita Sahbirin Noor, jadilah pengajar yang gembira, buang jauh-jauh kesedihan,” pesannya.

Sementara itu, salah satu peserta pelantikan dari SMAN 1 Angkinang, Siti Bulkis mengungkapkan, pelantikan ini merupakan kali kedua bagi dirinya.

Dengan jabatan guru Muda yang didapatkannya saat ini, Siti Bulkis mengaku akan terus meningkatkan kinerjanya.

“Supaya membangun negara kita melalui pendidikan dan kebudayaan, dan semoga banua kita semakin maju,” terangnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version