Perkuat Tata Pamer dan Perawatan Karya Seni, Museum Lambung Mangkurat Gelar Sosialisasi

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, kembali memperkuat kapasitas pengelolaan karya seni melalui kegiatan sosialisasi hasil kajian tata ruang pamer Gusti Sholihin, yang digelar pada Kamis (11/12).

Suasana sosialisasi hasil kajian tata ruang pamer di Museum Lambung Mangkurat

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan standar penataan karya seni yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Galuh Tantri Narindra menyampaikan, sosialisasi ini tidak hanya membahas penataan karya, tetapi juga menyangkut perawatan, penyajian, hingga pemahaman publik terhadap karya seni.

“Dalam sosialisasi ini kami melibatkan akademisi dan kurator yang sudah diakui, sehingga karya-karya yang ditampilkan benar-benar kurasi terbaik. Yang hadir di museum adalah karya yang memang layak dipamerkan,” ujarnya.

Galuh Tantri menegaskan, kegiatan tersebut memperkaya wawasan tidak hanya bagi pengelola museum, tetapi juga masyarakat dan pelaku seni.

“Sosialisasi ini bukan hanya soal karya, tetapi juga bagaimana cara menampilkan dan memelihara karya seni tersebut. Tadi saya lihat ada beberapa yang mengalami kerusakan, dan bagaimana proses perbaikannya itu menjadi pengetahuan penting. Museum Lambung Mangkurat melakukan semua tahap itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan standar tata pamer juga akan mendorong para seniman untuk semakin produktif dan menghadirkan karya berkualitas.

“Melalui sosialisasi ini, para seniman Banua semakin terdorong untuk berkarya. Masyarakat juga mendapat tambahan pengetahuan tentang seni rupa, khususnya lukisan, sehingga ekosistem seni di Kalsel ikut tumbuh,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Museum Lambung Mangkurat, Raudati Hildayati menyampaikan, bahwa sosialisasi kajian tata ruang pamer menjadi ruang belajar bersama, untuk semakin memperkuat kualitas museum sebagai wadah edukasi kebudayaan.

“Tidak hanya soal penempatan karya, tetapi bagaimana karya dapat bercerita kepada pengunjung. Kami ingin museum menjadi tempat yang hidup, tidak hanya menyimpan benda, tetapi juga membangun pengalaman,” ujarnya.

Raudati menambahkan, kegiatan ini juga menjadi evaluasi internal untuk meningkatkan standar konservasi dan pemeliharaan.

“Dengan adanya masukan dari kurator dan akademisi, kami jadi lebih memahami metode terbaik dalam menjaga kondisi karya. Ini penting agar setiap lukisan dan benda pamer dapat dipertahankan kualitasnya dalam jangka panjang,” katanya. (SYA/RIW/RH)

Akhiri 2025, Museum Lambung Mangkurat Gelar Pameran Temporer Bertema “Lanskap Banjar Kontemporer”

BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Museum Lambung Mangkurat, kembali menghadirkan ruang apresiasi seni bagi masyarakat dengan menggelar Pameran Temporer ke-4 Tahun 2025.

Kepala Disdikbud Kalsel (putih) memotong pita tanda dimulainya Pameran Temporer ke-4 Museum Lambung Mangkurat

Pameran ini mengangkat tema “Lanskap Banjar Kontemporer” yang menampilkan karya lukisan para perupa Banua. Tema tersebut menggambarkan keindahan alam, budaya, serta dinamika kehidupan masyarakat Banjar dari sudut pandang seniman kontemporer.

Sejumlah karya maestro turut dipamerkan, termasuk lukisan milik Gusti Sholihin, perupa asal Kalsel yang telah menembus panggung seni internasional hingga ke Sao Paulo, Brazil.

Pameran dibuka secara resmi pada Kamis (11/12), oleh Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra. Di sela pameran, Ia memberikan apresiasi kepada para seniman yang telah mempercayakan karya mereka untuk dipamerkan di museum kebanggaan Banua tersebut.

“Museum Lambung Mangkurat adalah salah satu UPT kami. Saya ingin museum ini semakin sering menjadi ruang pamer karya, budaya, dan aktivitas para maestro Banua. Saya berterima kasih kepada para seniman yang telah mempercayakan karya – karyanya di sini,” ujarnya.

Ia menyebut, beberapa karya yang tampil dalam pameran ini berasal dari seniman yang sudah dikenal di tingkat nasional, bahkan menjadi favorit Menteri Kebudayaan.

“Insya Allah saya juga ingin membeli salah satu karya beliau. Harapan saya semakin banyak seniman Banua yang melahirkan karya terbaiknya, mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ucapnya.

Galuh Tantri juga menyinggung rencana peningkatan fasilitas museum, mengingat beberapa bangunan sudah tampak kusam karena usia.

“Mudah-mudahan tahun depan dapat kita renovasi tanpa menghilangkan unsur budaya yang ada,” tuturnya. (SYA/RIW/RH)

Darurat Sampah, DPRD Banjarmasin Usulkan Revisi Perda Kebersihan

BANJARMASIN — Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) mengusulkan revisi Perda Nomor 21 Tahun 2011, tentang Pengelolaan Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan, sebagai respon atas kondisi darurat sampah, setelah penutupan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih.

Ketua Bapemperda DPRD Banjarmasin, Kamis (11/12) Husaini, menyampaikan, revisi perda tersebut telah dimasukkan ke dalam program pembentukan peraturan daerah (propemperda) tahun 2026. Menurut Husaini, perubahan regulasi diperlukan untuk memaksimalkan penanganan sampah di kota ini, yang kondisi penanganannya semakin tertekan sejak penutupan TPAS Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada awal Februari 2025 lalu.

Ketua Bapemperda DPRD Banjarmasin, Husaini

“Revisi Perda 21/2011 kami harapkan memberikan kerangka hukum yang lebih adaptif dan solusi teknis untuk mengatasi keadaan darurat sampah ini,” ungkapnya

Husaini mengatakan, revisi yang diusulkan bertujuan memperkuat ketentuan pengelolaan sampah, mekanisme koordinasi antar-SKPD, kewenangan penegakan, serta insentif dan sanksi bagi pelaku, yang berkewajiban menjaga kebersihan. Langkah legislasi ini telah mendapat persetujuan awal dari Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Perubahan regulasi, diperlukan sinergi pelaksanaan antara pemerintah kota, masyarakat, serta sektor swasta untuk mengurangi volume sampah dan memastikan distribusi layanan pengumpulan dan pengolahan berjalan efektif,” pinta Husaini

Lebih lanjut Husaini menambahkan, dengan adanya regulasi yang diperbarui, diharapkan tata kelola kebersihan dan persampahan di Banjarmasin dapat ditangani secara lebih sistemik dan berkelanjutan.

“Langkah nyata merupakan wujud tidak ada lagi kekumuhan akibat sampah,” pungkasnya. (NHF/RIW/RH)

Jelang Akhir Tahun, Angkasa Pura Bandara Syamsuddin Noor Kembali Salurkan TJSL 2025 Untuk Warga Kota Banjarbaru

BANJARBARU – Di penghujung tahun 2025, tepatnya Kamis (11/12) PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, kembali menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kepada masyarakat sekitar bandara. Yaitu warga Guntung Damar Kelurahan Guntung Payung, serta warga Kelurahan Syamsudin Noor.

TJSL berupa 250 paket sembako, bantuan Sarana Prasarana Umum kepada mushola Al Fadl Sidomulyo, Majelis Dzikir Nafahatul Khair Kampung Karangan, dan bantuan penanaman 1.000 pohon Kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, dan 4.000 pohon kepada UPTD Tahura Sultan Adam, yang merupakan bagian dari program penanaman satu juta pohon Injourney Airports Alam Lestari.

Acara penyerahan dilakukan secara simbolis oleh General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, di ruang rapat Kayuh Baimbai Kantor Administrasi PT Angkasa Pura Indonesia, kepada sejumlah penerima.

Yaitu perwakilan Warga Guntung Damar, Perwakilan Lurah Syamsudin Noor, Perwakilan DLH Kota Banjarbaru, Perwakilan Tahura Sultan Adam, Pengurus Mushola Al Fadl serta Pengurus Majelis Dzikir Nafahatul Khair.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana menyampaikan, bahwa salah satu objek vital penggerak konektivitas regional, Bandara Internasional Syamsudin Noor, tidak hanya berfokus pada peningkatan pelayanan kebandarudaraan saja. Tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Angkasa Pura Indonesia terus berupaya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan nilai sosial di tengah masyarakat.

“Melalui program TJSL ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendukung pembangunan Kota Banjarbaru, menjaga kelestarian lingkungan serta mempererat sinergi antara PT Angkasa Pura Indonesia dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Millyas.

PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan bahwa, keberadaan bandara harus memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Keberhasilan bandara bukan hanya diukur dari kinerja operasional, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap sosial dan lingkungan.

General Manager juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, instansi pemerintah, dan para pihak yang telah bersinergi serta mendukung pelaksanaan program TJSL ini.

Diharapkan kerjasama ini dapat terus terjalin demi menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya masyarakat sekitar Bandara Syamsudin Noor. (APSyamsudinNoor-RIW/RH)

Dorong Kualitas Penyajian Informasi, BPS Kalsel Gelar Workshop Penulisan Berbasis Data untuk Humas dan Wartawan

BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Workshop Penulisan Berbasis Data yang ditujukan bagi pranata humas dan wartawan, Rabu (10/12). Kegiatan berlangsung di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, dan diikuti peserta dari BPS kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan serta sejumlah media partner.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya BPS untuk mendorong kualitas penyajian informasi statistik di ruang publik, khususnya dalam hal penulisan berita dan konten kehumasan yang berbasis data akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepada Wartawan, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, melalui Kepala Bagian Umum BPS Kalsel, Ahmad Mudzakkir menjelaskan, bahwa penguatan kapasitas humas dan wartawan sangat penting di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi yang kredibel.

Kepala Bagian Umum BPS Kalsel, Ahmad Mudzakkir

Menurut Mudzakkir, pemahaman mendalam terhadap data statistik tidak hanya berguna bagi instansi pemerintah, tetapi juga sangat diperlukan media yang berperan sebagai penyampai informasi kepada publik.

“Workshop ini digelar untuk meningkatkan kemampuan para humas dan wartawan dalam memahami data statistik serta mengolahnya menjadi informasi yang akurat dan mudah dipahami publik,” ungkap Mudzakkir.

Lebih lanjut, Ia menegaskan, bahwa kemampuan menulis berbasis data adalah keterampilan yang wajib dimiliki pada era digital saat ini. Informasi yang tidak benar atau tidak lengkap, katanya, dapat menimbulkan mispersepsi di tengah masyarakat, terutama terkait isu-isu pembangunan, kondisi sosial ekonomi, dan dinamika demografi.

“Pemahaman berbasis data menjadi sangat penting, mengingat masyarakat semakin membutuhkan informasi yang kredibel. Dengan kemampuan penulisan yang baik dan berbasis data, para peserta diharapkan dapat mendukung diseminasi informasi statistik secara lebih profesional dan tepat sasaran,” tambah Mudzakkir.

Melalui kegiatan ini, BPS Kalsel berharap hubungan kolaboratif antara lembaga statistik dan media semakin kuat, sehingga setiap informasi yang disampaikan ke publik dapat memberikan manfaat besar, terutama dalam penyampaian data pembangunan daerah.

“Menulis berita berbasis data bukanlah hal gampang, sebab kita harus memaparkan angka-angka menjadi sebuah tulisan yang mudah dipahami dan membuat orang bereaksi,” tutup Mudzakkir.

Workshop berlangsung interaktif, dengan materi mulai dari pemahaman dasar statistik, teknik membaca dataset, hingga praktik menulis berita berbasis data yang menarik dan informatif. Peserta juga diberi kesempatan berdiskusi langsung dengan pemateri untuk memperdalam pemahaman dalam penyusunan konten statistik. (MRF/RIW/RH)

Tingkatkan Kompetensi SDM Pelatih, PASI Kalsel Gelar Pelatihan Pelatih Atletik Level 1

BANJARBARU – Sebanyak 55 pelatih atletik dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, mengikuti Pelatihan Pelatih Atletik Level 1 Tingkat Nasional, yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarbaru, pada Rabu (10/12).

Suasana Pelatihan Pelatih Atletik Level 1 Tingkat Nasional di Provinsi Kalimantan Selatan

Ketua PASI Provinsi Kalimantan Selatan, Said Subari mengatakan, pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan, khususnya cabang atletik.

Menurutnya, penguatan kompetensi pelatih sangat penting agar pembinaan atlet di daerah berjalan lebih terarah dan profesional.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang kepelatihan atletik. Kami berharap para pelatih semakin kompeten dalam membina atlet di daerah masing-masing,” ujar Said.

Said juga menambahkan, pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan pelatih yang menguasai standar kepelatihan modern, sehingga berdampak pada peningkatan prestasi atlet di Kalimantan Selatan maupun nasional.

“Kami ingin para peserta mampu menerapkan standar kepelatihan modern dan berkontribusi dalam mencetak atlet-atlet berprestasi,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan PB PASI, Mochamad Nanang Himawan Kusuma menjelaskan, bahwa pelatihan ini menggunakan kurikulum resmi dari World Athletics.

Para peserta akan menerima materi lengkap mulai dari teori, praktik, hingga ujian berbasis standar internasional.

“Kami menggunakan kurikulum dari World Athletics. Peserta akan mengikuti materi teori dan praktik yang bobotnya seimbang untuk meningkatkan kompetensi pelatih,” terang Nanang.

Ia menyebutkan, salah satu tantangan di Indonesia adalah persyaratan dari federasi atletik dunia, bahwa pelatih harus memiliki minimal sertifikasi Level 1 Internasional.

Sementara kendala bahasa masih menjadi hambatan bagi sebagian pelatih. Karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi sarana pemetaan dan peningkatan kapasitas pelatih daerah.

Nanang menegaskan bahwa PASI terus mendorong pelatih – pelatih potensial di daerah, agar mampu mencapai standar internasional melalui pembinaan berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin melihat potensi para pelatih di daerah agar bisa terus didorong menuju sertifikasi internasional. Harapannya, mereka mampu menjadi pelatih berstandar dunia dan membawa atlet-atlet Indonesia semakin bersaing di level nasional maupun global,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Diskominfo Kalsel Dorong Aparatur Berakhlak

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, bertempat di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (10/12).

Kegiatan yang mengusung tema “Keutamaan Ilmu dan Penuntut Ilmu Serta Hukum-Hukum Islam” ini, menghadirkan KH. Muhammad Fadlian Noor sebagai penceramah.

Acara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran pegawai Diskominfo Kalsel, perwakilan Komisi Informasi (KI) Kalsel, serta Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, menegaskan pentingnya nilai-nilai keilmuan dalam kehidupan, terutama bagi aparatur pemerintah.

“Kegiatan seperti ini menjadi penting bagi kita, apalagi dengan tema yang sangat berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Ilmu pengetahuan harus menjadi dasar dalam setiap perbuatan kebaikan,” ujarnya.

Ia berharap materi ceramah yang disampaikan dapat menjadi inspirasi sekaligus penguatan spiritual bagi seluruh pegawai.

“Dengan menyimak dan memperhatikan apa yang disampaikan, mudah – mudahan ceramah tersebut menjadi ladang amal kebaikan dan momentum untuk memperbaiki diri,” tambahnya.

Sementara itu, KH. Muhammad Fadlian Noor dalam tausiyahnya menekankan urgensi ilmu dalam Islam, tanggung jawab seorang penuntut ilmu, serta penerapan hukum-hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan pemahaman agama sebagai landasan dalam bersikap dan bekerja.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” ajaknya.

Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi agenda rutin Diskominfo Kalsel sebagai upaya memperkuat spiritualitas pegawai dan mempererat silaturahmi di lingkungan instansi. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk karakter aparatur yang berintegritas, beretika, dan berorientasi pada kebaikan. (BDR/RIW/RH)

Perkuat Kolaborasi Internal, Diskominfo Kalsel Gelar Workshop Capacity Building 2025

BANJARBARU – Dalam rangka menyamakan persepsi serta meningkatkan kolaborasi internal, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop Capacity Building di Bukit Bintang Park dan Resort, Kota Banjarbaru, pada Selasa (9/12).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan informasi publik yang terpadu, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Foto bersama usai pembukaan Capcity Building Diskominfo Kalsel 2025

Workshop diikuti seluruh pegawai Diskominfo Kalsel dan menghadirkan narasumber dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim diwakili Sekretaris Diskominfo Kalsel, Mashudi menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan ruang penting untuk menyamakan pola pikir dalam menghadapi dinamika informasi publik yang terus berkembang.

“Kita ingin memastikan setiap pegawai memahami perannya dalam mewujudkan tata kelola informasi publik yang terpadu dan responsif,” ujar Mashudi.

Ia menegaskan, bahwa kolaborasi lintas unit harus terus diperkuat sebagai budaya kerja. Menurutnya, keselarasan dalam penyampaian informasi menjadi faktor penting yang tak boleh diabaikan.

“Informasi yang terlambat adalah informasi yang kehilangan maknanya. Karena itu, kita harus memiliki satu suara: konsistensi pesan, harmonisasi data, dan koordinasi sebagai kunci utama,” tegasnya.

Mashudi berharap, workshop ini menjadi momentum untuk membangun komunikasi internal yang lebih sehat sekaligus meneguhkan kembali komitmen seluruh pegawai sebagai bagian dari keluarga besar Diskominfo Kalsel.

“Mari kita jadikan kegiatan ini langkah bersama menuju Diskominfo yang lebih solid, lebih cepat, dan lebih responsif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik, Tarwin Patik Mustafa menuturkan, bahwa pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan media dalam rangka mewujudkan layanan informasi publik yang lebih terintegrasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyatukan suara Diskominfo agar informasi publik yang diterima masyarakat hadir dalam satu narasi yang sama,” katanya.

Ia turut menekankan pentingnya menjaga moralitas dan profesionalitas aparatur negara.

“Jangan sampai niat memperkuat kolaborasi justru melemahkan integritas. Keduanya harus berjalan harmonis, dan itu yang kita bangun melalui Workshop Capacity Building ini,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Peringati Hari Ibu dan HKN, RSUD Ulin Ajak Perempuan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin memperingati Hari Ibu dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, dengan menggelar kegiatan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim, melalui pemeriksaan HPV-DNA secara gratis, bagi karyawati RSUD Ulin, Selasa (9/12).

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin yang pada kesempatan ini diwakili Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr. Yoyi Farizah menyampaikan, bahwa kegiatan ini terkait dengan pengampuan layanan prioritas Kanker dari Kemenkes RI.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ulin Banjarmasin Yoyi Farizah

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kepada Program Kemenkes RI,” ungkap Yoyi.

Menurut Yoyi, perempuan tenaga administrasi maupun tenaga kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin, memegang peran penting dalam keluarga maupun dalam dunia pelayanan kesehatan. Sehingga kesehatan mereka menjadi prioritas.

“Oleh karena itu pemeriksaan ini perlu dilakukan, agar pencegahan sejak dini dapat dilakukan,” ucapnya.

Yoyi berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut, karena memberikan manfaat bagi perempuan, terutama di internal rumah sakit ini.

Dalam kesempatan tersebut, diungkapkan RSUD Ulin Banjarmasin juga memberikan dukungan, terhadap Program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam peningkatan mutu layanan kesehatan di Banua.

Dokter RSUD Ulin Banjarmasin Setyo Teguh Waluyo mengatakan, salah satu dukungan itu, adalah dengan menggelar deteksi dini, risiko kanker serviks ini.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan karyawati RSUD Ulin dapat memeriksa kesehatannya secara tepat dan akurat,” ungkapnya.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini juga selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan serta mendorong budaya hidup sehat melalui pemeriksaan dan pencegahan penyakit sejak dini.

Melalui kegiatan ini, RSUD Ulin mengajak seluruh karyawati untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan HPV-DNA tanpa biaya, sebagai wujud cinta terhadap diri sendiri dan keluarga.

“RSUD Ulin meyakini bahwa perempuan yang sehat akan menciptakan keluarga yang kuat, dan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan Tim Kanker RSUD Ulin bekerja sama dengan Tirta Medical Center, sebagai bentuk dukungan terhadap program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang juga bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional dan Hari Ibu tahun 2025.

Seperti diketahui, kanker leher rahim (kanker serviks) adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di leher rahim (serviks), bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Seringkali disebabkan infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus), yang dapat ditularkan melalui hubungan seks, dan umumnya berkembang perlahan, sehingga penting untuk melakukan deteksi dini. (SRI/RIW/RH)

Gubernur Muhidin, Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Makodam, dan Penguatan Koperasi Merah Putih

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menegaskan bahwa penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan TNI, bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi merupakan wujud komitmen nyata, mendukung pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) di wilayah Kalimantan Selatan. Penandatanganan ini juga sekaligus menandai percepatan pembangunan sarana fisik, berupa gerai, pergudangan, serta kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Muhidin saat menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pangdam XXII Tambun Bungai di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, Rabu (10/12).

Muhidin menegaskan, langkah strategis ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan sosial semata, tetapi juga menyentuh dimensi keamanan, kedaulatan, serta kemandirian bangsa.

Gubernur Kalsel (kanan)

“Rencana pembentukan Komando Daerah Militer atau Kodam di wilayah Kalimantan Selatan pada tahun 2027, merupakan tonggak penting bagi penguatan postur pertahanan di wilayah Kalimantan. Kehadiran Kodam nantinya tidak hanya berfungsi untuk kepentingan pertahanan negara, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah,” ungkap Muhidin.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjut Muhidin, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung, bersinergi, serta mengawal seluruh proses pembentukannya agar berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Selain mendukung pembangunan Makodam, Gubernur Muhidin juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan fisik berupa gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, memperluas akses distribusi barang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Koperasi harus menjadi pilar utama dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Ini selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo, yaitu pendirian Koperasi Merah Putih dengan semangat gotong royong dan keadilan sosial,” lanjut Muhidin.

Gubernur Muhidin berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI yang terbangun melalui kesepakatan ini dapat memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam penguatan ekonomi masyarakat serta percepatan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap mendukung rencana tersebut, baik dari sisi koordinasi lintas sektor maupun kesiapan fasilitas yang diperlukan,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/RH)

Exit mobile version