Dorong Kualitas Penyajian Informasi, BPS Kalsel Gelar Workshop Penulisan Berbasis Data untuk Humas dan Wartawan
BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Workshop Penulisan Berbasis Data yang ditujukan bagi pranata humas dan wartawan, Rabu (10/12). Kegiatan berlangsung di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, dan diikuti peserta dari BPS kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan serta sejumlah media partner.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya BPS untuk mendorong kualitas penyajian informasi statistik di ruang publik, khususnya dalam hal penulisan berita dan konten kehumasan yang berbasis data akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepada Wartawan, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, melalui Kepala Bagian Umum BPS Kalsel, Ahmad Mudzakkir menjelaskan, bahwa penguatan kapasitas humas dan wartawan sangat penting di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi yang kredibel.

Menurut Mudzakkir, pemahaman mendalam terhadap data statistik tidak hanya berguna bagi instansi pemerintah, tetapi juga sangat diperlukan media yang berperan sebagai penyampai informasi kepada publik.
“Workshop ini digelar untuk meningkatkan kemampuan para humas dan wartawan dalam memahami data statistik serta mengolahnya menjadi informasi yang akurat dan mudah dipahami publik,” ungkap Mudzakkir.
Lebih lanjut, Ia menegaskan, bahwa kemampuan menulis berbasis data adalah keterampilan yang wajib dimiliki pada era digital saat ini. Informasi yang tidak benar atau tidak lengkap, katanya, dapat menimbulkan mispersepsi di tengah masyarakat, terutama terkait isu-isu pembangunan, kondisi sosial ekonomi, dan dinamika demografi.
“Pemahaman berbasis data menjadi sangat penting, mengingat masyarakat semakin membutuhkan informasi yang kredibel. Dengan kemampuan penulisan yang baik dan berbasis data, para peserta diharapkan dapat mendukung diseminasi informasi statistik secara lebih profesional dan tepat sasaran,” tambah Mudzakkir.
Melalui kegiatan ini, BPS Kalsel berharap hubungan kolaboratif antara lembaga statistik dan media semakin kuat, sehingga setiap informasi yang disampaikan ke publik dapat memberikan manfaat besar, terutama dalam penyampaian data pembangunan daerah.
“Menulis berita berbasis data bukanlah hal gampang, sebab kita harus memaparkan angka-angka menjadi sebuah tulisan yang mudah dipahami dan membuat orang bereaksi,” tutup Mudzakkir.
Workshop berlangsung interaktif, dengan materi mulai dari pemahaman dasar statistik, teknik membaca dataset, hingga praktik menulis berita berbasis data yang menarik dan informatif. Peserta juga diberi kesempatan berdiskusi langsung dengan pemateri untuk memperdalam pemahaman dalam penyusunan konten statistik. (MRF/RIW/RH)
