Bertabur Hadiah, Ribuan Peserta Meriahkan Jalan Sehat Bersama Keluarga FKPPI Kalsel

BANJARMASIN – Ribuan masyarakat provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti jalan sehat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 45 Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) Kalsel dan Hari Olahraga Nasional (Haonas) ke 40.

Jalan sehat tersebut berpusat di kawasan Siring Nol Kilometer di Jalan Jendral Sudirman yang dimulai pada pukul 07.00 WITA dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer, Sabtu (16/9). 

Pengibaran bendera start tanda dimulainya jalan sehat dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel yang juga Ketua PD XVI FKPPI Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Komandan Korem 101 Antasari Brigjen TNI Ari Ariyanto, Danlanud, Danlanal serta pejabat lingkup Pemprov Kalsel.

Sebelum melepas peserta jalan sehat, Paman Birin mengobarkan semangat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan oleh jajaran FKPPI dan masyarakat.

“Kalimantan adalah Jawa, Jawa adalah Sumatera, Sumatera adalah Sulawesi, Sulawesi adalah Papua, karena kita adalah Indonesia,” tegasnya 

Paman Birin mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi sarana menjadikan badan sehat dan gembira.

“Mudah-mudahan melalui jalan sehat ini bisa memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” harapnya.

Sebelum pengundian hadiah, peserta jalan sehat yang berjumlah sekitar 5.000 orang itu, diharuskan terlebih dulu melewati rute dari Jalan Jenderal Sudirman, Lambung Mangkurat, lanjut ke Jalan RE Martadinata, Anang Adenansi, Sutoyo S, Ass Musaffa, DI Panjaitan, Keramaian, dan kembali ke tempat start.

Selain hadiah utama berupa umrah gratis dan sapi, panitia jalan sehat menyediakan berbagai hadiah, antara lain, kulkas, kompor gas, sepeda listrik, sepeda gunung dan sepeda motor. 

Suasana Pengundian Hadiah Jalan Sehat

Sebagian hadiah adalah partisipasi dari Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi atau Paman Yani dan berbagai pihak lainnya.

Tak hanya itu, Paman Birin juga berbagi hadiah uang tunai mulai dari Rp500 ribu hingga Rp40 juta per orang kepada puluhan peserta jalan sehat yang beruntung.

Salah seorang peserta yang beruntung mendapatkan hadiah umroh, Irham, warga Komplek A. Yani 2 menyampaikan rasa terimakasih.

“Alhamdulilah, tidak menyangka dapat umroh. Terimakasih Paman Birin dan FKPPI,” katanya. (NRH/RDM/RH)

Tindaklanjuti Raperda Tatib, Pansus IV DPRD Kalsel Bertandang ke Kemendagri

JAKARTA – Rancangan Peraturan tentang Perubahan Atas Peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Tertib memasuki babak akhir pembahasan oleh Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi yang akrab disapa Paman Yani didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Karmila dan Wakil Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Imam Kanapi bertandang ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) guna konsultasi pra fasilitasi pada Jum’at (15/9).

Setelah melalui banyak dinamika dalam perubahan yang ada di rancangan peraturan Tatib ini, Paman Yani berharap agar rancangan Tatib bisa segera disetujui oleh Kemendagri dan bisa dijalankan oleh pimpinan dan anggota DPRD.

“Alhamdulillah sudah melalui rangkaian yang cukup panjang akhirnya pansus tatib sudah selesai membahas dan hari ini kita berada di Kemendagri untuk menyerahkan rancangan peraturan. Mudah-mudahan segera disetujui dan bisa diparipurnakan,” harapnya.

Paman Yani juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada rekan-rekan koleganya, khususnya Anggota Pansus. Ia berharap dengan disetujuinya rancangan peraturan tatib nanti, bisa bermanfaat untuk semua pihak.

“Terimakasih kepada semua pihak dan kawan-kawan khususnya Pansus tatib, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel yang secara khusus mendampingi kami dan memberikan support selama ini. Mudah-mudahan apapun yang kita hasilkan dalam pertemuan kali ini membawa manfaat untuk kepentingan masyarakat di Kalsel,” tutupnya. (DPRD KALSEL-NRH/RDM/RH)

FKPT Kalsel Ujung Tombak Pencegahan Terorisme

BANJARMASIN – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan menjadi ujung tombak menangkal berkembangnya paham radikalisme dan terorisme
di daerah.

Hal tersebut disampaikan Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel Czi. Rahmad Suhendro pada monitoring Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme Melalui FKPT Kalsel, Jumat (15/9) di sebuah hotel di Banjarmasin.

Menurutnya, dengan menjangkau akar rumput atau pelibatan masyarakat maka banyak pemahaman mengenai bahaya radikalisme dan terorisme tersampaikan.
Jadi jangan mengkerdilkan FKPT, karena forum ini perpanjangan BNPT di daerah.  “Jadi pemerintah daerah harus mengerti dan mendukung FKPT untuk pencegahan paham radikalisme di daerah,” ujarnya.
Untuk itu BNPT akan membuat peraturan agar pemerintah daerah dapat menganggarkan kegiatan FKPT.
“Pencegahan radikalisme dan terorisme yang dilakukan FKPT itu untuk kepentingan daerah,” paparnya.
Ditegaskannya, FKPT Kalsel melalui media bisa membuat narasi kontra radikalisme dan konten – konten yang bermuatan kontra radikal, untuk disebarkan lewat media sosial. 
Selaian itu, BNPT memberikan dukungan kepada FKPT dalam pelaksanaan kegiatan – kegiatan pencegahan radikalisme dan terorisme 
Diakuinya, perlu optimalisasi berbagai kegiatan, termasuk inovasi – inovasi dalam pencegahan terorisme melalui FKPT di daerah.
Dalam rapat koordinasi itu, dia meminta kepada FKPT Kalsel tetap menggencarkan program – program dan kegiatan pencegahan melalui kegiatan mandiri maupun sebagai narasumber untuk tetap menyisipkan peran BNPT dan FKPT mencegah paham radikalisme.
Tentu tujuannya, agar masyarakat dan pemerintah daerah di Kalsel  dapat merasakan bagaimana pemahaman mengenai bahaya paham radikalisme dan teroris tersentuh dengan kegiatan-kegiatan pencegahan radikalisme dan terorisme.
Sementara itu, Ketua FKPT Kalsel, Aliansyah Mahadi yang biasa dipanggil Didit ini, menyampaikan kegiatan FKPT yang sudah dan belum dilaksanakan. (RILIS-RDM/RH)

BKKBN Kalsel Gelar Forum Koordinasi Jurnalis

BANJARMASIN – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Forum Koordinasi Jurnalis, diikuti media cetak eletronik dan online.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Ramlan, setelah kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis, Jumat (15/9) sore mengatakan, dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, untuk kerangka pelaksanaan rencana aksi Nasional melibatkan multisektor salah satunya media massa. Ia berharap, dapat saling terjalin sinergitas yang lebih baik lagi di lapangan.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Ramlan, saat memberikan komentarnya

“Kegiatan ini menjadi tempat informasi yang diterima oleh masyarakat,” jelasnya

Disampaikan Ramlan, persoalan stunting kini masih menjadi tantangan di Indonesia, dimana memerlukan jembatan dari media massa untuk menyampaikan pesan, harapan pemikiran, dan pembelajaran bagi semua pihak, agar dapat berkolaborasi dalam menurunkan stunting secara signifikan di Banua.

“Stunting harus dicegah sejak dini, mulai dari tahapan persiapan menikah, masa kehamilan, lahirnya anak hingga proses pertumbuhan diusia emas harus dikawal dengan benar,” pintanya

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, mengatakan, pihaknya mengapresiasi digelarnya Forum Koordinasi Jurnalis ini, guna memberikan kesadaran bagi masyarakat tentang bahaya Stunting, karena akibatnya memperlambat perkembangan otak, dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, saat diwancara awak media

“Peran media sangat penting, melalui pemberitaan,” jelasnya

Lebih lanjut Muslih menambahkan, adanya kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis ini, hendaklah dilakukan secara kontinyu oleh BKKBN Kalsel, guna meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan sinergitas dilapangan, yaitu penyebaran informasi yang cepat, tepat, serta akurat, agar target Nasional Tahun 2024 penurunan Stunting di Kalimantan Selatan dapat tercapai dengan maksimal.

“Target penurunan stunting Nasional tahun 2024 di Kalsel sebesar 14 persen, ini haruslah terjalin koordinasi,” tutupnya

Untuk diketahui, Forum Koordinasi Jurnalis dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel Ramlan, dengan menghadirkan Narasumber Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, diikuti media cetak, eletronik dan online, bertempat di ruang Rapat Kantor BKKBN Kalsel Jalan Gatot Subroto Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Gelanggang Olahraga Diminta Untuk Dinamai Gelora Paman Birin

BANJARMASIN – Organisasi Olahraga yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan menginginkan, Gelanggang Olahraga yang dibangun di kawasan, Perkantoran Setda Provinsi Kalimantan Selatan diberi nama Gelora Paman Birin.

Pekerjaan Pembangunan Gelora terus berjalan

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Gelanggang Olahraga yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, akan dinamakan Gelanggang Olahraga atau Gelora.

“Dari beberapa organisasi olahraga menginginkan Gelanggang Olahraga tersebut, dinamakan Gelora Paman Birin,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihak mempersiapkan untuk menamai Gelora tersebut.

Sementara itu, Kabag Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono mengatakan, menanggapi adanya permintaan tersebut, tentu nama ia memberikan dukungan.

Kabag Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Karena nama Gelora Paman Birin tersebut, mengandung muatan lokal,” jelasnya.

Nama Paman Birin, lanjut Budiono, sudah tidak asing lagi ditengah masyarakat di Banua ini.

“Sehingga, keterwakilan masyarakat, sosial, kearifan lokal, sudah terwakili,” ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini pembangunan Gelora sudah diatas 50 persen.

Diharapkan, pembangunan Gelora dapat digunakan untuk acara pembukaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Kalimantan Selatan Tahun 2023.

Selain itu, Gelora ini dapat digunakan berbagaimacam cabang olahraga, sehingga dapat berfungsi dengan maksimal kedepannya. (SRI/RDM/RH)

Dishut Kalsel Kembali Berhasil Amankan Kayu Illegal Dari Dua Wilayah Berbeda

BANJARBARU – Sekitar 13 kubik kayu berjenis ulin dan rimba campuran dengan berbagai ukuran berhasil diamankan tim gabungan satuan Polisi Hutan (polhut) Dinas Kehutanan dan Polhut Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di dua lokasi berbeda dalam kurun waktu 2 hari. Kayu tersebut diduga hasil dari kegiatan illegal logging dari kawasan hutan yang masih dalam wilayah KPH Kusan dan KPH Cantung.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra, melalui Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dishut Provinsi Kalsel Haris Setiawan menyampaikan, kayu tanpa kepemilikan yang diamankan didapati berdasarkan hasil dari laporan masyarakat akan ada nya tindak illegal logging di kawasan hutan. Menindaklanjuti laporan tersebut, patroli pengamanan hutan gabungan Dishut Kalsel dan KPH Kusan memasuki daerah-daerah yang diduga rawan terjadinya kegiatan illegal/pelanggaran dalam kawasan hutan. Dan benar saja, di desa Emil Baru Kecamatan Mantewe, tim menemukan beberapa titik lokasi tumpukan kayu olahan/gergajian kurang lebih 10 M³ yang diduga berasal dari dalam kawasan hutan dan siap diangkut keluar.

“Tim berusaha mencari tahu pemilik kayu temuan tersebut dengan bertanya kepada warga yang melintas sekitar lokasi temuan, namun tidak ada yang mengetahuinya. Tim juga sekaligus memberikan sosialisasi dan arahan kepada warga agar tidak melakukan tindakan illegal dalam kawasan hutan,” ucap Haris di Kantor Dishut Provinsi Kalsel, Kamis (14/9).

Dikarenakan tidak adanya warga sekitar dilokasi kejadian, tim gabungan tidak dapat menemukan informasi mengenai kepemilikan kayu tersebut, sehingga tim hanya melakukan tindakan pengamanan dengan mengangkut dan mengawal barang temuan tersebut menuju kantor KPH Kusan.

“Sehari sebelumnya, di tempat berbeda tim pengamanan hutan gabungan KPH Cantung & KPH Sengayam melaksanakan kegiatan patroli rutin pengamanan hutan di daerah teritori KPH Cantung tepatnya di Dusun Lipon Desa Bangkalaan Dayak Kecamatan Kelumpang Hulu dan menemukan tumpukan kayu illegal,” lanjut Haris.

Ia menambahkan, tim gabungan mendapati tumpukan kayu tak bertuan dengan jenis kayu indah (Ulin) dan kayu jenis Rimba Campuran dengan estimasi kurang lebih 3 Kubik di Desa Gendang Timbur, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru.

“Selanjutnya kayu-kayu tersebut kemudian diangkut dan diamankan ke kantor KPH Cantung, dibackup oleh KPH Pulau Laut Sebuku, sebagai barang bukti kayu temuan dan kemudian dilakukan pengukuran oleh petugas yang berwenang,” tutup Haris.

Seringnya dilaksanakan patroli rutin pengamanan hutan diharapkan mampu mengurangi tindak kejahatan illegal logging di wilayah kawasan hutan Kalimantan Selatan. (DISHUTKALSEL-MRF/RDM/RH)

SP2D Pemprov Kalsel Akan Betransisi ke Sistem Digital

BANJARBARU – Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel segera beralih ke sistem digital. Pasalnya, sejumlah daerah telah menerapkan ini secara online.

Kabid Perbendaharaan dan Akuntasi pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalsel, Idris, mengungkapkan, mengetahui pengelolaan SP2D berbasis digital yang dijalankan Pemprov Jawa Timur sangat bagus. Maka, hal ini pun patut direalisasikan.

“Disana sekarang sudah menggunakan sistem digital. Jadi, kita mengupayakan agar tata pengelolaan SP2D di Pemprov Kalsel juga menerapkan pola yang sama supaya lebih bagus lagi,” ujarnya, Jumat (15/9).

Apabila ini diwujudkan, kata dia, tentu sangat memudahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkup Provinsi Kalsel untuk melakukan pengajuan anggaran.

“Jadi mereka tak perlu lagi datang ke BPKAD Provinsi Kalsel cukup memanfaatkan sistemnya lewat digital,” beber Idris.

Ia mengatakan, aplikasi tersebut tinggal menyempurnaan. Terlebih, pihaknya menginginkan penyediaan sarana prasarana yang memadai. Ditambah lagi, Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat memahami sistem digital ini.

“Perlahan-lahan kita benahi dan bertahap. Akan tetapi, kita siap bertransisi ke digital,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Motivasi Generasi Muda, Dispersip Kalsel Hadirkan Penulis Buku Sekaligus Youtuber Asal Banua

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Melaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) menggelar “Meet and Greet” bersama penulis buku “Mencari Saranjana”, Gusti Gina, di aula kantor Dispersip Kalsel, Kamis (15/9).

Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, selain untuk memberikan motivasi kepada generasi muda di Banua, kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Kunjungan Perpustakaan yang diperingati setiap tanggal 14 September.

Penulis Buku, Gusti Gina (kiri) dan Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani (kanan)

“Dimomen ini kita ingin mempromosikan perpustakan dan minat baca, serta memberikan motivasi dengan mendatangkan seorang penulis asli orang Banua yang sedang naik daun, Gusti Gina,” katanya.

Gusti Gina sendiri merupakan seorang penulis dengan buku perdananya “Mencari Saranjana Kota Ghaib di Pelosok Kalimantan”. Bukunya pun berhasil terjual sebanyak 1.500 eksamplar melalui pre order. Bahkan saat ini, akan memasuki cetakan kedua.

Nurliani pun mengaku bangga akan prestasi anak banua yang mengharumkan Kalsel itu.

“Bangga sekali, semoga bisa dicontoh yang lainnya. Ke depan kita akan menghadirkan penulis-penulis asal Banua juga,” tuturnya.

Tidak hanya Gusti Gina, ke depan Nurliani juga berencana menghadirkan penulis asal Banua untuk berbagi motivasi kepada pegiat literasi di Kalsel.

Sementara itu, Gusti Gina yang merupakan gadis keturunan Banjarmasin-Barabai itu mengaku tidak pernah menyangka dirinya dapat mengisi kegiatan di perpustakaan palnam.

“Tidak pernah menyangka, bisa hadir bersama Ibu Kadis dan bercerita dihadapan para peserta. Nanti kita akan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para peserta,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut selain berbagi motivasi sebagai seorang penulis, Gusti Gina juga membagikan pengalamannya saat saat melakukan riset mengenai Kota Gaib Saranjana yang menjadi tema utama buku pertemanya itu.

“Selama dua bulan riset, bertanya sama warga sekitar kemudian ditulis dan itu pengalaman yang panjang,” tuturnya.

Gina juga membagikan saran kepada para pegiat literasi di Banua yang ingin menjadi penulis untuk memulai saja terlebih dahulu.

“Kadang kita tidak mulai-mulai karena ragu, lakukan secara pelan-pelan, serta fokus kepada apa bisa kita lakukan, maka hasilnya akan mengikuti entah itu datangnya di hari ini, besok, atau di masa depan,” tambahnya.

Untuk diketahui, Gusti Gina adalah salah satu Youtuber Kalimantan Selatan yang sukses membawakan cerita-cerita Urban Legend Banua. (NRH/RDM/RH)

Lagi, Pemprov Kalsel Bagikan Bantuan Pada Petani

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, lagi-lagi membagikan bantuan berupa sarana produksi kepada para petani di kabupaten/kota, dalam rangka mendukung mereka dalam meningkatkan kualitas pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman melalui Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Imam Subarkah menyampaikan, bantuan yang diberikan berupa 3 buah unit kendaraan roda tiga untuk 3 kabupaten/kota yaitu, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah laut.

“Bantuan ini merupakan agenda tahunan kami dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023, yang mana kali ini ada 2 kelompok tani dan 1 Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) menerima bantuan,” ucap Imam di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Kamis (14/9).

Ia menambahkan, bantuan ini merupakan dukungan pemerintah dalam memfasilitasi para petani, yang mana tidak hanya untuk kegiatan ini saja, tetapi semua kegiatan menyangkut keberlangsungan petani di Kalsel.

“Bantuan berupa sarana mobilisasi produksi sangat membantu para petani untuk mengangkut hasil produksi dan mempermudah anggotanya, dalam menyalurkan hasil produksi nantinya,” lanjut Imam.

Bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk keseriusam Gubernur Kalsel dalam mendukung kelompok tani yang ada di berbagai wilayah di Kalsel. Oleh karena itu, diharapkan bantuan tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Apabila ada kendala nanti di lapangan, bisa langsung koordinasikan dengan Dinas Pertanian kabupaten/kota, sehingga mereka bisa langsung menginformasikan ke pemerintah daerah,” tutup Imam. (DPKPPROVKALSEL-MRF/RDM/RH)

BPS Kalsel Akan Data Pelaku Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah di Kalsel

BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mengadakan media gathering sebagai bentuk sosialisasi dan publisitas atas kegiatan pendataan lengkap koperasi dan usaha mikro kecil menengah (PL-KUMKM) 2023 di 8 Kabupaten-Kota di Kalsel oleh BPS. Media gathering dilaksanakan di Aula BPS Provinsi Kalsel, pada Kamis 14/9), dan dihadiri langsung Kepala BPS Provinsi Kalsel Martin Wibisono. Pada kesempatan tersebut, BPS Provinsi Kalsel mengungkapkan bahwa pihaknya akan melaksanakan PL-KUMKM Tahun 2023 di Kalimantan Selatan, di 8 kabupaten/kota.

Pendataan yang dilaksanakan selama satu bulan, yakni dimulai tanggal 15 September hingga 14 Oktober mendatang tersebut, akan diturunkan sebanyak 1.534 Petugas Cacah Lapangan (PCL) untuk melaksanakan PL-KUMKM Tahun 2023 di Kalimantan Selatan.

Kepala BPS Kalimantan Selatan, Martin Wibisono menyampaikan, bahwa PL-KUMKM Tahun 2023 dilakukan di daerah-daerah yang belum terdata pada tahun lalu. Untuk Provinsi Kalimantan Selatan, dilaksanakan di 8 kabupaten-kota, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Balangan, Tapin dan Tanah Bumbu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan, Martin Wibisono

“Tahun ini untuk pertama kalinya BPS ikut langsung dalam PL-KUMKM, melainkan hanya bersifat asistensi,” ungkap Martin.

Ia menambahkan, pada tahun 2022 yang lalu, hanya ada 5 daerah di Kalimantan Selatan yang dilakukan pendataan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Banjar, Tanah Laut dan Kotabaru.

“Jika pada tahun 2022 yang didata hanya usaha yang menetap, tahun ini pendataannya untuk usaha yang menetap dan tidak menetap,” tutup Martin. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version