Sebulan Vakum, Operasi Pasar Murah TPID Provinsi Diserbu Antrean Warga Banjarmasin

BANJARMASIN – Setelah sebulan vakum, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Operasi Pasar Murah pada September 2023 ini. Kota Banjarmasin menjadi lokasi kedua pelaksanaan Operasi Pasar, Rabu (20/9) di Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

Suasana antrean Operasi Pasar Murah TPID Provinsi Kalsel

Hari pertama Operasi Pasar Murah ini, langsung disambut antusias warga kota Banjarmasin, yang sudah mengantre sejak pukul 07.00 WITA. Tidak hanya di satu stand saja, antrean panjang terjadi pada semua stand SKPD lingkup pemerintah provinsi, yang mengikuti kegiatan ini. Antrean paling panjang, adalah untuk pembelian beras Bulog.

Dari sekian banyak produk pangan yang dijual pada Operasi Pasar Murah kali ini, daging sapi segar menjadi primadona pembeli. Terbukti, hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam saja, daging segar langsung habis terjual.

“Ulun (saya) datang sekitar jam setengah 7 tadi, tidak lama sudah habis saja 100 kilogram,” papar Fitriani, pedagang daging Sentra Antasari Banjarmasin, yang diminta berdagang selama 3 hari di Operasi Pasar Murah TPID Provinsi.

Antrean pembelian daging ayam pada Operasi Pasar Murah

Kepada Abdi Persada FM Fitriani menuturkan, daging sapi yang Ia bawa, dijual dengan harga 110 ribu rupiah per kilogram, atau 40 ribu rupiah lebih murah dibanding pasar.

“Dapat subsidi 40 ribu dari Dinas Perkebunan dan Peternakan,” ujarnya lagi.

Karena tidak ada pembatasan pembelian, Fitriani mengaku menjual daging sesuai permintaan pembeli. Termasuk mereka yang memborong hingga 20 kilogram.

Selain daging sapi, komoditas telur ayam juga menjadi favorit pembeli di stand Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel. Harga yang ditawarkan, adalah 40 ribu rupiah per rak atau sebanyak 30 butir telur. Dalam sekejap, produk pangan inipun langsung habis terjual.

Sementara itu, di stand Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, produk ikan segar menjadi incaran para pembeli. Hal itu karena subsidi yang diberikan terbilang besar, sehingga harganya jauh lebih murah dibanding pasar.

“Subsidi paling besar 25 ribu rupiah untuk ikan Haruan. Di pasar harganya sudah 40 ribu, di sini kami jual seharga 15 ribu rupiah per kilogram,” ujar plt Kasi P2HP Dislutkan Provinsi Kalsel, Arif Indrajaya.

Untuk memudahkan pembeli ikan segar, pada Operasi Pasar Murah kali ini, Dislutkan Provinsi menyiapkan 2 orang yang bertugas membersihkan ikan. Mereka berdua sudah dibayar 100 ribu rupiah per orang per hari.

“Kalau ada yang mau memberi lagi, silahkan saja, seikhlasnya,” tambah Arif.

Antrean panjang juga terlihat di stand Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi serta Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel. Keduanya menjual paket sembako, dengan harga subsidi.

Contohnya paket sembako yang dijual Dinas Perdagangan, dibanderol dengan harga 66 ribu rupiah. Dengan harga itu, pembeli sudah mendapatkan 2 liter minyak goreng, dan masing – masing 2 kilogram gula pasir dan tepung terigu. (RIW/RDM/RH)

Lomba Baca Surat Yassin Ramaikan Peringkatan Harjad Banjarmasin ke 497

BANJARMASIN – Pemerintah kota Banjarmasin menggelar Festival Religi Lomba Baca Surat Yasin, dalam Rangka Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 497,di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (20/9).

Ketua Badan Kontak Majelis Taqlim Kota Banjarmasin (BKMT) Kota Banjarmasin Mahayah mengatakan, lomba ini digelar, agar masyarakat yang tergabung dalam Majelis Taqlim dapat membaca Surat Yassin tersebut, dengan baik dan benar.

Ketua Panitia Festival Relegi lomba baca surat Yassin Evi Yanti di dampingi Ketua BKMT Kota Banjarmasin Mahayah

“Mengingat di Kota Banjarmasin ini terdapat banyak majelis Taqlim, dengan menggunakan microphone, sehingga bacaan tersebut keluar dan didengar,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Mahayah, dengan adanya lomba ini, anggota Majelis Taqlim pada saat membaca Surat Yassin tidak hanya sekedar membaca, tetapi harus baik dan benar.

“Panitia memberikan pengarahan bagaimana membaca Surat Yassin yang benar,” ucapnya.

Oleh karena itu, tambah Mayamah, pihaknya memberikan apresiasi kepada pemerintah kota Banjarmasin yang menggelar lomba baca Surat Yassin ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Relegi Baca Surat Yassin Hari Jadi Kota Banjarmasin Evi Yanti menjelaskan, Panitia membuka pendaftaran kepada seluruh Majelis Taqlim yang ada di Kota Banjarmasin.

“Pada saat pendaftaran pihaknya menerima sebanyak 60 majelis yang mendaftar,” ungkapnya.

Namun, lanjut Evi, 10 peserta mengundurkan diri dan yang saat ini bertanding sebanyak 50 perwakilan Majelis Taqlim Se Kota Banjarmasin, yang diwakili tiga orang.

Pada lomba baca Surat Yassin ini, peserta lomba memperebutkan Piala Walikota Banjarmasin dan uang pembinaan. (ADV/SRI/RDM/RH)

Kabar Gembira, Pemkab HSS Bersama Bank Kalsel Luncurkan Program “Bunga Numasera”

HULU SUNGAI SELATAN – Dalam mewujudkan peningkatan ekonomi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), khususnya pengembangan pada Usaha Mikro, Bank Kalsel lakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten HSS meluncurkan Program Bunga Numasera pada Senin (18/9) di Pendopo, Hulu Sungai Selatan. 

Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Program Bunga Numasera oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian, Siti Erma dengan Kepala Cabang Kandangan, M. Louthfi Rahmany, yang disaksikan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dengan Bupati HSS, H. Achmad Fikry.

Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Achmad Fikry mengucapan terima kasih atas dukungan Bank Kalsel terhadap Pemkab HSS dalam meningkatkan perekonomian daerah melalui para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel atas dukungan untuk para pelaku UMKM di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam mengembangkan usahanya. Dan kabar gembira untuk Masyarakat yang berdomisili di daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada hari ini telah diluncurkan Program Bunga Numasera atau pinjaman tanpa bunga. Berharap dengan adanya program ini benar-benar bisa dimanfaatkan, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat akan meningkat” ungkap Fikry.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, pada hari ini telah dilaksanakan penandatanganan Kerjasama Program Bunga Numasera dengan Pemkab, dalam rangka penguatan modal usaha mikro dan usaha kecildi Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Alhamdulillah dengan adanya Program Bunga Numasera ini, diharapkan para pelaku usaha di Kabupaten Hulu Sungai Selatan agar memanfaatkan program ini dan segera datang langsung ke kantor Bank Kalsel terdekat untuk permohonan pinjamannya, ”ucap Fachrudin. (ADV-RIW/RDN/RH)

Pemprov Kalsel Yakini Panen Padi Tahun Ini Seluas 100 Ribu Hektare

BANJAR – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu lumbung pangan Nasional. Sebabnya, target panen padi Kalsel tahun 2023 ditambah menjadi 100.000 hektare.

Hasil produksi padi di Kalsel sudah hampir mencapai 800 ribu ton dari satu juta ton target tahun ini

Menanggapi hal itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, mengaku siap mewujudkan keinginan Mentan. Apalagi, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, panen padi sejak Juli lalu hingga sekarang sudah seluas 65 ribu hektare.

“Tinggal 35 ribu hektare lagi. Target Oktober nanti bisa separuhnya dan mudah-mudahan akhir Desember sudah tercapai,” harapnya saat syukuran panen padi sekaligus memimpin Gerakan Nasional Tanam Padi, di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Selasa (19/9).

Di sisi lain, Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman, mengatakan capaian tanam dan panen padi Kalsel merupakan yang tertinggi se-Indonesia.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman (khaki) saat memberi keterangan kepada wartawan

“Alhamdulillah, ini juga berkat pengawalan dari TNI dan Polri,” tuturnya.

Hasil capaian ini, lanjut Syamsir, menunjukkan Pemprov Kalsel tidak lengah menjaga ketahanan pangan khususnya beras dan padi. Terbukti, sampai hari ini produksi padi sudah hampir menncapai 800 ribu ton. Sementara kebutuhan di Kalsel hanya 350 ton.

“Secara regional Kalimantan, hanya Kalsel yang surplus. Saya targetkan produksi padi bisa tembus satu juta ton tahun ini,” imbuhnya.

Demi mewujudkannya, Syamsir menyebut, pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 3miliar untuk membantu segala kebutuhan petani. Seperti bibit, pupuk dan obat-obatan tanaman padi.

“Semua kita berikan gratis kepada para petani,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Pimpin Gerakan Nasional Tanam Padi di Desa Sungai Rangas Hambuku

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar syukuran panen padi dan Gerakan Nasional Tanam Padi, dalam rangka penanganan dampak El Nino, di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Selasa (19/9).

Dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, panen dilanjutkan penanaman bibit padi di Desa itu, juga diikuti oleh Forkopimda Kalsel, Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsyie, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Syamsir Rahman.

Sahbirin mengaku bersyukur meski kemarau dan El Nino terjadi di Kalsel, petani tetap bisa panen dan menanam padi mereka. Sehingga Gubernur akrab disapa Paman Birin optimis, hasil panen petani tahun ini bisa surplus.

“Kita patut bersyukur petani kita masih bisa panen dan menanam meski kemarau dan El Nino ini. Petani Kalsel memang luar biasa,” ujarnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (tengah) didampingi para tamu VVIP saat menyerahkan bantuan kepada petani Desa Sungai Rangas Hambuku

Dalam kesempatan itu, Paman Birin turut menyerahkan beberapa bantuan berupa Alat Mesin (Alsin) Pasca Panen, Lahan Budidaya Padi Biofortifikasi, Budidaya Padi Biopresisi, serta Benih Padi Inbrida Sawah.

Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsyie, menyampaikan apresiasinya kepada Kementrian Pertanian, Pemprov Kalsel, serta instansi vertikal lainnya, karena telah peduli terhadap petani di Kabupaten Banjar.

“Tahun 2023 jadi tahun yang menggembirakan bagi petani Kabupaten Banjar, karena hasil panen tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Di tengah kemarau panjang saat ini, Wabup mengaku, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan DPKP Kalsel untuk mencari solusi lahan pertanian tidak mengalami kekeringan.

“Salah satunya seperti kegiatan hari ini. Yaitu Gerakan Nasional Tanam Padi sebagai antisipasi dalam menangani El Nino,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Pameran Foto Seni Budaya di Kalsel Resmi Dibuka

BANJARMASIN – Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, resmi membuka Pameran Foto Seni Budaya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, pada Selasa (19/9) dalam sambutannya mengatakan, Pameran Foto Seni Budaya ini pertama kalinya digelar, guna menyalurkan bakat dan kreativitas, yaitu setiap Foto telah memiliki makna dan cerita, agar menjadi edukasi terutama dari kalangan peserta didik di Banua.

Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, menyerahkan Piala dan Uang Pembinaan kepada Juara I Pemenang Lomba Fotografi

“Sebelum digelar Pameran Foto Seni Budaya, kami telah melaksanakan Lomba Fotografi,” ungkapnya

Foto bersama : Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Dewan Juri dan Pemenang Lomba Fotografi

Disampaikan Suharyanti, dari kegiatan Lomba Fotografi ini diikuti sebanyak 35 peserta dan 69 Foto, karena masing-masing boleh mengirimkan 2 foto, yaitu setiap peserta wajib meng-upload di media sosial tidak boleh diprivasi. Terkait materi tentang karasminan dan pergelaran di Taman Budaya Kalsel.

“Kami sangat apresiasi para peserta yang mengikuti lomba ini,” jelasnya

Sementara itu, Kasi Promosi dan Dokumentasi Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, menambahkan, Pameran Foto Seni Budaya akan digelar selama tiga hari mulai Selasa – Kamis, pada Jam 09.00 – 21.00 WITA, bertempat di Gedung Warga Sari Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

“Mari manfaatkan waktu untuk berkunjung, melihat secara langsung hasil karya Fotografer,” tutupnya

Dalam rangkaian Pameran Foto Seni Budaya, sebelumnya juga diumumkan Pemenang Lomba Fotografi yaitu Juara I berjudul Kemeriahan Acara Festival Budaya, Juara II Seni Tari dan Juara II Semarak Festival Budaya, Juara Harapan I, Harapan II serta Favorit.

Untuk diketahui, Pameran Foto Seni Budaya, dibuka secara resmi Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, dihadiri jajaran Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Tiga Juri yaitu Latu Baskoro dari DKI Jogjakarta, Kaspul Anwar, Donny Sophandi dari Banjarmasin, dan puluhan Peserta Didik SMKN 2 dan SMKN 4 di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Dispora Kalsel Susun DBON Daerah

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel saat ini melakukan penyusunan, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Daerah Provinsi Kalsel.

Kepala Bagian Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto menjelaskan, dalam penyusunan tersebut Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melibatkan, daerah yang ada di 13 kabupaten dan kota yang ada di Banua.

“Dalam pelaksanaannya DBON Daerah, Provinsi mempertimbangkan cabor unggulan daerah yang tidak masuk pada DBON,” jelas Heru.

Cabor unggulan di Kalsel, tambahnya, yang tidak masuk dalam DBON seperti gulat dan tinju.

“Kedepannya, untuk pembinaan prestasi olahraga mengacu pada pembinaan olahraga unggulan di daerah masing masing,” ucap Heru.

Untuk di Provinsi Kalimantan Selatan ini, masing masing daerah memiliki cabang olahraga unggulan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menunggu penyusunan desain besar olahraga nasional daerah dari Pemerintah Kabupaten dan Kota di Banua.

“Dalam desain itu akan disusun Rencana Aksi Daerah (RAD) bagaimana pelibatan stakeholder terkait karena olahraga ini terdiri dari beberapa macam ada pendidikan, prestasi dan masyarakat,” tutur Heru lebih lanjut.

Kedepannya, kata Heru, hasil dari penyusunan ini akan ditetapkan dan dituangkan dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub).

“Dengan adanya Pergub tersebut, maka pembinaan olahraga terus menerus dilakukan,” ucap Heru.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mendorong Pemerintah Daerah di 13 Kabupaten/Kota memiliki cabang olahraga unggulan minimal dua cabor sehingga dapat fokus dalam melakukan pembinaan. (SRI/RDM/RH)

Komisi III DPRD Kalsel Pelajari Pengelolaan Sampah di Jatim

BANJARMASIN – Persoalan sampah di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merupakan permasalahan yang serius dan semakin memperihatinkan. Hal ini menjadi perhatian khusus Komisi III DPRD Provinsi Kalsel.

Perhatian tersebut diwujudkan oleh komisi yang membidangi pembangunan dan infrastruktur itu dengan terus memperdalam materi terkait pengelolaan sampah, bahkan hingga ke luar daerah.

Suasana Studi Komparasi Komisi III DPRD Kalsel ke DPRD Jatim

Salah satunya, rombongan Komisi III DPRD Provinsi Kalsel yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah berkunjung ke DPRD Provinsi Jawa Timur untuk melakukan studi komparasi terkait pengendalian limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

“Kami angkat masalah penanganan sampah dan limbah medis atau rumah sakit,” katanya, kepada wartawan, melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (19/9).

Gusti Abidinsyah menjelaskan dalam pertemuan tersebut, diungkapkan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan di Jawa Timur khususnya terkait pengendalian limbah bahan berbahaya dan beracun, diantaranya melakukan pembinaan pengelolaan sampah. Selain itu, Jatim juga membangun tempat khusus untuk mengelola sampah medis di kota Mojokerto.

“Nah ini yang belum ada. Nanti kita akan bicarakan apakah bisa dibangun tempat khusus untuk limbah medis di Kalsel,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Abidinsyah, Jatim juga bekerjasama pihak ketiga dimana Pemprov Jatim selaku koordinator dan pengawas pengelolaan sampah.

“Kita akan mencoba untuk mengkaji lagi bersama sesama anggota komisi ataupun mitra kerja terkait dengan segala langkah yang telah dilaksanakan di Jawa Timur untuk kemudian harapannya bisa diadopsi di Kalsel,” terangnya.

Untuk diketahui, rombongan Komisi III DPRD Kalsel diterima oleh Anggota DPRD Jatim, Hadi Dediansyah beserta jajaran Sekretariat DPRD Jatim, Senin (18/9). (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Siapkan 75 Unit PJU di 2024 Untuk Jalan Baru Menuju Bandara

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencanangkan 75 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) bakal terpasang disejumlah titik di lokasi jalan baru menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Muhammad Fitri Hernadi, mengungkapkan, tentu Pemprov Kalsel juga menyiapkan fasilitas penunjang agar memudahkan masyarakat melewati jalan tersebut nantinya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M Fitri Hernadi, saat menjelaskan terkait PJU untuk jalan baru menuju Bandara Syamsudin Noor

“Jalur baru yang dibuka oleh Kementerian PUPR rencananya 2024 sudah kita siapkan. Kalau tak salah, 75 unit dan mudah-mudahan bisa membantu menerangi supaya tak ada lagi keluhan jalan utama gelap,” ujarnya, usai mengikuti peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), di Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, baru-baru tadi.

Selain itu, ia menjelaskan, untuk jalan lama menuju bandara seluruhnya sudah diperbaiki, terlebih dilakukan penambahan.

“Kalau di sana sedang kita perbaiki dan ditambah,” bebernya.

Sebelumnya, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Azan Syariful Muaz, menyebut, memang pemasangan PJU disejumlah titik harus dilakukan seusai proyek jalan alternatif baru ini rampung dan dihibahkan penuh oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

“Tentu kita koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan setelah jalan itu rampung dibangun serta proses hibah selesai dilakukan,” ungkapnya.

Trayek dengan skema multi years tersebut, bakal menyelesaikan kurang lebih 3,2 kilo meter (KM) dari Guntung Payung ke Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Nantinya akan dikelola Pemprov Kalsel termasuk pemeliharaannya. Kita juga berharap, apabila jalan tersebut berhasil dibangun tentu tujuannya dapat memudahkan masyarakat menuju bandara,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Harhubnas ke 53 di Kalsel Jadi Momentum Pemerintah Berlomba Berikan Layanan Optimal ke Masyarakat

BANJARBARU – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke 53 yang digelar di Kalsel rupanya menjadi momentum bagi pemerintah untuk berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya disektor transportasi.

Acara peringatan yang dirangkai dengan upacara tersebut, tentu, juga menyampaikan visi dan misi pemerintah dalam mengoptimalkan pelayanan melalui tema ‘Melaju Untuk Transportasi Maju’ dan pada kesempatannya dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (18/9)

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mengamanatkan agar transportasi di Kalsel turut dirasakan hingga ke tingkat pedesaan. Maka dari itu, kolaborasi antar instansi perlu erjalin kuat dan seirama. Agar pertumbuhannya pun berjalan baik sesuai arah dan kebijakan.

“Sebab, transportasi yang handal, efesien dan berdaya saing memiliki dampak positif kepada mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi suatu negara,” ujarnya saat membacakan isi sambutan Menteri Perhubungan (Menhub) RI.

Sementara itu, Kadis Perhubungan (Dishub) Kalsel, Muhammad Fitri Hernadi, menerangkan, sesuai amanat Gubernur Kalsel memang yang lebih ditekankan untuk memberikan layanan secara maksimal kepada masyarakat adalah sektor dari angkutan massal.

“Tahun yang akan datang kami tingkatkan adalah perkotaan dan pedesaan. Karena kami juga baru memulai untuk memfasilitasi BTS dan BRT. Semoga dengan adanya kolaborasi dengan stakeholder pemda kuantitas dan kualitas angkutan massal bisa lebih baik lagi,” jelasnya.

Ia menyebut, tak hanya memaksimalkan angkutan darat saja. Melainkan juga mengoptimalkan transportasi lainnya seperti jalur laut dan udara.

“Termasuk juga di sungai-sungai untuk bidang pelayaran bagaimana koordinasi kita dengan mitra di pelabuhan. Terkhusus juga yang ada di sektor penerbangan,” ungkapnya.

Di jalur perhubungan darat, Kepala Balai Perhubungan Transportasi Darat (BPTD) XV Kalsel, Zulmardi, menyampaikan, saat ini yang terus didorong pihaknya untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat adalah fokus terhadap program non emisi karbon yakni Bus Trans Banjarbakula.

Kepala BPTD XV Kalsel, Zulmardi, saat menjelaskan layanan Bus BTS Trans Banjarbakula sebagai optimalisasi pelayanan ke masyarakat

“Utamanya memang kendaraan listik. Tetapi, utamanya lagi adalah berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum. Nah, yaitu Bus BTS Trans Banjarbakula yang tentu bisa dimanfaatkan masyarakat dan beroperasi di daerah aglomerasi Banjarbakula,” bebernya.

Tak hanya itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Agustinus Maun, mengaku, siap mendorong pertumbuhan perekonomian melalui efektivitas pelayanan di pelabuhan.

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Agustinus Maun, saat menyampaikan pelayanannya dibidang pelayaran dan pelabuhan

“Termasuk optimalisasi pelayanan lewat transportasi laut menuju IKN di Kaltim,” singkatnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version