BANJARMASIN – Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan memperjuangkan bantuan bibit ikan dan pelatihan budidaya ikan bagi warga Desa Limamar Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar.
Hal itu seperti yang dilakukan Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail.
Anggota Komisi III DPRD Kalsel tersebut mengatakan dalam sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Pengawasan dan Perlindungan Sumberdaya Ikan yang dilaksanakan di Desa Limamar, warga setempat yang menjadi peserta kegiatan tersebut mengemukakan harapan mereka agar mendapatkan bantuan bibit ikan dan pelatihan budidaya ikan.
Suasana Sosialisasi Perda 24/2008 oleh Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail
“Ada beberapa hal yang disampaikan dari warga kelompok perikanan yang meminta bantuan bibit dan juga bimbingan tentang cara melakukan pembibitan/pemeliharaan ikan,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Isra memastikan akan memperjuangkan aspirasi warga kepada pihak-pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti. Ia berharap ke depan, dengan adanya bantuan bibit dan pelatihan budidaya ikan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa setempat.
“Mudah-mudahan ke depan, melalui bantuan dan pelatihan budidaya ikan ini, kesejahteraan warga bisa lebih meningkat,” harapnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir juga tokoh ulama setempat dan Kepala Desa Limamar, Syaiful Akrabin. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan akan membangun gedung baru yang memiliki konsep Rumah Adat Gajah Baliku.
Hal itu terungkap dalam ekspos rencana pembangunan gedung baru DPRD Kalsel yang digelar di ruang rapat lantai 3 gedung B DPRD Kalsel, Senin (30/10).
Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini mengatakan gedung baru DPRD Kalsel itu akan mengusung kearifan lokal (local wisdom) yaitu berkonsep Rumah Ba’anjung Gajah Baliku yang merupakan salah satu jenis rumah Baanjung yaitu rumah tradisional suku Banjar di Kalsel.
“Termasuk juga ornamen-ornamen yang digunakan khas Banjar yang dipadukan dengan desain modern,” tuturnya.
Jaini mengungkapkan rencana pembangunan gedung baru DPRD Kalsel itu seiring dengan ditetapkannya Banjarbaru sebagai ibukota provinsi Kalsel.
“Seiring dengan itu maka otomatis gedung pemerintahan termasuk DPRD Kalsel harus berada di Banjarbaru,” jelasnya.
Suasana Ekspos Rencana Pembangunan Gedung Baru DPRD Kalsel di Banjarbaru
Lebih lanjut, menurut Jaini, lahan yang diperlukan untuk pembangunan gedung baru tersebut sekitar tiga hektar. Sedangkan gedungnya terdiri dari gedung utama, gedung rapat paripurna, gedung aula, gedung olahraga, musholla, genset dan pos jaga.
“Tadi sudah diekspos, dari konsultan perencananya, dari aspek DED-nya,” katanya.
Ditambahkan Jaini, rencananya pembangunan akan dilaksanakan dengan sistem multiyears, dimulai pada tahun 2024 mendatang dengan pagu untuk fisiknya sebesar Rp48,9 miliar.
“Diperkirakan secara keseluruhan memerlukan biaya pembangunan fisiknya sekitar Rp180 miliar,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Masyarakat di Kalsel diminta beramai-ramai untuk aktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pasalnya, selain data yang dimiliki terjamin keamanannya, akses adminduknya pun cukup didapatkan lewat gengaman dari satu aplikasi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kalsel, Zulkifli, mengungkapkan, seiring tuntutan digitalisasi menjadi hal wajib untuk direalisasikan. Terlebih, masyarakat yang tertarik atau berminat mengaktifkan IKD bisa mendatangi kantor Disdukcapil di kabupaten/kota untuk melakukan registrasi.
Kepala Dinas Dukcapil Kalsel, Zulkifli, saat meminta masyarakat untuk ikut miliki IKD lengkap
“Jadi, masyarakat yang mempunyai waktu luang bisa untuk memanfaatkan ini sebagai kelengkapan adminduk,” ujarnya, baru-baru tadi.
Zulkifli menyarankan, masyarakat setidaknya memiliki IKD. Selain tak khawatir hilang, melalui IKD proses pencetakan ulang seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) dapat dilakukan.
“Selama ada didalam smartphone maka data penting seperti identitas kita ya aman,” ungkapnya.
Sebagai contoh, beralihnya kartu fisik seperti e KTP ke digital, ia membeberkan, anggaran yang dikeluarkan untuk blanko cukup besar. Maka, salah satu solusinya agar pelayanan tak terhambatnya IKD justru membantu.
“Satu lembar blanko itu harganya Rp10 ribu lebih . Bayangkan, kalau hanya sekedar merubah muka atau pun tak berhijab lagi mau tidak mau kita ganti dengan yang baru dan itu biayanya sekitar Rp11 ribuan,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Guna melestarikan kesenian khas Banjar, Taman Budaya Kalimantan Selatan, menggelar Workshop tentang Wayang Kulit Banjar, Minggu (29/10), bertempat di Gedung Wargasari Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.
Kepada wartawan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, usai membuka dialog atau workshop Wayang Kulit mengatakan, Workshop kali ini mengangkat tema “Belajar Wayang Bersama Generasi Z”, kegiatan bertujuan untuk lebih memperkenalkan kesenian khas yang dimiliki Kalsel, karena selama ini warga hanya mengenal wayang kulit dari pulau Jawa. Sehingga, harus mengetahui perbedaan mulai dari bahan pembuatan wayang, cerita wayang dan dapat langsung mempraktekkan cara mewayang.
Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel (kacamata) didampingi Kasi Promosi dan Dokumentasi
“Peserta yang kita undang mulai mahasiswa hingga para pelajar dari SMA/SMK kabupaten/kota, agar dapat memiliki pengetahuan dan melestarikan untuk terus menyebarluaskan kesenian yang dimiliki kesenian khas di Kalsel,” pintanya
Disampaikan Suharyanti, setelah Workshop dilanjutkan Pergelaran Wayang Kulit Banjar, salah satu seniman lokal oleh Dalang Saidi Rahman, dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan bersama Group Arjuna Srikandi, berjudul “Hilang Satu Tumbuh Seribu” pada malam harinya. Hal itu dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan secara langsung kesenian khas Kalsel, agar banyak regenerasi mencintai melestarikan dan menjadi penggiatnya.
Sementara itu, Dalang Wayang Kulit dari Yogyakarta, Ki Catur Benyek Kuncoro, menambahkan, pihaknya mengapresiasi digelarnya Workshop oleh Taman Budaya Disdikbud Kalsel ini. Mereka diperkenalkan keseluruhan wayang, mulai dari lakon, cerita hingga bahan membuat wayang. Mengingat selama ini, wayang kulit hanya ada saat hajatan seperti sunatan dan perkawinan, itupun bukan di Kota besar, otomatis telah berdampak generasi muda tidak mengenal beragam jenis wayang, terutama perbedaan dengan pewayangan khas di Jawa dengan Kalimantan Selatan.
Penyampaian materi Dalang Wayang Kulit dari Yogyakarta, bersama Dalang Taupik Rahmad Hidayat, Ketua Pepadi Kalsel (kika)
“Workshop ini, sebagai tahapan pertama kepada generasi muda, untuk mencintai kesenian sendiri, ditengah kecanggihan teknologi,” tutupnya
Dialog atau workshop Wayang Kulit ini, menghadirkan Narasumber yaitu Dalang Wayang Kulit dari Yogyakarta, Ki Catur Benyek Kuncoro dan Dalang Taupik Rahmad Hidayat, sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia Kalsel. Diikuti peserta dari ULM, STKIP PGRI Banjarmasin, perwakilan SMAN dan SMKN dari Kabupaten dan Kota, serta seniman. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Guna meningkatkan partisipasi pemilih, Komisi Pemilihan Umum Banjarmasin menggelar “KPU Goes To Campus” melalui Nonton Bareng Film berjudul “Kejarlah Janji” di STKIP PGRI Banjarmasin, Sabtu (28/10).
Foto bersama Komisioner KPU, Sekretaris KPU, Ketua, Dosen, Mahasiswa dan Mahasiswi STKIP PGRI Kota Banjarmasin
Kepada wartawan, Komisioner KPU Banjarmasin, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Azhari Fadli mengatakan, bertepatan Hari Sumpah Pemuda, pihaknya menggelar Sosialisasi Goes to Campus, yang bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat luas, tidak terkecuali mahasiswa dan mahasiswi. Mengingat, selain untuk meningkatkan kehadiran dalam penggunaan hak memilih, juga bagian dari demokrasi.
Komisioner KPU Banjarmasin, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, (peci) didampingi Komisioner KPU Banjarmasin, Ketua Divisi hukum dan pengawasan (sasirangan)
“Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 95 tahun, dapat menjadi spirit bagi generasi muda, terutama sebagai pemilih pemula, untuk hadir dan memberikan hak suaranya pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang,” ucapnya
Disampaikan Azhari, kegiatan yang bersifat Nasional oleh KPU RI dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Dengan agenda Nonton Bareng Film berjudul “Kejarlah Janji”, pesan yang disampaikan adalah menjadi pemilih yang cerdas dalam menentukan hal pilih, tidak terpancing isu Hoaks, dan memilih bukan karena ada motivasi lain. Sehingga, generasi muda lebih paham dalam Pemilihan Umum 2024 mendatang.
“Dalam Pemilu 2024 nanti terdiri dari Pemilu Legislatif, yaitu memilih anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan Kota, serta secara bersamaan dilaksanakan Pilpres yakni memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk periode 2024-2029,” jelas Ayay (sapaan akrabnya)
Sementara itu, Ketua Divisi hukum dan pengawasan, Heri Wijaya menambahkan, selain di Universitas menggelar Goes To Campus, pihaknya juga melaksanakan ke Pondok Pesantren yang ada di Kota ini, bertepatan di Hari Santri, dalam rangka meningkatkan jumlah partisipasi pemilih.
“Film ini mengandung selera humor yang tinggi dan syarat nuansa ajakan datang ke TPS menggunakan hak pilih, mari sama-sama kita sukseskan Pemilu 2024,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Bertepatan pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 95, Pemecahan Rekor MURI Pencak Silat 10 Ribu Peserta terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Halaman Perkantoran Gubernur, di Banjarbaru, Sabtu (28/10), yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.
Gubernur menyampaikan, pihaknya tidak menyangka peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai lebih dari 10 ribu pesilat
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor
“Kami bersyukur atas pemecahan rekor MURI ini, tidak hanya dengan peserta terbanyak di Tanah Air, tetapi juga sedunia,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini dalam rangka mengangkat harkat dan martabat budaya bangsa, yaitu Pencak Silat.
“Keberhasilan ini tentunya tidak hanya untuk Banua, tetapi juga Indonesia,” ujar Sahbirin.
Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah mengatakan, total peserta yang terlibat sebanyak 10 ribu 165 pesilat, dari 40 perguruan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.
Kadispora Kalsel Hermansyah
“Kami berharap, cabang olahraga pencak silat di Banua ini, semakin berjaya kedepannya. Dan, budaya bangsa ini terus dilestarikan,” ucap Hermansyah.
Untuk diketahui, sebelum dilaksanakan pemecahan rekor MURI tersebut, digelar pengukuhan pengurus Ikatan Pencak Silat Imdonesia (IPSI) Kalsel dan selaku Ketua Umum IPSI Kalsel Sahbirin Noor. (SRI/RDM/RH)
KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi kembali mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kali ini, lokus kegiatan yakni Kelurahan Kotabaru Hilir, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru.
Suasana Sosper Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, di Kelurahan Kotabaru Hilir, Kabupaten Kotabaru
Dalam kegiatan itu wakil rakyat akrab disapa Paman Yani menekankan tentang pentingnya membayar pajak dan retribusi daerah demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang selanjutnya akan dikembalikan ke masyarakat seperti pembangunan infrastruktur.
“Karena pada hakikatnya pajak diberlakukan untuk kesejahteraan rakyat. Dari rakyat dan kembali ke rakyat,” tutur Paman Yani, usai kegiatan Sosialisasi Perda (Sosper), Jumat (27/10).
Sejumlah warga Kelurahan Kotabaru Hilir antusias menyambut kedatangan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel (putih) ke pemukiman mereka
Diketahui, sebagian besar warga Kelurahan Kotabaru Hilir berpenghasilan sebagai nelayan. Sebab itu, Paman Yani lebih menekankan tentang Pajak Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) khususnya solar.
“Kita tadi menjelaskan beberapa hal yang memang harus diketahui oleh masyarakat. Karena disini banyak nelayan, kita jelaskan bahwa bahan bakar yang mereka gunakan untuk kapal mereka itu juga dikenakan pajak dan secara tidak langsung mereka telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah khususnya Kabupaten Kotabaru,” beber dewan bersahaja yang membidangi ekonomi dan keuangan itu.
Tidak lupa Paman Yani berkomitmen akan terus membantu kesejahteraan nelayan melalui upaya peningkatan kuota bahan bakar solar.
“Tentunya saya hanya bisa membantu memperjuangkan aspirasi nelayan ini ke pemerintah, dalam hal ini ke Dinas Kelautan dan Perikanan. Kebijakan tetap ada di pemerintah. Ini harus dipahami bahwa anggota dewan juga memiliki keterbatasan, kita memiliki wewenang sendiri-sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Kotabaru Indra Husnul Huda, merasa terbantu atas sosialisasi yang disampaikan oleh Paman Yani.
Menurutnya, sosialisasi Perda tentang Pajak dan Retribusi Daerah ini akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat dalam membayar pajak.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas sosialisasi yang dilakukan Paman Yani. Semoga kegiatan ini bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu,” katanya.
Disamping itu, Indra mengimbau masyarakat agar membayar pajak di lokasi dan fasilitas pembayaran pajak resmi yang telah disiapkan oleh Pemerintah, bukan melalui calo atau oknum yang mengambil kesempatan untuk mendapat keuntungan pribadi.
“Bayar pajak kini sudah semakin mudah. Bisa melalui online dan ada juga mobil Samsat Keliling yang kami siapkan untuk memudahkan masyarakat membayar pajak. Jangan sampai membayar melalui calo, karena bisa jadi malah dirugikan,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel optimis Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kemuning Banjarbaru bisa meraih hasil yang baik pada gelaran KIM Festival Nasional di Surabaya pada 27-28 Oktober ini.
Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung KIM Kemuning pada gelaran tersebut.
“Kita sudah mencoba mengoptimalkan peranan mereka dan memfasilitasi agar KIM Kemuning ini bisa optimal melaksanakan tugasnya berlomba disana,” ucap Muslim, usai menghadiri sosialisasi tata cara penggunaan aplikasi E-Katalog dan SIRUP, baru-baru tadi.
Muslim menambahkan, keikutsertaan KIM Kemuning pada KIM Festival tahun ini menjadi cerminan keaktifan KIM di Provinsi Kalsel dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Tidak hanya KIM, ke depannya Diskominfo Provinsi Kalsel juga akan merangkul berbagai komunitas lain seperti relawan TIK sehingga pemanfaatan ruang digital, pemanfaatan informasi baik, pencegahan hoaks, dan peningkatan literasi digital meningkat di Kalsel.
“Kita konsisten untuk membina, memfasilitasi, dan memberikan dukungan kepada mereka,” tutup Muslim.
Untuk diketahui, KIM Kemuning Mandiri Banjarbaru menjadi perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada ajang KIM Festival Nasional di Surabaya. KIM Kemuning Mandiri Banjarbaru terpilih setelah melalui sejumlah seleksi yang dilakukan oleh Diskominfo Provinsi Kalsel.
Pada KIM Festival tersebut, KIM Kemuning Mandiri akan melakukan sejumlah sesi diantaranya sesi persentasi dan wawancara, penampilan video profil, dan lomba cerdas cermat.
Ada tiga tema yang dikategorisasikan oleh pihak Kementerian Kominfo RI, yakni KIM yang bergerak di bidang UMKM, KIM yang bergerak di bidang pariwisata, dan KIM yang bergerak di bidang pertanian. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, akan menampilkan Film Lokal dan Jukung Hias, untuk memeriahkan Pekan Kebudayaan Nasional 2023.
Hal itu disampaikan, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, kepada Abdi Persada FM, ditemui di ruang kerjanya baru-baru tadi.
Raudati menjelaskan, Pekan Kebudayaan Nasional 2023 yang diselenggarakan pada 20 – 29 Oktober, pihaknya turut berpartisipasi di Seksi Kesenian Disdikbud Kalsel, mulai dari menampilkan Layar Tancap, pada tanggal 28 Oktober, dengan menayangkan film tokoh dan sejarah Perjuangan Kalsel. Hal ini untuk memperkenalkan secara luas kepada para penonton, tentang biografi Kalimantan Selatan.
“Acara akan digelar di Banjir Kanal Timur, DKI Jakarta,” ucapnya
Disampaikan Raudati, untuk tema Pekan Kebudayaan Nasional 2023, “Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan”, dimaksudkan mencerminkan konsep lumbung padi dan praktik gotong royong yang telah mengakar dalam masyarakat Indonesia. Pada puncak perayaan tanggal 29 Oktober akan digelar Pawai Budaya Nasional. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menampilkan Jukung Hias, karena selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak sungai, terbukti ramainya tingkat kunjungan wisatawan ke Pasar Terapung Kalimantan Selatan.
“Jukung Hias itu akan menampilkan beberapa ornamen yang dibuat seperti Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi, adanya pohon kasturi serta binatang endemik Kalsel yaitu Bekantan,” tutupnya
Untuk diketahui, Pekan Kebudayaan Nasional merupakan perhelatan budaya dwitahunan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak tahun 2019. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih juara satu, pada ajang Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2023.
Plt Kabag Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Anugerah mengatakan, pada tahun ini perwakilan dari Provinsi Kalimantan Selatan berhasil kembali menorehkan prestasi terbaik, pada tingkat nasional pemilihan Pemuda Pelopor yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI.
Plt Kabag Pengembangan Pemuda Dispora kalsel Anugerah
“Sandi Agustinus berhasil meraih juara 1 pada bidang agama, sosial, dan budaya,” ungkap Anugerah.
Tentunya, lanjut Anugerah, prestasi yang berhasil diraih tersebut membanggakan provinsi ini. Karena sandi memperkenalkan inovasi baru dalam pembuatan kain sasirangan dikancah nasional tersebut.
“Inovasi yang dibawa Sandi, yaitu pembuatan kain sasirangan dengan adanya tambahan teknis baru, yang dikembangkan oleh wakil Kalsel tersebut,” ucap Anugerah.
Dalam kesempatan tersebut, Anugerah meminta kepada pemenang pemuda pelopor, dapat mengajak pemuda lainnya untuk dapat mengembangkan usaha di bidang kerajinan daerah masing masing.
“Kepada pemenang pemilihan Pemuda Pelopor seperti Sandi Agustinus hendaknya tidak berhenti sampai di sini saja,” ujarnya.
Ia diharapkan dapat mengajak pemuda pemuda di banua dengan menularkan ilmu yang didapat agar para pemuda lainnya, dapat mencontoh keberhasilan yang telah diraih tersebut.
“Keberhasilan pemenang pemuda pelopor dalam menjalankan usaha dibidang kerajinan tersebut, dapat dicontoh pemuda di daerah, untuk dapat terus berinovasi dalam mengembangkan produk dari kerajinan daerah masing masing,” ucap Anugerah. (SRI/RDM Kalsel Raih Juara Pertama Pemuda Pelopor 2023 Tingkat Nasional
BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih juara satu, pada ajang Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2023.
Plt Kabag Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Anugerah mengatakan, pada tahun ini perwakilan dari Provinsi Kalimantan Selatan berhasil kembali menorehkan prestasi terbaik, pada tingkat nasional pemilihan Pemuda Pelopor yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI.
“Sandi Agustinus berhasil meraih juara 1 pada bidang agama, sosial, dan budaya,” ungkap Anugerah.
Tentunya, lanjut Anugerah, prestasi yang berhasil diraih tersebut membanggakan provinsi ini. Karena sandi memperkenalkan inovasi baru dalam pembuatan kain sasirangan dikancah nasional tersebut.
“Inovasi yang dibawa Sandi, yaitu pembuatan kain sasirangan dengan adanya tambahan teknis baru, yang dikembangkan oleh wakil Kalsel tersebut,” ucap Anugerah.
Dalam kesempatan tersebut, Anugerah meminta kepada pemenang pemuda pelopor, dapat mengajak pemuda lainnya untuk dapat mengembangkan usaha di bidang kerajinan daerah masing masing.
“Kepada pemenang pemilihan Pemuda Pelopor seperti Sandi Agustinus hendaknya tidak berhenti sampai di sini saja,” ujarnya.
Ia diharapkan dapat mengajak pemuda pemuda di banua dengan menularkan ilmu yang didapat agar para pemuda lainnya, dapat mencontoh keberhasilan yang telah diraih tersebut.
“Keberhasilan pemenang pemuda pelopor dalam menjalankan usaha dibidang kerajinan tersebut, dapat dicontoh pemuda di daerah, untuk dapat terus berinovasi dalam mengembangkan produk dari kerajinan daerah masing masing,” ucap Anugerah. (SRI/RDM/RH)