BANJARMASIN – Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, menggelar Dialog dan Workshop dalam rangka memperkenalkan Seni Musik tentang Etnomusikologi bagi generasi muda.
Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, usai kegiatan pada Senin (28/10) mengatakan, Dialog ini pertama kalinya digelar, mengangkat tema tentang pandangan musik Tradisional sebagai karya musik Nusantara. Yanti berharap, kalangan mahasiswa dan mahasiswi dapat memahami cabang ilmu yang mempelajari musik dalam konteks budaya dan sosial. Dimana, Etnomusikologi merupakan gabungan antara antropologi (etnologi) dan musikologi.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, saat memberikan komentarnya
“Ini merupakan upaya Pemprov memberi pembelajaran bagi generasi muda,” ucapnya
Disampaikan Suharyanti, kegiatan Dialog dan Workshop Etnomusikologi digelar selama dua hari tanggal 28-29 Oktober 2024, pihaknya mengundang narasumber dari lokal yaitu Lupi Anderiani dan Sumasno Hadi yang merupakan Seniman Musik Kalimantan Selatan dan Wasarna Seniman Musik yang berasal dari Yogyakarta.
“Kami ingin mengangkat musik – musik daerah banjar, tidak hanya sebagai pengiring. Namun, keberadaan musik tradisional menjadi sebuah pertunjukan yang bisa berdiri seperti cabang kesenian lain,” pintanya
Seniman Musik dari Yogyakarta Wasarna, saat memberikan pemaparan
Lebih lanjut Yanti menambahkan, untuk Workshop Kemah Bhakti Seni dilaksanakan Selasa 29 Oktober 2024 malam, narasumber Lupi Anderiani dan Musik Instrumental “Akaracita”. Sebelumnya sore hari akan digelar penampilan Guest Star, Pentas Seni Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), gelaran dipusatkan di Gedung Balairung Sari Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.
“Saat ini sudah banyak masuk budaya luar negeri ke Indonesia. Tetapi tidak dapat diolak. Dengan demikian, mari bersama-sama harus melestarikan kesenian tradisional di Kalsel,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)
BANJARMASIN – Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Provinsi Kalimantan Selatan mengalami peningkatan di 2024 ini.
Kabid Pengembangan Kepemudaan Dispora Kalsel Anugrah menjelaskan, IPP Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun ini mengalami kenaikan.
Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Anugrah
“2023 lalu, IPP Provinsi Kalimantan Selatan berada di posisi 31 dari 34 Provinsi di Tanah Air. Dengan nilai 50,33,” ucapnya, kepada sejumlah wartawan, pada akhir pekan tadi.
Sedangkan, lanjutnya, di Tahun 2024 ini mengalami kenaikan yang signifikan yaitu berada dipertengahan 23 nasional dengan nilai IPP sebesar 54,67.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya tentu bersyukur atas capaian naiknya IPP tersebut,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anugrah mengatakan, salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan IPP.
Dengan terus meningkatkan upaya penumbuhan minat wirausaha pemuda di Banua.
“Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalimantan Selatan khususnya di bidang pengembangan pemuda saat ini, diarahkan untuk dapat menciptakan wirausaha muda,” tuturnya.
“Pada tahun 2025 mendatang pelatihan tersebut, dengan nama baru mengikuti Kemenpora yaitu Pelatihan Penumbuhan Minat Wirausaha Pemuda,” ucap Anugrah. (SRI/RDM/APR)
Banjarbaru – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 74 Tahun 2023 Tentang Pedoman Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan sosialisasi yang dibuka Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani diikuti para pengelola arsip pada SKPD dan UPTD di lingkungan Pemprov Kalsel ini bertempat di salah satu hotel berbintang, Senin (28/10).
Nurliani mengatakan pengelolaan arsip di era digital saat ini dituntut mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sehingga arsip dapat didayagunakan secara cepat, tepat, lengkap dan akurat.
“Penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik menjadi hal mutlak yang harus dilakukan pemerintah untuk mengikuti perkembangan jaman dan mempercepat kinerja organisasi,” katanya
Oleh karena itu, lanjut Nurliani, Pergub ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pemerintah daerah sehingga dapat mendukung terciptanya tertib arsip dalam upaya penyelenggaraan kearsipan nasional yang efektif, efesien dan sistematis.
“Dalam rangka memberikan pemahaman yang mendalam terkait Pergub tersebut maka Dispersip Kalsel melaksanakan kegiatan sosialisasi pada hari ini,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong dan memotivasi SKPD dan UPTD di lingkungan Pemprov Kalsel meningkatkan kualitas pengelolaan arsipnya melalui pemanfaatan aplikasi Srikandi.
“Dalam kesempatan baik ini, saya juga meminta agar semua SKPD dan UPTD dapat menjalankan aplikasi Srikandi dalam pengelolaan persuratannya, baik itu pembuatan surat keluar, pendisposisian surat serta pengarsipan surat sesuai peraturan yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (DISPERSIP.KALSEL-NRH/RDM/APR)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrom (PIK POTADS) Kalsel, atas komitmennya dalam mengkampanyekan kepedulian dan kesetaraan terhadap anak Down Syndrom, bertempat di Gedung Mahligai Pancasila, Minggu (27/10).
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel Husnul khatimah kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kasih sayang bersama dalam memberikan semangat dan kekuatan bagi anak-anak tercinta. Dimana, bulan peduli Down Syndrom menjadi momentum untuk menyebarluaskan informasi mengenai eksistensi dan mengajak untuk bersikap empati, peduli menghargai serta memperdulikan anak-anak Down Syndrom setara dan adil.
“Down Syndrome memiliki hak-hak asasi yang sama dengan masyarakat, antara lain hal pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik dan perbankan,” ucapnya
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, saat diwawancarai
Sementara itu, dalam perayaan Bulan Peduli Down Syndrome, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan turut terlibat dengan menggelar Bakti Sosial. Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto menyampaikan, gelaran Bakti Sosial dalam bentuk memberikan penyuluhan kesehatan dan pelayanan pemeriksaan, hingga tindakan sederhana kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak Down Syandrome. Mengingat, selama ini Pemprov tidak pernah membedakan pasien, untuk memberi pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat di Banua.
“Dengan kegiatan ini anak-anak Down Syndrom dapat tumbuh kembang optimal, mandiri, cerdas, sehat khususnya kesehatan gigi dan mulutnya terjaga dan terawat dengan maksimal,” pintanya
Menanggapil hal tersebut, Ketua Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrom Sigit Bayuadhi, menambahkan, Perayaan Bulan Peduli Down Syndrome merupakan wujud komitmen Stop Sigma Negatif Pada Penyandang Down Syndrome, dengan mengangkat tema Mereka Ada, Mereka Bisa, Mereka Berdaya. Sigit berupaya, keterlibatan aktif Down Syndrom pada aktivitas pemberdayaan, masyarakat dapat terbiasa melihat kemampuan mereka yang sesungguhnya.
“Untuk menghapus stereotif negatif, perlu memperkenalkan bakat-bakat anak-anak Down Syndrom,” tutupnya.
Seperti diketahui, perayakan Bulan Peduli Down Syndrome, dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel Husnul khatimah, dihadiri Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, orangtua dan anak-anak Down Syndrom di Kalsel. (NHF/RDM/APR)
BANJARBARU – Festival barongsai Kalimantan Selatan kembali dilaksanakan pada tahun 2024 ini, bertempat di salah satu mall terbesar di Kota Banjarbaru, Minggu (27/10). Gelaran ini diapresiasi langsung Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan harapan festival barongsai ini bukan sekadar tontonan semata, namun dapat menjadi sebuah simbol budaya yang kaya akan nilai sejarah dan makna kebersamaan.
Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel Adi Santoso, menyampaikan bahwa festival barongsai ini berfokus untuk melestarikan barongsai, sebagai salah satu bentuk olahraga rekreasi yang kini terus berkembang di Kalimantan Selatan. Melalui festival barongsai Kalimantan Selatan tahun 2024 ini, dapat menjadi wadah untuk menjalin persatuan dan solidaritas antar warga.
Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik (kiri) bersama dengan PLT Kepala Dispora Kalsel (tengah) dan Ketua Tim Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) Kalsel (Kanan)
“Dengan adanya festival ini, barongsai bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai cermin dari upaya kita, dalam merawat warisan budaya, mengajak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan seni budaya yang unik ini,” ungkap Adi.
Adi menambahkan, selain sebagai ajang kompetisi, festival ini juga memperlihatkan keterampilan, dalam memainkan barongsai dengan kostum yang khas, gerakan yang dinamis, serta atraksi yang atraktif. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga, yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
“Melalui setiap gerakan dan atraksi, kita belajar bahwa kekompakan, disiplin, dan kerjasama adalah kunci untuk menciptakan harmoni,” tutup Adi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, Diauddin, menyampaikan dukungannya untuk kelangsungan festival ini sebagai bentuk pelestarian budaya dan olahraga rekreasi.
“Pemprov Kalsel melalui Dispora Kalsel siap mendukung festival ini agar bisa menjadi ajang tahunan yang lebih besar dan lebih meriah dsri tahun ke tahun,” ungkap Diauddin.
Diauddin menambahkan, dengan keberlanjutan dan dukungan yang konsisten, Festival Barongsai se-Kalimantan Selatan berpeluang besar untuk menjadi salah satu ikon budaya yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus mempromosikan kekayaan seni budaya di Banua.
“Jadi Festival Barongsai ini sudah memasuki tahun ke dua dilaksanakan. Ini sebagai upaya untuk melestarikan seni budaya dan olahraga rekreasi barongsai,” tutup Diauddin.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) Kalsel, Nawang Wijayati, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalsel, atas dukungan yang diberikannya, sehingga festival barongsai Kalimantan Selatan kembali digelar ditahun 2024 ini.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Kalsel atas dukungannya. Apalgi Olahraga barongsai kalsel ini telah diakui ditingkat internasional karena telah meraih prestasi membanggakan untuk Banua,” ucap Nawang.
Ia menambahkan, festival barongsai Kalimantan Selatan tahun 2024 diikuti 10 tim dari kabupaten – Kota se Kalsel sekaligus seleksi atlet barongsai untuk ke tingkat nasional pada tahun 2025 mendatang. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar Kabupaten/Kota yang belum membentuk organisasi Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) dapat segera membentuk kepengurusan.
“Kita harapkan kabupaten/Kota yang belum membentuk kepengurusan PLBSI agar segera membetuk. Karena kita ingin menjaring atlet barongsai di kabupaten/Kota,” tutup Nawang.
Pada kegiatan ini, ratusan masyarakat turut menyaksikan pertunjukan tim – tim barongsai, dan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. (MRF/RDM/APR)
TAPIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi pengawasan barang beredar dan jasa, di Gedung Triguna Jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Tapin, Kamis (24/10).
Foto bersama : Peserta sosialisasi pengawasan barang beredar dan jasa di Kabupaten Tapin
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan, melalui Kepala Bidang Pelindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disdag Kalsel, Dwi Ayu Mariati, dalam rilisnya pada Jumat (25/10) mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberi edukasi barang yang boleh dan tidak boleh beredar, agar konsumen bisa memilih.
Selain itu, para pengusaha harus menjual barang beredar, sesuai ketentuan baik dari sisi keamanan, kemasan, dan kesehatan untuk dikonsumsi.
“Sosialisasi ini merupakan koordinasi antara Pemprov maupun Kab/Kota serta instansi terkait, untuk melindungi konsumen,” ucapnya
Disampaikan Dwi Ayu, untuk pengawasan barang beredar, kewenangan pemeriksaan dari Dinas perdagangan, tetapi hanya sampai pada kandungan yang tertulis di kemasan, tanggal kadaluarsa dan memeriksa asal produk.
Pihaknya berharap, konsumen dapat meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian dalam melindungi dirinya dari tindakan merugikan.
“Kami ingin konsumen mendapat keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi, begitupun pelaku usaha harus jujur dan bertanggung jawab,” ucapnya
Sementara itu, Kadis Perdagangan Kabupaten Tapin, Akhmad Zaini, melalui Kabid Perijinan dan Pengembangan Perdagangan Disdag Tapin menambahkan, kegiatan sosialisasi pengawasan barang beredar dan jasa ini, merupakan tempat untuk saling berbagi informasi antar pelaku usaha, masyarakat/konsumen. Dimana, diskusi tentang barang beredar dan jasa yang beredar, agar mengetahui hak dan kewajibannya sebagai konsumen. Sehingga, terhindar dari akses – akses negatif terhadap penggunaan/pemanfaatan barang dan jasa yang beredar di pasaran yang tidak sesuai ketentuan.
“Dengan terciptanya perlindungan konsumen, dapat meningkatkan indeks keberdayaan konsumen (IKK) di Kalsel, khususnya wilayah Kabupaten Tapin,” tutupnya
Untuk diketahui, sosialisasi pengawasan barang beredar dan jasa di Kabupaten Tapin, mengundang konsumen pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, tokoh agama dan masyarakat, pendidik, serta UMKM di kabupaten tersebut. (DISDAG.KALSEL-NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Bambang Yanto Permono menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalsel Nomor 10 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin, di aula kantor Kelurahan Surgi Mufti Kecamatan Banjarmasin Utara, Jum’at (25/10) siang.
Suasana Sosper Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin
Bambang Yanto mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada peserta mengenai adanya pemberian bantuan hukum secara gratis untuk masyarakat miskin.
Anggota DPRD Kalsel, Bambang Yanto Permono (kanan) dan Lurah Surgi Mufti, Ahmad Jazuli (kiri)
Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa adanya persamaan hak atas kedudukan dalam pemerataan hukum dan keadilan dalam masyarakat.
“Saya memilih Perda Nomor 10 Tahun 2015 untuk disosialisasikan karena banyak warga yang memerlukan bantuan hukum ketika menghadapi permasalahan hukum, namun kesulitan mendapatkan bantuan hukum karena keterbatasan biaya,” jelasnya.
Oleh karena itu, menurut Bambang Yanto, dirinya berinisiatif melalui sosialisasi ini agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintah bisa membantu mereka dalam menangani kasus hukum.
Terlebih lagi, masih ada warga, khususnya di kota Banjarmasin yang belum mengetahui adanya Perda tersebut sehingga dirinya berencana untuk menggencarkan sosialisasi Perda ini ke wilayah-wilayah lainnya agar semakin banyak yang mengetahui Perda ini ke depannya.
“Kita akan keliling wilayah Banjarmasin sehingga diharapkan para Ketua RT, Ketua RW maupun warga yang ikut sosialisasi ini dapat menyebarluaskan kepada masyarakat di sekitarnya,” terangnya.
Sementara itu, salah satu peserta Sosialisasi, Erliani menyambut baik dengan kegiatan yang dilaksanakan Wakil Rakyat Provinsi Kalsel itu. Ia berharap Perda ini lebih sering disosialisasikan agar masyarakat semakin banyak mengetahuinya.
“Saya baru mengetahui ada Perda Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin. Semoga lebih sering mensosialisasikan Perda yang ada di Kalsel agar dapat diketahui masyarakat,” harapnya.
Untuk diketahui, sosialisasi yang diikuti ratusan warga kota Banjarmasin yang tampak antusias memberikan pertanyaan dan tanggapan terkait Perda yang disosialisasikan. Turut hadir dalam kegiatan itu, antara lain Lurah Surgi Mufti, Ahmad Jazuli dan Lurah Sungai Jingah, Arbain serta Ketua-Ketua RT dan RW setempat. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan memiliki harapan, di Hari Ulang Tahun ke 25 Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI) ini, dapat terus memperkuat sumber daya kelautan dan perikanan, bekerjasama dengan Pemerintah Daerah.
“Tentunya di hari ulang tahun Kementerian Kelautan dan Perikanan ini, Pemerintah Daerah memiliki harapan,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono, pada Kamis (24/10).
Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono
Diusia, lanjut Rusdi, yang semakin matang ini, Kementerian Kelautan dapat terus memperkuat sumber daya kelautan dan perikanan serta meningkatkan efektivitas pengelolaan pemanfaatan melalui kolaborasi lintas sektor dan pemerintah daerah.
Dalam rangka menjaga melestarikan dan mengawasi sumber daya laut dan perikanan di Indonesia secara bersama sama.
“Kami juga mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan komitmen dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rusdi.
Menjadikan, Indonesia sebagai foros dunia Kemaritiman.
“Dengan ekonomi biru untuk Indonesia maju,” ucap Rusdi. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali berinovasi dalam meningkatkan layanan kepada nasabah, dengan meluncurkan konten tanya jawab interaktif. Program ini bertujuan untuk mempersingkat jalur komunikasi, khususnya dalam menanggapi pertanyaan yang sering diajukan nasabah melalui komentar di media sosial dan pesan langsung (direct message).
Dengan format video, Bank Kalsel berharap informasi yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami masyarakat, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan komunikasi digital.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Firmansyah menjelaskan, bahwa penggunaan konten video ini merupakan langkah strategis agar pesan – pesan bank dapat diterima dengan cepat dan jelas.
“Pertanyaan yang sering kali muncul dari nasabah di berbagai media sosial Bank Kalsel dan ini menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan informasi yang mudah diakses dan dipahami. Dengan konten video ini, kami ingin mempermudah nasabah untuk mendapatkan jawaban,” ucap Firmansyah.
Lebih lanjut, Bank Kalsel berharap program ini dapat meningkatkan kepuasan nasabah dan mempererat hubungan antara Bank Kalsel dengan masyarakat melalui media sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa layanan dan informasi dari Bank Kalsel tersampaikan dengan tepat kepada semua lapisan masyarakat, khususnya generasi sekarang yang lebih akrab dengan format video. Harapannya, konten ini tidak hanya mempermudah nasabah, tapi juga meningkatkan pemahaman mereka terhadap produk dan layanan kami,” ungkap Firmansyah.
Melalui inovasi ini, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan memberikan layanan terbaik yang relevan dengan kebutuhan zaman. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin menyosialisasikan aksi perubahan optimalisasi kinerja bidang olahraga melalui Kopi Mix (Kolaborasi Pimpinan Pentahelix).
Kabid Olahraga Disbudporapar Banjarmasin Roenissa menjelaskan, selain melalui KOPI MIX tersebut, juga digunakan Aplikasi Sistem Informasi Olahraga (SILAGA) Kota Banjarmasin yang merupakan intergrasi data olahraga dari KONI, KORMI, NPC dan SoIna serta tahapan Desain Olahraga Daerah (DOD).
Kabid Olahraga Disbudporapar Banjarmasin Roenissa
“Kopi Mix ini dalam rangka peningkatan olahraga di Kota Banjarmasin,” ungkap Roenissa.
Tentunya, lanjutnya, dukungan pelaksanaan untuk peningkatan olahraga di Kota Banjarmasin, tidak terlepas dari arti pentahelix tersebut.
Dikatakan Roenissa, pihaknya juga telah memberikan pelatihan kepada para penerima bantuan dana hibah, untuk organisasi keolahragaan di Kota Banjarmasin.
“Yang tentunya, pemberian bantuan hibah tersebut, untuk peningkatan olahraga,” ucapnya.
Mengingat, selama ini Banjarmasin dinilai sebagai kota penghasil atlet olahraga berprestasi, untuk Provinsi Kalimantan Selatan.
“Disbudporapar Kota Banjarmasin memberikan dukungan untuk peningkatan prestasi olahraga untuk atlet atlet asal kota ini,” ucapnya.
Salah satunya, tambah Roenissa, dengan berturut turut menjadi juara umum pada ajang olahraga tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Kota Banjarmasin dapat terus mempertahankan juara umum pada ajang Porprov tersebut,” ujar Roenissa. (SRI/RDM/RH)