Perkuat Kolaborasi Daerah, Diskominfo Kalsel Koordinasi Program Bersama HST

Hulu Sungai Tengah – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar koordinasi program dan kegiatan urusan komunikasi, informatika, statistik, dan persandian bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Diskominfo SP Kabupaten HST, di Barabai, Selasa (10/3).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, khususnya pada bidang komunikasi, informatika, statistik, serta persandian.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim mengatakan, koordinasi ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program ke depan.

Menurut Muslim, pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi bersama untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah.

“Koordinasi dengan teman-teman Diskominfo Hulu Sungai Tengah ini sekaligus menjadi bagian dari silaturahmi kita untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi apa saja yang bisa kita kolaborasikan, serta memperkuat sinergi terhadap berbagai program dan kegiatan di tahun 2026 hingga 2027,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan yang kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten sangat penting, mengingat banyak indikator pembangunan daerah yang menjadi bagian dari indikator komposit pada tingkat provinsi.

“Provinsi sangat membutuhkan dukungan daerah, karena berbagai indikator di daerah nantinya akan menjadi bagian dari indikator komposit di tingkat provinsi. Karena itu, sinergi ini penting agar kita bisa saling menguatkan,” jelasnya.

Muslim juga menekankan pentingnya percepatan transformasi digital yang harus mampu menjangkau hingga ke tingkat desa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan publik.

“Transformasi digital ini penting karena harus sampai ke level desa. Diskusi hari ini berlangsung sangat baik, santai namun tetap mengerucut pada beberapa poin penting yang nantinya dapat kita koordinasikan lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Darkuni menyampaikan, apresiasi atas kunjungan dan koordinasi yang dilakukan Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat komunikasi dan sinergi program antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan teman-teman dari Dinas Kominfo Kalimantan Selatan untuk berkunjung. Ini merupakan momen yang sangat berharga bagi kami, dan hasil diskusi hari ini sangat penting sebagai bahan perbaikan ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai masukan serta pembahasan dalam pertemuan tersebut akan menjadi dasar dalam memperkuat sinergitas program dan kegiatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Melalui koordinasi ini diharapkan tercipta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kualitas layanan informasi publik, serta penguatan pengelolaan statistik dan persandian di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/APR)

Tingkatkan Literasi Sejarah Siswa, Disdikbud Kalsel Hadirkan Museum Masuk Sekolah

Hulu Sungai Tengah – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan Kalsel, terus berinovasi dalam penguatan literasi sejarah, melalui program Museum Masuk Sekolah, yang digelar Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman selama delapan hari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Galuh Tantri Narindra, diwakili Kabid Kebudayaan Raudati Hildayati, melalui rilisnya menyampaikan, program Museum Masuk Sekolah yang dilaksanakan Museum Wasaka, bertujuan untuk mendekatkan museum ke kalangan peserta didik, sekaligus menjadikannya sebagai sumber belajar yang menarik, kontekstual, dan inspiratif.

Foto : Salah satu narasumber menyampaikan materi, dalam kegiatan Museum Masuk Sekolah

Kegiatan dilaksanakan di sejumlah sekolah, yakni SMAN 1 Muara Uya Kabupaten Tabalong, dilanjutkan ke SMAN 1 Lampihong Kabupaten Balangan, serta SMAN 8 Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), berakhir Kamis (12/2).

“Kami ingin program ini meningkatkan minat belajar serta menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya sejarah dan budaya daerah,” jelasnya.

Disampaikan Hilda, Museum Wasaka Kalsel, tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi benar-benar hadir sebagai sumber belajar yang menarik.

Harapannya, program ini dapat meningkatkan pemahaman kalangan peserta didik tentang sejarah dan budaya, menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan bangsa, serta mendukung proses pembelajaran di sekolah.

Foto : Suasana pemutaran film sejarah revolusi fisik melalui silent cinema di SMAN 8 HST

“Ada dua narasumber yang memberikan materi, untuk pembelajaran menjadi lebih konkret dan mudah dipahami,” ungkap Hilda.

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah menyampaikan, dalam kegiatan tersebut, Museum Wasaka menghadirkan koleksi khas berupa mandau, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta didik. Dimana, mereka mendapatkan pengalaman belajar secara langsung melalui edukasi pembersihan koleksi museum.

“Kita juga melaksanakan pemutaran film sejarah revolusi fisik melalui silent cinema.
Kuis interaktif di setiap ruang kegiatan, meliputi ruang materi, ruang audio visual (AVI), dan ruang pamer,” ungkapnya.

Arry menambahkan, dengan adanya program ini, kalangan peserta didik, dapat lebih memahami dan mengingat peristiwa sejarah dengan baik.

Disdikbud Kalsel optimis, melalui inovasi program Museum Masuk Sekolah, literasi sejarah generasi muda Banua akan semakin kuat, sekaligus mempertegas peran museum sebagai pusat edukasi yang adaptif, inklusif, dan mudah diakses.

Selain itu sebagai bagian dari evaluasi, respon peserta terhadap kegiatan ini dihimpun melalui QR Code (Quick Response Code) yang disediakan panitia. Sehingga, masukan dari siswa dan guru dapat langsung terdokumentasi secara digital.

“Program ini diharapkan nantinya akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lagi sekolah – sekolah di seluruh kabupaten/kota se Kalimantan Selatan,” tutup Arry. (DISDIKBUDKALSEL-NHF/RIW/EPS)

UMKM HST Dapat Dukungan CSR Bank Kalsel

Hulu Sungai Tengah – Sebagai wujud kepedulian terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel melalui dana CSR menyalurkan bantuan sarana dan prasarana untuk menunjang aktivitas perdagangan masyarakat, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Bantuan tersebut berupa 24 unit gerobak dan 66 unit tenda kerucut, yang diperuntukkan bagi para pedagang di kawasan Lapangan Dwiwarna Barabai.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, kepada Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal. Turut menyaksikan kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten HST, Direktur Bisnis, Direktur Kepatuhan, dan Direktur Operasional Bank Kalsel serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten HST, serta Kepala Divisi dan Kepala Cabang Bank Kalsel se-Kalimantan Selatan.

Prosesi penyerahan berlangsung pada Senin (6/10) pada malam Ramah Tamah bertempat di Pendopo Bupati Hulu Sungai Tengah. Kegiatan ini juga, sebagai bentuk silaturahmi sekaligus pendekatan Bank Kalsel untuk mempererat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Bank Kalsel dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di daerah.

“Bantuan ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dengan Bank Kalsel dalam mendukung keberlangsungan usaha masyarakat. Atas nama Kabupaten Hulu Sungai Tengah, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bank Kalsel yang telah menyalurkan bantuan sarana usaha berupa tenda dan gerobak ini. Saya meyakini, fasilitas tersebut akan memberikan kenyamanan dan ketertiban bagi para pedagang, khususnya di Lapangan Dwiwarna yang menjadi wajah kota Barabai, sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan ini sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Rizal.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dalam sambutannya, menegaskan komitmen Bank Kalsel untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sebagai bank kebanggaan masyarakat Banua, Bank Kalsel siap berkomitmen untuk selalu hadir mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Melalui program CSR, kami berupaya menghadirkan kontribusi positif yang berkelanjutan. Kami berharap, bantuan ini dapat memberikan semangat baru bagi para pedagang agar semakin produktif, tertata, dan berdaya saing sehingga mampu menjadi penggerak utama perekonomian daerah,” ungkap Fachrudin.

Melalui kegiatan ini, Bank Kalsel menegaskan kembali perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/APR)

Museum Lambung Mangkurat Gelar Dialog dan Ceramah Permuseuman Di HSS

Hulu Sungai Selatan – UPTD Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Dialog dan Ceramah Permuseuman Tahun 2024.

Kegiatan berpusat di Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan, Selasa (30/4), dan dihadiri oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD/TK hingga SMA/SMK.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memahami tentang sejarah dan kebudayaan khususnya di Kalsel.

“Dengan adanya ceramah dan dialog permuseuman ini kita dapat bertukar pendapat dan tanya jawab seputar museum, sejarah, dan kebudayaan daerah khususnya di Kalsel,” kata Akbar.

Selain itu Akbar menyebut, ceramah dan dialog permuseuman ini juga merupakan tindaklanjut dari permintaan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang menginginkan kecintaan masyarakat banua terhadap sejarah dan budaya Kalsel semakin meningkat.

Melalui kegiatan ini, Akbar berharap akan ada kerjasama diantara guru-guru maupun Kepala Sekolah dengan pihak museum berupa MoU tentang program kegiatan belajar mengajar.

“Karena museum tidak hanya sebagai tempat rekreasi melainkan juga tempat pembelajaran,” jelas Akbar.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Erni Yulia mengaku senang kedatangan pihak museum dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel ini.

Menurutnya, kegiatan ceramah dan dialog ini bisa meningkatkan pengetahuan guru, untuk selanjutnya diajarkan dan disampaikan kepada siswa di sekolah.

“Semoga ilmu yang didapatkan pada hari ini dapat ditularkan kepada anak didik kita agar pengetahuan tentang museum, sejarah dan kebudayaan daerah khususnya di Kalsel dapat bertambah. Saya harapkan guru yang hadir disini bisa banyak bertanya dan hasilnya bisa disampaikan kepada siswa,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, pihak museum menyampaikan beberapa materi yang disampaikan oleh sejumlah ahli sejarah dan budaya Kalsel seperti Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat Provinsi, Darmanto dan pamong budaya lainnya.(SYA)

Warga Desa Mahang Matang Landung HST Gembira Sahur Bersama Paman Birin

HULU SUNGAI TENGAH – Memasuki Ramadan ke-13 tahun 1444 Hijriah atau Selasa (4/4) dinihari, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, bersahur bersama warga Desa Mahang Matang Landung, Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah.

Suasana saat sahur bersama Paman Birin di desa Mahang Matang Landung

Sahur bersama diawali dengan ceramah dan doa dipimpin Guru Supian Al Banjari di Mesjid Da’watus Sa’dah.

Turut mendampingi Paman Birin, sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel yang disambut warga dengan gembira.

Paman Birin menyampaikan, sahur bersama ini rutin dilakukan pada berbagai tempat. Selain bisa bersilaturahmi, Paman Birin pun bisa berdialog langsung dengan warga.

Paman Birin pun mendoakan, agar warga dalam menjalankan ibadah puasa tahun ini berjalan lancar dan mendapat berkah dan pahala dari Allah SWT segala ibadah yang dilakukan.

Sementara itu, Pembakal Desa Mahang Matang Landung, Samsul Alamaka menyampaikan, atas nama warga setempat, mereka sangat berterima kasih atas kedatangan Paman Birin di bulan penuh berkah ini.

“Alhamdulillah warga sangat senang bisa sahur bersama Gubernur Kalsel Paman Birin,” ujar Samsul.

Samsul juga menyebut, kegiatan seperti ini sangat tepat. Selain untuk bersilaturahmi, warga ujarnya, bisa menyampaikan langsung apa-apa yang menjadi keinginan atau aspirasinya.

“Kami di sini ingin sekali menyampaikan beberapa aspirasi, seperti kebun lombok yang selalu terendam apabila curah hujan sedang tinggi,” ucapnya.

Gubernur Kalsel saat menyerahkan bantuan paket beras

Selain bersantap bersama warga, dilakukan penyerahan secara simbolis 1.000 paket beras untuk warga Desa Mahang Matang Landung. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Sosialisasi Pemblokiran Kendaraan di HST Digencarkan, UPPD Barabai Sasar Hingga ke Desa

HULU SUNGAI TENGAH – Sosialisasi pemberlakuan penghapusan (blokir) data registrasi kendaraan bermotor (ranmor) kian digencarkan. Hal ini menyusul bakal diberlakukannya aturan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sosialisasi rencana pemberlakuan penghapusan data registrasi dilakukan Satlantas Polres HST dan UPPD Samsat Barabai

Menyikapi adanya itu, Kepala UPPD Samsat Barabai, Ali Mukhraji, mengungkapkan, saat ini pihaknya terus menggencarkan sosialisasi tersebut hingga ke tingkat desa. Bahkan dengan menggunakan layanan Samsat keliling (Samkel) informasi ini bisa tersampaikan.

“Kami terus melakukannya di kecamatan, kelurahan bahkan di tingkat desa di HST,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Jumat (9/9) siang.

Ia menyampaikan lagi, tujuan diterapkannya penghapusan data registrasi ini supaya tunggakan pajak kendaraan bermotor yang belum lunas dapat segera terbayarkan. Mengingat, rincian tunggakan pajak daerah secara nasional cukup besar yakni mencapai triliunan rupiah lebih.

“Yang masih menunggak agar sekiranya bisa mendatangi Samsat Barabai untuk melakukan pelunasan. Harapan kami supaya tidak terjadi pemblokiran nantinya,” ujar Ali.

Sebagai upaya optimalisasi, tutur Ali, pelaksanaan sosialisasi penghapusan data registrasi ini juga dilakukan bersama-sama mulai dari Satlantas Polres HST hingga PT Jasa Raharja.

“Kami juga terus berkolaborasi agar sosialisasi itu dapat berjalan optimal,” ucapnya.

Terlebih, menurut dia, apabila tercatat tidak melakukan registrasi selama dua tahun berturut-turut, kemungkinan besar dilakukan pemblokiran data. Sehingga kendaraan tersebut otomatis dinyatakan bodong.

“Jadi diharapkan sekali lagi kepada masyarakat di HST untuk taat membayar pajak. Terutama tingkat desa paling utama,” imbuhnya.

Menghindari hal itu, dirinya menginginkan selama belum diterapkannya aturan ini. Masyarakat HST dapat segera mungkin melakukan registrasi ulang STNKnya supaya tidak terjadi penghapusan data registrasi kendaraan bermotor.

“Kami akan memaksimalkan sosialisasi ini selain spanduk, brosur. Media cetak dan radio juga akan digencarkan agar masyarakat HST dapat mengetahui,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Samsat Barabai Buka Tempat Baru di Dua Kecamatan HST, Ini Jadwalnya

HULU SUNGAI TENGAH – Samsat Keliling (Samkel) milik Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Barabai kini sudah bisa melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) di dua titik Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Lokasi layanan ini berada di Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS) di Pasar Senin Birayang. Sedangkan, Barabai Kota dilaksanakan pada kegiatan rutin Car Free Day (CFD) yang berada tepat di Kantor Bupati HST dan resmi menjadi titik pelayanan ketiga dan keempat di wilayahnya tersebut.

Pelayanan Samkel di Car Free Day (CFD) bersama Kepala UPPD Samsat Barabai, Ali Mukhraji. (Sumber : Samsat Barabai)

Kepala UPPD Samsat Barabai, Ali Mukhraji, mengatakan, penyelenggaraan layanan ini selain telah mendapat izin resmi dari tim pembina Samsat. Pihaknya juga berhasil mengantongi persetujuan dari Bakeuda Kalsel.

“Untuk jadwal pelaksanaan Samkel di Batai Alai Selatan itu setiap hari Senin berdekatan dengan pasar yang lebih tepatnya di halaman utama Bank Kalsel cabang Birayang. CFD diselenggarakan pada hari Minggu,” ungkapnya, baru-baru tadi.

Untuk itu, dirinya mengimbau, apabila tak sempat melakukan layanan di kantor induk, samkel dapat diandalkan sebagai alternatif.

“Jadi, masyarakat dapat memanfaatkan layanan baru ini semaksimal mungkin,” ucapnya.

Sementara, beber Ali, Pasar Mu’ui, Kecamatan Pandawan, yang juga dicanangkan sebagai titik lokasi pelayanan terbaru. Hingga kini, UPPD Samsat Barabai masih menunggu arahan dari Bakeuda Kalsel.

“Doakan saja, mudahan di Triwulan keempat dapat terealisasi,” tuturnya.

Kendati begitu, ia menuturkan, selain Birayang dan Barabai Kota yang kini menjadi layanan resmi ketiga dan keempat. Kambat, Kecamatan Pandawan hingga Labuan Amas Selatan di Pantai Hambawang, HST, juga mendapat dukungan sama untuk mendapatkan pelayanan.

“Pasar Pantai Hambangan itu beroperasinya setiap hari Selasa dan Rabu di kawasan Pasar kambat,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Hadiri Hari Jadi HST, Paman Birin Disambut Tarian  Batumpang Apam

Hulu Sungai Tengah – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri Peringatan Hari Jadi ke-62 Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Barabai, Jumat (24/12).

Harjad mengusung tema, HST Muda, HST Kreatif dan HST Maju.

Prosesi peringatan dimulai  pengajian ayat suci Al Quran, pembacaan doa lalu tarian Batumpang Apam.

Terlihat Paman Birin (sapaan Sahbirin Noor) didampingi Bupati HST Aulia Oktafiandi, melakukan pengukuran tinggi badan dengan kue apam, kue khas daerah setempat.

Batumbang Apam salah satu  tradisi yang masih berkembang di masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan.

Pada dasarnya tradisi ini adalah ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang anak, dengan harapan setelah melakukan tradisi ini, sang anak akan cepat bisa berjalan dan tumbuh menjadi anak yang sehat, saleh, serta menjadi anak yang berguna di kemudian hari.

Biasanya, pelaksanaan Tumbang Apam dipimpin oleh seorang Sampang atau pemimpin yang mengetahui mantra-mantranya.

Ada beberapa hal yang dipersiapkan untuk batumbang, yakni kue apam yang ditusuk pada pelepah kelapa yang daunnya telah diserut hingga menyisakan lidi.

Tinggi pelepah kelapa setinggi dengan orang yang akan batumbang.

Di hadapan warga HST, Paman Birin mengingatkan, agar menghargai perjuangan para pendahulu terhadap Banua ini.

“Dalam menghadapi permasalahan yang ada, hendaknya terus bersikap sabar, dan  bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT,” pesannya.

Paman Birin juga mengungkapkan  penghargaan atas peningkatan capaian pembangunan di Kabupaten HST.

Sementara itu, Bupati HST, Aulia Oktafianfi dalam sambutannya menyampaikan, peringatan hari jadi ini sebagai penghargaan terhadap pendiri kabupaten yang bekerja keras menjadikan HST sebagai daerah mandiri.

Aulia juga menjabarkan makna tema yang diusung pada peringatan harjad tahun ini.

“Meski ada ombak atau rintangan yang ditemui, tapi ada juga capaian kemajuan pembangunan,” ujarnya.

Ombak besar atau rintangan dimaksud adalah pandemi COVID-19 dan bencana banjir yang melanda HST.

Bupati mengajak warganya agar kuat menghadapi cobaan yang dihadapi.

Terakhir Ia mengapresiasi upaya Gubernur Kalsel, yang terus mendorong peningkatan capaian vaksinasi di HST hingga mencapai target 70 persen hingga akhir tahun ini. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Dampak Banjir, Program Relaksasi PKB di HST Menurun

HULU SUNGAI TENGAH – Akibat banjir, program kebijakan relaksasi 50 persen khusus kendaraan bermotor yang diberlakukan Pemprov Kalsel hingga 21 Desember 2021 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mengalami penurunan.

Plt Kepala UPPD Samsat Barabai, Ali Muhraji, mengatakan, tercatat sampai 4 Desember 2021, realisasinya diakui hanya tercapai sekitar Rp455 juta lebih. Bahkan, jika dibandingkan dengan penerimaan program 21/21 Bauntung pada Oktober lalu, perbedaannya mempunyai selisih hingga 55 persen.

“Untuk penerimaan PKB hingga 4 Desember 2021 dan seluruhnya sudah kami laporkan dan totalnya kurang lebih sekitar Rp455.933.750. Terkait adanya kebijakan relaksasi ini kan dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat. Meski demikian, bencana banjir pada November sudah 4 kali terjadi otomatis berpengaruh terhadap penerimaan PAD,” bebernya melalui sambungan telepon, Senin (6/11) siang.

Kendati pelayanan Samsat Keliling (Samkel) masih berjalan, diakui penerimaan program relaksasi ini lebih dirasakan nyata secara maksimal di Samsat induk Barabai.

“Instruksi dari Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel untuk memaksimalkan pendapatan melalui Samkel memang ada. Tetapi, kita memahami dengan keadaan dari musibah ini,” ujarnya.

Ali mengungkapkan, dari sebelas kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) setidaknya ada beberapa wilayah terdampak banjir. Hal ini yang menghambat penerimaan hingga mengalami penurunan.

“Sejumlah wilayah Kota Barabai kan ada yang terendam dan di Kecamatan Pandawa juga mengalami kejadian yang sama. Kita perkirakan, pengeluaran sementara dialokasikan untuk anggaran bersih-bersih rumah otomatis, sehingga berdampak pada penerimaan pajak kendaraan bermotor,” ungkapnya.

Sementara itu, sektor penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang tercata dari Januari – November 2021 sudah terakumulasi sebesar Rp12 miliar lebih.

“Untuk capaian realisasinya 73 persen dan masih jauh dari target perubahan sebesar Rp17 miliar. Namun, dengan adanya pembebasan relaksasi setidaknya dapat menambah angka pendapatan di Samsat Barabai,” papar Ali.

Ia menjabarkan, total keseluruhan penerimaan khusus roda dua berjumlah 844 unit dan sisanya 129 unit berasal dari roda empat.

“Ini merupakan hasil program kebijakan relaksasi 50 persen 9/9 Bauntung yang berjalan hingga 4 Desember lalu, seluruhnya dari layanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB),” pungkasnya. (RHS/RIW/RH)

PMI Banjarbaru Beri Perhatian Terhadap Banjir HST

BANJARBARU – Banjir masih menggenangi beberapa kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tidak sedikit warga harus mengungsi di beberapa tempat pengungsian akibat debit air yang relatif tinggi. Hal ini yang mendasari tim relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarbaru bersama PMI Kalsel memberikan Layanan Kesehatan (Yankes) ke beberapa desa yang terdampak.

PMI kota Banjarbaru saat melakukan evakuasi kepada warga

Melalui sambungan telepon, Kamis (2/12), Staf Penanggulangan Bencana PMI Kota Banjarbaru Aiman mengatakan, di Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan, pihaknya mendatangi dua titik tempat pemeriksaan yakni RT 01 dan RT 02.

“Langkah awal kami melakukan assesment. Data yang masuk langsung kami eksekusi bersama untuk melakukan layanan kesehatan,” ucap Aiman.

Walau dapat ditempuh dengan roda empat, jalan masih belum bisa untuk dilewati akibat genangan air yang masih terbilang tinggi.

“Kami melakukan yankes ke lokasi harus berjalan kurang 3 kilometer karena akses jalan masih tertutup banjir ketika menuju lokasi,” terang Aiman.

Kendati demikian, tidak kurang 50 warga yang sudah terobati dengan berbagai macam keluhan. Seperti kutu air hingga darah tinggi.

“Bila ada penyakit berkelanjutan maka akan kami arahkan ke Puskesmas setempat,” ungkap Aiman.

Hingga saat ini tidak sedikit warga masih mengungsi di akibat permukiman yang masih tergenang.

“Di Desa Jaranih hingga saat ini masih banyak warga yang mengungsi, karena debit air masih sepaha orang dewasa kalau di Masiraan hampir sepinggang,” beber Aiman.

Kedepannya lanjut Aiman, PMI Kalsel akan mendatangkan bantuan ke HST berupa perlengkapan kebersihan, perlengkapan rumah tangga dan lain sebagainya. (TR21-01/RDM/RH)

Exit mobile version