Serahkan Bantuan 100 Juta, UPZ Bank Kalsel Bantu Korban Banjir HST

HULU SUNGAI TENGAH – Di awal tahun 2021, musibah banjir melanda sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Kini, jelang penghujung tahun 2021, kembali beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan dilanda banjir. Salah satunya kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang tergolong mengalami dampak yang paling parah. Melihat kondisi tersebut, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ)-nya menyalurkan bantuan dana untuk korban terdampak banjir di Hulu Sungai Tengah sebesar Rp100 juta. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Bank Kalsel di bidang sosial dan kemanusiaan.

Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan Komisaris Independen Bank Kalsel, Syahrituah Siregar didampingi Direktur Operasional Bank Kalsel, Ahmad Fatrya Putra kepada Aulia Oktafiandi selaku Bupati Hulu Sungai Tengah (HST). Penyerahan disaksikan Pj. Sekretaris Daerah HST, Muhammad Yani beserta Kepala Divisi Corporate Secretary Bank Kalsel, Suriadi; dan Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Barabai, Aly Rizqan, yang berlangsung di Stadion Murakata Barabai, sebagai posko induk penanganan banjir HST, Selasa (30/11).

Disamping menjelaskan kondisi banjir terkini, Bupati Hulu Sungai Tengah Aulia Oktafiandi juga mengapresiasi kepedulian Bank Kalsel atas musibah banjir ini.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel telah memberikan bantuan melalui UPZ Bank Kalsel sebesar Rp100 juta. Tentunya kami bersama Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan ini secara langsung terutama kepada warga yang terdampak banjir ini,” jelas Aulia.

Direktur Operasional Bank Kalsel, Ahmad Fatrya Putra, menyampaikan rasa belasungkawa atas musibah banjir yang melanda masyarakat Hulu Sungai Tengah.

“Kami Bank Kalsel turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Hulu Sungai Tengah. Bantuan ini kami serahkan sebagai bentuk kepedulian Bank Kalsel sebagai bank asli urang banua,” ucap Fatrya.

Lebih lanjut, Fatrya menjelaskan bahwa bantuan UPZ Bank Kalsel ini berasal dari dana yang dihimpun dari pemotongan zakat, infaq maupun sedekah dari gaji pegawai Bank Kalsel yang telah disisihkan untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan UPZ Bank Kalsel ini sebagai perwujudan kepedulian seluruh pegawai Bank Kalsel. Dana bantuan ini berasal dari potongan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji setiap pegawai Bank Kalsel setiap bulannya. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat HST yang terdampak banjir,” pungkas Fatrya.

Sebagai informasi, Bank Kalsel melalui UPZnya sendiri telah bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalsel untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial, keagamaan serta kemanusiaan di Kalimantan Selatan. Bagi yang ingin turut serta membantu yang membutuhkan, dapat menyalurkan donasi melalui nomor rekening Bank Kalsel Syariah, 901.03.05.00777.7 atas nama UPZ Bank Kalsel. (ADV-RIW/RDM/RH)

Prihatin dengan Bencana Banjir HST, Wakapolda Kalsel Turun Langsung ke Lokasi

HULU SUNGAI TENGAH – Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono bersama Jajaran, langsung melakukan peninjuan dan pengecekan lokasi banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), pada Selasa (30/11) sore.

Dalam kesempatan itu turut hadir Irwasda, Karo Log, Kabid Propam, Kabid Dokkes, serta Dansat Brimob Polda Kalsel, Bupati HST, Wakil Bupati HST, Kapolres HST beserta Pejabat Utama Polres HST.

Selain mengecek kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Wakapolda Kalsel dan rombongan juga memastikan kondisi warga yang menjadi korban banjir.

“Kami melakukan pengecekan disejumlah titik yang terkena dampak banjir akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir, dan memastikan apakah ada korban jiwa,” ujar Wakapolda.

Dia juga menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan monitoring dan melaporkan setiap perkembangan yang terjadi berkaitan dengan daerah-daerah rawan banjir.

“Kami tetap melaksanakan pengecekan serta patroli daerah-daerah rawan banjir. Sehingga setiap perkembangan mengenai situasi banjir dapat dengan segera mengambil langkah-langkah, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan,” pungkasnya.

Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono mengimbau masyarakat tetap waspada di tengah kondisi cuaca saat ini.

“Kami turut prihatin atas musibah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Anggota telah dikerahkan ke lapangan untuk memastikan bantuan logistik siap untuk disalurkan kepada korban bencana,” katanya. (POLDA.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Banjir Kembali Rendam HST, Danrem 101/Antasari Kerahkan Prajurit Evakuasi Warga

HULU SUNGAI TENGAH – Dalam rangka mengantisipasi bencana banjir di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Danrem 101/Antasari Brigjen TNl Firmansyah mengerahkan seluruh Prajurit Kodim 1002/HST dan Yonif 621/Manuntung, untuk melakukan evakuasi kepada warga yang terdampak banjir, Minggu (28/11) sore.

Suasana evakuasi warga korban banjir dibantu TNI

“Saat ini wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dilanda bencana banjir dan hingga saat ini cuaca masih hujan, sehingga debit air masih mengalami kenaikan,” ucapnya.

Menghadapi situasi dan kondisi tersebut, Firmansyah memerintahkan kepada Kodim 1002/HST dan Yonif 621/Mtg untuk terus memantau kondisi air, dan melakukan evakuasi kepada masyarakat yang terdampak banjir, ke tempat yang lebih aman.

“Kepada seluruh anggota yang bertugas di lapangan dan di desa binaan, untuk tetap waspada dan mengutamakan faktor keamanan, guna menghindari kerugian materiil dan perseonel,” pungkasnya.

Adapun lokasi terdampak banjir yaitu Kecamatan Batang Alai Selatan, Pandawan, Haruyan, Barabai, Hantakan, Batu Benawa dan Batang Alai Timur, dengan ketinggian air bervariasi. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun ratusan jiwa terpaksa harus mengungsi. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Satu Nusa Satu Bangsa Satu Literasi

HULU SUNGAI TENGAH – KemenKominfo RI menggelar Webinar Literasi Digital untuk wilayah Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui zoom meeting, Senin (15/11) pagi.

Webinar berdurasi 120 menit tersebut dimoderatori Rio Brama, menghadirkan Keynote Speech Bupati HST H.Aulia Oktafiandi, Key Opinion Leader Farras Ardiana seorang Announcer Radio, TV, MC dan beberapa narasumber seperti Mardiana seorang Dosen, Iskandar Tsani Dosen IAIN serta M. Nazar Budiman Direktur Operasional SIT.

Iskandar, salah satu narasumber memaparkan Kecakapan Digital bertopik “Keterampilan Digital di Era Pandemi”.

Menurutnya, kreatifitas dan kemampuan dalam penggunaan teknologi digital saat ini sangat diperlukan, agar suatu masalah yang berkaitan dengan teknologi digital bisa terpecahkan dengan mudah seiring beradatasi pada perkembangan zaman.

“Ini hal hal yang harus dimiliki oleh generasi millenial terutama di era pandemi saat ini”, ucapnya.

Beberapa kecakapan digital yang perlu dimiliki dimasa pandemi COVID-19 diantaranya seperti kecakapan dalam menggunakan aplikasi yang mendukung pembelajaran, aplikasi digital marketing dan aplikasi menggunakan konten konten kreatif.

Dirinya menambahkan lima kompetensi digital yang dapat diupayakan salah satunya adalah komunikasi dan kolaborasi meliputi keterampilan berinteraksi, berbagi, terlibat dan bekerja sama melalui teknologi digital. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Masuki Dunia Digital Kenali Aturan Mainnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Masuki Ruang Digital, Kenali Aturan Mainnya”untuk wilayah Hulu Sungai Tengah Kalsel, Senin ( 8/11/21) pagi.

Salah satu narasumber Romi Alfiannor dalam materi “Bijak Berkomentar di Ruang Digital” yang merupakan sub dari “Budaya Digital” menjelaskan definisi dari Literasi Digital yaitu kemampuan menulis dan membaca serta individu dalam mengolah informasi untuk kecakapan hidup, jadi kalau kita satukan makna Literasi Digital adalah kecakapan menulis dan membaca dengan memanfaatkan dunia digital secara beretika dan bertanggung jawab.

“Tujuan Literasi Digital secara umum adalah berpikir cerdas,kritis inovatif, berpikir kritis di sini maksudnya adalah berpikir skeptis terlebih dahulu jika melihat sebuah konten, sehingga kita dapat memahami data yang masuk menjadi lebih berguna dan memanfaatkan internet dengan bijak” ungkap Romi.

“Kemajuan teknologi yang sangat cepat memang tak dapat kita indahkan sekarang ini, kita ketahui pula anak – anak sekarang memang lebih lihai dalam menggunakan sosmed, tapi selain kemampuan teknis kita juga dituntut mengetahui budaya penerapannya maka penting bagi kita bijak dalam berinteraksi dalam dunia digital” pesan Romi.

“Kita juga mengetahui jika menurut sebuah survei dari Microsoft mengatakan jika Netizen Indonesia adalah Netizen paling tidak sopan se Asia Tenggara, tentu ini sangat miris karena peran anak muda di sini sangat banyak karena pengguna internet terbanyak dari kalangan anak muda, hal tersebut mengacu pada cyber bulliying, Hoax dan ujaran kebencian”jelas

“Jadi diharapkan kepada pengguna internet sedari sekarang untuk sadar dan bijak bersosial media, jangan merasa jika karena tak mendapatkan proses apa apa dengan berkomentar tidak sopan di sosmed lantas kita mengabaikannya, kita perhatikan bagaimana jika kita berada di posisi korban yang dijelekan atau di bully serta dicemarkan nama baiknya, jadilah netizen yang selalu menghormati pendapat orang lain, dan tak menyakiti atau merugikan orang atau pihak lain”tambahnya.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi,Bupati HST,Moderator Rio Brama ,Key Opinion Leader Bella Citra- Announcer & Content Creator, NARASUMBER:

  1. Romi Alfianor Humas DPRD Prov. Kalsel.
    2.H. A. Ali Imran Sadiq,Widyaiswara pada Kementrian Agama
  2. Laila Qadariah,Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNISKA.(*)

Capaian Masih Rendah, Paman Birin Minta HST Percepat Vaksinasi

Hulu Sungai Tengah – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) H Sahbirin Noor meminta kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk mempercepat vaksinasi kepada masyarakat. Mengingat capaian vaksinasi di Kabupaten masih belum maksimal.

Hal ini diungkapkan Paman Birin (sapaan akrab gubernur) saat meninjau Vaksinasi Bergerak di Stadion Murakata, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada Kamis (4/11).

“Kabupaten HST masih 30 persen, kita harapkan lebih dipercepat lagi, lebih digiatkan lagi vaksinasinya,” katanya.

Gubernur Kalsel saat meninjau Vaksinasi Bergerak di HST

Menurut Paman Birin, target vaksinasi hingga akhir tahun adalah sebesar 70 persen. Untuk itu, perlu kerja keras, gotong royong, kolaborasi dengan TNI Polri, swasta dan Tokoh Masyarakat.

Disampaikannya, vaksinasi merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat banua dari COVID-19.

Sebelumnya, Bupati
Hulu Sungai Tengah H Aulia Otaviandi mengucapkan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan Paman Birin.

Gubernur Kalsel saat memberikan bantuan paket sembako di HST

Dirinya melaporkan, capaian vaksinasi dosis pertama sudah di angka 30 persen dan dosis kedua baru mencapai 13 persen. (Biroadpim-RIW/RDM/HDR)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Nyaman di Ruang Digital

HULU SUNGAI TENGAH – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Nyaman di Ruang Digital, Tangkal Ujaran Kebencian” untuk wilayah Hulu Sungai Tengah, Selasa (2/11/21) siang.

Salah satu narasumber Linda Widiyachristy  dalam materinya Digital Culture mengatakan dalam beliterasi digital harus diingat ada beberapa nilai – nilai yang sering terlupakan, kemudian ada beberapa macam cara memperkenalkan budaya di platform dunia digital.

“Kalo kita pandai melihat peluang, kita ini sangat kaya kita bisa melihat peluang untuk memperkenalkan budaya ke platform digital, kemudian bisa juga budaya lokal dijadikan konten positif bisa menggunakan medsos, juga aplikasi lainnya” ujar Linda.

“Secara non literal bagaimana kita bersikap di dunia digital mencerminkan budaya kita? maka bisa kita menjadi warga global dalam dunia digital tentu saja jangan melupakan id kita Indonesia agar orang di dunia digital mengetahuinya”tekan Linda.

Kemudian Linda juga berpesan dalam budaya digital atau Digital Culture , kita jangan sampai terbawa arus  globalisasi, jangan sampai kita melupakan budaya kita karena budaya kita sangatlah luar biasa, jangan sampai malah menjadikan penyakit mental bagi kita, hanya untuk sebuah sensasi, juga coba lihat apa yang ada di sekitar kita karena itu bisa menjadi peluang, jadi sedari sekarang kita bisa memanfaatkan paltform ruang digital untuk memperkenalkan budaya kita ke ruang digital.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI wilayah Hulu Sungai Tengah menghadirkan KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi, Bupati HST, Moderator Dika Putra Wijaya, KEY OPINION LEADER Amanda Nadzario,- Presenter, MC, Singer, & Duta PTKIN Indonesia, kemudian dengan narasumber:
1. Nanik Puspitasari
Pendidik & Pustakawan
2. Linda Widiachristy
Arsitek & Urban Researcher
3.H. Suyanto. Direktur Utama PT. Jamkrida Kalimantan. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Berkenalan dengan Seluk Beluk Dunia Digital

HULU SUNGAI TENGAH – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar Webinar Literasi Digital kali ini dengan tema ” Berkenalan Dengan Seluk Beluk Ruang Digital”untuk wilayah Hulu Sungai Tengah, Kalsel Senin (25/10/2021) pagi.

Salah satu narasumber Yunita memaparkan tentang ” Promosi Media Budaya Melalui Dunia Digital”menjelaskan bahwa dari data PBB populasi dari seluruh dunia ada 7,3 Milyar dimana 5,22 Milyar adalah pengguna mobile Phone, artinya lebih dari setengah populasi orang yang ada di dunia yaitu 66,6 persen dari populasi seluruhnya, ada juga pengguna internet yaitu 4,66 persen dari populasi yang ada.

“Yang disampaikan tadi adalah baru yang tercatat di PBB, jadi saat ini tidak menutup kemungkinan kita berkomunikasi dengan belahan dunia lain, komunikasi secara langsung di dunia digital, oleh karena itu terbuka kesempatan besar bagi kita mempromosikan budaya Indonesia di dunia digital” papar Yunita.

“Banyak waktu yang kita habiskan setiap harinya saat ini di dunia digital disinilah manfaat bisa diambil dengan mempromosikan budaya kita tadi, selanjutnya tentang eksistensi budaya Indonesia masih banyak promosi budaya Indonesia yang tidak disebarluaskan di dunia digital, jadi kita sebagai generasi muda, penerus bangsa, harus mempromosikan budaya agar dikenal bangsa luar atau bangsa kita sendiri dan jangan sampai budaya yang kita miliki justru diakui oleh bangsa lain” tekan

“Sebenarnya budaya sendiri dibagi dari beberapa poin yaitu, pikiran atau akal budi, sesuatu yang sudah berkembang, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar dirubah” ungkap Yunita.

“Kita ketahui bersama saat ini kita berada di era revolusi industri dimana juga berpengaruh terhadap perubahan budaya, pada era revolusi industri pertama sekitar abad ke 18 ditandai dengan penemuan mesin uap, saat itu alat tersebut digunakan sebagai industri tekstil saat itu, jadi kerja yang awalnya bergantung pada manusia dikerjakan oleh mesin uap ini, kemudian revolusi industri kedua sektar abad ke 20 ditandai dengan penemuan tenaga listrik perlahan tenaga uap pun digantikan oleh tenaga listrik, trus revolusi industri ketiga manusia tidak lagi memegang peranan penting dan ini dipicu oleh mesin yang berpikir dan bergerak secara otomatis yaitu komputer”tambahnya.

Webinar Literasi Digital wilayah Hulu Sungai Tengah menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi, Bupati Hulu Sungai Tengah ,Moderator Ovi Darin
Key Opinion Leader Eka Nugraha Enterpreneur, Founder of Lohjinawi
Narasumber :

  1. Yunita Anggota LDK UKMM ULM
  2. Lintang Ratri Rahmiaji. Dosen Komunikasi UNDIP, JAPELIDI
  3. Rizali, Guru SMPN 6 Barabai. (RILIS)

Ikuti Webinar Literasi Digital, Indonesia Makin Cakap Digital

Salam Literasi!
Halo Sobat Milenial ✋🏻
.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”
.
Yuk! Ikuti webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan Topik-topik asik dan narasumber yang seru pastinya. Untuk besok, topik pembahasannya: Berkenalan dengan Seluk Beluk Ruang Digital
.
🗣️ KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi, S.T., MAppCom – Bupati HST

🗣️ MODERATOR Ovi Darin

🗣️ KEY OPINION LEADER Eka Nugraha – Enterpreneur, Founder of Lohjinawi

🗣️ NARASUMBER:
.
1. Yunita
■ Anggota LDK UKMM ULM
.
2. Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, S.Sos., M.Si.
■ Dosen Komunikasi UNDIP, JAPELIDI
.
3. Rizali, S.Pd.
■ Guru SMPN 6 Barabai
.
📝 SAVE THE DATE
📅 Senin, 25 Oktober 2021
⏰ 10.00 WITA / 09.00 WIB – Selesai
📱 Via Zoom Meeting
.
Fasilitas yang didapatkan :
📄 E-Sertifikat
💸 E – money untuk 10 Peserta Terpilih
🤝 Relasi baru
💡 Ilmu bermanfaat
.
LINK_ PENDAFTARAN
https://s.id/litdigHST2510

Media Sosial Sebagai Fungsi Ekonomi, Politik dan Budaya

HULU SUNGAI TENGAH – Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bersama siberkreasi dengan topik pembahasan Berkenalan Dengani Era Digital Dimasa Pademi, kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Hulu Sungai Tengah, Senin ( 18/10/21 ) siang.

Salah satu narasumber H.M.Dimiyati Huda dalam materinya “Etika Digital Media Sosial Sebagai Wadah Demokrasi” menjelaskan, kebebasan di dunia digital bukan berarti tak terbatas, karena suatu bangsa akan dibatasi oleh bangsa lain, satu masyarakat perindividu akan dibatasi oleh individu yang lain, artinya demokrasi disini harus bisa dipertanggung jawabkan.

“Ketika kita berbicara menyangkut media sosial yang menjadi akses informasi dalam bidang itu, kemudian sekarang melalui berbagai macam literasi kita bisa melihat berbagai macam literasi yang tak terbatas, lalu bagaimana dengan budaya? budaya di era digital saat ini dengan berbagai macam ragam budaya di seluruh dunia tanpa terbatas termasuk bagaimana prilaku sosial suatu bangsa ini juga berpengaruh pada ekonomi yang berhubungan dengan era digital apalagi kita termasuk pengguna digital terbanyak di Asia Tenggara,dan itu sangat berpengaruh terhadap ekonomi di Indonesia” jelas Dimiyati.

Hal inipun juga termasuk dalam hal politik karena kalau kita berbicara menjadi satu ranah sendiri bagaimana suatu bangsa menjalankan demokrasi, kebebasan berpolitik dalam sebuah sarana media sosial juga bukanlah tak terbatas dan tentu harus mentaati koridor yang ditentukan,ada tiga poin media sosial dapat mempengaruhi langkah politik yaitu, media sosial akan mempengaruhi langkah partai baru artinya sekarang ini siapapun bisa membuat partai baru dan media sosial bisa berperan dalam mengenalkan partai tersebut, kemudian poin sepanjutnya media sosial dapat meningkatkan fraksi masyarakat terhadap politik dan poin selanjutnya media sosial dapat meningkatkan kompetisi baru dalam dunia politik”jelas Dimiyati.

Webinar Literasi Digital Nasional Kementerian Kominfo RI KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi,Bupati HST ,Moderator Ovi Darin , Key Opinion Leaded Venerabella Arin – TV, Presenter, Duta Bahasa, Duta Wisata dengan narasumber
Junaidy, Dosen & Pengamat Sosial H. M Dimyati Huda, Kaprodi Ilmu Komunikasi Atmajaya. (RILIS)

Exit mobile version