Menteri Koperasi dan UKM Minta Pemda di Kalsel Tingkatkan Inkubasi Bisnis Usaha Kecil Menengah

BANJARMASIN – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menghadiri Seminar Peluang dan Tantangan Usaha di Tahun 2023, yang digelar di Kota Banjarmasin. Seminar dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota, Selasa (31/1).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, saat ini pihaknya meminta kepada Pemerintah Daerah, untuk mengembangkan usaha dalam bentuk inkubasi bisnis untuk menumbuh kembangkan usaha pelaku UKM.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarmasin, sudah sejalan dengan Pemerintah Pusat,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Tentunya, yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan ini, untuk menambah persentase kewirausahaan di Tanah Air.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki

“Saat ini untuk persentase kewirausahaan mencapai 3,7 persen. Ditarget dapat mencapainya 4 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan dukungan untuk peningkatan Program Kawal Inkubator, untuk peningkatan Usaha Kecil Menengah.

“Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya berterima kasih atas kedatangan Menteri Koperasi dan UKM,” ucap Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

Tentunya, kedatangan Menteri Koperasi dan UKM ini, memberikan pengarahan kepada pihaknya dan para pelaku usaha kecil di Kota Banjarmasin.

“Saat ini Pemerintah Pusat akan meningkatkan usaha kecil menjadi usaha besar. Dengan programnya kawal inkubator, dalam inkubasi bisnis,” ujarnya. (SRI/RDM/RH)

DPRD HST Sharing Peningkatan AKD ke Banjarmasin

BANJARMASIN – Rombongan tamu dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah, melakukan sharing informasi ke DPRD Kota Banjarmasin, terkait Peningkatan Kapasitas Tugas Pokok dan Fungsi Alat Kelengkapan Dewan, pada Senin (30/1). Hal itu disampaikan, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Budiansyah Noor, kepada wartawan.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Budiansyah Noor

Tujuan sharing ke DPRD Banjarmasin, untuk mengetahui jalinan komunikasi dan koordinasi selama ini yang dilakukan, dalam rangka meningkatkan Kapasitas Tugas Pokok dan Fungsi Alat Kelengkapan Dewan, apalagi baru saja dilakukan revisi oleh panitia kerja tentang tata tertib di DPRD Banjarmasin.

“Kami ingin memantapkan langkah untuk pelaksanaan program dan kegiatan, agar berjalan maksimal di lapangan,” katanya

Disampaikan Budiansyah, dari hasil sharing untuk kegiatan reses selama ini di DPRD Banjarmasin, ternyata dilaksanakan secara berkelompok sesuai daerah pemilihan dengan mengundang konstituen Kelurahan masing- masing. Sedangkan DPRD Kabupaten HST masih perseorangan, digelar dari satu desa ke desa lain.

“Pelaksanaan reses Dewan Banjarmasin di lima Kecamatan, hal ini akan pihaknya komunikasikan kembali untuk tahun 2023,” ucap Budiansyah

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, mengaku mengapresiasi DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sharing soal hal ini dan pihaknya telah membahas revisi tata tertib dewan, poin utama kehadiran saat rapat panitia khusus, rapat paripurna, dan rapat dengar pendapat, serta pengambilan keputusan harus sesuai kuorum.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin

“Revisi tatib dewan sangat penting, untuk semakin meningkatkan kinerja dan tugas wakil rakyat,” ungkapnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, untuk kegiatan reses sekarang ini memang secara berkelompok, sudah lama dilaksanakan, meski beberapa tahun lalu, pernah juga digelar perorangan. Namun semuanya tidak ada kendala, yaitu berjalan lancar dilapangan, karena aspirasi warga tetap diakomodir melalui pokok pikiran dewan.

“Selama reses, dihadiri Camat, Lurah dan SKPD terkait, untuk mendengar langsung keluhan warga,” tutup Yamin

Untuk diketahui, selain menerima tamu DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, juga dari DPRD Kota Batu Provinsi Jawa Timur, sharing Alokasi Penyertaan Modal dalam Struktur APBD Tahun Anggaran 2023, puluhan tamu diterima bertempat di ruang Komisi 4 DPRD Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Haul Guru Sekumpul ke 18, Ada Bengkel Service Gratis

BANJARMASIN – Peringatan haul Akbar Ulama Kharismatik KH. Muhammad Zaini bin Abdul Gani ke-18 yang salah satunya dilaksanakan di Kampung Keramat, Kabupaten Banjar, sejak Kamis (26/1) sangat membantu para jamaah, dengan adanya bengkel service gratis, baik untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Kepada Abdi Persada FM, Ketua Himpunan Mahasiswa Otomotif Politeknik Hasnur, Aldi Nur, pada Jumat (27/1) mengatakan, kegiatan bengkel service gratis ini, bertujuan memberi keamanan dan kenyamanan bagi para jamaah selama berkendara, agar selamat diperjalanan hingga ke sampai rumah.

Ketua Himpunan Mahasiswa Otomotif Politeknik Hasnur, Aldi Nur

“Ide ini merupakan inisiatif bersama puluhan mahasiswa prodi otomotif,” katanya

Disampaikan Aldi, bengkel service gratis ini untuk kendaraan roda dua dan roda empat, diselenggarakan bekerjasama dengan pihak Kelurahan dan Kecamatan Alalak Handil Bakti Kabupaten Barito kuala, buka selama tiga hari, mulai Kamis – Sabtu selama 24 Jam, pengunjung yang singgah rata – rata melakukan pengecekan mesin hingga pelayanan tambal ban.

“Kegiatan ini merupakan rutin digelar setiap tahun, saat haul Abah Guru Sakumpul, semoga mendapat berkah dan rahmat dari Allah SWT,” harapnya

Sementara itu, salah satu jamaah haul ke – 18 tahun Abah Guru Sakumpul, dari Marabahan, Rahimah mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi bengkel service gratis, untuk memudahkan dalam perjalanan mengikuti haul Abah Guru Sekumpul. Kehadiran posko ini sangat membantu, apalagi bagi warga dalam menuju perjalanan jauh.

“Semoga buka hingga Minggu, karena itu di hari haul puncak,” tutupnya.

Untuk diketahui, bengkel service gratis berlokasi di Jalan Simpang 4 Pos Lantas Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala. (NHF/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Gandeng Pemkab Subang, Jaga Pasokan Beras Demi Kendalikan Inflasi

JAWA BARAT – Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Bupati Subang, Ruhimat, menandatangani kesepakatan bersama terkait pengendalian inflasi di kota Banjarmasin dan kabupaten Subang. Kesepakatan itu ditandatangani di aula Abdul Wahyan, rumah dinas Bupati Subang, pada Jumat (27/1).

Ruang lingkup kesepakatan bersama berfokus pada perdagangan antar daerah untuk menjaga kestabilan harga dan pemasaran bahan pangan. Di samping itu, mendukung ketahanan pangan dengan menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan.

Dalam sambutannya, Ibnu Sina mengatakan, inflasi telah menjadi perhatian nasional dan oleh sebab itu upaya pengendalian inflasi membutuhkan kerja keras dan sinergi antar daerah. Pada tahap awal, kerja sama antara Banjarmasin dan Subang akan berfokus pada komoditas beras, di mana Subang berperan sebagai daerah pemasok, dan Banjarmasin sebagai pasarnya.

“Karena karakteristik beras Subang, khususnya Beras Pamanukan, dinilai cocok bagi preferensi masyarakat Banjarmasin yang menyukai beras pera atau karau,” ujarnya.

Dirinya juga berkata, tahun 2022, harga beras di Banjarmasin cenderung meningkat, akibat imbas dari kenaikan harga BBM serta serangan hama tungro yang menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, pihaknya meyakini kerja sama ini akan mengatasi masalah kurangnya pasokan beras yang menjadi pemicu kenaikan harga beras di Banjarmasin.

“Ke depan, tidak menutup kemungkinan ruang lingkup kerjasama akan ditingkatkan pada komoditas yang lain, karena Banjarmasin dan Subang, sama sama memiliki pelabuhan,” ujarnya.

Menyambut baik kerja sama itu, Bupati Subang Ruhimat dalam sambutannya menyampaikan, Kabupaten Subang adalah salah satu lumbung padi nasional. Ruhimat pun menyatakan bahwa pihaknya akan tetap mempertahankan Subang sebagai lumbung padi nasional, karena menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian inflasi.

“Tingkat Inflasi kami masih di bawah rata-rata provinsi Jawa Barat, karena kami lumbung padi, sehingga kami mencoba untuk mengatasi dan mempertahankan hal itu,” tutur Ruhimat.

Kerja sama antara Pemkot Banjarmasin dan Pemkab Subang merupakan bentuk kerja sama Government to Government (G to G). Dalam waktu dekat, kerja sama tersebut akan dilanjutkan dan diimplementasikan hingga ke tataran _Business to Business (B to B), antara BUMD Subang (PT Subang Sejahtera) dan BUMD Kalimantan Selatan (PT Bangun Banua), sehingga ketersediaan beras di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan bisa ditingkatkan.

Kerja sama antara Pemkot Banjarmasin dan Pemkab Subang dalam rangka pengendalian inflasi ini, tidak lepas dari dukungan penuh dan sinergi dengan Bank Indonesia, yang juga turut hadir menjadi saksi momen bersejarah tersebut.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Bimo Epyanto mengatakan, Bank Indonesia, baik Kantor Perwakilan di Kalimantan Selatan maupun di Jawa Barat, akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Kerjasama antar daerah (KAD) antara Pemkot Banjarmasin dengan Pemkab Subang merupakan wujud nyata upaya ekstra pengendalian inflasi, khususnya dari sisi ketersediaan pasokan.

“Upaya ini dilakukan agar inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0±1persen pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3,0±1persen pada semester II 2023,” pungkas Bimo. (BIKalsel-RIW/RDM/RH)

Sukseskan Haul Guru Sekumpul ke-18, Ini Yang Dilakukan RSUD Ulin Banjarmasin

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin pada saat pelaksanaan haul Guru Sekumpul ke-18, memberikan pelayanan gratis. Seperti, ambulance, pemeriksaan kesehatan, serta warung gratis, untuk para jemaah haul tersebut.

“Pada pelaksanaan haul Guru Sekumpul ke-18, RSUD Ulin Banjarmasin turut berpartisipasi dengan memberikan beberapa pelayan gratis,” ungkap Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar, kepada sejumlah wartawan, Rabu (25/1).

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar

Izzak mengatakan, karena RSUD Ulin Banjarmasin bergerak di bidang kesehatan, maka pelayanan yang diberikan pada pelaksanaan haul ini juga pada masalah kesehatan. Layanannya berupa 2 unit ambulance, yang ditempatkan di acara utama, dan sekitar kawasan Martapura Timur.

Pada pelaksanaan haul tersebut, lanjutnya, RSUD Ulin Banjarmasin juga membuka beberapa posko pelayanan kesehatan.

“RSUD Ulin Banjarmasin juga menyiapkan mini ICU, untuk kedatangan Wakil Presiden, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel,” jelas Izzak.

Selain pelayanan kesehatan, tambahnya, RSUD Ulin Banjarmasin juga membuka warung gratis disekitar tempat pelaksanaan haul Guru Sekumpul ke-18.

“Untuk warung gratis tersebut kami bekerjasama dengan UMKM setempat, yang dibeli seluruhnya, kemudian diberikan untuk para jemaah haul,” ucap Izzak. (SRI/RIW/RH)

DPRD Banjarmasin Dukung Pemko, Atasi Kekurangan Beras

BANJARMASIN – Kalangan legislatif mendukung langkah Pemerintah Kota, menjalin kerjasama untuk mengatasi kekurangan stok beras.

Hal itu disampaikan, Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, kepada wartawan pada Jumat (20/1).

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah

Awan menjelaskan, saat rapat dengar pendapat, dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin, terungkap untuk stok beras lokal mengalami kekurangan, disebabkan produksi panen tahun lalu terjadi penurunan, akibat serangan hama tungro, berdampak harganya tinggi di pasaran.

“Rata-rata harga beras lokal mencapai Rp20 ribu rupiah perliter,” katanya

Disampaikan Awan, dari hasil RDP dengan Disperdagin Banjarmasin mempersiapkan kerjasama khususnya ketersediaan beras, bersama Kabupaten Tanah Laut, Barito Kuala, dan Luar Daerah yaitu Provinsi Jawa Barat. Ia berharap adanya beras luar, warga di Kota ini tidak akan keberatan untuk mengkonsumsinya.

“Kita ingin perjanjian kerjasama hanya sebatas memenuhi kekurangan stok beras lokal, kalau sudah normal, kembali ke beras sendiri,” pinta politisi PKS DPRD Banjarmasin.

Lebih lanjut Awan menambahkan, langkah cepat dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin, bekerjasama dalam rangka mendatangkan beras luar, juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya inflasi tinggi.

“Semoga inflasi di Banjarmasin dapat menurun hingga dibawah satu persen,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Raih Ketiga Kali Akreditasi Paripurna, RSUD Ansari Saleh Terus Tingkatkan Pelayanan

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moch. Ansari Saleh kembali mendapatkan akreditasi tingkat paripurna bintang lima dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Dengan demikian, RSUD Ansari Saleh berhasil mempertahankan akreditasi paripurna tersebut selama tiga kali berturut-turut.

Direktur Utama RSUD Ansari Saleh, dr. Among Wibowo menjelaskan kegiatan survey akreditasi dilaksanakan pada 16-19 November 2022 lalu dimana kegiatan tersebut dalam upaya memberikan evaluasi tentang pelayanan-pelayanan unggulan dan mutu di RSUD Ansal.

“Berdasarkan survey akreditasi tersebut, termasuk beberapa proses dokumentasi maupun survey di lapangan, RSUD Ansal sudah memenuhi standar pelayanan akreditasi dan berhasil mempertahankan predikat lulus tingkat paripurna bintang lima untuk ketiga kalinya,” katanya kepada wartawan, belum lama tadi.

Among menambahkan hasil akreditasi kali ini berlaku selama empat tahun ke depan yaitu sampai tahun 2026 mendatang.
Namun, ditegaskannya, pelaksanaan kegiatan akreditasi sudah menjadi budaya yang setiap hari dilakukan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Termasuk juga untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien di lingkungan RSUD Ansari Saleh,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Jembatan Sulawesi 2 di Banjarmasin, Berganti Nama Dengan Masjid Jami

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan Jembatan Sulawesi 2, yang saat ini diberi nama Jembatan Masjid Jami.

Peresmian dilakukan langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Jumat (20/1).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin kami bersyukur atas diresmikannya Jembatan Sulawesi 2, serta dilakukan pemberian nama,” ungkapnya.

Pada awalnya, nama untuk Jembatan Sulawesi 2 tersebut ditawarkan, nama tokoh agama yang cukup terkenal dikawasan tersebut alm Guru Zuhdi, Tokoh Nasional Surgi Mufti, atau kebiasaan masyarakat sewaktu dulu menyembut Jembatan Sulawesi 2 dengan Jembatan Masjid Jami.

Karena, lanjut Ibnu, masyarakat setempat tetap menginginkan nama Jembatan Sulawesi 2 dengan sebutan Jembatan Masjid Jami.

“Maka, secara resmi Pemerintah Kota Banjarmasin menyematkan nama Jembatan Masjid Jami,” ucap Ibnu.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga meminta agar masyarakat dapat menjaga aset dari Jembatan Masjid tersebut. Jangan sampai alat alat pada Jembatan tersebut tidak dicuri dan lainnya.

“Kami berharap Jembatan Masjid Jami ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang melintasi jalan tersebut. Dan, tidak lagi terjadi kemacetan,” ujar Ibnu.

Pada hari yang sama Walikota Banjarmasin ini juga meresmikan, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pressroom Balaikota Banjarmasin.

Ibnu Sina mengatakan, diresmikan ruang Pressroom Balaikota Banjarmasin ini, merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Banjarmasin, terhadap para media yang melakukan peliputan di Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Sedangkan, untuk peresmian pemanfaatan gedung baru, yang digunakan untuk Kantor BPBD Kota Banjarmasin. Saat ini sudah dapat menampung semua logistik yang dimiliki oleh BPBD Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Pasar Terapung Kuin Banjarmasin Akan Dialihkan ke Kawasan Jafri Zam Zam

BANJARMASIN – Kecamatan Banjarmasin Barat saat ini, akan meningkatkan potensi pariwisata di kawasan sungai di Jafri Zam Zam.

Peningkatan wisata ini dikatakan Camat Banjarmasin Barat Ibnu Sabil, kepada sejumlah wartawan, di Balaikota Banjarmasin, Kamis (19/1).

Camat Banjarmasin Barat Ibnu Sabil

“Untuk peningkatan wisata di kawasan Jafri Zam Zam tersebut, kami menilai memiliki potensi,” ungkapnya.

Potensi tersebut, lanjut Ibnu Sabil, berdasarkan hasil survei pihaknya bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) setempat.

“Kami mendapatkan masukan dari masyarakat untuk rumah rumah yang kumuh berada di pinggir kawasan sungai, agar dapat di cat agar terlihat menarik,” jelas Ibnu Sabil.

Selain itu, tambahnya, masyarakat menginginkan untuk Pasar Terapung Kuin yang saat ini, sudah tidak berfungsi lagi. Agar dapat dipindahkan ke kawasan Sungai Jafri Zam Zam tersebut.

“Menurut warga apabila kondisi sungai surut, namun jukung atau perahu tetap dapat masuk ke dalam Sungai Jafri Zam Zam,” ucapnya.

Sehingga kondisi tersebut, dianggap cocok untuk Pasar Terapung Kuin agar hidup kembali di Sungai Jafri Zam Zam.

Selain itu, untuk wisata air lainnya juga akan dikembangkan di kawasan tersebut. Seperti berjukung jukungan serta lainnya.

“Untuk peningkatan potensi wisata, akan ditawarkan kepada pihak ketiga, seperti perusahaan serta lainnya,” ucap Ibnu Sabil. (SRI/RDM/RH)

Bulan Depan, Minyak Goreng Curah Murah Diprediksi Langka

BANJARMASIN – Diprediksi akan terjadi kelangkaan minyak goreng curah murah di pasaran, pada Februari dan Maret 2023 di Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Rakhman Noorahim mengatakan, prediksi kelangkaan minyak goreng curah murah tersebut, disampaikan pada Rapat Koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, beberapa waktu lalu. Hal ini harus diketahui, agar Pemerintah Daerah dapat mengatasi hal tersebut.

Kabid Perdagangan Disdagin Banjarmasin Rakhman Noorahim

“Pada Rakor bersama pihak Kementerian Perdagangan tersebut, disampaikan akan terjadi kelangkaan minyak goreng curah murah (minyakkita),” ungkap Rakhman, kepada Abdi Persada FM, Selasa (17/1).

Kelangkaan tersebut, lanjutnya, tidak hanya terjadi di Kota Banjarmasin. Namun, diseluruh wilayah di Tanah Air.

“Jadi tidak ada kenaikan harga, minyak goreng curah tetap dijual dikisaran Rp14 ribu per liter,” ucapnya.

Sedangkan, tambah Rakhman, penyebab kelangkaan tersebut, karena minyak goreng curah murah tidak lagi di produksi, karena tidak ada kejelasan aturan.

Dalam kesempatan tersebut, Rakhman mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik, dalam menghadapi kelangkaan minyak goreng curah murah tersebut.

Karena, tambahnya, untuk ketersediaan minyak goreng kemasan premium masih tersedia di pasaran.

“Untuk warga Kota Banjarmasin diminta tidak panik, terhadap ketersediaan minyak goreng curah yang saat ini beransur ansur berkurang di pasaran,” ucap Rakhman. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version