Kota Banjarmasin Siaga KLB Polio

BANJARMASIN – Meski sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus polio di Kota Banjarmasin, namun Dinas Kesehatan kota ini tetap menghimbau seluruh puskesmas, untuk siaga Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio.

“Sampai saat ini masih belum ada ditemukan penyakit polio di Banjarmasin,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Ramadhan, kepada sejumlah wartawan, Selasa (22/11).

Meski begitu, lanjutnya, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengeluarkan Surat Edaran (SE) Siaga KLB Polio sebagai tanda kesiapsiagaan.

“Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin juga telah menghimbau, seluruh Puskesmas untuk selalu siaga dalam menghadapi KLB Polio ini,” ujarnya.

Ramadhan juga menghimbau, masyarakat membawa anaknya ke puskesmas untuk mendapatkan suntik polio.

“Kami menghimbau agar masyarakat membawa anaknya untuk suntik polio di puskesmas serta posyandu,” ucapnya.

Maka, tambahnya, dengan pemberian suntik polio, dapat membebaskan anak anak dari serangan polio tersebut.

“Masyarakat juga diminta waspada, jika ada kejadian lumpuh yang tidak disebabkan kecelakaan, maka segera dibawa ke pelayanan kesehatan,” ucap Ramadhan.

Seperti diketahui, Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan telah mengumumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus penyakit Polio. Pengumuman dikeluarkan menyusul adanya temuan satu kasus polio tipe 2 di Aceh, setelah 8 tahun Indonesia ditetapkan bebas polio oleh WHO. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Gelar Rapur Pengesahan APBD 2023

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna pengesahan Raperda tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) tahun 2023, Selasa (22/11)

Usai rapat, Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, kepada wartawan mengatakan, dengan disahkan APBD 2023 ini, pihaknya akan mengawasi lebih ketat realisasi penggunaan anggaran di lapangan, dan mendukung upaya Pemerintah Kota dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya

“Kami akan lebih teliti lagi, kalau nanti ada pergeseran dengan nilai yang cukup besar segera dievaluasi, agar penggunaan anggaran sesuai rencana dan program,” katanya

Disampaikan Harry, Pemerintah Kota Banjarmasin dapat memaksimalkan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2023 melalui potensi baru karena pajak sekarang semakin banyak dan bervariasi.

“Kalau sampai dipertengahan tahun tidak tercapai 50 persen, kita akan genjot terus menerus,” ungkap politisi PAN DPRD Banjarmasin

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, tahun 2023 dianggarkan belanja daerah sebesar Rp2,57 Trilyun dan Pendapatan Rp2,3 Trilyun, sedangkan target PAD tahun 2023 sebesar Rp 700 jutaan. Ia berharap peningkatan PAD dapat menggali efesiensi anggaran, sehingga menhasilkan potensi yang lebih besar pada tahun depan.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina

“Kita akan menambah titik pajak, semoga pandemi COVID-19 cepat melandai, agar membantu dalam peningkatan ekonomi,” tutupnya.

Untuk diketahui, DPRD Kota Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Banjarmasin Tahun 2023, Pengesahan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarmasin Tahun Anggaran 2023, Pencabutan 4 (Empat) Peraturan Daerah Kota Banjarmasin, dan Pengesahan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin tentang Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung dan Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Banjarmasin Harry Wijaya, didampingi Wakil Ketua Matnor Ali dan Tugiatno, dihadiri Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, kalangan legislatif dan eksekutif. (NHF/RDM/RH)

Pansus Pengembangan Ekonomi Kreatif : Bahas Kelurahan Kreatif

BANJARMASIN – Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah, Pengembangan Ekonomi Kreatif, membahas Kelurahan Kreatif.

Suasana pembahasan Pansus Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif, di ruang Komisi II DPRD Banjarmasin

Ketua Pansus Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif DPRD Banjarmasin, Zainal Hakim, kepada wartawan pada Senin (21/11) mengatakan, dari sebanyak 61 pasal saat ini sudah dibahas 51 pasal, yang menarik adanya Kelurahan Kreatif, dimaksudkan masing – masing 52 Kelurahan memiliki keahlian dalam memamerkan kreatifitas, agar semakin meningkatkan perekonomian di kota seribu sungai.

“Kita ingin kedepan ada skala prioritas dalam memajukan ekonomi kreatif,” ucapnya

Disampaikan Hakim, dalam pembahasan ekonomi kreatif ada sebanyak 17 sektor yang tercatat di draf pasal Raperda, yaitu aplikasi game, developer, arsitektur, desain interior, komunikasi visual, desain produk, film-animasi dan videio, fotografi, kriya, kuliner, musik, fesyen, penerbitan, periklanan, televisi, radio, seni pertunjukan dan seni rupa. Dengan demikian diupayakan dapat mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, baik penduduk lokal, dalam daerah maupun mancanegara.

Suasana pembahasan Pansus Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif, di ruang Komisi II DPRD Banjarmasin

“Dari 52 Kelurahan ke depannya 17 sektor ini, dapat mempercepat pengembangan ekonomi kreatif,” kata politisi PKB DPRD Banjarmasin

Lebih lanjut Hakim menambahkan, pihaknya menargetkan satu kali pembahasan akan finalisasi, karena masih ada 10 pasal lagi, sehingga pertengahan Desember 2022 mendatang, dapat disahkan menjadi peraturan daerah di kota ini. Ia meminta para pegiat pariwisata dan ekonomi kreatif mencari spot yang Instagramable dalam menyampaikan destinasi wisata di kota seribu sungai, hal itu sebagai peluang untuk berinovasi.

“Setelah instagramable dibuat, jangan lupa diposting dan dipromosikan melalui media sosial masing-masing, agar semakin dikenal,” tutupnya

Untuk diketahui, pembahasan rapat panitia khusus Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif, dipimpin Ketua Zainal Hakim, didampingi Wakilnya Bambang Yanto Permono, dengan anggota Siti Rahimah, Achmad Rudiani, Hari Kartono, dihadiri Perwakilan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Olahraga, Dinas Perdagangan Perindustrian, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Bagian Ekonomi serta Bagian Hukum Banjarmasin, bertempat di ruang Komisi II DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Jembatan Terapung, Ikon Wisata Baru di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini telah melengkapi fasilitas umum Jembatan Terapung, penunjang peningkatan pariwisata susur sungai. Dan, saat ini Walikota Banjarmasin meresmikan Jembatan Terapung Penghubung Siring Maskot Bakantan dengan Kawasan Siring Kampung Ketupat, Jumat (18/11).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina meresmikan Jembatan Terapung

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan jembatan terapung pertama di Kota Banjarmasin. Sehingga kedepannya dapat dicontoh pada pembangunan lainnya,” ungkap Ibnu.

Pembangunan jembatan terapung ini dalam rangka menunjang pariwisata susur sungai di Kota Banjarmasin.

Peninjauan Jembatan Terapung oleh Walikota Banjarmasin usai diresmikan

Ibnu berharap, kedepannya kawasan siring di Kota Banjarmasin dapat terhubung semuanya, dari Siring Menara Pandang hingga ke kawasan Siring Muara Kelayan.

“Diharapkan seluruh akses dari Siring yang ada di Kota Banjarmasin ini, akan terhubung semuanya,” ucap Ibnu.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin ini meminta, agar aset fasilitas umum Jembatan Terapung, tidak dicuri atau dirusak.

“Kami meminta agar warga dapat menjaga aset jembatan terapung, begitu juga untuk hasil hasil pembangunan dari Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ibnu mengatakan, pihaknya melihat kayu Ulin dari Jembatan Terapung tersebut sangat bagus. Oleh karena itu, jangan dicuri atau dirusak.

“Kami melihat kayu Ulin dari Jembatan Terapung ini sangat bagus, hendaknya jangan dicuri atau dirusak,” katanya.

Karena itu, Ibnu mengajak warga untuk menjaga dan merawat secara keseluruhan Jembatan Terapung tersebut.

“Pemerintah Kota Banjarmasin telah memasang CCTV untuk mengawasi aset fasilitas umum tersebut,” ujar Ibnu. (SRI/RIW/RH)

TAPD dan Banggar Banjarmasin Lakukan Rapat, Bahas RAPBD 2023

BANJARMASIN – Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran Banjarmasin, rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2023.

Suasana pembahasan RAPBD 2023, di ruang rapat paripurna DPRD Banjarmasin

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin, di ruang kerjanya, pada Rabu (16/11) mengatakan, pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2023 terus dilakukan, dan hingga saat ini dibahas lebih intens. Selama rapat sudah banyak kesepakatan penataan program yang diajukan, diantaranya rapat pembahasan bersama Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kota Banjarmasin.

“Barenlitbangda ini ibarat dapur, maka anggaran yang diberikan untuk penelitian dan kajian, harus dapat terserap maksimal di lapangan,” ucapnya

Suasana pembahasan RAPBD 2023, di ruang rapat paripurna DPRD Banjarmasin

Disampaikan Yamin, dalam pembahasan rapat Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2023 ini, pihaknya tetap memperhatikan waktu, meski panjang setiap materi yang dijabarkan, agar bisa ditetapkan paling lambat sebelum satu bulan berakhir anggaran.

“Semua Anggota Banggar sangat kritis dalam menyikapi item anggaran yang dirancang Pemko,” jelasnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022, sudah hampir 80 persen terealisasi dalam kurun waktu 2 bulan ini, hal itu berdasarkan laporan Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banjarmasin.

“Target PAD hingga akhir tahun sebesar Rp405 miliar, ia optimis mampu dicapai,” tutup Politisi Gerindra DPRD Banjarmasin ini.

Untuk diketahui, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) Banjarmasin, menggelar pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2023, di ruang rapat Paripurna DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Akan Gelar RDP Terkait Pembuatan Film JSS

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), terkait pembuatan film Jendela Seribu Sungai (JSS).

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, kepada sejumlah wartawan, pada Selasa (15/11) mengatakan, proyek pembuatan film Jendela Seribu Sungai ini, sebenarnya tidak pernah dibahas dalam Rapat Komisi II dan Rapat APBD Perubahan tahun 2022.

“Kita akan segera gelar RDP dengan Disbudporapar Banjarmasin,” ucapnya

Disampaikan Awan, dalam RDP dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Banjarmasin pada bulan September 2022 lalu, fokus membahas fasilitas olahraga, tidak ada rencana pembuatan film, apalagi biayanya sangat besar sekitar Rp6 miliar lebih

“Kami akan pertanyakan proyek pembuatan film miliaran dan meminta dihentikan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, menurutnya selama ini dari Pemerintah Kota Banjarmasin, tidak pernah membahas secara terinci dalam Rapat Anggaran untuk pembuatan film berjudul Jendela Seribu Sungai, maka akan dibahas lebih detail lagi, melalui Rapat Dengar Pendapat yang akan digelar Komisi II Dewan Banjarmasin.

Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya

“Setelah RDP, akan disikapi kelanjutan pembuatan film itu,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Harga Beras Lokal Naik Akibat Gagal Panen

BANJARMASIN – Harga beras lokal atau Banjar saat ini mengalami kenaikan, hal ini terpantau pada saat Walikota Banjarmasin melakukan monitoring di pasar tradisional dan distributor Kota Banjarmasin, Selasa (15/11).

Walikota Banjarmasin saat melakukan monitoring harga sembako

“Saat ini kami melakukan sidak ke pasar tradisional di Pasar Kuripan, serta Pasar Beras di Teluk Kelayan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Peninjauan tersebut, lanjut Ibnu, untuk melihat langsung kondisi harga sembako di Kota Banjarmasin, yang saat ini masih terjadi inflasi, meski mengalami penurunan.

“Pada saat pemantauan ini, ditemukan adanya kenaikan harga seperti, beras, daging sapi, tomat, bawang merah, serta lainnya,” ujar Ibnu.

Penyebab, lanjutnya, kenaikan harga beras, berdasarkan informasi pedagang beras, naiknya harga tersebut karena daerah penghasil mengalami gagal panen.

“Harga beras unus Mayang yang sebelumnya dikisaran Rp12 ribu per liter saat ini dijual diharga 17 ribu per liter,” ucap Ibnu.

Monitoring dilakukan bersama Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, serta Forkopimda bersama Tim pengendali inflasi Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Pasar Murah, Wujud Sinergi Bank Indonesia dan Pemko Banjarmasin Kendalikan Inflasi

BANJARMASIN – Sebagai aksi nyata Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar “Pasar Murah dan Temu Responden 2022” pada Sening (14/11) di kawasan RTH Kamboja Banjarmasin. Sinergi ini bertujuan melindungi masyarakat dari dampak lanjutan (second round effect) penyesuaian harga BBM, melalui skema subsidi harga, agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan strategis dengan harga lebih murah.

Tercatat 90 (sembilan puluh) pedagang dari berbagai skala usaha, mulai dari pasar swalayan, pedagang eceran, pelaku industri kreatif, hingga UMKM se-Kota Banjarmasin, mengikuti kegiatan pasar murah. Dari pukul 08.00 WITA, terpantau 3.000 pengunjung turut berbelanja dan meramaikan kegiatan yang bertempat di Lapangan Taman Kamboja, Banjarmasin ini. Jumlah ini diketahui dari tiket doorprize yang dibagikan panitia kepada seluruh pengunjung, termasuk tenant atau peserta pasar murah.

Kepada wartawan usai pembukaan pasar murah, Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah mengakui, bahwa kota Banjarmasin adalah penyokong utama ekonomi dan potret inflasi Kalsel. Hal itu tercermin dari pangsa ekonomi Kota Seribu Sungai ini, yang mencapai 17,88 persen dari total perekonomian Kalsel, serta pangsa Nilai Konsumsi (NK) yang mencapai 83,40 persen dari total NK Kalsel.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel dan Wali Kota Banjarmasin saat memberikan keterangan kepada wartawan

Kegiatan pasar murah secara masif selama dua bulan terakhir, telah mampu meredam tekanan inflasi usai penyesuaian harga BBM. Inflasi Banjarmasin pada Oktober 2022 sebesar 0,28 persen (month to month) jauh lebih rendah dibanding September 2022 sebesar 1,56 persen. Inflasi Banjarmasin yang kian terkendali turut menurunkan tekanan inflasi Kalsel, dari semula 1,42 persen pada September 2022, menjadi 0,25 persen pada Oktober 2022.

“Ke depan, risiko tekanan inflasi akan tetap ada, sehingga memerlukan upaya yang lebih serius melalui operasi pasar jelang Natal dan Tahun Baru, Kerja Sama Antar Daerah (KAD), dan subsidi ongkos angkut untuk menjaga kelancaran distribusi pasokan, khususnya pada komoditas pangan bergejolak seperti beras, daging sapi, kedelai, gula, bawang merah, dan aneka cabai,” ujar Imam Subarkah.

Kepala Perwakilan BI Kalsel saat meninjau pasar murah

Selain itu, mendorong produksi pangan unggulan seperti daging dan telur ayam agar bisa mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat, serta memperkuat komunikasi efektif lewat TPID guna menjaga ekspektasi inflasi masyarakat untuk memastikan inflasi agar kembali ke kisaran sasaran 3±1 persen pada 2023.

Senada, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengapresiasi BI Kalsel atas dedikasi, upaya, dan sinergi pengendalian inflasi yang telah dan akan terus dilakukan. Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, pihaknya telah melakukan 6 (enam) kali kegiatan Pasar Murah, dan hingga akhir tahun akan dilakukan 20 (dua puluh) kali lagi guna melindungi warga dari dampak kenaikan harga-harga.

“Supaya dampaknya terasa masif, upaya pengendalian inflasi wajib dilakukan secara bersinergi, seperti halnya hari ini,” kata Ibnu Sina.

Pada kesempatan ini, pemko Banjarmasin juga mengapresiasi upaya BI dalam memantau aktivitas perekonomian dan dinamika harga lewat berbagai survei, serta mengajak responden BI untuk menjaga kualitas data dan informasi demi melahirkan kebijakan yang tepat dan akurat.

Penghargaan juga diberikan kepada responden terbaik BI, penyerahan undian berhadiah kepada pengunjung, penukaran uang Rupiah, serta dimeriahkan hiburan panggung rakyat.

Ke depan, sinergi kebijakan antara Pemerintah Daerah dengan BI melalui TPID dan GNPIP dalam mendorong ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, kestabilan harga, dan komunikasi efektif akan terus diperkuat untuk memastikan inflasi agar segera kembali ke sasaran yang ditetapkan. (RIW-BIKalsel/RDM/RH)

DPRD Katingan Sharing Informasi Penempatan ASN dan PAD ke Banjarmasin

BANJARMASIN – Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah, sharing ke DPRD Kota Banjarmasin terkait informasi penempatan ASN capaian PAD, pada Kamis (10/11).

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah, Budi Hermanto, Kepada sejumlah wartawan, menjelaskan, tujuan dipilihnya konsultasi ke Banjarmasin, karena di kota ini sering menjadi rujukan daerah lain, dalam sharing baik mengenai pendapatan asli daerah, kemajuan UMKM yang mampu bangkit kembali seiring melandai pandemi COVID-19 dan pengembangan destinasi wisata.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Katingan Provinsi Kalteng, Budi Hermanto, (baju kemeja putih)

“Kami sharing informasi penempatan ASN, mengingat Katingan merupakan kabupeten baru, yaitu daerah pemekaran di Provinsi Kalimantan Tengah,” ucapnya.

Disampaikan Budi, pihaknya studi banding terkait struktur organisasi Aparatur Sipil Negara (ASN), karena tahun ini Pemerintah Kabupaten Katingan, telah mendapat penambahan dua buah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru, sehingga ingin mengetahui cara penempatan dengan daerah yang lebih maju yaitu Banjarmasin. Selain itu kemampuan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) langkah yang dilakukan setiap tahunnya.

“Mutasi dan penataan ASN perlu dipelajari, agar menempatkan pegawai yang benar benar bekerja dengan lebih baik, maka berdampak dalam menaikkan PAD,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Tugiatno, menilai, pihaknya sangat mengapresiasi selama ini menjadi salah satu tujuan sharing DPRD baik dari Kabupaten dan Kota di Kalsel juga Provinsi lain. Terkait hasil pertemuan dengan DPRD Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah, pihaknya mengatakan, selama ini terus menerus menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh SKPD dilingkup Pemko Banjarmasin.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Tugiatno

“Kita saling bersinergi dalam membangun di kota seribu sungai,” ungkap Politisi PDI Perjuangan DPRD Banjarmasin.

Lebih lanjut Tugiatno menambahkan, untuk pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahun selalu mengalami peningkatan, yaitu ada kenaikan signifikan dibandingkan dari APBD sebelumnya. Selain itu masih berlangsung pembahasan oleh Tim Badan Anggaran Eksekutif dan Legislatif terkait penyusunan RAPBD murni 2023.

“Tamu tadi juga konsultasi PAD dan pembahasan RAPBD 2023,” tutupnya.

Untuk diketahui, kunjungan tamu dari DPRD Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah, diterima Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Tugiatno, bertempat di ruang tamu DPRD Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

4.000 Kupon Disebar di Kelurahan Sungai Andai Untuk Pasar Murah Setempat

BANJARMASIN – Untuk menekan angka inflasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin menggelar, Pasar Murah di Kelurahan Sungai Andai, Rabu (9/11).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengatakan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin saat ini kembali, menggelar Pasar Murah Kota Banjarmasin Tahun 2022, dalam rangka pengendalian inflasi di Kota Banjarmasin.

Kadisperdagin Banjarmasin Ichrom Muftezar didampingi Kabid Perdagangan Rahman Noorrahim

“Saat ini dilaksanakannya pasar murah untuk yang ke 5 kali di Kota Banjarmasin. Dengan tujuan untuk penanggulangan serta pengendalian inflasi, dengan menggunakan dana BTT,” ungkap Tezar, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Tezar, untuk di kawasan Kelurahan Sungai Andai total paket yang dibagikan sekitar 2 ribu paket lebih, sehingga total paket sembako yang telah dibagikan pada pasar murah di Kota Banjarmasin sebanyak 13 ribu lebih.

“Mudah mudahan disemua Kelurahan yang ada di Kota Banjarmasin bisa dilaksanakan Pasar Murah,” ucapnya.

Sementara itu Kabid Perdagangan Disperdagin Kota Banjarmasin Rahman Noorrahim mengatakan, pada pelaksanaan Pasar Murah di Kelurahan Sungai Andai ini, diselenggarakan dua hari 9-10 November 2022, dengan pemberian subsidi sebesar Rp20 ribu per paket.

Untuk telur satu rak isi 30 biji dapat ditebus dengan harga Rp 25 ribu harga dipasaran dijual Rp45 ribu, gula dan minyak ditebus dengan harga Rp 24 ribu dengan harga di pasaran Rp44 ribu , serta bawang merah ditebus hanya dengan harga Rp 9 ribu saja sedang harga di pasaran Rp29 ribu.

Sedangkan, Sekretaris Lurah Sungai Andai Nur Inayah mengatakan, Kelurahan Sungai Andai Kota Banjarmasin membagikan 4 ribu kupon paket sembako murah untuk warga setempat.

Seklur Sungai Andai Nur Inayah

“Pada pelaksanaan Pasar Murah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, pihak Kelurahan Sungai Andai membagikan 4 ribu kupon untuk warga setempat,” ungkapnya.

Menurut Nur Inayah, untuk mendapatkan paket sembako dengan harga murah, warga menebus dengan membawa kupon tersebut.

“Kupon untuk pasar murah dibagikan oleh RT masing masing yang ada di Kelurahan Sungai Andai,” ucap Nur Inayah. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version