Aksi Aerobatik The Jupiters, Undang Ribuan Warga Padati Lanud Syamsudin Noor

Banjarbaru – Ribuan warga Kota Banjarbaru Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, hingga daerah sekitarnya memadati kawasan sekitar Bandar Udara Syamsudin Noor dan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Syamsudin Noor, untuk menyaksikan secara langsung atraksi udara yang ditampilkan Jupiter Aerobatic Team (The Jupiters), tim aerobatik kebanggaan TNI Angkatan Udara Republik Indonesia.

Atraksi tersebut menjadi bagian dari kegiatan Syamsudin Noor Open Base 2026 yang digelar di Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kamis (4/6). Kegiatan ini terbuka untuk umum dan menghadirkan berbagai atraksi kedirgantaraan sebagai sarana edukasi sekaligus hiburan bagi warga Banua.

Gubernur kalsel muhidin

Sejak pagi hari, masyarakat terlihat mulai berdatangan ke sejumlah titik strategis untuk mendapatkan lokasi terbaik menyaksikan pertunjukan udara.

Tidak hanya memadati area Apron Lanud Syamsudin Noor, sejumlah warga juga terlihat berjejer di sepanjang kawasan sekitar bandara untuk menyaksikan manuver pesawat yang menghiasi langit Banjarbaru.

Jupiter Aerobatic Team menampilkan berbagai formasi terbang presisi dan manuver aerobatik yang memukau para penonton. Setiap atraksi yang diperagakan para penerbang TNI AU tersebut, mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang hadir.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Jupiter Aerobatic Team di Kalimantan Selatan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Banua sekaligus menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia kedirgantaraan.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga mempererat kedekatan antara TNI Angkatan Udara dengan masyarakat,” ucap Muhidin kepada wartawan.

Ia juga mengapresiasi Lanud Syamsudin Noor yang menghadirkan kegiatan terbuka bagi masyarakat, sehingga warga dapat melihat secara langsung berbagai kemampuan dan profesionalisme personel TNI Angkatan Udara.

Masyarakat memadati area bandar udara Syamsudin Noor

“Atraksi udara ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh dunia penerbangan dan profesi di bidang kedirgantaraan,” lanjut Muhidin.

Sementara itu, salah satu warga Kota Banjarbaru, Ahmad Hanafi berharap, atraksi Jupiter Aerobatic Team (JAT) dapat memacu keinginan anak anak muda menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta mendorong anak anak menggapai cita – cita nya setinggi langit.

“Saya ke sini sengaja membawa anak anak agar mereka dapat melihat kehebatan TNI AU, sehingga dapat menjadi contoh bagi mereka (anak – anak) agar memiliki masa depan yang cerah,” tutupnya.

Kegiatan Open Base yang menghadirkan Jupiter Aerobatic Team memang menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat.

Selain menyaksikan atraksi udara, pengunjung juga berkesempatan melihat lebih dekat pesawat – pesawat yang digunakan dalam pertunjukan aerobatik serta mengenal dunia penerbangan militer Indonesia. (MRF/RIW/EPS)

Dongkrak Indeks Pembangunan Kebudayaan, Disdikbud Kalsel Bangun Ekosistem Budaya Inklusif

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai menyiapkan berbagai langkah strategis, untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) yang dalam beberapa tahun terakhir masih berada di bawah rata-rata nasional.

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2024–2025, nilai IPK Kalimantan Selatan tercatat sebesar 29,5 poin, sementara rata-rata nasional mencapai 31 poin. Kondisi ini menunjukkan perlunya percepatan pembangunan kebudayaan, agar mampu mengikuti perkembangan yang terjadi di tingkat nasional maupun daerah lain.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eddy Suwarto menjelaskan, bahwa terdapat tiga dimensi yang masih menjadi tantangan utama peningkatan IPK, yakni ekonomi budaya, ekspresi budaya, dan pendidikan.

Menurutnya, hasil evaluasi tersebut menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan kebudayaan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Berdasarkan data tahun sebelumnya, ada tiga dimensi yang poinnya masih kurang, yaitu dimensi ekonomi budaya, dimensi ekspresi budaya, dan dimensi pendidikan,” ujar Eddy, Selasa (2/6).

Eddy menilai, sebagai upaya mempercepat peningkatan indeks tersebut, Disdikbud Kalsel telah menyusun empat strategi utama. Langkah pertama adalah penguatan kelembagaan melalui pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah yang akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah dalam pengembangan sektor seni dan budaya.

Selain itu, pemerintah juga berencana meningkatkan status museum daerah dari Tipe B menjadi Tipe A untuk memperkuat tata kelola, pelayanan, serta kapasitas kelembagaan museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya.

Strategi kedua adalah memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, sekolah, komunitas seni, hingga Badan Pengelola Geopark Meratus.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui rencana pembentukan Geopark Corner sebagai ruang interaksi, diskusi, dan pengembangan gagasan bagi para pelaku budaya.

“Kita juga akan berkolaborasi dengan Badan Pengelola Geopark Meratus dan menyiapkan Geopark Corner sebagai wadah para pegiat seni dan budaya bertukar pikiran agar program yang kita siapkan bisa berjalan secara inklusif,” katanya.

Eddy menambahkan, langkah berikutnya adalah revitalisasi museum dan sarana pendukung kebudayaan. Program ini dinilai penting mengingat tren kunjungan masyarakat ke museum dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.

Melalui pembenahan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan, museum diharapkan kembali menjadi ruang belajar sekaligus destinasi edukasi yang menarik bagi generasi muda.

Tak hanya itu, Disdikbud Kalsel juga tengah menyiapkan pembangunan Banua Culture Hub sebagai pusat aktivitas budaya yang terbuka bagi seluruh kalangan.

Fasilitas ini nantinya akan menjadi ruang bersama bagi seniman, komunitas, akademisi, hingga masyarakat umum untuk berkreasi dan berkolaborasi.

Di saat yang sama, pemerintah juga menyusun ensiklopedia budaya berbasis data spasial yang memuat informasi mengenai pelaku seni, komunitas budaya, serta potensi budaya daerah secara lebih akurat dan terintegrasi.

Eddy menegaskan, keberhasilan pembangunan kebudayaan tidak hanya mengandalkan program pemerintah. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama menciptakan ekosistem budaya yang kuat dan berkelanjutan.

“Esensinya adalah inklusivitas dan keberlanjutan. Kita akan melakukan refocusing kegiatan yang sebelumnya bersifat eksklusif menjadi program yang merangkul semua elemen. Kami berharap pemicu perkembangan budaya lahir dari bawah. Jika tidak tumbuh dari bawah, maka tidak akan berkelanjutan,” tutupnya.

Melalui penguatan kelembagaan, kolaborasi lintas sektor, revitalisasi fasilitas budaya, serta pembangunan ruang kreatif baru, Disdikbud Kalsel optimis, nilai Indeks Pembangunan Kebudayaan dapat meningkat sekaligus memperkuat identitas budaya Banua di tengah dinamika perkembangan zaman. (NHF/RIW/EPS)

10 Kabupaten Ikuti Seleksi BUMDesa Terbaik Kalsel 2026

Banjarbaru – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan mulai memasuki tahapan penilaian administrasi dalam ajang Pemilihan BUMDesa Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Dari 10 usulan yang masuk dari kabupaten, tim penilai tengah melakukan verifikasi dokumen untuk menentukan 5 besar yang akan melaju ke tahap verifikasi lapangan.

Kepala Dinas PMD Kalsel, Iwan Ristianto, melalui Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari mengatakan, proses penilaian administrasi dilakukan menyeluruh terhadap seluruh dokumen yang diajukan pemerintah kabupaten.

“Pada tahap pertama ini kami melakukan penilaian administrasi terhadap seluruh dokumen usulan yang telah disampaikan kabupaten. Tim juri yang terdiri dari Bidang Pengembangan Ekonomi Desa dan tenaga ahli P3MD Provinsi bersama-sama memverifikasi dokumen berdasarkan indikator yang telah ditetapkan,” ungnap Novi, Selasa (2/6) siang.

Novi menjelaskan, hasil verifikasi administrasi tersebut akan menjadi dasar untuk menetapkan lima besar BUMDesa terbaik yang berhak mengikuti tahapan berikutnya, yakni verifikasi lapangan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mengharuskan tim penilai mengunjungi seluruh peserta, tahun ini verifikasi lapangan hanya dilakukan pada 5 BUMDesa terbaik hasil seleksi administrasi.

“Kalau sebelumnya semua peserta kami kunjungi untuk verifikasi lapangan, tahun ini hanya lima besar yang akan kami datangi. Saat ini proses penetapan lima besar masih berlangsung,” katanya.

Ia menambahkan, dari 11 kabupaten di Kalimantan Selatan, hanya 10 yang mengajukan peserta tahun ini. Satu kabupaten memilih tidak berpartisipasi karena masih menghadapi kendala dalam tata kelola BUMDesa di wilayahnya.

Menurutnya, verifikasi lapangan direncanakan mulai dilaksanakan pada pertengahan hingga akhir Juni 2026. Selanjutnya, tim penilai menargetkan draft pemenang sudah dapat disusun pada pertengahan Juli.

“Jika sesuai jadwal, pertengahan Juli sudah ada draft pemenang. Setelah itu kami akan mempersiapkan proses penetapan dan pengumuman,” jelasnya.

Untuk pemberian penghargaan kepada para pemenang, Dinas PMD Kalsel menargetkan dapat dilaksanakan pada Agustus 2026. Saat ini pihaknya masih melakukan penyesuaian jadwal agar memungkinkan diselaraskan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan.

Lebih lanjut, Novi menegaskan, bahwa ajang BUMDesa Terbaik bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi instrumen pembinaan dan motivasi bagi pengelola BUMDesa agar terus meningkatkan kualitas tata kelola dan usaha yang dijalankan.

“Kami berharap penilaian ini mampu mendorong BUMDesa di Kalimantan Selatan menjadi lebih maju. Indikator yang digunakan juga mengacu pada indikator pemeringkatan yang diterapkan Kementerian Desa, sehingga peserta yang mengikuti seleksi ini diharapkan dapat berkembang menjadi BUMDesa maju dan berdaya saing,” tuturnya.

Peserta yang mengikuti penilaian tahun ini merupakan BUMDesa yang sebelumnya belum pernah berpartisipasi dalam ajang serupa. Melalui keterlibatan tersebut, pemerintah daerah berharap semakin banyak BUMDesa yang terdorong untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan maupun kinerja usahanya.

Selain itu, pembinaan terhadap BUMDesa berprestasi akan terus dilakukan. Indah mencontohkan BUMDesa Wake Berkah Abadi dari Kabupaten HST yang menjadi juara pertama tingkat provinsi tahun lalu dan kemudian diikutsertakan dalam ajang BUMDesa Inspiratif tingkat nasional, yang diselenggarakan Kementerian Desa.

“BUMDesa yang sudah berprestasi tetap kami bina dan evaluasi. Harapannya mereka terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Kami ingin BUMDesa di Kalimantan Selatan tidak hanya unggul di daerah, tetapi juga mampu menjadi contoh dan inspirasi bagi BUMDesa lainnya di Indonesia,” tutup Novi. (MRF/RIW/EPS)

Terapkan WFH, Dinsos Kalsel Pastikan Pelayanan Kebencanaan Tetap Optimal

Banjarbaru – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan memastikan kebijakan Work From Home (WFH) tidak berlaku bagi bidang yang menangani kedaruratan, khususnya penanggulangan bencana.

Seluruh personel tetap bekerja normal dan siaga penuh untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Ket : Kabid Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie melalui Kepala Bidang Penanganan Bencana, Achmadi menegaskan, bidang penanganan bencana tetap menjalankan aktivitas seperti biasa sesuai arahan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Berdasarkan arahan Presiden dan Bapak Gubernur, untuk bidang kedaruratan terutama penanganan bencana, WFH tidak diberlakukan. Kami tetap masuk dan siaga seperti biasa,” ujar Achmadi.

Ia menjelaskan, personel penanganan bencana dibagi menjadi dua tim yang bertugas di dua lokasi berbeda, yakni Posko Siaga Bencana di Banjarmasin dan posko di kantor baru di Banjarbaru.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Kami membagi dua tim, ada yang bertugas di Banjarmasin dan ada di Banjarbaru. Keduanya tetap siaga penuh untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” jelasnya.

Selain kesiapan personel, Dinas Sosial Kalsel juga memastikan seluruh peralatan dan logistik penanganan darurat tetap tersedia dan dalam kondisi siap digunakan kapan saja.

“Peralatan dan logistik tetap kami siapkan seperti biasa. Tidak ada perubahan dalam kesiapsiagaan,” tambahnya.

Achmadi menegaskan, seluruh jajaran di bidang penanganan bencana, mulai dari kepala bidang hingga kepala seksi, tetap menjalankan tugas di kantor dan tidak mengikuti skema WFH.

“Tidak ada alasan untuk tidak masuk. Untuk bidang penanganan bencana, semua tetap bekerja normal dan siaga penuh,” tegasnya.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan tersebut menjadi bentuk komitmen Dinas Sosial Kalsel dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, khususnya saat terjadi kondisi darurat maupun bencana alam.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan maksimal. Penanganan bencana tidak bisa menunggu, sehingga seluruh personel harus selalu siap bergerak kapan pun dibutuhkan,” pungkasnya. (BDR/RIW/ESP)

Jaga Stabilitas Inflasi, Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menjaga stabilitas inflasi daerah melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan gerakan pangan murah di sejumlah wilayah.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan nasional ketika permintaan pangan cenderung meningkat.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah Waktu Bulan Ramadhan lalu

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, gerakan pangan murah menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah, membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Menurut Syamsir, stabilitas harga pangan berpengaruh besar terhadap pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang momentum keagamaan.

“Gerakan pangan murah ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga pangan serta memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya baru-baru ini.

Ia menjelaskan, pelaksanaan gerakan pangan murah juga sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, agar pemerintah daerah terus hadir membantu masyarakat menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok serta memastikan pasokan pangan tetap aman dan tersedia.

Berbagai komoditas pangan disediakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, hingga berbagai kebutuhan pokok lainnya yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.

“Selain membantu masyarakat memperoleh harga lebih murah, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan pangan di pasaran agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan,” lanjutnya.

Syamsir menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan stok pangan di berbagai daerah, terutama menjelang Hari Raya Iduladha yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, distributor, pelaku usaha pangan, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan agar inflasi tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/EPS)

LPPL Abdi Persada FM Siap Jalin Kerja Sama dengan Densus 88, Perkuat Edukasi Pencegahan Radikalisme

Banjarbaru – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM, menjalin kerja sama dengan Satgaswil Kalimantan Selatan Densus 88 Antiteror Polri, dalam upaya memperkuat edukasi dan literasi masyarakat terkait pencegahan paham radikalisme dan intoleransi.

Rencana kerja sama tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Kepala Unit (Kanit) Pencegahan Satgaswil Kalimantan Selatan Densus 88 Antiteror Polri, Alim Sumartono dengan Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani.

Alim Sumartono mengatakan, media memiliki peran strategis menyampaikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait bahaya radikalisme, intoleransi, dan penyebaran paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

Menurutnya, pendekatan pencegahan melalui edukasi dan literasi publik menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di era digital yang ditandai dengan cepatnya arus informasi.

“Media menjadi mitra penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi serta mampu menangkal paham – paham yang berpotensi memecah persatuan,” ujarnya, saat bertandang ke kantor LPPL Abdi Persada FM di Banjarbaru, Selasa (26/5).

Ia menjelaskan, kerja sama yang direncanakan nantinya dapat diwujudkan melalui berbagai program siaran edukatif, dialog interaktif, kampanye literasi digital, hingga penyebarluasan informasi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani menyambut baik rencana kerja sama tersebut, dan menilai kolaborasi antara media publik dan aparat penegak hukum sangat penting dalam memperkuat edukasi masyarakat.

Menurutnya, sebagai media publik daerah, LPPL Abdi Persada FM memiliki tanggung jawab menghadirkan siaran yang tidak hanya informatif dan menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukasi bagi masyarakat.

“Kami siap mendukung program-program edukasi yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat, khususnya terkait pencegahan radikalisme, intoleransi, dan penyalahgunaan media digital,” katanya.

Syarifah menambahkan, pihaknya juga akan menyampaikan rencana kerja sama tersebut kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bentuk koordinasi dan dukungan terhadap penguatan program edukasi publik di daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, media, dan aparat penegak hukum sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan persatuan di Banua.

“Melalui siaran radio yang menjangkau masyarakat luas, pesan-pesan edukasi diharapkan dapat lebih mudah diterima masyarakat hingga ke berbagai daerah di Kalimantan Selatan,” lanjutnya.

Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan media massa dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.

“Selain itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penyebaran paham radikal yang kini berkembang melalui berbagai platform digital dan media sosial,” tutup Syarifah. (MRF/RIW/EYN)

Meriahkan HLUN 2026, PPRSLU Budi Sejahtera Gelar Beragam Lomba untuk Lansia

Banjarbaru – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026, akan dilaksanakan di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera pada Sabtu (30/5) mendatang. Berbagai persiapan pun mulai dimatangkan, termasuk rangkaian kegiatan hiburan dan perlombaan bagi para lansia.

Kepala PPRSLU Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan, Hairun Nisa mengatakan, peringatan HLUN tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan kebahagiaan dan penghormatan kepada para lanjut usia.

Kepada PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel, Hairun Nisa, saat diwawancara.

“Insya Allah kegiatan nantinya akan dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan,” Kata Nisa, Senin (25/5).

Menjelang pelaksanaan HLUN, PPRSLU Budi Sejahtera juga menggelar berbagai perlombaan, seperti fun catwalk, lomba mewarnai, hingga tebak gambar tokoh dan pahlawan. Kegiatan tersebut disambut antusias para penghuni panti.

“Alhamdulillah para lansia sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan. Kami ingin mereka merasa senang, tetap percaya diri, dan terus aktif dalam berbagai aktivitas sosial,” ucapnya.

Ia menyebut, Gubernur Muhidin dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin dijadwalkan turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang diikuti para lansia di lingkungan panti.

Menurutnya, rangkaian perlombaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan antar penghuni panti.

Suasana Lomba di PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel dalam rangka menyambut HLUN 2026.

Bahkan, sejumlah lansia tampak percaya diri saat tampil di ajang fun catwalk. Keceriaan para peserta pun menjadi warna tersendiri dalam menyambut Hari Lanjut Usia Nasional tahun ini.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para lansia tetap merasa dihargai, diperhatikan, dan memiliki ruang untuk mengekspresikan diri,” tambahnya.

Nisa juga berharap peringatan Hari Lanjut Usia Nasional dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan para lansia, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah dan mendukung bagi lanjut usia di Kalimantan Selatan.

“Kami ingin Hari Lanjut Usia Nasional ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa para lansia tetap memiliki peran penting dan harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta penghormatan dari lingkungan sekitar,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)

Efesiensi Anggaran, DPRD Banjarbaru Minta Formasi CPNS 2026 Tepat Sasaran

Banjarbaru – DPRD Kota Banjarbaru menyoroti usulan kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru yang mencapai 267 formasi. Usulan tersebut dinilai penting untuk menjaga pelayanan publik tetap berjalan optimal, terutama dalam mengisi kekosongan pegawai akibat pensiun.

Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ririk Sumari Restuningtyas mengatakan, berdasarkan data dari BKPSDM Banjarbaru, formasi CPNS yang diusulkan terdiri dari 83 tenaga teknis, 122 tenaga guru, dan 44 tenaga kesehatan.

Selain itu, terdapat pula usulan formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), yakni 14 formasi guru dan 4 formasi tenaga kesehatan.

Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ririk Sumari, saat diwawancara.

Menurut Ririk, seluruh formasi tersebut telah disusun berdasarkan kebutuhan riil pemerintah daerah, khususnya untuk menggantikan ASN yang telah maupun akan memasuki purna tugas atau pensiun.

“Formasi yang diusulkan ini memang disiapkan untuk memastikan tidak terjadi kekosongan jabatan pelayanan publik ketika ada pegawai pensiun. Jadi kebutuhan ASN tetap bisa terpenuhi sesuai kondisi di lapangan,” ucap Ririk belum lama ini.

Ia menilai, usulan formasi yang diajukan BKPSDM sudah melalui perhitungan matang di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah.

Ririk menambahkan, pelaksanaan seleksi nantinya juga akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Meski tahapan pendaftaran dilakukan secara daring, proses seleksi hingga pelatihan CPNS tetap memerlukan dukungan anggaran yang cukup besar.

“BKPSDM tentu harus menyusun strategi pelaksanaan yang efektif karena masih menunggu apakah seluruh 267 formasi ini nantinya disetujui oleh Kementerian PAN-RB atau tidak,” katanya.

Ia mengungkapkan, apabila seluruh usulan formasi disetujui pemerintah pusat, maka Pemko Banjarbaru diperkirakan harus menyiapkan anggaran hampir Rp1 miliar untuk mendukung tahapan seleksi dan pelatihan CPNS.

Karena itu, DPRD Banjarbaru turut mendorong agar pelaksanaan pelatihan CPNS dapat dilakukan secara bertahap apabila kondisi anggaran belum memungkinkan dilaksanakan sekaligus.

“Kami menyarankan jika seluruh formasi diterima, pelatihannya bisa dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Yang terpenting proses rekrutmen tetap berjalan dan kebutuhan pegawai bisa terpenuhi,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)

Perkuat Pengembangan BUMDes, DPMD Kalsel Siapkan Pelatihan Pemasaran Digital

Banjarbaru – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan, akan menggelar pelatihan pemasaran berbasis teknologi bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha desa di era digital.

Program tersebut disampaikan Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa DPMD Provinsi Kalimantan Selatan, Indah Novita Purnamasari, Senin (25/5).

Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa DPMD Provinsi Kalimantan Selatan, Indah Novita Purnamasari.

Indah menjelaskan, perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi saat ini menuntut pengelola BUMDesa mampu beradaptasi, khususnya dalam memasarkan produk dan mengembangkan usaha desa secara lebih modern dan efektif.

Menurutnya, selama ini masih banyak produk unggulan desa yang memiliki kualitas baik, namun belum maksimal dalam pemasaran karena keterbatasan pemanfaatan teknologi digital.

“Pemanfaatan teknologi saat ini menjadi hal yang sangat penting agar produk-produk desa mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional bahkan nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut nantinya akan difokuskan pada penguatan kemampuan pengelola BUMDesa, memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran usaha.

Materi yang diberikan meliputi strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, pengelolaan konten promosi, hingga pengembangan jaringan pemasaran berbasis teknologi informasi.

Selain itu, para pengelola BUMDesa juga akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya inovasi usaha dan peningkatan kualitas pelayanan agar usaha desa mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Perkembangan teknologi digital saat ini memberikan peluang besar bagi desa untuk memperkenalkan potensi dan produk unggulannya kepada masyarakat yang lebih luas,” lanjutnya.

Karena itu, DPMD Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia di desa agar lebih siap menghadapi perkembangan zaman dan perubahan pola pemasaran yang kini semakin berbasis digital.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan BUMDesa yang profesional, mandiri, dan adaptif terhadap teknologi.

“BUMDesa harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan pemanfaatan teknologi yang baik, peluang usaha desa akan semakin berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” tutup Indah. (MRF/RIW/EYN)

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lepas 314 Prajurit Muda, Perkuat Ketahanan dan Pembangunan Wilayah Kalimantan

Banjarbaru – Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026, menjadi momen bersejarah bagi penguatan pertahanan negara. Sebanyak 17.000 mantan siswa dari seluruh Indonesia resmi dilantik menjadi Prajurit Dua (Prada) usai menempuh pendidikan militer dasar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 314 orang merupakan lulusan terbaik yang dididik di Markas Komando Resimen Induk Kodam (Mako Rindam) XXII/Tambun Bungai, dan kini siap bertugas memperkuat keamanan serta pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Jum’at (22/5).

Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan, bahwa kelulusan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis menyiapkan ribuan prajurit muda yang tangguh.

Menurutnya, keberadaan personel tambahan ini sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan geografis wilayah Kalimantan yang luas, berkarakteristik hutan lebat, aliran sungai, dan daerah pedalaman yang membutuhkan kehadiran negara.

“Momen ini sangat penting. Kita baru saja melepas 314 putra terbaik asuhan Rindam XXII/Tambun Bungai, bagian dari 17.000 prajurit baru se-Indonesia. Mereka disiapkan memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial yang mumpuni. Wilayah Kalimantan menuntut prajurit yang tidak hanya kuat bertempur, tetapi juga adaptif dan memahami betul karakter sosial budaya masyarakat setempat,” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin.

Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan menjadi fokus utama penempatan para lulusan ini. Langkah ini merupakan wujud nyata kebijakan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat peran TNI AD, di mana prajurit tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga mendorong percepatan pembangunan di daerah terpencil, perbatasan, dan kawasan rawan bencana.

Pangdam XXII/Tambun Bungai menekankan, 314 Tamtama remaja lulusan Rindam XXII/Tambun Bungai ini, telah dibekali materi lebih dari sekadar kemampuan tempur dasar. Mereka secara khusus ditempa dan disiapkan menjadi penguat satuan teritorial dengan peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan daerah.

“Mereka akan bersinergi penuh dengan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur fisik, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah dan semangat juang masyarakat. Inilah definisi sesungguhnya: prajurit pembangun sekaligus pelindung rakyat,” ungkap Mayjen TNI Zainul Arifin.

Peran ini dinilai sangat krusial karena menjembatani keberadaan militer dengan kebutuhan nyata warga, terutama di wilayah yang akses pembangunannya belum merata.

Kehadiran 314 prajurit baru ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan serta memperkuat rasa aman masyarakat di seluruh penjuru Kalimantan.

Kepada seluruh prajurit lulusan Rindam XXII/Tambun Bungai yang akan segera ditempatkan, Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan pesan mendalam dan arahan yang tegas.

Para prajurit diingatkan untuk senantiasa menjaga kehormatan seragam, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman utama dalam bertindak.

“Kalian adalah wajah TNI di mata masyarakat. Saat terjun ke Batalyon Teritorial Pembangunan, jadilah solusi atas setiap kesulitan yang dihadapi rakyat di tempat tugas masing-masing,” tegasnya.

Pangdam juga mengimbau agar para prajurit memanfaatkan kemajuan teknologi dan inovasi untuk mendukung pelaksanaan tugas, serta harus cepat beradaptasi dengan kearifan lokal dan senantiasa menghargai budaya setempat.

“Buktikan bahwa TNI AD selalu hadir bersama rakyat, berakar di bumi pertiwi, dan berjuang demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Mayjen TNI Zainul Arifin.

Kelulusan 17.000 prajurit baru secara nasional dan penempatan khusus 314 orang di wilayah Kodam XXII/Tambun Bungai, menjadi bukti nyata transformasi TNI Angkatan Darat yang modern.

Kini, TNI hadir tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan yang tangguh, tetapi juga mitra setia masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan wilayah Kalimantan. (Penrem-RIW/EPS)

Exit mobile version