Kebut Jalan Tembus Purnawirawan–Guntung Manggis, Langkah Wali Kota Lisa Halaby Buka Akses dan Titik Ekonomi Baru

Banjarbaru – Pembangunan Jalan Purnawirawan yang menembus kawasan Guntung Manggis terus menjadi bagian penting memperkuat konektivitas dan membuka akses baru di Kota Banjarbaru.

Proyek yang dilaksanakan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tersebut merupakan salah satu dari 14 trase jalan lingkar Kota Banjarbaru yang diinisiasi Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.

Pembangunan jalan ini dilaksanakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan dengan nilai kontrak mencapai Rp35,4 miliar. Pelaksana pekerjaan adalah PT Multi Prasarana Utama, sedangkan konsultan pengawas dipercayakan kepada PT Prima Cipta Karsa Sabbapathamam (KSO)–PT Petra Penida Energi Indonesia.

Jalan yang ditangani memiliki panjang 2,175 kilometer, dengan lebar aspal 5,5 meter dan lebar badan jalan mencapai 8,5 meter. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi akses penghubung antarkawasan, tetapi juga menjadi bagian strategis membentuk jaringan jalan alternatif di Banjarbaru.

Wali Kota Lisa didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Eka Yuliesda Akbari turun langsung meninjau dan memantau proses pengaspalan Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis, memastikan pembangunan jalan tembus tersebut berjalan sesuai target dan standar yang ditetapkan.

Pembangunan trase ini menjadi langkah konkret Pemko Banjarbaru memperkuat sistem transportasi perkotaan, khususnya dengan menghadirkan jalur alternatif di tengah pertumbuhan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

Jaringan jalan lingkar yang diinisiasi Wali Kota Erna Lisa Halaby diarahkan untuk mengurangi tekanan lalu lintas dan mengatasi potensi kemacetan melalui pembukaan akses baru yang menghubungkan sejumlah kawasan di Kota Banjarbaru.

Tak hanya soal kelancaran arus kendaraan, pembangunan jalan tersebut juga membawa misi yang lebih luas.

Kehadiran akses baru diharapkan mampu membuka kawasan yang sebelumnya relatif terisolir karena keterbatasan infrastruktur jalan.

“Tentunya jalan baru ini membuka daerah terisolir yang selama ini tidak memiliki akses dan diharapkan mampu menumbuhkan titik-titik pertumbuhan baru di Kota Banjarbaru,” ujarnya Kamis (20/8).

Dengan terbukanya akses Purnawirawan menuju Guntung Manggis, konektivitas antarkawasan diharapkan semakin kuat. Mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, distribusi barang dan jasa semakin lancar, sekaligus membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sepanjang kawasan yang terhubung.

Pembangunan jalan lingkar ini sekaligus mempertegas arah pembangunan infrastruktur Banjarbaru yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada membuka akses, memperluas konektivitas, menggerakkan ekonomi, dan menciptakan pusat – pusat pertumbuhan baru.

Ke depan, pengembangan 14 trase jalan lingkar diharapkan mampu membentuk jaringan jalan yang semakin terintegrasi, sehingga Banjarbaru memiliki sistem konektivitas yang lebih kuat dalam menghadapi pertumbuhan kota dan peningkatan mobilitas masyarakat. (MedCenBJB-RIW/EPS)

Gelar Ceramah Agama, Diskominfo Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar ceramah agama sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Kamis (20/8).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, bersama jajaran pegawai di lingkungan Diskominfo Kalsel.

Ceramah agama mengangkat tema “Shalat adalah Sumber Inspirasi” yang disampaikan Tenaga Ahli Gubernur (TAG) bidang keagamaan, Muslimin.

Dalam ceramahnya, Muslimin mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW sekaligus meneladani sifat-sifat beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu. Menurutnya, sesibuk dan sesulit apa pun kondisi kehidupan, salat tidak boleh ditinggalkan karena merupakan tiang agama.

“Sesulit apa pun dan sesukses apa pun hidup kita, jangan sampai meninggalkan salat yang lima waktu. Sebab, salat merupakan tiang agama kita. Semoga kita dapat meraih kesuksesan dunia dan akhirat,” ujar Muslimin.

Muslimin berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh pegawai, mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan maupun dalam menjalankan tugas.

Muslimin juga mengapresiasi bahwa kegiatan keagamaan serupa telah beberapa kali dilaksanakan di lingkungan Diskominfo Kalsel.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, berharap pesan yang disampaikan dalam ceramah, dapat direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan.

“Dari apa yang disampaikan oleh penceramah, tentu dapat kita renungkan dan diaplikasikan dalam keseharian kita, terutama dalam bekerja. Kita terus memberikan pengalaman yang terbaik,” ungkap Muhamad Muslim.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan dan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Menurutnya, momentum tersebut sejalan dengan peran Diskominfo Kalsel dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Muhamad Muslim berharap inspirasi yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif, termasuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, seluruh pegawai diharapkan dapat semakin meningkatkan ketakwaan, menjaga konsistensi dalam melaksanakan shalat lima waktu, serta menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. (BDR-Magang/RIW/EPS)

Banjarbaru Raih Predikat Istimewa IRH dan Peringkat II JDIH Tahun 2026

Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola pemerintahan. Dua penghargaan berhasil diraih dari Kementerian Hukum Republik Indonesia, yakni penghargaan Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2026 dengan predikat Kategori Istimewa dan penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Tahun 2026 dengan predikat Sangat Baik (AA).

Pada penilaian JDIH Tahun 2026, Pemerintah Kota Banjarbaru berhasil menempati Peringkat II dengan nilai 91.

Ket : Walikota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menerima penghargaan

Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian Apel Pagi Peringatan Hari Pengayoman dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang diikuti Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby di halaman Kantor Wilayah Kementerian Hukum RI Kalimantan Selatan, Rabu (19/8).

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat reformasi hukum serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen penuh dan aktif berpartisipasi dalam menegakkan kedaulatan hukum di wilayah Kalimantan Selatan. Semoga capaian ini dapat terus kita pertahankan dan tingkatkan lagi di masa yang akan datang,” ujarnya.

Predikat Kategori Istimewa pada penilaian IRH menunjukkan keberhasilan Pemko Banjarbaru mendorong pembenahan dan penguatan sistem hukum di lingkungan pemerintahan.

Sementara itu, peringkat kedua JDIH dengan nilai 91 mencerminkan konsistensi pemerintah daerah dalam mengelola dokumentasi dan informasi hukum secara tertib, akurat, serta mudah diakses.

Penguatan JDIH menjadi bagian penting dalam menyediakan informasi hukum yang terbuka dan terpercaya. Melalui pengelolaan yang optimal, masyarakat maupun aparatur pemerintah dapat memperoleh berbagai produk hukum secara lebih mudah dan cepat.

Dua penghargaan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan di Kota Banjarbaru tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.

Reformasi hukum dan keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Bagi Pemerintah Kota Banjarbaru, capaian ini bukanlah akhir, melainkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat kualitas regulasi, meningkatkan pengelolaan informasi hukum, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dua penghargaan dari Kementerian Hukum RI tersebut semakin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun pemerintahan yang taat hukum, transparan, dan berorientasi pada pelayanan demi mewujudkan Banjarbaru yang Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera. (MediaCenterBJB-BDR/RIW/EPS)

Gelar Pertemuan dengan Media Massa, Diskominfo Bahas Kelanjutan Kerja Sama

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru menggelar pertemuan strategis bersama puluhan perwakilan perusahaan media massa.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini agenda utamanya membahas keberlanjutan kerja sama publikasi program dan kegiatan pemerintahan, sekaligus menyosialisasikan transisi mekanisme pengadaan ke sistem digital.

Selain sebagai wadah silaturahmi untuk mempererat hubungan, pertemuan ini bertujuan membangun komunikasi yang searah dan harmonis antara pemerintah daerah dengan insan pers.

Fokus utamanya adalah memastikan penyebarluasan informasi pembangunan Kota Banjarbaru dapat berjalan lebih masif, transparan, dan akuntabel di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan kebijakan terbaru Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru terkait pengadaan barang dan jasa.

Mulai saat ini, seluruh proses pengadaan di lingkungan Pemkot Banjarbaru wajib beralih menggunakan sistem e-purchasing.

Sistem ini merupakan tata cara pembelian barang atau jasa secara elektronik melalui platform Katalog Elektronik (e-Katalog) atau Toko Daring yang dikembangkan resmi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Konsekuensinya, mekanisme kerja sama publikasi dengan media massa yang selama ini berjalan juga akan dialihkan sepenuhnya ke dalam sistem e-Katalog tersebut.

Kebijakan baru ini dirancang sebagai langkah nyata Pemkot Banjarbaru menyederhanakan birokrasi yang sering kali dinilai kaku.

Implementasi e-Katalog dipercaya mampu memotong alur administrasi pengadaan yang rumit, sehingga menciptakan efisiensi waktu, anggaran, serta menutup celah potensi maladministrasi.

Kepala Diskominfo Kota Banjarbaru, Muhammad Agus Adrian menjelaskan, bahwa perubahan ini merupakan tuntutan regulasi sekaligus kebutuhan zaman.

Menurutnya, mekanisme konvensional yang digunakan sebelumnya memerlukan alur administrasi yang sangat panjang dan memakan waktu lama, mulai dari pengajuan dokumen, verifikasi manual, hingga proses pencairan.

“Pertemuan ini sangat penting karena sudah menjadi kewajiban kami di Diskominfo untuk menyampaikan kepada seluruh mitra kerja terkait perubahan bentuk kerja sama ini. Dengan e-Katalog, proses administrasi yang tadinya panjang akan dipangkas, sehingga proses penyelesaian kontrak pengadaan publikasi bisa menjadi jauh lebih cepat,” ujar Agus.

Selain membahas digitalisasi mekanisme kerja sama, pertemuan ini juga membedah rencana strategis Pemkot Banjarbaru untuk memindahkan ruang pers (pressroom) wartawan.

Fasilitas pressroom yang ada saat ini dinilai sudah kurang representatif dan kurang optimal mendukung mobilitas serta produktivitas para jurnalis yang bertugas di wilayah Banjarbaru.

Rencana pemindahan dan renovasi ruang kerja bagi jurnalis ini mendapat respons positif dari komunitas pers.

Toto, salah satu perwakilan media massa yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan yang diinisiasi Diskominfo Banjarbaru.

“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mengakomodir kerja sama publikasi, termasuk penyesuaian mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Toto.

Terkait perbaikan fasilitas kerja jurnalis, Toto juga menyatakan kesepakatannya. Menurutnya, pembenahan ini sangat mendesak mengingat status Banjarbaru yang kini telah resmi menyandang peran penting di Kalimantan Selatan.

Menurutnya Gedung Pers Banjarbaru dapat menjadi wadah bersama bagi seluruh insan pers di Kota Banjarbaru serta merupakan representasi dari keharmonisan antara pemerintah dengan insan prs di Kota Banjarbaru. (MedCenBJB-RIW/EPS)

6.189 Narapidana di Kalsel Dapat Remisi Kemerdekaan, 51 Orang Langsung Bebas

Banjarbaru – Sebanyak 6.189 narapidana di Kalimantan Selatan mendapat Remisi Umum dalam momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, 51 orang langsung bebas setelah memperoleh pengurangan seluruh masa pidana.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalsel, Erwedi Supriyatno mengatakan, penerima remisi tersebar di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Kalsel.

Gubernur Kalsel Muhidin saat menyampaikan sambutan

Sebanyak 6.056 narapidana memperoleh Remisi Umum I, berupa pengurangan sebagian masa pidana. Sementara 133 orang menerima Remisi Umum II, yakni pengurangan seluruh masa pidana.

“Yang mendapat Remisi Umum II berjumlah 133 orang. Terdiri dari 51 orang langsung bebas dan 82 orang masih harus menjalani kurungan pengganti denda atau subsider,” kata Erwedi di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Senin (17/8).

Selain remisi umum, terdapat pula remisi tambahan. Sebanyak 18 narapidana mendapatkannya karena berstatus pemula. Satu orang lainnya memperoleh remisi tambahan dari kegiatan donor darah.

Pengurangan masa pidana juga diberikan kepada anak binaan. Sebanyak sembilan anak memperoleh Pengurangan Masa Pidana (PMP) I. Sedangkan satu anak mendapat PMP II atau pengurangan seluruh masa pidana.

Saat ini terdapat 18 Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Kalsel. Terdiri dari delapan lapas, satu Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), enam rutan dan tiga balai pemasyarakatan.

Erwedi menyebut total warga binaan dan tahanan mencapai 8.716 orang, sedangkan kapasitas yang tersedia hanya 4.382 orang.

Di tengah kondisi tersebut, Ia menilai dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan tetap diperlukan. Terutama memperkuat pembinaan, pembimbingan hingga reintegrasi sosial warga binaan.

“Kolaborasi dan sinergi seluruh pihak merupakan bagian penting dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta keamanan dan ketertiban masyarakat,” paparnya.

Gubernur Kalsel Muhidin menegaskan, remisi merupakan bagian dari proses pembinaan. Pemberian tersebut sekaligus menjadi penghargaan bagi warga binaan yang menunjukkan perubahan selama menjalani masa pidana.

Ia meminta penerima remisi tidak sekadar melihatnya sebagai berkurangnya masa hukuman.

“Remisi ini bukan sekadar dimaknai sebagai pengurangan masa menjalani pidana, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Muhidin.

Kesempatan tersebut, lanjut Muhidin, harus digunakan untuk memperkuat tekad memperbaiki diri. Termasuk meningkatkan keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.

“Jadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk semakin memperkuat tekad, memperbaiki diri, meningkatkan keterampilan, serta membangun kembali kepercayaan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Muhidin juga memberikan perhatian khusus kepada anak binaan. Menurutnya, pernah menjalani pembinaan bukan berarti menutup jalan untuk meraih masa depan.

“Jangan pernah merasa bahwa masa depan telah berakhir. Usia muda adalah kesempatan yang sangat panjang untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita,” pesannya.

Muhidin berharap proses pemasyarakatan mampu menghasilkan perubahan nyata. Tidak hanya sebatas perubahan status administratif.

Warga binaan perlu dibekali karakter, kedisiplinan, keterampilan dan kemandirian. Bekal tersebut dibutuhkan agar mereka dapat kembali produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

“Ketika nantinya kembali ke masyarakat, saudara – saudara dapat hadir sebagai pribadi yang produktif, memiliki keterampilan, mampu bekerja, berusaha, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan,” ujarnya. (SYA/RIW/EPS)

Salat Istisqa, Ikhtiar Bersama Jaga Banua Dari Kekeringan dan Kabut Asap

Banjarbaru – Kekeringan dan ancaman kabut asap menjadi perhatian bersama di Kalimantan Selatan. Di tengah kondisi tersebut, doa dan ikhtiar dilakukan secara bersamaan. Salah satunya melalui pelaksanaan Salat Istisqa yang digelar Polda Kalimantan Selatan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel di Lapangan Satbrimob Polda Kalsel, Rabu (19/8).

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, yang turut hadir dalam kegiatan mengatakan, Salat Istisqa menjadi momentum spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT, agar Banua segera mendapatkan hujan yang membawa manfaat sekaligus terhindar dari dampak kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kabut asap.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK (kiri)

Kondisi alam yang dihadapi Kalsel tidak cukup hanya disikapi dengan doa. Ikhtiar nyata dari pemerintah, aparat, masyarakat, hingga seluruh pemangku kepentingan juga harus berjalan beriringan.

“Salat Istisqa ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama. Selain ikhtiar lahir, kita juga memohon pertolongan kepada Allah agar Banua kita dijaga, diberikan hujan yang bermanfaat, dan terhindar dari bencana,” katanya.

Supian HK mengapresiasi langkah Polda Kalsel yang menginisiasi Salat Istisqa. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Sinergi antara ulama, pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk menghadapi kondisi cuaca serta ancaman bencana yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

“DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh langkah-langkah aktif yang dilakukan pemerintah dan aparat. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan terus berdoa untuk keselamatan Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Suasana Shalat Istisqo

Lebih lanjut Supian HK menambahkan, Salat Istisqa pun menjadi pesan penting bahwa menghadapi ancaman kekeringan dan kabut asap membutuhkan lebih dari sekadar menunggu hujan.

Doa harus disertai kepedulian, sementara ikhtiar harus diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga lingkungan. Dengan demikian, hujan bukan hanya dinantikan untuk mengurangi panas dan kekeringan.

Bagi masyarakat Kalsel, turunnya hujan juga berkaitan erat dengan keberlangsungan pertanian, perkebunan, ketersediaan air, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, berharap doa yang dipanjatkan dalam Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar kondisi Banua segera membaik.

“Mudah-mudahan Allah mengabulkan doa kita. Banua kita aman, masyarakatnya sejahtera, dan pembangunan terus berjalan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Kemarau Panjang, Polda Kalsel Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan bersama jajaran Forkopimda, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat menggelar Salat Istisqa serta doa bersama, di Lapangan Mako Brimob Polda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (19/8).

Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan, di tengah kondisi kemarau panjang dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.

“Tujuan dari kegiatan pada pagi hari ini, sebagaimana kita ketahui, sudah satu bulan lebih kita di Kalimantan Selatan ini tidak turun hujan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kemarau juga mulai memicu munculnya sejumlah titik api yang berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

“Kita juga sudah mulai merasakan ada beberapa titik api, yang asapnya mulai mengganggu masyarakat dan kegiatan-kegiatan masyarakat,” katanya.

Selain berdampak terhadap lingkungan, kemarau panjang turut memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama pertanian, peternakan, hingga aktivitas perekonomian.

“Dampak dari kemarau yang panjang ini juga berpengaruh kepada peternakan, pertanian, dan roda perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat petani,” ungkap Kapolda.

Melalui Salat Istisqa dan doa bersama, Kapolda berharap permohonan hujan sekaligus ampunan yang dipanjatkan dapat dikabulkan Allah SWT.

“Kita memohon hujan, kita memohon kepada Allah ampunan dosa-dosa kita, dan mudah-mudahan pagi hari ini semua dikabulkan Allah SWT,” tuturnya.

Kapolda juga meminta seluruh jajaran Polres di Kalimantan Selatan turut mengagendakan dan melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kemarau.

Di sisi lain, Polda Kalsel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

“Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat, terlebih kondisi kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Karhutla Terus Bermunculan, Wamenko Pangan Minta Kalsel Perkuat “Pagar Betis”

Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus bermunculan di Kalimantan Selatan membutuhkan pengerahan kekuatan secara menyeluruh.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menilai, penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan satu atau dua instansi.

Hanif meminta Pemprov Kalsel memperkuat penanganan dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha hingga aparatur pemerintah.

“Ini enggak bisa parsial penanganannya, enggak bisa sektoral. Ini harus semesta, harus semuanya bergerak membagi titik dengan pagar betis,” katanya usai turun langsung membantu pemadaman karhutla di kawasan Pengayuan, Landasan Ulin, Banjarbaru, Selasa (18/8).

Menurutnya, karakter wilayah yang rawan membuat pola penanganan harus diperkuat. Setiap unsur perlu berbagi peran dan wilayah pengawasan.

Hanif menilai upaya yang selama ini dilakukan Pemprov Kalsel perlu diakselerasi. Terutama dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, terjun langsung membantu pemadaman api karhutla di Banjarbaru

Masyarakat, termasuk kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), dinilai dapat menjadi kekuatan di lapangan. Begitu pula unit usaha yang beroperasi di daerah.

ASN di lingkungan pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota juga dinilai dapat dilibatkan sesuai kebutuhan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan perlu mengakselerasi upayanya yang telah dilakukan selama ini, mengombinasikan semua sisi yang paling mungkin,” ujarnya.

Hanif mengingatkan karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan ringan. Api masih terus muncul di sejumlah kawasan.

Ia menyebut, berdasarkan dokumen akademik BMKG, kondisi yang mendukung penurunan risiko kebakaran diperkirakan baru terjadi pada November.

*Ini enggak bisa dianggap remeh. Apinya terus terjadi dan sesuai dengan dokumen akademik BMKG, ini baru akan turun di bulan November,” katanya.

Hanif juga melihat langsung kondisi vegetasi di lokasi kebakaran. Kawasan tersebut banyak ditumbuhi galam serta alang-alang yang lebat.

Vegetasi itu menjadi bahan bakar yang membuat api mudah muncul dan menjalar.

“Galam-galaman, hutan yang pernah lebat, dipotong dan tumbuh, itu menjadi salah satu penyumbang bahan bakar terbesar,” jelasnya.

Alang-alang yang tumbuh rapat juga memiliki tingkat kerawanan tinggi ketika memasuki kondisi kering.

“Alang-alang yang cukup lebat itu sangat mudah terbakar,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

GPM Kembali Digelar di Banjarbaru, Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan di Bulan Maulid

Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (19/8) hingga Kamis (20/8), bertempat di area perkantoran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Gerakan Pangan Murah dilaksanakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad tahun 2026.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah komoditas kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Diantaranya beras, telur ayam ras, ayam potong, serta berbagai jenis sayur-sayuran.

Antusiasme masyarakat berbelanja di gerakan pangan murah, Dinas PKP Provinsi Kalsel

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

“Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan di pasar,” ucap Syamsir.

Syamsir menjelaskan, stabilitas harga pangan menjadi salah satu hal yang terus menjadi perhatian pemerintah.

Ketersediaan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar dinilai penting untuk mencegah terjadinya kenaikan harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar harga yang berlaku di pasaran.

“Kegiatan ini kita laksanakan sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. Masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” lanjut Syamsir.

Ia menambahkan, komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya beras, telur ayam ras, ayam potong, dan sayur-sayuran.

Menurut Syamsir, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah memberikan akses pangan yang lebih mudah kepada masyarakat.

“Selain membantu masyarakat dari sisi harga, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” sahutnya.

Syamsir berharap masyarakat dapat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah dengan sebaik-baiknya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

“Stabilitas pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar pasokan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/APR)

Tegaskan Semangat Kemerdekaan, Dari Khidmat Upacara Menuju Karya Nyata untuk Banua

Banjarbaru – Semangat kemerdekaan tidak berhenti pada pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih. Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat untuk terus merawat persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Pesan tersebut tercermin dalam kehadiran Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo, pada Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di halaman Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (17/8) sore.

Mengenakan pakaian resmi upacara, Kartoyo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan unsur pemerintah daerah mengikuti seluruh rangkaian prosesi dengan penuh khidmat.

Kehadirannya menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus simbol kuatnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam membangun Banua.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo mengatakan, peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan. Di balik prosesi yang berlangsung khidmat, terdapat pesan besar agar generasi saat ini mampu meneruskan perjuangan dengan cara yang relevan dengan tantangan zaman.

“Ulun, mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Merdeka!” tuturnya.

Kartoyo menilai, nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa harus diterjemahkan dalam bentuk kerja dan pengabdian. Semangat kemerdekaan, menurutnya, dapat diwujudkan melalui kolaborasi, menjaga persatuan, serta menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI diharapkan tidak hanya membangkitkan rasa nasionalisme.

“Mari kita memperkuat komitmen seluruh elemen daerah untuk bergerak bersama menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Paskibraka Tuntaskan Tugas,” tutupnya.

Prosesi penurunan bendera berlangsung lancar dan penuh penghormatan. Upacara dipimpin Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, selaku Inspektur Upacara.

Sang Merah Putih kemudian diserahkan kembali kepada Inspektur Upacara oleh anggota Paskibraka Kalsel sebagai bagian dari rangkaian penutupan tugas pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (ADV-NHF/RIW/APR)

Exit mobile version